• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Babandotan (Ageratum conyzoides L.) Dalam Ointment Terhadap Penyembuhan Luka Pada Mencit Jantan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Babandotan (Ageratum conyzoides L.) Dalam Ointment Terhadap Penyembuhan Luka Pada Mencit Jantan."

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

+

$. $+" ! ! #74 74 %* "#$$" "%" &' ( #) #74 74 %* '" %&"%* +",-") "%. / (0

#0 "( 9'"%* (")0 (#'%"6 7#%*"$"7 4#'4"*" 7","7 $-8" &"$"7 6 &-(%." '9)#) ."%* 8#7-& "% 0#':"& "&"$"6 (#%.#74-6"% $-8"

7#'-("8"% 94"0 ("$ %* )#' %* & *-%"8"% -%0-8 7#%*94"0 $-8" 0#0"( )#' %* 7#% 74-$8"% '#"8) 6 (#')#%) 0 + 0") "-% 4"4"%&90"%

7#%*"%&-%* 4#'4"*" 8"%&-%*"% 8 7 " &"% )#%."5" "80 ; ."%* 4#'86") "0 -%0-8 7#7(#',#("0 (#%.#74-6"% $-8" #%#$ 0 "% % 4#'0-:-"% -%0-8 7#%*#0"6- '#'"0" $"7" (#%.#74-6"% $-8" 6 %**" $-8" 7#%-0-( &#%*"% )#7(-'%" ("&" 7#%, 0 #09&9$9* (#%#$ 0 "% 4#') ;"0 #8)(#' 7#%0"$ $"49'"09' 8 7#%**-%"8"% "%,"%*"% ,"8 #%*8"( #%#$ 0 "% % 7#%**-%"8"% ! #89' 7#%, 0 5 )) <#4)0#' :"%0"% ."%* & 4"* 7#%:"& $ 7" 8#$97(98 (#'$"8-"% ." 0- #8)0'"8 #0"%9$ &"-% 4"4"%&90"% &"$"7 &#%*"% 89%)#%0'") 3 ! = ! = &"% ! = )#4"*" 89%0'9$ &"%

)#4"*" (#74"%& %* #74#' "% (#'$"8-"% &#%*"% ,"'" 7#%*9$#)8"% 94"0 ("&" )"."0"% $-8" )"0- 8"$ )#6"' )#,"'" 09( 8"$ )"7(" 8#&-" 0#( $-8" 4#'0"-0"% #7#' 8)""% & $"8-8"% &#%*"% (#%*-8-'"% $#4"' $-8" ("&" 7#%, 0 )#0 "( 6"' 6 %**" 8#&-" 0#( $-8" 4#'0"-0"% ") $ '#'"0" $"7" (#%.#74-6"% $-8" ."%* & &"("08"% 3 ! = 4#'8 )"' 3 ! 6"' ! = 3 6"' ! = ! 6"' 89%0'9$ ! 6"' &"% (#74"%& %* > ? 6"' ") $ -: )0"0 )0 8 7#%**-%"8"% &"-% 4"4"%&90"% 7#%-%:-88"% (#'4#&""% ."%* )"%*"0 ) *% ; 8"% &"$"7 7#7(#',#("0 $"7" (#%.#74-6"% $-8" &#%*"% % $" @ A #'&")"'8"% -: -8#. 8#$97(98 3 ! = ! = &"% ! = 7#%-%:-88"% (90#%) ."%* $#4 6 4" 8 & 4"%& %*8"% &#%*"% 7(-$"%%." #8)0'"8 #0"%9$ &"-% 4"4"%&90"% &"$"7 4#'(#%*"'-6 &"$"7 7#7(#',#("0 $"7"%." (#%.#74-6"% $-8" &"% 89%)#%0'") ! = 7#'-("8"% 89%)#%0'") ."%* 0#'4" 8

(2)

+

! " ! #

$. $+" ! ! )0 -09' "#$$" "%" &' ( #) !%& -09' '" %&"%* +",-") "%. / (0

! ! " # $ ! $

$ ! ! !

% $ ! & $

$ !

! ! ! $

! $ ! ! !

" % '() !

*+ , - ! $

! ! ! " $

. ! $ / *+0% 1* +0% *+0%

%

! "

! ! $ !

# ! ! ! $ . / *+0 / * % .

1* +0 / 2 % . *+0 + * % 3 * % 4 5 !

$ 6 7 %

! ! ! $ $$ ! 8 2%222 92 2+ # :,)

$ ! . / *+0% . 1* +0% *+0 ! . ! !

' ! " $

! $ !

. *+0 ! !

(3)

-!

" # $%

& % % %

' ( $ !

"

# % % "

)$ &

*

# $% +, - .

/ % %

(4)

/ 0- % $ !

/ ) !

/ $ !

! / , - + % . "

" / - "

& / &

' / - 1 * &

- & * & ) % % ' ' - 2 - 2

- , 3

-! %

-! /

! / %

! / 4

" 5 - !

& - &

& * &

& '

* - % + . 2

% % 2

) % % * - 3

% % % 3

! , 6 0 * - %

" ) / % % * - % $ 7 $

(5)

-&

! &

2

0 2

# 6 8%- 3

$ ( 3

% 3

* 3

1

-* % $ % 1

-* 9$ % 1

-, $

%

$ $ :

$ # 6

8%-%

! 8

" % 0

& 0 $ ) !

# 7%- "

(6)

! , $ : !

! , $ - !

! , !

!

!'

(7)

- < - # "

- - < - % $%

&

(8)

5 - $ "

5 - # % % &

5 - # % % )$ $ 2

5 - # % % % 3

5 - ! # % % * + = .

5 - " - - ,

5 - & $ - !

5 - ' 2

5 - 2 * - % 3

5 - 3

5 - !

5 - " # !

5 - $ !

(9)

$ # - 7 ; % $%

!'

$ # : , , ,, , 7 & 3 "3

$ # * - "

$ - ) ) % * - % +

. "!

$ ! *% % ""

(10)

6

1 . % % A " A% * = . %

;4?9 47

1 09 0;0

' (

$ + 3 6

9 6 $

99 6 + $

999 6 $ $ + +

9: 6 + $ $ +

: 6 + $ 3 $ + $ #

;4?9 47

1 09 0;0

' (

$ + 3 6

9 6 + + $ + +

99 6 + $ $

999 6 + 6 $ +

9: 6 + $ $ +

: 6 + 6 $ + +

;4?9 47

1 09 0;0

' (

$ + 3 6

9 6 + 6 $ +

99 6 + 6 +

999 6 + $

9: 6 6 + + + $

(11)

#

;4?9 47

1 09 0;0

' (

$ + 3 6 # $

9 6 + + 6 $ $ $ 3

99 6 + 6 + $ $

999 6 $ + 6 $ $ $

9: 6 + + $ $ $

: 6 6 + 6 $ 6 + $ 3

;4?9 47

1 09 0;0

' (

$ + 3 6

9 6 + + $ $ $

99 6 $ + 6 $ + 3

999 6 $ + $ +

9: 6 + $ + $

(12)

1 C/ 5 % 5.55 5 $3

= 4 5

! 5 ; # K ? 9 % @ % A ) - % C - %

;-7 K 3 $ 3 3 + 3

;-7$ K

;-7 K 3 $ 3 3 +

=74 07A # 3 $ 6 3 # 3 + # $

.; - 4!94> 3 6 3 $ 3 3 6 + + 3 6

66 $ 66 + $33 3 3 6 $

A

5 $ 5

$ 336 $3+

5%

5D% 5D% 8 5

- ) > % $ $ 6 6 +3

(13)

$

!

'9( = ',( = !

'9*,(

5

; 5

# K ? 9 A ) - %

C - %

;-7 K ;-7 $ K #6 #+ * 3 # 3

;-7 K $ MM #6 + $ 3 3

=74 07A *+ MM #6 *+ 3 3 * +

.; - 4!94> *$ MM #6 * + 3 * 6 +

;-7 $ K ;-7 K * #6 #+ * # 3 3

;-7 K 6 M #6 + + $ 3

=74 07A *+ MM #6 *+ # 3 * +

.; - 4!94> *$ 6 MM #6 * 3 *$ +

;-7 K ;-7 K *$ MM #6 *$ 3 3 * +

;-7 $ K * 6 M #6 + *$ 3 * +

=74 07A * MM #6 * 3 3 *+ +

.; - 4!94> * MM #6 *+ + 3 *$ 6 +

=74 07A ;-7 K + MM #6 + + 3 3

;-7 $ K + MM #6 + + # 3

;-7 K MM #6 + + 3 3

.; - 4!94> $ MM #6 + $ 3

.; - 4!94> ;-7 K $ MM #6 6 + + 3

;-7 $ K $ 6 MM #6 $ + 3

;-7 K MM #6 $ 6 + + + 3

=74 07A *$ MM #6 * $ 3 * +

(14)

! !

= 4 5%" αJ

;-7 K ;-7 $ K ;-7 K =74 07A

;-7 K ;-7 $ K ;-7 + K

.; - 4!94> 3 6

=74 07A #

5 $ #+ $ $

% % %"

(15)

+

"

(16)
(17)

#

. "% ; ; ! % - " ' $ A (

! % - " 5 9 % 1 '59 1( 9

-A " % - 9

-M 6 " +@ / # K

* 1 $ J * 1 J + * 1 + J +

M 8 %

1

- " J $ # # - " N J #+

- J #

(18)

! % . . %

. " % ' ( .

(19)

3

. % 0

(20)

6

% % "% %

(21)

#

. "% % 1 % 6

(22)
(23)

!

" ### $%&

' ( " ( # $% & ' (

) *

) + ,

-. ! ( % $ ( + ,/

0-! ( ( ( .$ 1$ $ +/ 0,/

2-! $ $ $ +/ 2,/

(24)

-1

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Keadaan ini

dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia,

ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Proses yang kemudian terjadi pada

jaringan yang rusak ini ialah penyembuhan luka. Penyembuhan luka adalah proses

perbaikan yang terjadi karena adanya kerusakan pada kulit dan jaringan lunak

lainnya, yang dapat dibagi dalam tiga fase, yaitu fase inflamasi, proliferasi, dan

fase jaringan. Kapasitas dari penyembuhan luka tergantung dari

kedalaman luka, kondisi kesehatan, dan status nutrisi dari setiap individu.

Penyembuhan luka melibatkan berbagai interaksi kompleks antara berbagai

macam sel, mediator inflamasi seperti sitokin, dan matriks ekstraseluler. Setiap

fase dari penyembuhan luka masing!masing berbeda, meskipun merupakan proses

yang berkelanjutan, dengan setiap fase berlanjut ke fase berikutnya. Penyembuhan

luka yang baik, tergantung dari darah dan nutrisi yang adekuat pada tempat

kerusakan, dan juga kondisi kesehatan dan status nutrisi dari setiap individu

(Sjamsuhidajat & Wim de Jong, 2004; Kumar, 2005).

Setiap orang pasti pernah mengalami berbagai macam luka dalam

hidupnya. Kebanyakan luka biasanya hanya luka ringan dan cepat sembuh, dan

hanya mendapat sedikit perhatian. Namun, beberapa orang mengalami luka yang

kronik dan kompleks yang dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi, nyeri,

dan depresi. Selain itu, juga membutuhkan biaya yang banyak yang dikeluarkan

untuk merawat dan mengobati luka ini (Advanced Medical Technology

Association, 2006).

Biasanya kita akan menggunakan antiseptik pada luka dengan tujuan

menjaga luka tersebut tetap steril. yang paling sering digunakan

(25)

2

efek samping dari yang akan memberikan komplikasi lebih lanjut,

antara lain reaksi hipersensitivitas seperti rash, gatal, pembengkakan pada wajah,

lidah, tenggorokan (Dina Novenda Sari, 2008; www.umm.edu, 2011).

Menurut survey dari WHO, kira!kira 70!80% dari populasi dunia

menggunakan pengobatan non!konvensional, terutama berasal dari herbal (Verma,

2012). Beberapa tanaman obat sudah digunakan untuk menyembuhkan luka dan

luka bakar sejak zaman dulu salah satunya adalah babandotan. Daun babandotan

des L.) sudah digunakan di berbagai daerah di Afrika, Asia,

dan Amerika Selatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit di kalangan

penduduk setempat. Penggunaan yang paling dipercaya adalah untuk

menyembuhkan luka dan desinfektan (Durudola, 1977).

L biasa digunakan sebagai obat pencahar,

antipiretik, analgesik, anti kolik, anti ulkus, dan penutup luka sayat. Di beberapa

negara Afrika, tanaman ini biasa digunakan juga sebagai antimikroba, sebagai

obat sakit kepala dan sesak napas. Di Afrika Tengah, tanaman ini biasanya

digunakan untuk penyakit kulit dan mengatasi luka bakar. Di Nigeria, biasa

digunakan sebagai antidiare dan analgetik, di Kenya digunakan sebagai

antispasme, penyakit hemostasis, dan obat asma. Di Brasil, digunakan sebagai

antiinflamasi, analgetik, antidiare, dan di Vietnam biasa digunakan untuk masalah

ginekologik. Selain itu bisa digunakan sebagai antipruritus dan antitusif (Durudola,

1977).

Menurut penelitian Oladejo ekstrak metanol dari daun babandotan

yang diperoleh dari Forestry Research Institute of Nigeria juga menunjukkan

adanya aktivitas penyembuhan luka insisi pada regio sebesar 2x2 cm.

Pemeriksaan dilakukan setelah 10 hari, luka insisi dibuat preparat dan didapatkan

hasil kontraksi luka pada kelompok sebesar 82,3%. Hasil ini menunjukkan

perbedaan yang signifikan. Sedangkan penelitian Sachin, ekstrak akar

L dalam dibandingkan dengan kelompok poliherbal formula

dari akar , rhizoma , daun

dan dalam menunjukkan adanya aktivitas

(26)

3

signifikan dengan hasil penutupan luka sebesar 90,90% yang diperiksa pada hari

ke 4, 8, 12, dan 16 selama 16 hari pada kelompok akar L.

dalam (Oladejo , 2003; Sachin, 2009).

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk meneliti khasiat

daun babandotan ( L ) lebih lanjut dalam bentuk ekstrak

etanol dalam mempercepat lamanya penyembuhan luka secara ilmiah.

Berdasarkan latar belakang di atas, identifikasi masalahnya adalah apakah

ekstrak etanol daun babandotan ( L.) dalam

berpengaruh dalam mempercepat lamanya penyembuhan luka.

Maksud penelitian ini adalah diharapkan daun babandotan (

L.) dapat dijadikan sebagai obat alternatif yang digunakan untuk

mempercepat lamanya penyembuhan luka.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol

daun babandotan ( L.) dalam dalam mempercepat

lamanya penyembuhan luka.

! " # $

Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat dalam bidang akademis

yaitu menambah wawasan dan pengetahuan terhadap bidang farmakologi,

khususnya tanaman obat tradisional, terutama mengenai penggunaan daun

babandotan ( L.) untuk mempercepat lamanya penyembuhan

luka.

Penelitian ini memberi manfaat praktis khususnya kepada masyarakat

mengenai kegunaan daun babandotan ( L.) sebagai obat

(27)

4

! " $

Penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks dan dinamis untuk

mengembalikan struktur sel dan jaringan. Proses penyembuhan luka dapat dibagi

menjadi 3 fase : fase inflamasi, fase proliferatif, dan fase

(Merchandetti, 2011).

Daun babandotan ( L.) mengandung berbagai

kandungan senyawa kimia dan senyawa aktif antara lain flavonoid, alkaloid,

dan . Beberapa penelitian terakhir, menunjukkan

bahwa luka infeksi akan sembuh lebih cepat dengan flavonoid (Hasanoglu, 2001).

Selain itu, flavonoid juga berfungsi sebagai antibakterial, membantu regulasi

mikrosirkulasi pada daerah luka, sebagai hasilnya pembengkakan atau edema

akan berkurang, eritrosit dan leukosit meningkat pada kerusakan area.

Flavonoid juga mempunyai efek antiinflamasi karena menghambat sintesis dari

prostaglandin dan meregulasi aliran limfatik. Pada akhirnya, kombinasi dari

semuanya ini akan menciptakan lingkungan yang baik untuk proses penyembuhan

luka (Manthey, 2000). dan alkaloid bekerja mirip dengan astringen dan

berfungsi sebagai antimikroba. juga meningkatkan epitelialisasi dan

kontraksi dari luka (Sasidharan 2010; Sachin, 2009).

Berdasarkan kerangka di atas, daun babandotan ( L )

berpengaruh dalam mempercepat lamanya penyembuhan luka.

% &'

Ekstrak etanol daun babandotan ( L ) dalam

berpengaruh dalam mempercepat lamanya penyembuhan luka.

( ' ' '

Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat

(28)

5

bersifat komparatif. Data yang dihitung adalah rerata lama penyembuhan luka

dalam hari hingga penutupan luka dengan sempurna, yang ditandai dengan

bertautnya kedua tepi luka. Populasi penelitian ini adalah hewan coba mencit

galur Swiss Webster jantan dengan berat 25!30 gram, yang diperoleh dari Sekolah

Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Analisis statistik yang digunakan adalah ANOVA, kemudian

dilanjutkan dengan Uji Tukey HSD dengan α = 0.05 (menggunakan program

komputer), dengan nilai kemaknaan berdasarkan nilai ! !"

) $& *

Tempat : Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran

Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

(29)

!

(30)

! " # $$

% $$ % & ' ( ))) *

) + % & ,% $ $$

- " . / - 0 1 2 1 3

. % % " %

% %

'+ ( +$

! 4 5 6

) 6 3 ) * % * % %* *

! " $$ $$

! / .7 $#3# 8 9 : "% ; + ,

! 09 1 ++

! 9 4 ) < ! ! " # ; #

, . " -% % = ;>? 1 $3

!% , 9 $#33 " % @ "

) % $ A % & + ' (

+66*#

>% ? 1 , ; $## ' ( )*)+ !,")!-,. /

/ 9 ) 5 ) B @ 5 ; # , . "

-% % = ;>? . $$ $*

1 % ? & 5% 7 = = 5 ; ; $

; &

) % '$ ( $*

1 5 *C *! % 8 , 9 4 9

(31)

@ $ A # #

# # . &$' ( + * $

,% D% A ? ? , 3 =% " - #

/ 2 " ; $ # , . " -% %

= ;>? 1 + * +

= " / 5 %/ = 6 $ A )

+ & ' ( #* 6

= 1 0

. 0 ! &

& & & 1# , . 0 /

> . 1 $ *$

=% : "" = 8 % 4 - . .

. & & ( 0 . 00 2

" 3 . ; 5 % $$$*

, 3

-% &'3( 5 #*+

? = A 1% 5 ;

- ) 4 )*)+4 - "

2 5 #. ; 5 % $*

$$ 6

$ #6$ #* ) ! " $$

$$

5 - =

% 0 % # ? % A 3* # +$*+

$* + * 3

7 / 7 < 9 9 7 7 % )% 8 ? 7 %) 7 7 %

) 7 + ; % % ) % "

@ $ )

(32)

5 , 4 , - , ! # 5 ; %

< % " %

$ A . 2 ' ( $+ *6

5 5 4 ) 0 F 0 2 A 0 $ < %

; % , D "

% '$ ( +$6 *+$##

5/ % / 0 < , A% . "% A%

' ; , . " -% % = ;>?

1 $* #

5 < / 3 =% ! !/%

! ! #; , - . " 8= C9 +*

GGGGGGG 3 8 =% ! !/% !

! #; , - . " 8= C9 3*6

0 , $##3 % ) % % % %

# 6 2 & '+( $ +*

: . < 5% 0 0 $ H%

* @ @

$ # 2 - . &

'+( ## *#

% % 5 " $ $

) G G ) % * & *

$ + 5 " $ $

% / I " J >?7 ,% $ $

))) " * 9 7 ? - K 7

(33)

3

))) % % K & K K 8

K ! K 4 K *K / 5 " $ $

))) " " %) % % "$ % %

5 " $ $

))) ) G +G 5 "

$ $

))) % % L% % 5 " $ $

))) ) % G G 5 "

$ $

))) 5 " $ $

))) % % 6#$ 5 " $ $

))) % % * + 6 ! " $$

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sediaan gel dari ekstrak etanol daun tekelan (EEDT) dan untuk menguji aktivitas penyembuhan luka pada mencit yang

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanol biji semangka dalam proses penyembuhan luka.. Menggunakan desain penelitian eksperimental sungguhan,

Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kenikir ( Cosmos caudatus Kunth) 15 % berpotensi sebagai obat penyembuh luka karena

Pengujian aktivitas ekstrak etanol daun kersen terhadap penyembuhan luka bakar pada kulit punggung mencit putih jantan dilakukan dengan cara mencampurkan ekstrak

Pada perlakuan K + (perlakuan dengan betadine) dengan rata-rata kriteria kemerahan luka hilang pada hari ke 4, pertautan kedua tepi luka mulai terjadi pada hari ke 6 dan

Uji aktivitas penyembuhan luka ekstrak etanol daun binahong ( Anredera scandens (L.) Moq.) dilakukan pada tikus jantan galur Wistar yang diberikan luka eksisi..

Pada perlakuan K + (perlakuan dengan betadine) dengan rata-rata kriteria kemerahan luka hilang pada hari ke 4, pertautan kedua tepi luka mulai terjadi pada hari ke 6 dan

Pengujian aktivitas ekstrak etanol daun kersen terhadap penyembuhan luka bakar pada kulit punggung mencit putih jantan dilakukan dengan cara mencampurkan ekstrak etanol daun kersen