BAB II METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

Teks penuh

(1)

BAB II

METODE PENELITIAN

2.1 Bentuk Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan analisis kuantitatif, dengan maksud mencari hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen yang menggunakan rumus statistik. Dengan metode ini diharapkan dapat menjelaskan fenomena yang ada berdasarkan data dan fakta yang diperoleh di lapangan.

2.2 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Rayon Tebing Tinggi Sumatera Utara yang beralamatkan di Jalan Sudirman No 297 Tebing Tinggi.

Alasan penulis memilih lokasi di PT PLN (persero) Ranting Tebing Tinggi adalah karena mudah dijangkau oleh peneliti yang merupakan satu-satunya kantor layanan kebutuhan listrik masyarakat di wilayah kota tersebut.

(2)

2.3 Populasi dan Sampel

2.3.1 Populasi

Menurut Sugiyono (2005:90) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk kemudian dipelajari dan kemudian ditark kesimpulan. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pegawai PT. PLN (Persero) Tebing Tinggi dan masyarakat Tebing Tinggi sebagai pengguna layanan Listrik Prabayar.

2.3.2 Sampel

Menurut Singarimbun (1995:152), sampel diartikan sebagai bagian dari populasi yang menjadi sumber data sebenarnya. Dengan kata lain sampel adalah bagian dari populasi. Pengambilan sampel dimaksudkan sebagai representatif dari seluruh populasi, sehingga kesimpulannya juga berlaku bagi keseluruhan populasi.

Menurut Arikunto (1996:104) apabila subjek penelitian kurang dari 100 orang, maka lebih baik diambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Apabila lebih dari 100 orang, maka diambil 10-15 % atau 20-25 % atau lebih. Karena populasi dalam penelitian ini lebih dari 100 orang yaitu 3.220 pelanggan, maka yang menjadi sampel adalah 100 orang.

(3)

Sampel penelitian ditarik dengan menggunakan teknik accidental sampling atau sampel kebetulan, maksudnya yaitu peneliti memilih siapa saja yang secara acak/ kebetulan ditemui dan dianggap cocok sebagai sumber data (prasetyo,2010:123). Dengan anggapan bahwa mereka yang terpilih adalah orang yang banyak mengetahui tentang apa yang diperlukan oleh penulis.

Diketahui jumlah total pelanggan Listrik prabayar PT.PLN (Persero) wilayah Kota Tebing Tinggi adalah 3.220 pelanggan. Dengan demikian dapat diketahui bahwa sampel merupakan bagian dari populasi secara keseluruhan. Besarnya sampel dalam kenentuan ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin (Prasetyo,2010:137-138). Rumus : n = 𝟏𝟏 + 𝑡𝑡(𝒆𝒆)²𝑡𝑡 Keterangan n = ukuran sampel N = ukuran populasi

e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan, misalnya 10%

(4)

Berarti :

n = 3220

1 + 3.220(0,1)Β² n = 99,98 = 100 orang

2.4 Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data atau informasi dan keterangan-keterangan lain yang diperlukan, maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Teknik pengumpulan data primer, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung (field research) pada lokasi penelitian. Pengumpulan data primer dilakukan dengan instrumen:

a. Kuesioner, yaitu teknik pengumpulan data yang dilaksanakan dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan yang dilengkapi jawaban alternatif yang tersedia.

b. Observasi, yaitu kegiatan mengamati secara langsung dengan gejala-gejala yang ditemukan di lapangan serta menjaring data yang tidak terjangkau.

c. Wawancara, yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan tatap muka dan dilakukan secara trstruktur maupun tidak sesuai dengan jawaban responden.

2. Teknik Pengumpulan Data Sekunder, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui pengumpulan bahan kepustakaan (Library research) yang

(5)

dapat mendukung data primer. Teknik pengumpulan data sekunder dapat dilakukan dengan menggunakan instrument sebagai berikut:

a. Studi kepustakaan, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, jurnal, dan laporan penelitian yang berkaitan dengan objek penelitian (Bagong Suyanto,2005:55)

b. Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan menggunakan catatan catatan atau dokumen yang ada di lokasi penelitian serta sumber lainnya yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.

2.5Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup. Pertanyaan pada angket berpedoman pada indikator-indikator variabel dan pengerjaannya dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang disediakan.

Pengukuran kuesioner diukur dengan menggunakan Skala Likert ( Likert Scarle), dimana variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Metode ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono,2012:37)

2.6Teknik Penentuan Skor

Teknik analisis data adalah pengolahan data dengan menggunakan perhitungan statistik dengan ketentuan teknik sampling, maka dalam mendapatkan data penulis

(6)

menentukan sampel nonprobability dengan teknik aksidental dari populasi dengan membuat daftar pertanyaan untuk dijawab oleh responden yang dijadikan sampel sebanyak 100 orang pelanggan.

Untuk membantu dalam menganalisa data, maka penelitian ini menggunakan teknik penentuan skor. Adapun alternatif jawaban dengan meggunakan skala likert yaitu memberikan skor pada masing-masing jawaban pertanyaan.

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono,2009:93)

Tabel 2.1

Alternatif jawaban responden dengan skala likert Alternatif Jawaban Bobot Nilai

Bila Positif Bila Negatif

Sangat Setuju (SS) 5 1

Setuju (S) 4 2

Netral (N) 3 3

Tidak Setuju (TS) 2 4

Sangat Tidak setuju (STS) 1 5 Sumber: Sunyoto(2011:94)

(7)

2.7Teknik Analisis Data a. Uji Validitas

Uji validitasi dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen yang dibuat sudah tepat dan sesuai dengan penelitian yang kita lakukan.Untuk mengetahui koefisien korelasi variabel x terhadap variabel y digunakan rumus Korelasi Pearson atau disebut juga Korelasi Product Moment ( Sugiyono, 2009:183)

π‘Ÿπ‘Ÿπ‘Ÿπ‘Ÿ = nβˆ‘xy (βˆ‘x)(βˆ‘y) �ʸ√{n(βˆ‘x2) βˆ’ (βˆ‘x)2}{n(βˆ‘y2) βˆ’ (βˆ‘y)2} Keterangan: r = Koefisien Korelasi x = Variabel Bebas y= Variabel terikat n= jumlah Sampel

Dari hasil perhitungan tersebut akan memperlihatkan tiga kemungkinan yaitu:

1. Koefisien korelasi yang diperoleh sama dengan nilai nol (r = 0), berarti hubungan kedua variabel yang diuji tidak ada.

(8)

2. Koefisien korelasi yang diperoleh positif (r = +), atinya kenaikan nilai variabel yang satu diikuti nilai variabel yang lain dan kedua variabel memiliki hubungan positif.

3. Koefisien korelasi yang diperoleh negative (r = -), artinya kedua variabel negatif dan menunjukkan meningkatnya variabel yang satu diikuti menurunnya variabel yang lain.

Untuk mengetahui adanya hubungan yang tinggi, sedang, atau rendah antara kedua variabel berasarkan nilai r (koefisien korelasi) digunakan penafsiran atau interpretasi angka sebagai berikut:

Tabel 2.2

Interpretasi Angka Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0.00 – 0.199 Sangat Rendah 0.20 – 0.399 Rendah 0.40 – 0.599 Sedang 0.60 – 0.799 Tinggi

0.80 – 1.000 Sanagat Tinggi

Jika nilai r yang diperoleh lebih besar atau sama dengan r table, maka nilai r yang diperoleh itu signifikan. Dan sebaliknya apabila r yang diperoleh lebih kecil dari nilai r table, maka nilai r yang diperoleh tidak signifikan(Sugiono,2005:214).

(9)

b. Uji Signifikan

Untuk melihat hubungan variabel x dan y maka dilakukan uji signifikan dengan uji t dengan rumus :

Dengan kriteria pengujian :

1. Jika harga t hitung > t tabel maka hipotesis alternatif diterima 2. Jika harga t hitung < t tabel maka hipotesis alternatif ditolak

c. Koefisien Determinan

Teknik ini digunakan untuk mengetahui berapa persen besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Perhitungannya dilakukan dengan mengkuadratkan nilai koefisien product moment dan dikalikan dengan 100%, dengan rumus sebagai berikut :

𝐷𝐷 = (π‘Ÿπ‘Ÿπ‘Ÿπ‘Ÿπ‘Ÿπ‘Ÿ)100% Keterangan :

D = Koefisien determinant

Rxy = Koefisien korelasi product moment antara x dan y

(10)

1. Jika D mendekati nol (0), maka pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan lemah

2. Jika D mendekati satu (1), maka pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan kuat.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :