• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI PENERAPAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) PADA SEBUAH INDUSTRI LAPIS LEGIT DI SEMARANG - Unika Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "STUDI PENERAPAN HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) PADA SEBUAH INDUSTRI LAPIS LEGIT DI SEMARANG - Unika Repository"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

72

LAMPIRAN

(2)

73

Lampiran 1. Pohon Penentuan CCP untuk bahan baku dan proses produksi

Pertanyaan 1 (Q1) :

Apakah ada potensi bahaya yang berkaitan dengan bahan baku ini ?

Pertanyaan 2 (Q2) :

Apakah Anda atau pelanggan Anda akan memproses sehingga bahaya hilang dari produk?

Pertanyaan 3 (Q3) :

Apakah ada resiko kontaminasi silang pada fasilitas atau pada produk lain yang tidak dikontrol?

Bahan aman. Perlu kontrol tingkat tinggi.

Ya

(3)

74

Gambar 18. Pohon penentuan CCP untuk proses produksi

(4)

75

Lampiran 2. Hasil Observasi Mikrobiologi (Jamur)Ruangan

Observasi 1 (tiap ruangan)

Inokulasi : 28 April 2006 (5 menit) Inkubasi : 5 hr

Pengamatan : 3 Mei 2006

Tabel 10. Hasil observasi mikrobiologi (jamur) di tiap ruangan produksi No. Ruangan

Total Koloni Kapang

TPC

(Total Plate Count)

1. Mixing 1 (pintu keluar) - 18

Tabel 11.Jenis dan warna kapang hasil observasi mikrobiologi (jamur) di tiap ruangan produksi

Jenis kapang Warna kapang

Mucor putih, coklat

Aspergillus hijau muda, hijau tua

Semua ruangan rawan untuk terkontaminasi dengan mikroorganisme (kapang), tetapi ruangan yang memiliki kemungkinan paling besar adalah ruang pecah telur, ruang mixing, ruang oven, dan ruang transit.

Observasi 2 (tiap lemari di ruang pendinginan dan ruang pendinginan)

Inokulasi : 1-2 Juni 2006 (13 jam mulai pk. 15.00 - pk. 07.00) Inkubasi : 4 hr

(5)

76

Tabel 12. Hasil observasi mikrobiologi (jamur) pada tiap lemari di ruang pendingin dan ruang pendingin

No. Letak (Lemari-letak baris) Total Koloni Kapang TPC (Total Plate Count )

1. A-2 1 158

Tabel 13. Jenis dan warna kapang hasil observasi mikrobiologi (jamur) pada tiap lemari di ruang pendingin dan ruang pendingin

Jenis kapang Warna kapang

Mucor putih, coklat

Aspergillus (A. flavus, A. oryzae, A. parasiticus, A. niger), Rhizopus (R. oligosporus, R. oryzae)

hijau muda, hijau tua, hitam

Hasil observasi jamur 2 (denah ruang pendingin dapat dilihat pada Gambar 14) menunjukkan bahwa tidak digunakannya AC plasma selama 24 jam menyebabkan peningkatan jumlah mikroorganisme di ruang pendingin dan ruang pengemasan. Selain itu, pencucian rak juga tidak memberikan hasil yang signifikan. Bagian bawah rak merupakan tempat yang rawan mikroorganisme karena sulit untuk dibersihkan dan tidak terkena sirkulasi udara secara baik.

(6)

A

(7)

78

Lampiran 3. Rincian diagram alir proses (HACCP Module / HM)

HM1 : Ingredients Receipt and Storage

In g re d i e n ts a rri v a l

HM2 : Pembuatan Bumbu

(8)

HM3 : Packaging Receipt and Storage

HM4 : Penyiapan Tepung Terigu

(9)

80

HM5 : Penyiapan Gula Pasir

Tra n s fe r k e ru a n g

HM6 : Pemecahan Telur

Telur utuh dipecah

6.4 dipisahkanPutih telur

(10)

HM7 : Penyiapan Margarine

HM8 : Penyiapan Baking Powder, Vanili, Potasium Sorbate Granules, Nipagin, Bumbu

(11)

82

HM9 : Penyiapan Caramel Colours

(12)
(13)

84

HM12 : Pengolesan Loyang

D i p a n a s k a n

HM13 : Pendinginan

(14)

HM14 : Pemotongan

HM15 : Pengemasan

Pengemasan dengan

(15)

86

HM16 : Penyimpanan Produk Jadi

Tra n s fe r k e ru a n g p ro d u k j a d i

From HM 15

P ro d u k j a d i d i ta ta d e n g a n s i s te m FIFO 1 6 .1

1 6 .2

P ro d u k j a d i d i s i m p a n d a l a m s u h u ru a n g 1 6 .3

HM 15

(16)

87

(17)

88

Lampiran 5. SNI Bahan tambahan makanan SNI 01-02222-1995

(18)

89

(19)

90

Lampiran 7. SNI Gula kristal putih (plantation white sugar) SNI 01-3140-2001

(20)
(21)

92

Lampiran 9. SNI Standar telur ayam segar untuk konsumsi SNI 01-3926-1995

(22)

93

(23)

94 Lampiran 11. SNI Margarin SNI 01-3541-2000

(24)

Gambar

Gambar 17. Pohon penentuan CCP untuk bahan baku
Gambar 18. Pohon penentuan CCP untuk proses produksi
Tabel 11.Jenis dan warna kapang hasil observasi mikrobiologi (jamur) di tiap ruangan
Tabel 12. Hasil observasi mikrobiologi (jamur) pada tiap lemari di ruang pendingin dan ruang pendingin
+2

Referensi