BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI - SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN REKRUTMEN KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) - UMBY repository

19  Download (0)

Full text

(1)

1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

2.1 Tinjauan Pustaka

Sebagai tinjauan pustaka berikut beberapa contoh yang dijadikan acuan dalalm penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya yang dapat digunakan dalam penelitian ini.

Penelitian dengan judul Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Dengan Metode Simple Additive Weighting Di PT. Karya Sahata Medan. Penelitian ini membahas tentang pembuatan aplikasi sistem pendukung keputusan yang berfungsi untuk membantu proses pemilihan karyawan baru dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penelitian ini memiliki parameter penilaian karyawan yang telah ditentukan oleh pihak divisi yang membutuhkan karyawan baru. Konsep metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Dalam menentukan penerimaan karyawan baru, untuk perhitungan metode SAW akan menitik beratkan pada 5 kriteria yaitu, tes wawancara, tes kepribadian, IPK, tes bidang dan pengalaman kerja (Rikki, 2016).

Penelitian dengan judul Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting Di PT. Surya Inti Ciremai Kuningan. Penelitian ini membahas tentang pembuatan aplikasi sistem pendukung keputusan yang berfungsi untuk membantu proses pemilihan karyawan baru dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penelitian ini memiliki parameter penilaian karyawan yang telah ditentukan oleh pihak divisi yang membutuhkan karyawan baru. Konsep metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Dalam menentukan penerimaan karyawan baru, untuk perhitungan metode SAW akan menitik beratkan pada 6 kriteria yaitu, ujian tertulis, ujian psikotes, pengalaman kerja, pendidikan, nilai IPK dan tes wawancara (Kurniadi, 2016).

(2)

2

(SAW), yaitu suatu metode yang menawarkan penyelesaian masalah keputusan dengan konsep matematis yang mendasari penalaran fuzzy. Pada penelitian ini, dalam penentuan penerimaan karyawan menggunakan 3 kriteria faktor psikologis yaitu, inteligency, personality test dan attitude (Yupianti, 2017).

Penelitian yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Dengan Metode Simple Additive Weighting Di CV. Garuda Mandiri. Penelitian ini membahas tentang pembuatan aplikasi sistem pendukung keputusan yang berfungsi untuk membantu proses pemilihan karyawan baru dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Penelitian ini memiliki parameter penilaian karyawan yang telah ditentukan oleh pihak divisi yang membutuhkan karyawan baru. Konsep metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari

rating kerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Dalam menentukan penerimaan karyawan

baru, untuk perhitungan metode SAW akan menitik beratkan pada 5 kriteria yaitu, wawancara, tes kepribadian, IPK, tes bidang dan pengalaman kerja (Setyaningrum, 2017).

Penelitian yang berjudul, Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan Dengan Metode Simple Additive Weighting Di PT. Cometa International. Penelitian ini membahas tentang pembuatan aplikasi sistem pendukung keputusan yang bertujuan membantu dalam memberi kemudahan kepada HRD dalam memilih karyawan dengan sebuah aplikasi. Salah satu metode pengambilan keputusan yang digunakan dalam proses rekrutmen karyawan pada penelitian ini adalah metode Simple Additive Weighting (SAW), yaitu mencari penjumlahan terbobot dari rating kerja pada setiap alternatif pada semua atribut. Pada penelitian ini, dalam penentuan penerimaan karyawan menggunakan 5 kriteria yaitu tes tertulis, tes psikotes, pendidikan, IPK dan wawancara (Taufiq, 2017).

Berdasarkan penelitian dengan judul Sistem Pendukung Keputusan Rekrutmen Karyawan Dengan Metode Simple Additive Weighting Di Gudang Digital, penulis akan membangun aplikasi sistem pendukung keputusan dengan menerapkan metode yang sama, tetapi dengan kriteria yang berbeda dan menerapkan nilai keuntungan (benefit) dan biaya (cost) untuk mempertegas nilai kepentingan setiap kriteria. Pada implementasinya menggunakan 3 kriteria yaitu tes aritmatika, tes psikotes dan tes wawancara dengan penerapan nilai keuntungan (benefit) pada setiap kriteria. 2.2 Landasan Teori

2.2.1 Rekrutmen

(3)

calon-3

calon karyawan untuk kemudian diseleksi mana yang paling baik dan paling sesuai dengan persyaratan yang diperlukan, salah satunya adalah melalui proses rekrutmen. Kesemuanya ini menjadi tugas dan tanggung jawab utama dari departemen SDM. Kualitas sumber daya manusia perusahaan tergantung pada kualitas suatu proses rekrutmen. Rekrutmen sebagai bentuk usaha mencari dan mempengaruhi calon tenaga kerja agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ditawarkan oleh suatu perusahaan (Hasibuan, 2008).

Setelah perencanaan SDM ditetapkan, kemudian menjadi tugas manajer SDM untuk memikirkan beberapa alternatif rekrutmen yang bisa dilakukan oleh perusahaan dengan biaya yang paling efisien. Perlunya alternatif ini, didasarkan pada pertimbangan bahwa, rekrutmen memerlukan biaya yang tinggi, antara lain untuk proses riset wawancara, pembayaran fee agen rekrutmen, dan masalah relokasi, serta pemrosesan karyawan baru. Disamping itu para karyawan yang diproses dalam rekrutmen, kemudian diseleksi untuk kemudian diterima sebagai karyawan, nantinya akan sulit dikeluarkan (diberhentikan), meskipun mereka menunjukan kinerja yang rendah, sebab karyawan tersebut telah dilindungi oleh undang-undang tenaga kerja yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak pada saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Biaya PHK di Indonesia tidak murah, dan sering menjadi keluhan banyak investor asing. Oleh karena itu, alternatif harus dipertimbangkan dengan hati-hati dan bijaksana sebelum memutuskan rekrutmen. Tujuan diadakannya rekrutmen adalah menerima pelamar sebanyak-banyaknya sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan dari berbagai sumber pelamar, sehingga akan memungkinkan terjaring calon karyawan dengan kualitas tertinggi dan terbaik.

2.2.2 Sistem Basis Data

Basis data adalah kumpulan data yang saling berelasi. Data sendiri merupakan fakta mengenai obyek, orang dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka, deretan karakter atau simbol) (Kusrini, 2007).

(4)

4 2.2.3 Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2005).

Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasikan masalah, memilih data yang relevan dan menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan sampai mengevaluasi pemilihan alternatif-alternatif yang ada (Fitriani, 2012).

2.2.4 Proses Pengambilan Keputusan

(5)

5

Gambar 2. 1 Alur Proses Pengambilan Keputusan (Turban & Liang, 2005).

1. Tahap Intelegensi

Pada tahap ini masalah yang ada akan diidentifikasi. Intelegensi mencakup berbagai identifikasi situasi atau setiap peluang-peluang masalah. Dalam pengambilan keputusan rekrutmen karyawan ini yang termasuk dalam tahap intelegensi adalah bagaimana proses pengambilan keputusan yang digunakan, data apa saja yang dibutuhkan, dengan cara analisis sistem seperti apa. Beberapa hal tersebut akan dijadikan landasan untuk membuat rancangan sistem baru.

2. Tahap Desain

Tahap desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Hal ini meliputi pemahaman terhadap masalah dan menguji solusi yang layak. Sebuah model masalah pengambil keputusan dikonstruksi, dites dan divalidasi.

(6)

6

Tahap pemilihan adalah tahap dimana dibuat suatu keputusan yang nyata dan diambil suatu komitmen untuk mengikuti suatu tindakan tertentu.

4. Tahap Implementasi

Pada tahap ini analisis yang sudah dibuat akan diimplementasikan ke sebuah prototype sistem.

2.2.5 Metode Simple Additive Weighting (SAW)

Metode Simple Additive Weighting (SAW) adalah metode fuzzy MADM yang paling sederhana dan paling banyak digunakan. Metode ini juga metode yang paling mudah untuk diaplikasikan, karena mempunyai algoritma yang tidak terlalu rumit. Metode SAW sering juga dikenal istilah metode penjumlahan terbobot 3. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (Mufizar T. d., 2014)

Langkah-langkah dalam metode SAW sebagai berikut:

1. Menentukan rating kecocokan dan bobot Kriteria (C) terhadap Alternatif (A) seperti pada Persamaan 2. 1.

𝑥 = [𝑎𝑐1 𝑎𝑐2 𝑎𝑐3𝑏𝑐1 𝑏𝑐2 𝑏𝑐3 ]………..…………(2.1)

2. Menentukan nilai max (benefit) dan min (cost) dari setiap rating kecocokan dan bobot Kriteria (C) terhadap Alternatif (A).

3. Membuat normalisasi matriks keputusan (x), berdasarkan dari rating tabel kecocokan bobot Kriteria (C) terhadap Alternatif (A) seperti pada Persamaan 2. 2.

𝒓𝒊𝒋= {

a. Jika j adalah artribut keuntungan. b. Jika j adalah artribut biaya. Keterangan:

(7)

7

b. Apabila berupa atribut keuntungan maka nilai (xij) dari setiap kolom atribut dibagi dengan nilai (MAX xij) dari tiap kolom, sedangkan untuk atribut biaya, nilai (MIN xij) dari tiap kolom atribut dibagi dengan nilai (xij) setiap kolom.

4. Menentukan nilai bobot preferensi (w).

5. Menentukan nilai preferensi setiap alternatif untuk perangkingan yang terlihat pada Persamaan 2. 3.

𝒗𝒊 = ∑𝑵 𝒘𝒋𝒓𝒊𝒋

Figure

Gambar 2. 1 Alur Proses Pengambilan Keputusan (Turban & Liang, 2005).

Gambar 2.

1 Alur Proses Pengambilan Keputusan (Turban & Liang, 2005). p.5

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in