+
$. $+" ! ! #74 74 %* "#$$" "%" &' ( #) #74 74 %* '" %&"%* +",-") "%. / (0
#0 "( 9'"%* (")0 (#'%"6 7#%*"$"7 4#'4"*" 7","7 $-8" &"$"7 6 &-(%." '9)#) ."%* 8#7-& "% 0#':"& "&"$"6 (#%.#74-6"% $-8"
7#'-("8"% 94"0 ("$ %* )#' %* & *-%"8"% -%0-8 7#%*94"0 $-8" 0#0"( )#' %* 7#% 74-$8"% '#"8) 6 (#')#%) 0 + 0") "-% 4"4"%&90"%
7#%*"%&-%* 4#'4"*" 8"%&-%*"% 8 7 " &"% )#%."5" "80 ; ."%* 4#'86") "0 -%0-8 7#7(#',#("0 (#%.#74-6"% $-8" #%#$ 0 "% % 4#'0-:-"% -%0-8 7#%*#0"6- '#'"0" $"7" (#%.#74-6"% $-8" 6 %**" $-8" 7#%-0-( &#%*"% )#7(-'%" ("&" 7#%, 0 #09&9$9* (#%#$ 0 "% 4#') ;"0 #8)(#' 7#%0"$ $"49'"09' 8 7#%**-%"8"% "%,"%*"% ,"8 #%*8"( #%#$ 0 "% % 7#%**-%"8"% ! #89' 7#%, 0 5 )) <#4)0#' :"%0"% ."%* & 4"* 7#%:"& $ 7" 8#$97(98 (#'$"8-"% ." 0- #8)0'"8 #0"%9$ &"-% 4"4"%&90"% &"$"7 &#%*"% 89%)#%0'") 3 ! = ! = &"% ! = )#4"*" 89%0'9$ &"%
)#4"*" (#74"%& %* #74#' "% (#'$"8-"% &#%*"% ,"'" 7#%*9$#)8"% 94"0 ("&" )"."0"% $-8" )"0- 8"$ )#6"' )#,"'" 09( 8"$ )"7(" 8#&-" 0#( $-8" 4#'0"-0"% #7#' 8)""% & $"8-8"% &#%*"% (#%*-8-'"% $#4"' $-8" ("&" 7#%, 0 )#0 "( 6"' 6 %**" 8#&-" 0#( $-8" 4#'0"-0"% ") $ '#'"0" $"7" (#%.#74-6"% $-8" ."%* & &"("08"% 3 ! = 4#'8 )"' 3 ! 6"' ! = 3 6"' ! = ! 6"' 89%0'9$ ! 6"' &"% (#74"%& %* > ? 6"' ") $ -: )0"0 )0 8 7#%**-%"8"% &"-% 4"4"%&90"% 7#%-%:-88"% (#'4#&""% ."%* )"%*"0 ) *% ; 8"% &"$"7 7#7(#',#("0 $"7" (#%.#74-6"% $-8" &#%*"% % $" @ A #'&")"'8"% -: -8#. 8#$97(98 3 ! = ! = &"% ! = 7#%-%:-88"% (90#%) ."%* $#4 6 4" 8 & 4"%& %*8"% &#%*"% 7(-$"%%." #8)0'"8 #0"%9$ &"-% 4"4"%&90"% &"$"7 4#'(#%*"'-6 &"$"7 7#7(#',#("0 $"7"%." (#%.#74-6"% $-8" &"% 89%)#%0'") ! = 7#'-("8"% 89%)#%0'") ."%* 0#'4" 8
+
! " ! #
$. $+" ! ! )0 -09' "#$$" "%" &' ( #) !%& -09' '" %&"%* +",-") "%. / (0
! ! " # $ ! $
$ ! ! !
% $ ! & $
$ !
! ! ! $
! $ ! ! !
" % '() !
*+ , - ! $
! ! ! " $
. ! $ / *+0% 1* +0% *+0%
%
! "
! ! $ !
# ! ! ! $ . / *+0 / * % .
1* +0 / 2 % . *+0 + * % 3 * % 4 5 !
$ 6 7 %
! ! ! $ $$ ! 8 2%222 92 2+ # :,)
$ ! . / *+0% . 1* +0% *+0 ! . ! !
' ! " $
! $ !
. *+0 ! !
-!
" # $%
& % % %
' ( $ !
"
# % % "
)$ &
*
# $% +, - .
/ % %
/ 0- % $ !
/ ) !
/ $ !
! / , - + % . "
" / - "
& / &
' / - 1 * &
- & * & ) % % ' ' - 2 - 2
- , 3
-! %
-! /
! / %
! / 4
" 5 - !
& - &
& * &
& '
* - % + . 2
% % 2
) % % * - 3
% % % 3
! , 6 0 * - %
" ) / % % * - % $ 7 $
-&
! &
2
0 2
# 6 8%- 3
$ ( 3
% 3
* 3
1
-* % $ % 1
-* 9$ % 1
-, $
%
$ $ :
$ # 6
8%-%
! 8
" % 0
& 0 $ ) !
# 7%- "
! , $ : !
! , $ - !
! , !
!
!'
- < - # "
- - < - % $%
&
5 - $ "
5 - # % % &
5 - # % % )$ $ 2
5 - # % % % 3
5 - ! # % % * + = .
5 - " - - ,
5 - & $ - !
5 - ' 2
5 - 2 * - % 3
5 - 3
5 - !
5 - " # !
5 - $ !
$ # - 7 ; % $%
!'
$ # : , , ,, , 7 & 3 "3
$ # * - "
$ - ) ) % * - % +
. "!
$ ! *% % ""
6
1 . % % A " A% * = . %
;4?9 47
1 09 0;0
' (
$ + 3 6
9 6 $
99 6 + $
999 6 $ $ + +
9: 6 + $ $ +
: 6 + $ 3 $ + $ #
;4?9 47
1 09 0;0
' (
$ + 3 6
9 6 + + $ + +
99 6 + $ $
999 6 + 6 $ +
9: 6 + $ $ +
: 6 + 6 $ + +
;4?9 47
1 09 0;0
' (
$ + 3 6
9 6 + 6 $ +
99 6 + 6 +
999 6 + $
9: 6 6 + + + $
#
;4?9 47
1 09 0;0
' (
$ + 3 6 # $
9 6 + + 6 $ $ $ 3
99 6 + 6 + $ $
999 6 $ + 6 $ $ $
9: 6 + + $ $ $
: 6 6 + 6 $ 6 + $ 3
;4?9 47
1 09 0;0
' (
$ + 3 6
9 6 + + $ $ $
99 6 $ + 6 $ + 3
999 6 $ + $ +
9: 6 + $ + $
1 C/ 5 % 5.55 5 $3
= 4 5
! 5 ; # K ? 9 % @ % A ) - % C - %
;-7 K 3 $ 3 3 + 3
;-7$ K
;-7 K 3 $ 3 3 +
=74 07A # 3 $ 6 3 # 3 + # $
.; - 4!94> 3 6 3 $ 3 3 6 + + 3 6
66 $ 66 + $33 3 3 6 $
A
5 $ 5
$ 336 $3+
5%
5D% 5D% 8 5
- ) > % $ $ 6 6 +3
$
!
'9( = ',( = !
'9*,(
5
; 5
# K ? 9 A ) - %
C - %
;-7 K ;-7 $ K #6 #+ * 3 # 3
;-7 K $ MM #6 + $ 3 3
=74 07A *+ MM #6 *+ 3 3 * +
.; - 4!94> *$ MM #6 * + 3 * 6 +
;-7 $ K ;-7 K * #6 #+ * # 3 3
;-7 K 6 M #6 + + $ 3
=74 07A *+ MM #6 *+ # 3 * +
.; - 4!94> *$ 6 MM #6 * 3 *$ +
;-7 K ;-7 K *$ MM #6 *$ 3 3 * +
;-7 $ K * 6 M #6 + *$ 3 * +
=74 07A * MM #6 * 3 3 *+ +
.; - 4!94> * MM #6 *+ + 3 *$ 6 +
=74 07A ;-7 K + MM #6 + + 3 3
;-7 $ K + MM #6 + + # 3
;-7 K MM #6 + + 3 3
.; - 4!94> $ MM #6 + $ 3
.; - 4!94> ;-7 K $ MM #6 6 + + 3
;-7 $ K $ 6 MM #6 $ + 3
;-7 K MM #6 $ 6 + + + 3
=74 07A *$ MM #6 * $ 3 * +
! !
= 4 5%" αJ
;-7 K ;-7 $ K ;-7 K =74 07A
;-7 K ;-7 $ K ;-7 + K
.; - 4!94> 3 6
=74 07A #
5 $ #+ $ $
% % %"
+
"
#
. "% ; ; ! % - " ' $ A (
! % - " 5 9 % 1 '59 1( 9
-A " % - 9
-M 6 " +@ / # K
* 1 $ J * 1 J + * 1 + J +
M 8 %
1
- " J $ # # - " N J #+
- J #
! % . . %
. " % ' ( .
3
. % 0
6
% % "% %
#
. "% % 1 % 6
!
" ### $%&
' ( " ( # $% & ' (
) *
) + ,
-. ! ( % $ ( + ,/
0-! ( ( ( .$ 1$ $ +/ 0,/
2-! $ $ $ +/ 2,/
-1
Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini
dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia,
ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Proses yang kemudian terjadi pada
jaringan yang rusak ini ialah penyembuhan luka. Penyembuhan luka adalah proses
perbaikan yang terjadi karena adanya kerusakan pada kulit dan jaringan lunak
lainnya, yang dapat dibagi dalam tiga fase, yaitu fase inflamasi, proliferasi, dan
fase jaringan. Kapasitas dari penyembuhan luka tergantung dari
kedalaman luka, kondisi kesehatan, dan status nutrisi dari setiap individu.
Penyembuhan luka melibatkan berbagai interaksi kompleks antara berbagai
macam sel, mediator inflamasi seperti sitokin, dan matriks ekstraseluler. Setiap
fase dari penyembuhan luka masing!masing berbeda, meskipun merupakan proses
yang berkelanjutan, dengan setiap fase berlanjut ke fase berikutnya. Penyembuhan
luka yang baik, tergantung dari darah dan nutrisi yang adekuat pada tempat
kerusakan, dan juga kondisi kesehatan dan status nutrisi dari setiap individu
(Sjamsuhidajat & Wim de Jong, 2004; Kumar, 2005).
Setiap orang pasti pernah mengalami berbagai macam luka dalam
hidupnya. Kebanyakan luka biasanya hanya luka ringan dan cepat sembuh, dan
hanya mendapat sedikit perhatian. Namun, beberapa orang mengalami luka yang
kronik dan kompleks yang dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi, nyeri,
dan depresi. Selain itu, juga membutuhkan biaya yang banyak yang dikeluarkan
untuk merawat dan mengobati luka ini (Advanced Medical Technology
Association, 2006).
Biasanya kita akan menggunakan antiseptik pada luka dengan tujuan
menjaga luka tersebut tetap steril. yang paling sering digunakan
2
efek samping dari yang akan memberikan komplikasi lebih lanjut,
antara lain reaksi hipersensitivitas seperti rash, gatal, pembengkakan pada wajah,
lidah, tenggorokan (Dina Novenda Sari, 2008; www.umm.edu, 2011).
Menurut survey dari WHO, kira!kira 70!80% dari populasi dunia
menggunakan pengobatan non!konvensional, terutama berasal dari herbal (Verma,
2012). Beberapa tanaman obat sudah digunakan untuk menyembuhkan luka dan
luka bakar sejak zaman dulu salah satunya adalah babandotan. Daun babandotan
des L.) sudah digunakan di berbagai daerah di Afrika, Asia,
dan Amerika Selatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit di kalangan
penduduk setempat. Penggunaan yang paling dipercaya adalah untuk
menyembuhkan luka dan desinfektan (Durudola, 1977).
L biasa digunakan sebagai obat pencahar,
antipiretik, analgesik, anti kolik, anti ulkus, dan penutup luka sayat. Di beberapa
negara Afrika, tanaman ini biasa digunakan juga sebagai antimikroba, sebagai
obat sakit kepala dan sesak napas. Di Afrika Tengah, tanaman ini biasanya
digunakan untuk penyakit kulit dan mengatasi luka bakar. Di Nigeria, biasa
digunakan sebagai antidiare dan analgetik, di Kenya digunakan sebagai
antispasme, penyakit hemostasis, dan obat asma. Di Brasil, digunakan sebagai
antiinflamasi, analgetik, antidiare, dan di Vietnam biasa digunakan untuk masalah
ginekologik. Selain itu bisa digunakan sebagai antipruritus dan antitusif (Durudola,
1977).
Menurut penelitian Oladejo ekstrak metanol dari daun babandotan
yang diperoleh dari Forestry Research Institute of Nigeria juga menunjukkan
adanya aktivitas penyembuhan luka insisi pada regio sebesar 2x2 cm.
Pemeriksaan dilakukan setelah 10 hari, luka insisi dibuat preparat dan didapatkan
hasil kontraksi luka pada kelompok sebesar 82,3%. Hasil ini menunjukkan
perbedaan yang signifikan. Sedangkan penelitian Sachin, ekstrak akar
L dalam dibandingkan dengan kelompok poliherbal formula
dari akar , rhizoma , daun
dan dalam menunjukkan adanya aktivitas
3
signifikan dengan hasil penutupan luka sebesar 90,90% yang diperiksa pada hari
ke 4, 8, 12, dan 16 selama 16 hari pada kelompok akar L.
dalam (Oladejo , 2003; Sachin, 2009).
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk meneliti khasiat
daun babandotan ( L ) lebih lanjut dalam bentuk ekstrak
etanol dalam mempercepat lamanya penyembuhan luka secara ilmiah.
Berdasarkan latar belakang di atas, identifikasi masalahnya adalah apakah
ekstrak etanol daun babandotan ( L.) dalam
berpengaruh dalam mempercepat lamanya penyembuhan luka.
Maksud penelitian ini adalah diharapkan daun babandotan (
L.) dapat dijadikan sebagai obat alternatif yang digunakan untuk
mempercepat lamanya penyembuhan luka.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol
daun babandotan ( L.) dalam dalam mempercepat
lamanya penyembuhan luka.
! " # $
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat dalam bidang akademis
yaitu menambah wawasan dan pengetahuan terhadap bidang farmakologi,
khususnya tanaman obat tradisional, terutama mengenai penggunaan daun
babandotan ( L.) untuk mempercepat lamanya penyembuhan
luka.
Penelitian ini memberi manfaat praktis khususnya kepada masyarakat
mengenai kegunaan daun babandotan ( L.) sebagai obat
4
! " $
Penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks dan dinamis untuk
mengembalikan struktur sel dan jaringan. Proses penyembuhan luka dapat dibagi
menjadi 3 fase : fase inflamasi, fase proliferatif, dan fase
(Merchandetti, 2011).
Daun babandotan ( L.) mengandung berbagai
kandungan senyawa kimia dan senyawa aktif antara lain flavonoid, alkaloid,
dan . Beberapa penelitian terakhir, menunjukkan
bahwa luka infeksi akan sembuh lebih cepat dengan flavonoid (Hasanoglu, 2001).
Selain itu, flavonoid juga berfungsi sebagai antibakterial, membantu regulasi
mikrosirkulasi pada daerah luka, sebagai hasilnya pembengkakan atau edema
akan berkurang, eritrosit dan leukosit meningkat pada kerusakan area.
Flavonoid juga mempunyai efek antiinflamasi karena menghambat sintesis dari
prostaglandin dan meregulasi aliran limfatik. Pada akhirnya, kombinasi dari
semuanya ini akan menciptakan lingkungan yang baik untuk proses penyembuhan
luka (Manthey, 2000). dan alkaloid bekerja mirip dengan astringen dan
berfungsi sebagai antimikroba. juga meningkatkan epitelialisasi dan
kontraksi dari luka (Sasidharan 2010; Sachin, 2009).
Berdasarkan kerangka di atas, daun babandotan ( L )
berpengaruh dalam mempercepat lamanya penyembuhan luka.
% &'
Ekstrak etanol daun babandotan ( L ) dalam
berpengaruh dalam mempercepat lamanya penyembuhan luka.
( ' ' '
Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat
5
bersifat komparatif. Data yang dihitung adalah rerata lama penyembuhan luka
dalam hari hingga penutupan luka dengan sempurna, yang ditandai dengan
bertautnya kedua tepi luka. Populasi penelitian ini adalah hewan coba mencit
galur Swiss Webster jantan dengan berat 25!30 gram, yang diperoleh dari Sekolah
Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Analisis statistik yang digunakan adalah ANOVA, kemudian
dilanjutkan dengan Uji Tukey HSD dengan α = 0.05 (menggunakan program
komputer), dengan nilai kemaknaan berdasarkan nilai ! !"
) $& *
Tempat : Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Maranatha, Bandung.
!
! " # $$
% $$ % & ' ( ))) *
) + % & ,% $ $$
- " . / - 0 1 2 1 3
. % % " %
% %
'+ ( +$
! 4 5 6
) 6 3 ) * % * % %* *
! " $$ $$
! / .7 $#3# 8 9 : "% ; + ,
! 09 1 ++
! 9 4 ) < ! ! " # ; #
, . " -% % = ;>? 1 $3
!% , 9 $#33 " % @ "
) % $ A % & + ' (
+66*#
>% ? 1 , ; $## ' ( )*)+ !,")!-,. /
/ 9 ) 5 ) B @ 5 ; # , . "
-% % = ;>? . $$ $*
1 % ? & 5% 7 = = 5 ; ; $
; &
) % '$ ( $*
1 5 *C *! % 8 , 9 4 9
@ $ A # #
# # . &$' ( + * $
,% D% A ? ? , 3 =% " - #
/ 2 " ; $ # , . " -% %
= ;>? 1 + * +
= " / 5 %/ = 6 $ A )
+ & ' ( #* 6
= 1 0
. 0 ! &
& & & 1# , . 0 /
> . 1 $ *$
=% : "" = 8 % 4 - . .
. & & ( 0 . 00 2
" 3 . ; 5 % $$$*
, 3
-% &'3( 5 #*+
? = A 1% 5 ;
- ) 4 )*)+4 - "
2 5 #. ; 5 % $*
$$ 6
$ #6$ #* ) ! " $$
$$
5 - =
% 0 % # ? % A 3* # +$*+
$* + * 3
7 / 7 < 9 9 7 7 % )% 8 ? 7 %) 7 7 %
) 7 + ; % % ) % "
@ $ )
5 , 4 , - , ! # 5 ; %
< % " %
$ A . 2 ' ( $+ *6
5 5 4 ) 0 F 0 2 A 0 $ < %
; % , D "
% '$ ( +$6 *+$##
5/ % / 0 < , A% . "% A%
' ; , . " -% % = ;>?
1 $* #
5 < / 3 =% ! !/%
! ! #; , - . " 8= C9 +*
GGGGGGG 3 8 =% ! !/% !
! #; , - . " 8= C9 3*6
0 , $##3 % ) % % % %
# 6 2 & '+( $ +*
: . < 5% 0 0 $ H%
* @ @
$ # 2 - . &
'+( ## *#
% % 5 " $ $
) G G ) % * & *
$ + 5 " $ $
% / I " J >?7 ,% $ $
))) " * 9 7 ? - K 7
3
))) % % K & K K 8
K ! K 4 K *K / 5 " $ $
))) " " %) % % "$ % %
5 " $ $
))) ) G +G 5 "
$ $
))) % % L% % 5 " $ $
))) ) % G G 5 "
$ $
))) 5 " $ $
))) % % 6#$ 5 " $ $
))) % % * + 6 ! " $$