• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTAMINA DRILLING. Oktober 2021 PENTING BAGI EKSISTENSI PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERTAMINA DRILLING. Oktober 2021 PENTING BAGI EKSISTENSI PERUSAHAAN"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

Oktober 2021 PERTAMINA DRILLING

PENTING BAGI EKSISTENSI PERUSAHAAN

VISI MISI

(2)
(3)

D A R I R E D A K S I

| EDITORIAL

3

COVER STORY

D A R I R E D A K S I | EDITORIAL 5

Oktober 2021 PERTAMINA DRILLING

PENTING BAGI EKSISTENSI PERUSAHAAN

VISI MISI

Pandangan ke arah yang sama dari seluruh elemennya akan

mempermudah perusahaan mendekati dan mewujudkan visi misinya, sekalipun target dan sasaran itu cukup jauh di depan

Visi dan misi bagi satu organisasi atau perusahaan sama pentingnya dengan keyakinan dan cita-cita yang dipegang seseorang, yaitu untuk menentukan arah hidup, dalam hal ini tujuan dan sasaran perusahaan tersebut.

Karyawan, pekerja, ataupun perwira, sebagai bagian organisasi atau perusahaan, memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mendukung pencapaian visi misi itu.

Caranya? Tidak cukup dengan tahu atau hapal visi misi perusahaan, tetapi juga dengan memahaminya. Turunannya, pahami bagaimana harus memenuhi key perfomance indicator (KPI) masing-masing, mendukung perusahaan agar strategi dan program kerja terealisasi, hingga akhirnya sasaran dan tujuannya tercapai.

Visi misi perusahaan sesungguhnya merupakan perkara semua orang, bukan hanya level pimpinan, sehingga sudah sepantasnya menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan visi misi tersebut.

Salam,

Redaksi Kita Semua Bagian dari Visi Misi

Perusahaan

REDAKSI

Pemimpin Redaksi : Corporate Secretary Redaktur Pelaksana : Dhaneswari Retnowardhani Redaksi : Ani Aryani

Distribusi : Aditya Prabowo

Administrasi : Supriyadi

TIM KREATIF

MEDIAVISTA

Jl. Syamsi Raya H4/9, Islamic Village, Karawaci, Kab. Tangerang 15810 Phone: 021 22 53 85 26 Web: www.mediavista.id

ALAMAT REDAKSI

PT PERTAMINA DRILLING SERVICES INDONESIA Graha PDSI, Jalan Matraman Raya No. 87, Jakarta 13140 Phone : 021 - 29955400

Website : www.pdsi.pertamina.com

@pdsipertamina @pdsi_pertamina

Scan di sini untuk majalah versi digital

PDSI PERTAMINA pdsi.pertamina

(4)

Kabar PDSI//Town Hall Meeting

UPAYA BERSAMA MENGEJAR TARGET AKHIR TAHUN

Di THM ini BOD-BOC PDSI memberikan gambaran kondisi perusahaan terkini dan kesempatan menentukan bersama langkah- langkah untuk meraih hasil yang terbaik di akhir tahun.

OKTOBER 2021

0 9

1 0

Kabar PDSI//

PENYELARASAN OPERASIONAL DEMI TERWUJUDNYA

OPERATIONAL EXCELLENCE

Pertemuan ini dilatarbelakangi urgensi sinergi dan koordinasi di internal perusahaan untuk memastikan tindakan taktis di lapangan.

Kabar PDSI//Surveillance Audit

MANDATORI PERSERO DAN KELANJUTAN INTERNAL AUDIT LALU

Dengan melaksanakan audit ini PDSI ingin memastikan penerapan sistem manajemen anti penyuapan dalam seluruh proses bisnisnya.

0 8 0 6

Kabar PDSI//Kampung Minyak PDSI

SUDAH DUA KALI PANEN SAYUR-MAYUR

Kemampuan Kampung Minyak PDSI memanen hasil pertanian tidak hanya membahagiakan pengurusnya tetapi juga membuktikan komitmen sustainability program CSR PDSI.

Fokus//Visi-Misi Perusahaan

PENTING BAGI EKSISTENSI PERUSAHAAN

Lebih dari sekadar sebaris atau dua baris kalimat, rangkaian kata yang diuntai dalam visi-misi perusahaan punya peran penting dalam menentukan arah hidup perusahaan.

HSSE Corner// Perlindungan Data

BUBUHI TANDA AGAR TAK DISALAHGUNAKAN

Penyalahgunaan kartu identitas pribadi seperti KTP bisa merepotkan. Beberapa cara bisa ditempuh untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan.

1 1 1 2

(5)

D A F T A R I S I

| EDITORIAL

5

Panorama

DESTINASI WISATA BERSERTIFIKAT CHSE:

LIBURAN JADI LEBIH TENANG

Kesehatan

LANGUISHING:

KETIKA SEGALANYA MENJADI “GINI-GINI AJA”

HUMOR QUIZ

34

40 42 36

38

Saji

SNOW SKIN MOONCAKE:

KUE BULAN VERSI LEMBUT DAN DINGIN

Hobi

DIORAMA:

MERAKIT MINIATUR, MENGURAI STRES

30

Fokus//Internalisasi Visi-Misi di PDSI

VISI-MISI TIDAK BISA SEKADAR DIHAFALKAN

Visi misi perusahaan bukanlah sesuatu yang sulit kita pahami karena pada dasarnya sudah diterjemahkan ke dalam RJPP, RKAP, bahkan KPI individu.

16

18

20

Fokus//Visi-Misi Perusahaan

BUKAN HANYA PENTING DIKETAHUI, TETAPI JUGA DIPAHAMI

Visi dan misi bukan sekadar gambaran cita-cita perusahaan.

Ia menjadi panduan yang bisa menuntun arah seluruh elemen di tubuh perusahaan.

Fokus//Dewi Hanggraeni, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina

SETINGGI LANGIT TETAPI ACHIEVABLE

Merumuskan visi misi bukan perkara mudah, apa lagi ketika masuk ke tahap melaksanakan dan mewujudkannya. Halaman wawancara ini menjelaskannya lebih lanjut.

Ragam //Dana Darurat

TETAP JADI PRIORITAS MESKI DI TENGAH SITUASI KRISIS

Tak ada yang menampik pentingnya dana darurat. Tapi di tengah situasi sulit, apa masih mungkin menyiapkan dana darurat?

Ragam //Work Life Balance

HINDARI ‘BURNOUT’

SAAT WFH

Bekerja dari rumah bukan berarti bebas dari lembur. Banyak yang merasa justru lebih sering overtime karena pekerjaan yang tak kunjung selesai.

Ragam //Entrepreneurship

MENEMUKAN ‘UNIQUE SELLING POINT’ DALAM BISNIS

Di tengah ketatnya persaingan, perlu berbagai upaya agar usaha tetap berkembang dan dapat bersaing dengan kompetitor.

Langkah//Real Time Operation

JIKA DIOPTIMALKAN DAPAT MENCEGAH ANOMALI

Setelah ujicoba di beberapa lapangan, PDSI akhirnya mengikat kerja sama penggunaan RTO. Satu nilai tambah bagi layanan PDSI dan jasa pengawasan yang penting bagi customer.

22

28 24

26

M O T I V A S I

(6)

Di THM ini BOD-BOC PDSI memberikan gambaran kondisi perusahaan terkini dan kesempatan menentukan bersama langkah-langkah untuk meraih hasil yang terbaik di akhir tahun.

UPAYA

BERSAMA MENGEJAR TARGET

AKHIR TAHUN

Dalam beberapa kesempatan berbeda Direktur Utama PDSI Rio Dasmanto selalu mendorong perwira PDSI untuk meningkatkan etos kerja guna mendukung kinerja perusahaan di akhir tahun. Pesan sama kembali ia sampaikan pada Town Hall Meeting (THM) yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (28/9).

Di kegiatan yang diikuti tidak kurang dari 400 perwira PDSI dan anak perusahahaannya PDC ini diungkapkan kinerja PDSI secara konsolidasi di semester satu tahun 2021 yang menurut Rio dan jajaran direksi PDSI lain, masih belum menggembirakan. “Tetapi saya yakin kita bisa mengejar ketinggalan ini beberapa bulan ke depan,” tegasnya.

Untuk menyiasati anggaran biaya operasi (ABO), salah satu sarannya agar seluruh perwira PDSI memprioritaskan belanja kepada kegiatan-kegiatan yang terkait

dengan faktor kritikal, regulasi, liason to operate, dan aspek HSSE.

Sebelumnya, Rio menyampaikan apresiasinya atas upaya perwira PDSI, khususnya di Fungsi Operasi, sehingga angka TRIR PDSI berada jauh di bawah treshold atau batasan yang telah ditetapkan perusahaan. Rio mengharapkan PDSI dapat mempertahankan kinerja dengan tidak menambah lagi catatan insiden sekecil apa pun termasuk first aid dan near miss.

Cari Peluang Sekecil Apa Pun

Apresiasi sama disampaikan Direktur Operasi PDSI Judha Sumarianto, yang menambahkan bahwa angka NPT PDSI pun sudah baik. “NPT bagus harus tetap dijaga bagus,” pesan Judha.

Dari sisi operasi, Judha mengungkapkan satu faktor yang juga menjadi kendala besar sehingga memengaruhi angka produktivitas rig di salah satu project area PDSI. Yakni, sulitnya customer PDSI melakukan pembebasan lahan dan pembuatan lokasi.

(7)

K A B A R P D S I

| INOVASI

7

Terlepas dari masalah-masalah yang berpotensi menghambat operasi, Judha berpesan agar perwira PDSI terus memastikan rig-rig perusahaan, baik yang sedang dan akan dioperasikan, selalu dalam kondisi prima dengan cara melakukan perencanaan program maintenance secara berkala.

Selain itu, Judha juga memberikan sedikit dorongan bagi frontliners di lapangan agar mau mengambil peranan kecil dalam memasarkan jasa-layanan perusahaan, mengingat mereka yang acap kali menjadi pihak pertama yang mendengar kebutuhan customer.

Ditambahkan Direktur Pemasaran &

Pengembangan PDSI Didik Budi Hartono, sekecil apa pun peluang, jika diyakini dapat membantu meningkatkan performa revenue, perusahaan akan mendukung. Kembali Didik mengingatkan bahwasanya setiap perwira PDSI merupakan marketer perusahaan, sehingga harapannya setiap individu-individu PDSI dapat membantu perusahaan mencari dan menangkap peluang bisnis.

Stratejik Inisiatif

Terkait dengan kondisi PDSI yang saat ini masih harus berjuang keras untuk mencapai target revenue dan laba bersih di akhir tahun, Rio menjabarkan bebrapa stratejik inisiatif.

Satu, menjaga kelancaran operasi di lapangan.

Caranya dengan menghindari business interuption baik karena insiden, kecelakaan kerja, maupun gangguan operasi.

Pengelolaan cash flow, salah satunya dengan mengevaluasi dan me-review kembali struktur

biaya untuk menciptakan optimal cost sehingga perusahaan dapat memperoleh revenue maksimal.

Strategi lainnya adalah peningkatan pendapatan perusahaan. Di sini Rio menegaskan agar peluang sekecil apa pun kalau bisa menambah revenue perusahaan maka harus diambil, termasuk jasa dan layanan yang merupakan diserfikasi bisnis.

Perusahaan juga mengharapkan kolaborasi seluruh fungsi. “Semua dapat kita lakukan jika kita saling bahu-membahu,” imbuh Rio.

Di akhir THM, kendati kondisinya PDSI sedang menghadapi tantangan berat, Komisaris Utama PDSI Nur Endro Buwono mengatakan,

“Saya tetap yakin PDSI akan menjadi the best drilling company karena kita memiliki rig-rig terbaik dan ready to drill di mana saja, kapan saja, berikut kapabilitas personil yang tidak diragukan lagi. Kita hanya perlu meningkatkan kualitas, efisiensi, efektif, tanpa melupakan nilai-nilai AKHLAK.”

Saya tetap yakin PDSI akan menjadi the best drilling company karena kita memiliki rig-rig terbaik dan ready to drill di mana saja, kapan saja, berikut kapabilitas personil yang tidak diragukan lagi.

(8)

Kemampuan Kampung Minyak PDSI memanen hasil pertanian tidak hanya membahagiakan pengurusnya tetapi juga membuktikan komitmen sustainability program CSR PDSI.

SUDAH DUA KALI PANEN

SAYUR-MAYUR

Kampung Minyak PDSI

Baru diresmikan pada Rabu (15/9), Kampung Minyak, akronim Kampung Milik Nyak-Nyak, yang menjadi bagian program CSR PDSI, sudah kali kedua panen sayur-mayur.

Kegiatan panen kedua dilakukan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) RT 11 dan RT 12 RW 08 Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur pada Kamis (30/9). Jenis sayur mayur yang dipanen terdiri dari kangkung, kale, kailan, dan pakcoy.

Panen yang cukup dekat dari tanggal peresmian ini, menurut CSR Assistant PDSI Indah Septiani, karena proses penyuluhan, penanaman sayur-mayur dengan sistem hidroponik, dan penyemaian bibit ikan di kampung sudah dilakukan sejak minggu ketiga Juni lalu.

“Kegiatan tanam pertama langsung dikerjakan ibu-ibu yang tergabung dalam Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 08, tujuannya untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap program sehingga hasilnya bisa maksimal,” tutur Indah.

Indah menjelaskan, usai peresmian Kampung Minyak, tim CSR PDSI bekerja sama dengan pihak Kelurahan Palmeriam terus memantau dan melakukan pendampingan bagi ibu-ibu LMK RW 08.

Tujuannya untuk memastikan pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan di Kampung Minyak berjalan baik dan sungguh berdampak positif bagi masyarakat.

“Apabila progam Kampung Minyak ini berjalan dengan baik dan terbukti menciptakan perubahan lingkungan

dan ekonomi, sangat memungkinkan kita akan dukung lagi untuk program selanjutnya,” tambahnya.

Panen kedua Kampung Minyak dihadiri Kasi Ekbang Kelurahan Palmeriam Faqieh Insani dan jajarannya. Di kesempatan tersebut, Faqieh mengungkapkan, “Hasil panen langsung dijual ke masyarakat dan uangnya digunakan untuk operasional urban farming tersebut.”

Ditambahkannya, jenis sayur-mayur yang ditanam di lahan pertanian hidroponik Kampung Minyak sengaja dipilih dari jenis tanaman yang masa tumbuhnya singkat sehingga bisa cepat dipanen.

Tidak hanya itu saja, jenis tanaman juga akan diubah secara berkala agar tidak bosan.

(9)

Pertemuan ini dilatarbelakangi urgensi sinergi dan koordinasi di internal perusahaan untuk memastikan tindakan taktis di lapangan.

PENYELARASAN OPERASIONAL DEMI

TERWUJUDNYA OPERATIONAL EXCELLENCE

Bukan perkara mudah memastikan seluruh operasional berjalan unggul (operation excellence). Diperlukan komitmen, upaya, dan kerja sama yang padu antara seluruh elemen PDSI, terutama Fungsi Operasi yang menjadi frontliners dan pelaksana di lapangan.

Untuk itu, PDSI menyelenggarakan diskusi terkait isu operasional antara Fungsi Operasi dengan Direktur Utama PDSI Rio Dasmanto pada Senin (12/10) secara luring di Graha PDSI, Jakarta, yang dilaksanakan sesuai protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.

Pertemuan dilatarbelakangi urgensi sinergi dan koordinasi di internal perusahaan untuk memastikan tindakan taktis di lapangan, mengingat pola kerja PDSI sebagai services company yang harus sigap memenuhi kebutuhan operasional dan ekspetasi klien.

“Tujuan diskusi ini agar terjadi sinergi yang tepat dan cepat di antara Fungsi Operasi dengan supporting lainnya dalam merespons operasi cepat,”

terang VP Operasi PDSI Muhammad Irwan.

Ditambahkan Irwan, operational excellence tidak akan terwujud tanpa peranan seluruh fungsi- fungsi di perusahaan. Salah satu yang paling ditekankan untuk mendukung operational excellence adalah dengan mempermudah jalur birokrasi sesuai marwah dari core bisnis itu sendiri.

Sependapat dengan forum, Rio setuju bahwasanya dukungan dari fungsi-fungsi yang terkait langsung dengan operasional sangat memengaruhi operasi dan productive time. Di sisi lain, ia mengingatkan, Fungsi Operasi juga bertanggung jawab untuk memastikan kinerja di lapangan berjalan mulus tanpa terhentikan karena satu insiden apa pun. “Kunci utamanya adalah konsistensi kita dalam menerapkan aspek-aspek HSSE,” lugasnya.

Di kesempatan terpisah, sebelumnya Direktur Operasi PDSI PDSI

Judha Sumarianto juga sempat menekankan agar Fungsi Operasi dengan dukungan seluruh pihak terkait mampu mempertahankan angka NPT PDSI yang sudah baik hingga akhir tahun nanti.

(10)

Dengan melaksanakan audit ini PDSI ingin memastikan penerapan sistem manajemen anti penyuapan dalam seluruh proses bisnisnya.

MANDATORI PERSERO DAN KELANJUTAN INTERNAL

AUDIT LALU

PDSI menggelar surveillance audit atau eksternal audit Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 yang diintegrasikan dengan pelaksanaan surveillance audit Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) ISO 45001:2018.

Pelaksanaan surveillance audit sesuai dengan permintaan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) agar seluruh Subholding dan cucu perusahaan menerapkan dan mensertifikasi SMAP ISO 37001:2016. Badan sertifikasi yang ditunjuk PDSI yaitu SGS Indonesia.

“Surveillance audit ini juga jadi kelanjutan internal audit yang kita dilakukan di medio Juli lalu. Dengan melaksanakan audit ini kita ingin memastikan penerapan sistem manajemen anti penyuapan dalam seluruh proses bisnis di PDSI,” terang Quality Management Ast.

Manager PDSI Agus Susanto.

Target pelaksanaan surveillance audit adalah PDSI didukung seluruh perwiranya, termasuk yang menjadi internal auditor kali ini, dapat mempertahankan seluruh sertifikat sistem manajemen yang diterapkan oleh organisasi.

Proses internal audit yang melibatkan tidak kurang dari 20 perwira PDSI ini sendiri, diungkapkan Agus, berjalan dengan baik.

Salah satunya karena sebelumnya PDSI telah melaksanakan pelatihan internal audit untuk memastikan pelaksanaan surveillance audit berlangsung lancar.

Di tahapan kedua ini beberapa Fungsi yang berkesempatan diaudit adalah Legal &

Compliance, Internal Audit, Insurance & Risk Management, Quality Management, SCM, ICT, HSSE & Quality, dan Human Capital.

“Tidak henti sampai di proses audit saja, pastinya seluruh temuan dari laporan audit harus ditindaklanjuti Fungsi terkait yang mendapatkan temuan tersebut,” ingatnya.

(11)

K A B A R P D S I

| INOVASI

11

Kemajuan teknologi, perubahan gaya hidup, pergeseran pola bisnis dan administrasi, sampai kepada pandemi COVID-19 yang mengharuskan orang melakukan social distanding, mendorong kita lebih memanfaatkan teknologi digitalisasi.

Salah satu contohnya untuk memverifikasi beragam keperluan, kini cukup dengan mengirimkan foto atau memindai Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dokumen lain. Masalahnya banyak yang kemudian menyalahgunakan identitas yang kita berikan untuk kepentingan mereka sendiri.

Mulai dari penipuan, registrasi nomor ponsel, atau mengajukan pinjaman online.

Penyalahgunaan kartu identitas pribadi seperti KTP bisa merepotkan.

Beberapa cara bisa ditempuh untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan.

Perlindungan Data

BUBUHI TANDA AGAR TIDAK

DISALAHGUNAKAN

Untuk mencegah hal-hal semacam itu terjadi, selain jangan sembarang mengirim foto pada pihak yang tidak dikenal agar tidak terjadi kebocoran data, lindungi data diri di KTP dengan memberikan watermark atau tanda air.

CARA MEMBUAT

WATERMARK

BANTUAN APLIKASI

Kita bisa menggunakan bantuan aplikasi editing foto seperti Phonto, PicsArt, atau filter IG Story.

Tuliskan secara lengkap tanggal foto/scan dan tujuannya. Misal, Foto 10 Oktober 2021 untuk Verifikasi e-Wallet.

Letakkan tulisan tersebut pada area kosong di KTP atau bahkan di bagian data penting, tapi pastikan data diri tetap bisa terbaca (watermark tipis saja).

TULIS KETERANGAN DI KERTAS

Cara ini bisa digunakan bila kita harus memfoto KTP dan kita tidak memiliki aplikasi di atas.

Tulis saja keterangan tersebut di atas kertas/stiker putih berukuran kecil. Lalu, tempelkan kertas putih tersebut di area kosong KTP, tanpa harus menutupi informasi penting di dalam KTP. Cara ini juga bisa digunakan bila kita diminta untuk selfie seraya memegang KTP.

Sekali lagi, cara-cara di atas bisa dilakukan untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan KTP, tidak sepenuhnya mencegah. Yang terbijak adalah pastikan kita benar-benar tidak sembarangan menyerahkan KTP. Pastikan kepada pihak yang meminta apakah benar-benar foto dan image KTP sangat diperlukan, tanpa bisa ditimbang ulang?

Wate rmar k Wate rmar k

Wate rmar k

Wate rmar k

Wate rmar k

Wate rmar k

(12)

Visi-Misi Perusahaan

Setiap organisasi, terlebih perusahaan, pastinya punya tujuan atau purpose mengapa organisasi tersebut didirikan. Contohnya Astra Internasional yang ingin menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Kemudian Disney yang saat didirikan bertujuan menciptakan kebahagiaan bagi banyak orang di mana saja berada.

Menurut CEO Kubik Leadership Atok R. Aryanto, purpose jadi fundamental reason organisasi. Setelah purpose idealnya akan diikuti misi. “Misi adalah kenapa organisasi itu ada? Jadi lebih kepada apa yang akan dilakukan organisasi atau perusahaan untuk mencapai purpose,” terangnya. Setelah purpose dan misi, Atok menambahkan, berikutnya ada yang disebut sebagai visi. “Visi itu where we are going to? Apa yang akan dicapai dalam jangka panjang dalam rangka mencapai purpose dan misi,” jelasnya.

Sependapat dengan Atok, Kepala Divisi Riset dan Konsultansi PPM Manajemen Alphieza Syam menjelaskan, dalam organisasi visi dan misi bahkan kerap disandingkan dan seolah tak terpisahkan. Kendati demikian, Phieza ingin meluruskan penyebutan visi-misi yang selalu mendahulukan penulisan kata visi di depan.

Dijelaskannya, berdasarkan banyak literatur manajemen

PENTING BAGI

EKSISTENSI PERUSAHAAN

Lebih dari sekadar sebaris atau dua baris kalimat, rangkaian kata yang diuntai dalam visi-misi perusahaan punya peran penting dalam

menentukan arah hidup perusahaan.

(13)

F O K U S

| INOVASI

13

strategi, seharusnya misi dahulu baru diikuti dengan visi. Akibat salah kaprah tersebut, tak heran banyak yang salah memahami bahwa misi adalah sebagai upaya untuk mencapai visi. “Padahal upaya untuk mencapai visi lebih kita kenal sebagai sesuatu yang namanya strategi,” tegasnya.

Arti Penting Visi-Misi

Atok mengatakan, visi dan misi penting bagi perusahaan supaya eksistensi bisnis yang dibangun perusahaan memiliki posisi yang kuat sehingga setiap orang yang berada di dalam organisasi perusahaan bisa punya tujuan yang sama. “Karena mereka punya tujuan yang sama maka kekuatannya menjadi kolektif untuk menuju ke sana,” tutur Atok. Dia menambahkan bahwa visi dan misi biasanya diperkuat dengan values atau nilai- nilai yang diyakini organisasi bersangkutan.

Untuk menjelaskan seberapa penting arti visi-misi di perusahaan, COO PT Thorcon Power Indonesia Bob S. Effendi mengungkapkan, PT Thorcon Power Indonesia yang entitas perusahaannya baru didirikan pada tahun 2021 memiliki visi untuk “Menjadi Perusahaan Global Terdepan Sebagai Penyedia Energi Bersih dan Murah untuk Menggerakkan Dunia Menuju Masa Depan Peradaban Manusia yang Berkelanjutan”.

Sementara misinya, pertama Thorcon ingin mengimplementasikan dan melisensikan prototipe ThorCon TMSR500 melalui Proyek

Strategis Nasional (PSN). Kedua, membangun budaya perusahaan kelas dunia berlandaskan lima nilai:

Profesionalisme, Loyalitas, Integritas, Etika, dan Disiplin (PLIED). Ketiga, mempersiapkan sumber daya manusia kelas dunia dengan kolaborasi bersama Perguruan Tinggi Indonesia untuk memiliki kemampuan dalam menghadapi persaingan global.

Keempat, menciptakan penyempurnaan dan inovasi manajemen, desain, dan keteknikan secara terus menerus untuk bersinergi dengan Lembaga Riset Indonesia dalam meningkatkan penguasaan teknologi nuklir maju.

Dan kelima, mempersiapkan rantai pasok kelas dunia untuk mendukung pembangunan industri nuklir Indonesia.

Menurut Bob, visi perusahaannya yang ingin menjadi pemain global memang secara sadar dan sengaja dirumuskan sebagai panduan bagi timnya, sebab sejak didirikan Thorcon didesain untuk menjadi perusahaan energi nuklir kelas dunia. “Kita didesain bukan hanya untuk bermain di Indonesia tetapi juga untuk menjadi pemain global,” terang Bob.

Dalam perjalanan menuju ke sana, Bob bahkan yakin Thorcon akan menjadi perusahaan yang akan melakukan disrupsi di sektor energi dengan mengedepankan teknologi nuklir sebagai energi masa depan.

Visinya ingin jadi world class leader, tapi mainnya masih di Indonesia atau di Asia. Mau kita berdarah-darah melaksanakan visinya, pasti visinya tidak akan tercapai.

Perumusan yang Baik

Untuk mewujudkan wacana ideal yang digoreskan perusahaan dalam bingkai visi- misinya, tentu perlu langkah perumusan yang baik serta efektif sejak awal. Untuk misi, Phieza mengatakan, harus menyebutkan tindak perilaku atau declaration of attitude dari kegiatan perusahaan. Lalu misi tersebut juga harus berorientasi kepada pengguna jasa perusahaan.

Sementara untuk visi, Phieza menguraikan, ada enam karakteristik yang biasanya ditemukan dalam suatu visi organisasi yang baik. Pertama, imagible atau bisa dibayangkan. Kedua, desirable atau menarik bagi stakeholder yang ada di internal maupun eksternal. Ketiga, feasible alias realistis dan bisa dicapai. Keempat, focused atau harus jelas. Kelima, flexible atau aspiratif dan responsif terhadap perubahan lingkungan. Dan yang keenam, communicable atau mudah dipahami.

Sementara Atok mengatakan ada tiga poin dasar yang harus dipakai dalam perumusan suatu visi-misi, yaitu apa yang akan dilakukan perusahaan, solusi yang diberikan akan seperti apa, dan kepada siapa dampak dari solusi tersebut akan diterima. “Mesti kuat tiga hal tadi dan itu tinggal dirangkai menjadi kalimat-kalimat yang menjadi jargon,” ucap Atok.

Dari sisi prosesnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis & Fakultas Komunikasi dan

Alphieza Syam

Kepala Divisi Riset dan Konsultansi PPM Manajemen

(14)

Diplomasi Universitas Pertamina Dewi Hanggraeni menyarankan agar dalam perumusan visi-misi perusahaan tidak hanya bersifat top down alias masukan hanya berasal dari atasan saja, melainkan juga harus bottom up atau menyerap aspirasi dari para pekerja di bawah. “Meski tidak sampai detail, harus dilibatkan sampai ke bawah jika ada masukan,” saran Dewi.

Peran Leader

Peran leader atau pemimpin perusahaan sendiri sangat krusial dalam merealisasikan visi-misi. Atok memaparkan bahwa saat ini pemimpin dituntut untuk dapat menjadi leader, manajer, serta entrepreneur sekaligus. “Pemimpin harus dapat

membangun visi. Setelah itu, dia perlu untuk mampu memperbaiki proses agar visi-misi dapat dilakukan secara cepat efektif, dan efisien. Lalu dia juga harus pintar menangkap peluang, mengambil risiko, dan bekerja secara kolektif,” beber Atok.

Dalam upaya mewujudkan visi-misi perusahaan, Dewi menuturkan seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan antara target organisasi atau perusahaan dengan kesejahteraan karyawan. Pemimpin juga harus bisa memotivasi serta

menggerakkan seluruh karyawannya secara kolektif menuju tujuan yang sama.

“Termasuk harus juga dipikirkan fasilitas dan peralatan untuk karyawan. Itu supaya para karyawan bekerja dengan nyaman dan happy sehingga imunnya naik serta semangat kerjanya tinggi. Dampaknya, profit perusahaan akan meningkat dan kembali lagi benefitnya ke karyawan akan jadi lebih besar,” urai Dewi.

Bob S. Effendi menambahkan, leader juga harus memberikan contoh serta konsisten dalam perilaku dan kebijakannya agar visi-misi besar dari perusahaan dapat tercapai. Selain itu, pemimpin juga harus dapat menginspirasi serta memotivitasi para pekerja di bawahnya. Terakhir, leader harus pandai mengkomunikasikan pikirannya

kepada tim yang dipimpinnya. “Itulah yang saya harus terapkan kepada semua manajer- manajer saya, yaitu motivasi, inspirasi dan berkomunikasi, serta memberikan contoh yang baik kepada karyawan,” kata Bob.

Ganti Direksi, Ganti Visi-Misi

Dalam perjalanan organisasi perusahaan kerap terjadi visi perusahaan tidak terwujud dan misinya juga tidak terlaksana. Phieza mengungkapkan, salah satu alasannya karena sering terjadi pergantian visi-misi di tengah jalan kala ada pergantian direksi di suatu perusahaan. Lalu jika ada pemimpin baru terkadang juga suka memasang visi- misi yang kesannya terlalu muluk dan tidak berkaca pada kondisi riil di dalam perusahaan.

“Tolong bagi pemimpin dalam merumuskan dan menetapkan visi-misi mendatang itu, please pikirkan juga keberlanjutan,” tuturnya.

Misi adalah kenapa organisasi itu ada?

Jadi lebih kepada apa yang akan dilakukan oleh organisasi atau perusahaan untuk mencapai purpose.

Visi itu where we are going to? Jadi apa yang akan dicapai dalam jangka panjang dalam rangka

mencapai purpose dan misi.

Atok R. Aryanto

CEO Kubik Leadership

(15)

F O K U S

| INOVASI

15

Di luar faktor pergantian kepemimpinan, lanjut Phieza, kegagalan mewujudkan visi dan melaksanakan misi disebabkan karena cara yang tidak tepat dan tidak efektif dalam usaha untuk mencapainya. “Visinya ingin jadi world class leader, tapi mainnya masih di Indonesia atau di Asia. Mau kita berdarah-darah melaksanakan visinya, pasti visinya tidak akan tercapai,” tegas Phieza.

Atok menambahkan, tantangan yang sering ditemui dalam mewujudkan serta melaksanakan visi-misi adalah sering kali pada level korporat hanya bermodal sebatas niat tanpa punya ilmu yang memadai. “Yang perlu dilakukan adalah meng-hire profesional atau konsultan untuk membantu menajamkan apa yang ada di pikiran untuk kemudian dikonkretkan,” terangnya.

Lebih khusus pada posisi pemimpin, Atok menyoroti dua tantangan bagi pemimpin terkait implementasi visi-misi perusahaan. Pertama, terkait dukungan dari shareholder atau founder. Dan kedua, bagaimana menyelaraskan agar semua anggota tim memiliki pemahaman yang sama.

“Beberapa tindakan yang perlu dilakukan adalah turun ke bawah, secara periodik berkomunikasi dan berdialog, secara rutin juga melakukan penyampaian informasi yang jelas dan terbuka serta sustain kepada semua pihak agar memiliki kesepahaman dan komitmen bersama,”

beber Atok seraya menambahkan bahwa kompetensi dan kemampuan tim pun harus diperkuat sesuai standar untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Refocussing Visi-Misi

Lalu apa yang harus dilakukan jika visi- misi perusahaan tidak terwujud dan tidak terlaksana, mengingat dunia saat ini telah

masuk pada era disrupsi yang penuh ketidakpastian? Jawabannya, visi-misi sejatinya tetap harus diberlakukan untuk jangka waktu yang panjang. “Biasanya lebih dari dua tahun atau tiga tahun,”

kata Phieza.

Sementara menurut Dewi, visi-misi bahkan bisa diberlakukan sampai 15 tahun, namun dalam perjalanannya bisa direvisi setiap lima tahun sekali. Thorcon termasuk perusahaan yang memasang visi-misinya untuk jangka waktu yang cukup panjang sejak pertama kali dituliskan pada tahun 2021. “Kita memproyeksikan visi kita bisa terealisasi dalam dua dekade ke depan,” ucap Bob yakin.

Guna mengantisipasi segala

ketidakpastian tersebut, Dewi memberi masukan agar perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia saat ini melakukan refocussing terkait visi dan misi organisasinya. “Perusahaan harus mengubah atau me-review kembali visi-misinya untuk disesuaikan dengan perubahan dan kondisi sekarang,” tegas Dewi.

Atok juga menyampaikan perlunya melakukan perubahan visi-misi untuk mengikuti perkembangan zaman.

Dia pun mengutip ucapan salah satu mentornya yaitu Marshall Goldsmith yang mengatakan bahwa apa yang mengantar kita pada hari ini dengan cara-cara yang dilakukan pada hari ini, tidak akan membawa kita kepada tujuan yang baru. “Jadi cara-cara kita yang lama sudah tidak mungkin kita pakai untuk mencapai tujuan yang baru,” tutup Atok.

Bukan cuma visi-misi, tetapi kita juga harus menginternalisasi budaya, corporate culture-nya.

Bob S. Effendie

COO PT Thorcon Power Indonesia

(16)

Kisah ini tidak terjadi di sebuah perusahaan, melainkan di dunia olahraga. Syahdan, Phil Jackson, mantan pelatih LA Lakers (1999- 2011) yang juga sukses mengarsiteki Chicago Bulls di era keemasannya (1987- 1998), punya pendekatan unik dalam melatih timnya. Berbeda dengan pelatih kebanyakan, Jackson punya kebiasaan memberikan catatan ringkas dalam kertas kecil mengenai tujuan tim kepada seluruh pemain binaannya, asisten pelatih, hingga tim officials.

Catatan ringkas itu berubah setiap kali pertandingan selesai, sesuai dengan perkembangan terbaru: apa tujuan tim, di mana posisi mereka saat ini dibandingkan tujuan, apa yang menjadi tantangan, dan nilai-nilai yang mereka yakini. Catatan itu menjadi semacam panduan bagi seluruh pemain, pelatih, dan manajemen LA Lakers.

Kisah tersebut disampaikan Kepala Divisi

BUKAN HANYA PENTING

DIKETAHUI, TETAPI JUGA DIPAHAMI

Visi dan misi bukan sekadar gambaran cita-cita perusahaan. Ia menjadi panduan yang bisa menuntun arah seluruh elemen di tubuh perusahaan.

Visi-Misi Perusahaan

Riset dan Konsultansi PPM Manajemen Alphieza Syam. Menurut pria yang akrab disapa Phieza ini, yang dilakukan Phil Jackson merupakan salah satu contoh yang baik tentang bagaimana visi dan misi seharusnya disosialisasikan kepada seluruh elemen organisasi atau perusahaan.

Phieza tak menampik yang dilakukan dalam sebuah tim olahraga mungkin akan terlihat jauh lebih mudah. Namun poin terpentingnya adalah dengan selalu menyampaikan tujuan kita sebenarnya sebagai sebuah institusi dan sudah sejauh mana tujuan tersebut berhasil didekati atau dicapai.

Dipahami Seluruh Elemen Organisasi Sejak awal Phieza dengan tegas mengatakan, salah satu kriteria visi dan misi yang baik ialah harus communicable.

Visi misi itu dapat dikomunikasikan dengan mudah. Bentuknya bisa bermacam-macam, salah satu yang pasti tidak mengawang-awang alias membumi. Dengan membumi, visi dan misi menjadi sesuatu yang dapat dengan mudah dipahami siapa pun.

Ini pula yang disampaikan CEO Kubik Leadership Atok R. Aryanto. Atok menambahkan visi-misi tersebut bukan hanya penting diketahui seluruh elemen organisasi di segala level, tetapi juga penting untuk dipastikan mereka benar- benar memahaminya. “Mereka paham perusahaannya mau ke mana, pemimpin mereka punya tanggung jawab seperti apa, dan mereka juga paham ketika perusahaan berhasil mencapai hal tersebut, apa manfaat atau benefit yang akan diterima perusahaan dan diri mereka,” tutur Atok.

(17)

F O K U S

| INOVASI

17

Pemahaman yang baik ini, menurut Atok, menjadi satu fase sebelum seluruh karyawan akan menyukai atau mencintai visi dan misi tersebut. Atok mengatakan, mencintai menjadi fondasi karyawan untuk memiliki mindset, believe, dan awareness bahwa perkara visi dan misi ini sesungguhnya merupakan perkara semua orang, bukan hanya level pimpinan. Dari sinilah kemudian akan muncul komitmen bersama terkait perwujudan visi dan misi tersebut.

Harus Related dengan Karyawan

Sejauh mana tingkat pemahaman karyawan yang diperlukan dalam sosialisasi visi dan misi ini? Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis & Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina Dewi Hanggraeni mengatakan, dalam proses sosialisasi, karyawan harus dipahamkan mengenai visi dan misi dan penjabarannya hingga ke sesuatu yang related dengan pekerjaan mereka sehari-hari.

Jadi, karyawan tidak hanya diminta sekadar hafal, melainkan juga diberi pemahaman bagaimana visi misi tersebut dicapai, strategi, sasaran, program-program kerja, dan anggarannya, hingga ke key performance indicator (KPI) masing- masing karyawan. “Ini akan membuat karyawan paham mereka perlu melakukan pekerjaannya sesuai dengan KPI yang telah

ditetapkan agar rencana bisa terpenuhi, program bisa terealisasi, sasaran bisa didekati, dan akhirnya tujuan bisa tercapai,” ujar Dewi.

Phieza turut menekankan bahwa sejak awal proses penyusunan visi dan misi, selain concern for public image, yang juga harus menjadi pertimbangan utama adalah concern for employee. “Mengapa begitu, karena ya kembali lagi, yang akan menjalankan misi dalam rangka pencapaian visi adalah manajemen dan karyawan. Kalau karyawan tidak mengerti, ya percuma. Padahal, mengerti saja tidak cukup. Setelah mengerti, pertanyaannya selanjutnya apakah mereka lantas menerima (visi dan misi) tersebut?” ucap Phieza.

Penerimaan karyawan ini, Phieza mengatakan, menjadi hal yang tak bisa ditolak siapa pun. Ia menyebutkan, banyak hasil riset yang menunjukkan bahwa pencapaian visi perusahaan hanya bisa terjadi bila ada kesejalanan, atau alignment, antara yang diinginkan individu di dalam suatu organisasi dengan yang diinginkan organisasi.

Menyikapi yang Tak Sejalan Alignment bisa jadi potensi masalah selanjutnya. Karena setelah karyawan memahami visi dan misi, melalui proses

sosialisasi yang baik, coaching yang tepat, hingga mendapatkan role models yang bisa jadi teladan, selanjutnya adalah proses penerimaan. Di sini bisa jadi muncul perbedaan visi dan misi antara karyawan dengan organisasinya.

Baik Dewi, Phieza, dan Atok, mengatakan hal tersebut sangat mungkin terjadi. Jika ini terjadi di awal, yang bisa dilakukan adalah memastikan talent yang akan ikut ke suatu perusahaan tersebut, benar- benar talent yang memang memahami dan mau menerima visi perusahaan.

Tindakan berbeda dilakukan jika perbedaan muncul di tengah perjalanan.

Berangkat dari pengalamannya, Dewi mengatakan ada dua hal yang bisa dilakukan. Yang pertama melakukan pemilahan terlebih dahulu. Apakah karyawan tersebut merupakan aset yang berharga dinilai dari sisi produktivitasnya dan kontribusinya. “Jika memang iya, kita perlu bina. Bahkan kalau perlu kita challenge dengan posisi bagus, misalnya ditempatkan di R & D agar ia juga bisa berkontribusi terkait visi misi ini,”

ujar Dewi. Namun, jika ternyata talent tersebut dirasa kurang produktif, kita perlu menempatkan ke suatu posisi yang tidak strategik untuk meredam potensi mengganggu yang lain.

Perbedaan visi antara pribadi dan organisasi, disampaikan Atok, sesuatu yang lumrah. Atok mengatakan, perbedaan bukan berarti harus memisahkan. Hal yang bisa dilakukan adalah mencoba menyelaraskan perbedaan, cari irisan yang paling memungkinkan untuk saling memiliki pemikiran dan komitmen yang sejalan.

“Namun, jika memang tidak bisa cocok terus, ya sampaikan saja bahwa ternyata tidak ada kecocokan. Mereka bisa mencari perusahaan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka,” tutup Atok.

Ini akan membuat karyawan paham bahwa mereka perlu melakukan pekerjaannya sesuai dengan KPI yang telah ditetapkan agar rencana bisa terpenuhi, program bisa terealisasi, sasaran bisa didekati, dan akhirnya tujuan bisa tercapai.

Dewi Hanggraeni

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis &

Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina

(18)

SETINGGI

LANGIT TETAPI

ACHIEVABLE

Dewi Hanggraeni, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina

Merumuskan visi misi bukan perkara mudah, apa lagi ketika masuk ke tahap melaksanakan dan mewujudkannya.

Guna mengulik lebih dalam tentang itu, berikut wawancara Energia Pertamina Drilling dengan Dewi Hanggraeni, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Komunikasi dan Diplomasi dari Universitas Pertamina.

Dapatkan dijelaskan pengertian visi dan misi?

Secara definisi visi adalah suatu impian, cita-cita atau nilai inti dari suatu organisasi. Bisa dibilang juga sebagai tujuan masa depan dari suatu organisasi.

Sedangkan kalau misi adalah bagaimana cara mencapai cita-cita kita tadi. Caranya itu berupa strategi, tindakan dan tahapan yang harus dilakukan organisasi untuk merealisasikan visi. Banyak yang kerap mengabaikan misi, yang penting visinya.

Padahal misi juga penting, sebab dari misi itu diturunkan ke rencana kerja, lalu diturunkan lagi ke KPI dan performance masing-masing individu.

Apa arti penting visi dan misi bagi suatu organisasi?

Menurut saya penting sekali, sebab suatu organisasi yang paling pertama itu harus punya visi misi. Lalu dari sisi risk management, kalau BUMN merujuk ke ISO 31000 tentang risk management, di sana dikatakan bahwa dalam proses manajemen risiko yang paling pertama adalah mandat dan komitmen.

Nah mandat dan komitmen itu berangkat dari visi misi perusahaan tadi.

Seperti apa visi misi perusahaan yang baik?

Visi atau cita-cita itu harus digantungkan setinggi langit tetapi harus achievable. Jadi kita juga harus mengukur kemampuan juga. Selanjutnya, visi itu juga harus bersifat jangka panjang, visioner, dan jauh ke depan. Jangan lupa untuk kaitkan visi ini dengan corporate culture di perusahaan. Jadi jangan buat visi yang tidak sesuai dengan budaya perusahaan, itu akan membuat visi dan misi jadi fail. Kemudian, visi juga harus bisa menjembatani antara masa sekarang dan masa yang akan datang. Intinya, visi dan misi ini jadi standar excellence bagi suatu manajemen untuk menilai kinerja.

(19)

F O K U S

| INOVASI

19

Lalu bagaimana cara merumuskan visi misi yang baik, efektif, dan berdampak?

Dalam perumusannya harus bersifat top down serta bottom up. Meski tidak sampai detail, harus dilibatkan sampai ke bawah jika ada masukan. Biasanya kita buat list permasalahannya apa saja. Untuk itu biasanya perusahaan hire consultant. Saya sendiri pernah jadi konsultan dan biasanya kita lakukan survei.

Memang konsultan bisa saja melakukan expert judgement dan menentukan seharusnya visi misinya seperti apa. Itu memang bagus, tetapi biasanya orang (di perusahaan) menjadi kurang rasa memiliki.

Idealnya semua pihak dilibatkan, ada masukan dari bottom up, juga dapat dari top down termasuk dari pemegang saham, dengan pengawasan dari pihak konsultan.

Setelah itu dengan expert judgement dari konsultan kemudian dirumuskan, dipresentasikan, dan disosialisasikan.

Seberapa besar pengaruh pimpinan dalam pelaksanaan visi misi perusahaan?

Kalau menurut saya sangat berpengaruh.

Karena seorang leader itu harus jadi role model atau panutan. Lalu dia juga harus smart. Jangan sampai anak buahnya lebih pintar dan minterin bosnya. Kemudian di BUMN itu juga ada AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif), menurut saya AKHLAK sudah mencakup semua. Satu lagi, pimpinan harus bisa menyeimbangkan dalam menjabarkan visi misi. Jangan hanya mengejar target organisasi atau perusahaan, tetapi harus juga memikirkan kesejahteraan karyawannya.

Bagaimana sosialisasi visi misi yang baik agar dapat dipahami dan diimplementasikan seluruh komponen perusahaan?

Ini tidak ada di text book ya, yaitu bisa dengan menciptakan proudness atau kebanggaan terhadap perusahaan. Sebab kalau karyawan bangga, dia akan ikut

mendukung dan menjalankan visi misi perusahaan. Selain itu leader juga perlu mengajak dan memandu karyawan.

Penting pula menjabarkan execellent standard menjadi standar kinerja. Jadi diberitahukan bahwa kita punya visi misi seperti ini, lalu bagaimana cara mencapainya dengan strategic objective- nya, sasaran yang mau kita tuju, sampai ke program kerja dan anggarannya.

Sehingga karyawan paham bahwa dirinya harus mencapai KPI sekian supaya visi misi perusahaan tercapai. Sering kali mata rantainya terpotong, jadi karyawan hanya kejar KPI tanpa ngeh bahwa tujuannya untuk mencapai visi misi perusahaan.

Sosialisasi dan komunikasi memang harus dilakukan terus menerus. Kalau dahulu bisa kita tempel tulisan visi misi di dinding kantor misalnya, nah kalau sekarang bisa saja setiap karyawan buka website perusahaan sudah ditampilkan tulisan visi misinya. Atau kalau laptop punya perusahaan bisa dibuat agar setiap dinyalakan muncul visi misi perusahaan.

Lalu setiap rapat juga harus terus diingatkan.

Menurut saya itu efektif banget kalau terus- menerus diingatkan, mau tidak mau lama- lama jadi melekat visi misinya. Idealnya nanti jika sudah embedded, setiap mau bikin RKAP maka si karyawan akan berpikir apakah yang dia kerjakan sudah sejalan atau tidak dengan visi misi perusahaan.

Jika ada karyawan yang beda visi dengan perusahaan, apa yang harus dilakukan?

Supaya tidak jauh melangkah, ibarat orang mau menikah, memang kita harus cek dulu calonnya. Ini peran fungsi SDM saat perekrutan. Kalau tidak sejalan ya dari awal ditolak saja dari pada nanti mengganggu gerbong perusahaan. Tetapi kalau sudah ada di dalam, berdasarkan pengalaman saya sebagai konsultan dan praktisi, yang beda visi misi dan biasanya vokal tersebut biasanya jumlahnya tidak banyak. Biasanya

kita lakukan assessment, psikotes, dan lihat kinerjanya.

Kita minta bagian SDM untuk memilah.

Kalau dia pintar dan kerjanya bagus tapi beda visi misi ya dia bisa kita bina atau kalau perlu dikasih posisi yang bagus sebagai tantangan. Tetapi kalau kinerjanya kurang dan jadi provokator saja ya itu bisa kita taruh di tempat yang tidak strategis sehingga tidak mengganggu karyawan yang lain.

Berapa lama idealnya suatu visi misi dipakai oleh perusahaan?

Visi misi bisa kita buat 5 tahun dikali 3.

Kita bikin 15 tahun, tetapi per 5 tahun bisa direvisi. Jangan sampai tiap tahun direvisi, itu namanya bukan RJP tetapi RKAP terus.

Jadi harus dibuat firmed, jangan berubah terus. Karena itu dalam merumuskan visi misi harus visioner serta harus paham risk management. Dengan paham risk management bisa tahu future risk dan bisa memitigasi semua uncertainty at least lima tahun yang akan datang, atau kalau bisa 10 tahun yang akan datang.

Idealnya semua pihak dilibatkan, ada masukan dari bottom up, juga dapat dari top down termasuk dari pemegang saham, dengan pengawasan dari pihak konsultan.

(20)

VISI-MISI TIDAK BISA SEKADAR DIHAFALKAN

Visi misi perusahaan bukanlah sesuatu yang sulit kita pahami karena pada dasarnya sudah diterjemahkan ke dalam RJPP, RKAP, bahkan KPI individu.

Internalisasi Visi-Misi di PDSI

Communication and Relations Manager PDSI Dhaneswari Retnowardhani tegas mengatakan, setiap perusahaan sudah seharusnya memiliki visi-misi. Visi-misi ini yang menjadi pedoman atau ultimate goal perusahaan dalam menjalankan roda bisnis dan operasinya untuk mencapai tujuan tertentu. “Kalau tidak punya visi-misi, jangankan tahu ke mana arah dan tujuan perusahaan, men-define langkah-langkah yang harus diambil saja mungkin tidak bisa,”

lugasnya.

Tidak bisa sembarang, visi-misi itu harus sesuai dengan core business, jati diri, semangat, dan marwah perusahaan. Satu catatan tambahan bagi PDSI, karena merupakan bagian dari Subholding Upstream (SHU) dan Holding Pertamina, maka visi-misi yang dibuat haruslah mengacu kepada visi dan misi keduanya.

Berdasarkan SK No. Kpts-010/

DS10000/2021-S0 tentang Visi Misi dan

Nilai-Nilai & Perilaku Utama (Core Values) AKHLAK PT PDSI, visi PDSI adalah menjadi pemimpin di kawasan regional di bidang pengeboran, workovers, dan well services dengan standar kelas dunia. Sedangkan misinya, memberikan solusi terpadu yang berkualitas tinggi pada pengeboran, workovers, dan well services dengan memaksimalkan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Dhanes, visi misi PDSI tersebut telah dibuat sejak tahun 2013 dan ditinjau ulang setiap tiga tahun sekali. “Terakhir di-review tahun 2019 dan ditetapkan kembali di 2020 dengan sedikit penambahan kata workovers di bagian visi,” terangnya.

Review per Tiga Tahun

Alasan masih digunakannya visi-misi yang perumusannya dilakukan di 2013 silam, dijelaskan Dhanes, karena PDSI menilainya masih sesuai dengan kondisi dan tujuan perusahaan. Dijelaskannya, “Layanan yang

berstandar kelas dunia akan selalu menjadi visi PDSI. Begitu pula dengan misi kami untuk selalu memberikan solusi terpadu yang berkualitas tinggi, itu akan selalu sama.”

Kendati dibuat di 2013, PDSI diwakili fungsi Corporate Secretary terus melakukan sosialisasi visi-misi secara berkala dan berkesinambungan. Sosialisasi ini bisa dibilang memiliki tujuan berbeda-beda. Bagi perwira- perwira yang baru bergabung dengan PDSI misalnya, tujuan sosialisasi adalah menyampaikan visi-misi yang menjadi pedoman

(21)

F O K U S

| INOVASI

21

perusahaan sehingga dapat menyatu dalam tindakan dan perilaku selama bekerja.

Sementara bagi perwira lain, sosialisasi ditujukan untuk mengingatkan kembali dan memperteguh komitmen untuk mencapai visi- misi tersebut bersama-sama.

Tidak hanya untuk internal perusahaan, sosialisasi visi misi juga diberikan bagi pihak-pihak di luar perusahaan. Contohnya bagi seluruh mitra kerja atau vendor PDSI.

Sosialisasi seringnya dilakukan saat Vendor Day tahunan. “Di kesempatan itu, selain menyampaikan visi-misi perusahaan, kami juga menjelaskan apa-apa yang bisa dilakukan para vendor untuk berkontribusi terhadap pencapaian visi-misi PDSI,” ungkap Dhanes.

Lebih jauh, ditambahkan Dhanes, sosialisasi juga banyak diberikan bagi masyarakat, perangkat desa atau daerah, dan pihak-pihak terkait lainnya, terutama pada saat PDSI hendak memasuki satu wilayah kerja baru.

Dampaknya Kembali ke Pekerja

Alih-alih menghapalkan kata per kata, bagi Dhanes yang lebih penting adalah bagaimana seluruh perwira PDSI memahami visi-misi perusahaan dan mengaplikasikannya pada saat melaksanakan tugas dan pekerjaannya sehari-hari.

Adapun berdasarkan survei pelaksanaan sosialisasi dan pemahaman visi-misi perusahaan yang dilakukan PDSI secara rutin didapati fakta bahwa secara umum perwira- perwira PDSI sudah memahami visi-misi, tujuan, hingga target dan strategi perusahaan.

Toh pada dasarnya, kata Dhanes, visi-misi perusahaan ini sudah dituangkan ke dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan

(RJPP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang lalu diterjemahkan dalam program kerja dan Key Performance Indicator (KPI) masing- masing Fungsi dan individu.

“Jadi sebenarnya visi-misi ini bukanlah sesuatu yang ada di awang-awang dan sulit untuk kita terjemahkan atau kita lakukan.

Pahami saja RJPP, RKAP, dan juga KPI kita masing-masing, lakukan dengan baik dan bertanggung jawab untuk mendukung secara penuh tercapainya visi dan misi perusahaan,” imbuhnya.

Dhanes menyadari selama ini masih sering mengemuka pertanyaan-pertanyaan dari peserta sosialisasi visi-misi. Yang paling banyak adalah ‘apa untungnya buat saya’ atau ‘apa yang saya peroleh jika visi-misi perusahaan tercapai’. Dhanes balik bertanya, “Ketika tujuan dan target perusahaan tercapai, apakah selama ini kita tidak merasakan manfaatnya?”

Dhaneswari Retnowardhani

Communication and Relations Manager PDSI

(22)

Dengan sedikit pengembangan dari sistem yang selama ini ada, yakni Real Time Monitoring (RTM), PDSI menghadirkan jasa dan layanan Real Time Operation (RTO). Dijelaskan Marketing & Development PDSI Imam Sapuan, perbedaan keduanya adalah jika RTM hanya sampai batas day to day monitoring dengan menampilkan raw data asli dari lokasi, sedangkan RTO sampai kepada penyampaian laporan operasi.

Output yang dihasilkan oleh RTO berupa daily drilling report (DDR), daily logs, real-time raw data, dan intepreted data. RTO juga menampilkan visual atau gambar karena dilengkapi dengan fasilitas CCTV yang ditempatkan di beberapa lokasi, misal rig floor, drilling cabin, sampai BOP area.

Kehadiran RTO, menurut Sapuan, sejalan dengan revolusi industri 4.0 dan kemajuan teknologi informasi digital.

Pengembangannya sendiri merupakan

pemenuhan atas kebutuhan customer PDSI yang menginginkan kecepatan dan keakuratan data untuk mendukung kegiatan operasi, menciptakan proses kerja yang lebih baik, dan sebagai data referensi yang sahih untuk pengambilan keputusan.

Selain dapat memperoleh informasi dan data secara real time, manfaat lain yang akan customer PDSI raih dengan menggunakan RTO adalah potensi efisiensi, efektivitas, sampai faktor keselamatan pekerja.

Kontrak Mandiri Tiga Tahun

Setelah proses peluncuran dan maturasi sistem, termasuk ujicoba di beberapa lapangan operasi anak-anak perusahaan hulu yang berada di bawah naungan Subholding Upstream (SHU) Pertamina, PDSI telah mengikat kerja sama untuk jasa RTO dengan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Kontrak mandiri ini berlaku selama tiga

tahun sejak 25 Januari 2021 sampai dengan 24 Januari 2024.

Untuk layanan RTO di PHE ONWJ, jasa PDSI meliputi layanan teknis, perangkat lunak (software) dan keras (hardware).

RTO bertugas menangkap dan mengumpulkan data dari bermacam- macam sumber berlainan. Data ini berasal dari kegiatan pengeboran/

perangkat operasi rig seluruh kontraktor dan mitra kerja PHE ONWJ, mulai dari kegiatan mud-logging, wireline, cementing, well-testing, dan lain-lain.

“Masing-masing (perangkat) kontraktor kan memiliki data. Data-data inilah yang dikumpulkan di storage system milik PDSI, disinkronisasi ke dalam satu bahasa yang sama dengan

Setelah ujicoba di beberapa lapangan, PDSI akhirnya mengikat kerja sama penggunaan RTO. Satu nilai tambah bagi layanan PDSI dan jasa pengawasan yang penting bagi customer.

DAPAT MENCEGAH

ANOMALI

(23)

L A N G K A H

| MOTIVASI

23

dukungan WITSML (Wellsite Information Transfer Specification), baru kemudian ditampilkan kepada customer,” urai Sapuan.

Sampai dengan bulan Juli 2021, PDSI telah menyelesaikan empat sumur yakni LLE-7, LLE-8, FG-9, dan EQA-1ST.

Peluang ke Depan

Jasa RTO PDSI terpisah dengan jasa penyewaan rig dan layanan pengeboran, kendati demikian, Sapuan percaya peluang untuk mem-bundling keduanya sangat besar, mengingat kebanyakan rig PDSI merupakan rig yang sudah berteknologi digital.

Sapuan pun yakin kebutuhan customer akan RTO akan semakin besar ke depannya. Dikatakannya, “RTO

L A N G K A H

| MOTIVASI

23

memudahkan customer melakukan monitoring dan mengumpulkan data untuk jadi referensi, bahkan dapat dioptimalkan untuk tindakan pencegahan jika muncul potensi-potensi yang dapat menghambat kegiatan pengeboran.”

Ke depannya, tidak hanya layanan teknis, perangkat lunak, dan keras, untuk melengkapi jasa RTO, Sapuan menargetkan PDSI juga dapat menyediakan jasa advise atau menghadirkan seorang advisor yang bertanggung jawab memantau RTO setiap saat.

Target lainnya, menimbang kemampuan real time monitoring masih sangat besar, PDSI juga dapat meningkatkan jasa dan layanan RTO ke sisi lainnya. Dijelaskannya, untuk menyediakan jasa RTO di PHE ONWJ, PDSI menjalin kemitraan strategis dengan application developer internasional.

“Kemitraan strategis ini dapat terjalin dengan beberapa mitra lainnya sesuai dengan teknologi dan feature pengembangan RTO yang diperlukan customer,” tutup Sapuan.

Imam Sapuan

Marketing & Development PDSI

DIAGRAM SISTEM

TERINTEGRASI MONITOR

PROSES PENGEBORAN DAN

MANAJEMEN DATA

(24)

Bekerja dari rumah bukan berarti bebas dari lembur. Banyak yang merasa justru lebih sering overtime karena pekerjaan

yang tak kunjung selesai.

Untuk menghindari bekerja melebihi jam kerja normal selama WFH, berikut beberapa kiat yang bisa diterapkan:

JALANKAN RUTINITAS SAAT BEKERJA DARI RUMAH Ketika kita bekerja di kantor tentu sudah ada rutinitas pengaturan jam kerja dan jam istirahat. Namun pada saat WFH kita akan merasa cukup sulit menjalankan rutinitas seperti halnya saat bekerja di kantor. Ini karena waktu kerja seakan-akan bisa dikerjakan kapan saja. Untuk itu, kita bisa membuat rutinitas seperti kapan waktu mulai bekerja dan waktu beristirahat. Kita juga harus disiplin menjalankan rutinitas yang dibuat sehingga bisa lebih produktif dan terhindar dari kerja lembur saat WFH.

Banyak yang menyangka bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) lebih santai dan menyenangkan.

Faktanya kerap menunjukkan hal berbeda. Dengan bekerja dari rumah justru karyawan merasa kesulitan dalam menuntaskan pekerjaan, sehingga tidak sedikit yang terpaksa bekerja overtime atau lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya. Padahal, seringnya bekerja lembur sangat berisiko buruk bagi kesehatan.

HINDARI

‘BURNOUT’

SAAT WFH

Sebuah studi yang dilakukan University College London menyatakan bahwa karyawan yang bekerja 55 jam dalam seminggu akan berpeluang mengalami stroke sebesar 33 persen dari pada karyawan yang bekerja 35 hingga 40 jam setiap pekannya. Karyawan yang bekerja lembur juga berpeluang menderita penyakit jantung koroner sebesar 13 persen.

(25)

JAGA KENYAMANAN TEMPAT KERJA

Saat bekerja di rumah, pasti akan banyak godaan yang membuat karyawan semakin sulit untuk fokus bekerja.

Hal ini akan mengganggu waktu produktif saat bekerja seperti halnya di kantor. Untuk itu agar kita lebih fokus dan produktif persiapkan ruangan khusus untuk bekerja di rumah yang nyaman. Dengan begitu produktivitas kerja akan meningkat dan pekerjaan selesai tepat waktu sehingga tidak perlu lagi bekerja lembur saat WFH.

HINDARI MULTITASKING

Untuk bekerja secara produktif, sebaiknya selesaikan pekerjaan satu per satu. Jangan bekerja secara multitasking karena fokus kita akan terpecah sehingga pekerjaan akan semakin lama selesai. Jika merasa jenuh karena harus menyelesaikan satu pekerjaan bisa istirahat sebentar untuk mengembalikan fokus dan mood bekerja. Setelah pikiran kembali fresh, satu pekerjaan bisa diselesaikan dan lanjutkan dengan pekerjaan lainnya.

BUAT DAFTAR TO DO LIST

Pekerjaan bisa lebih produktif dan terhindar dari kerja lembur dengan membuat to do list pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu setiap harinya.

Daftar pekerjaan tersebut harus sesuai dengan prioritas pekerjaan, misalnya mendahulukan pekerjaan yang deadline-nya paling dekat atau pekerjaan yang

membutuhkan usaha lebih banyak untuk diselesaikan. Dengan begitu, pekerjaan akan lebih teratur sehingga tidak perlu bekerja lembur.

KURANGI DISTRAKSI

Saat bekerja di rumah pasti akan timbul banyak distraksi yang membuat kita lebih sulit fokus, misalnya suasana ramai atau berisik di rumah maupun godaan untuk menonton televisi dan bersantai. Berbeda dengan bekerja di kantor yang suasananya lebih kondusif sehingga kita dapat lebih produktif dalam bekerja. Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, sebaiknya kurangi distraksi dengan menjauhkan diri dari gangguan atau godaan selama bekerja dari rumah.

ISTIRAHAT SAAT BEKERJA

Di sela-sela waktu bekerja pasti akan muncul rasa jenuh dan lelah. Saat itulah sebaiknya ambil waktu sejenak untuk beristirahat, misal dengan jalan- jalan di sekitar rumah atau melakukan meditasi.

Jika tetap dipaksakan untuk bekerja mungkin sekali terjadi burnout yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental. Sedangkan setelah istirahat semoga kita bisa lebih fokus sehingga pekerjaan selesai tepat waktu.

(26)

Dalam dunia bisnis selalu ada persaingan untuk dapat memenangkan pasar. Setiap pebisnis tentu ingin usahanya diminati konsumen dan brand usahanya lebih menonjol dibanding kompetitor. Karena jika produk yang dimiliki tidak mampu bersaing dengan produk kompetitor, tentu akan menyulitkan dalam memasarkan produk dan jasanya.

Faktor penting yang harus dimiliki pebisnis agar brand usahanya lebih menonjol dan terlihat lebih menarik dibanding kompetitor adalah dengan menerapkan unique selling proposition (USP), yaitu keunikan suatu bisnis yang membedakan sebuah bisnis dengan kompetitornya.

Dengan menerapkan USP, pebisnis dapat membuat inovasi yang unik dan berbeda dengan kompetitor.

Sayangnya, banyak pebisnis melakukan kesalahan dalam mengembangkan bisnisnya dengan tidak spesifik menunjukkan kelebihan brand usahanya. Lalu bagaimana cara untuk menemukan USP agar sebuah brand lebih menarik dibandingkan kompetitor?

Di tengah ketatnya persaingan, perlu berbagai upaya agar usaha tetap berkembang dan dapat bersaing dengan kompetitor.

Tahu Kebutuhan Konsumen

Banyak pebisnis yang hanya fokus meningkatkan kualitas namun melupakan kebutuhan konsumen. Hal ini akan membuat produk maupun jasa yang ditawarkan kurang diminati konsumen.

Untuk mengatasi hal tersebut, pebisnis harus menempatkan diri berada di posisi konsumen. Caranya, lakukan survei. Minta konsumen mengisi survei mengenai produk dan jasa yang ditawarkan serta pelayanan yang diberikan.

Jika hasil survei menunjukkan konsumen menyukai produk, jasa, atau pun pelayanan yang diberikan, dapat dijadikan USP untuk

menarik konsumen lain. Misalnya dengan memberikan penawaran garansi uang kembali jika pelayanan kurang memuaskan.

Promosikan di media sosial. Hal ini akan membuat calon konsumen merasa penasaran dan tertarik.

(27)

Tahu Karakteristik Konsumen

Produk dan jasa yang ditawarkan harus sesuai dengan selera konsumen. Untuk itu, pebisnis harus mengetahui karakteristik konsumen seperti rata-rata umur konsumen dan pekerjaannya. Dengan menyediakan produk dan jasa yang sesuai selera atau minat konsumen, ditambah harga terjangkau dan pelayanan terbaik, tentu konsumen akan berminat dan selanjutnya mereka akan termotivasi untuk terus membeli atau akan tercipta customer loyalty. Rata-rata umur konsumen dan pekerjaannya karateristik utama yang perlu diketahui.

Bandingkan Produk dari Para Pesaing

Perkembangan bisnis juga dipengaruhi faktor kompetitor. Dengan membandingkan produk dan jasa dari para kompetitor yang ada di pasaran, kita dapat mengetahui apa saja keunggulan dan kelemahan dari produk dan jasa yang kita tawarkan, sehingga akan lebih mudah untuk menemukan USP. Keunggulan produk dan jasa yang ditawarkan harus bisa ditonjolkan sebagai USP yang unik dan berbeda dari para kompetitor.

BRAND TERNAMA YANG

BERHASIL MENERAPKAN USP

Banyak brand ternama memiliki USP yang patut dicontoh, salah satunya Starbucks yang dirintis dari sebuah kedai kopi kecil di Washington. Dengan menerapkan USP yang tepat, Starbucks sukses membuka cabang di banyak negara. USP Starbukcs adalah menawarkan kopi premium yang diminati konsumen.

Meskipun harganya lebih mahal dibandingkan dengan kopi yang dijual di minimarket, namun Starbucks tetap eksis hingga saat ini karena konsisten menjual kopi premium yang berkualitas baik. Starbucks juga spesifik dalam menjaga kualitas kopi, meskipun ada menu lain yang ditawarkan seperti sandwich. Dengan selalu konsisten dan fokus meningkatkan kualitas kopi premiumnya, Starbucks memiliki USP yang membuatnya menonjol dan berbeda dari para pesaing.

Brand lain toko online Zappos juga memiliki USP yang menarik dan lebih menonjol dibandingkan kompetitor. Zappos fokus menyediakan sepatu, pakaian, dan aksesoris, dan memiliki layanan fitur yang membuatnya disukai konsumen yaitu pengiriman dan pengembalian barang secara gratis.

Konsumen akan merasa nyaman berbelanja dan tidak perlu ragu untuk membeli produk di toko online ini karena jika ukuran produk yang dibeli seperti misalnya sepatu tidak sesuai, konsumen dapat mengembalikannya. Meskipun hal itu bisa memangkas keuntungannya, tetapi Zappos mampu membangun hubungan baik dengan para pelanggan.

(28)

Dana

Darura t

Tetap Jadi Prioritas Meski di Tengah Situasi Krisis

Tak ada yang menampik pentingnya dana darurat. Tapi di tengah situasi sulit, apa masih mungkin menyiapkan dana darurat?

Salah satu hal yang paling penting di tengah situasi yang serba darurat adalah sense of crisis. Mindset itulah yang biasanya akan dapat membimbing kita melalui krisis dengan cermat dan selamat. Namun, sayangnya, akibat sense of crisis itu pula kita kerap kabur terhadap mana yang prioritas dan tidak. Segalanya kita pikir adalah prioritas. Padahal, ada hal-hal yang benar-benar prioritas.

Salah satu hal yang menjadi prioritas utama selama krisis adalah mempersiapkan dana darurat. Ya, saat ini situasinya memang tengah darurat. Tapi siapa yang tahu kalau di depan nanti situasi akan lebih darurat lagi ketimbang saat ini? Itu sebabnya membangun dana darurat tetap merupakan hal yang penting dilakukan.

Setidaknya Dimungkin-mungkinkan

Sebagian dari kita mungkin bertanya, apa mungkin menyiapkan dana darurat di tengah situasi serba sulit?

Jawaban untuk pertanyaan ini sederhana: harus mungkin atau setidaknya dimungkin-mungkinkan.

Yang perlu selalu kita ingat ialah, sesuai fungsinya, dana darurat haruslah benar-benar hanya kita gunakan saat terjadi sesuatu yang tidak terduga di tengah situasi darurat.

Bentuknya bisa bermacam-macam. Misal, terjadi musibah, ada anggota keluarga yang harus dirawat di rumah sakit, ada pencari nafkah keluarga tiba-tiba harus kehilangan mata pencahariannya. Di situasi-situasi semacam inilah dana darurat akan menemukan relevansinya.

(29)

MENYIAPKAN DANA

DARURAT

Periksa Kondisi Keuangan

Inilah hal pertama yang harus dilakukan. Dengan memeriksa kondisi keuangan atau financial check up kita akan mengetahui secara riil berapa sesungguhnya kekuatan kita di sektor finansial.

Berapa banyak pemasukan kita, berapa banyak simpanan kita, dan berapa banyak pula kebutuhan kita. Saat krisis, kita mungkin akan mengalami pengurangan pemasukan, jadi pastikan kita menampilkan data yang benar-benar riil. Demikian juga dalam mendaftar kebutuhan, pastikan kita memasukkan daftar yang riil.

Yang mesti diingat, dari rasio utang, rasio likuiditas, dan rasio menabung, sangat bisa jadi kita tidak mencapai angka yang ideal.

Ini bisa dipahami. Namun, untuk faktor keamanan, pastikan rasio utang kita tetap ideal, yakni hanya sebesar 30 persen dari total penghasilan.

Tentukan Besaran Dana Darurat

Gunakan kaidah-kaidah umum yang biasa disarankan para financial planner. Biasanya, orang yang belum menikah dianggap cukup dengan menyimpan sebanyak 6 kali lipat pengeluaran per bulan.

Sedangkan yang menikah dan memiliki anak, bisa 9 atau 12 kali lipat pengeluaran per bulan.

Timbang Ulang Pos-pos Pengeluaran

Ini hal yang lumrah dilakukan di situasi krisis. Kita bisa me-review pengeluaran kita selama ini. Susun daftar kebutuhan sesuai dengan skala prioritasnya. Singkirkan yang kita anggap bisa ditunda atau disubstitusi. Setelah melakukan ini, yang perlu kita lakukan adalah berdisiplin.

Siapkan Rekening Khusus

Sebaiknya dana darurat disimpan di rekening yang khusus. Jangan simpan di instrumen yang tidak likuid. Reksadana bisa jadi pilihan.

Bisa dicairkan sewaktu-waktu tanpa ada jatuh tempo seperti halnya deposito. Bahkan dengan menyimpannya di reksadana kita bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih besar ketimbang di tabungan biasa.

Jangan Menunda

Jangan menunda-nunda. Ingat, situasi krisis tak bisa diprediksi sampai kapan. Jadi, ya, lakukanlah sekarang juga.

(30)

Selain menerapkan protokol

kesehatan, sertifikasi CHSE menjadi jaminan ekstra agar kita terhindar dari paparan virus Corona.

Bersertifikat CHSE

jadi Lebih

Tenang

(31)

Banyak wisatawan mulai lebih berani menempuh perjalanan jauh guna menikmati liburan. Selain penyebaran virus Corona yang kian melandai, masifnya pemberian vaksin menjadi alasan lain bagi wisatawan berani mencoba beragam alternatif liburan yang sejak awal pandemi begitu dibatasi.

Kendati destinasi wisata kian terbuka dan membuat kita memiliki beragam pilihan, lebih bijak jika kita memilih destinasi wisata yang telah mengantongi sertifikasi CHSE.

Sertifikasi CHSE menjadi perlindungan ektra bagi kita yang ingin berlibur tanpa rasa khawatir terpapar virus.

CHSE merupakan akronim dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). Sertifikasi ini menjadi syarat yang ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia yang mencakup tempat wisata, hotel, restoran, toilet umum, bahkan penjualan oleh-oleh.

Berikut destinasi wisata yang telah mengantongi sertifikasi CHSE.

HUTAN PINUS

MANGUNAN-Bantul

Berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta, Hutan Pinus Mangunan dapat ditempuh sekitar satu jam. Hutan yang terletak di Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, ini merupakan destinasi wisata yang dicari para pencinta alam. Berada di bawah rimbunnya pohon pinus dengan udara yang sejuk membuat kita akan merasa lebih rileks.

Tidak sekadar menawarkan keindahan rimbunan pohon pinus, destinasi wisata ini memiliki taman bunga. Pengelola wisata ini juga telah melengkapi sejumlah spot foto yang instagramble. Sedikit menjauh dari hutan pinus, terdapat tujuan wisata yang tak kalah seru. Dikenal dengan nama Pantai Goa Cemara.

Pantai yang terletak di Sanden, Bantul, ini menjadi rumah bagi ratusan penyu hijau (green sea turtle) dan penyu lekang (oliver ridley sea). Dengan kemiringan yang landai dan banyakya pohon cemara, pantai Goa Cemara menjadi tempat favorit bertelurnya ratusan penyu. Bila berlibur bersama keluarga, sempatkan mendatangi Kids Fun. Magic Castle, Bumper Car, dan Flying Fox menjadi wahana yang paling diminati oleh anak-anak.

Gambar

DIAGRAM SISTEM  TERINTEGRASI MONITOR  PROSES PENGEBORAN DAN  MANAJEMEN DATA

Referensi

Dokumen terkait

1.20 enterpreneur academy and bazaar (p1) (HIMPUNAN MAHASISWA KEHUMASAN) Oktober, 1.21 epicentrum (research mindedness) (p1) (HIMPUNAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI) Januari,

”Sebagai manusia, untuk itu mari kita berusaha menjadi khalifah terbaik di hadapan Allah,” demikian diserukan Ustadz Rifhan Halili dalam ceramahnya pada pengajian

pantai dan fasilitas darat, hotel dan kapasitas kamar serta restoran dan ketersediaan kursi pada restoran yang ada sepanjang pantai Timur Pulau Bali digunakan sebagai parameter

Penegasan tersebut mengungkapkan bahwa pada saat seseorang berhadapan dengan korban virus Covid-19, ia telah terikat dengan sikap solider dengan mereka karena

Kanula khusus yang mengalirkan darah arteri langsung ke vena yang berdekatan. Kanula arteri dan vena dihubungan dengan konektor sehingga pada saat dialisa konektor

Foimasi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kominfo TA 2013, tersedia132 orang yang dibuka untuk umum termasuk3 (tiga) Formasi untuk Putera/i Daerah Papua dan 1 (satu) Formasi

Transpor sedimen yang bergerak menuju barat mengangkut sedimen pantai dari wilayah yang dilaluinya dan akan terendapkan ketika energi pengangkutnya berkurang sehingga

Peran fungsi aktivasi pada jaringan saraf tiruan adalah untuk mengaktifkan keluaran dari jaringan dan menentukan apakah sinyal dari input neuron akan diteruskan ke