• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKUNTABILITAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN AKUNTABILITAS"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKUNTABILITAS

KINERJA

DIREKTORAT JENDERAL

. PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT

TAHUN 2015

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAVAAN

2016

(2)

L

•i.'iTr

DAFTAR iSI

Daftar [si Daftar label Daftar Grafik

Kata Pengantar Ringkasan Eksekutif

BAB I PENDAHULUAN

A. Penjelasan Umum Ditjen PAUD dan Dikmas

B. Dasar Hukum

C Maksud dan Tujuan

D. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi

BAB 11 PERENCANAAN KiNERJA

A. Perjanjian Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 8. Program dan Kegiatan Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 B. Realisasi Anggaran Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015

BABV PENUTUP

Penutup

Laporan AkuntabiMtas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015

Hal

ill

Iv

_v vi

19

20

26

45

48

(3)

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran:

• Pengukuran Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015

• Perjanjian Kinerja Dirjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 I iS

(4)

DAFTAR TABEL

No. Nama Tabel Hal

Tabe! 1 Sasaran Program dan Indikator Kinerja Program PAUD dan

Dikmas

7

Tabel 2 Perjanjian Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 19 label 3 Pengukuran Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 26 Tabel 4 RealisasI Peserta Kursus dan Pelatlhan berbasis PKH tahun 2015 30

Tabel 5 Judul Model/Program UPT Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun

2015

41

Tabel 6 RealisasI Anggaran per Jenis Belanja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 (Tanpa PTK PAUDNI)

46

Tabel 7 RealisasI Anggaran per Jenis Belanja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 (Dengan PTK PAUDNI)

46

Tabel 8 RealisasI Anggaran Ditjen PAUD dan Dikmas per Satuan Kerja Tahun 2015 (Tanpa PTK PAUDNI)

46

Tabel 9 RealisasI Anggaran Ditjen PAUD dan Dikmas per Satuan Kerja Tahun 2015 (Dengan PTK PAUDNI)

47

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 I jjj

(5)

DAFTAR GRAFIK/GAMBAR

No. Nama Grafik/Gambar Hal

Grafik/Gambar 1 APK PAUD Kemendikbud Tahun 2011 -2015 27

Grafik/Gambar 2 Ketuntasan Desa yang Telah Memiliki PAUD 28

Grafik/Gambar 3 Realisasi Peserta Kursus dan Pelatihan Berbasis

PKH 2011-2015 30

Grafik/Gambar 4 Foto Kegiatan Kursus dan Pelatihan 32

Grafik/Gambar 5 Jumlah LKP berkinerja A dan Bsampai Tahun 2015 33 Grafik/Gambar 6 Peta Sebaran Jumfah Penduduk Tuna Aksara 35

Grafik/Gambar 7 Foto Kegiatan Bimbingan Teknis Pembinaan

Pendidikan Keluarga 38

Grafik/Gambar 8 Target sasaran jumlah orang dewasa mengikuti

pendidikan keluarga Tahun 2015-2019 39 Grafik/Gambar 9 Tampilan laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id 40

Grafik/Gambar 10 Serapan Anggaran Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun

2015 45

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 IV

(6)

KATA PENGANTAR

Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jendera! Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Tahun 2015 merupakan media pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian tujuan dan sasaran strategis program Drtjen PAUD dan Dikmas pada Tahun

2015 dan memenuhi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang mengamanatkan setiap instansi pemerintah/lembaga negara

yang dibiayai anggaran negara wajib menyampaikan laporan dimaksud.

Laporan ini menyajlkan target dan capaian kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas seperti yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja Dirjen PAUD dan Dikmas tahun 2015. Capaian kinerja yang disajikan berupa capaian Indikator Kinerja Program Ditjen PAUD dan Dikmas yang digunakan untuk mengukurtingkat pencapaian sasaran strategis.

Selain pencapaian tersebut di atas, Ditjen PAUD dan Dikmas menyadari masih banyak tantangan dan pekerjaan rumah yang masih perlu diselesaikan serta memerlukan kerja keras dari semua satuan kerja di lingkungan Ditjen PAUD dan Dikmas. Oleh karena itu, melalui laporan tahun pertama pelaksanaan Rencana Strategis Ditjen PAUD dan Dikmas tahun 2015-2019 ini, kami berharap dapat memberikan gambaran obyektif pencapaian kineija Ditjen PAUD dan Dikmas selama tahun 2015 sekaligus dapat dijadikan

bahan evaluasi dan koreksi untuk memahami permasalahan maupun hambatan yang

terjadi dalam pelaksanaan program dan kegiatan di setiap satuan kerja di lingkungan Ditjen PAUD dan Dikmas, sehingga ke depan dapat dilakukan perbaikan dan penyempurnaan pada pelaksanaan Renstra 2015-2019.

Kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan LAKIP Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 ini, kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, Januan2015

^0\D 1 ektu r Jenderal,

EkTORAT UERAL

RAHAT

Iskandar, Ph.D.

96204291986011001

Laporan Akuntabilitas Kinerja Oitjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 V

(7)
(8)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Untuk mempertanggungjawabkan kinerja, Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 dijadikan alat ukur dari pencapaian perjanjian kinerja yang dibuat dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Ditjen PAUD dan Dikmas tahun 2015-2019 serta Rencana Kerja

Pemerintah (RKP) tahun 2015.

Kinerja tersebut juga memperhatikan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) 2015-2019 yakni: "Terbentuknya Insan serta Ekosistem

Pendidikan dan Kebudayaan yang Berkarakter dengan Bertandaskan Gotong

Royong" dan misi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015-2019

meliputi: 1) Mewujudkan pelaku pendidikan dan kebudayaan yang kuat; 2) Mewujudkan akses yang meluas, merata dan berkeadilan; 3) Mewujudkan pembelajaran yang bermutu;

4) Mewujudkan Pelestarian Kebudayaan dan Pengembangan Bahasa; dan 5) Mewujudkan Penguatan Tata Kelola serta Peningkatan Efektivitas Birokrasi dan Pelibatan Publik

Indikator Kinerja Program (IKP) Ditjen PAUD dan Dikmas merupakan ukuran

kinerja hasil {outcome) yang ditetapkan pada unit kerJa eselon I dan akan dicapai melalui kinerja keluaran {output) dari unit kerJa eselon II di bawahnya berupa Indikator Kinerja Kegiatan (IKK). Ukuran kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas dinilai dari pencapaian lima

sasaran strategis yang telah ditetapkan.

Secara umum dari pelaksanaan lima sasaran program Ditjen PAUD dan Dikmas

yang realisasinya didukung oleh 10 indikator kinerja program, hasilnya 8 indikator kinerja berhasil melebihi target, 1 indikator kinerja sesuai target, dan hanya 1 indikator kinerja belum mencapai target. Kesepuluh capaian indikator kinerja terkait sebagai berikut:

A. Indikator Kinerja Melebihi Target

Berikut ini delapan indikator kinerja yang melebihi target yang diurutkan dari capaian tertinggi sampai terrendah, antara lain:

1. Jumlah lembaga PKBM siap diakreditasi terealisasi 630 lembaga dari target 223

lembaga, dengan persentase kinerja 282,5%;

2. Jumlah lembaga/satuan pendidikan menyelenggarakan pendidikan keluarga

terealisasi 94.271 lembaga dari target 39.724 lembaga, dengan persentase kinerja

237%;

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 VI

(9)

3. Jumlah remaja dan orang dewasa yang belum lulus pendidlkan menengah

mennperoleh kualifikasi setara pendidlkan dasar dan menengah terealisasi 11.575 orang dari target 6.151 orang, dengan persentase kinerja 188,1%

4. Jumlah orang dewasa menglkuti pendidlkan keluarga terealisasi 332.000 orang

darl target 255.500 orang, dengan persentase kinerja 130%;

5. Jumlah lembaga kursus dan pelatlhan terakreditasi terealisasi 1324 lembaga dari

target 1121 lembaga dengan persentase kinerja 118,1%;

6. Jumlah model/program PAUD dan DIkmas yang dibakukan dan diterapkan

terealisasi 187 naskah dari target 164 naskah, dengan persentase 114,02%;

7. Jumlah lembaga PAUD slap dlakreditasi terealisasi 36.559 lembaga dari target

34.801 lembaga dengan persentase kinerja 105,05%.

8. APK PAUD usia 3-6 tahun terealisasi 70,06% darl target 70,1% dengan persentase

kinerja 100,06%.

B. Indikator Kinerja Sesual Target

Behkut ini satu indikator kinerja sesual target, yaitu:

1. Persentase angka meiek aksara penduduk dewasa usia 15-59 tahun terealisasi 96,39% dari target 96,39%, dengan persentase kinerja 100%;

2. Jumlah angkatan kerja muda memiliki pengetahuan dan sikap kecakapan kerja

dan kecakapan berwirausaha terealisasi 602.111 orang dari target 602.111 orang, dengan persentase 100%.

C Indikator Kinerja Belum Mencapai Target

Tidakada indikator kinerja yang tidak mencapai target.

D. Prestasi Lain

Selain pencapaian target-target Indikator Kinerja Program dari sepuluh sasaran program sepertl tercantum dalam penetapan kinerja, LAKIP Ditjen PAUD dan DIkmas tahun 2015 juga menyampaikan kinerja lainnya yang berhasll dicapai, salah satunya yakni Ditjen PAUD dan Dikmas mendapat penghargaan dari UNESCO-Japan Prize on Education for Sustainable Development/£.SO) Tahun 2015 atas prestasinya dalam program yang berjudul Eco Kewirausahaan Ramah Bag! Pemuda dan Orang

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 | yjj

(10)

Dewasa. Program ini diapresiasi karena mampu menginspirasi dan memberdayakan pemuda dalam mengambil tindakan dan menciptakan gaya hidup yang berdaya dan berkelanjutan melalui kegiatan individu dan kolektif.

z '%•

-•j' ^

X;»v a- -

5--

r

Od tht reu>m>iiendiiiK>n the fntcrnjcionil jury ol the UN!iSCO>j4p4ATrue

the UNESCO-Japan Prize on Education for Sustainable Development

2015

it hcftby jwiinird (o

Jayagiri Ccnln;

tudennu

fur iti proicci

"Eco-Fricndly Entrcprencurshlp for Youths and Adults"

^ Ib witnnt x!kh tJiploma.

kriHim the «•} tb« a cuofemd

Parii» $ N»««)hcr 231S

IchuMovd Duectnr-GenevJ

Sumben PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat

Namun demikian terhadap indikator kinerja yang masih belum mencapai target yang telah ditetapkan yaitu Jumlah angkatan kerja muda memiliki pengetahuan dan sikap kecakapan kerja dan kecakapan berwirausaha, masih dilakukan evaluasi untuk identifikasi penyebab kegagaian dan permasalahan yang dihadapi sehingga ke depan dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan agar target tersebut dapat tercapai.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 I yjjj

(11)

BAB I PENDAHULUAN

A. Penjelasan Umum Ditjen PAUD dan Dikmas

Pelaporan Akuntabilltas Kinerja Instansi Pemerintah yang berisi pencapaian target dan tujuan organisasi diperiukan di dalam upaya peningkatan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab.

Sejalan dengan berguiirnya reformasi, pemerintah telah berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dengan bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme sesuai dengan TAP MPR No. XI/MPR/1998.

Akuntabilitas atau pertanggungjawaban publik merupakan salah satu bagian penting dalam pelaksanaan pemerintahan yang demokratis sebagai mekanisme untuk mengukur keberhasilan pembangunan. Untuk itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas penyeienggaraan program dan kegiatan pendidlkaa maka laporan akuntabilitas kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas disusun sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah.

Instruksi Presiden tentang Akuntabilitas Kinerja ini diterbitkan untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah dalam mencapai tujuan dan target pembangunan secara efektif dan efisien. Dengan diberlakukannya pembangunan berbasis kinerja, maka penyusunan LAKIP menjadi salah satu instrumen teknis yang menjadi alat ukur keberhasilan pembangunan yang dijalankan oleh setiap unit instansi pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah.

Selanjutnya, untuk memperkuat pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Peraturan Menteri ini memberikan landasan operasional dalam menyusun dan menetapkan serta mengevaluasi keberhasilan penyeienggaraan pembangunan.

Ditjen PAUD dan Dikmas memiliki tanggung jawab dalam pengaturan norma, standar, kriteria, dan prosedur layanan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat untuk menentukan keberhasilan. Sekurang-kurangnya, kebijakan dan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 | ^

(12)

standardisasi teknis tersebut dapat menjadi arah dan pedoman, sekaligus indikator keberhasilan pelaksanaan program-program layanan di bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

1. Vis! dan Misi Kemendlkbud

Dalam rangka mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dan sejalan dengan Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005—2025 menyatakan bahwa visi 2025 adalah Menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif (Insan Kamil/lnsan Paripurna). Visi ini masih amat relevan untuk dipertahankan, dengan tetap mempertimbangkan integrasi pendidikan dan kebudayaan ke dalam satu kementerian. Makna insan Indonesia cerdas adalah insan yang cerdas komprehensif, yaitu cerdas spiritual, cerdas emosional, cerdas sosial,

cerdas intelektual, dan cerdas kinestetis.

Dengan mangacu kepada Nawacita dan memperhatikan visi 2025, serta Integrasi pembangunan pendidikan dan kebudayaan, ditetapkan Visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2015-2019 adalah "Terbentuknya Insan serta Ekosistem Pendidikan dan Kebudayan yang Berkarakter dengan Berlandaskan Gotong Royong".

Terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan yang berkarakter dapat dimaknai sebagai terwujudnya tujuh elemen ekosistem. Meskipun pengertian insan sudah tercakup dalam istilah ekosistem, insan tetap disebut tersendiri. Penyebutan secara demikian dimaksudkan untuk memberi tekanan lebih besar pada art! sangat penting dari peran pelaku dalam suatu ekosistem.

Untuk mencapai Visi Kemendlkbud 2015-2019, ditetapkan 5 (lima) misi yang merupakan rumusan umum dari upaya-upaya pencapaiannya yaitu:

1) Mewujudkan pelaku pendidikan dan kebudayaan yang kuat adalah menguatkan siswa, guru, kepala sekolah, orang tua dan pemimpin institusi pendidikan dalam ekosistem pendidikan; memberdayakan pelaku budaya dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan; serta fokus kebijakan diarahkan pada penguatan perilaku yang mandiri dan berkepribadian;

2) Mewujudkan akses yang meluas, merata, dan berkeadilan adalah mengoptimalkan capaian wajib belajar 12 tahun; meningkatkan ketersediaan serta keterjangkauan layanan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang terpinggirkan, serta bagi wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal;

Laporan Akuntabilitas Kinerja Oitjen PAUO dan Dikmas Tahun 2015 | 2

(13)

3) Mewujudkan pembelajaran yang bermutu adalah meningkatkan mutu pendidikan sesuai lingkup standar nasional pendidikan; serta fokus kebijakan didasarkan pada percepatan penlngkatan mutu untuk menghadapi persaingan global dengan pemahaman akan keberagaman, penguatan praktik balk dan inovasi;

4) Mewujudkan pelestarian kebudayaan dan pengembangan bahasa adalah: (a) menjaga dan memelihara jati diri karakter bangsa melalui pelestarian dan pengembangan kebudayaan dan bahasa; (b) membangkitkan kembali karakter bangsa Indonesia yaitu saling menghargai keragaman, toleransi, etika, moral dan gotong royong melalui penerapan budaya dan bahasa Indonesia yang baik di masyarakat; (c) meningkatkan apresiasi pada seni dan karya budaya Indonesia sebagai bentuk kecintaan pada produk-produk dalam negeri; serta (d) melestarikan, mengembangkan dan memanfaatkan warisan budaya termasuk di antaranya budaya maritim dan kepulauan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat

5) Mewujudkan penguatan tata kelola serta peningkatan efektivitas birokrasi dan pelibatan publik adalah dengan memaksimalkan pelibatan publik dalam seluruh aspek pengelolaan kebijakan yang berbasis data, riset dan bukti lapangan;

membantu penguatan kapasitas tata kelola pada pendidikan di daerah, mengembangkan koordinasi dan kerjasama lintas sektor di tingkat nasional serta mewujudkan birokrasi Kemendikbud yang menjadi teladan dalam tata kelola yang bersih, efektif dan efisien

2. Sasaran Strategis dan Tujuan Strategis PAUD dan Dikmas

Sasaran strategis dan tujuan strategis yang mendukung pencapaian agenda prioritas pembangunan (Nawacita 2), yaitu peningkatan sistem tata kelola yang transparan dan akuntabel dengan melibatkan publik.

Sistem tata kelola ini terdiri dari dua aspek yaitu: (i) tata kelola pembangunan pendidikan; dan (ii) tata kelola Ditjen PAUD dan Dikmas. Tata kelola pembangunan pendidikan mendukung efisiensi pembiayaan pendidikan, sedangkan tata kelola Ditjen PAUD dan Dikmas berperan penting dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan keberhasilan pembangunan nasional di berbagai bidang. Upaya yang dilakukan dalam rangka membangun tata kelola Ditjen PAUD dan Dikmas yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, yaitu: (i)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 ^ ^

(14)

membangun transparansi dan akuntabiltas kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas; (ii) menyempurnakan dan menlngkatkan kualitas Reformasi Birokrasi Nasional (RBN) di Ditjen PAUD dan Dikmas; dan (iii) meningkatkan partisipasi publik dalam proses pengambilan kebijakan publik Ditjen PAUD dan Dikmas.

Arab kebijakan dan strategi yang diperlukan untuk mendorong tercapainya sasaran strategis terkait peningkatan sistem tata kelola yang transparan dan akuntabel adalah sebagai berikut:

1) Mewujudkan kelembagaan Ditjen PAUD dan Dikmas yang efektif, efisien, dan sinergis dilaksanakan malalui antara lain: (i) penyempurnaan desain kelembagaan; (ii) penataan kelembagaan internal mencakup penataan tugas, fungsi dan kewenangan, dan penyederhanaan struktur secara vertikal dan/atau horisontal; serta penguatan sinergitas antar lembaga baik di pusat maupun

daerah;

2) Penguatan kapasitas pengelolaan reformasi birokrasi dilaksanakan melalui: (i) penguatan kelembagaan dan tatakelola pengelolaan reformasi birokrasi; (ii) penataan regulasi dan kebijakan di bidang aparatur negara; (iii) perluasan dan fasilitasi pelaksanaan Reformasi Birokrasi pada instansi pemerintah daerah; dan (iv) penyempurnaan sistem evaluasi pelaksanaan RBI;

3) Penerapan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang transparan, kompetitif, dan berbasis merit, dilaksanakan melalui antara lain: (i) pengendalian Jumlah dan distribusi pegawai; (ii) penerapan sistem rekrutmen dan seleksi pegawai yang transparan, kompetitif dan berbasis merit serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK); (iii) penguatan sistem dan kualitas penyelenggaraan diklat; (iv) penerapan sistem promosi secara terbuka, kompetitif dan berbasis kompetensi didukung oleh efektifnya KASN; dan (v) penerapan sistem manajemen kinerja pegawai; dan penguatan sistem informasi kepegawaian nasional;

4) Peningkatan kualitas pelayanan publik dengan menerapkan strategi, antara lain:

(i) penguatan kerangka kebijakan kelembagaan pelayanan dalam rangka kemitraan antara pemerintah dan swasta; (ii) peningkatan pelayanan publik yang lebih terintegrasi, memastikan implementasi kebijakan secara konsisten sebagaimana diamanatkan UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;

penetapan quick wins pelayanan publik Kemendikbud; (iii) mendorong inovasi pelayanan publik, peningkatan kualitas dan standardisasi kelembagaan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 i ^

(15)

pelayanan perizinan; (iv) pemantapan penerapan SPM yang terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran; serta (v) penguatan kapasitas pengendalian kinerja pelayanan publik, yang meliputi pemantauan, evaluasi, penilaian, dan pengawasan, termasuk pengawasan oleh masyarakat;

5) Membangun keterbukaan informasi publik dan komunikasi publik, yang akan ditempuh dengan strategi: (i) pengembangan kebijakan bidang komunikasi dan informasi termasuk keterbukaan informasi publik, pengelolaan dan penyebaran informasi publik; (ii) fasilitasi untuk mendorong satuan kerja Kemendikbud wajib membuat laporan kinerja, serta membuka akses informasi publik sesuai dengan UU No. 14 tahun 2008 dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan negara yang transparan, efektif, efisien dan akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan;

(iii) fasilitasi dorongan bagi pembentukan dan penguatan peran PPID dalam mengelola dan memberikan pelayanan informasi secara berkualitas; (iv) fasilitasi untuk mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik serta alasan pengambilan keputusan terkait pembangunan pendidikan dan kebudayaan; (v) penyediaan konten informasi publik berkualitas terkait pembangunan pendidikan dan kebudayaan untuk meningkatkan kecerdasan dan pengembangan kepribadian bangsa dan lingkungan sosialnya terutama di daerah terdepan, terluar, tertinggal dan rawan konflik; (vi) penguatan media centre, media komunitas, media publik lainnya, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), dan M-Pustika sebagai media penyebaran informasi publik yang efektif; (g) kampanye publik terkait pembangunan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat dalam rangka pembangunan revolusi mental; (vii) penguatan sumber daya manusia bidang komunikasi dan informasi; dan (viii) penguatan Government Public Relation (GPR) untuk membangun komunikasi interaktif antara pemerintah dan masyarakat;

6) Mendorong masyarakat untuk dapat mengakses informasi publik dan memanfaatkannya, yang akan ditempuh dengan strategi: (i) penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, swasta dan media untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya informasi publik dan berpartisipasi dalam proses penyusunan dan pengawasan kebijakan; khususnya terkait pembangunan pendidikan dan kebudayaan (ii) penguatan literasi media

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 t ^

(16)

terkait pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam peningkatan kesadaran, kemampuan dan kapasitas masyarakat untuk memanfaatkan media sesuai dengan kebutuhannya; (ill) diseminasi informasi publik terkait dengan prioritas program pembangunan nasional pendidikan dan kebudayaan melalui berbagai media;

7) Penyempurnaan sistem manajemen dan pelaporan kinerja instansi pemerintah secara terintegrasi, kredibel, dan dapat diakses publik yang akan ditempuh melalui strategi: (i) penguatan kebijakan sistem pengawasan intern pemerintah;

(ii) penguatan pengawasan terhadap kinerja pembangunan nasional; dan (iii) pemantapan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKfP) pada seluruh instansi pusat dan daerah;

8) Penerapan e-government untuk mendukung bisnis proses pemerintahan dan pembangunan yang efisien, efektif, transparan, dan terintegrasi melalui strategi, antara lain: (i) penguatan kebijakan e-government, (ii) penguatan sistem dan infrastruktur e-government yang terintegrasi; (iii) peningkatan kapasitas kelembagaan dan kompetensi sumber daya manusia; (iv) penetapan quick v/ins penerapan e-government,

9) Penerapan open government merupakan upaya untuk mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka, partisipatif dan akuntabel dalam penyusunan kebijakan publik, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan negara dan pemerintahan. Strategi pelaksanaannya ditempuh dengan cara: (i) peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya informasi publik; (ii) penyediaan ruang partisipasi bagi publik dalam menyusun dan mengawasi pelaksanaan kebijakan publik, (iii) pengembangan sistem publikasi informasi proaktif dan interaktif yang dapat diakses publik;

10) Penguatan manajemen kinerja pembangunan dilaksanakan melalui strategi: (i) penguatan kualitas perencanaan dan penganggaran untuk meningkatkan kualitas belanja negara, (ii) penguatan implementasi manajemen kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas, (Iii) penguatan pengendalian kinerja pembangunan pendidikan dan kebudayaan meliputi pemantauan, evaluasi, dan pengawasan yang efektif dan terintegrasi disertai penguatan sistem pemberian penghargaan dan sanksi terhadap kinerja pembangunan; serta (iv) dukungan penerapan e-government yang terintegrasi dalam manajemen kinerja pembangunan nasional;

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 | g

(17)

11) Peningkatan kualitas pelaksanaan desentralisasi dan otonomi pendidikan dan kebudayaan bertujuan untuk makin menlngkatkan efektivitas pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah dalam penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan, serta pelayanan kepada masyarakat. Strategi yang ditempuh antara lain berupa: (i) peningkatan kualitas tata kelola pendidikan di daerah; dan (ii) peningkatan kualitas regulasi Paud dan Dikmas.

Arab kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas selanjutnya dilaksanakan melalui program dan kegiatan tahun 2015-2019 dengan menggunakan struktur perencanaan dan anggaran yang terbaru. Penyesuaian dan penyempurnaan dilakukan pada struktur kinerja yang mencakup sasaran strategis (SS) dan indikator kinerja sasaran strategis (IKSS), sasaran program (SP) dan indikator kinerja program (IKP), serta sasaran kegiatan dan indicator kinerja kegiatan.

Pelaksanaan kebijakan dijabarkan menurut program beserta sasaran program (SP) dan indikator kinerja program (IKP) Ditjen PAUD dan Dikmas. Program PAUD dan Dikmas bertujuan untuk mencapai: (i) peningkatan akses PAUD dan Dikmas kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi, gender, geografis, usia, serta kondisi fisik dan mental; (ii) meningkatkan jaminan kualitas layanan PAUD dan Dikmas; (iii) menyelaraskan standard kompetensi pendidikan kursus dan pelatihan, serta calon tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri; (iv) peningkatan efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan serta partisipasi pemerintah daerah dan masyarakat.

Tabel 1 Sasaran Program dan Indikator Kineija Program PAUD dan Dikmas

Im'-

Sasaran Program (SP) Indikator Kineija Program OKP)

1 Meningkatnya keluasan dan kemerataan akses PAUD dan Dikmas bermutu, berkesetaraan gender, dan berwawasan pendidikan pembangunan berkelanjutan (ESD) di seluruh provinsi, kabupatan, dan kota

Persentase Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD 3 - 6 tahun

Jumlah lembaga PAUD slap diakreditasi

2 Meningkatnya keluasan dan kemerataan

akses kursus dan pelatihan bagi angkatan kerja yang bermutu, berkesetaraan Jender, dan berwawasan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan (ESD) dan kewarganegaraan global di semua provinsi, kabupaten, dan kota

Jumlah angkatan kerja muda memiliki pengetahuan dan sikap kecapakan keija dan kecakapan benwirausaha

Jumlah lembaga kursus dan pelatihan siap

diakreditasi

3 Meningkatnya keluasan dan kemerataan akses

pendidikan keaksaraan dan kesetaraan yang berwawasan gender dan pendidikan untuk pembangunan

berkelanjutan (ESD) dan kewarganegaraan global di semua provinsi, kabupaten, dan kota

Persentase angka meiek anksara penduduk

usia dewasa 15-59 tahun

Jumlah lembaga PKBM siap diakreditasi

Jumlah remaja dan orang dewasa yang belum lulus pendidikan menengah memperoleh kualifikasi setara pendidikan dasar dan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 | y

(18)

Sasaran Program (SP) Indikator IGneija Program (IKP)

menengah

4 Menlngkatnya keluasan dan kemerataan akses pendidikan keluarga yang bermutu, berkesetaraan jender, dan berwawasan pendidikan untuk

pembangunan berkelanjutan (ESD) dan

kewarganegaraan global di semua provinsi, kabupaten, dan kota

Jumlah orang dewasa mengikuti pendidikan keluarga

Jumlah lembaga/satuan pendidikan menyelenggarakan pendidikan keluarga

5 Meningkatnya tata kelola dan partisipasi Pemerintah Daerah, Lembaga, Masyarakat dalam meningkatkan tata kelola yang transparan dan akuntabe! serta akses PAUD dan Dikmas bermutu di semua provinsi, kabupaten, dan

kota

Jumlah model/program PAUD-Dikmas yang dibakukan dan diterapkan.

SuRibcr: Renstra Ditjcn PAUDdan Dikmas 2015-2019

Strategi dan upaya yang sistematis melalui pengintegrasian tujuan, sasaran, kebijakaa program dan kegiatan untuk mencapai visi dan misi Kemendikbud dengan kewenangan Ditjen PAUD dan Dikmas yang telah ditetapkan melalui; (1) Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Ditjen PAUD dan Dikmas; (2) Pemblnaan Pendidikan Anak Usia Dini; (3) Pembinaan Kursus dan Peiatihan; (4) Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan; (5) Pembinaan Pendidikan Keluarga;

(6) Pengembangan, Pengkajian dan Pemetaan Mutu PAUD dan Dikmas.

B. Dasar Hukum

Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal Tahun 2015 melandaskan pada dasar hukum sebagai berikut:

1. Undang-Undang No. 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 3. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah

4. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi

5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Penyusunan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Instansi Pemerintah

6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 20/M.PAN/11/2008 tentang Petunjuk Penyusunan Indikator Kinerja Utama

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 I g

(19)

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 35 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

8. Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja

Instansi Pemerintah.

9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

C. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan penyusunan LAKIP Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Tahun 2015 antara lain;

a. Sebagai bahan evaluasi akuntabilitas kinerja;

b. Sebagai penyempurnaan dokumen perencanaan untuk tahun yang akan datang;

c Sebagai penyempurnaan pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang; dan

d. Sebagai bahan pertimbangan untuk berbagai kebijakan yang diperlukan.

D. Tugas, Fungs! dan Struktur Organisasi

Berdasarkan Pasal 243 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata KerJa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan disebutkan bahwa Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

miB Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 SQ

(20)

1. Perumusan kebijakan di bidang kurikulum, peserta didik, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan anak usia dini dan pendldikan masyarakat;

2. Pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kualitas pendidikan karakter peserta didik, fasilitasi sumber daya, pemberian izin dan kerja sama penyelenggaraan satuan dan/atau program yang diselenggarakan perwakilan negara asing atau lembaga asing, dan penjaminan mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;

3. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kurikulum, peserta didik, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;

4. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;

5. Pelaksanaan evaluasi dan peiaporan di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;

6. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan

Pendidikan Masyarakat; dan

7. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Menteri.

Untuk memperlancar dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsinya, Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas memiliki kelengkapan organisasi yang terdiri atas: Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas, Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga,

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan dan Pembinaan Kursus

dan Pelatihan. Masing-masing unit kerja mempunyai tugas dan fungsi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 11 Tahun 2015.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, Direktorat Jenderal juga didukung oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusatyang berkedudukan di daerah, yaitu:

1. Pusat Pengembangan PAUD dan Dikmas (setingkat eselon II b), yaitu:

a. PP-PAUD dan Dikmas Jawa Barat.

b. PP-PAUD dan Dikmas Jawa Tengah.

2. Balai Pengembangan PAUD dan Dikmas (setingkat eselon III a), yaitu:

a. BP-PAUD dan Dikmas Sumatera Utara.

b. BP-PAUD dan Dikmas Jawa Timur.

Umilimijim LaporanAkuntabi>itasK<nerjaDitjenPAUD dan Dikmas Tahun 2015 S

(21)

c. BP-PAUD dan Dikmas Sulawesi Selatan.

d. BP-PAUD dan Dikmas Kalimantan Selatan.

e. BP-PAUD dan Dikmas Nusa Tenggara Barat.

f. BP-PAUD dan Dikmas Papua.

Adapun tugas dan fungsl dari masing-masing satuan kerja, sebagai berikut

1. Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas

Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratrf, serta koordinasi pelaksanaan tugas unit organisasi di llngkungan Direktorat Jenderal. Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretariat Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas menyelenggarakan fungsi:

a. Koordinasi penyusunan kebijakan, rencana, program, kegiatan, dan anggaran di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;

b. Koordinasi pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan, rencana, program, kegiatan, dan anggaran di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;

c. Pengelolaan data dan informasi di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;

d. Koordinasi dan pelaksanaan kerja sama dan pemberdayaan peran serta masyarakat di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;

e. Koordinasi pengelolaan dan laporan keuangan Direktorat Jenderal;

f. Penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan dan kajian dan fasilitasi bantuan hukum di llngkungan Direktorat Jenderal;

g. Pelaksanaan urusan organisasi dan tata laksana di llngkungan Direktorat

Jenderal;

h. Pengelolaan kepegawaian di lingkungan Direktorat Jenderal;

i. Koordinasi dan penyusunan bahan publikasi dan hubungan masyarakat di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat;

j. Pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal; dan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 |

(22)

i. Pelaksanaan evaluasi dan laporan di bidang pendidikan anak usia dini; dan;

j. Pelaksanaan admlnistrasi Direktorat.

Untuk memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsinya, Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini dibantu oleh beberapa sub direktorat, yaitu:

a. Subdirektorat Program dan Evaluasi;

b. Subdirektorat Kurikulum;

c. Subdirektorat Sarana dan Prasarana;

d. Subdirektorat Kelembagaan dan Kemitraan.

e. Subbagian Tata Usaha

3. Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pendidikan keluarga. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menyelenggarakan fungsi sebagai

berikut:

a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang pendampingan pembelajaran, sumber belajar, dan pendanaan pendidikan keluarga;

b. Koordinasi dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendampingan pembelajaran, sumber belajar, dan pendanaan pendidikan keluarga;

c. Peningkatan kualitas pendidikan karakter anak dan remaja;

d. Fasilitasi sumber belajar dan pendanaan pendidikan keluarga;

e. Fasilitasi penjaminan mutu pendidikan keluarga;

f. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pendampingan pembelajaran, sumber belajar, dan pendanaan pendidikan keluarga;

g. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pendidikan keluarga;

h. Pelaksanaan evaluasi dan laporan di bidang pendidikan keluarga; dan

i. Pelaksanaan admlnistrasi Direktorat

Untuk memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsinya, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga dibantu oleh beberapa sub direktorat, yaitu:

a. Subdirektorat Program dan Evaluasi;

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 j

(23)

b. Subdirektorat Pendidikan Orang Tua;

c. Subdirektorat Pendidikan Anak dan Remaja;

d. Subdirektorat Kemitraan; dan e. Subbagian Tata Usaha.

4. Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

a. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang kurikulum, peserta didik, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan;

b. Koordinasi dan pelaksanaan kebijakan di bidang kurikulum, peserta didik, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan;

c. Peningkatan kualitas pendidikan karakter peserta didik pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan;

d. Fasilitasi sarana dan prasarana serta pendanaan pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan;

e. Fasilitasi pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan;

f. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang kurikulum, peserta didik, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan;

g. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan;

h. Pelaksanaan evaluasi dan laporan di bidang pendidikan keaksaraan dan pendidikan kesetaraan; dan

i. Pelaksanaan administrasi Direktorat.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 j

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)

Gambar

Tabel 2 Perjanjian Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 19 label 3 Pengukuran Kinerja Ditjen PAUD dan Dikmas Tahun 2015 26 Tabel 4 RealisasI Peserta Kursus dan Pelatlhan berbasis PKH tahun 2015 30
Tabel 1 Sasaran Program dan Indikator Kineija Program PAUD dan Dikmas

Referensi

Dokumen terkait

Berbeda dengan pengetahuan ibu yang tidak mendapat konseling laktasi intensif tidak menunjukkan ada peningkatan, hal ini disebabkan karena konseling yang diberikan

Untuk perhitungan logika Fuzzy terdiri dari penulisan kode program untuk menghitung derajat keanggotaan variabel cahaya, suhu, kelembaban, kode program untuk mencari

Cacar Air ( Varisela , Chickenpox ) adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik- bintik kecil yang datar maupun

Berdasarkan hasil penelitian Nanopartikel Fe dapat dibuat dari pasir besi menggunakan ekstrak kulit bawang merah, ditunjukan dengan adanya perubahan warna dari

Ada perbedaan metode pembelajaran mind mapping dengan menggunakan media power point dan metode pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika siswa kelas

Kun täydennysrakentamista koskeva tutkimus (Kleinhans 2004; Vaattovaara et al. 2009) osoittaa, että mitä pienempi fyysinen etäisyys on, sitä todennäköisempää on sosiaalinen

Bercak-bercak infiltrat yang terbentuk adalah bercak-bercak yang difus, mengikuti pembagian dan penyebaran bronkus dan ditandai dengan adanya daerah-daerah konsolidasi

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam materi perpindahan energi panas menggunakan model discovery learning pada siswa kelas V B SDN