• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATEGORI FATIS BAHASA MINANGKABAU : KAJIAN SINTAKSIS-SEMANTIS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KATEGORI FATIS BAHASA MINANGKABAU : KAJIAN SINTAKSIS-SEMANTIS."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KATEGORI FATIS BAHASA MINANGKABAU : KAJIAN SINTAKSIS-SEMANTIS

Oleh :

Noviatri, Reniwati, Fajri Usman

Nomor Kontrak : 005/SP3/PP/DP2M/II/2006

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Kategori Fatis Bahasa Minangkabau Kajian Sintaksis-Semantis. Yang melatarbelakang penelitian ini adalah bahwa dalam kategori fatis bahasa Minangkabau, ditemui adanya kekhasan atau kekhususan. Kekhasan itu antara lain terlihat pada keragaman bentuk fatis, perilaku sintaksis dan perilaku semantiknya, dan eksistensi kehadirannya dalam kalimat. Di antara bentuk-bentuk fatis tersebut ada yang berfungsi mengubah jenis dan makna kalimat

Penelitian ini bertujuan untuk memerikan bentuk-bentuk lingual kategori fatis, bentuk-bentuk tataran lingualnya, menjelaskan perilaku sintaksis dan semantik, menjelaskan fungsi kehadirannya dalam kalimat, serta menjelaskan perubahan identitas satuan lingual kategori fatis menjadi satuan lingual lain. Untuk menganalisis data, digunakan teori yang berhubung dengan sintaksis, semantik, dan mengenai kelas kata. Dalam menyediakan data, digunakan metode simak dan metode cakap beserta perangkat tekniknya, yaitu teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya teknik sadap dan teknik lanjutannya teknik simak libat cakap (SLC), simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat, dan teknik rekam.

Dalam menganalisis data digunakan metode padan dan metode agih beserta perangkat tekniknya, yaitu teknik dasar dan teknik lanjutan. Untuk metode padan teknik dasarnya adalah teknik pilah unsur penentu (PUP) teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding membedakan (HBB). Untuk metode agih teknik dasarnya adalah teknik bagi unsur langsung (BUL), teknik lanjutannya adalah teknik lesap, teknik balik, teknik ubah ujud, dan teknik perluas. Dalam menyajikan hasil analisis digunakan metode penyajian formal dan informal.

Berdasarkan bentuk-bentuk lingualnya, ditemukan 87 bentuk kategori fatis bahasa Minangkabau yang digunakan di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Padang. Berdasarkan tataran lingual penggunaannya, ditemukan penggunaan fatis yang terdiri atas tataran lingual satu kata, dua kata, dan tiga kata.

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik dasar: teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan: teknik ganti dan metode padan.

Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan metode agih dengan teknik sisip. Berdasarkan hasil analisis data dapat

Perbedaan you ni dan tame ni secara struktur adalah you ni dapat melekat pada kata berja bentuk negatif (doushi dengan jodoushi hiteikei) yang tidak umum dilakukan pada keishiki

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). 2) Fungsi prefiks pe- pada rubrik surat pembaca harian Kompas

Teknik yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan berupa teknik lesap serta teknik ganti. Hasil analisis menunjukkan bahwa kohesi gramatikal

pada awalnya kalimat diisi oleh Keterangan waktu, kemudian diikuti oleh Subjek, unsur pengisi subjeknya adalah Nomina (N), unsur pengisi Predikat adalah berupa Verba (V),

Teknik ganti yang dilakukan pada penelitian ini adalah teknik balik tunggal biasa dan teknik balik tunggal loncat yaitu memindahkan unsur partikel penegas

pada awalnya kalimat diisi oleh Keterangan waktu, kemudian diikuti oleh Subjek, unsur pengisi subjeknya adalah Nomina (N), unsur pengisi Predikat adalah berupa Verba (V),