• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISTEM 'M.V. " 4 ' -V *.. \

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ISTEM 'M.V. " 4 ' -V *.. \"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

V mm ISTEM

*■.. •••

rm

\

'•■-V’

i

I

- *

'M

►.V.■■ ••;". 4

(2)

3^-.C>n * J

f PERANAN PSIKIATER DALAM MEMERIKSA TERSANGKA

SAKIT JIWA PADA TAHAP PENYIDIKAN (Studi Kasus di Poltabes Palembang)

SKRIPSI

■K

DiajukanSebagaiPersyaratan

UntukMenempuhUjian Saijana Hukum

Oleh:

LIDYAROTUASIMANJUNTAK 02013100005

UNIVERSITASSRIWIJAYA

FAKULTASHUKUM

INDERALAYA 2006

(3)

PERANAN PSIKIATER DALAM MEMERIKSA TERSANGKA SAKIT JIWA PADA TAHAP PENYIDIKAN

(Studi Kasus di Poltabes Palembang)

PERSETUJUAN SKRIPSI

: Lidya Rotua Simanjuntak : 02013100005

Program Study : Sistem Peradilan Pidana Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya

Nama Nim

Inderalaya, Juni 2006

Menyetujui

Pembimbing Utama Pembimbing Pembantu

Syatjflfrfddin Pettanasse. S.H. M.H Nip. 130 905 411

Elfira Taufani. S.Hr M.Hum

Nip. 131 789 515

(4)

TELAHDIUJI DANLULUSPADA HARI

TANGGAL : 11 Mei 2006 : Kamis

TIMPENGUJI

: H. M RasyidAriman, S.H., M.H 1. KETUA

2. SEKRETARIS : Dr. Fcbrian, S.H., M.S

3. ANGGOTA : 1. Muhammad Rasyid, S.K.,M.Hum

2. SyarifuddinPettanassc,S.H., M.H

Inderalaya, Mei 2006 Mengetahui

Dekan,

'r

(5)

Pencobaan-pencobaan yang kau alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidakmelebihi kekuatan manusia. SebabAllah setia dan karena itu la tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar sehingga kamudapatmenanggungnya.

(1 Korintus 10:13)

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau!Tidak untukselama-lamanyadibiarkanNya orangbenar itugoyah.

(Mazmur55 :23 )

Dengan penul) rinfo ban hasil) sayang, Supersembai)han kepaba :

TuhanyesusKjristus

^ "Rapak dan JAamaku, gang penuh kasih membimbingku, kasih

dapatterbalaskanolehku

Abang Hdo, Abang "Pdt Rerton Uutapea, Sth, Kakak Hbge terima karib telah menemaniku, Kakak&nngdankeponakankuAdriefTfufapea.

^ Trengkg L Tobing “tnmyr dirimuyanj tisu memtuaffadamaidansandarantafffa...semoya fa&sedr/u tersama dhn semoya fananya Tutan

memderfafifafr'

takkan

sepanjang masa mu

(6)

KATAPENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Yesus Kristus Allah Bapa Yang Maha Kuasa,karena kasihNyasehingga penulis dapatmenyelesaikan skripsi ini yang berjudul “PERANAN PSIKIATER DALAM MEMERIKSA TERSANGKA SAKIT JIWA PADA TAHAP PENYIDIKAN”. Adapun penulisan skripsi ini merupakan salah satu persyaratan wajib kurikulum bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikan dalam menempuh ujian saijana pada Fakultas Hukum UniversitasSriwijaya.

Penulismenyadari sepenuhnyabahwaskripsi ini masihjauh darisempurna. Hal ini disebabkan terbatasnya pengetahuan, pengalaman serta kemampuan yang penulis miliki danjuga terbatasnyaliterarur yang tersedia. Walaupun penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan dengan baik, akan tetapi didalam penulisan skripsi masihbanyak kekurangan. Oleh karena itu penulis menerima kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna pengembangan seperti yang dimaksud dalamskripsiini.

Dalam penyusunan dan penyelesaian skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan yang tak ternilai berupa sumbangan moril maupun materil dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang tidak terhinggakepada:

v

(7)

p

1. Bapak Rasyid Ariman, S.H., M.H. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.

2. Bapak Ruben Achmad, S.H., M.H. selaku Pembantu Dekan I Fakultas Hukum UniversitasSriwijaya.

3. BapakSyarifuddin Pettanase, S.H., M.H. selakuPembimbing Utamayang banyak memberikanmasukandanarahandalampenulisanskripsi ini.

4. IbuElfiraTaufani, S.H., M.Hum.selakuPembimbingPembantuyangselalusabar meluangkan waktunya untuk mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

5. IbuNashriana, S.H.,M.Hum. selaku PembimbingAkademik.

6. Seluruhstafdosendan karyawan/ti Fakultas HukumUniversitasSriwijaya.

7. Bapak Dr. H. Chairil Zaman, Msc, selaku Kepala Rumah Sakit Jiwa Daerah Pelembang.

8. Bapak Tjubianto, S.Pd, selaku Kepala Diklat & Litbang Rumah Sakit Jiwa Daerah Palembang

9. Dr. Hj. Latifah, Sp.Kj, selakupsikiaterRumahSakitJiwaDaerah Palembang.

10. Seluruhstafdankaryawan/ti Rumah SakitJiwaDaerah Palembang.

11. Bripka M. Haidir, S.H dan BripkaJoni Pajri, S.H yang telah banyak meluangkan waktuuntukwawancaradaninformasinya.

12. Sahabat-sahabatku Yulianti Sri Handayani Sitorus “Maafkan aku karena tak bisa menepati janjiku, you’re my best friend”, Tetty Rumondang Banjamahor, Rizka Oktavia, S.H, Megawaty Haloho, S.H, F.X. Rajin Mangontang, S.H,

vi

(8)

Itoku Astra Simanjuntak ”Citeng” yang selalu rusuh dan Mercyus Xaverius

“I WiilMissYou’ll!”.

Gultom

13.AnggotaGMKICabang Palembang Ut Omncs Unum Sintw

14. Seluruh rekanAngkatan 2001 FakultasHukumUniversitasSriwijaya.

KiranyasemogaTuhanmemberkati kaliansemuanya,Amin.

Inderalaya,Juni 2006

Penulis

( LidyaRotuaSimanjuntak)

Vll

(9)

DAFTARISI

Halaman

i HALAMANJUDUL

ii HALAMAN PERSETUJUAN

HALAMAN PENGESAHAN iii

HALAMANMOTTO DAN PERSEMBAHAN iv

KATA PENGANTAR v

DAFTAR ISI viii

BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang.

Permasalahandan RuangL ngkiy^l^ * 3-1 ^ ---

- n

n f\

.1 B.

1. Permasalahan...

2. RuangLingkup...

C. Tujuan danKegunaan Penulisan

L Tujuan Penulisan...

2. Kegunaan Penulisan...

D. Metodologi Penelitian

L Bentuk Penelitian...

2. Lokasi Penelitian...

3. Jenisdan SumberData...

4. Penentuan Populasi dan Sampel...

5. Teknik PengumpulanData...

6. Teknik AnalisisDatadanPenyajian Data

7 7

7 8

8 8 9 10 10 11

VIII

I

(10)

BABU TINJAUAN PUSTAKA

A. BatasanKonsep-konsep DasarPsikiatri...

B. PeranPsikiaterPadaProsesPidana

1. PsikiaterKehakiman...

2. PosisiPsikiater(DokterAhliJiwa)...

3. LingkupKegiatanPsikiatriForensik...

4. Kondisi Sehatdan Sakit...

5. HakikatPerkembangan GangguanJiwa..

6. RelevansiKejahatandan GangguanJiwa C. Penyidikan...

D. PemeriksaanPenyidikTerhadap TersangkaPenderitaGangguanJiwa 1. TersangkaPenderitaSakitJiwa

2. Penentuan KemampuanBertanggungjawabMenurutHukumPidana terhadapTersangkaPenderitaSakitJiwa

E. KeteranganPsikiaterdi Sidang Pengadilan..

12

13 17 19 20 20 21 28

32

34 38

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Peranan PsikiaterdalamMemeriksaTersangkayangDidugaSakitJiwa 1. Peranan PsikiatersecaraNormatif...

2. Peranan secaraFaktual...

3. Peranan Ideal...

4. ProsedurPermohonan VisumetRepertum Psikiatrik

41 46 56 61

B. Kebijakan PenyidikterhadapTersangka yang

MenderitaSakitJiwadalam Praktik... 63

IX

(11)

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan 74 B. Saran 75

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

x

(12)

BABI PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Perilaku merupakan titik sentral bagi seseorang dalam bersikap tindak.

Perkembanganperilaku(tingkahlakunya) tersebutdipengaruhiolehpembawaanyang terdapat dalam jiwa (psikis) dan fisiknya, serta lingkungan dimana ia hidup, yang akhirnya dapat mempengaruhi kecenderungan dan kemampuannyauntuk melakukan perilakuyangkriminal(kejahatan).

Secarapsikologisjugadikatakanbahwa kejahatanmerupakanperbuatantidak normal (abnormal), yangjika dilihat dari sudut pelaku, maka penampilan perilaku yangabnormaltersebutdapatterjadi karenabeberapafaktorkemungkinan, yaitu:

1.Faktorpsikopatologis,yaituyangdilakukanoleh :l a. Orangyangmenderitasakitjiwa

b. Orangyangtidaksampai sakitjiwa,tetapiterdapatkelainan-kelainankejiwaan karenakondisiI.Q ataulainnya.

2.Faktorkegiatanjiwayangwajar

3.Faktorsosial yangmempengaruhi individuataukelompokhingga mengalami kesulitankejiwaan.

Ninik Widiyanti, dan Yulius Waskita, 1987, Kejahatan dalam Masyarakat dan Pencegahannya Bina Aksara, Jakarta. Hal. 106.

1

l

(13)

2

SedangkanmenurutSumitrobahwa:.2

“ Seseorang dapat melakukan tindak pidana yaitu orang-orang yang dilanda frustasi yang timbul sebagai akibat adanya regresi emosional yang memuncak kearahnegatifmaupunsikapkompensasipenyesalansemuaatas suatumasalah yangbersikap negatif.“

Maka dapat dikatakan bahwa kejahatan bisa pula dilakukan oleh individu yang mengalami gangguan dalam struktur kepribadiannya, yang bisa terjadi karena kondisinyasejak lahir ataukarenagangguan-gangguan yang timbul karena kesulitan yangdihadapidalampergaulan sosialnya.

o

EdwinH. SutherlanddalamaliranPsychiatricmenyebutkanbahwa:

“ Gejala-gejala psikologi sebagai unsur penting dalam hubungannya dengan tingkah laku manusia dan karena itu merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkandenganmasalah kejahatan.”

Sudah menjadi asas hukum pidana bahwa seseorang yang dijatuhi hukuman tergantungdari duahal yaitu :4

a. Adanyaperbuatanyangbertentangandenganhukum atauadanyaperbuatan melawanhukum.

b.Adanyapelakuyangbertanggungjawab atasperbuatanmelawanhukum itu.

2 Djoko Prakoso, 1987, Kedudukan Justisiabel didalam KUHAP, Ghalia Indonesia, Jakarta, hal. 117.

3 Gcrson W Bawengan, 1977, Pengantar Psychology Kriminal, Pradya Paramita, Jakarta, hal. 35.

4 Osman Simanjuntak, 1997, Teknik Perumusan Perbuatan Pidana dan Asas-asas Umum Hukum Pidana, Kejaksaan Tinngi, Jakarta, hal. 168.

i

(14)

3

sakit tidak dapat jiwanya

Pada dasarnya orang-orang yang

dipertanggungjawabkanperbuatannya yangdiaturdalam Pasal44KUHP yaitu . 1. Barang siapa melakukan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan

padanya disebabkan karenajiwanya cacat dalam tubuhnya (gebrekkige ontwikkeling) atau terganggu karena penyakit (ziekellijkestoring), tidak dipidana

2. Jika ternyata bahwa perbuatan tidak dapat dipertanggungjawabkan padanya disebabkan karena jiwanya cacat dalam tubuhnya atau terganggu karena penyakit, maka hakim dapat memerintahkan supaya orang itu dimasukkan ke dalam rumah sakit, paling lama satu tahun sebagai percobaan.

Untuk memebuktikan hal tersebut maka tugas penyidik dalam mencari dan menemukan kebenaran materil (kebenaran yang selengkap-lengkapnya melalui proses pemeriksaan pada tersangka) keadaanya akan menjadi lain apabila ternyata tersangkatersebut mempunyai keluhan-keluhan psikis (kejiwaan) sehingga penyidik menjadi sulit untuk mengungkapkan segala masalah yang menyangkut perbuatan yangtelahdilakukanolehtersangka.

Sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat (1) huruf h KUHAP bahwa karena kewajibannya penyidik berwenang mendatangkan seorang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara. Pengertian keterangan ahli berdasarkan Pasal 1 butir28 KUHAP adalahketerangan yangdiberikanseorangyang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu

1

(15)

4

perkara pidana guna kepentingan pemeriksaa. Selain itu keterangan yang diberikan oleh ahli tersebut oleh penyidik dianggap sebagai alat bukti yang sah untuk melanjutkan kepengadilan.

Jika harus menunggu hakim meminta keterangan ahli, mungkin akan terlaksana beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian sesuai lamanya proses persidangan. Sedangkan yang perlu dinilai adalah keadaan jiwa pelaku / tersangka sewaktu ia melakukan perbuatannya (tindak pidana) dan bukan beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian. Penyidik dapat dalam waktu singkat menyerahkan tersangka kepada psikiater untuk diobservasi sewaktu kejadiannya masih baru dan segar.

Psikiater menyelidiki bagaimana jiwa si pelaku / tersangka pada saat perbuatan itudilakukan. Selainitujugamemberikan gambaranbagaimana watakdan keperibadian seorang tersangka itu, serta mengetahui proses-proses psikis pada umumnya apakah jiwa juga bersalah dalam arti undang-undang sehingga dapat ditentukan teknik-teknik pendekatan yang cocok untuk keberhasilan dalam

pemeriksaanyangberlangsungsecaramanusiawi.

Sedangkanpsikologiadalah :3

Ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannyadenganlingkungannya.44

Dengan mempelajari tingkah laku manusia kita dapat mengenal seseorang dari perbuatannyayaitutingkahlakuyangsegeradapatdilihatolehoranglain..

5 Sarlito Wirawan, 1982, Pengantar Psikologi, Bulan Bintang, Jakarta, hal. 10.

proses

(16)

5

Peran psikiateradalah menentukan sebab-sebabnyapenyakit dan penyakit itu harussedemikanrupa akibatnyahingga dianggap itdakdapatdipertanggungjawabkan padanya, terlihat sistem yang biasa dipakai pada Pasal 44 KUHP yaitu “ Sistem Deskriptif- Normatif Deskriptifkarena psikiatermenggambarkan keadaan jiwa si pembuat menurut apa adanya. Sedangkan Normatif karena hakimlah yang menilai berdasarkan pemeriksaan tadi apakah penyakit yang ada itu berpengaruh sedemikian besarnya, hinggaperbuatantidakdapatdipertanggungjawabkankepadanya.6

Baik psikiater maupun penyidik, walaupun keduanya menghadapi dan menaggulangi tingkah laku manusia, tetapi masing-masing memiliki keilmuan yang berbeda. Penyidikdengaterapanilmu hukum lebihbanyakmenghadapikontrolsosial tingkah laku, serta cenderung untuk melihat setiap penjahat sebagai seorang normal danbersamaandenganitu sebgaiseorangyangimmoral pula.7

Sebaliknya psikiater sebagai dokter ahli jiwa berperan untuk mencari tenaga dan daya yang mengakibatkan perubahan, penyimpangan atau deviasi tingkah laku serta berusaha bagaimana caranya untuk mengalihkan lalu mengubahnya menuju hubungan antar pribadi yangjelas, tenang dan baik kepada tujuan-tujuan yang lebih konstruktifdanterisolasi.

Untuk menghindarkan perbedaan-perbedaan tersebut, penyidik dan psikiater seharusnya bekerja sama untuk saling mengerti. Bagaimanapun ilmujiwa berfungsi

6 Moeljatno, 2000, Asas - asas Hukum Pidana, Rineka Cipta, Jakarta, hal. 167.

7 Roeslan Saleh, 1988, Dari Lembaran Kepustakaan Hukum Pidana, Sinar Grafika, Jakarta, hal. 135.

(17)

6

untuk melihat latar belakang tingkah laku dan perbuatan seseorang yang diperiksa, dan hukum itu sendiri juga merupakan merupakan perilaku dipandang dari segi standar tertentu bagi pelaku itu sendiri. Itulah sebabnya ilmu kejiwaan dapat diterapkandalamsuatutindakpidanaterutamadalamhal penyelidikan.

Demi kelancaran penyidikan, peranan psikiater sangat membantu penyidik dalam memberi keterangan yang benar menurut ilmu yang dikuasai. Melalui pengetahuannya akan dapat dikemukakan fakta-fakta, membuat diagnosa tentang keadaan seseorang yaitu tersangka yang telah melanggar hukum. Psikiater kemudian mengambil kesimpulan dan menyatakan penderitanya apakah tersangka tersebut benar-benar menderita sakit jiwa pada saat melakukan perbuatan pidana dan bagaimana tindakan atau kebijakan penyidik selanjutnya terhadap tersangka yang menderita sakit jiwa tersebut menurut hukum pidana. Penulis berpendapat tidaklah adil seseorang penderita gangguan jiwa dianggap telah melakukan perbuatan melawanhukum, karenasakitjiwaatau kegilaan itu sendiri sudah merupakancobaan yangcukupberatbaginya.

Berdasarkan latar belakang tersebut yang menitik beratkan pada peranan psikiater dalam memeriksa pelaku / tersangka sakitjiwa dan menentukan kebijakan polisi penyidik selanjutnya terhadap tersangka tersebut, maka penulis mengambil judul penelitian skripsi mengenai a PERANAN PSIKIATER DALAM MEMERIKSA TERSANGKA SAKIT JIWA PADA TAHAP PENYIDIKAN (Studi Kasusdi POLTABESPalembang).

1

(18)

7

B. Permasalahandan RuangLingkup 1. Permasalahan

Berdasarkan uraian latar belakang, maka permasalahan yang akan dikemukakandalampenulisanskripsi iniadalah:

l. Bagaimanakah peran psikiater dalam memeriksatersangka yang sakit jiwa padatahappenyidikan.

2. Bagaimanakahkebijakan penyidikterhadaptersangkayang menderitasakit

jiwa.

2. RuangLingkup

Adapun ruang lingkup penelitian ini adalah membahas peranan psikiater dalam memeriksa tersangka sakit jiwa pada tahap penyidikan dan apa tindakan penyidikselanjutnyamenuruthukum pidana.

C.Tujuandan Kegunaan Penulisan 1. Tujuan Penulisan

Tujuandari penulisanini adalah:

1. Untukmengetahuiperanan psikiaterdalammemeriksatersangkasakitjiwapada prosespenyidikan.

2. Untuk mengetahui penentuankebijakanatau tindakanpenyidikterhadap tersangka yangmenderitasakitjiwa.

(19)

8

2. Kegunaan Penulisan Kegunaanpenulisaniniadalah :

a. Secara teoritis adalah sebagai bahan sumbangan pemikiran bagi aparat penegak hukumgunapengembangandi bidangilmu hukumpidana,

b. Secarapraktis penulisan ini bergunasebagai bahan masukan bagi penyidik untuk mengungkapkan secaraobjektiftentangkenyataan yang terjadi dalam memeriksa

!:

tersangkayangsakitjiwa padatahappenyidikan.

D. Metodologi Penelitian 1. Bentuk Penelitian

Bentukpenelitianinimenggunakan metodependekatannormatifempiris yaitu mengungkapkan ketentuan hukum dalam undang-undang dan didukung oleh data-datasebagai bahanpenunjangdi lokasi penelitian.

2. Lokasi Penelitian

Lokasipenelitian beradadi 2 tempat, yaitu : 1. POLTABES Palembang

2. Rumah SakitJiwa Palembang

3. Jenis danSumber Data a. JenisData

Jenisdatayangdigunakandalampenelitian iniadalah :

(20)

9

1. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung melalui kepadanarasumberdenganmengajukanpertanyaan-pertanyaan.

2. Datasekunder,yaitudatayangdiperolehdari bahankepustakaan.

wawancara

b. SumberData

Sumberdatayangdigunakandalampenelitian ini adalah : 1. DataPrimer

Data yang diperoleh langsung dari hasil penelitian di lapangan dengan mengadakan wawancara langsung terhadap psikiater di Rumah Sakit Jiwa Palembang dan aparat penegak hukum yaitu polisi penyidik di wilayahhukum POLTABESPalembang.

2. DataSekunder

Datayangdiperolehdari bahankepustakaan yangterdiri:

a) Bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang mempunyai kekuatanhukum mengikatantaralain :

1) KitabUndang-UndangHukumPidana(KUHP)

2) KitabUndang-Undang HukumAcaraPidana(KUHAP)

3) Undang-UndangNomor3 Tahun 1966 tentangKesehatan Jiwa b) Bahan hukum sekunderyaitu bahan hukum yang dapat membantu

dalam menganalisa serta memahami bahan hukum primer berupa peraturan pelaksana dan keputusan hakim yang berkaitan dengan penelitian.

(21)

10

c) Bahan hukum tersier berupa bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan sekunder, yang terdiri dari literatur-literatur dan keterangan media massa sebagai pelengkap.

4. Penentuan PopulasidanSampel

1. Dalam menentukan sampel, penulis menggunakan metode purposive sampling yaitu suatu metode pengambilan sampel berdasarkan pertimbanganmaksuddantujuan penulisan

2. Respondenyangdijadikansampel adalahsebagai berikut:

1) Psikiater Rumah Sakit Jiwa Palembang adapun psikiater disini bernama Dr. Hj. Latifah, Sp.KJ

2) Polisisebagai penyidiksebanyakduaorang.

5.TeknikPengumpulan Data

Sebagai upaya pengumpulan data yang diperlukan maka dalam penulisan skripsiinidilakukandengantiga cara,yaitu :

1) StudiKepustakaan

2) Wawancaradengan menggunakandaftarpertanyaanterbuka 3) Observasi

1

(22)

li

6. TeknikAnalisis Data dan Penyajian Data

Terhadap bahan hukum yang telah terkumpul, dilakukan sistemasi berdasarkan kegunaannyadan dilakukan analisis dalam rangkamenjelaskan atau menguraikan jawaban terhadap permasalahan-permasalahan dalam skripsi ini. Analisis tersebut dilaksanakan secara kulitatif. Hasil penelitian inikemudiandisajikandalambentukskripsi.

(23)

J

76

DAFfARPUSTAKA

Bawengan, G Werson. 1977, Pengantar Psychologi Kriminal, Pradnya Paramita, Jakarta.

Darmabrata, Wahjadi dan Adi Wibowo Nurhidayat, 2003, Psikiatri Forensik; Buku KedokteranEGC,Jakarta.

Hamzah,Andi, 1993,HukumAcaraPidanaIndonesia, SinarGrafika,Jakarta.

Kartono,Kartini, 1981,PatologiSosial, RajawaliPers,Jakarta.

Moeljatno, 2000,Asas-asasHukumPidana, RinekaCipta,Jakarta.

Prakoso, Djoko, 1987, Kedudukan Justisiabel di dalam KUHAP, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Prakoso, Djoko dan Agus Ismunarso, 1987, Hak Asasi Tersangka dan Peranan PsikologidalamKonteksKUHAP, BinaAksara,Jakarta.

Prodjohamidjojo, Martiman, 1982, Kedudukan Tersangka dan Terdakwa dalam Pemeriksaan, GhaliaIndonesia,Jakarta.

Saanin,Hasan Basri, 1983,Psikiaterdan Pengadilan, GhaliaIndonesia, Jakarta.

Sabuan,Ansorie, 1990,HukumAcaraPidanaIndonesia, Angkasa, Bandung.

Saleh, Roeslan, 1988, Dari Lembaran Kepustakaan Hukum Pidana, Sinar Grafika, Jakarta. -

-, 1983, Perbuatan Pidana dan Pertanggungjawaban Pidana, Aksara Baru, Jakarta.

Simanjuntak, Osman, 1977, Teknik Perumusan Perbuatan Pidana dan Asas-asas UmumHukumPidana, KejaksaanTinggi,Jakarta.

Soedjono,D, 1981,Pertanggungjawaban dalamHukum Pidana,Alumni, Bandung.

Soekanto, Soeijono, 1982, Beberapa Teori Sosiologi tentang Struktur Masyarakat, RajaGrafindoPersada,Jakarta.

(24)

!

77

Soekanto, Soerjono, 1983, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, RajawaliPers,Jakarta.

Widiyanti, Ninik dan Yulius Waskita, 1967, Kejahatan dalam Masyarakat dan Pencegahannya, BinaAksara,Jakarta.

Wirawan,Sarlito, 1982,PengantarPsikologi, BulanBintang,Jakarta.

Dr. Hj. Latifah, SpKj, Wawancara, Psikiater Rumah SakitJiwa Daerah Palembang, tanggal06 Maret2006.

i

Bripka M. Haidir, S.H dan Bripka Joni Pajri, S.H, Wawancara, Poltabes Palembang, tanggal07 Februari2006.

KitabUndang-undangHukumAcaraPidana

Undang-undangNomor3Tahun 1966tentangKesehatanJiwa.

Referensi

Dokumen terkait

Jenis data penelitian adalah data sekunder yang diperoleh dari Kantor Catatan Sipil, melalui dokumentasi, metode analisis dan pengembangan sistem yang digunkan adalah metode

Peta nilai percepatan maksimum tanpa melibatkan faktor geologi wilayah Kabupaten Sorong dan Kota Sorong Probability of exeedance 2% pada gambar 3 menunjukkan

Adapun hambatan-hambatan yang ditemui oleh Reserse Kriminal Polres Tulang Bawang dalam mengungkap tindak pidana pembunuhan : dapat ditinjau dari faktor subtansi

menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata terhadap persentase eksplan yang bebas dari bakteri pada tingkat kontaminasi ringan dan sedang.. Kedua klon tersebut menunjukkan persentase

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah memiliki 8 komponen yaitu identitas, indikator, tujuan pembelajaran, materi rencana kegiatan guru yang berupa skenario

penelitian dengan judul “ Pengaruh Metode Resitasi dengan Dibantu Lembar Kerja Peserta Didik Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP PAB 2 Helvetia Medan

Pendapatan suami per bulan (SK Gubernur Jateng 561.4/69/2010) Jumlah pendapatan dari berbagai sumber selama 1 bulan dihitung dalam rupiah (Rp.) Menggunakan kuesioner

Sehingga sebenarnya dalam setiap kegiatan komunikasi kita dengan orang lain selalu mengandung potensi Komunikasi Lintas Budaya atau antar budaya, karena kita akan selalu berada