• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Desain Interior Pastry Arts Course dengan Konsep Daintiness Tiramisu.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Desain Interior Pastry Arts Course dengan Konsep Daintiness Tiramisu."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN DESAIN INTERIOR PASTRY ARTS COURSE

DENGAN KONSEP DAINTINESS TIRAMISU

ABSTRAK

Kursus art pastry di Indonesia terutama di kota Bandung masih sangat minim dilihat dari kebutuhan dan gaya hidup masa kini yang beranggapan bahwa pastry sudah menjadi makanan penutup wajib setelah makanan utama. Keinginan untuk belajar dan memahami pastry dengan cepat tanpa harus menempuh pendidikan yang lama dengan fasilitas yang memadahi sangat dibutuhkan bagi orang-orang yang memiliki hobi pastry ini. Untuk menangani masalah ini, Pastry Arts Course merupakan sebuah tempat kursus sebagai wadah untuk pembelajaran dan pelatihan pembuatan pastry dengan menuangkan ide seni di dalam kegiatannya seperti membuat, mendekorasi, bahkan mengukir produk dari art pastry. Pastry Arts Course ini menyediakan program-program yang kompeten untuk dewasa dan anak-anak dengan fasilitas dapur yang ergonomis, didukung juga dengan adanya fasilitas pendukung seperti lounge dan library yang dapat digunakan secara umum. Dengan adanya kursus sebagai wadah pendidikan non-formal ini, peserta dapat menuangkan hobi dan keinginan belajar pastry dengan fasilitas yang memadahi, ergonomis, efisien, dan dapat menjadi suatu lingkungan yang positif bagi pengguna didalamnya maupun dari luar.

Kata Kunci: makanan, masak, pendidikan, ruang, seni

ABSTRACT

Art pastry course in Indonesia especially in Bandung is only a handful. This is due to the fact that at present pastry is simply considered a dessert after the main course. The desire to study and understand pastry without having to go through a very long course is really needed for those who have desires in Pastry. That is why pastry arts course is a course to learn and to train the making of Pastry while at the same time pours ideas in terms of the making, decoration and in fact crafting the product of art pastry. This course is designed to provide programs that are competent for adults and children with agronomic kitchen facilities complemented by lounge and library that can be used for public. The existence of the course as a non-formal education center enables the enthusiasts to channel their hobbies and desire to learn about pastry with adequate ergonomic and efficient facilities that can provide a positive environment for the users and the outsiders.

(2)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN ... i

PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN ... ii

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN ... iii

(3)

2.2.1! Pengertian Pastry ... 11

2.4.1! Tujuan dan Manfaat Kursus/ Pelatihan ... 20

2.4.2! Analisis Penentuan Kebutuhan Kursus/ Pelatihan ... 21

2.4.3! Klasifikasi Jenis Aktivitas ... 21

2.4.4! Klasifikasi Jenis Fasilitas ... 23

2.4.5! Persyaratan Umum Kursus Pastry ... 26

2.4.6! Persyaratan Fasilitas Kursus Pastry ... 28

2.5!Dapur Kursus ... 29

2.5.1! Tipe Dapur (Types of Kitchen) ... 29

2.5.2! Aspek Perencanaan Sebuah Dapur ... 33

2.5.3! Teknik Perencanaan Dapur (Technical Kitchen Planing) ... 34

2.5.4! Klasifikasi Jenis Aktivitas Pada Dapur Pastry ... 36

(4)

2.6.1.2! Cooking Class Program ... 53

2.6.1.3! Manajemen Pengelola/ Struktur Organisasi ... 54

2.6.1.4! Fasilitas dan Ruang Khusus ... 55

2.6.1.5! Sistem Keamanan ... 57

2.6.1.6! Perlengkapan, Peralatan, dan Furnitur Kursus ... 58

2.6.1.7! Klasifikasi Elemen Interior pada Baker Street Academy .... 59

BAB 3 PASTRY ARTS COURSE ... 65

(5)

3.6.8! Food Suplier ... 88

3.6.9! Pengunjung ... 88

3.7!Perancangan Desain (Programming) ... 89

3.7.1! Program Pembelajaran ... 91

3.7.2! Jadwal Kursus ... 93

3.7.2.1!Express Program (Adult) dan Professional Program ... 93

3.7.2.2!Express Program (Kids) ... 94

BAB 4 PERANCANGAN PASTRY ARTS COURSE ... 101

(6)

4.3!Studi Image ... 111

4.4!Perancangan Pastry Arts Course ... 114

4.4.1! Perancangan General ... 114

4.4.2! Denah Khusus Lantai 1 Lounge ... 121

4.4.3! Denah Khusus Lantai 1 Library ... 126

4.4.4! Denah Khusus Lantai 2 Kitchen Pastry ... 131

4.4.5! Denah Khusus Lantai 3 Express Kitchen Adult ... 136

4.4.6! Denah Khusus Lantai 4 Express Kitchen Kids ... 141

BAB 5 PENUTUP ... 147

5.1!Kesimpulan ... 147

5.2!Saran ... 149

DAFTAR PUSTAKA ... 150

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.15!Conventional Kitchen ... 29

Gambar 2.16!Conventional Kitchen ... 30

Gambar 2.17!Conventional Kitchen ... 31

Gambar 2.18!Conventional Kitchen ... 32

Gambar 2.19!Bake Kitchen Flowchart ... 38

Gambar 2.20!Baker’s Bench ... 39

Gambar 2.21!Mixer ... 39

(8)

Gambar 2.23!Oven ... 40

Gambar 2.24!Sink ... 41

Gambar 2.25!Pan Racks ... 41

Gambar 2.26!Freezer and Chiller ... 42

Gambar 2.27!Standar Ergonomi Meja Makan ... 45

Gambar 2.28!Standar Ergonomi Meja Makan dan Peralatannya ... 46

Gambar 2.29!Standar Ergonomi Kabinet dan Sink ... 47

Gambar 2.30!Standar Ergonomi Kitchen ... 47

Gambar 2.31!Standar Ergonomi Kitchen ... 48

Gambar 2.32!Standar Kecukupan Gizi pada Anak ... 49

Gambar 2.33!Standar Tinggi Badan Rata-Rata Anak Usia 6 – 11 Tahun ... 49

Gambar 2.40!Dinding ekspose beton dan dinding cat warna abu-abu muda ... 61

Gambar 2.41!Dinding partisi kaca ... 61

Gambar 2.42!Ceiling dan Pencahayaan Café and Bar ... 62

Gambar 2.43!Ceiling Cooking Class ... 63

Gambar 2.44!Pencahayaan Cooking Class ... 63

Gambar 2.45!Penghawaan Baker Street Academy ... 64

(9)

Gambar 3.2!.!Peta Lokasi Site ... 68

Gambar 3.3!.!View Arah Timur ... 69

Gambar 3.4!.!View Arah Selatan ... 70

Gambar 3.5!.!Area Vegetasi Pada Bagian Timur Bangunan ... 71

Gambar 3.6!.!Area Vegetasi Pada Bagian Selatan Bangunan ... 72

(10)
(11)

Gambar 4.25!Denah Lounge ... 121

Gambar 4.31!Perspektif Lounge (Smoking Area) ... 126

Gambar 4.32!Denah Library ... 127

Gambar 4.38!Denah Lantai Kitchen Pastry ... 133

Gambar 4.39!Potongan E – E’ ... 134

Gambar 4.40!Potongan F – F’ ... 135

Gambar 4.41!Perspektif Kitchen Pastry ... 136

Gambar 4.42!Denah Express Kitchen Adult ... 137

Gambar 4.43!Denah Lantai Express Kitchen Adult ... 138

Gambar 4.44!Potongan G – G’ ... 139

Gambar 4.45!Potongan H – H’ ... 140

Gambar 4.46!Perspektif Express Kitchen Adult ... 141

Gambar 4.47!Denah Express Kitchen Kids ... 142

(12)
(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1! Jadwal Kursus Express Program dan Professional Program ... 93

Tabel 3.2! Jadwal Kursus Express Program (Kids) ... 94

Tabel 3.3! Jadwal Kegiatan Ruang Kursus ... 94

Tabel 3.4! Tabel Kebutuhan Ruang ... 96

Tabel 4.1! Material Lantai Lounge ... 122

Tabel 4.2! Keterangan Potongan A – A’ ... 123

Tabel 4.3! Keterangan Potongan B – B’ ... 124

Tabel 4.4! Keterangan Furnitur Library ... 127

Tabel 4.5! Keterangan Lantai Library ... 128

Tabel 4.6! Keterangan Potongan C – C’ ... 129

Tabel 4.7! Keterangan Potongan D – D’ ... 130

Tabel 4.8! Keterangan Furnitur Kitchen Pastry ... 132

Tabel 4.9! Keterangan Lantai Kitchen Pastry ... 133

Tabel 4.10!Keterangan Potongan E – E’ ... 134

Tabel 4.11!Keterangan Potongan F – F’ ... 135

Tabel 4.12!Keterangan Furnitur Express Kitchen Adult ... 137

Tabel 4.13!Keterangan Lantai Express Kitchen Adult ... 138

Tabel 4.14!Keterangan Potongan G – G’ ... 139

Tabel 4.15!Keterangan Potongan H – H’ ... 140

Tabel 4.16!Keterangan Furnitur Express Kitchen Kids ... 142

Tabel 4.17!Keterangan Lantai Express Kitchen Kids ... 143

(14)
(15)

DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1!Struktur Organinsasi Baker Street Academy ... 54

Bagan 3.1!Flow Activity Peserta ... 84

Bagan 3.2!Flow Activity Staf Admin ... 85

Bagan 3.3!Flow Activity Chef ... 85

Bagan 3.4!Flow Activity Lounge Staff ... 86

Bagan 3.5!Flow Activity Library Staff ... 86

Bagan 3.6!Flow Activity Kitchen ... 87

Bagan 3.7!Flow Activity Cleaning Service Lounge & Library ... 87

Bagan 3.8!Flow Activity Food Suplier ... 88

(16)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1! Latar belakang

Menggeluti dunia memasak tentu tidak mudah. Sang juru masak harus

mengetahui segala macam ilmu untuk menyajikan penganan. Tak hanya ilmu

memasak yang dapat memanjakan lidah lewat rasanya atau memanjakan perut

(17)

banyak juru masak yang hanya menggeluti bidang tertentu agar bisa memberikan

totalitas di dalam setiap karyanya.

Salah satu bidang memasak yang paling sulit adalah pastry. Kebanyakan

orang hanya mengetahui kalau pastry hanya berbicara soal panggang

memanggang kue atau roti saja. Padahal lebih dari itu. Pastry pun mencakup

semua makanan yang disajikan saat coffee break, untuk makanan penutup, dan

juga roti-roti untuk sarapan.

Untuk dapat membuat pastry, hal terpenting adalah mengetahui sifat

bahan-bahan yang digunakan dalam pengolahan. Tak hanya itu, pada proses

pembuatan pastry pun harus pandai menghitung serta paham ilmu pengetahuan

lainnya seperti fisika dan kimia.

Sebagai makanan yang diakui memiliki tingkat kesulitan yang tinggi,

pastry juga disebut sebagai makanan yang memiliki karya seni yang tinggi. Oleh

karena itu dibutuhkan suatu ruang yang dapat mendukung suasana dan kinerja

pembuatan pastry serta beberapa furnitur khusus untuk proses pembuatan pastry

arts yang cenderung sulit dan membutuhkan banyak pengawasan.

Berdasarkan latar belakang di atas, pembuatan Pastry Arts Course ini dapat

menjadi suatu hal yang menarik sebagai topik baik dilihat dari tingginya tingkat

konsumen terhadap hidangan pastry serta banyaknya peminat pendidikan pastry

itu sendiri. Dengan adanya ruang dan fasilitas yang mendukung, proses pembuatan

pastry yang cenderung sulit akan terlihat mudah dan menyenangkan untuk

(18)

1.2! Rumusan Masalah

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara terhadap narasumber yang

bertekun di bidang pastry, maka didapatkan beberapa rumusan masalah sebagai

berikut:

1.! Bagaimana merancang desain interior pada sebuah ruang kursus agar

sesuai dengan identitas pastry arts itu sendiri?

2.! Bagaimana merancang desain interior pada dapur kursus pastry yang

ergonomis dan nyamanagar sesuai dengan kegiatan dan kebutuhannya?

3.! Bagaimana merencanakan sebuah interior sebuah kursus pastry sebagai

lingkungan yang positif dan inspiratif bagi penggunanya?

1.3! Gagasan Perancangan

Dalam Pastry Arts Course ini terdapat area kursus, lounge dan library.

Pada area kursus art pastry dilengkapi dengan fasilitas seperti area pembuatan

pastry, area panggang, area bahan baku dan area cuci. Untuk area lounge dan

library sendiri digunakan untuk kegiatan umum seperti berkumpul, bersantai, dan

membaca buku untuk menambah pengetahui pengetahuan tentang pastry.

1.4! Tujuan Perancangan

Adapun tujuan perancangan yang akan diterapkan dari desain interior

(19)

1.! Merancang desain interior pada sebuah ruang kursus agar sesuai dengan

identitas pastry arts itu sendiri

2.! Membuat sebuah desain interior dapur kursus pastry arts yang ergonomis

yang dapat menunjang efisiensi kerja serta memudahkan aktifitas

pihak-pihak yang terlibat dan nyaman serta sesuai dengan kegiatan dan

kebutuhan didalamnya.

3.! Merencanakan sebuah interior sebuah kursus pastry sebagai lingkungan

yang positif dan inspiratif bagi penggunanya sehingga baik pihak pengajar

maupun pelajar dapat berinteraksi dengan baik.

1.5! Manfaat Perancangan

Manfaat yang diharapkan dari perancangan ini adalah sebagai berikut:

1.! Menjadi sumber informasi tambahan bagi lembaga yang membutuhkan

maupun bagi para mahasiswa dan dosen Desain Interior Universitas

Kristen Maranatha serta pihak-pihak lainnya.

2.! Mampu menstimulasi minat, bakat dan kreatifitas setiap pengguna baik

pengajar maupun pelajar dalam menjalankan aktifitasnya.

3.! Hasil perancangan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas dari

institusi pendidikan non-formal salah satunya pada bidang pastry itu

(20)

1.6! Batasan Perancangan

Perancangan proyek tugas akhir pembuatan Pasrty Arts Course ini hanya

mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan ilmu desain tata ruang interior,

seperti perencanaan furniture, perencanaan dinding, lantai, dan ceiling,

perencanaan mechanical dan electrical, lengkap dengan potongan dan detail setiap

ruangan dan furnitur.

Berdasarkan judul yang dipilih, yaitu Perancangan Interior Pastry Arts

Course, dilakukan perbandingan sejauh yang dibutuhkan sebagai sumber data

dalam pengerjaan perancangan. Hal-hal tersebut mencakup:

1.! Perihal program pendidikan kursus pastry

2.! Struktur organisasi institusi terkait

3.! Perihal besaran ruang sesuai dengan ilmu antropometri dan ergonomi

4.! Perihal penataan ruang dan persyaratan ruang setiap fasilitas dari sebuah

kursus pastry

5.! Penganalisaan kegiatan setiap pengguna kursus atau pihak-pihak yang terlibat

(21)

1.7! Sistematika Penulisan

Guna memahami lebih jelas Pastry Arts Course ini, dilakukan cara

mengelompokkan materi menjadi beberapa sub bab dengan sistematika penulisan

sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang informasi umum yaitu latar belakang

perancangan, rumusan masalah, gagasan perancangan, tujuan

perancangan, manfaat perancangan, batasan perancangan, dan

sistematika penulisan

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan teori yang diambil dari beberapa kutipan buku

dan berbagai literatur yang berupa pengertian dan definisi. Bab ini

juga menjelaskan tentang prinsip utama Pastry Arts, perancangan

sebuah kursus atau pelatihan, ruangan apa saja yang dibutuhkan,

klasifikasi aktivitas dan fasilitas kursus dan dapur, bagaimana

menjaga dapur yang sehat, serta beberapa studi banding sebagai

referensi.

BAB III PASTRY ARTS COURSE

Merupakan bab yang membahas tentang deskripsi objek, deskripsi

(22)

perancangan desain, tema dan konsep perancangan, serta

implementasi konsep.

BAB IV PERANCANGAN PASTRY ARTS COURSE

Berisikan tentang analisa data perencanaan, perancangan dan

pendesainan Pastry Arts Course, juga akan membahas lembar kerja

dari proyek tersebut.

BAB V KESIMPULAN

Merupakan rangkuman dari hasil analisa data secara keseluruhan,

disertai dengan pembahasan secara garis besar mengenai konsep

perancangan yang diterapkan pada proyek dan juga

keputusan-keputusan desain yang menjadi solusi dari setiap permasalahan

(23)

BAB 5

PENUTUP

5.1! Kesimpulan

Tingginya tingkat konsumen terhadap hidangan pastry membuat pastry

menjadi gaya hidup masyarakat masa kini dan mulai banyaknya peminat

pendidikan pastry itu sendiri. Namun pastry juga disebut sebagai makanan yang

memiliki karya seni yang tinggi. Hal ini disebutkan karena pastry merupakan

(24)

Berdasarkan latar belakang tersebut maka pembangunan Pastry Arts

Course yang memberikan pendidikan non-formal kepada peminat pastry dan seni

pembuatan pastry itu sendiri, memiliki prospek yang baik dan dapat menjadi topik

dan konsep yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat dan peminat pastry.

Dari perancangan Pastry Arts Course ini dapat diambil beberapa

kesimpulan sebagai berikut:

1.! Perancangan Pastry Arts Course yang sesuai dengan identitas art

pastry tentang menyajikan suatu makanan dengan enak, totalitas, dan

sempurna menggunakan konsep Daintiness Tiramisu dan gaya

perancangan eklektik perpaduan antara Art Deco, Industrial, dan

Vintage.

2.! Implementasi konsep yang ergonomis dan menggunakan

material-material yang dapat mendukung efisiensi kerja, memudahkan aktivitas

dan kegiatan, dan sesuai dengan kebutuhan seperti:

a.! Menggunakan bentuk yang sesuai dengan konsep perancangan

dan menyesuaikan ergonomi pengguna dalam furniture yang

dipakai.

b.! Menggunakan material yang aman dari kelembaban,

multifungsi, dan mudah dibersihkan.

c.! Dilengkapi dengan sistem udara yang baik, sistem

pencahayaan yang sesuai, dan sistem keamanan.

3.! Pastry Arts Course ini dapat menjadi lingkungan berkumpul dan

berbagi informasi secara positif bagi seluruh penggunanya dilihat dari

(25)

adanya sarana berkumpul dan berinteraksi melalui Library dan

Lounge.

5.2! Saran

Perancangan Pastry Arts Course ini dirasakan masih perlu penelitian

lanjutan. Oleh karena itu diharapkan adanya studi lanjutan mengenai perancangan

ini seperti:

1.! Perancangan lanjutan tentang perpaduan desain dan adaptasi desain

yang lebih baik lagi

2.! Perancangan lanjutan tentang data-data gaya perancangan yang

berkaitan, yang merupakan bahan acuan dalam perancangan desain

(26)

DAFTAR PUSTAKA

Daftar Buku

Amorani, Keiza (2009).Ide – Ide Segar Menata Rumah. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.

Panero, Julius (2003). Dimensi manusia dan ruang interior : buku panduan untuk

standar pedoman perancangan. Jakarta: Erlangga

Josephine (2015). Tips Menggunakan Style Eklektik untuk Rumah Huni. Diunduh 24

April 2016 dari http://desaininterior.me/2015/09/

!

Daftar Website

http://www.bogasari.com/zona-konsumen/baca-tips-bogasari.aspx?t=kenali-jenis-jenis-pastry (diunduh tanggal 4 Januari 2016, pukul 15.35)

http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150227150032-262-35407/mengenal-pastry-cabang-ilmu-tersulit-di-dunia-kuliner/ (diunduh tanggal 4 Januari 2016, pukul

16.00)

http://www.dreamarsitek.com/prinsip-utama-perencanaan-dapur (diunduh tanggal 4

Januari 2016, pukul 16.10)

http://www.slideshare.net/HiruchaShortcake/klasifikasi-peralatan-pastry-and-bakery

(27)

http://www.durasupreme.com/getting-started/kitchen-design-101#.ViUTmH4rLIU

(diunduh tanggal 15 Februari 2016, pukul 17.00)

http://www.cakefever.com/coklat-praline/#axzz40srsXYuT (diunduh tanggal 15 Februari

2016, pukul 17.15)

http://www.infokursus.net/download/0111101953RSKKNI_PASTRY_BAKERY_untuk

_prakonvensi.pdf (diunduh tanggal 15 Februari 2016, pukul 18.00)

http://indonesiapatisserieschool.com/index.php?menu=2&progApply=1&lang=id

(diunduh tanggal 21 Februari 2016, pukul 13.25)

http://ilmukepolisian.com/pengertian-eklektik.php (diunduh tanggal 21 Februari 2016,

pukul 14.00)

http://desaininterior.me/2015/09/tips-menggunakan-style-eklektik-untuk-rumah-huni/

Gambar

Gambar 4.51!Perspektif Express Kitchen Kids .......................................................
Tabel 4.19!Keterangan Potongan J – J’ ...................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Hasil Evaluasi Penawaran dan Evaluasi Kualifikasi yang dilakukan oleh Pokja Barang Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa di Lingkup Pemerintah Kabupaten Simalungun

[r]

Setelah selesai menuliskannya, maka hasil dari tiap-tiap kelompok akan ditanggapi oleh kelompok lain yang ditentukan oleh dosen dengan menempelkan kertas kecil

Berdasarkan penetepan pemenang nomor : W21.EM.PL.02.03- 16 tanggal 25 Desember Tahun 2016 pekerjaan Pengadaan Bahan Makanan Narapidana/Tahanan pada Lembaga

Hubungan Antara Lama Waktu Menggunakan Gadget dengan Keluhan. Subyektif Gangguan Kesehatan

Bagi peserta lelang yang keberatan terhadap hasil pelelangan diatas, dapat mengajukan surat sanggahan kepada Panitia Pengadaan Barang/Jasa Dinas Pekerjaan Umum dan

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PUSAT PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEMERINTAHAN DALAM NEGERI.. SUBBAGIAN TATA

Walaupun dalam penelitian ini didapatkan hasil tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan sikap terhadap tumbuh kembang anak usia 0 - 24 bulan di Puskesmas