UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAERAH
DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA, BERNEGARA DAN MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL
Ir. H. INDRA CATRI, MSP
Diskusi Panel BS. Sistem Manajemen Nasional ( SISMENAS ) Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia
Partisipasi Politik Masyarakat
Sinergitas Pemerintah, Swasta, Masyarakat Pelaksanaan Urusan Pemerintahan
Pokok Permasalahan Latar Belakang
Gambaran Umum Kabupaten Agam
OUTLINE PAPARAN
Gambaran Umum Kabupaten Agam
Luas: 2.230,3 Km2 Administratif :
• 16 Kecamatan
• 82 Nagari
• 467 Jorong
Ketinggian : 2 – 1.031 mdpl Gunung : 2 buah
Danau : 1 buah
Pertanian : 803,89 Km2 (36,01%) Laut : 712,54 Km2 (31,92 %)
Hutan : 715,87 (32,07%) Penduduk : 526.841 Jiwa
(dukcapil) Pekerjaan :
• Pertanian (45.60%)
• Industri & Pariwisata (17.30%)
• Perdagangan (19.83%)
• Jasa (11.72%)
• Lainnya (5.55%)
Sektor Pertanian, Luas Baku Sawah 28.819 Ha
Sektor Perkebunan di Wilayah Barat
Sektor Pariwisata
Sektor Perikanan & Kelautan
Sektor Mineral & Tambang
(potensi 16 jenis tambang)
Areal Hutan 85.883,40 Ha
(38,51%) Luas Wilayah
► Posisi strategis wilayah dalam
pengembangan wilayah (barat & timur)
► Posisi wilayah rentan resiko bencana
► Ketergantungan pangan yang berbanding lurus dengan peradaban, kecerdasan
sosial dan kesholehan masyarakat”
► Modal sosial budaya, kepedulian terhadap kemajuan nagari
► Potensi sumberdaya alam yang belum termanfaatkan secara optimal
► Common knowledge yang tinggi dibidang pertanian & pengolahan hasilnya
► Ekonomi: sbg lumbung pangan, sentra industri kreatif & destinasi wisata
► Sosial Budaya : kearifan lokal yang melembaga
► Keterpaduan potensi ekonomi dan sosial budaya berbasis partisipasi masyarakat
► Sumber penerimaan daerah dari dana perimbangan, 60%nya belanja aparatur
► Ekonomi (beras) subsiten, rendahnya inovasi pertanian dan lemahnya pemahaman
tentang diversifikasi pangan, gizi seimbang
& aman
► Rendahnya kualitas pelayanan
kebencanaan
PASSION
KABUPATEN
AGAM
POKOK Bagaimana upaya pelaksanaan urusan
pemerintahan dalam pembangunan untuk mencapai tujuan nasional
Bagaimana upaya peningkatan sinergitas
pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk meningkatkan Pertumbuhan ekonomi
Bagaimana upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam Penyelenggaraan pesta demokrasi
PERMASALAHAN 1
2
3
Tataran
Filosofis
1. Untuk menciptakan “Law &
Order” (ketentraman dan ketertiban)
2. Menciptakan “Welfare”
(kesejahteraan)
1. Efektivitas Penyelenggaraan Pelayanan
2. Menciptakan Kesejahteraan secara Demokratis
Kenapa perlu ada Pemerintah?
Kenapa perlu ada
Pemerintah Daerah?
KEBIJAKAN
DESENTRALISASI
UU 5/ 1974 Ttg Pokok-Pokok Pemerintahan
di Daerah (Sentralistik)
UU 22/ 1999 Pemerintahan Ttg
Daerah (Otonomi
seluas- luasnya)
UU 32/ 2004 Pemerintahan Ttg
Daerah (Otonomi
luwes/
terbatas)
UU 23/ 2014 Pemerintahan Ttg
Daerah (Otonomi
terbatas)
UU 2/ 2015 perubahan Ttg UU 23/ 2014 (Terkait fungsi
kewenangan DPRD)
UU 23/ 2014 :
Mendorong efesiensi dan efektifitas
penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
U R U S A N P E M E R I N T A H A N
ABSOLUT
1. Pertahanan 2. Keamanan 3. Agama
4. Yustisi
5. Politik Luar Negeri 6. Moneter & Fiskal
Nasional
PELAKSANAAN URUSAN PEMERINTAHAN
URUSAN
PEMERINTAHAN UMUM
Kewenangan Presiden sebagai kepala
pemerintahan
Pusat Provinsi Kab/Kota
Otonomi Daerah
Urusan Pilihan (8 Urusan)
1. Dasar (6 Urusan)
2. Non-Dasar (18 Urusan) Urusan Wajib
KONKUREN
Diserahkan ke Daerah sebagai dasar
Prinsip :
Akuntabilitas Efesiensi
Eksternalitas Kepentingan Strategis Nasional
Kriteria :
1. Berlokasi dalam daerah
2. Penggunaannya dalam daerah 3. Manfaat dan dampak dalam
daerah
4. Sumberdaya yang lebih
efisien dilakukan oleh daerah
Penyelenggaraan Urusan Konkuren
1
2
3
4
1. Kewenangan Daerah
(Pasal 282 ayat 1)
Didanai dari dan atas beban APBD
2. Kewenangan
Pemerintah Pusat di daerah
(Pasal 282 ayat 2) Penyelenggaraan
Urusan
Pemerintahan : &
Kelautan dan Perikanan Pariwisata
Pertanian
Kehutanan
Energi dan Sumber Daya Mineral
Perdagangan Perindustrian Transmigrasi
URUSAN PILIHAN
1 2
3
4
5
6
7
8
RPJMD
2016-2021
Meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui
pertumbuhan ekonomi yang
berkualitas, berkelanjutan dan
berkeadilan
Meningkatnya kinerja makro ekonomi daerah dan kemerataan
pendapatan masyarakat
Meningkatnya
ketersediaan bahan pangan
Meningkatnya
diversifikasi pangan
MISI 4
Sasaran 1
Sasaran 2
Sasaran 3
SEKTOR PERTANIAN
Tumbuh baik pada tahun 2016 sebesar
8,4 %
Berkontribusi sebesar 26,78 % terhadap ekonomi Daerah.
Kabupaten Agam berkontribusi 11,46 %
terhadap PDRB Sektor Pertanian Provinsi Sumatera
Barat Jenis
komoditi yang sangat
beragam Menyerap 44,5 %
tenaga kerja Kab. Agam sebagai
kawasan sentra produksi tanaman pangan di Sumatera
Barat
Posisi Strategis Sektor Pertanian
PEMBANGUNAN KABUPATEN AGAM
GRAND DESAIN
7 INOVASI CERDAS
- Gerakan Agam Menyemai - Gerakan Thaharah Masjid - Gerakan Ikhlas Berzakat - Festival Ramadhan
- JAMKESDA Mandiri
- Gerakan Magrib Mengaji
- Penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran
- Pembangunan berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana
- Pembangunan berbasis kewilayahan dan pemberdayaan masyarakat - Pengembangan pariwisata unggulan
- Pembangunan dan pemerataan infrastruktur - Memperkuat pemahaman ABS-SBK
- Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi - Pembangunan Sumber Daya Manusia
- Penguatan ekonomi rakyat
PEMBANGUNAN DAERAH PRIORITAS
9
- Gelora Palembayan - Save Maninjau
- Gerakan Nagari Madani
- Pengembangan Kawasan dan Komiditi
PROGRAM
STRATEGIS DAERAH
- 7 Inovasi Cerdas - Gerakan WC Bersih
514.80 562.44
697.46 765.70 832.48
889.17
1,107.76 1,078.04
22.95 37.89 41.57 49.95 79.42 90.20 102.60 163.19 79.07 163.38 139.91 189.77 220.02 295.85
139.39 137.91 -
200.00 400.00 600.00 800.00 1,000.00 1,200.00
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
D. Perimbangan PAD Lain- Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
471.17
562.24 617.89 661.00 719.02
835.99 901.43
800.60
123.43
209.85 214.84
346.51 376.87 410.93 453.43
597.81
- 100.00 200.00 300.00 400.00 500.00 600.00 700.00 800.00 900.00 1,000.00
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018
BTL BL
Pertanian, Kehutanan,
dan Perikanan
Industri Pengolaha
n
Perdagang an Besar
dan Eceran;
Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor
Konstruksi
Transporta si dan Pergudang
an
Informasi dan
Komunikas i
Jasa Pendidikan
2012 28.48 13.54 18.51 6.61 5.77 5.21 3.84
2013 27.87 13.47 18.69 6.73 6.00 5.43 3.93
2014 27.69 13.34 18.70 6.85 6.11 5.59 3.94
2015* 27.40 13.04 18.80 6.95 6.28 5.75 4.00
2016** 26.78 12.76 18.76 7.14 6.55 5.98 4.16
5.00 -
10.00
15.00
20.00
25.00
30.00
Capaian Indikator Ekonomi Kabupaten Agam Tahun 2010-2016
6.18 6.15 5.91
5.51
5.4
2.16 2.27 2.39 2.50 2.61
0.31 0.27 0.29 0.36 0.29 0.28
3.71 5.46 5.56
6.09
4.23 4.23
8.43 7.68
7.02
7.58 7.83 7.59
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
2012 2013 2014 2015 2016 2017
Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) PDRB per Kapita *10juta Gini Rasio Pengangguran Terbuka (%) Penduduk Miskin (%)
Capaian Indikator Ekonomi Kabupaten Agam Tahun 2010-2016
6.18 6.15 5.91
5.51
5.4
2.16 2.27 2.39 2.50 2.61
0.31 0.27 0.29 0.36 0.29 0.28
3.71 5.46 5.56
6.09
4.23 4.23
8.43 7.68
7.02
7.58 7.83 7.59
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
2012 2013 2014 2015 2016 2017
Laju Pertumbuhan Ekonomi (%) PDRB per Kapita *10juta Gini Rasio Pengangguran Terbuka (%) Penduduk Miskin (%)
Perkembangan IPM Kabupaten Agam 2010-2016
SINERGITAS PEMERINTAH, SWASTA DAN MASYARAKAT
Sumber :https://www.slideshare.net/DadangSolihin/sinergitas-perencanaan-pembangunan-daerah
NILAI PARTISIPASI MASYARAKAT
NILAI INVESTASI
Skenario IV Rumah Gadang
Katirisan
Skenario III Agam Sansai
Skenario I Padi Masak
Jaguang Maupiah, Mamak Disambah
Urang Banyak
Skenario II Mamak Batuah, Kamanakan Basiarak
dan baserak
Partisipasi Masyarakat
Rendah
Partisipasi Masyarakat
tinggi
Kelembagaan Lemah
Kelembagaan Tinggi
Pedagang Regional
Pemain Lokal
Pemenang Regional
Tempat Berlindung yang Aman
PDRB Rendah
PDRB Tinggi
Neraca Perdagangan Rendah
Neraca Perdagangan Tinggi
Y = C+I+G+X-M Y = C+S+G+X-M
Y : Regional Income
C : Regional Consumption I : Regional Investment G : Covernment Expenditure S : Regional Savings
X : Regional Exports M : Regional Import
PARTISIPASI
POLITIK MASYARAKAT
Rendahnya partisipasi masyarakat
Masyarakat belum maksimal dalam memanfaatkan momentum pilkada sebagai ajang merealisasikan kedaulatannya
Rendahnya trust terhadap pemerintah
Partai politik belum menjalankan fungsi pendidikan politik masyarakat
Aksesibilitas dan informasi terbatas
Kinerja aparat penyelenggara pemilu belum optimal
PILEG
(2014)
Tingkat Partisipasi
67,23 %
PILPRES PILKADA PILWANA
Tingkat Partisipasi
64,08 %
Tingkat Partisipasi
54,57%
(2014)
(2015)
Secara e-voting
2017
Tingkat partisipasi