1.1 Latar Belakang Masalah
Pola pikir seseorang dengan yang lain pasti berbeda. Ada diantara kita beranggapan bahwa dengan memiliki penghasilan yang besar maka kita akan dapat hidup berkecukupan selamanya. Pola pikir yang demikian yang mengakibatkan banyak orang hanya memikirkan kebutuhan jangka pendek dalam pengalokasian penghasilan yang diterimanya tanpa memikirkan kebutuhan jangka menengah maupun jangka panjangnya. Banyak dari kita beranggapan bahwa dengan memenuhi kebutuhan jangka pendek dan menabung sisanya maka kita dapat hidup berkecukupan. Hal ini tidak sepenuhnya dapat dibenarkan karena ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tercapainya tujuan tersebut. Contohnya banyak orang yang hidup berkecukupan selama mereka masih berkerja tetapi ketika mulai masuk masa pensiun mereka kebingungan karena pensiun yang diberikan oleh tempat mereka berkerja ternyata tidak cukup untuk memenuhi gaya hidup seperti saat sebelum mereka pensiun. Mereka tidak memperhatikan penurunan nilai mata uang yang terjadi akibat inflasi. Karena itu tidak cukup dengan menabung saja tetapi dibutuhkan pengalokasian penghasilan yang benar supaya tidak menimbulkan berbagai masalah dimasa yang akan datang. Masalah yang sering terjadi karena kurangnya perhatian orang yaitu faktor inflasi, penurunan nilai aset, nilai uang terhadap waktu, dan kejadian-kejadian yang sifatnya darurat.
Setiap individu atau keluarga pasti menginginkan untuk hidup berkecukupan atau bisa disebut ”kaya” dalam arti financial. Kekayaan dalam arti financial sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita melakukan perencanaan untuk jangka panjang dan bagaiman kita melaksanakannya untuk mencapai tujuan secara berkesinambungan. Oleh karena itu diperlukan seorang perencana keuangan. Seorang perencana keuangan adalah seseorang yang menggunakan proses perencanaan keuangan untuk menolong klien untuk mendapatkan cara bagaimana mencapai tujuan-tujuan hidup klien. Perencana keuangan dapat melihat secara “gambaran besar” atas situasi keuangan klien dan membuat
rekomendasi perencanaan keuangan yang cocok untuk klien sesuai dengan profil resiko klien. Perencana keuangan dapat melihat seluruh kebutuhan klien termasuk membuat anggaran dan menabung, perencanaan pajak, investasi, asuransi dan pensiun. Atau, perencana keuangan dapat bekerja untuk klien atas satu persoalan keuangan tapi tetap dalam konteks situasi keuangan klien secara menyeluruh.
(keuangan-pribadi, 2004).
Oleh karena itu, perencana keuangan individu atau keluarga sangatlah dibutuhkan pada saat ini dan mendatang. Karena dengan adanya seorang perencana keuangan maka diharapkan adanya pengelolaan keuangan yang baik serta pengalokasian aset yang maksimal sehingga tujuan-tujuan investasi yang dimiliki oleh klien baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang dapat tercapai secara optimal.
1.2. Kondisi Klien 1.2.1. Profil Klien
Bapak Andri Utomo adalah seorang kepala keluarga. Ia lahir pada tanggal 13 Oktober 1981 di Ambon pada tahun ini ia berusia 26 tahun. Sedangkan Ibu Natalia Kurniawan adalah seorang Ibu rumah tangga yang tidak berkerja. Ibu Natalia lahir pada tanggal 7 Desember 1984, dan ia sekarang berusia 23 tahun.
Keluarga ini adalah keluarga muda yang belum dikaruniai anak. Bapak Andri Utomo berkerja sebagai general manager di PT.Harapan Jaya perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan distribusi gula di Kediri. Perusahaan ini merupakan perusahaan milik keluarga Ibu Natalia.
Bapak Andri memiliki sebuah rumah tempat tinggal yang berlokasi di Jln.Dr.Wahidin no 148 Gurah-Kediri yang saat ini dihuninya bersama isterinya.
Dan mereka juga mempunyai sebuah bidang tanah sawah yang diberikan oleh ayah dari Ibu Natalia sebagai hadiah pernikahan. Tanah sawah tersebut sampai sekarang belum digunakan. Untuk kendaraan mereka punya satu buah mobil kijang Krista. Selain itu Ibu Natalia juga mempunyai koleksi perhiasan.
Bapak Andri memiliki tabungan serta deposito di Bank BCA, dan kas di rumah, serta mempunyai sumber penghasilan sebagai seorang general manager.
Dalam kehidupan sehari-hari, Bapak Andri mengeluarkan biaya untuk keperluan bulanan rumah tangganya dan untuk 1 orang pembantunya. Selain itu juga ada biaya bensin untuk transportasi, dan biaya telepon internet.
Bapak Andri Sekarang tidak memiliki asuransi apapun yang dapat melindungi keluarganya dari resiko kerugian yang tidak diinginkan dan ia untuk kedepannya ingin memiliki asuransi yang tepat sesuai kebutuhannya.
1.2.2 Tujuan Investasi Klien
Adapun tujuan yang ingin dicapai keluarga Bapak Andri yang sempat terpikir sampai saat ini :
Jangka pendek 1. Dana Darurat
Keluarga ini belum mempunyai dana darurat, sehingga perhitungan dana darurat akan diperhitungkan sebagai salah satu tujuan perencanaan keuangan. Saat ini beliau ingin memiliki dana darurat.
2. Asuransi jiwa
Bapak Andri belum pernah memiliki asuransi jiwa dan sekarang ia ingin memiliki asuransi jiwa yang sesuai dengan kebutuhannya.
Jangka menengah 3. Jalan-jalan ke Itali
Bapak Andri dan Ibu Natalia ingin sekali melakukan perjalanan ke Itali dalam waktu 3 tahun lagi.
4. Beli mobil baru
Rencana beli mobil baru ini sebenarnya sudah lama diinginkan oleh ibu Natalia, sehubungan dengan kondisi keungan keluarga maka ibu Natalia meutuskan akan membeli mobil tersebut dalam waktu 4 tahun lagi.
Jangka panjang
5. Dana Pendidikan
Keluarga ini belum dikaruniai anak, tetapi Bapak Andri ingin mempersiapkan dana untuk pendidikan anaknya kelak. Mengingat biaya pendidikan dari tahun ke tahun semakin mahal jadi Bapak Andri ingin melakukan saving sejak dini.
6. Membeli Rumah di Kediri
Keinginan membeli rumah di Kediri direncanakan 10 tahun lagi. Rumah yang diinginkan berada di Jl.Diponegoro Kediri.
7. Pensiun Dini
Bapak Andri ingin pensiun lebih dini yaitu usia 55 tahun. Sekarang usia Bapak Andri 26 tahun.
Semua yang tertera diatas adalah impian atau keinginan kelurga Bapak Andri diurut berdasarkan mulai dari keinginan yang paling utama yang akan dicapai sampai diurut ke yang terakhir.
1.2.3. Laporan Cash Flow
Tabel 1.1. Laporan Cash Flow Bapak Andri Periode 31 Agustus 2007
Penghasilan Per Bulan Per Tahun
Gaji Bapak Andri 17,000,000 204,000,000 Bonus 50,000,000
Penghasilan lain 0 0
Total Penghasilan 17,000,000 254,000,000
Pengeluaran
Makan 1,500,000 18,000,000
Listrik 250,000 3,000,000
Telpon dan Internet * 1,000,000 12,000,000 Beli Pakaian Bapak Andri 400,000 4,800,000 Beli Pakaian Ibu Natalia 1,000,000 12,000,000 Bensin untuk Transportasi 500,000 6,000,000
1 orang Pembantu 275,000 3,300,000
1 orang Supir 600,000 7,200,000
Kosmetik dan Perawatan Wajah 2,000,000 24,000,000
Salon 500,000 6,000,000
Perawatan Mobil 250,000 3,000,000
STNK Mobil 2,000,000
PBB 300,000
Liburan ** 500,000 6,000,000
Total Pengeluaran 8,775,000 110,300,000
Disposable Income 8,225,000 143,700,000
Keterangan :
* Biaya Telepon dan Internet diasumsikan 70% pemakaian oleh Bapak Andri dan 30% oleh Ibu Natalia.
** Keluarga ini biasa berlibur ke Surabaya dengan kedua orang tua Ibu Natalia dan sebagian besar pengeluaran untuk berlibur ditanggung oleh orang tuanya.
Dari data cash flow diatas, terlihat bahwa hampir sebagian besar penghasilan bulanan Bapak Andri digunakan untuk membiayai pengeluarannya, sehingga disposable income yang dihasilkan masih terhitung kecil untuk melakukan saving.
Jika dilihat dari daftar biaya diatas, terlihat ada beberapa biaya yang dikeluarkan cukup besar. Namun hal itu tidak berarti bahwa pengeluaran yang dilakukan oleh Keluarga ini sangat boros, karena kita juga harus melihat factor yang yang mempengaruhi terjadinya biaya tersebut. Oleh karena itu saya akan menganalisa biaya-biaya mana saja yang dirasa masih dalam batas normal atau berlebihan. Misalnya pengeluaran untuk makan sebesar Rp.1.500.000, telepon dan internet Rp.1.000.000, dan biaya yang dikeluarkan Ibu Natalia untuk membeli kosmetik sebesar Rp.2.000.000.
Setelah saya analisis, ternyata pengeluaran untuk makan sebesar Rp.1.500.000 tersebut masih dalam batas normal atau tidak berlebihan mengingat jumlah anggota keluarga Bapak Andri yang terdiri dari 2 orang anggota keluarga dan 1 pembantu serta 1 orang sopir.
Untuk biaya Telepon dan Internet yang menghabiskan sebesar Rp.1.000.000 per bulan setelah saya analisa, teryata biaya tersebut juga masih dalam keadaan normal. Karena saya melihat dari kebutuhan Bapak Andri sebagai seorang Manager yang mempunyai banyak koneksi dan seringnya Bapak Andri menghubungi keluarga Ayah,Ibu nya yang bertempat tinggal di Surabaya.
Sedangkan biaya yang dikeluarkan Ibu Natalia untuk membeli kosmetik dan perawatan wajah tiap bulannya menghabiskan biaya sebesar Rp.2.000.000, setelah saya analisa pengeluaran tersebut memang sedikit berlebihan karena pembelian kosmetik tersebut dilakukan Ibu Natalia berdasarkan hobby tidak berdasarkan kebutuhan. Misalnya jika ada produk kosmetik yang baru launcing pasti ia beli dan tidak memperhitungkan bahwa kosmetik yang ia punya masih bisa dipakai.
Berdasarkan analisa penulis terhadap beberapa biaya yang dikeluarkan oleh keluarga Bapak Andri tersebut masih dalam batas normal. Namun juga ada beberapa kondisi yang perlu dibenahi berkaitan dengan perencanaan keuangan untuk tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh keluarga Bapak Andri.
1.2.4. Neraca Keuangan
Tabel 1.2. Neraca Keuangan Bapak Andri Tanggal 31 Agustus 2007
ASET Jumlah LIABILITIES Jumlah
Liquid Assets
Kas di tangan 4,000,000
Kas di Bank 14,000,000
Deposito 70,000,000
Total Liquid Assets 88,000,000
Investment Assets
Tanah sawah 1ha (Sumber
Agung)* 765,306,000
Tanah sawah 1ha (Tulung
Rejo)** 976,560,000
Total Investment Assets 1,741,866,000
Life-style Assets
Rumah Tinggal 800,000,000
Mobil Kijang Krista thn
2001*** 80,000,000
Perhiasan 250,000,000
Total Life-style Assets 1,130,000,000
Total Assets 2,959,866,000
Kekayaan Bersih
2,959,866,000
Keterangan :
* Harga Tanah sawah didapat dari Bapak Januar sebagai broker tanah (0354-7024455).
** Harga Tanah sawah didapat dari Bapak Januar sebagai broker tanah (0354-7024455)
*** Harga mobil bekas kijang krista tahun 2001 didapat dari Bapak Budi sebagai broker mobil bekas di Desa Gurah dengan dinilai dari kondisi mobil sekarang (0354-545942).
Gambar 1.1. Proporsi assets Bapak Andri
Assets merupakan alat yang digunakan untuk mencapaii tujuan Klien.
Berdasarkan data diatas, terlihat bahwa keluarga Bapak Andri terlihat memiliki beberapa asset yang jumlahnya cukup besar.
Namun pengalokasian setiap asset diatas mungkin belum mempertimbangkan tujuan-tujuan yang ingin diwujudkan oleh klien. Misalnya asset yang ditempatkan pada tanah sawah yang letaknya didesa jauh dari perkotaan. Tanah tersebut sampai sekarang belum dimanfaatkan, jika tanah sawah tersebut dijual dan dana yang didapat dari hasil penjualan tanah sawah tersebut diinvestasikan maka return yang didapat akan lebih besar. Misalnya diinvestasikan pada instrumen reksadana dan saham atau property yang letaknya ditempat yang strategis akan jauh lebih menguntungkan.
Berdasarkan tujuan-tujuan yang igin dicapai oleh keluarga Bapak Andri, serta jangka waktu pecapaiannya sebagai contoh pembelian mobil Honda New Accord VTI 2,4 MT bekas untuk waktu 4 tahun mendatang dengan asumsi harga mobil tersebut setelah inflasi Rp.340.000.000, jadi apabila Bapak Andri hanya berinvestasi dalam tabungan dan deposito saja yang sekarang ini bunganya sangat rendah maka akan sulit bagi keluarga ini untuk mewujutkan tujuan tersebut.
Karena Return yang sangat kecil membutuhkan dana investasi yang cukup besar.
Tentu saja hal ini akan sangat menguras assets lancar Bapak Andri, sehingga akan berdampak pada ketidak mampuan asset dalam memenuhi tujuan-tujuan lain yang
26%
34%
27%
3% 8%
0% 0%
2%
Kas di tangan
Kas di Bank
Deposito
Tanah sawah 1ha (Sumber Agung) Tanah sawah 1ha (Tulung Rejo)
Rumah Tinggal
Mobil Kijang Krista Thn 2001
Perhiasan
Berdasarkan analisa diatas terhadap neraca keluarga Bapak Andri, terlihat bahwa pengalokasian assets yang dipunyainya kurang maksimal sehingga memungkinkan ada kendala dalam pencapaian goal yang ingin dicapai.
1.3. Rumusan Masalah
Bagaimana keluarga ini dapat mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan baik jangka pendek, jangka menegah, dan jangka panjang dengan kondisi keuangan dan assets yang dimilikinya saat ini.
1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah membantu klien dalam memahami kondisi keuangannya saat ini dan kekayaan bersih yang dimilikinya serta membantu mengoptimalkan cashflow dan assets, dengan pemilihan produk-produk investasi yang sesuai dengan profil resiko klien dan kondisi keuangannya agar dapat mencapai tujuan-tujuannya dengan sukses.
1.5. Batasan Penelitian
Batasan penelitian dalam kasus adalah Bapak Andri tipe investor yang
“moderat” sehingga dalam usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan target
investasi yang digunakan adalah 15%-20% (max. 30% untuk tujuan jangka panjang) dan tingkat inflasi yang dipakai berdasarkan rata-rata inflasi dari Januari 2006 – Agustus 2007 yaitu sebesar 11%. Dengan tingkat suku bunga SBI sebesar 8.25% p.a mengikuti suku bunga saat ini.
1.6. Sistematika Skripsi
Dalam penulisan skripsi ini, agar lebih mudah dalam memahami pembahasan yang ada, maka dibagi dalam beberapa bab :
1. Pendahuluan
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, profil klien, kondisi keuangan keluarga klien, tujuan-tujuan klien, perumusan masalah, batasan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika skripsi.
2. Landasan Teori
Dalam bab ini akan dibahas tentang landasan teori yang berkaitan dengan pembahasan masalah meliputi perencanaan keuangan, dana darurat, asuransi, beli rumah, jalan-jalan ke luar negeri, dana pensiun, dana lain-lain, dan reksadana.
3. Metodologi
Dalam bab ini membahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan, seperti proses perencanaan keuangan, data gathering questioner, draft agreement, interview, planning, implementasi, review sampai
dengan pemilihan produk investasi.
4. Analisis dan Pembahasan
Meliputi penjelasan singkat mengenai kondisi keuangan, alur dana, dan kekayaan bersih Baru. Bab ini juga akan menguraikan langkah-langkah dan perhitungan dana darurat, asuransi, dana untuk jalan-jalan ke Itali, dana beli mobil baru dana pensiun, dana pembelian rumah baru, serta produk yang direkomendasikan, serta menghitung tingkat resiko diversifikasi portfolio investasi.
5. Kesimpulan dan Kaji Tindak
Bagian ini merupakan bagian akhir yang berisi kesimpulan, saran-saran yang diberikan penulis agar keluarga Bapak Andri dapat mencapai semua tujuan yang diinginkannya.