• Tidak ada hasil yang ditemukan

Syafrizal Rahadian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Syafrizal Rahadian"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

+

Syafrizal Rahadian

2206 100 166

Dosen Pembimbing : Ir. Achmad Ansori ,DEA.

ANALISIS EFISIENSI KAPASITAS KANAL DENGAN

MENGGUNAKAN METODE

THROUGHPUT BASED

OPTIMIZATION

DAN

16 KBPS UL RETURN

CHANNEL

PADA

JARINGAN

HIGH SPEED DOWNLINK PACKET

ACCESS

(HSDPA)

DI PT. INDOSAT EAST JAVA BALI NUSRA REGIONAL

OFFICE

Judul

(2)

+

Latar Belakang

(3)

+

Latar Belakang (Cont’d)

User

• PT Indosat Tbk (ISAT)

• periode September 2007 sebanyak 22 juta nomor • periode September 2008 sebanyak 35,47 juta nomor • Periode Januari 2009 sebanyak 36,4 juta

• Banyaknya fitur 3G

Jaringan

• Kebutuhan kanal tidak seimbang

Throughput & Probability of

Blocking

• Throughput berkurang

(4)

+

Latar Belakang (Cont’d)

Latar

belakang

Metode

TBO dan 16

Kbps UL

Return

Channel

Tujuan

(5)

+

(6)

+

Batasan Masalah (Cont’d)

Jaringan yang diteliti adalah jaringan

High Speed Downlink

Packet Acccess

milik PT. Indosat East Java Bali Nusra Regional

Office.

Metode efisiensi kanal yang digunakan adalah

Throuhgh-put

Based Optimization

dan

16 Kbps UL Return channel

Data-data proses diambil pada saat kondisi

Normal

Operation

.

Parameter kinerja jaringan yang diukur adalah

traffic data,

code utilization, HSDPA simultaneous users, HSDPA

(7)

+

METODOLOGI

PENELITIAN

(8)

+

Channel Element

Pada GSM terdapat istilah kanal. Dimana

satu kanal memiliki delapan

times slot

dan

masing-masing

times slot

hanya boleh

diduduki satu orang user untuk jenis

service

apa pun

Sedangkan dalam 3G, dikenal dengan

istilah CE(

Channel Element

)

setiap

Node

B memiliki kapasitas

Channel

elemenet

yang berbeda tergantung dari

(9)

+

Kapasitas CE tiap Node B

Untuk BTS tipe

ultrasite

memiliki kapasitas 6 WSPC. Dimana 1

WSPC memiliki 64

channel element.

Sehingga total BTS tipe

ultrasite

tersebut memiliki 384

channel element

.

Tipe BTS : Flexy, Ultrasite, dll.

(10)

+

Channel Element User

384

channel element

tersebut tidak dapat

dipakai seluruhnya untuk

komunikasi.

signalling

(CCHS)

downlink

pada HSDPA.

Komunikasi

(11)

+

(12)

+

Algoritma Metode Optimasi

Throughput Based Optimization (3G R99)

(13)

+

Throughput Based Optimization (Cont’d)

Metode mengadaptasikan DCH

Metode TBO terdiri dari 2 metode

Flexibel Upgrade

Downgrade

metode

flexibel Upgrade

ini memiliki dua fungsi utama, yaitu

Meng

upgrade

alokasi DCH

birate

dari daerah

release

ke daerah

lower

(128 Kbps)

.

Meng

upgrade

alokasi DCH

birate

dari daerah

lower

ke daerah

upper

(256 Kbps)

.

Metode

downgrade

ini memiliki beberapa fungsi, yaitu :

Men

downgrade

alokasi DCH

bitrate

dari maksimal bitrate 384 menuju ke daerah

upper

(256 Kbps)

.

Men

downgrade

alokasi DCH

bitrate

dari daerah

upper

(256) menuju ke daerah

lower

(128 Kbps)

.

Men

downgrade

alokasi DCH

bitrate

dari daerah

lower

(128 Kbps) menuju ke daerah

(14)

+

Throughput Based Optimization

(15)

+

(16)

+

16 Kbps UL Return Channel

Bekerja pada 3G HSDPA

(17)

+

Metode Pengukuran

Simulasi

Simulasi satu user (Kedua metode)

Simulasi banyak user (Metode TBO 384 Kbps)

Throughput User

Speedtest

Netpersec

Parameter RNC

Traffic data

Code utilization

HSDPA simultaneous users

HSDPA accessibility

CE utilization

Power utilization

(18)

+

(19)

+

Simulasi satu user (TBO 384 Kbps)

Sebelum

Sesudah

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4x 10

5 S ebelum Opt imasi

Ti me P P P r a te D L ( bi ts /s ) UDP Data Throughput DL Us er 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 0 0. 5 1 1. 5 2 2. 5 3 3. 5 4x 10

5 M etode Throughput Based Opt im izati on

Tim e P P P r a te D L ( b it s /s ) UDP Dat a Throughput DL User

(20)

+

Simulasi satu user (TBO 256 Kbps)

Sebelum

Sesudah

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 0 1 2 3 4x 10 5 Sebelum Optimasi Time P P P r a te D L ( b it s /s ) UDP Data Throughput DL User 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 0 1 2 3 4x 10

5 M etode Throughput Based Optimization

P P P r a te D L ( b it s /s ) UDP Data Throughput DL User

(21)

+

Simulasi satu user (TBO 128 Kbps)

Sebelum

Sesudah

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 0 1 2 3 4 x 10 5 Sebelum Optimas i Tim e P P P r a te D L ( b it s /s ) UDP Data Throughput DL User 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 0 1 2 3 4 x 10

5 Metode Throughput Bas ed Optimization

Tim e P P P r a te D L ( b it s /s ) UDP Data Throughput DL User

(22)

+

Simulasi satu user (TBO 64 Kbps)

Sebelum

Sesudah

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 0 1 2 3 4 x 10 5 Sebelum Optimasi Time P P P r a te D L ( b it s /s ) UDP Data Throughput DL User 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 0 1 2 3 4 x 10

5 Metode Throughput Based Optimization

Time P P P r a te D L ( b it s /s ) UDP Data Throughput DL User

(23)

+

Simulasi satu user (16 Kbps UL Return Channel)

Sebelum

Sesudah

0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4x 10

5 Sebelum Opt imas i

Time b itr at e U L ( bi ts /s ) UDP Data Throughput D L Us er 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4x 10 5

M etode 16 Kbps UL return Channel

bi tr at e U L (bi ts /s ) UDP Data Throughput UL User

(24)

+

Simulasi banyak user

user yang terlayani sesudah optimasi meningkat sebesar

11,9% dan probabilitas blockingnya menurun sebesar

95,7%.

(25)

+

Throughput user (Speedtest)

(26)

+

Throughput user (Netpersec)

(27)

+

RNC Traffic data

peningkatan jumlah data yang

dapat terlayani oleh RNC sebesar

7,42% untuk RNC Kayun 1 dan

6,64% untuk RNC Kayun 2

(28)

+

RNC Code Utilization

penurunan jumlah

code

yang

terpakai pada RNC sebesar

4,78 % untuk RNC Kayun

1 2,79% untuk RNC Kayun 2

(29)

+

RNC HSDPA Simultaneous User

peningkatan

user

yang terlayani oleh

RNC sebesar

9% pada RNC Kayun 1

6,01% pada RNC Kayun 2

(30)

+

RNC HSDPA Accessibility

peningkatan jumlah keberhasilan

user

untuk melakukan koneksi pada jaringan

sebesar 8,63% pada RNC Kayun 1 dan

(31)

+

RNC CE Utilization

penurunan penggunaan

channel

element

pada RNC sebesar

4,67 % pada RNC Kayun 1 dan

5,36% pada RNC Kayun 2

(32)

+

RNC Power Utilization

meningkat sebesar

8,05% pada RNC Kayun 1 dan

3,11% pada RNC Kayun 2

(33)

+

RNC Traffic data

UL PS Bitrates Utilization Kayun 1

0%

20%

40%

60%

80%

100%

19/0 3/20 09 20/0 3/20 09 21/0 3/20 09 22/0 3/20 09 23/0 3/20 09 24/0 3/20 09 25/ 0 3/20 09 26/0 3/20 09 27/0 3/20 09 28/0 3/20 09 29/ 0 3/20 09 30/0 3/20 09 31/0 3/20 09 01/0 4/20 09 02/0 4/20 09 03/0 4/20 09 04/ 0 4/20 09 05/0 4/20 09 06/0 4/20 09 07/0 4/20 09

Date

%

384 Kbps

256 Kbps

128 Kbps

64 Kbps

32 Kbps

16 Kbps

(34)

+

Terima Kasih

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Referensi

Dokumen terkait

Pada dasarnya identitas kebangsaan menjadikan ciri khas dari sebuah bangsa yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter serta menghargai masyarakat dalam budaya

Dalam penelitian ini beberapa variabel yang digunakan merupakan Indeks - Indeks Harga Saham dari tiga negara yaitu Malaysia, Singapura dan Indonesia yang mewakili pasar modal

Dalam upaya mengoptimalkan peran ormas terhadap pembangunan di Kabupaten Semarang, Kantor Kesbangpol pada tahun 2020 menyelenggarakan kegiatan pembinaan terhadap

Semakin tinggi kerapatan gulma, maka semakin besar pula penekananya terhadap produksi tanaman dan semakin lama gulma tumbuh bersama dengan tanaman pokok maka semakin banyak

berarti siswa mengantarkan dirinya sendiri dalam memahami, mengembangkan, menerapkan, dan menjelaskan suatu proses matematika. Hal ini berimplikasi pada terciptanya

Pada Tugas Akhir ini, telah dibuat tools Rebalancing, yaitu tools yang membantu menentukan Node-B yang memerlukan penambahan CE (upgrade) atau pengurangan CE (downgrade)

dipergunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran untuk memahami materi pembelajaran pada siswa. c) Disarankan pengembangan media Scrapbook ini dapat dilakukan pada

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Khusus, dan Belanja Daerah terhadap