• Tidak ada hasil yang ditemukan

BIRD STRIKE RISK ASSESMENT DI KAWASAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI-BALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BIRD STRIKE RISK ASSESMENT DI KAWASAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI-BALI"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENELITIAN

“BIRD STRIKE RISK ASSESMENT”

DI KAWASAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI-BALI

(LAP

OLEH I KETUT MUKSIN

PROGRAM STUDI BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA

BALI

2017

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan asung kerta wara nugraha-Nya-lah penulis dapat menyelesaikan laporan akhir Penelitian“ BIRD STRIKE RISK ASSESMENT” di Kawasan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali ini tepat pada waktunya.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak, baik dari staff Angkasa Pura khususnya SMS, QM & CS Department, maupun tim peneliti studi birdstrike yang telah membantu penulis dalam penyusunan laporan akhir ini

Dengan segala kerendahan hati, tentu saja dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan, sehingga saran dan masukan yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata, semoga Laporan Akhir ini bermanfaat bagi para pembaca.

Jimbaran, Desember 2016

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

Judul Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

KATA PENGANTAR ... ... ii

DAFTAR ISI ... ... iii

DAFTAR TABEL ... ... v

DAFTAR GAMBAR ... ... ix

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... ... 1

1.2 Permasalahan ... ... 1

1.3 Tujuan Penelitian ... ... 2

1.4 Ruang Lingkup Penelitian ... ... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Umum ... ... 4

III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metodologi Penelitian ... ... 6

3.2 Time Schedule Kegiatan ... ... 7

3.3 Alat dan Bahan ... 8

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Karakteristik Burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Sekitarnya ... ... 10

4.2 Bird Density atau Kepadatan Populasi Burung (Kekerapan) ... ... 24

4.3 Analisis Permukaan / Penggunaan Habitat ... ... 27

4.4 Aktivitas Burung dan Resiko Terjadinya Bird Strike ... ... 32

4.5 Kajian Burung dan Resiko Birdstrike: Faktor Arah Terbang ... 34

4.6 Faktor Penarik Burung di Lingkungan Bandara ... ... 74

4.7 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Burung ... ... 76

4.8 Kondisi Cuaca dan Kebisingan ... ... 77

V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan ... ... 85

5.2 Rekomendasi ... ... 87 DAFTAR PUSTAKA

(4)

DAFTAR TABEL

Halaman

4.1. Jenis-jenis burung yang teramati di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan sekitarnya beserta ukurannya

(data Juni-Juli 2016) ... 10 4.2. Jenis-jenis burung yang teramati di Bandara Internasional

I Gusti Ngurah Rai dan sekitarnya beserta ukurannya

(data Nopember-Desember 2015) ... 17 4.3. Densitas (kekerapan) rata-rata burung di lingkungan Bandara I Gusti

Ngurah Rai Bali per tipe lingkungan/habitat pada periode

Juni-Juli 2016 ... 25 4.4. Densitas (kekerapan) rata-rata burung di lingkungan Bandara I Gusti

Ngurah Rai Bali per tipe lingkungan/habitat pada bulan

Nopember-Desember 2015 ... 26 4.5. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai

Bali untuk tipe lingkungan / habitat hutan mangrove

Nopember-Desember 2015 ... 28 4.6. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali

untuk tipe lingkungan / habitat hutan mangrove

Juni-Juli 2016 ... 28 4.7. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali

untuk tipe lingkungan / habitat rumput Nopember

Desember 2015 ... 28 4.8. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali

untuk tipe lingkungan / habitat rumput Juni-Juli 2016 ... 29 4.9. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali

untuk tipe lingkungan / habitat kebun Nopember-Desember 2015 ... 29 4.10. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali

untuk tipe lingkungan / habitat kebun Juni-Juli 2016 ... 29 4.11. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali

untuk tipe lingkungan / habitat sekitar badan air

Nopember-Desember 2015 ... 30 4.12. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali

untuk tipe lingkungan / habitat sekitar badan air Juni- Juli 2016 ... 30 4.13. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali

untuk tipe lingkungan / habitat sekitar bangunan / struktur buatan

(5)

Nopember-Desember 2015 ... 30 4.14. Kepadatan burung dilingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai-Bali

untuk tipe lingkungan / habitat sekitar bangunan / struktur buatan

Juni- Juli 2016 ... 31 4.15. Rekap kejadian bird strike Bandara Internasional I Gusti

Ngurah Rai-Bali tahun 2015 ... 32 4.16. Rekap kejadian bird strike Bandara Internasional I Gusti

Ngurah Rai-Bali tahun 2016 ... 33 4.17. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar badan air 1 (pagi)

tahun 2015 ... 35 4.18. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar badan air 1 (pagi)

tahun 2016 ... 37 4.19. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar badan air 1 (sore)

tahun 2015 ... 39 4.20. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar badan air 1 (sore)

tahun 2016 ... 40 4.21. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar badan air 1 (malam)

tahun 2015 ... 42 4.22. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar badan air 1 (malam)

tahun 2016 ... 43 4.23. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 1 (pagi)

tahun 2015 ... 45 4.24. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 1 (pagi)

tahun 2016 ... 46 4.25. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 1 (sore)

tahun 2015 ... 48 4.26. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 1 (sore)

(6)

tahun 2016 ... 50 4.27. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 1 (malam)

tahun 2015 ... 52 4.28. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 1 (malam)

tahun 2016 ... 53 4.29. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 2 (pagi)

tahun 2015 ... 54 4.30. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 2 (pagi)

tahun 2016 ... 56 4.31. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 2 (sore)

tahun 2015 ... 58 4.32. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 2 (sore)

tahun 2016 ... 60 4.33. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 2 (malam)

tahun 2015 ... 62 4.34. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 2 (malam)

tahun 2016 ... 63 4.35. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 3 (pagi)

tahun 2015 ... 65 4.36. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 3 (pagi)

tahun 2016 ... 67 4.37. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 3 (sore)

tahun 2015 ... 69 4.38. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 3 (sore)

tahun 2016 ... 71 4.39. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

(7)

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 3 (malam)

tahun 2015 ... 73 4.40. Arah terbang burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya : di lokasi sekitar rumput 3 (malam)

tahun 2016 ... 74 4.41. Data kebisingan Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya (tahun 2015) ... 80 4.42. Data kebisingan Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai-Bali dan sekitarnya (tahun 2016) ... 81

(8)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 3.1. Rencana lokasi pengambilan sampel dalam penelitian

tahap II ... 7 Gambar 3.2. Peralatan Penelitian ... 9 Gambar 4.1. Sepuluh jenis burung dominan dan jenis lain yang

ditemukan di area bandara Internasional I Gusti

Ngurah Rai – Bali ... 12 Gambar 4.2. Jenis-jenis burung yang dilindungi (Data Juni-Juli 2016) ... 15 Gambar 4.3. Jenis burung dengan ukuran terkecil dan terbesar ... 16 Gambar 4.4. Sepuluh jenis burung dominan dan jenis lain yang

Ditemukan di area bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai – Bali ... 19 Gambar 4.5. Jenis-jenis burung yang dilindungi periode 2015 ... 23 Gambar 4.6. Jenis burung dengan ukuran terkecil dan terbesar ... 24 Gambar 4.7. Bird density (unit = individu/menit/Km2) bulan

Juni – Juli 2016 ... 25 Gambar 4.8. Bird density (unit = individu/menit/Km2) bulan

November - Desember 2015 ... 27 Gambar 4.9. Lokasi sampling untuk kajian data arah terbang ... 35

Gambar 4.10.Data klimatologi Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai - Bali 2015 ... 77 Gambar 4.11.Data klimatologi Bandara Internasional I Gusti Ngurah

Rai - Bali 2016 ... 79

(9)

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pariwisata merupakan sektor unggulan pembangunan Bali. Perkembangan pariwisata yang pesat, terutama di wilayah Bali selatan sangat dipengaruhi oleh keberadaan Bandara Internasional yaitu Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai entry point wisatawan nusantara (wisnu) dan wisatawan mancanegara (wisman).

Bandara ini merupakan salah satu entry point pariwisata yang penting ke pulau Bali.

Dari bandara ini, wisatawan menyebar ke berbagai wilayah di Bali maupun luar Bali. Hal ini memberikan peluang pekerjaan dan juga dapat memberikan dampak, baik itu dampak positif maupun dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat.

Salah satu aspek dari bandara yang menjadi perhatian bagi berbagai pihak adalah masalah keselamatan penerbangan. Keselamatan penerbangan ini diantaranya dipengaruhi oleh keadaan cuaca, human error, keberadaan satwa liar (termasuk burung) dan sebagainya.

Adanya kasus birdstrike di Bandar Udara Internasional Gusti Ngurah Rai dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan maskapai penerbangan serta penumpang yang memanfatkan jasa penerbangan melalui bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero) tersebut. Untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dan mengurangi kasus yang disebabkan oleh kasus bird strike diperlukan kajian atau penelitian tentang burung di lingkungan Bandar Udara InternasionalI Gusti Ngurah Rai, Bali dan sekitarnya. Kajian bird strike assessment tahap I telah dilakukan dan hanya mengkaji situasi bandara pada musim hujan yang tidak ada hujannya, karena musim hujan di tahun 2015 turunnya terlambat (setelah penelitian tahap I hampir selesai dilaksanakan), di samping itu, diperlukan kajian pada musim hujan yang sudah terkena hujan untuk mengetahui jenis-jenis burung yang ada di bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya dan hubungannya dengan kemungkinan terjadinya kejadian bird strike.

1.2. Permasalahan

Permasalahan bird strike mendapatkan perhatian dari berbagi pihak, khususnya dari pihak maskapai penerbangan dan penumpang. Kasus bird strike dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Pihak bandara telah melakukan berbagai usaha seperti pembentukan Bird Strike Comittee, pengawasan, pengoperasian Bird Control unit dan Pemasangan Bird Detterent System sebagai usaha untuk mengelola dampak negatif dari keberadaan satwa liar (khususnya burung) dalam rangka meminimalisasi peluang terjadinya rIsiko kejadian birdstrike. Namun, perlu dilakukan kajian yang mendalam dari beberapa

(10)

aspek dan evaluasi keefektifan kegiatan yang telah ada guna menurunkan frekuensi kejadian birdstrike di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk tahap II, pekerjaan PENELITIAN dan PEMBUATAN LAPORAN PENELITIAN “BIRD STRIKE RISK ASSESSMENT TAHAP II” DI KAWASAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI – BALI bertujuan untuk mengkaji keberadaan burung di lingkungan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada musim kemarau dan kemungkinan hubungannya dengan kejadian bird strike yang akan melengkapi kajian tahap I yaitu melengkapi data yang sudah dikumpulkan pada tahap I.

1.4. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian “BIRD STRIKE RISK ASSESSMENT TAHAP II” DI KAWASAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI-BALI TAHUN 2016 adalah sebagai berikut:

(1) Identifikasi karakteristik burung seperti jenis, ukuran, aktivitas burung (tepat bersarang/nesting, tempat mencari makan, tempat berdiam/istirahat, terbang).

(2) Bird density atau pengukuran kepadatan burung di area pengambilan sampel.

(3) Faktor penarik (attractant) seperti makanan, tempat beristirahat (shelter), dan faktor lain yang menyebabkan burung tertarik ke wilayah tersebut.

(4) Analisis permukaan/penggunaan habitat/kondisi lingkungan, seperti: tumbuhan yang terdapat di wilayah tersebut, kondisi tanah (kering, basah atau berlumpur) dan keberadaan air (diam/kubangan atau air mengalir).

(5) Keberadaan serangga (insekta), amphibia, dll sebagai sumber makanan burung.

(6) Keberadaan reptil, mamalia, dll sebagai predator burung.

(7) Kebisingan (data skunder) dan kondisi cuaca (data sekunder) seperti arah dan kecepatan angin (data skunder), yang dapat mempengaruhi perilaku burung.

(8) Analisis kejadian bird strike berdasarkan data skunder kejadian bird strike minimal untuk tahun 2014 dan 2015.

(9) Perbandingan antara hasil studi tahap I dan tahap II (pada aspek yang memungkinkan).

(11)

Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan hasil penelitian ini dengan hasil penelitian sebelumnya (tahun 2015), dan ada hubungan antara kondisi ekosistem / habitat di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya dengan keberadaan burung di lingkungan tersebut.

(12)

II. TINJAUAN PUSTAKA

Burung merupakan salah satu komponen ekosistem, yang dikelompokkan dalam kelompok Aves. Mason dan Jarvis (1989) melaporan bahwa di Bali ada sekitar 300 spesies burung, dimana kurang dari 100 spesies yang biasanya ditemukan oleh “casual observer”.

Burung dapat memberikan manfaat maupun merugikan manusia. Dari segi manfaat misalnya, dia merupakan sumber makanan bagi penduduk, terutama bagi sebagian besar suku-suku bangsa yang masih hidup terasing di pedalaman. Burung juga merupakan pemakan hama serangga di lahan pertanian. Dari segi masalah, sebagian burung merupakan hama pemakan hasil pertanian sehingga merugikan petani.

Habitat yang disukai oleh burung beragam. Ia bisa menempati habitat hutan, pekarangan rumah termasuk kebunnya, persawahan dan ladang (pertanian lahan basah dan kering), bangunan, dan sebagainya (misal: Mac Kinnon, et al., 1992; Dalem et al., 2000).

Selain habitat, keberadaan dan aktivitas burung dapat dipengaruhi oleh keberadaan makanan, atau keberadaan predator. Burung dapat memakan serangga, tikus, dan sebaginya (Mac Kinnon, et al., 1992; Strange, 2012). Namun burung juga dapat dimangsa oleh predator, misalnya anjing, kucing, ular dan burung predator lainnya.

Burung ini ada kalanya beristirahat, bersarang, mencari makan, atau terbang (Mac Kinnon, et al., 1992). Aktivitasnya ini dapat berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan manusia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dalam kaitannya dengan keselamatan penerbangan. Laporan sebelumnya dan hasil komunikasi dengan pihak Bandara Internasional Gusti Ngurah Rai menunjukkan bahwa burung ada yang menabrak pesawat terbang sehingga dapat membahayakan penerbangan, terutama jika masuk ke mesin pesawat, merusak mesin pesawat atau mengganggu kerja mesin pesawat.

Dalam Airport Service Manual Part 3 tentang Bird Control and Reduction (tahun 1991) disebutkan bahwa sangat sulit menetapkan bahwa burung tertentu yang menyebabkan kejadian bird strike. Namun secara umum dikatakan juga pada bagian itu bahwa burung ukuran besar yang bergerombol merupakan ancaman terbesar bagi terjadinya kasus bird strike.

Secara umum usaha-usaha yang harus dilakukan dalam mengatasi kasus bird strike antara lain manajemen lingkungan dan modifikasi habitat (site modification). Beberapa alternatif yang dapat dilakukan antara lain: dengan menggunakan auditory deterrents, visual deterrents, barriers, lethal chemicals, repellent chemicals, third party chemicals, traps, dan cara lainnya. Penggunaan deterrents kadang menimbulkan masalah lain, antara lain karena

(13)

ada peluang burung tersebut menjadi terbiasa dengan cara tersebut sehingga cara tersebut menjadi kurang efektif lagi dipakai untuk mengusir burung setelah jangka waktu tertentu.

Penanganan bird strike antara lain dilakukan dengan alat pengusir burung hasil penelitian LIPI 2005 yang telah diuji coba di bandara Soekarno Hatta di Tangerang-Banten, dan dengan penyempurnaan tertentu terutama karena jenis burung yang berbeda telah diterapkan di bandara Juanda, Surabaya (sumber: jakartaisme.blogspot.co.id/2011/08/

serangan-burung-bird-strike.html).

Di Amerika, seperti di belahan negara lainnya, bird strike juga menjadi perhatian bagi dunia penerbangan di sana. Akhir-akhir ini usaha-usaha diarahkan pada peningkatan teknik manajemen hidupan liar dan praktisnya di wilayah dan dekat bandara, termasuk diantaranya: (a) Strategi manajemen habitat (alternative habitat management strategies) untuk mengurangi ketertarikan species / hidupan liar yang membahayakan penerbangan ke bandara); (b) Teknik-teknik untuk membatasi akses species yang membahayakan atau menyebabkan kejadian bird strike terhadap sesuatu yang menarik baginya, antara lain kolam atau genangan air hujan (Techniques for restricting access of hazardous wildlife species to attractive features like storm water ponds); (c) Teknik-teknik untuk mengganggu dan menghalangi/mencegah species penyebab bird strike (Technologies for harassing and deterring hazardous species); (d) Menggunakan satelit telemetri serta teknik tracking binatang lainnya untuk meneliti ekologi spasial dari raptor serta burung lainnya yang membahayakan penerbangan (Using satellite telemetry and other animal tracking techniques to investigate spatial ecology of raptors and other birds hazardous to aircraft);

(e) Sistem pencahayaan pada pesawat untuk meningkatkan deteksi terhadap burung serta supaya pesawat mampu menghindari terjadinya kecelakaan dengan burung (Aircraft- mounted lighting systems to enhance bird detection and avoidance of aircraft) (sumber:

http://www.faa.gov/airports/airport_safety/wildlife/media/Wildlife-Strike-Report-1990- 2014.pdf).

Untuk keberhasilan penanganan masalah bird strike perlu pemecahan masalah secara lintas disiplin, dengan pendekatan menyeluruh, bukan saja dengan pemahaman terhadap burung tetapi juga kerjasama dengan pihak sekitar bandara dan pemerintah di dalam membuat peraturan atau kebijakan yang mendukung penanganannya. Kerjasama juga perlu dijalin secara lintas negara sehingga penanganan permasalahan ini bisa dipikirkan secara bersama-sama (Manual on the ICAO Bird Strike Information System (IBIS)).

(14)

III. METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metodologi Penelitian

Penelitian dilakukan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya antara bulan Juni sampai Agustus 2016. Jika memungkinkan beberapa persiapan sudah dilakukan sebelumnya. Persiapan kegiatan antara lain persiapan pass bandara, peralatan penelitian, dan sebagainya. Penentuan titik sampling, dimana sampling dilakukan di 5 (lima) jenis habitat/kondisi lingkungan yang berbeda yaitu: rumput, mangrove, sekitar badan air, bangunan/struktur buatan dan kebun mengikuti lokasi penelitian tahap I.

Keterangan:

No Simbol Nama Lokasi Koordinat (decimal degree)

1 Rumput 1 -8.74885, 115.17366

2 Rumput 2 -8.74895, 115.16292

3 Rumput 3 -8.74926, 115.15593

4 Mangrove 1 -8.75844, 115.17971

5 Mangrove 2 -8.74376, 115.18379

6 Mangrove 3 -8.73447, 115.18396

7 Sekitar Badan Air 1 -8.74508, 115.17804 8 Sekitar Badan Air 2 -8.75224, 115.16354 9 Sekitar Badan Air 3 -8.74308, 115.16027

10 Bangunan-Struktur

Buatan 1

-8.75294, 115.16921 11 Bangunan-Struktur -8.73876, 115.17478

1 2 3

1 2 3 1 2 3 1

2

(15)

12 Bangunan-Struktur Buatan 3

-8.73676, 115.16757

13 Kebun 1 -8.75286, 115.18021

14 Kebun 2 -8.74296, 115.17203

15 Kebun 3 -8.74073, 115.16502

Gambar 3.1. Rencana lokasi pengambilan sampel dalam penelitian tahap II

Metode penelitian dapat diuraikan sebagai berikut:

(1) Identifikasi karakteristik burung seperti jenis/spesies burung, ukuran (besar, kecil, sedang), aktivitas burung (bersarang /nesting, mencari makan, berdiam/istirahat, terbang) berdasarkan pengamatan lansgung di lapangan dan menggunakan buku panduan lapangan burung (antara lain tulisan McKinon). Identifikasi dilakukan berdasarkan warna, ukuran (kecil, sedang, besar), suara/callingnya, dll.

(2) Bird density atau pengukuran kepadatan/densitas (atau kekerapan) burung di area pengambilan sampel; dengan penentuan jumlah per satuan luas.

(3) Faktor penarik (attractant) seperti makanan, tempat beristirahat (shelter), dan faktor lain yang menyebabkan burung tertarik ke area tersebut. Faktor penarik ini berdasarkan observasi lapangan (kualitatif), tidak dilakukan pehitungan/analisis kuantitatif secara mendalam.

(4) Analisis permukaan/penggunaan habitat/kondisi lingkungan, seperti : tumbuhan yang terdapat di wilayah tersebut, kondisi tanah (kering, basah atau berlumpur) dan keberadaan air (diam/kubangan atau air mengalir).

(5) Keberadaan serangga (insecta), amphibia, dll sebagai sumber makanan burung.

(6) Keberadaan reptil, mamalia, dll sebagai predator burung.

(7) Kebisingan (data skunder) dan kondisi cuaca (data sekunder) seperti arah dan kecepatan angin, yang dapat mempengaruhi perilaku burung.

(8) Analisis kejadian bird strike berdasarkan data skunder kejadian bird strike minimal untuk tahun 2014 dan 2015.

(9) Perbandingan antara hasil studi tahap I dan tahap II lainnya (dimana memungkinkan).

3.2 Time Schedule Kegiatan

Rencana Tahapan Pekerjaan yang dilakukan dalam penelitian Bird Strike Risk Assesment adalah:

3

1 2 3

(16)

NO TAHAPAN PEKERJAAN WAKTU

PELAKSANAAN 1 Pekerjaan persiapan:

Penyusunan proposal

Penerimaan surat perintah kerja/kontrak (SPK atau surat sejenisnya)

Persiapan Pelengkapan APD yang diperlukan.

Persiapan peralatan penelitian (binokuler, kamera, meteran (jika diperlukan) dll).

Pengurusan kelengkapan akses Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai oleh peneliti dan surveyor.

Selama bulan Juni 2016

2 Pekerjaan Utama (pengambilan data lapangan dan evaluasi/analisis serta presentasi hasil penelitian)

Penentuan lokasi sampling:

Sampling fauna burung di 3 zone waktu: waktu tertentu disampel (disub waktu) lagi antara pukul 7-15 wita (dipilih antara jam 7-10 pagi), antara pukul 15-23 wita (dipilih antara jam 15-18 wita, sore), antara pukul 23-7 wita (dipilih antara jam 23-2 Wita, malam), dimana kelimpahan dihitung dalam unit waktu 10 menit.

Lokasi sampling burung (rumput, mangrove, kebun, sekitar badan air (sekitar pengolahan air limbah dan pantai non mangrove), bangunan/pemukiman padat.

Melakukan pengambilan sampel penelitian

Analisis sampel di laboratorium (antara lain bagi serangga) Tabulasi dan analisis data penelitian

Penulisan laporan hasil penelitian Perbanyakan dan Penjilidan laporan

Selama 3 bulan (antara bulan Juni Agustus 2016).

3 Pekerjaan lain-lain:

Pengumpulan data cuaca,dll (data sekunder).

Pencarian data skunder kasus bird strike di bandara.

Presentasi hasil penelitian Perbaikan laporan penelitian Penyerahan hasil penelitian

Juni– Ags 2016 Juni 2016 Data 2015-2016 Agustus 2016 Agustus 2016.

30 Agustus 2016 3.3 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang dipergunakan dalam penelitian:

1. Binokuler: Untuk pengamatan burung

2. Kompas (atau sejenis): untuk penentuan arah terbang burung 3. Alat pengukur koordinat / lokasi penelitian.

4. Insect net: untuk menangkap serangga

5. Meteran untuk pengukuran luas sample habitat (jika diperlukan) 6. Lampu senter / head torch: untuk pengamatan malam hari

(17)

7. Alat-alat tulis untuk pencatatan data penelitian

8. Mikroskop : untuk identifikasi sampel penelitian (serangga) 9. Alkohol untuk pengawetan sampel serangga

10. Kantong plastik dan stoples/botol gelas untuk tempat sampel serangga 11. Buku panduan penelitian (burung, mengrove, reptil, serangga, flora /

tumbuhan lainnya, dll).

Binokuler

HP dengan software untuk

penentuan arah & lokasi Mikroskop

Insect net Buku panduan lapangan Senter/Torch

Gambar 3.2. Peralatan Penelitian

(18)

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Karakteristik Burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Sekitarnya Berdasarkan hasil penelitian ini, yaitu antara bulan Juni-Juli 2016, yang mana sampling dilakukan mayoritas pada cuaca basah, walaupun pada musim kemarau, ditemukan 37 jenis burung saat sampling di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, seperti tertera pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1 Jenis-jenis burung yang teramati di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya beserta ukurannya (data Juni-Juli 2016)

No Nama Species Nama Ilmiah

Ukuran (K – Kecil, S – Sedang, B – Besar)*

1 Cipoh kacat Aegithina tiphia K (14 cm)

2 Jalak kerbau / Jalak ungu

Acridotheres javanicus

S (25 cm)

3 Raja udang biru Alcedo coerulescens K (14 cm)

4 Kareo padi

Amaurornis phoenicurus

B (30 cm)

5 Cangak merah Ardea purpurea B (95 cm)

6 Blekok sawah Ardeola speciosa K (45 cm)

7 Kekep babi Artamus leucorynchus S (18 cm)

8 Kuntul kerbau Bulbucus ibis K (50 cm)

9 Cabak kota Caprimulgus affinis K (22 cm)

10 Cerek kalung kecil Charadrius dubius K (16 cm)

11 Walet sapi/linchi

Colocalia esculenta / C. Linchi

K (9 cm)

12 Caladi ulam Dendrocopus macei Agak K (18 cm)

13 Srigunting hitam Dicrurus macrocercus S (29 cm)

14 Kuntul besar Egretta alba B 88 cm

15

Kuntul perak kecil /kuntul

kecil Egretta garzetta

S (60 cm)

16 Kuntul perak Egretta intermedia B (70 cm)

17 Layang-layang asia Hirundo rustica K (14 cm)

(19)

18 Bondol haji Lonchura maja K (11 cm)

19 Bondol peking Lonchura punctulata K (11 cm)

20 Bondol jawa, pipit

Lonchura leucogastroides

K (20 cm)

21 Kirik kirik senja Merops leschenaultii K (10 cm)

22

Burung madu sriganti /

burung madu kuning Nectarinia jugularis

S (35 cm)

23 Gajahan kecil Numenius minutus S (61 cm)

24 Kowak malam abu Nycticorax nycticorax K (11 cm)

25 Cinenen Orthotomus sepium S (14 cm)

26 Gereja erasia Passer montanus K (50 cm)

27 Pecuk kecil Phalacrocorax niger S (20 cm)

28 Mata merah Porzana fusca S (20 cm)

29 Merbah cerukcuk Psynonotus govaier S (19 cm)

30 Kipasan belang Rhidipura javanica K (25 cm)

31 Dara laut kecil Sterna albifrons S (30 cm)

32 Kukur / Tekukur

Streptophelia chinensis

S (24 cm)

33 Punai gading Treron vernans K (25 cm)

34 Cerek pasir besar

Charadrius leschenaultii

S (22 cm)

35 Kapasan kemiri Lalage nigra K (16 cm)

36 Manyar jambul Ploceus manyar S (14 cm)

37 Cekakak

Todirhampus chloris / Halcyon chloris

S (20 cm) Sumber: Hasil pengamatan lapangan antara bulan Juni-Juli 2016

*Mengacu pada MacKinnon (1991) (M1); atau MacKinnon et al (1992).

Gambar burung yang ditemukan di bandara dapat dilihat pada Lampiran.

Dari segi jenis, jenis burung yang ditemukan di kawasan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada musim kering tahun ini (Juni-Juli 2016) lebih sedikit dibandingkan dengan pada musim pengujan tahun lalu (Nopember-Desember 2015), yaitu 37 berbanding 52 jenis. Secara keseluruhan, dari 2 kali penelitian (tahun 2015 dan 2016) telah berhasil mengidentifikasi 55 jenis burung di kawasan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai dan sekitarnya.

(20)

Dari 37 jenis burung yang teridentifikasi tahun 2016 tersebut, 10 jenis yang ditemukan populasinya terbanyak / dominan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai- Bali dan sekitarnya adalah seperti tergambar dalam Gambar 4.1.

Gambar 4.1 Sepuluh jenis burung dominan dan jenis lain yang ditemukan di area bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali periode Juni-Juli 2016 dan jenis lainnya diluar 10 besar

(data dalam %).

Dari Gambar 4.1 di atas, nampak bahwa sekitar 90% burung di kawasan bandara terdiri dari 10 species yang paling banyak (dominan) ditemukan, yaitu (1) Cinenen / Orthotomus sepium (25,21%), (2) Walet sapi/ linchi / Colocalia esculenta / C. linchi (21,81%), (3) Kuntul kerbau / Bulbucus ibis (12,12%), (4) Dara laut kecil / Sterna albifrons (9,76%), (5) Gereja erasia / Passer montanus (6,51%), (6) Mata merah / Porzana fusca (4,36%), (7) Bondol peking / Lochura punctulata (2,42%), (8) Kukur /Tekukur / Streptophelia chinensis (2,29%), (9) Punai gading / Treron vernans (2,08%), dan (10) Kowak malam abu / Nycticorax nycticorax (1,73%). Jenis lainnya ditemukan hanya sekitar 10%.

Dari 37 jenis burung yang ditemukan tahun 2016 tersebut, 11 jenis merupakan burung-burung yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, yaitu: (1) burung Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens), (2) Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis) (3) Kuntul Besar (Egretta alba), (4) Kuntul Perak Kecil/Kuntul Kecil (Egretta garzetta), (5) Kultul Perak (Egretta intermedia), (6) Burung Madu Kuning / Sriganti (Necterinia jugularis), (7)

25,21

21,81

12,12 9,76

6,51 4,36 2,42

2,29 2,08 1,73

11,70

Orthotomus sepium

Colocalia esculenta / C. linchi Bulbucus ibis

Sterna albifrons Passer montanus Porzana fusca Lochura punctulata Streptophelia chinensis Treror vernans

Nycticorax nycticorax Lainnya

(21)

(Rhidipura javanica), (10) Dara Laut Kecil (Sterna albifrons), dan (11) Cekakak (Todirhampus chloris / Halcyon chloris).

Nama spesies : Raja udang biru/ Small blue kingfisher

Nama ilmiah : Alcedo coerulecens

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/10/21/raja- udang-biru/

Nama spesies : Kuntul kerbau/Cattle egret Nama ilmiah :Bubulcus ibis

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/07/19/kuntul- kerbau/

Nama spesies : Kuntul besar / Great egret Nama ilmiah : Eggretta alba

Sumber :

https://www.allaboutbirds.org/guide/Great_E gret/id

Nama spesies : Kuntul perak kecil/kuntul kecil / Little egret

Nama ilmiah : Egretta garzetta

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Little_egret

(22)

Nama spesies : Kuntul perak / intermediate egret

Nama ilmiah : Egretta intermedia

Sumber :

http://ibc.lynxeds.com/photo/intermediate- egret-egretta-intermedia/intermediate-egret- paddy-field

Nama spesies : Cekakak / collared kingfisher Nama ilmiah : Halcyon (Todirhampus) chloris Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/10/31/cekakak- sungai/

Nama spesies : Burung madu kuning / sriganti / olive backed sunbird

Nama ilmiah : Nectarinia jugularis Sumber : dimodifikasi dari https://id.wikipedia.org/wiki/Burung- madu_sriganti

Nama spesies : Gajahan kecil / little curlew Nama ilmiah : Numenius minutus

Sumber :

http://avesphoto.com/website/na/species/CURLIT- 1.htm

(23)

Nama spesies : Pecuk padi kecil/ Little cormorant

Nama ilmiah : Phalacrocorax niger

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/12/09/pecuk -padi-kecil/

Nama spesies :Kipasan belang / Pied favtail Nama ilmiah : Rhipidura javanica

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kipasan_belang

Nama spesies : Dara laut kecil / little tern Nama ilmiah : Sterna albifrons

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/10/17/dara- laut-kecil/

Gambar 4.2 jenis-Jenis Burung yang dilindungi (Data Juni-Juli 2016)

Sementara itu, Alap-Alap Sapi (Falco moluccensis) dan Dara Laut Jambul (Sterna bergii) tidak ada ditemukan pada penelitian bird strike tahap II (tahun 2016).

(24)

Ukuran burung yang ditemukan di bandara dan sekitarnya pada tahun 2016 berkisar antara 9 cm (kecil) yaitu pada Walet sapi / linchi (Colocalia esculenta / C. linchi) sampai 88 cm (besar) yaitu pada Kuntul Besar (Egretta alba).

Nama spesies : Walet sapi/linchi /Cave swiftlet Nama ilmiah : Colocalia esculenta / linchi

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2013/02/14/walet- linci/

Nama spesies : Kuntul besar / great egret Nama ilmiah : Eggretta alba

Sumber :

https://www.allaboutbirds.org/guide/Great_Eg ret/id

Gambar 4.3 Jenis burung dengan ukuran terkecil dan terbesar yang ditemukan (data 2016)

Tipe habitat yang terbanyak dikunjungi burung pada periode Juni-Juli 2016 adalah sekitar badan air, sedangkan yang terjarang dikunjungi burung adalah hutan mangrove.

Berdasarkan hasil penelitian tahun 2015 berhasil ditemukan 52 jenis burung yang teramati saat sampling burung Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai antara periode November-Desember 2015 seperti tertera pada Tabel 4.2 ( yang mana sampling dilakukan mayoritas pada musim hujan namun keadaan cuacanya kering).

(25)

Tabel 4.2 Jenis-jenis burung yang teramati di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya beserta ukurannya (data Nopember-Desember 2015)

No Nama Jenis Nama Ilmiah Ukuran (K – Kecil, S –

Sedang, B – Besar)*

1 Cipoh Kacat Aegithina tiphia K (14 cm)

2 Jalak Ungu Acridotheres javanicus S (25 cm) 3 Raja Udang Biru Alcedo coerulescens K (14 cm)

4 Kareo Amaurornis phoenicurus B (30 cm)

5 Apung Tanah Anthus novaeseelandiae S (18 cm)

6 Cangak Merah Ardea purpurea B (95 cm)

7 Cangak Laut Ardea sumatrana Sangat B (115 cm)

8 Blekok Sawah Ardeola speciosa K (45 cm)

9 Kekep Babi Artamus leucorhyncus S (18 cm)

10 Kuntul Kerbau Bubulcus ibis K (50 cm)

11 Cabak Maling Kota Caprimulgus affinis K (22 cm) 12 Cabak Maling Caprimulgus macrurus B (30 cm) 13 Bubut Alang-alang Centropus bengalensis B (42 cm) 14 Cerek Kalung Kecil Charadrius dubius K (16 cm) 15 Burung Daun Besar;

Cica-Daun Besar

Chloropsis sonnerati B (22 cm)

16 Walet Sapi/Linchi Collocalia esculenta /C. Linchi K (9 cm) 17 Wiwik Kelabu Cuculus merulinus K (21 cm) 18 Walet Palem Asia Cypsiurus balasiensis K (11 cm) 19 Caladi Ulam Dencdrocopus (Picoides)

macei

Agak K (18 cm)

20 Burung Cabe Dicaeum trochileum K (8 cm)

21 Srigunting Hitam Dicrurus macrocercus S (29 cm)

22 Kuntul Besar Egretta alba B 88 cm

23 Kuntul Perak Kecil / Egretta garzetta S (60 cm)

(26)

Kuntul Kecil

24 Kuntul Perak Egretta intermedia B (70 cm) 25 Alap alap Sapi Falco muluccensis K (30 cm) 26 Layang-Layang Asia Hirundo rustica S (20 cm) 27 Layang-Layang Batu Hirundo tahitica K (14 cm)

28 Bentet Lanius schach B (25 cm)

29 Bondol Jawa , Pipit Lonchura leucogastroides K (11 cm)

30 Bondol Haji Lonchuramaja K (11 cm)

31 Bondol Dada Sisik / Petingan / Bondol Peking

Lonchura punctulata K (11 cm)

32 Kirik-Kirik Merops leschenaulti K (20 cm) 33 Burung madu Kuning

/Burung Madu Sriganti

Nectarinia jugularis K (10 cm)

34 Gajahan Kecil Numenius minutus S (35 cm) 35 Kowak Malam Abu Nycticorax nycticorax S (61 cm)

36 Cinenen Orthotomus sepium K (11 cm)

37 Burung Gereja Passer montanus S (14 cm)

38 Pecuk Kecil Phalacrocorax niger K (50 cm) 39 Kutilang Pycnonotus aurigaster S (20 cm)

40 Cerukcuk Pycnonotus goiaver S (20 cm)

41 Mata merah Porzana fusca K (21 cm)

42 Perenjak Jawa Prinia familiaris B (13 cm)

43 Kipasan Rhidipura javanica S (19 cm)

44 Dara Laut Kecil Sterna albifrons K (25 cm) 45 Dara Laut Jambul Sterna bergii B (47 cm) 46 Kukur / Tekukur Streptopelia chinensis S (30 cm) 47 Cekakak Todirhampus chloris, Halcyon

chloris

S (24 cm)

48 Punai Gading Treron vernans K (25 cm)

49 Trinil Semak Tringa glareola S (22 cm)

(27)

50 Trinil Pantai Tringa hypoleucos K (20 cm) 51 Puyuh tegalan loreng Turnix suscitator K (16 cm) 52 Kacamata Biasa Zosterops palpebrosus K (11 cm) Sumber: Hasil pengamatan lapangan antara bulan Nopember-Desember 2015

*Mengacu pada MacKinnon (1991) (M1); atau MacKinnon et al (1992).

Gambar burung yang ditemukan di bandara dapat dilihat pada Lampiran.

Dari 52 jenis burung tersebut terdapat 10 jenis burung yang ditemukan populasinya terbanyak/dominan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai- Bali dan sekitarnya, seperti tergambar dalam Gambar 4.4.

Gambar 4.4 Sepuluh jenis burung dominan dan jenis lain yang ditemukan di area bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali (data dalam %).

Dari Gambar di atas, nampak bahwa sekitar 80% burung dibandara tahun 2015 memiliki 10 species yang paling banyak (dominan) yaitu (1) Collocalia esculenta/C. Linchi (Walet sapi/linci) (28,08%), (2) Passer montanus (Burung Gereja) (13,95%), (3) Pycnonotus

28,08

13,95

13,26 10,23

4,07 3,55 1,92 1,80 1,69

1,63

19,83

Collocalia esculenta /C. Linchi Passer montanus

Pycnonotus goiaver Streptopelia chinensis Hirundo tahitica Hirundo rustica Artamus leucorhyncus Nectarinia jugularis Cypsiurus balasiensis Orthotomus sepium Burung Lainnya

(28)

goiaver (Cerukcuk) (13,26%), (4) Streptopelia chinensis (Kukur/Tekukur) (10,23%), (5) Hirundo tahitica (Layang-Layang Batu) (4,07%), (6) Hirundo rustica (Layang-Layang Asia) (3,55%), (7) Artamus leucorhyncus (Kekep Babi) (1,92%), (8) Nectarinia jugularis (Burung Madu Kuning/Burung Madu Sriganti) (1,80), (9) Cypsiurus balasiensis (Walet Palem Asia) (1,69%), dan (10) Orthotomus sepium (Cinenen) (1,63%). Jenis lainnya adalah sisanya, yaitu sekitar 20%.

Dari 52 jenis burung tersebut, 13 jenis merupakan burung-burung yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, yaitu (1) burung Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens), (2) Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis), (3) Kuntul Besar (Egretta alba), (4) Kuntul Perak Kecil/Kuntul Kecil (Egretta garzetta), (5) Kultul Perak (Egretta intermedia), (6) Alap-Alap Sapi (Falco moluccensis), (7) Burung Madu Kuning/Burung Madu Sriganti (Necterinia jugularis), (8) Gajahan Kecil (Numenius minutus), (9) Pecuk Kecil (Phalacrocorax niger), (10) Kipasan Belang (Rhidipura javanica), (11) Dara Laut Kecil (Sterna albifrons), (12) Dara Laut Jambul (Sterna bergii), dan (13) Cekakak (Todirhampus chloris/Halcyon chloris).

Nama spesies : Raja udang biru/ Small blue kingfisher

Nama ilmiah : Alcedo coerulecens

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/10/21/raja- udang-biru/

Nama spesies : Kuntul kerbau/Cattle egret Nama ilmiah :Bubulcus ibis

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/07/19/kuntul- kerbau/

(29)

Nama spesies : Kuntul besar / Great egret Nama ilmiah : Eggretta alba

Sumber :

https://www.allaboutbirds.org/guide/Great_E gret/id

Nama spesies : Kuntul kecil / kuntul perak kecil / Little egret

Nama ilmiah : Egretta garzetta

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Little_egret

Nama spesies : kuntul perak / intermediate egret

Nama ilmiah : Egretta intermedia

Sumber :

http://ibc.lynxeds.com/photo/intermediate- egret-egretta-intermedia/intermediate-egret- paddy-field

Nama spesies : Alap alap sapi / Spotted kestrel Nama ilmiah : Falco moluccensis

Sumber :

http://www.avibirds.com/html/falcons/Spotted_Ke strel.html#.VooZPVUrLIU

(30)

Nama spesies : Burung madu kuning/

burung madu sriganti / olive backed sunbird Nama ilmiah : Nectarinia jugularis

Sumber : dimodifikasi dari https://id.wikipedia.org/wiki/Burung- madu_sriganti

Nama spesies : Gajahan kecil / little curlew Nama ilmiah : Numenius minutus

Sumber :

http://avesphoto.com/website/na/species/CURLIT- 1.htm

Nama spesies : Pecuk padi kecil/ Little cormorant

Nama ilmiah : Phalacrocorax niger

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/12/09/pecuk -padi-kecil/

Nama spesies :Kipasan belang / Pied fantail Nama ilmiah : Rhipidura javanica

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kipasan_belang

(31)

Nama spesies : Dara laut kecil / little tern Nama ilmiah : Sterna albifrons

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/10/17/dara- laut-kecil/

Nama spesies : Dara laut jambul / swift tern Nama ilmiah : Sterna bergii

Sumber : http://www.kutilang.or.id/2012/10/17/dara- laut-jambul/

Nama spesies : cekakak sungai / collared kingfisher

Nama ilmiah : Halcyon (Todirhampus) chloris

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/10/31/ceka kak-sungai/

Gambar 4.5 Jenis-Jenis Burung yang Dilindungi hasil pengamatan periode tahun 2015

Ukuran burung yang ditemukan di bandara dan sekitarnya berkisar antara 8 cm (sangat kecil) yaitu Burung Cabe (Dicaeum trochileum) sampai 115 cm (sangat besar) yaitu pada Cangak Laut (Ardea sumatrana).

(32)

Nama spesies : burung cabai jawa / scarlet headed flowerpecker

Nama ilmiah : Dicaeum trochileum Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2011/11/16/cab ai-jawa/

Nama spesies : Cangak laut / Great billed heron

Nama ilmiah : Ardea sumatrana

Sumber :

http://www.kutilang.or.id/2012/07/11/canga k-laut/

Gambar 4.6 Jenis burung dengan ukuran terkecil dan terbesar

Tipe habitat yang terbanyak dikunjungi burung pada periode Nopember-Desember 2015 adalah di sekitar badan air, sedangkan yang terjarang dikunjungi burung adalah hutan mangrove.

4.2 Bird Density atau Kepadatan Populasi Burung (Kekerapan)

Rata-rata jumlah burung ditemukan di kawasan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada bulan Juni-Juli 2016 berturut-turut adalah sebagai berikut: burung dari lingkungan mangrove 51 ekor, kebun 57 ekor, sekitar bangunan 70 ekor, rumput 140 ekor, dan sekitar badan air 165 ekor dalam jangka waktu 30 menit per titik sampel. Densitasnya berturut turut sebagai berikut: untuk burung di lingkungan mangrove 1,50 ekor/menit/Km2, kebun 1,68 individu/menit/Km2, sekitar bangunan/struktur buatan 2,06 individu/menit/Km2, rumput 4,13 individu/menit/Km2, serta di badan air 4,86 individu/menit/Km2. Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan Gambar 4.7.

(33)

Tabel 4.3 Densitas (kekerapan) rata-rata burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali per Tipe Lingkungan / Habitat pada periode Juni-Juli 2016

No Lokasi Pengamatan

Jumlah ditemukan

(Pagi)

Jumlah ditemukan

(Sore)

Jumlah ditemukan

(Malam)

Total Bird Density

*

1 Rumput 80 59 1 140 4,13

2 Mangrove 29 19 3 51 1,50

3 Kebun 23 34 0 57 1,68

4 Sekitar Badan Air 90 75 0 165 4,86

5 Bangunan /

Struktur Buatan

41 29 0 70 2,06

Catatan: Hasil rata-rata dari tiga lokasi pengamatan; * unit individu/menit/Km2

Gambar 4.7. Bird density (unit = individu/menit/Km2) kekerapan bulan Juni-Juli 2016

Berdasarkan tabel di atas, berdasarkan jenis habitatnya didapatkan kepadatan burung tertinggi adalah di sekitar badan air dengan 4,86 ekor/menit/Km2. Sedangkan berdasarkan jenis habitat dihubungkan dengan waktu pengambilan sampel didapatkan hasil sebagai berikut: untuk semua tipe habitat, baik itu wilayah mangrove, rumput, badan air dan sekitar bangunan kepadatan burung tertinggi adalah pada pagi hari, kecuali untuk di sekitar kebun kepadatan burung tertinggi teramati pada sore hari.

0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00

Rumput Mangrove Kebun Sekitar Badan AirBangunan / Struktur Buatan

(34)

Sedangkan pada musim hujan (Nopember-Desember) 2015 rata-rata jumlah burung ditemukan berturut-turut adalah sebagai berikut: burung dari lingkungan mangrove 48 ekor, rumput 95 ekor, sekitar bangunan 97 ekor, kebun 108 ekor, dan sekitar badan air 231 ekor dalam jangka waktu yang sama (30 menit per titik sampel). Densitasnya berturut turut sebagai berikut: untuk burung di lingkungan mangrove 1,41 ekor/menit/Km2, rumput 2,81 individu/menit/Km2, sekitar bangunan/struktur buatan 2,86 individu/menit/Km2, kebun 3,18 individu/menit/Km2, serta di badan air 6,81 individu/menit/Km2.

Tabel 4.4 Densitas (kekerapan) rata-rata burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali per Tipe Lingkungan/Habitat pada bulan Nopember-Desember 2015 No Lokasi

Pengamatan

Jumlah ditemukan

(Pagi)

Jumlah ditemukan

(Sore)

Jumlah ditemukan

(Malam)

Total Bird Density

*

1 Rumput 42 51 2 95 2,81

2 Mangrove 27 19 2 48 1,41

3 Kebun 65 40 3 108 3,18

4 Sekitar Badan Air 109 122 0 231 6,81

5 Bangunan /

Struktur Buatan

50 46 1 97 2,86

Catatan: Hasil rata-rata dari tiga lokasi pengamatan; * unit individu/menit/Km2

Dari data tahun 2015 dan 2016 nampak bahwa pada rumput dan mangrove, bird density (kekerapan) burungnya lebih tinggi dari pada cuaca kering tahun 2015, sedangkan untuk habitat kebun, sekitaran badan air dan bangunan kondisinya sebaliknya. Di samping itu pada cuaca basah (tahun 2016) salah satu burung yang diduga sering menyebabkan kejadian bird strike merupakan 3 besar ditemukan di sekitaran kawasan bandara sehingga diduga menyebabkan terjadinya bird strike oleh burung tersebut.

(35)

Gambar 4.8. Bird density (unit = individu/menit/Km2) bulan Nopember-Desember 2015

Berdasarkan tabel di atas berdasarkan jenis habitatnya didapatkan kepadatan burung tertinggi adalah di sekitar badan air dengan 6.81 ekor/menit/km2. Sedangkan berdasarkan jenis habitat dihubungkan dengan waktu pengambilan sampel didapatkan hasil sebagai berikut: untuk area mangrove, kebun dan sekitar bangunan kepadatan burung tertinggi adalah pada pagi hari, sedangkan untuk di sekitar rumput dan badan air kepadatan burung tertinggi adalah pada sore hari (Tabel 4.4).

4.3 Analisis Permukaan / Penggunaan Habitat

Habitat burung / kondisi lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sangat berpengaruh terhadap keberadaan burung di lokasi tersebut. Dalam kajian ini, habitat/

kondisi lingkungan dapat dikelompokkan menjadi 5, yaitu: hutan mangrove, kebun, sekitar bangunan / struktur buatan, sekitar badan air, dan rumput.

Kondisi Lingkungan / Tipe habitat dan Jumlah Burung yang Teramati

Berikut disampaikan data kondisi lingkungan serta jumlah burung yang teramati di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai dan sekitarnya.

0 1 2 3 4 5 6 7 8

Rumput Mangrove Kebun Sekitar Badan

Air

Bangunan / Struktur Buatan

(36)

Tabel 4.5 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Hutan Mangrove Nopember-Desember 2015

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total

1 Mangrove 1 35 25 0 60

2 Mangrove 2 36 18 7 61

3 Mangrove 3 11 15 0 26

Jumlah 82 58 7 147

Rata-rata 27 19 2 48

Tabel 4.6 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Hutan Mangrove Juni-Juli 2016

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total

1 Mangrove 1 33 20 3 56

2 Mangrove 2 46 27 5 78

3 Mangrove 3 7 9 0 16

Jumlah 86 56 8 150

Rata-rata 29 19 3 50

Tabel 4.7 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Rumput Nopember-Desember 2015

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total Jumlah ditemukan

1 Rumput 1 39 60 2 101

2 Rumput 2 32 57 2 91

3 Rumput 3 56 37 1 94

(37)

Jumlah 127 154 5 286

Rata-Rata 42 51 2 95

Tabel 4.8 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Rumput Juni-Juli 2016

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total Jumlah ditemukan

1 Rumput 1 53 36 0 89

2 Rumput 2 90 83 2 175

3 Rumput 3 97 57 0 154

Jumlah 240 176 2 418

Rata-Rata 80 59 1 139

Tabel 4.9 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Kebun Nopember-Desember 2015

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total Jumlah ditemukan

1 Kebun 1 95 45 3 143

2 Kebun 2 48 36 0 84

3 Kebun 3 51 39 6 96

Jumlah 194 120 9 323

Rata-Rata 65 40 3 108

Tabel 4.10 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Kebun Juni-Juli 2016

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total Jumlah ditemukan

1 Kebun 1 21 43 0 64

(38)

2 Kebun 2 21 31 0 52

3 Kebun 3 27 29 0 56

Jumlah 69 103 0 172

Rata-Rata 23 34 0 57

Tabel 4.11 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Sekitar Badan Air Nopember-Desember 2015

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total

1 Sekitar Badan Air 1 78 195 1 274

2 Sekitar Badan Air 2 181 59 0 240

3 Sekitar Badan Air 3 67 113 0 180

Jumlah 326 367 1 694

Rata-Rata 109 122 0 231

Tabel 4.12 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Sekitar Badan Air Juni-Juli 2016

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total

1 Sekitar Badan Air 1 139 107 0 246

2 Sekitar Badan Air 2 84 50 0 134

3 Sekitar Badan Air 3 47 67 0 114

Jumlah 270 224 0 494

Rata-Rata 90 75 0 165

Tabel 4.13 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Sekitar Bangunan / Struktur Buatan Nopember- Desember 2015

(39)

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total

1 Bangunan 1 55 44 0 99

2 Bangunan 2 72 44 2 118

3 Bangunan 3 23 51 2 76

Jumlah 150 139 4 293

Rata-Rata 50 46 1 97

Tabel 4.14 Kepadatan burung di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk Tipe Lingkungan / Habitat Sekitar Bangunan/Struktur Buatan Juni-Juli 2016

No Lokasi Pengamatan Jumlah ditemukan (Pagi)

Jumlah ditemukan (Sore)

Jumlah ditemukan (Malam)

Total

1 Bangunan 1 41 39 0 80

2 Bangunan 2 45 26 0 71

3 Bangunan 3 37 22 0 59

Jumlah 123 87 0 210

Rata-Rata 41 29 0 70

Berdasarkan data tabel di atas, dapat disampaikan bahwa kondisi lingkungan dan faktor waktu berpengaruh terhadap jumlah burung yang teramati di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya. Untuk hasil penelitian ini dan tahun lalu, Nampak ada perbedaan periode waktu ditemukan jumlah burung terbang pada lingkungan, tipe habitat yang berbeda kecuali pada hutan mangrove, dan sekitar bangunan. Jumlah burung terbanyak ditemukan pada pagi hari, baik pada periode 2015 maupun 2016 (Cuaca kering maupun basah). Pada rumput saat kondisi basah, burung terbanyak ditemukan pada pagi hari, sedangkan saat cuaca kering terbanyak pada sore hari. Pada kebun saat cuaca basah terbanyak ditemukan pada sore hari, sedangkan pada cuaca kering ditemukan pada pagi hari. Pada badan air, saat cuaca basah jumlah burung tertinggi ditemukan pada pagi hari sedangkan saat cuaca kering terbanyak ditemukan pada sore hari.

(40)

4.4 Aktivitas Burung dan Resiko Terjadinya Bird Strike

Berdasarkan hasil penelitian, jika dilihat dari segi keanekaragaman vegetasi, peningkatan jumlah populasi burung di wilayah sekitar bandara sangat mungkin terjadi. Peningkatan populasi ini salah satu faktor risiko terjadinya bird strike.

Sedangkan berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan wawancara dengan petugas penjaga keamanan yang di lapangan selama studi menyatakan bahwa setelah beberapa bulan pemasangan alat pengusir burung, burung itu cenderung “mengacuhkan” alat pengusir burung tersebut. Hal ini mungkin disebabkan karena burung sudah mengenal bahwa semua “gangguan buatan” yang dikeluarkan oleh alat tersebut tidak akan mengancam keberadaan dirinya. Di samping itu, menurut pustaka yang pernah dibaca, bahwa peralatan yang dipergunakan secara mobile / berpindah-pindah cenderung lebih efektif untuk mengusir burung dibandingkan dengan yang dipasang permanen pada lokasi tertentu.

Tabel 4.15 Rekap kejadian birdstrike Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tahun 2015

Tanggal

Kejadian Kejadian / Kecelakaan

Lokasi / Flight Phase

Time (LT) Rute Jumlah

06-01-2015

Bird strike near airport 4:18 MNL-DPS 1

14-01-2015

Bird strike on Engine No.2 on Take Off Roll, menyebabkan pesawat

harus RTB.

near airport 12:50 DPS-PER 1

13-02-2015

Bird strike on Engine No.1 on Take Off Roll, menyebabkan pesawat harus RTA.

runway 13:24 DPS-SIN 1

13-03-2015

Bird Strike during landing near airport 12:04 SIN-DPS 1

(41)

17-03-2015 Bird Strike during flare near airport 18:56 SIN-DPS 1 02-04-2015 Bird strike near airport 17:55 DOH-DPS 1 30-04-2015 Bird strike near airport 18:12 KUL-DPS 1

26-05-2015

Bird strike, bangkai burung ditemukan di N4- N5

runway 11:55 KUL-DPS 1

02-06-2015 Bird strike on landing Engine No. 1

near airport 05:51 SIN-DPS 1

JUMLAH 9

Catatan: Tanggal 01-07-2014 mulai dioperasikan alat Birdstrike (Fixed 7 unit, dan Mobile 1 unit); Sumber: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (2015)

Data diterima sampai November 2015. Sumber: Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (2015).

Tabel 4.16 Rekap kejadian bird strike Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tahun 2016.

Tanggal kejadian

Kejadian / Kecelakaan

Lokasi /

Flight Phase Time (LT) Jumlah

01-01- 2016 Bird strike Near Airport 19.30 1

01-01-2016

Bird strike Landing - 1

05-01-2016 Bird strike Near Airport 21.30 1

23-01-2016 Bird strike Near Airport Malam 1

27-01-2016 Bird strike Take off - 1

28-01-2016 Bird strike Near Airport 17.55 1

08-03-2016 Bird strike Near Airport - 1

(42)

11-05-2016 Bird strike Near Airport 19.15 1

29-06-2016 Bird strike Nera Airport 19.00 1

JUMLAH 9

Kejadian bird strike di tahun 2015 dan 2016 nampaknya sama saja jumlahnya (jika data Januari-Juni 2015 dibandingan dengan data Januari-Juni 2016). Sembilan kejadian bird strike dilaporkan pada kedua kurun waktu itu (lihat 2 tabel di atas).

Dari data nampak bahwa pada bulan Januari 2016 frekuensi kejadian bird strike cukup tinggi, yaitu 6 kejadian dari 9 kejadian terjadi dalam bulan Januari 2016, dalam kurun waktu 6 bulan saja (sampai Juni 2016). Hal ini mungkin berhubungan dengan basahnya habitat burung di sekitar bandara yang menyebabkan meningkatnya sumber makanan (mangsa) dan selanjutnya menarik datangnya burung-burung yang lebih berpotensi menyebabkan kejadian bird strike (seperti burung kuntul atau kokokan).

4.5 Kajian Burung dan Resiko Bird strike: Faktor Arah Terbang

Untuk kajian resiko bird strike dalam kaitannya dengan arah terbang burung, analisis difokuskan pada burung-burung yang disample di dalam kawasan bandara saja (yaitu sampel di sekitar Badan Air 1, di Rumput 1, Rumput 2 dan Rumput 3) di tiga periode waktu sampling yaitu Pagi (antara pukul 07.00 s.d 10.00 Wita), Sore (antara pukul 15.00 s.d. 18.00 Wita) dan Malam (antara pukul 23.00 s.d.02.00 Wita) dimana secara umum keempat kawasan tersebut lebih dekat dengan lokasi pergerakan pesawat di banding yang di luar bandara (lihat Gambar berikut).

(43)

Keterangan:

No Simbol Nama Lokasi Koordinat (decimal degree)

1 Rumput 1 -8.74885, 115.17366

2 Rumput 2 -8.74895, 115.16292

3 Rumput 3 -8.74926, 115.15593

4 Sekitar Badan Air 1 -8.74508, 115.17804

Gambar 4.9 Lokasi sampling untuk kajian data arah terbang

Burung di sekitar Badan Air 1

Pada tahun 2015 burung di sekitar Badan Air 1 terdapat 78 ekor yang teramati pada pagi hari, dimana hanya 32,05 % aktif berpindah keluar-masuk lokasi pengamatan, sedangkan 67,95% “diam” atau tidak keluar dari stasiun pengamatan. Pada tahun 2016, burung di sekitar Badan Air 1 terdapat 138 ekor yang teramati pada pagi hari, dimana hanya 38,4 % aktif berpindah keluar-masuk lokasi pengamatan sedangkan 61,59 % “diam” atau tidak keluar dari stasiun pengamatan.

Pada tahun 2015 dari 25 individu yang terbang pagi hari, ada 88% (22 ekor) memiliki resiko menyebabkan terjadinya bird strike yang lebih besar karena arah terbangnya kemungkinan bersinggungan dengan arah landasan pacu bandara, sedangkan sisanya 3 ekor atau 12% kurang memiliki peluang menyebabkan bird strike (peluangnya lebih kecil). Pada tahun 2016 dari 53 individu yang terbang pada pagi hari, ada 83,01 % (44 ekor) memiliki resiko menyebabkan terjadinya bird strike yang lebih besar karena arah terbangnya kemungkinan bersinggungan dengan arah landasan pacu bandara, sedangkan sisanya 9 ekor atau 16,98 % kurang memiliki peluang menyebabkan bird strike.

Pada tahun 2015 dari 3 individu burung yang bergerak terbang di sore hari, semuanya (100%) memiliki berpeluang yang lebih besar menyebabkan terjadinya bird strike.

Pada tahun 2016, 57 individu yang terbang pada sore hari 100 % berpeluang lebih besar menyebabkan bird strike. Burung pada malam hari tidak ada yang berpeluang besar menyebabkan terjadinya bird strike. Asumsi yang dipakai di sini adalah burung terbang dengan arah lurus.

Tabel 4.17 Arah Terbang Burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya: di Lokasi sekitar Badan Air 1 (Pagi) tahun 2015 dan ilustrasinya Tabel:

1 2 3

1

(44)

Ke Dari

U TL T TG S BD B BL

U 1

(Blekok Sawah), 2 (layang- layang asia)

11 burung gereja

TL

T 1

Kuntul Kerbau

1 (Kuntul Kerbau), 4

(bondol jawa) 1 (Trinil pantai)

1 Kuntul Kerbau

TG S BD

B 1 Layang- layang Asia

1 Blekok Sawah

BL 1 trinil

pantai

U = Utara, TL = Timur Laut, T = Timur, TG = Tenggara, S = Selatan, BD = Barat Daya, B = Barat, BL = Barat Laut; Merah = lebih beresiko terhadap bird strike, kuning = kurang beresiko.

Jumlah burung terbang 25 (32,05%), yang diam = 53 (67,95%).

Ilustrasinya:

(45)

Tabel 4.18 Arah Terbang Burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya: di Lokasi sekitar Badan Air 1 (Pagi) Juni – Juli 2016 dan ilustrasinya Tabel:

Ke Dari

U TL T TG S BD B BL

U 5 (2

gereja erasia, 2

walet sapi / linchi, 1

punai gading)

4 gereja erasia

TL 1 walet

sapi/

linchi

T 2

tekukur

9 (6 brg gereja erasia,

1

(46)

tekukur, 1 cangak merah, 1 walet sapi/

linchi)

TG 1 walet

sapi / linchi

S 17 ( 12

gereja erasia, 2

tekukur, 3 walet sapi/

linchi) BD

B 6 (4

tekukur, 2 brg gereja erasia)

6 (3 kuntul kecil, 2

brg gereja erasia, 1

walet sapi /linchi)

2 brg gereja erasia

BL

U = Utara, TL = Timur Laut, T = Timur, TG = Tenggara, S = Selatan, BD = Barat Daya, B = Barat, BL = Barat Laut; Merah = lebih beresiko terhadap bird strike, kuning = kurang beresiko.

Jumlah burung terbang 53 (38,4 %), yang diam = 85 (61,59 %) Ilustrasinya:

(47)

Tabel 4.19 Arah Terbang Burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya: di Lokasi sekitar Badan Air 1 (Sore) November-Desember 2015 dan ilustrasinya Tabel:

Ke Dari

U TL T TG S BD B BL

U 1

Blekok Sawah TL

T

TG

S

(48)

BD 2 kuntul kerbau B

BL

U = Utara, TL = Timur Laut, TG = Tenggara, S = Selatan, BD = Barat Daya, B = Barat, BL = Barat Laut Merah = lebih beresiko terhadap birdstrike, kuning = kurang beresiko. Jumlah burung terbang 3 (1,54%), diam 192 (98,46%)

Ilustrasinya:

Tabel 4.20 Arah Terbang Burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya: di Lokasi sekitar Badan Air 1 (Sore) Juni-Juli 2016 dan ilustrasinya Tabel:

(49)

Ke Dari

U TL T TG S BD B BL

U 10 (3

walet sapi/

linchi, 6 brg gereja erasia, 1 tekukur)

2 walet sapi / linchi

TL 5 brg

gereja erasia

T 8 (7 brg

gereja erasia,

1 blekok sawah) TG

S 20 (3

tekukur 10 bondol peking, 2

kutilang, 3 brg gereja erasia, 2 walet sapi / linchi)

2 tekukur

BD

B 10 (4

walet sapi / linchi, 1

brg gereja erasia, 5 tekukur)

(50)

BL

U = Utara, TL = Timur Laut, T = Timur, TG = Tenggara, S = Selatan, BD = Barat Daya, B = Barat, BL = Barat Laut Merah = lebih beresiko terhadap bird strike, kuning kurang beresiko. Jumlah burung terbang 57 (53,27 %), diam 50 (46,72 %)

Ilustrasinya:

Tabel 4.21 Arah Terbang Burung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan sekitarnya: di Lokasi sekitar Badan Air 1 (Malam) Nopember - Desember 2015 Ke

Dari

U TL T TG S BD B BL

U

Referensi

Dokumen terkait

Valuable goods atau barang berharga termasuk ketegori dari special cargo. Jenis barang berharga yang diditribusikan dari Terminal Kargo Bandar udara Internasional I

Ajar dan tuntunlah kami untuk menjalani kehidupan yang Engkau anugerahkan ini dengan hidup benar di hadapan-Mu, agar kehidupan dan pelayanan kami menjadi saksi bagi

mengerjakan tugas dan tanggung jawab yang Engkau percayakan bagi kami masing-masing sehingga kami dapat menjadi pemimpin-.. pemimpin yang

Pertumbuhan penumpang yang sangat pesat di bandar udara internasional Ngurah Rai saat ini dirasakan sudah tidak mampu lagi diakomodasi oleh bandar udara ini

ESTIMASI BIAYA KONSTRUKSI PEMBANGUNAN BANDAR UDARA NGURAH RAI - BALI ALTERNATIF IVd. Jenis

2005, Peraturan Menteri ooooooPerhubungan Nomor: KM 20 Tahun 2005 Tentang Pemberlakuan Standar ooooooNasional Indonesia SNI 03-7046-2004 Mengenai Terminal Penumpang ooooooBandar

SIMPULAN Berdasarkan lokasi perencanaan pembangunan SS VVIP Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai berada pada jenis tanah berpasir dengan nilai tahanan jenis tanah 𝜌 𝑡𝑎𝑛𝑎ℎ

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja personil Apron Movement Control (AMC) di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali dan mengetahui pengaruh kinerja personil Apron Movement Control (AMC) terhadap keselamatan dan keamanan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai