• Tidak ada hasil yang ditemukan

WARAK NGENDOG DALAM TRADISI DUGDERAN SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS MUSLIM URBAN DI KOTA SEMARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "WARAK NGENDOG DALAM TRADISI DUGDERAN SEBAGAI REPRESENTASI IDENTITAS MUSLIM URBAN DI KOTA SEMARANG"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiman upaya-upaya yang dilakukan oleh ansambel Sopo Nauli dalam mempertahankan keberadaan musik tradisi Batak Toba di Kota

komunikasi GBMT adalah sarana untuk mempertahankan wayang kulit di desa1. Warak ditengah arus globalisasi, kegiatan

Ritual tradisi Maccera Manurung merupakan budaya tradisi yang sampai saat ini masih eksis di Desa Pasang, yang sekaligus merupakan identitas kultural etnis Massenrempulu. Dalam

Penelitian bertujuan untuk mengetahui upaya pelestarian tradisi Nyadran di Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah sebagai

Teori utama yang digunakan yaitu teori kebijakan publik untuk melihat bagaimana kebijakaan pembuatan Kartu Identitas Anak di Depok, didukung dengan teori implementasi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta cepatnya arus globalisasi secara tidak langsung menimbulkan degradasi nilai dan terkikisnya identitas bangsa, khususnya di kalangan

Hasil dari temuan penelitian ini adalah masyarakat Karo mempertahankan tradisi rebu di kota Tanjungpinang karena terdapat nilai yang baik yang ada didalam tradisi rebu seperti nilai

Efektivitas implementasi penggunaan identitas kependudukan digital dalam bidang pelayanan publik di Kabupaten