Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
561
PENERAPAN METODE MARKET PLACE ACTIVITY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI DAN BUDI PEKERTI PADA PESERTA DIDIK SMKS BIFAHMIDDIN KUALA KAPUAS.
ISMAIDAH1
Email [email protected]
ABSTRAK
Rumusan masalah penelitian ini yaitu Bagaimana meningkatkan hasil belajar PAI dan Budi Pekerti melalui metode Market Place Activity pada peserta didik kelas XI SMKS Bifahmiddin Kuala Kapuas? Sedangkan tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI SMKS Bifahmiddin Kuala Kapuas melalui pembelajaran kooperatif metode Market Place Activity pada materi pokok Menebarkan Islam Dengan Santun Dan Damai Melalui Khutbah, Dakwah, dan Tabligh.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan subjek penelitian peserta didik kelas XI SMKS Bifahmiddin Kuala Kapuas dengan jumlah peserta didik sebanyak 10 peserta didik. Fokus yang teliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik. Data yang telah didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Indikator keberhasilan penelitian ini dilihat hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar > 70.
Proses penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Pelaksanaan siklus I sudah dirancang sebelumnya. Pelaksanaan siklus II merupakan hasil refleksi dari siklus I. Pengelolaan data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil dari pengolahan data digunakan untuk menggambarkan ketercapaian tindakan terhadap peningkatan hasil belajar. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian siklus I ketuntasan belajar mencapai 50% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 70. Pada siklus II ketuntasan belajar mencapai 90% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 86 dan hasil penelitian yang diperoleh berarti terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II dengan ketuntasan 40%.
Kata Kunci: Metode, Market Place Activity, Hasil Belajar.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
562 PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan hal penting yang diperlukan bagi setiap manusia untuk memperoleh pengetahuan, wawasan serta meningkatkan martabat dalam kehidupan. Manusia berhak mendapatkan pendidikan yang layak sesuai perkembangannya. Pendidikan ini diperoleh melalui proses dari pendidikan dasar, menengah, sampai perguruan tinggi. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan akan sangat berguna bagi kehidupan akan datang manakala setiap orang mampu memanfaatkan dan mengoptimalkan pendidikan didapatnya selama ini. Manusia harus memahami bahwa pendidikan yang didapatnya selama ini bukan hanya sekadar formalitas belaka.
Namun lebih dari itu, pendidikan akan sangat menentukan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam proses belajar mengajar pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti, hasil belajar peserta didik merupakan hal yang penting karena berguna sebagai tolak ukur sejauh mana keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Untuk mewujudkan hasil belajar peserta didik secara optimal maka perlu adanya cara-cara tertentu yang dilakukan oleh guru, hal ini dikarenakan setiap harinya peserta didik belajar dengan guru di sekolah menerima berbagai pelajaran dari gurunya.
Satu cara yang diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik selama di kelas adalah penerapan metode pembelajaran, dalam proses belajar mengajar. Penggunaan metode yang kurang tepat, akan menjadikan peserta didik segan belajar karena tidak mengetahui kegunaan mata pelajaran tersebut, dan peserta didik merasa bosan yang pada akhirnya mengakibatkan turunnya prestasi dan hasil belajar peserta didik. Rendahnya hasil belajar yang dicapai peserta didik tidak semata-mata disebabkan oleh kemampuan peserta didik, tetapi juga bisa disebabkan kurang berhasilnya guru dalam mengajar.
Karena salah satu tugas guru adalah sebagai pengajar yang lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Dalam hal ini guru dituntut memiliki seperangkat pengetahuan.
Diantara sekian metode yang dapat mendorong untuk peserta didik agar lebih aktif dan terampil adalah dengan pembelajaran kooperatif, yaitu dengan menggunakan metode Market Place Activity. Metode pembelajaran ini dapat menimbulkan terjadinya interaksi antara peserta didik sendiri sehingga
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
563
mereka lebih mudah menentukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka bekerjasama menyelesaikan permasalahan dengan temannya.
Berdasarkan permasalahan yang terjadi di SMKS Bifahmiddin Kuala Kapuas, yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti, hal ini disebabkan penggunaan metode pembelajaran yang tidak tepat dan monoton. Metode klasik yang dipakai selama ini terbukti menyebabkan kurang tercapainya standar nilai yang diperoleh oleh peserta didik, yaitu rentang nilai antara 40 dan 60 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan 70.
Dari uraian di atas maka perlu adanya upaya untuk mengatasi persoalan tersebut, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Upaya yang dimaksud adalah dengan mengubah cara mengajar guru yang monoton sebelumnya dengan menerapkan metode Market Place Activity yang dianggap dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas. Maka dalam penelitian ini memilih judul “PENERAPAN METODE MARKET PLACE ACTIVITY DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI DAN BUDI PEKERTI PADA PESERTA DIDIK SMKS BIFAHMIDDIN KUALA KAPUAS”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas atau di sebut dengan Classroom Action Research yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau sekolah tempat ia mengajar dengan tekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran (Arikunto:2019). Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja guru dalam proses pembelajaran sehingga terjadi peningkatan terhadap hasil belajar peserta didik. Adanya tuntutan mutu pendidikan yang berkualitas sangat berimbas kepada tuntutan kinerja guru dalam melakukan tugas pokoknya. Guru dituntut untuk lebih profesional dan harus mampu meningkatkan kemampuan peserta didik secara maksimal.
Kondisi inilah yang membutuhkan tindakan kongkret dari guru yang salah satu wujudnya dengan melakukan PTK (Sigit, 2013:3).
Didalam penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan suatu bentuk pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan metode market place activity pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berbentuk deskriptif yaitu
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
564
mengenai uraian-uraian kegiatan pembelajaran peserta didik dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya (Arikunto, 2005:12). Dan dideskripsikan secara deduksi yang berangkat dari teori-teori umum, lalu dengan observasi untuk menguji validitas keberlakuan teori tersebut ditariklah kesimpulan.
Kemudian di jabarkan secara deskriptif, karena hasilnya akan diarahkan untuk mendiskripsikan data yang diperoleh dan untuk menjawab rumusan.
Dapat disimpulkan bahwa pendekatan kuantitatif adalah suatu proses penelitian yang sistematis terhadap bagian – bagian dan fenomena dan hubungan – hubungannya. Pendekatan kuantitatif digunakan karena adanya proses perhitungan nilai merata belajar peserta didik di dalam PTK.
Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subyek penelitian adalah peserta didik kelas XI yang beragama Islam di SMKS Bifahmiddin Kuala Kapuas, Kecamatan Selat, Provinsi Kalimantan Tengah yang berjumlah 10 orang terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan.
Untuk teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan:
1) Tes. Kualitas hasil pengukuran sangat ditentukan oleh kualitas alat ukur (tes) yang digunakan. Karena itu, guru perlu menaruh perhatian besar dalam membuat tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar peserta didik untuk dimensi pengetahuan (Nurmawati, 2016:105). Soal tertulis yang diberikan berupa soal post test (tes akhir) bentuk pilihan ganda yang bertujuan untuk mengukur penguasaan konsep pada pembelajaran PAI khususnya pada materi tentang Menebarkan Islam Dengan Santun dan Damai Melalui Khutbah, Dakwah Dan Tabligh.
2) Dokumentasi, berupa nilai, foto, dan video yang menggambarkan aktivitas peserta didik saat mengikuti pembelajaran menggunakan metode market place activity di kelas.
Untuk analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Analisis data kuantitatif adalah mendeskripsikan data yang didapat untuk menemukan antara dua variabel atau lebih. Analisis data penelitian ini digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik yang diuji melalui hasil tes pada siklus satu dan dua serta dihitung dengan rumus:
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
565
Ket: f = Frekuensi yang sedang dicari frekuensinya
N = Number of Class (Jumlah Frekuensi/banyaknya individu) P = Angka Presentase
Proses PTK dibagi dalam tahap-tahap yang setiap tahapnya merupakan rangkaian kegiatan perencanaan. Siklus penelitian tindakan diawali dengan perencanaan tindakan (Planning), mengobservasikan dan mengevaluasi hasil tindakan (Observation and Evalution), dan melakukan refleksi (Reflecting), dan seterusnya.
Pelaksanaan penelitian dimulai dengan siklus yang pertama yang terdiri dari empat kegiatan. Apabila sudah diketahui letak keberhasilan dan hambatan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus pertama tersebut, penelitian menentukan rancangan untuk siklus kedua sebagai tambahan perbaikan dari tindakan yang sebelumnya.
Secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui dalam penelitian tindakan kelas sebagai berikut ini:
Siklus I
Observasi I Analisis Data I
Refleksi
Pelaksanaan Tindakan I Alternative Pemecahan
rencana tindakan I Permasalahan
Terselesaikan
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
566 Siklus II
Gambar 3.1 Alur Penelitian Tindakan Kelas 1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan tindakan kelas ini dilaksanakan dua siklus. Adapun persiapan yang dilakukan pelaksanaan kelas yaitu:
a. Peningkatan hasil belajar dengan menerapkan metode market place activity.
b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan metode market place activity yang dapat menciptakan suasana menyenangkan bagi peserta didik.
c. Membuat soal pre test untuk mengetahui kemampuan awal terkait hasil belajar peserta didik.
d. Membuat soal post test untuk mengetahui hasil belajar peserta didik.
e. Membuat instrumen asesmen untuk mengukur hasil belajar peserta didik.
2. Tindakan
Tahap tindakan merupakan tahap pelaksanaan dari semua rencana yang telah dibuat. Tahap yang berlangsung dalam kelas ini merupakan realisasi dari materi dan cara mengajar yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan menggunakan metode market place activity. Langkah-langkah yang dilakukan mengacu pada kurikulum yang berlaku dan hasilnya diharapkan berupa peningkatan keefektifitan proses pembelajaran yang bermuara pada peningkatan mutu hasil belajar peserta didik.
Pada tahap ini yang dilakukan guru yaitu:
a. Guru menyampaikan materi kompetensi yang ingin dicapai.
b. Peserta didik diminta untuk berpikir tentang materi/permasalahan yang
Terselesaikan
Observasi II Analisis Data II
Refleksi
Pelaksanaan Tindakan II Alternative
Pemecahan rencana tindakan II Belum
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
567
disampaikan dan membuat catatan kecil dengan menggunakan metode market place activity yang sesuai dengan materi yang diberikan.
c. Guru melihat keaktifan dan respon peserta didik terhadap materi dengan menggunakan metode market place activity ini.
d. Guru memberi kesimpulan.
3. Observasi
Pada tahap ini dimensi oleh pengambilan data-data hasil pengukuran terhadap hasil belajar peserta didik dengan menggunakan instrumen yang telah dipersiapkan. Untuk melihat hasil belajar peserta didik peserta didik terhadap pembelajaran PAI dan Budi Pekerti ini dengan menggunakan metode market place activity.
4. Refleksi
Dari pelaksanaan tindakan dan observasi yang telah dilakukan, maka akan memperoleh informasi tentang penerapan metode market place activity, kemudian hasil tersebut dianalisis dan dievaluasikan untuk menyempurnakan tindakan selanjutnya. Tindakan yang dilaksanakan tersebut sudah berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan atau tidak, maka dari hasil diskusi tersebut dapat dijadikan refleksi dalam menyusun siklus berikutnya.
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada pre test pada tanggal 10 Juni 2022 terdapat 2 orang peserta didik yang dapat menjawab soal dengan nilai di atas KKM sedangkan 8 orang lainnya menjawab soal dengan nilai di bawah KKM dan dikategorikan tidak tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik belum memahami dan mengerti tentang materi Menebarkan Islam Dengan Santun Dan Damai Melalui Khutbah, Dakwah, Dan Tabligh.
Selama proses penelitian, peneliti melihat masih banyaknya peserta didik bingung dengan cara pembelajaran yang dibawakan oleh peneliti yang mengakibatkan peserta didik kurang berpartisipasi dalam proses pembelajaran.
Dalam hasil tes siklus I yang dilakukan pada tanggal 10 Juni 2022 dapat dilihat bahwa hanya 5 peserta didik yang tuntas di atas KKM dan 5 peserta didik lainnya masih berada dibawah nilai KKM.
Kemudian dilanjutkan dengan siklus II. Dari hasil tes pada siklus II yang dilakukan pada hari tanggal 24 Juni 2022 terjadi peningkatan yang sudah memuaskan dengan kategori perolehan ketuntasan peserta didik mencapai 9
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
568
peserta didik dikategorikan tuntas di atas KKM dan 1 orang lainnya masih berada di bawah KKM.
Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwasannya pembelajaran PAI dan Budi Pekerti materi Menebarkan Islam Dengan Santun Dan Damai Melalui Khutbah, Dakwah, Dan Tabligh dengan menggunakan metode Market Place Activity pada peserta didik kelas XI SMKS Bifahmiddin Kuala Kapuas mengalami peningkatan.
Peningkatan hasil belajar peserta didik tiap siklus dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik IV.1
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Per Siklus
Keberhasilan penelitian tindakan kelas ini tidak terlepas dari peran guru yang secara kontinyu memperbaiki kemampuannya dalam menerapkan metode Market Place Activity. Metode Market Place Activity ini memiliki beberapa keunggulan di antaranya adalah:
1. Pembelajaran terasa menyenangkan
Melalui metode Market Place Activity ini, peserta didik dapat belajar sambil bermain. Secara psikologis peserta didik yang berada pada tingkat pendidikan dasar, khususnya pada kelas-kelas awal dekat sekali dengan aktifitas bermain. Mereka lebih menyukai aktifitas-katifitas bermain dari pada aktifitas kognitif yang membutuhkan pemahaman tingkat tinggi. Oleh karena itu, guru harus dapat memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan proses pembelajaran.
2. Meningkatkan aktifitas peserta didik
0 20 40 60 80 100
Siklus 1 Siklus 2
Nilai Rata-rata Persentase Ketuntasan Belajar (%)
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
569
Metode Market Place Activity (MPA) adalah sebuah metode yang berbasis active learning. Pembelajaran aktif cirinya peserta didik aktif mencari dan mengumpulkan pengetahuan dari satu kelompok ke kelompok lain.
Istilahnya saling belanja atau jual beli pengetahuan. Dalam hal ini dibutuhkan pula kerja sama antar peserta didik. Dalam impelementasinya, peserta didik diharuskan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sekelasnya.
Sehingga aktifitas ini menuntut peserta didik untuk lebih aktif dalam pembelajaran.
3. Materi yang disampaikan lebih gampang diingat
Salah satu karakteristik kartu adalah memudahkan siapa untuk mengingat pesan yang ada di dalam kegiatan transaksi jual beli informasi tersebut. Pesan- pesan pendek yang ada pada peta konsep dapat diingat oleh peserta dengan lebih mudah. Karena yang ditampilkan berupa materi sederhana, yang terdiri dari sub- sub materi yang simple dan mudah diingat.
SIMPULAN
Penerapan metode Market Place Activity pada pembelajaran PAI dan Budi Pekerti mempermudah bagi guru dalam mencapai tujuan belajar yang diinginkan dan mengoptimalkan/menuntaskan hasil belajar peserta didik. Hal ini terlihat dari persentase ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 50%, pada siklus II 90%. Nilai rata-rata hasil peserta didik juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu pada tahap siklus I sebesar 70, siklus II naik menjadi 86. Hal ini berarti, target yang ditetapkan peneliti yaitu standar ketuntasan hasil belajar peserta didik secara klasikal mencapai ≥ 80 % dan secara individual nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik ≥ 70 sudah tercapai.
REKOMENDASI 1. Bagi Guru
Untuk mencapai kualitas proses belajar mengajar dan kualitas hasil belajar yang baik dengan menggunakan metode Market Place Activity diperlukan persiapan penguasaan materi dengan baik, menggali pengetahuan dan wawasan yang berhubungan dengan materi yang akan dibahas dan hal-hal yang terkait dengan unsur metode Market Place Activity seperti mempersiapkan kartu sortir yang menarik.
2. Bagi Peserta Didik
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
570
Bagi peserta didik SMKS Bifahmiddin Kuala Kapuas khususnya, dan peserta didik secara umum, agar lebih rajin, tekun dan sabar dalam pembelajaran PAI dan BP. Melalui metode Market Place Activity, pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan dan pada akhirnya hasil belajar pun akan meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta:Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Danim, Sudarwan. 2003. Menjadi Komunitas Pembelajar
Kepemimpinan Transformasional dalam Komunitas Organisasi Pembelajaran.
Bumi Aksara, Jakarta
dra. Elmida 2020. Penerapan metode Market Place Activity untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ppkn kelas x sman 5 pekanbaru Jurnal PPKn & Hukum Vol. 14 No. 1
Djamarah, Syaiful Bahri 2002. Psikologi Belajar. PT Rineka Cipta, Jakarta
Hidayatullah ,Muhammad Nur 2013. Penggunaan metode Market Place Activity dalam pembelajaran bahasa indonesia untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas IV di SDN Jatimulyo 3. Skripsi.UIN Malik Ibrahim.Malang
Nurdyansyah dan Eni Fariyatul Fahyuni. 2016. Inovasi Model Pembelajaran Sesuai Kurikulum 2013. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.
Nurmawati. 2016. Evaluasi Pendidikan Islam. Bandung: Citapustaka Media.
Vol. 2 Juli 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam
Tema: Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk Merealisasikan guru Profesional di Era Sosiety 5.0
571
Susanto, Ahmad. 2016. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Prenadamedia Group.
Safitri, Rahayu.2020.Penerapan Metode Inquiry Market Place Activity Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran (Studi Kasus Materi Pai Pada Siswa Kelas XI Di MAN 2 Tangerang)
Wardoyo, Sigit Mangun.2013. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta:Graha Ilmu.