42 BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1. Deskripsi Responden
Deskripsi responden ini merupakan suatu proses mendeskripsikan para responden berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan. Pada penelitian didapat sebanyak 81 responden dimana hasil ini diketahui dari jumlah hasil penyebaran kuesioner.
Tabel 5.1 Penyebaran kuisioner
Keterangan Jumlah
Kuesioner yang disebar 100
Kuesioner yang kembali 81
Kuesioner rusak/tidak lengkap -
Jumlah responden 100
Sumber: Data primer yang diolah, 2020
Pada perhitungan sampel telah ditetapkan sebanyak 100 sampel penelitian untuk itu dalam penelitian ini dilakukan penyebaran sebanyak 100 kuesioner.
Penyebaran kuesioner yang didapat menunjukkan bahwa terdapat kuesioner yang kembali sebanyak 81 kuesioner, kuesioner rusak dan tidak lengkap 0 , kuesioner yang diolah adalah 81 responden.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan gambaran identitas responden dilihat dari jenis kelamin, pendidikan yang dapat diuraikan sebagai berikut:
5.1.1. Jenis Kelamin
Berdasarkan tabel 5.2, dapat dilihat bahwa sebanyak 56 responden atau 56
persen adalah pria, dan sebanyak 25 responden atau 25 persen adalah wanita.
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah pria.
Berdasarkan penelitian, maka gambaran mengenai jenis kelamin responden dapat dilihat pada tabel 5.2 di bawah ini:
Tabel 5.2
Jenis Kelamin Responden
Jenis kelamin Jumlah Persentase
Pria 56 56
Wanita 25 25
Jumlah 81 81
Sumber: Data primer yang diolah, 2020
Berdasarkan jenis kelamin, jumlah responden dalam penelitian ini didominasi oleh pria sebagaimana ditunjukkan Tabel 5.2.
5.1.2. Pendidikan
Responden yang paling banyak dalam penelitian ini adalah responden yang berpendidikan SD. Sedangkan yang paling sedikit adalah responden yang berpendidikan S1.
Distribusi responden berdasarkan pendidikan yang dimiliki sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 5.3.
Tabel 5.3 Jenis Pendidikan
Pendidikan Jumlah Persentase
Sarjana 1 1
SD SMP
35 24
35 24
SMA/SMK 19 19
Jumlah 79 79
Sumber: Data primer yang diolah, 2020
5.2. Hasil Tujuan
5.2.1. Kemampuan Petani Membayar Premi/Penerimaan
Variasi penerimaan bisa menyebabkan alterasi keahlian petani buat membayar premi dalam menjajaki program AUTP. Distribusi frekuensi menampilkan kalau apabila penerimaan petani terus menjadi besar, hingga terus menjadi ingin petani buat menjajaki program AUTP sebab petani dikira sanggup untuk membayar premi. Tidak hanya itu pembayaran premi pula ialah salah satu ketentuan supaya mendapatkan klaim dari program AUTP.
5.2.2. Pengalaman Berusaha Tani
Pengalaman petani ialah sesuatu pengetahuan petani yang diperoleh lewat rutinitas kegiatannya tiap hari ataupun kejadian yang sempat dialaminya. Terus menjadi banyak pengalaman yang diperoleh petani hingga diharapkan produktivitas petani hendak terus menjadi besar, sehingga dalam mengusahakan usahataninya hendak terus menjadi baik. Distribusi frekuensi petani bersumber pada pengalaman berusahatani menampilkan kalau pengalaman berusahatani hendak membagikan pelajaran untuk petani dalam mengusahakan tumbuhan padi sawah. Kegagalan dalam berusahatani padi sawah hendak membuat petani lebih berhati– hati dalam mengelola ataupun mengambil keputusan usahatani yang dikerjakannya, kebalikannya keberhasilan yang sudah diperoleh serta dirasakan oleh petani hendak memotivasi petani berupaya kembali mengelola faktor–faktor penciptaan yang hendak digunakannya.
5.2.3. Luas Lahan
Luas lahan yang diartikan merupakan ialah luas areal persawahan yang ditanami padi pada masa tertentu. Luas lahan yang dipunyai petani di wilayah riset lumayan bermacam- macam dari yang terkecil 1, 00 are hingga yang terluas 25 are. Distribusi frekuensi petani bersumber pada luas lahan yang dipunyai menampilkan kalau rata- rata petani mempunyai lahan tersebut pemberian dari orang tua mereka (peninggalan) serta lahan mereka terdaftar menjajaki program AUTP.
5.2.4. Jumlah Tanggungan Keluarga
Jumlah tanggungan keluarga yang diartikan dalam riset ini merupakan jumlah anggota keluarga yang masih jadi tanggungan keluarga petani responden.
Hasil riset membuktikan kalau jumlah tanggungan keluarga petani yang jadi responden bermacam- macam. Distribusi frekuensi petani bersumber pada jumlah tanggungan keluarga menampilkan kalau terus menjadi banyak jumlah anggota keluarga hingga terus menjadi banyak pula kemampuan tenaga kerja yang dipunyai yang berasal dari dalam keluarga tetapi disisi lain terus menjadi banyak pula.
kebutuhan yang wajib dipadati, sehingga hendak pengaruhi petani dalam mengambil keputusan. Perihal ini menampilkan kalau terus menjadi sedikit jumlah tanggungan keluarga petani di wilayah riset, terus menjadi ingin petani buat menjajaki program asuransi usahatani padi.
5.2.6. Hasil Analisis Regresi Binery Logistik Program AUTP
Analisis logistic biner digunakan buat menguji variabel independen ataupun variabel leluasa yang dimasukkan ke dalam model. Tujuan dari analisis ini merupakan buat memandang apakah variabel independen semacam penerimaan, pengalaman usahatani, jumlah tanggungan keluarga, dan luas lahan pengaruhi
variabel dependen ialah menjajaki program asuransi usahatani padi( AUTP). Hasil analisis faktor- faktor yang pengaruhi keputusan petani dalam menjajaki program asuransi usahatani padi( AUTP) dari analisis logistic binery dapat dilihat pada foto serta tabel berikut:
Tabel 5.4. Data Penelitian
Nama Alamat pendidikan
Lama berkerja
petani
Jumlah tanggungan
keluarga
luas lahan
Hasil
Produksi Penerimaan NO
1 Haji abd.rahman Toya SMA 33 3 25 2000 10.000.000
2 Ust.izzuddin Toya SMA 40 1 3 240 1.200.000
3 Inaq sakrah Toya SD 36 4 4 320 1.600.000
4 Nasrudin Toya SMP 33 3 3 240 1.200.000
5 Amaq rat Toya SD 45 2 4 320 1.600.000
6 Drs.asmawi akbar Toya S1 32 2 4 320 1.600.000
7 Amaq johratul A. Toya SD 34 2 4 320 1.600.000
8 Ibrahim nur Toya SD 36 3 4 240 1.600.000
9 Hapsah Toya SMP 32 3 2 160 800.000
10 Hanah Toya SMP 33 3 3 240 1.200.000
11 Inaq badariah Toya SD 32 3 25 240 10.000.000
12 Haji muh.yahya Toya SMA 31 4 4 320 1.600.000
13 Amaq ihan Toya SMP 44 4 4 320 1.600.000
14 Inaq rohiyatun Toya SD 40 5 3 400 1.200.000
15 Inaq dahat Toya Tidak Sekolah 42 6 3 480 1.200.000
16 Inaq majani Toya SD 32 2 3 160 1.200.000
17 Amaq haerni Toya SMP 35 3 3 240 1.200.000
18 Inaq pahrurrozi Toya SMP 40 2 4 320 1.600.000
19 Amaq jurhan Toya SMA 41 1 4 320 1.600.000
20 Inaq rohiyah Toya SD 53 3 3 240 1.200.000
21 Inaq hamzah Toya SMP 46 3 5 240 2.000.000
22 Inaq ridwan Toya SMP 47 2 5 160 2.000.000
23 Amaq dia Toya SD 44 3 4 320 1.600.000
24 Amaq joni Toya SD 43 2 4 320 1.600.000
25 Inaq hamdan Toya SMP 42 1 3 240 1.200.000
26 Inaq mukrram Toya SMA 41 3 4 320 1.600.000
27 Amaq zainal Toya SMA 45 2 3 240 1.200.000
28 Inaq demah Toya SD 45 1 25 2000 10.000.000
29 Amaq sudarsono Toya SMP 42 3 4 320 1.600.000
30 Muh.aminulloh Toya SMP 45 4 2 160 800.000
31 Amaq misbah Toya SD 42 3 3 240 1.200.000
32 Amaq nurhayati Toya SD 45 2 4 320 1.600.000
33 Amaq gupran Toya SMP 42 3 4 320 1.600.000
34 Inaq imin Toya SMP 41 4 2 160 800.000
35 Inaq yakub Toya SD 40 5 4 320 1.600.000
36 Amaq hun Toya SMP 42 3 2 160 800.000
37 Amaq mukiri Toya SD 41 2 3 240 1.200.000
38 Amaq husni Toya SMP 44 3 3 240 1.200.000
39 Mahrim/inaq hik Toya SD 36 2 3 240 1.200.000
40 Yusup/amaq is Toya SD 36 2 3 240 1.200.000
41 Amaq sabah Toya SMP 37 3 4 320 1.60.0000
42 Haji halipah Toya SMA 31 2 4 320 1.600.000
43 Papuq sudirman Toya Tidak Sekolah 45 3 4 240 1.600.000
44 Inaq mega Toya SD 44 4 3 320 1.600.000
45 Amaq ena Toya SMP 44 2 25 2000 10.000.000
46 Amaq saeni Toya SMP 44 1 3 240 1.200.000
47 Amaq pitriatul Toya SMA 43 2 4 160 1.600.000
48 Sahri Toya SD 33 2 3 240 1.200.000
49 Sahnim Toya SD 37 3 4 240 1.600.000
50 ll.zainudin Toya SMA 30 1 3 80 1.200.000
51 Papuq mujanni Toya SD 61 2 2 160 800.000
52 Papuq ana Toya SD 60 3 2 240 800.000
53 Bapak hamzah Toya SMA 38 1 3 80 1.200.000
54 Masbiah Toya SD 35 3 35 2000 10.000.000
55 Amaq muhammad Toya SMP 42 2 15 160 6.000.000
56 Inaq mukti Toya SD 43 2 2 160 800.000
57 Amaq budiah Toya SMP 45 3 2 240 800.000
58 Haji haerul asikin Toya SMA 41 3 1 160 400.000
59 Papuq muhamad Toya SD 67 2 1 160 400.000
60 Amaq hilmiah Toya SMP 44 3 1 160 400.000
61 Anamaksun Toya SMA 55 2 3 240 1.200.000
62 Amaq anah Toya SD 51 2 25 2000 10.000.000
63 Amaq pawardi Toya SD 43 2 25 2000 10.000.000
64 Amaq sundu Toya SMA 51 2 25 2000 10.000.000
65 Amaq muh.zakirin Toya SMP 51 3 3 240 1.200.000
66 Amaq rabiah Toya SD 44 1 3 240 1.200.000
67 Amaq israil Toya SMA 43 2 3 240 1.200.000
68 Haji ali sadikin Toya SMA 42 1 3 240 1.200.000
69 Amaq amir Toya SD 45 2 25 2000 10.000.000
70 Papuq muhnawir Toya SMA 44 1 3 80 1.200.000
71 Amaq nosi i Toya SD 38 1 25 2000 10.000.000
72 Ishak Toya SMA 39 1 25 2000 10.000.000
73 Amaq muardah Toya SD 55 1 3 80 1.200.000
74 Amaq samsul Toya SD 44 1 7 80 2.800.000
75 Haji nur Toya SMA 40 1 4 320 1.600.000
76 amaq hamdan Toya SMP 35 1 3 240 1.200.000
77 Inaq nusniah Toya SD 38 3 3 240 1.200.000
78 Mamiq husniah Toya SMP 38 3 3 240 1.200.000
79 Amaq sukran Toya SD 44 2 2 160 800.000
80 Sabran Toya SMA 45 1 2 160 800.000
81 Inaq muhamad Toya SD 45 2 2 160 800.000
Tabel 5.5. Hasil Analisis Regresi Binery Logistik Pada Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Untuk Mengikuti Program Asuransi
Pertanian (AUTP)
Variabel Koefisien (β) Sig (p-
value)
Odds Ratio Penerimaan usaha tani (X1) 0.000 0.129 1.00 Pengalaman usaha tani (X2) -0.109 0.039 0.89
Luas lahan (X3) -0.003 0.345 0.99
Jumlah Tanggungan
Keluarga (X4) 0.970 0.003 2.56
Constant 0.603 0.785 1.82
5 Hosmer and Lomeshow
Test = 0.868
Nagelkerke R Square (R2) = 0.458
Gambar 5.1 Hasil Hosmer and Lemeshow Test
Tabel 5.5. menunjukkan bahwa hasil analisis nilai p-value pada Hosmer and Lemeshow sebesar 0.868 dan besarnya chi-square 3.875 yaitu (lebih besar dari α
= 0.05) maka H0 diterima artinya tidak ada perbedaan antara klasifikasi yang diprediksi dengan klasifikasi yang diamati. Sehingga model binary logistic regression ini yang dipakai dalam analisis yang selanjutnya diambil keputusan
bahwa model yang digunakan dalam penelitian ini telah cukup mampu menjelaskan data (sesuai). Nilai Cox’ &Snell’s R Square sebesar 0,340 dan nilai Negelkerke’s R Square sebesar 0,458 yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat
dijelaskan oleh variabilitas independen sebesar 45,8 persen. Terdapat satu variabel yang signifikan yaitu variabel variabel jumlah tanggungan keluarga (X3), sedangkan kemampuan petani membayar premi/penerimaan (X1), variabel pengalaman berusahatani (X2), dan variabel lahan usahatani (X4), tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam mengikuti program AUTP.
Adapun model logit yang digunakan untuk menganalisis hasil regresi diatas sebagai berikut :
Yi = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + d1X5 + e
Model persamaan regresi binery logistic yang diperoleh sebagai berikut : Yi = 0.506+ 0.000X1 + -0.109X2 – -0.003X3+ 0.970X4
5.2.7. Hasil Analisis Model Regresi Binary Logistic Keputusan Petani dalam Mengikuti Program Asuransi Usahatani Padi (AUTP)
1. Variabel Kemampuan Petani Membayar Premi/Penerimaan (X1)
Variabel Penerimaan berdasarkan hasil analisis memiliki koefisien yang sebesar 0.000 yang memberikan arti bahwa jika penerimaan petani tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan petani untuk mengikuti program AUTP. Kondisi ini diperkuat dengan hasil p-values sebesar 0.145 dimana jika nilai p-values lebih besar dari 0.05 berarti tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil Koefisien data sebesar 0.000 di dapat dari data mentah yang di olah menggunakan Spss.
2. Variabel Pengalaman Usahatani (X2)
Variabel pengalaman usahatani berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa pengalaman petani dalam berusahatani sawah memiliki koefisien sebesar -0.109 memberikan arti bahwa jika pengalaman usahatani petani tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan petani untuk mengikuti AUTP. Kondisi ini diperkuat dengan nilai p-values sebesar 0.039. dimana jika nilai p-values lebih besar dari 0.05
berarti tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil Koefisien data sebesar -0.109 di dapat dari data mentah yang di olah menggunakan Spss.
3. Variabel Jumlah Luas lahan (X3)
Variabel jumlah tanggungan keluarga berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa Koefisien luas lahan bernilai yaitu sebesar -0.003 yang memberikan arti bahwa jika tidak ada pengaruh terhadap keputusan petani untuk mengikuti AUTP.
Kondisi ini diperkuat dengan nilai p-values sebesar 0,345 dimana jika nilai p-values lebih besar dari 0.05 berarti tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil Koefisien data sebesar -0.003 di dapat dari data mentah yang di olah menggunakan Spss.
4. Variabel Tanggungan Keluarga (X4)
Variabel luas lahan yang dimiliki berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa tanggungan keluarga memiliki koefisien sebesar 0.970 memberikan arti bahwa jika jumlah tanggungan keluarga memiliki pengaruh terhadap keputusan petani untuk mengikuti AUTP. Kondisi ini dibuktikan dengan hasil nilai p-values sebesar 0.003 dimana jika nilai p-values lebih Kecil dari 0.05 berarti berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil Koefisien data sebesar 0.970 di dapat dari data mentah yang di olah menggunakan Spss.
5.2.8 Kondisi Asuransi Pertanian di Lombok Timur
Asuransi pertanian di Lombok masih minim dimana hal ini disebabkan oleh kurangnnya pemahaman para petani terhadap asuransi pertanian. Luasnya lahan pertanian di Desa Toya terbilang cukup banyak namun banyak petani yang belum mengetahui pentingnya akan asuransi pertanian untuk melindungi petani dari gagal panen, di Desa Toya masih banyak para petani yang kurang pemahaman tentang
asuransi pertanian, masih ada beberapa masyarakat tidak mengikuti program asuransi pertanian meskipun pemerintah daerah sudah melakukan penyuluhan di daerah tersebut.
Program asuransi pertanian yang diterapkan di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Aikmel di Desa Toya masih ada yang mengambil program asuransi pertanian hal ini di jelaskan pada pengakuan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, program AUTP ini hanya mewajibkan petani membayar Rp36 ribu per hektare per musim tanam, sementara sisanya atau sebesar Rp144 ribu ditanggung oleh Pemerintah. Bila terjadi gagal panen akibat hama, kekeringan, dan banjir, maka petani bisa mendapatkan ganti rugi sebesar Rp6 juta per ha.
Uraian di atas menjelaskan terhadap penelitian yang dilakukan hingga saat ini program asuransi pertanian masih berjalan di Kabupaten Lombok Timur, Kecamatan Aikmel di Desa Toya.