• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Upaya yang dilakukan perusahan untuk meminimalkan pembayaran pajak adalah dengan melakukan perencanaan pajak. Perencanaan pajak merupakan sebuah proses untuk mengatur usaha wajib pajak, di mana proses tersebut membuat hutang pajak berada dalam keadaan minimal (Mangoting, 1999).

Perencanaan pajak adalah tahapan pertama dalam melakukan manajemen pajak. Manajemen pajak didefinisikan sebagai sebuah cara yang dilakukan untuk melaksanakan kewajiban pajak dengan benar, di mana pajak yang dibayarkan berada dalam keadaan minimal sehingga laba yang diinginkan dapat tercapai (Suandy, 2016). Menurut Pohan (2016), tujuan dari dilakukannya manajemen pajak adalah untuk melaksanakan kewajiban pajak dengan benar dan mendapat keuntungan maksimal yang didapat dari meminimalkan beban pajak.

Wajib pajak badan pada tahap perencanaan pajak, perlu memahami perbedaan-perbedaan dalam mengakui perhitungan laba (book tax difference).

Manfaat pajak tangguhan akan muncul apabila pajak tangguhan akuntansi lebih besar daripada pajak tangguhan fiskal. Sedangkan beban pajak tangguhan akan muncul apabila pajak tangguhan akuntansi lebih kecil daripada pajak tangguhan fiskal. Perusahaan dapat meningkatkan laba perusahaan melalui cadangan kas yang diperoleh dengan meminimalisasi pajak tangguhan fiskal.

Kewajiban pajak dapat diminimalkan dengan melakukan dua macam cara, bisa dengan melakukan yang sesuai dengan aturan perpajakan dan bisa dengan melakukan yang menyalahi aturan perpajakan. Namun jika dilihat dari definisinya, dapat diketahui bahwa sesungguhnya perencanaan pajak adalah hal yang sah karena merupakan upaya penghindaran pajak dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Perencanaan pajak dilakukan dengan motivasi yang berasal dari tiga unsur perpajakan, yaitu, tax policy, tax law, dan tax administration (Suandy, 2016).

Kebijakan perpajakan yang dibuat pemerintah dalam peraturan dan undang- undang terkadang sering terjadi pertentangan antara satu peraturan dengan yang lain. Hal tersebut terjadi karena munculnya penyesuaian dalam mencapai sebuah

(2)

tujuan. Akibatnya, timbul ruang yang kemudian digunakan oleh wajib pajak yang cermat untuk melaksanakan perencanaan pajak. Administrasi perpajakan yang masih lemah juga membuat wajib pajak menjadi mantap untuk melakukan perencanaan pajak akibat belum efektifnya sistem informasi.

Penghindaran pajak dengan cara perencanaan pajak dan penggelapan pajak memiliki kesamaan dalam tujuan yaitu untuk dapat mengecilkan beban pajak.

Secara konseptual, penggelapan merupakan hal yang ilegal, di mana biasanya terjadi manipulasi atas penghasilan untuk memperkecil jumlah pajak terhutang dengan kata lain perusahaan menyimpan hal yang sesungguhnya. Hal tersebut juga tidak terjamin karena cara tersebut menyalahi aturan undang-undang dan peraturan perpajakan. Penggelapan pajak sangat beresiko karena merupakan pelanggaran hukum. Sedangkan penghindaran pajak dengan perencanaan pajak adalah hal yang sah karena tidak menyalahi peraturan perundang-undangan pajak (Pohan, 2016).

Perhitungan laba fiskal yang berlaku sesuai peraturan perpajakan di Indonesia adalah menggunakan metode akuntansi yaitu metode akrual.

Dampaknya adalah perusahaan tidak butuh membuat pembukuan rangkap dalam hal menyusun laporan keuangan perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan diharuskan untuk mengadakan rekonsiliasi fiskal pada akhir tahun, di mana yang hasilnya akan memunculkan koreksi fiskal atas laba akuntansi. Penghasilan kena pajak dapat dihasilkan dari koreksi fiskal atas laba akuntansi). Penyebab terjadinya perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal adalah adanya perbedaan cara pengukuran dan prinsip dalam akuntansi dan aturan pajak yang berlaku (Wijayanti, 2006).

Book tax difference pada penelitian ini digunakan untuk melihat indikasi

perencanaan pajak di sebuah perusahaan. Laba perusahaan akan rendah jika memiliki perbedaan laba yang banyak. Sedangkan laba perusahaan akan tinggi jika memiliki perbedaan laba yang sedikit. Artinya, semakin besar perbedaan laba yang terjadi, maka perusahaan semakin dicurigai telah merekayasa laba perusahaan yang menggunakan cara membesarkan angka laba perusahaan tersebut (Zdulhiyanov, 2015).

(3)

Menurut Mangunsong (2002), perencanaan pajak secara legal dilakukan dengan strategi yang menggunakan pengecualian dan potongan pajak yang diperkenankan. Perusahaan yang melaksanakan perencanaan pajak dengan benar akan menghasilkan laba bersih yang lebih masuk akal dibanding dengan perusahaan yang tidak melaksanakan perencanaan pajak. Peningkatan laba bersih dari perusahaan yang melakukan perencanaan pajak akan membuat nilai perusahaan menjadi meningkat juga.

Perencanaan pajak dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Hal tersebut dikarenakan perusahaan yang melakukan upaya perencanaan pajak dapat melaksanakan kewajiban pajak yang tidak menyalahi ketentuan peraturan perpajakan. Laba bersih yang meningkat yang dikarenakan perusahaan melaksanakan perencanaan pajak, akan membuat nilai perusahaan juga meningkat.

Profitabilitas merupakan cara untuk mengukur yang digunakan untuk melihat seberapa perusahaan mampu mendapatkan laba. Nilai profitabilitas dituliskan dalam bentuk persen.

Menurut Sudana (2011:22), profitabilitas merupakan sebuah ukuran kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba dengan memanfaatkan apa yang telah dipunyai perusahaan. Profitabilitas sangat berarti bagi perusahaan terutama dalam menjaga kehidupan perusahaan di masa mendatang. Hal tersebut dikarenakan profitabilitas dapat memperlihatkans ejauh mana perusahaan tersebut memiliki masa depan yang baik.

Pada penelitian ini, fokus peneliti adalah untuk mengetahui pengaruh perencanaan pajak dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Kalau dilihat-lihat, sudah terdapat banyak penelitian tentang perencaan pajak. Namun, masih belum banyak yang membahas hubungan perencanaan pajakdan profitabilitas dengan nilai perusahaan.

Penelitian terdahulu mengamati hubungan yang terjadi antara perencanaan pajakdengan nilai ekuitas sebelumnya pernah diteliti oleh Wahab dan Holland (2012). Penelitian tersebut menguji tentang bagaimana pengaruh dilakukannya perencanaan pajak pada suatu perusahaan terhadap nilai ekuitas, di mana dengan adanya perencanaan pajak berarti ada asimetri informasi yang akan berakibat

(4)

berkurangnya nilai suatu perusahaan bagi investor. Berkurangnya minat investor untuk berinvestasi, membuat semakin rendah pula nilai ekuitas perusahaan tersebut. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang berada di Inggris. Namun, penelitian yang dilakukan Wahab dan Holland pada tahun 2005 sampai 2007, oleh karena muncul ketertarikan penulis untuk melakukan penelitian ini lebih lanjut dengan menggunakan data dari perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014 hingga 2016.

Penulis ingin menguji dampak pengaruh perencanaan pajak dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan. Atas dasar persoalan dan latar belakang yang telah dijabarkan penulis melakasanakan penelitian dengan topik penelitian:

“Analisis Pengaruh Perencanaan Pajak dan ProfitabilitasTerhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014-2016).

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas penulis ingin mengajukan rumusan masalah yaitu:

1. Apakah perencanaan pajak berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur di Indonesia?

2. Apakah profitabilitasberpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur di Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui apakah perencanaan pajak berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur di Indonesia.

2. Untuk mengetahui apakah profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur di Indonesia.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diberikan melalui hasil dari penelitian ini adalah:

(5)

1. Manfaat praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada perusahaan yang berguna dalammenetapkan kebijakan dan upaya perusahaan dalam melakukan perencanaan pajak.

2. Manfaat akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenaiperencanaan pajak terhadap nilai perusahaan. Selain itu, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian serupa atau pengembangan selanjutnya.

1.5 Batasan Penelitian

Objek penelitian diambil dari perusahaan manufaktur yang tedaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2014 hingga 2016. Meskipun banyak faktor yang mempengaruh nilai perusahaan, penulis ingin fokus melakukan penelitian pengaruh perencanaan pajak dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan manufakturdi Indonesia.

1.6 Sistematika Penulisan

Penulisan skripsi ini menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:

1. PENDAHULUAN

Pada bab pendahuluan, penulis akan menjelaskan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan penelitian, dan sistematika penulisan.

2. LANDASAN TEORI

Pada bab ini, penulis akan menjelaskanmengenai teori yang digunakan untuk mendukung penelitian. Bab ini juga terdapat penelitian terdahulu dan hipotesis penelitian di dalamnya.

3. METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab metodologi penelitian, penulis akan menjelaskan mengenai metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian,jenis data yang akan diambil dan teknik dalam menganalisis data.

(6)

4. HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS

Pada bab ini, penulis akan menjelaskan gambaran umum mengenai objek penelitian, data penelitian yang diperoleh, cara menganalisis data, dan hasil dari pengolahan data. Hasil penelitian ini digunakan untukmenjawab permasalahan penelitian yang ada.

5. KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini, penulis akan merangkum hasil penelitian berupa kesimpulan dari analisis dan pembahasan yang telah dilakukan oleh penulisserta saran untuk penelitian yang selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

organisasi tidak nyaman dengan posisi dan kondisi yang baru, maka tidak mengherankan jika antusiasme dan komitmen untuk melakukan perubahan akan sangat kecil.... Perspektif

Pembayaran dari pemotong atau pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain dalam 1 (satu) Masa Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

USAHA AGUNG UTAMA Tidak ada Tidak ada Penerbit 480.. MULTI MANGGALA ABDI Tidak ada Tidak ada Penerbit

Disini diasumsikan produksi 50 unit per hari, tenaga kerja yang ada tetap, tidak ada lembur atau waktu kosong, tidak ada persediaan pengaman, dan tidak ada subkontrak.. Perusahaan

Apa yang sudah Tuhan tetapkan adalah garis takdir yang harus kita percaya (iman), bahwa semua kehidupan manusia dan mahluk selalu berada di garis edar masing-masing.. Tuhan sudah

“Setiap wajib pajak membayar pajak terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan dengan tidak menggatungkan pada adanya surat ketetapan

Sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang Wajib Pajak dalam menentukan sendiri jumlah pajak yang terutang setiap tahunnya sesui dengan peraturan perundang – undangan

Hal ini membuat perusahaan yang mengalami kerugian fiskal biasanya tidak termotivasi untuk melakukan penghindaran pajak karena adanya kompensasi rugi fiskal