PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENERIMA WARALABA FRANCHISEE DALAM HAL DENGAN PEMBERI WARALABA FRANCHISOR MENURUT HUKUM OI INDONESIA
Teks penuh
Dokumen terkait
Waralaba merupakan suatu sistem bisnis yang memberikan hak khusus pada pihak penerima waralaba untuk mempergunakan sistem bisnis dengan ciri khas usaha yang telah
Peraturan pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba dalam pasal 1 ayat 1 memberikan pengertian waralaba yaitu Hak khusus yang dimiliki orang perseorangan
Seperti perjanjian pada umumnya ada kemungkinan terjadi wanprestasi di dalam pelaksanaan perjanjian waralaba. Wanprestasi terjadi ketika salah satu pihak tidak memenuhi
Perjanjian waralaba umumnya dibuat dalam bentuk baku oleh pemberi waralaba, sedangkan mengenai waralaba saat ini hanyalah berupa Peraturan Pemerintah Nomor 42
Baba Rafi Indonesia tersebut, membuat penulis tertarik untuk meneliti tentang Perlindungan Hukum Bagi Penerima Waralaba dalam Kontrak Standar pada Perjanjian Waralaba di
waralaba sebelum masa berlaku perjanjian berakhir, pemberi waralaba tidak dapat menunjuk penerima waralaba yang baru untuk wilayah yang sama, sebelum tercapai kesepakatan dalam
53/M- DAG/PER/8/2012 tentang Penyelenggaraan Waralaba menjelaskan bahwa Perjanjian Waralaba yang diputus secara sepihak oleh pemberi waralaba sebelum masa berlaku
301 diberikan hak oleh pemberi waralaba untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan waralaba yang dimiliki pemberi waralaba”.3 Para pihak yang akan menyelenggarakan usaha waralaba harus