1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Persaingan di dunia perdagangan saat ini terbilang sangat ketat. Apalagi dengan adanya globalisasi yang menyebabkan munculnya perdagangan bebas yang membuat dunia seolah tanpa batas. Banyak produsen barang dan jasa dari suatu negara yang bersaing dengan produsen negara lain untuk menarik minat konsumen di dalam perdagangan internasional persaingan usaha yang semakin ketat di era yang serba modern ini, yang akhirnya membuat perusahaan berlomba- lomba dalam memberikan pelayanan yang inovatif untuk menarik pembelian para konsumen dalam produknya.
Apabila perusahaan ingin memenangkan persaingan, maka perusahaan tersebut harus mampu menentukan strategi yang tepat. Hal yang harus dilakukan perusahaan tersebut adalah menggali ide-ide baru sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Dengan inovasi yang terus menerus perusahaan juga berupaya untuk menarik calon konsumen menjadi konsumen potensial dan pada akhirnya dapat menjadi pelanggan, karena kesuksesan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh konsumennya. Apabila konsumen merasa puas terhadap produk yang kita tawarkan, maka ia akan melakukan pembelian ulang, bahkan akan mereferensikan kepada orang lain untuk membeli produk kita.
Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in yang berdiri sejak 14 April 1984 merupakan salah satu warung makan yang terletak di JL. Arif Rahman Hakim Kp. Teleng Ds. Karang Baru Cikarang Utara. Warung makan ini menjual makanan siap saji. Harga yang ditawarkan oleh Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in juga terjangkau oleh konsumen dan variatif. Menu makanan dan minuman juga beragam, khususnya masakan bubur ayam kampung yang menjadi andalan mereka. Selain bubur ayam kampung, kebersihan juga diperhatikan oleh pemilik warung makan ini. Terdapat beberapa pilihan warung makan yang berada disekitar Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in, banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan konsumen untuk sampai pada
keputusan memilih warung makan tertentu. Pihak manajemen warung makan berusaha untuk memenuhi kriteria yang menjadi bahan pertimbangan konsumen, baik itu kualitas produk, harga, maupun lokasi, sehingga dapat memberikan kepuasan bagi konsumen agar minat beli ulang dapat tercipta. Jika hal tersebut diabaikan, maka akan terjadi kesenjangan antara keinginan (harapan) konsumen terhadap kualitas produk, harga serta lokasi yang ada diwarung makan, oleh karena itu berhasil tidaknya warung makan dalam berkomunikasi dengan para pelanggan tergantung pada kualitas produk yang terbaik, harga yang terjangkau dan lokasi yang mudah dijangkau pula.
Tabel 1.1 Daftar Pesaing Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in yang berada disekitar Jl. Arif Rahman Hakim Cikarang Utara
No Nama Pesaing Alamat
1 Saung Iga Gledek JL. Arif Rahman Hakim No. 50 Kp. Teleng Ds. Karang Baru Cikarang Utara
2 Warung Nasi Goreng Mas Kevin
JL. Arif Rahman Hakim No. 66 Kp. Teleng Ds. Karang Baru Cikarang Utara
3 Warung Makan Ko Acong JL. Arif Rahman Hakim No. 74 Kp. Teleng Ds. Karang Baru Cikarang Utara
Sumber: observasi awal peneliti
Berdasarkan tabel di atas terlihat adanya persaingan bisnis warung makan di sekitar Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in. Untuk mempertahankan agar pangsa pasar Warung Makan Bubur Ayam Kampung H.
Sai’in terus meningkat, pihak pengelola Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in harus menerapkan strategi yang tepat dalam menjalankan bisnis ini.
Pengelola harus mulai berfikir seperti konsumen, agar dapat mengetahui apa kebutuhan konsumen, sehingga konsumen akan terpuaskan oleh produknya.
Memuaskan kebutuhan konsumen dapat meningkatkan keunggulan dalam persaingan, Konsumen yang puas terhadap produk dan jasa pelayanan cenderung untuk membeli kembali produk dan menggunakan kembali jasa pada saat kebutuhan yang sama muncul kembali kemudian hari.
Pemilik mengatakan saat ini kondisi Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in mengalami penurunan pengunjung yaitu pada tahun 2020 awal disebabkan adanya pandemi covid-19. Adapun data kunjungan di Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1.2 Data Pengunjung Warung Makan Bubur Ayam Kampung H.
Sai’in Tahun 2020
Bulan Pengunjung
Januari 1500
Februari 1450
Maret 1100
April 1000
Mei 900
Juni 800
Juli 715
Agustus 650
September 550
Oktober 525
November 485
Desember 435
Jumlah 10.110
Sumber: Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in
Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa jumlah pengunjung periode bulan Januari - Desember 2020 mengalami penurunan. Hal ini harus di perhatikan oleh warung makan dengan menganalisa keluhan pelanggan seperti misalnya berinovasi pada produk makanan dan minuman. Menyadari peran penting konsumen dan pengaruh kepuasan konsumen terhadap keuntungan, warung makan berupaya mencari apa yang dapat meningkatkan konsumen. Hal ini juga didasari oleh Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in yang memberikan jasa makanan yang dituntut secara terus menerus untuk kian meningkatkan kualitas produk, harga, dan lokasi agar dapat meningkatkan minat beli ulang pelanggan.
Minat beli ulang merupakan suatu tingkatan dimana kebutuhan, keinginan dan harapan dari pelanggan dapat terpenuhi yang akan mengakibatkan terjadinya pembelian ulang atau kesetiaan yang berlanjut. Semakin terpenuhi harapan- harapan dari konsumen tentu konsumen akan semakin puas. Sebuah usaha harus mempunyai strategi-strategi dalam menjualkan makanannya, agar konsumen
dapat dipertahankan keberadaannya atau lebih ditingkatkan lagi jumlahnya. Jika konsumen merasa puas, maka ia akan melakukan pembelian secara berulang- ulang.
Minat beli ulang merupakan sesuatu yang berhubungan dengan rencana konsumen untuk membeli kembali produk tertentu, serta berapa banyak unit produk yang dibutuhkan pada periode tertentu. Perusahaan harus mempelajari keinginan, persepsi, preferensi, dan perilaku belanja konsumen sasaran mereka guna menerapkan strategi yang tepat guna menumbuhkan minat pembelian ulang terhadap kebutuhan konsumen.
Banyaknya faktor yang mempengaruhi minat beli ulang konsumen menurut Bei & Chiao (2001) Proses keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal yang sering disebut sebagai konsumen memberikan pengaruh yang signifikan. Psikologi konsumen seperti kualitas produk, kualitas pelayanan, harga, citra merek, promosi, lokasi yaitu menjadi faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Kualitas produk merupakan suatu profit strategy untuk menarik lebih banyak konsumen baru, mempertahankan konsumen yang ada, menghindari berpindahnya konsumen dan menciptakan keunggulan khusus. Perusahaan yang mengutamakan kualitas produk yang baik akan berdampak pada kepuasan pelanggan. Kualitas produk sebagai usaha untuk mewujudkan kepuasan terhadap konsumen agar konsumen merasa mempunyai nilai yang lebih dari yang diharapkan. Harapan konsumen merupakan faktor penting, kualitas produk yang lebih dekat untuk kepuasan konsumen akan memberikan harapan lebih dan sebaliknya. Dengan adanya kualitas produk yang telah diberikan, maka secara tidak langsung kepuasan konsumen akan terwujud.
Kualitas produk menggambarkan sejauh mana kemampuan produk tersebut dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Definisi dari kualitas produk mencerminkan kemampuan produk untuk menjalankan tugasnya yang mencakup daya tahan, kehandalan atau kemajuan, kekuatan, kemudahan dalam pengemasan dan reparasi produk dan ciri-ciri lainnya menurut Kotler dan Amstrong (2004).
Menurut Kotler dan Amstrong (2008), kualitas produk merupakan totalitas fitur dan karakteristik dari produk atau jasa yang berhubungan pada
kemampuannya dalam memuaskan konsumen, kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Definisi ini berfokus kepada konsumen dan bagaimana konsumen melihat suatu produk untuk memenuhi tujuan tertentu.
Tujuan kualitas produk yang diinginkan maka dibutuhkan suatu standarisasi kualitas. Cara ini dimaksudkan guna menjaga produk yang dihasilkan memenuhi standar yang sudah ditetapkan sehingga konsumen tidak merasa hilang kepercayaan terhadap produk tersebut (Kotler dan Amstrong, 2008).
Harga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli ulang konsumen, karena dengan adanya harga konsumen dapat memilih produk apa yang akan di beli dari suatu perusahaan. Harga juga menjadi ukuran terhadap besar kecilnya nilai kepuasan seseorang terhadap produk yang di belinya.
Seseorang akan berani membayar suatu produk dengan harga yang mahal apabila dia menilai kepuasan yang di harapkan terhadap produk yang akan di beli.
Dengan kepuasan konsumen terhadap produk yang di beli, dalam hal ini merupakan menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan terus mengembangkan produk dalam meningkatkan kepuasan konsumen yang lebih baik lagi.
Menurut Nitisusastro (2017) Harga adalah nilai barang yang ditentukan atau dirupakan atau sejumlah uang atau alat tukar lain yang senilai, yang harus dibayarkan untuk produk barang ataupun produk jasa pada waktu tertentu. Harga menjadi faktor penentu dalam suatu produk, dengan adanya harga konsumen akan menjadi lebih gampang memilih produk, karena harga menjadi faktor utama daya tarik para konsumen atas suatu produk, dengan adanya ketentuan harga maka konsumen akan lebih gampang mengambil keputusan untuk membeli produk yang di inginkannya.
Kotler dan Keller yang dialih bahasakan oleh Bob Sabran (2009), harga merupakan elemen dari bauran pemasaran yang dihasilkan berupa pendapatan, elemen lain menghasilkan biaya. Harga adalah elemen termudah dari sebuah program pemasaran untuk disesuaikan, fitur produk, saluran, dan bahkan komunikasi membutuhkan banyak waktu.
Faktor lokasi juga mempengaruhi sesorang dalam mengambil keputusan pembelian. memilih lokasi yang terletak dikeramaian atau mudah dijangkau oleh
calon konsumen dapat dijadikan sebagai salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh pemilik usaha. Sesorang maupun sekelompok orang cenderung memilih kedai kopi yang berlokasi dekat dengan aktivitasnya. Komponen yang menyangkut lokasi (Tjiptono, 2001 dalam Saputro, 2015) meliputi: pemilihan lokasi yang strategis (mudah dijangkau), di daerah sekitar pusat perbelanjaan, dekat pemukiman penduduk, aman dan nyaman bagi pelanggan, adanya fasilitas yang mendukung, seperti adanya lahan parkir, serta faktor-faktor yang lainnya.
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul : “Pengaruh Kualitas Produk, Harga Dan Lokasi Terhadap Minat Beli Ulang Pada Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in Cikarang Utara”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a. Apakah kualitas produk berpengaruh terhadap minat beli ulang pada Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in?
b. Apakah harga berpengaruh terhadap minat beli ulang pada Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in?
c. Apakah lokasi berpengaruh terhadap minat beli ulang pada Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in?
1.3 Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap minat beli ulang Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in.
b. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap minat beli ulang Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in.
c. Untuk mengetahui pengaruh lokasi terhadap minat beli ulang Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in.
1.4 Manfaat Penelitian
a. Bagi peneliti, diharapkan bisa menjadi tambahan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama duduk di bangku perkuliahan dan mampu diterapkan di dunia bisnis.
b. Bagi pembaca, untuk menambah informasi dan sumbangan pemikiran serta kajian dalam penelitian.
c. Bagi pemilik usaha, sebagai bahan masukan pada Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in dan memberikan perhatian dalam hal kualitas produk, harga dan lokasi sehingga akan berdampak pada minat beli ulang yang optimal.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang akan dilakukan peneliti berdasarkan pada aturan sistematika yang sudah dterapkan oleh Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pelita Bangsa (Surya Bintari, 2015).
1. Bab Pendahuluan, dimana pada bab ini menjelaskan latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat/kegunaan penelitian.
2. Bab 2 Tinjauan Pustaka, dimana pada bab ini menjelaskan tentang landasan teori mengenai pengertian Minat Beli Ulang dan indikatornya, pengertian Kualitas Produk dan indikatornya, pengertian Harga dan indikatornya, pengertian Lokasi dan indikatornya. Selanjutnya menjelaskan tentang penelitian terdahulu yang relevan dan hipotesis.
3. Bab 3 metodologi penelitian, dimana pada bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, kerangka konsep yang meliputi desain penelitian dan deskripsi operasional variabel penelitian, selanjutnya menjelaskan populasi dan sampel, metode pengumpulan data metode analisis data yang meliputi tahap pengolahan data kuantitatif dan tahap pengujianinstrumen penelitian.
4. Bab gambaran umum obyek penelitian, dimana pada bab ini, menjelaskan tentang obyek penelitian yang menjadi sejarang Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in, selanjutnya menjelaskan tentang konsumen Warung Makan Bubur Ayam Kampung H. Sai’in.
5. Bab hasil penelitian dan pembahasan, dimana pada bab ini menjelaskan tentang analisis data meliputi uji validitas, uji realibilitas, uji asumsi klasik uji regresi, dan uji hipotesis, dijelaskan pula interpretasi data/pembahasan.
6. Bab penutup, dimana pada bab ini menjelaskan kesimpulan dan saran bagi pihak-pihak terkait.