• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA BATAM MARET 2016 INFLASI 0,26 PERSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA BATAM MARET 2016 INFLASI 0,26 PERSEN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik No.10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016 1

No. 10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN / INFLASI KOTA BATAM MARET 2016 INFLASI 0,26 PERSEN

Gambar 1: Perkembangan Inflasi Kota Batam, Tanjungpinang dan Nasional Maret 2015 s.d Maret 2016 (1,50) (1,00) (0,50) -0,50 1,00 1,50 2,00 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Batam Tanjungpinang Nasional

Feb'15 Mar'15 Apr'15 Mei'15 Jun'15 Jul'15 Ags'15 Sep'15 Okt'15 Nov'15 Des'15 Jan'16 Feb 16

Pada Bulan Maret 2016 di Kota Batam terjadi inflasi sebesar 0,26 persen. Dari dua puluh tiga kota IHK di Sumatera delapan belas kota diantaranya mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 1,18 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,04 persen. Sedangkan lima kota IHK lainnya mengalami deflasi, dengan deflasi tebesar terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,22 persen dan deflasi terkecil terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,07 persen. Inflasi disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,52 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen. Sedangkan indeks harga kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan justru mengalami penurunan sebesar 0,04 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2016 sebesar 0,32 Persen dan tingkat inflasi year on year (Maret 2016 terhadap Maret 2015) sebesar 5,76 persen.

(2)

Berita Resmi Statistik No.10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016 2 Setelah mengalami penurunan sebesar 0,43 persen pada bulan Februari 2016 lalu, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada bulan Maret 2016 ini kembali mengalami kenaikan, yaitu sebesar 0,26 persen atau naik dari 122,61 menjadi 122,93.

Inflasi sebesar 0,26 persen pada bulan Maret 2016 ini disebabkan naiknya harga 61 komoditi/jasa kebutuhan masyarakat di Kota Batam, antara lain : cabai merah, cabai rawit, sayur bayam, emas perhiasan, besi beton, ikan selar, bawang putih, kembang kol, apel, minyak goreng, kacang panjang, kepiting/rajungan, rokok kretek filter, rokok kretek, dan televise berwarna. Kenaikan harga 61 komoditas/jasa di atas sedikit dinetralisir dengan turunnya harga/tarif 38 komoditi/jasa kebutuhan masyarakat, antara lain : bawang merah, telur ayam ras, terong panjang, ikan kembung/gembung, kentang, bensin, tomat buah, kangkung, tomat sayur, anggur, wortel, ikan mujair, labu siam/jipang, jagung manis, ikan lele, dan beras.

Tabel 1 : Inflasi 23 Kota IHK di Sumatera dan Nasional (%)

Kota IHK Maret Januari-Maret Year on Year*

2015 2016 2015 2016 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Meulaboh 2. Banda Aceh 3. Lhokseumawe 4. Sibolga 5. Pematang Siantar 6. Medan 7. Padang Sidempuan 8. Padang 9. Bukit Tinggi 10. Tembilahan 11. Pekanbaru 12. Dumai 13. Bungo 14. Jambi 15. Palembang 16. Lubuk Linggau 17. Bengkulu 18. Bandar Lampung 19. Metro 20. Tanjung Pandan 21. Pangkal Pinang 22. Batam 23. Tanjungpinang Nasional -0,64 -0,61 -0,50 -0,32 0,17 -0,01 -0,01 0,01 -0,17 -0,06 -0,03 0,13 -0,68 -0,20 0,31 0,03 0,19 0,48 0,25 -1,97 -0,46 0,25 -0,21 0,17 -0,07 -0,26 -0,19 0,75 0,66 0,88 0,54 0,55 1,18 0,27 0,54 0,23 -0,31 0,26 0,22 0,58 0,04 0,49 0,13 -1,22 0,26 0,26 0,29 0,15 -1,73 -1,41 -2,13 -1,76 -1,81 -1,71 -1,71 -4,00 -2,90 -1,19 -1,32 -0,92 -2,52 -2,57 -1,33 -2,20 -2,08 -0,45 -0,89 -2,55 -0,41 -0,67 -0,45 0,44 0,76 0,37 -0,04 2,57 0,77 2,18 1,07 1,42 1,26 0,68 0,29 1,21 0,65 0,90 0,43 0,64 0,46 0,24 1,20 -0,24 1,59 0,32 1,58 0,32 3,12 3,10 4,63 7,89 6,08 7,41 4,53 6,55 7,20 4,00 4,39 4,84 4,58 4,99 4,89 6,47 5,93 5,37 4,83 3,27 6,77 5,76 4,55 3,62 Ket : *) Maret 2016 terhadap Maret 2015

(3)

Berita Resmi Statistik No.10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016 3 Delapan belas dari dua puluh tiga kota IHK di Sumatera mengalami inflasi pada bulan Maret 2016 ini dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 1,18 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bengkulu sebesar 0,04 persen. Sebaliknya lima kota IHK lainnya mengalami deflasi dengan deflasi terbesar di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,22 persen dan deflasi terkecil di Kota Meulaboh sebesar 0,07 persen. Selanjutnya jika dilihat dari 82 kota IHK di Indonesia, tercatat lima puluh delapan kota IHK mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 1,18 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Yogyakarta, Malang, Tangerang dan Singkawang masing-masing sebesar 0,02 persen. Sebaliknya dua puluh empat kota IHK lainnya mengalami deflasi dengan deflasi terbesar terjadi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,22 persen dan deflasi terkecil terjadi di Kota Mamuju sebesar 0,02 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2016 di Kota Batam tercatat sebesar 0,32 persen, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya terjadi deflasi sebesar 0,67 persen. Tingkat inflasi year on year 2016 di Kota Batam mencapai sebesar 5,76 persen sedikit lebih rendah dibanding tingkat inflasi periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 5,84 persen.

Tabel 2: IHK, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Batam Menurut Kelompok Pengeluaran

Bulan Maret 2016 Kelompok Pengeluaran Indeks Maret 2016 Inflasi Maret 2016 Andil Inflasi [1] [2] [3] [4] U m u m 1. Bahan Makanan

2. Makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 3. Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 4. Sandang

5. Kesehatan

6. Pendidikan, rekreasi dan olah raga 7. Transpor, komunikasi dan jasa keuangan

122,93 134,29 122,87 114,91 109,27 121,11 113,06 130,63 0,26 0,86 0,09 0,13 0,52 0,04 0,08 -0,04 0,26 0,19 0,01 0,03 0,03 0,00 0,01 -0,01

Perkembangan IHK Menurut Kelompok Pengeluaran

Enam dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam pada bulan Maret 2016 tercatat mengalami kenaikan indeks, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,13 persen; kelompok sandang sebesar 0,52 persen; kelompok kesehatan

(4)

Berita Resmi Statistik No.10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016 4 sebesar 0,04 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,08 persen. Sedangkan indeks harga kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Maret 2016 ini mengalami penurunan sebesar 0,04 persen.

1. Kelompok Bahan Makanan

Indeks harga kelompok bahan makanan pada pada bulan Maret 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,86 persen atau naik dari 133,15 pada bulan Februari 2016 menjadi 134,29. Dengan kenaikan indeks ini berarti kelompok bahan makanan pada bulan Maret 2016 ini memberikan andil sebesar 0,19 persen terhadap pembentukan inflasi di Kota Batam.

Terjadinya inflasi pada kelompok bahan makanan pada bulan Maret 2016 merupakan dampak dari naiknya indeks harga subkelompok daging dan hasil-hasilnya sebesar 0,13 persen; subkelompok ikan segar sebesar 0,48 persen; subkelompok ikan diawetkan sebesar 0,42 persen; subkelompok sayur-sayuran sebesar 0,76 persen; subkelompok buah-buahan sebesar 0,17 persen; subkelompok bumbu-bumbuan sebesar 5,58 persen; dan subkelompok lemak dan minyak sebesar 0,91 persen. Sebaliknya tiga subkelompok mengalami penurunan indeks, yaitu : subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,03 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya sebesar 0,50 persen; dan subkelompok kacang-kacangan sebesar 0,12 persen. Sedangkan indeks harga subkelompok bahan makanan lainnya tidak mengalami perubahan (stabil) dibanding indeks pada bulan Februari 2016.

2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Indeks harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan Maret 2016 ini mengalami kenaikan sebesar 0,09 persen, atau naik dari 122,76 pada bulan Februari 2016 menjadi 122,87. Naiknya indeks harga pada bulan ini disebabkan dua dari tiga subkelompok yang menyusun kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan indeks, yaitu : subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,08 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,30 persen. Sedangkan indeks harga subkelompok makanan jadi tidak mengalami perubahan (stabil) dibanding indeks pada bulan Februari 2016 lalu.

Dengan kenaikan indeks sebesar 0,09 persen berarti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan Maret 2016 ini memberikan andil terhadap pembentukan inflasi Kota Batam sebesar 0,01 persen.

(5)

Berita Resmi Statistik No.10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016 5 3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan Maret 2016 ini telah mencapai 114,91, mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen dibanding indeks pada bulan Februari 2016 yang mencapai 114,76. Naiknya indeks harga pada bulan ini disebabkan tiga dari empat subkelompok yang tergabung dalam kelompok ini mengalami kenaikan, yaitu : subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,22 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,01 persen; dan subkelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,21 persen. Sebaliknya indeks harga subkelompok penyelenggaraan rumah tangga justru mengalami penurunan sebesar 0,10 persen.

Dengan kenaikan indeks sebesar 0,13 persen berarti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar turut mendorong laju inflasi Kota Batam pada bulan Maret 2016 ini dengan andil sebesar 0,03 persen.

4. Kelompok Sandang

Naiknya indeks harga subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 1,96 persen mengakibatkan indeks harga kelompok sandang pada bulan Maret 2016 ini mengalami kenaikan sebesar 0,52 persen, atau naik dari 108,70 pada bulan Februari 2016 menjadi 109,27. Sedangkan indeks harga subkelompok sandang laki-laki, subkelompok sandang wanita, dan subkelompok sandang anak-anak pada bulan ini tidak mengalami perubahan (stabil) dibanding indeks pada bulan Februari 2016.

Dengan kenaikan indeks sebesar 0,52 persen berarti kelompok sandang pada bulan Maret 2016 turut mendorong laju inflasi Kota Batam dengan memberikan andil sebesar 0,03 persen.

5. Kelompok Kesehatan

Indeks harga kelompok kesehatan pada bulan Maret 2016 ini mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen, yaitu naik dari 121,06 pada bulan Februari 2016 menjadi 121,11. Dengan kenaikan indeks pada bulan ini berarti kelompok kesehatan turut mendorong laju inflasi Kota Batam, namun andilnya hanya sebesar 0,002 persen.

Naiknya indeks kelompok kesehatan pada bulan ini merupakan dampak dari naiknya indeks harga subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,11 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya, yaitu : subkelompok jasa kesehatan, subkelompok obat-obatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks (stabil) dibanding indeks pada bulan Februari 2016 lalu.

(6)

Berita Resmi Statistik No.10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016 6 6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Pada bulan Maret 2016 ini hanya indeks harga subkelompok rekreasi saja yang mengalami perubahan, yaitu naik sebesar 0,33 persen. Sedangkan indeks harga subkelompok pendidikan; subkelompok kursus – kursus / pelatihan; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan; dan subkelompok olahraga pada bulan ini relatif stabil terhadap bulan sebelumnya. Naiknya indeks harga subkelompok rekreasi serta stabilnya indeks harga empat subkelompok lainnya mengakibatkan indeks harga kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan Maret 2016 ini mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen atau naik dari 112,97 pada bulan Februari 2016 menjadi 113,06.

Dengan kenaikan indeks harga sebesar 0,08 persen pada bulan ini berarti kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga turut mendorong laju inflasi Kota Batam dengan andil sebesar 0,01 persen.

7. Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Indeks harga kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Maret 2016 ini mengalami penurunan sebesar 0,04 persen, yaitu turun dari 130,68 pada bulan Februari 2016 menjadi 130,63. Dengan penurunan indeks sebesar 0,04 persen berarti kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan ini sedikit memperlambat laju inflasi Kota Batam dengan memberikan andil sebesar -0,01 persen.

Turunnya indeks harga kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan ini merupakan dampak dari turunnya indeks harga subkelompok transpor sebesar 0,06 persen yang dinetalisir dengan naiknya indeks harga subkelompok sarana dan penunjang transpor sebesar 0,10 persen. Sedangkan indeks harga subkelompok komunikasi dan pengiriman serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan (relatif stabil) dibanding indeks pada bulan Februari 2016.

(7)

Berita Resmi Statistik No.10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016 7

Tabel 3: Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 82 Kota di Indonesia Bulan Maret 2016 (Tahun 2012 = 100)

Kota IHK Inflasi

(1) (2) (3) 1. Meulaboh 2. Banda aceh 3. Lhokseumawe 4. Sibolga 5. Pematang siantar 6. Medan 7. Padang Sidempuan 8. Padang 9. Bukit Tinggi 10. Tembilahan 11. Pekanbaru 12. Dumai 13. Bungo 14. Jambi 15. Palembang 16. Lubuk Linggau 17. Bengkulu 18. Bandar lampung 19. Metro 20. Tanjung Pandan 21. Pangkal Pinang 22. Batam 23. Tanjungpinang 24. DKI Jakarta 25. Bogor 26. Sukabumi 27. Bandung 28. Cirebon 29. Bekasi 30. Depok 31. Tasikmalaya 32. Cilacap 33. Purwokerto 34. Kudus 35. Surakarta 36. Semarang 37. Tegal 38. Yogyakarta 39. Jember 40. Banyuwangi 41. Sumenep 42. Kediri 43. Malang 44. Probolinggo 45. Madiun 122,18 116,73 118,26 126,56 127,04 127,42 121,51 128,91 123,05 127,48 123,16 124,23 121,38 122,79 121,05 121,28 129,19 124,20 131,84 127,63 125,74 122,93 124,20 123,75 122,98 122,62 122,42 119,28 120,68 121,94 122,01 125,32 121,31 129,16 120,82 122,35 120,13 121,00 120,99 121,19 120,80 121,27 123,69 121,54 120,77 -0,07 -0,26 -0,19 0,75 0,66 0,88 0,54 0,55 1,18 0,27 0,54 0,23 -0,31 0,26 0,22 0,58 0,04 0,49 0,13 -1,22 0,26 0,26 0,29 0,15 0,20 -0,16 0,20 0,05 0,15 0,35 0,13 0,11 0,55 0,51 0,42 0,39 0,32 0,02 0,07 0,03 -0,27 0,09 0,02 -0,08 0,08

(8)

Berita Resmi Statistik No.10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016 8

Kota IHK Inflasi

(1) (2) (3) 46. Surabaya 47. Tangerang 48. Cilegon 49. Serang 50. Singaraja 51. Denpasar 52. Mataram 53. Bima 54. Maumere 55. Kupang 56. Pontianak 57. Singkawang 58. Sampit 59. Palangka Raya 60. Tanjung 61. Banjarmasin 62. Balikpapan 63. Samarinda 64. Tarakan 65. Manado 66. Palu 67. Bulukumba 68. Watampone 69. Makassar 70. Pare-pare 71. Palopo 72. Kendari 73. Bau-bau 74. Gorontalo 75. Mamuju 76. Ambon 77 Tual 78 Ternate 79 Manokwari 80 Sorong 81 Merauke 82 Jayapura Nasional 122,67 131,06 126,94 130,13 131,22 120,32 122,43 127,14 117,50 125,64 130,56 122,89 123,84 120,69 124,37 122,79 126,67 126,54 132,39 123,92 124,42 127,18 118,27 124,40 119,77 121,60 120,18 126,94 120,50 122,23 121,97 135,79 127,64 116,09 124,52 128,07 125,08 0,06 0,02 0,38 0,29 0,81 0,06 -0,05 -0,14 -0,77 -0,76 -0,08 0,02 -0,34 -0,04 0,17 0,14 -0,04 0,44 0,09 -0,03 0,38 -0,31 0,04 0,17 -0,90 0,25 0,23 -0,04 0,15 -0,02 -0,36 0,82 0,28 0,13 -0,14 -0,41 0,30

(9)

Berita Resmi Statistik No.10/04/2171/Th.IV, 1 April 2016 9 Tabel 4: Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam

Bulan Februari dan Maret 2016 (Tahun 2012 = 100)

Kelompok/Sub Kelompok IHK

Februari 2016 % Perub thd Januari 2016 IHK Maret 2016 % Perub thd Februari 2016 (1) (2) (3) (4) (5) UMUM I. BAHAN MAKANAN

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya Daging dan Hasil-hasilnya

Ikan segar Ikan diawetkan

Telur, susu dan hasil-hasilnya Sayuran

Kacang-kacangan Buah-buahan Bumbu-bumbuan Lemak dan minyak Bahan makanan lainnya

II. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK

& TEMBAKAU Makanan jadi

Minuman yang tidak beralkohol Tembakau dan minuman beralkohol

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS &

BAHAN BAKAR Biaya tempat tinggal

Bahan bakar, penerangan dan air Perlengkapan rumah tangga Penyelenggaraan rumah tangga

IV. SANDANG

Sandang laki-laki Sandang wanita Sandang anak-anak

Sandang pribadi dan sandang lainnya

V. KESEHATAN

Jasa kesehatan Obat-obatan

Jasa Perawatan jasmani

Perawatan jasmani dan kosmetik

VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN

OLAHRAGA Jasa pendidikan

Kursus-kursus/Pelatihan

Perlengkapan / peralatan pendidikan Rekreasi

Olah raga

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN

JASA KEUANGAN Transpor

Komunikasi dan pengiriman Sarana dan penunjang transport Jasa keuangan 122,61 133,15 146,84 118,29 122,49 116,63 117,41 149,33 117,01 128,39 188,74 108,75 105,56 122,76 118,67 111,85 145,50 114,76 113,84 114,45 111,98 121,81 108,70 110,90 107,51 110,44 106,04 121,06 145,50 108,55 106,83 110,86 112,97 122,22 102,52 104,16 103,70 109,85 130,68 145,02 101,62 106,18 114,67 -0,43 -3,03 0,36 -0,99 -1,07 0,00 0,23 -14,40 -0,75 -0,94 -7,56 0,41 0,00 0,85 1,31 0,22 0,25 0,23 0,14 0,03 0,27 1,01 0,75 0,00 0,00 0,00 2,93 0,98 1,27 0,12 5,06 0,12 0,11 0,00 0,00 1,07 0,00 0,00 -0,08 -0,11 0,00 -0,01 0,00 122,93 134,29 146,79 118,44 123,08 117,12 116,82 150,46 116,87 128,61 199,27 109,74 105,56 122,87 118,67 111,94 145,94 114,91 114,09 114,46 112,22 121,69 109,27 110,90 107,51 110,44 108,12 121,11 145,50 108,55 106,83 110,98 113,06 122,22 102,52 104,16 104,04 109,85 130,63 144,93 101,62 106,29 114,67 0,26 0,86 -0,03 0,13 0,48 0,42 -0,50 0,76 -0,12 0,17 5,58 0,91 0,00 0,09 0,00 0,08 0,30 0,13 0,22 0,01 0,21 -0,10 0,52 0,00 0,00 0,00 1,96 0,04 0,00 0,00 0,00 0,11 0,08 0,00 0,00 0,00 0,33 0,00 -0,04 -0,06 0,00 0,10 0,00

Gambar

Gambar 1: Perkembangan Inflasi Kota Batam, Tanjungpinang dan Nasional  Maret 2015 s.d Maret 2016  (1,50)(1,00)(0,50) -0,50 1,00 1,50 2,00  0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Tabel 2:  IHK, Inflasi dan Andil Inflasi Kota Batam  Menurut Kelompok Pengeluaran
Tabel 4:  Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Batam  Bulan Februari dan Maret 2016 (Tahun 2012 = 100)

Referensi

Dokumen terkait

Telah pula membaca dan memperhatikan kontra memori banding Kuasa Terbanding yang telah diserah terimakan ke Pengadilan Agama Tangerang pada hari Senin tanggal 28 Juli

 Melaksanakan administrasi aktiva tetap dan penyusutan.  Mereview harga pokok dan proyek-proyek di Galangan maupun Cabang.  Monitoring, menyiapkan dan melaporakan

untuk binatang dan peralatan yang ia pergunakan dalam penggarapan dan pengolahan lahan tersebut. Ada dua cara atau solusi yang bisa ditempuh supaya hasil tanaman

Sebagai pusat kegiatan massa yang akan bergerak menuju tujuan masing­ rnasing stasiun ini dirancang untuk kemudahan para penumpang yang melakukan pergantian kereta antar jurusan

Berdasarkan Gambar 2 terlihat bahwa, pada menit ke-5 hasil uji disolusi menunjukkan bahwa, bahan aktif yang diuji berupa parasetamol yang terdapat dalam cangkang KK sudah

Model terbaik dihasilkan oleh Gaussian dengan validasi 0.3140, dengan variansi kriging sebesar 0.0251 pada grid 0.05.Dari grid tersebut dapat disimpulkan bahwa penyebaran

Iktiyanto (2010) menyatakan bahwa Nitrogen merupakan unsur yang paling dominan diantara unsur yang diperlukan oleh tanaman tebu karena berfungsi untuk

Metode pengambilan data berupa penelitian perpustakaan dengan membaca literatur-literatur terkait tugas akhir seperti buku-buku maupun pencarian di internet,