rtin
MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 42/PUU-XV/2017
PERIHAL
PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1981
TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA
PIDANA TERHADAP UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA
REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
ACARA
PERBAIKAN PERMOHONAN
(II)
J A K A R T A
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 42/PUU-XV/2017
PERIHAL
Pengujian Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang
Hukum Acara Pidana [Pasal 83 ayat (1)] terhadap Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945
PEMOHON
1. Anthony Chandra Kartawiria
ACARA
Perbaikan Permohonan (II)
Selasa, 15 Agustus 2017, Pukul 13.44 – 14.08 WIB Ruang Sidang Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Suhartoyo (Ketua)
2) Aswanto (Anggota)
3) Manahan MP Sitompul (Anggota)
Pihak yang Hadir:
A. Kuasa Hukum Pemohon:
1. Ricky Kurnia Margono 2. Hendro Sismoyo
1. KETUA: SUHARTOYO
Kita mulai, ya, Pak, ya. Persidangan Perkara Permohonan Nomor 42/PUU-XV/2017 dibuka dan persidangan dinyatakan terbuka untuk umum.
Selamat siang. Assalamualaikum wr. wb. Supaya diperkenalkan, Pemohon atau Kuasanya yang hadir pada siang hari ini. Silakan.
2. KUASA HUKUM PEMOHON: HENDRO SISMOYO
Baik, Yang Mulia. Terima kasih, Yang Mulia. Pada hari ini yang hadir adalah saya Hendro Sismoyo. Dan pertama yang saya ingin sampaikan adalah bahwa kami ada perbaikan di legal standing, Yang Mulia.
3. KETUA: SUHARTOYO
Ya, nanti disampaikan.
Jadi yang hadir Hendro Sismoyo, ya?
4. KUASA HUKUM PEMOHON: HENDRO SISMOYO
Ya, Yang Mulia.
5. KETUA: SUHARTOYO
S.H., M.H. ini?
6. KUASA HUKUM PEMOHON: HENDRO SISMOYO
Ya, Yang Mulia.
7. KETUA: SUHARTOYO
Yang lain tidak hadir?
8. KUASA HUKUM PEMOHON: HENDRO SISMOYO
Yang lain, Pak Ricky sedang perjalanan ke sini, Yang Mulia.
SIDANG DIBUKA PUKUL 13.44 WIB
9. KETUA: SUHARTOYO
Ricky. Terus, David?
10. KUASA HUKUM PEMOHON: HENDRO SISMOYO
Pak David dan Pak Andhi tidak bisa hadir, Yang Mulia.
11. KETUA: SUHARTOYO
Enggak datang, oke.
Baik, silakan disampaikan apa yang menjadi perubahan atau perbaikan? Pokok-pokoknya saja. Silakan.
12. KUASA HUKUM PEMOHON: HENDRO SISMOYO
Baik, Yang Mulia. Terima kasih, Yang Mulia.
Yang pertama, yang ingin saya sampaikan adalah terkait masalah legal standing, Yang Mulia. Pada sidang yang lalu, kami sebagai Pemohon dan untuk hari ini kita berkapasitas sebagai penerima kuasa, Yang Mulia, dari Saudara Anthony Chandra Kartawiria, Yang Mulia.
Berikut perbaikan permohonan dari Para Pemohon ... dari Pemohon. Pertama, tentang kedudukan hukum (legal standing) Pemohon. Yang pertama bahwa sa ... bahwa saat pertama dalam pengajuan permohonan pengujian undang-undang sebagaimana Pasal 1 ... Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang Mahkamah Konstitusi juncto Pasal 3 Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 06/PMK/2005 adalah Pemohon merupakan warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan fotokopi kartu tanda penduduk atas nama Anthony Chandra Kartawiria.
Dua. Bahwa syarat kedua dalam pengajuan permohonan pengujian undang-undang adalah kerugian konstitusional yang dialami oleh Pemohon sebagaimana dijelaskan sebagai berikut.
a. Pemohon berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor Print
25/f.2/fd.1/2016 tanggal 19 Oktober tahun 2016 atas nama Pemohon juncto Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Nomor Print-129/f.2/fd.1/10/2016 tanggal 19 Oktober tahun 2016 atas nama Pemohon telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
b. Bahwa status tersangka yang ditetapkan terhadap Pemohon adalah
terkait dengan permasalahan restitusi pajak PT Mobile 8, dimana Pemohon merupakan mantan direktur dari PT Mobile 8.
c. Bahwa atas penetapan status tersangka tersebut, Pemohon telah mengajukan permohonan praperadilan melalui surat permohonan tanggal 1 November tahun 2016 dan terdaftar dalam register Perkara Nomor 140/Pid/Prap/2016/Pn.Jkt.Selatan.
d. Bahwa atas permohonan praperadilan yang diajukan oleh Pemohon,
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Putusan Nomor 140/Pid/Prap/2016/Pn.Jkt.Sel tanggal 26 ... 29 November tahun 2016 telah mengabulkan permohonan praperadilan Pemohon dan menyatakan bahwa penetapan status tersangka atas nama Pemohon tidak sah dan tidak berdasarkan hukum, serta memerintahkan Termohon dalam permohonan praperadilan tersebut, yaitu kejaksaan ... Kejaksaan Agung c.q. Jaksa Agung ... c.q. jaksa agung muda tindak pidana khusus c.q. direktur penyidik jaksa agung muda tindak pidana khusus untuk menghentikan penyidikan terhadap Pemohon.
Tiga. Bahwa dalam praktik yang berkembang, ada dua hal yang umum dilakukan oleh penyidik ketika putusan praperadilan dimenangkan oleh pihak tersangka, yaitu pertama, sebelum adanya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1965 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung pada Pasal 45A ayat (2) menyatakan, “Larangan kasasi terhadap putusan praperadilan dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 tentang larangan peninjauan kembali putusan praperadilan. Penyidik akan mengajukan upaya hukum kasasi atau upaya hukum luar biasa berupa pengajuan permohonan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung untuk mempertimbangkan kembali putusan praperadilan.”
Kedua. Penyidik akan menerbitkan surat perintah penyidikan atau sprindik baru untuk mengulangi kembali proses penyidikan dengan bukti yang sama dan hanya memodifikasi sedikit materi dugaan tindak pidana yang disangkakan dengan maksud agar penyidik tetap dapat dilakukan ... penyidikan tetap dapat dilakukan dan putusan praperadilan tidak diindahkan.
Empat. Bahwa mengutip pernyataan dari jaksa agung … Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Arminsyah) terkait dengan perkara restitusi pajak PT Mobile 8 menyatakan bahwa terdapat indikasi kuat akan diterbitkan sprindik baru dalam waktu dekat.
Bahwa bayang-bayang ketidakpastian hukum inilah yang dirasakan oleh Pemohon terlebih lagi karena mengetahui pernyataan dari
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Arminsyah) yang menyatakan
bahwa terdapat indikasi kuat akan diterbitkan sprindik baru dalam waktu dekat.
Enam. Bahwa perintah penyidikan dari pihak penyidik atau kepolisian terlebih karena dugaan pelanggaran Undang-Undang Korupsi bagi masyarakat umum tentu saja menimbulkan perasaan was-was dan kecemasan, khususnya bagi Pemohon. Meskipun penetapan status
tersangkat terhadap Pemohon telah dinyatakan tidak sah oleh putusan praperadilan, namun penyidik masih berpeluang menerbitkan sprindik baru maka Pemohon masih memiliki kemungkinan untuk ditetapkan status tersangka kembali. Padahal konstitusi dalam Pasal 28G ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 telah memberikan jaminan kebebasan atas ancaman ketakutan, serta Pasal 28D ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 telah memberikan jaminan atas perlindungan kepastian hukum.
Tujuh. Bahwa dengan terbukanya lembar kemungkinan untuk ditetapkan status tersangka kembali melalui penerbitan sprindik baru, nyata berpotensi melanggar, menciderai, dan merugikan hak konstitusional Pemohon yang telah dijaminan dalam Undang-Undang Dasar 1945 pada Pasal 27 ayat (1), Pasal 28 ayat (1), Pasal 28G ayat (1), dan Pasal 28I ayat (1).
Delapan. Bahwa dengan diberikannya penafsiran oleh Mahkamah Konstitusi mengenai ketentuan dalam Pasal 83 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berbunyi, “Terhadap putusan praperadilan dalam hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 79, Pasal 80, dan Pasal 81 tidak dapat dimintakan banding khususnya sepanjang frasa tidak dapat dimintakan banding dapat menutup potensi kerugian atas hak konstitusi Pemohon.”
Bahwa berdasarkan paparan di atas, Pemohon telah memenuhi kualifikasi sebagai Pemohon perorangan warga negara Indonesia dan permohonan pengujian undang-undang tersebut terhadap Undang-Undang Dasar 1945 sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Undang-Undang-Undang-Undang Mahkamah Konstitusi karenanya Pemohon secara jelas dan terang untuk memilik … juga memiliki hak dan kepentingan hukum untuk mengajukan permohonan pengujian terhadap Pasal 83 ayat (1) Kitab Undang-Undang
Hukum Acara Pidana sepanjang frasa tidak dapat dimintakan banding
terhadap Undang-Undang Dasar 1945. Selanjutnya akan dilanjutkan oleh Rekan saya, Yang Mulia.
13. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Alasan-alasan permohonan. Bahwa Para Pemohon mengajukan pengujian konstitusionalitas Pasal 83 ayat (1) KUHAP khususnya sepanjang frasa tidak dapat dimintakan banding (...)
14. KETUA: SUHARTOYO
Ya, itukan sudah pernah dibaca sebelumnya kan.
15. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
16. KETUA: SUHARTOYO
Dan sebenarnya bukan Para Pemohon kan? Pemohon cuma satu kan?
17. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, mohon maaf, Yang Mulia.
18. KETUA: SUHARTOYO
Diperbaiki.
19. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia.
20. KETUA: SUHARTOYO
Tapi secara keseluruhan sebenarnya sudah tidak ada kesempatan untuk memperbaiki, termasuk penggantian Pemohon ini kami juga sudah tidak bisa berkomentar karena sudah pada tahapan penyerahan perbaikan, ya, tapi karena itu tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan perbaikan, ya, silakan saja. Jadi kami nanti terima saja yang ... tapi yang sudah dibacakan jangan diulang lagi. Tadi yang alasan-alasan permohonan itukan sama kan dengan permohonan yang lama, kan?
21. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya.
22. KETUA: SUHARTOYO
Bahkan malah lupa mengganti Pemohon dengan Para Pemohon itukan.
23. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya.
24. KETUA: SUHARTOYO
25. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, maaf Yang Mulia. Karena yang lalu memang kami langsung sebagai Pemohon.
26. KETUA: SUHARTOYO
Ya, waktu itukan beberapa teman, ya, oke.
27. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya.
28. KETUA: SUHARTOYO
Kalau sudah tidak ada alasan permohonan yang baru yang disampaikan langsung saja kepada petitum, tapi kalau ada yang baru yang didalilkan di posita tolong disampaikan yang mana.
29. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia.
30. KETUA: SUHARTOYO
Yang kasusnya Pak La Nyalla kan sudah kehilangan relevansinya juga kalau kemudian ... kalau si ini sebenarnya bagaimana? Anton ini sebenarnya apakah juga pernah ditetapkan tersangka berulang apa hanya sekali, yang kedua masih dalam bayang-bayang?
31. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Saat ini pernah dinyatakan tersangka satu kali, lalu dinyatakan praperadilan, Yang Mulia.
32. KETUA: SUHARTOYO
Menang, kan?
33. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
34. KETUA: SUHARTOYO
Tapi belum ditersangkakan lagi?
35. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Belum.
36. KETUA: SUHARTOYO
Ini yang sama Pak Hary Tanoe itu, ya?
37. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Betul, Yang Mulia.
38. KETUA: SUHARTOYO
Mobile 8 ini, ya?
39. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, betul, Yang Mulia.
40. KETUA: SUHARTOYO
Ya, jadi ini belum, ya, belum ada petersangkaan baru lagi kembali, ya?
41. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Betul, Yang Mulia.
42. KETUA: SUHARTOYO
Nah, itu makanya relevansinya dengan Pak La Nyalla apakah itu hanya untuk memperkuat argumen, tapi masih melekat di sini. Tapi ya enggak apa-apa ini memang sudah enggak ada ruang untuk perbaikan lagi. Jadi ... apa copy-paste persis dalil-dalilnya? Apa ada tambahan (...)
43. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
44. KETUA: SUHARTOYO
Ditunjukan ke Majelis, yang mana? Ya, ya, oke. Kalau ada yang baru tolong disampaikan, Pak. Kalau tidak langsung petitum saja.
45. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, ada, Yang Mulia.
46. KETUA: SUHARTOYO
Yang kemarin saya … Mahkamah ingin ada penegasan bahwa … bahwa jangan permohonan ini kemudian bisa di apa … ditafsirkan oleh khalayak atau sebagian pihak. Bahwa ini sama dengan pro koruptor itu dimasukan enggak?
47. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Dimasukan, Yang Mulia.
48. KETUA: SUHARTOYO
Dimasukan. Karena dilakukan penyidikan baru saja kita dipandang tidak pro koruptor … masih pro penegakan hukum korupsi, apalagi nanti ini dibatasi tidak bisa lagi disidik kembali nanti. Ada di permohonannya?
49. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ada, Yang Mulia, sebentar, Yang Mulia. Tulisannya terlalu kecil, saya (…)
50. KETUA: SUHARTOYO
Enggak, ini tulisannya standar kan, 12 ini.
51. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Yang kami bawa yang di … ada di poin 79, Yang Mulia.
52. KETUA: SUHARTOYO
53. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Saya bacakan. Bahwa penafsiran yang demikian oleh Mahkamah Konstitusi kedepannya tidak lantas menjadikan Mahkamah Konstitusi dipandang sebagai lembaga yang tidak pro dengan semangat pemberantasan korupsi. Mengapa? Karena penegakan asas praduga tak bersalah untuk melindungi hak asasi dari tersangka dengan menetapkan ketentuan bahwa sprindik untuk perkara dan tersangka yang sama dapat diterbitkan kembali dengan syarat penyidik harus memiliki paling kurang dua alat bukti baru yang berbeda dari alat bukti sebelumnya, merupakan amanah dari konstitusi Pasal 28D, Pasal 28I.
Sebaliknya, Pemohon berpendapat bahwa tafsiran yang diberikan Mahkamah Konstitusi terkait dengan persyaratan penerbitan sprindik yang berulang, merupakan upaya dari Mahkamah Konstitusi dalam fungsinya sebagai the protector of human rights.
54. KETUA: SUHARTOYO
Itu, ya?
55. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, Yang Mulia.
56. KETUA: SUHARTOYO
Ya, sudah kalau enggak ada lagi yang baru, silakan.
57. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Sama … izin, Yang Mulia.
58. KETUA: SUHARTOYO
Ya, di mana?
59. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Pada poin 83 kami tambahkan, Yang Mulia.
60. KETUA: SUHARTOYO
61. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Bahwa terhadap penetapan tersangka di atas, dalam hal ini Pemohon. Telah mengajukan permohonan praperadilan pada tanggal 1 November 2016 yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor register sekian. Pemohon telah menyampaikan alasan bahwa penetapan status tersangka Pemohon tidak sah dengan alasan sebagai berikut.
Penetapan status tersangka tidak sah karena perbuatan yang persangkakan merupakan tindak pidana perpajakan yang bukan merupakan kewenangan Kejaksaan Agung, melainkan kewenangan direktorat jendral pajak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana diubah … diubah beberapa kali. Diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, pada Pasal 1 angka 31 dan 32, dan Pasal 44 ayat (1). Yang menyatakan … saya lanjutkan.
62. KETUA: SUHARTOYO
Ya.
63. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Direktur … direktorat jenderal pajak memberikan pendapat bahwa tidak ada ketentuan yang dilanggar oleh PT Mobile 8 sebagaimana dugaan dari Kejaksaan Agung terkait dengan kerugian negara. Yang poin c, panitia kerja atau Panja Penegakan Hukum Resitusi Pajak PT Mobile 8 juga telah memberikan pandangan yang meminta Kejaksaan Agung menunda penyidikan atas perkara ini sambil menunggu hasil penyidikan dari direktorat jenderal pajak.
64. KETUA: SUHARTOYO
Ya.
65. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Itu, Yang Mulia.
66. KETUA: SUHARTOYO
Kalau demikian berarti Anda-Anda setuju kalau kemudian misalnya ada penyidikan baru, bukan Kejaksaan Agung, gimana?
67. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Pada dasarnya (…)
68. KETUA: SUHARTOYO
Ini kan argumen Pemohon ketika di praperadilan.
69. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, betul, Yang Mulia.
70. KETUA: SUHARTOYO
Ya, kan?
71. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya.
72. KETUA: SUHARTOYO
Untuk ngeles supaya penyidikannya tidak sah, dilarikan ke pajak. Nah, sekarang benar dinyatakan tidak sah, kalau nanti pajak menyidik, gimana?
73. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Kalau itu kan kami kembalikan kepada hukum yang berlaku, Yang Mulia.
74. KETUA: SUHARTOYO
Ya, tapi kan Anda meminta supaya tidak ada penyidikan baru apapun kan ini? Kecuali ada bukti baru.
75. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Kecuali ada bukti baru, betul, Yang Mulia.
76. KETUA: SUHARTOYO
Nah, artinya termasuk itu. Kalau pajak pun tidak boleh lagi kecuali ada bukti baru?
77. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, Yang Mulia.
78. KETUA: SUHARTOYO
Ya, kan? Mau tidak mau kan begitu. Tapi kan akhirnya mengingkari dengan apa yang disampaikan ketika di PN Selatan kan?
79. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya.
80. KETUA: SUHARTOYO
Bahwa mestinya pajak yang berhak menyidik. Ya itu urusan di luar sanalah, kami tidak sampai ke sana kok. Cuma saya hanya make sense-nya itu gimana kalau ada permohonan seperti ini.
81. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Mohon izin berdiri ... berdiskusi, Yang Mulia. Jadi, dengan diterbitkannya lagi dua alat bukti yang baru. Kalau menurut kami, Yang Mulia, dari ... di mana pun institusinya, maka akan ... akan (...)
82. KETUA: SUHARTOYO
Ya.
83. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Terbuka, gitu.
84. KETUA: SUHARTOYO
Ya. Artinya, kan (...)
85. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Jadi, tidak akan ada masalah, Yang Mulia.
86. KETUA: SUHARTOYO
87. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Jadi, dalam hal ini adalah institusi yang sama.
88. KETUA: SUHARTOYO
Paham, kami paham. Artinya bahwa Pemohon Anda itu, klien Anda kan kemudian sudah tidak menyepakati lagi apa yang dijadikan argumentasi ketika di PN Selatan, kan?
89. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, Yang Mulia.
90. KETUA: SUHARTOYO
Di PN Selatan mengatakan bahwa boleh disidik, tapi jangan kejaksaan, pajak. Nah, sekarang ... hari ini mengatakan bahwa tidak boleh disidik oleh siapa pun, kecuali ada bukti baru, dua bukti baru, kan begitu, kan?
91. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya.
92. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Agak menjauh lagi, kan? Melipir, melipir, melipir, lama-lama kan jauh, gitu. Ya, sudah nanti dilengkapi dengan petitum kalau enggak ada lagi yang diperbaharui di posita.
93. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia. Kami bacakan Petitumnya.
94. KETUA: SUHARTOYO
Ya.
95. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Petitum. Berdasarkan alasan-alasan hukum dan konstitusional yang telah diuraikan tersebut di atas, maka kami memohon kepada Majelis Hakim pada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia untuk dapat memeriksa dan memutus permohonan uji materiil sebagai berikut.
1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya.
2. Menyatakan bahwa Pemohon adalah pihak yang mempunyai hak atau
kewenangan konstitusi yang telah dirugikan oleh berlakunya Pasal 83 ayat (1) KUHAP karena telah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.
3. Menyatakan frasa tidak dapat dimintakan banding dalam Pasal 83
ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76, tambahan Lembaran Negara Nomor 3209 bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak ditafsirkan bersifat final dan mengikat. Karenanya tidak dapat diajukan upaya hukum lainnya, termasuk penyidik tidak dapat menerbitkan kembali surat perintah penyidikan, kecuali memenuhi paling sedikit dua alat bukti baru yang sah, yang belum pernah diajukan dalam sidang praperadilan, berbeda dari alat bukti sebelumnya yang berkaitan dengan materi perkara.
4. Memerintahkan untuk memuat putusan ini dalam Berita Negara
Republik Indonesia sebagaimana mestinya. Atau apabila Majelis Mahkamah Konstitusi berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).
Terima kasih, Yang Mulia.
96. KETUA: SUHARTOYO
Ya, ini ada tambahan sedikit dari Yang Mulia.
97. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia.
98. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Baiklah. Karena ini se ... si Pemohon, jadinya si Chandra, ya?
99. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Anthony Chandra, Yang Mulia.
100. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Anthony Chandra.
101. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
102. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Saya hanya mengonfirmasi karena di sini fotokopi. Apakah Kuasa ini sudah benar ditandatangani oleh Pemohon, ya?
103. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Yang bersangkutan. Ya, Yang Mulia.
104. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Ya. Kemudian, tadi ... kasus dia tadi, saya ulangi dulu. Dia masih praperadilan (...)
105. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Praperadilan, dinyatakan tersangka, lalu praperadilan.
106. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Dinyatakan (...)
107. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Setelah itu, dibuka oleh sprindik baru kembali, Yang Mulia.
108. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Sudah ada sprindik baru?
109. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya.
110. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Sudah ada sprindik baru?
111. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
112. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Itu sudah di ... dibikin sebagai surat bukti juga? Belum? Belum diajukan?
113. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Belum diajukan, Yang Mulia.
114. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Tapi (...)
115. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Tapi ada, Yang Mulia.
116. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Ada, ya?
117. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ada dari ... kami melihatnya dari panggilan ... panggilan terhadap yang bersangkutan. Di situ ada menimbang kepada surat perintah penyidikan yang nomor sekian, sekian, sekian.
118. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Oke. Kalau memang sudah ada itu, itu nanti disilakan diajukan juga mungkin sebagai bukti.
119. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia. Baik, Yang Mulia.
120. HAKIM ANGGOTA: MANAHAN MP SITOMPUL
Hanya itu saja, Yang Mulia. Terima kasih.
121. KETUA: SUHARTOYO
Ya, terima kasih. Jadi, menyerahkan bukti 1 sampai dengan P-23, ya? Ya?
122. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
P ... yang baru diserahkan adalah P-1 sampai dengan P-3, Yang Mulia.
123. KETUA: SUHARTOYO
Oh, gitu? Ya.
124. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya.
125. KETUA: SUHARTOYO
Itu justru yang akan kami sampaikan bahwa kalau daftar buktinya kan banyak pengantarnya?
126. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, Yang Mulia, ya.
127. KETUA: SUHARTOYO
P-1 sampai P-23?
128. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Ya, betul, Yang Mulia.
129. KETUA: SUHARTOYO
Tapi secara riil, konkretnya baru yang diterima Mahkamah P-1 sampai dengan (...)
130. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
P-3.
131. KETUA: SUHARTOYO
132. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Betul.
133. KETUA: SUHARTOYO
Yang ada dulu kami sahkan, ya? Ya.
134. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia.
135. KETUA: SUHARTOYO
Nanti selebihnya boleh disusulkan. Kemudian, sambil menunggu ini ... permohonan ini akan kami sampaikan kepada Rapat Hakim yang bersifat Pleno sembilan Hakim. Nah, nanti apakah disikapi oleh Mahkamah seperti apa, tunggu saja perkembangannya. Dan sekalian untuk kelengkapan bukti, kalau mau diserahkan boleh, mau menunggu perkembangan itu pun juga boleh.
136. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia.
137. KETUA: SUHARTOYO
Karena kan bukti-bukti itu bisa ... kalau mau diserahkan secepatnya.
138. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia.
139. KETUA: SUHARTOYO
Kalau tidak, nanti kami akan ... setelah kami rapatkan kalau ternyata permohonan Anda ini tidak sampai ke Pleno, ya, mungkin kami akan kesampingkan bukti yang Anda susulkan itu.
140. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia.
141. KETUA: SUHARTOYO
Tapi kalau nanti sampai ke Pleno, kita dengar pihak-pihak, ahli-ahli, dan saksi-saksi (...)
142. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik.
143. KETUA: SUHARTOYO
Nanti akan kami pertimbangkan bersama-sama dengan pembuktian perkara, dan mendengar saksi, dan ahli, ya.
144. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Baik, Yang Mulia.
145. KETUA: SUHARTOYO
Paham, ya?
146. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
Paham, Yang Mulia.
147. KETUA: SUHARTOYO
Baik. Cukup, sudah enggak ada lagi yang ditanyakan?
148. KUASA HUKUM PEMOHON: RICKY KURNIA MARGONO
149. KETUA: SUHARTOYO
Baik. Dengan demikian, Sidang Perkara Nomor 42 kita nyatakan selesai dan dengan ini ditutup.
Jakarta, 15 Agustus 2017 Kepala Sub Bagian Risalah, t.t.d.
Yohana Citra Permatasari
NIP. 19820529 200604 2 004
SIDANG DITUTUP PUKUL 14.08 WIB KETUK PALU 3X