• Tidak ada hasil yang ditemukan

Head to Head Jokowi-JK Versus Prabowo Hatta Dan Kampanye Negatif. Mei 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Head to Head Jokowi-JK Versus Prabowo Hatta Dan Kampanye Negatif. Mei 2014"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Head to Head

Jokowi-JK Versus Prabowo Hatta

Dan Kampanye Negatif

(2)

Head to Head Jokowi-JK Vs Prabowo-Hatta

dan Kampanye Negatif

• Geliat partai politik dan capres menggalang koalisi telah usai. Aneka partai politik sudah mengambil sikap atas polarisasi pasangan presiden yg bertarung. Sikap partai politik sudah diketahui. Hanya akan ada dua pasangan capres yang bertarung yaitu Jokowi versus Prabowo. Namun bagaimana sikap pemilih atas dua pasangan capres/cawapres itu? Prosentase dukungan capres tak bisa dikalkulasi secara matematis dari total prosentase dukungan partai politik yang berkoalisi.

• Survei terbaru LSI pada Mei 2014 telah merekam peta dukungan para capres jika dalam pilpres mendatang hanya ada dua kandidat yang bertarung (head to head). Untuk capresnya sendiri,

head to head Jokowi vs Prabowo kedua nya memiliki keunggulan masing-masing di mata

pemilih. Dari segi popularitas, kedua capres sama-sama dikenal mayoritas pemilih dengan prosentase diatas 90 %. Tingkat popularitas Jokowi sebesar 94.9 %. Sementara Prabowo dikenal oleh 93.8 % pemilih. Meski sama-sama dikenal, Jokowi lebih disukai dibanding Prabowo. Kesukaan Jokowi mencapai 82.7 %. Sementara Prabowo sebesar 72.0 %.

• Demikianlah salah satu temuan penting survei nasional terbaru LSI menjelang Pipres 2014. Survei dilakukan di 33 propinsi dengan metode baku: multistage random sampling. Jumlah responden survei nasional ini adalah 2400 responden, dan margin of error-nya +/- 2%. Responden dipilih secara acak dan diwawancarai, dengan tatap muka. Waktu survei dilakukan dari tanggal 1- 9 Mei 2014. Survei dilengkapi dengan media analisis, FGD dan In Depth Interview. Survei nasional ini dibiayai sendiri oleh Lingkaran Survei Indonesia.

(3)

• Dalam survei ini, LSI pun merekam sejumlah aspek kepribadian kedua capres. Dari 6 (enam) aspek kepribadian yang diuji, Jokowi unggul di 3 aspek kepribadian, dan 3 aspek kepribadian lainnya diungguli Prabowo. Jokowi dianggap lebih jujur, lebih bisa menyelesaikan masalah, dan lebih peduli dengan rakyat dibanding Prabowo. Sementara Prabowo dianggap lebih tegas, lebih pintar dan lebih punya gagasan dibanding Jokowi.

• Dari persepsi pemilih atas kepantasan para capres menjadi presiden, kedua capres pun tak berbeda jauh. Sebesar 72.2 % publik menilai Jokowi pantas menjadi presiden. Sementara sebesar 71.9 % menyatakan Prabowo pantas menjadi presiden.

• LSI memprediksi bahwa Pilpres 2014 ini akan diwarnai oleh marak dan massifnya kampanye negatif yang menyerang kedua capres. Karena survei ini menunjukan bahwa kampanye negatif jika dipercaya pemilih maka berefek cukup besar terhadap elektabilitas para capres.

• LSI menanyakan sejumlah pertanyaan kepada responden mengenai pengetahuan mereka terhadap isu negatif yang diasosiasikan kepada kedua capres. Ada 4 (empat) isu negatif Jokowi yang ditanyakan yaitu; 1) “capres boneka” (Jokowi dikendalikan Megawati dan negara asing); 2) Jokowi berbohong dan tidak menepati janjinya menjabat sebagai gubernur selama 5 tahun penuh; 3) Jokowi terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Busway dari China; 4) Jika terpilih Jokowi lebih membela kelompok minoritas dan mengabaikan kepentingan mayoritas muslim.

(4)

• Dari keempat isu negatif Jokowi yang ditanyakan, antara 9-39 % publik yang menyatakan pernah mendengar atau tahu dengan isu tersebut. Namun dari mereka yang tahu atau pernah mendengar isu negatif tersebut, hanya 20-28 % yang menyatakan percaya dengan isu negatif yang dihembuskan tersebut.

• Sementara 4 (empat) isu negatif Prabowo yang ditanyakan adalah; 1) Keterlibatan Prabowo dalam penculikan aktivis 1998; 2) Prabowo tidak harmonis dengan keluarga; 3) Prabowo tempramental (tidak bisa mengendalikan emosi) dan suka menggunakan kekerasan; 4) Prabowo tidak sukses dalam bisnis perusahaannya karena banyak rugi dan hutang.

• Dari keempat isu negatif Prabowo yang ditanyakan, antara 7-32 % publik yang menyatakan pernah mendengar. Namun tingkat kepercayaan publik terhadap isu negatif Prabowo tersebut lebih besar dibandingkan dengan Jokowi. Dari mereka yang pernah mendengar isu negatif Prabowo, sebesar 51-72 % publik menyatakan percaya tehadap isu tersebut.

• Isu negatif terhadap kedua capres pun berpengaruh terhadap keinginan pemilih untuk memilih. Namun pengaruh isu negatif terhadap keinginan pemilih dalam memilih Prabowo lebih besar dibanding Jokowi. Dari mereka yang percaya isu negatif Prabowo, ada potensi penurunan suara Prabowo sebesar 40-51 %. Dan ada potensi penurunan suara Jokowi sebesar 40-44 % dari mereka yang percaya terhadap isu negatif Jokowi tersebut.

(5)

Jokowi telah memutuskan akan berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK). Prabowo akan

berpasangan dengan Hatta Rajasa. Lalu bagaimanakah elektabilitas kedua pasangan capres

ini?

Jika Pilpres diadakan pada saat dilakukan survei maka, pasangan Jokowi-JK unggul

sementara dibanding dengan pasangan Prabowo Hatta Rajasa. Elektabilitas Jokowi-JK

mencapai 35.42 %, dan elektabilitas Prabowo-Hatta sebesar 22.75 %.

Selisih kedua

pasangan sebesar 13 %. Namun demikian, kedua pasangan capres masih punya peluang

menang yang sama karena masih terhadap 41.83 % yang belum menentukan pilihan

(

undecided voters

).

Dilihat dari segmen pemilih, pasangan Jokowi-JK relatif unggul di semua segmen pemilih.

Pasangan Jokowi-JK unggul dari pasangan Prabowo Hatta di semua segmen gender,

desa-kota, usia, dan agama. Jokowi-JK juga unggul dari Prabowo-Hatta dari segmen suku,

kecuali suku Betawi. Dari segmen pendidikan dan pendapatan, Jokowi-JK pun unggul di

hampir semua kategori. Kecuali pada segmen pendidikan tinggi dan pendapatan 1-2 juta

yang bersaing dengan pasangan Prabowo-Hatta.

Pada segmen pemilih partai, Jokowi-JK pun unggul di hampir semua pemilih partai kecuali

pemilih partai Gerindra, Hanura, dan PKPI. Kedua pasangan capres pun masih bersaing

ketat di pemilih partai PKS dan PBB.

(6)

• Jika melihat realita dukungan dan koalisi parta, pasangan Jokowi-JK memang kalah dalam dukungan elite dan partai politik dari pasangan Prabowo Hatta, namun menang sementara dalam dukungan pemilih. Dukungan koalisi Prabowo-Hatta yang terdiri dari partai Gerindra, PAN, PKS, PPP dan Golkar mencapai 48 %. Dukungan koalisi Jokowi-JK yang terdiri dari PDIP, Nasdem, PKB, dan Hanura mencapai 40%.

• Keuntungan besar buat Jokowi karena dukungan spontan dari masyarakat luas lebih besar padanya. Survei LSI pun menanyakan tentang keinginan sukarela publik dalam membantu para pasangan capres. Hasilnya sebesar 68.5 % publik menyatakan bahwa mereka ingin secara sukarela membantu pasangan Jokowi-JK. Hanya 15.3 % publik yang menyatakan bahwa mereka akan secara sukarela membantu pasangan Prabowo-Hatta. Dukungan seperti ini yang dulu bisa membuat PDIP menang besar di Pemilu 1999, dan SBY menang di pilpres di 2004, walau didukung partai kecil.

Selasa, 20 Mei 2014

Lingkaran Survei Indonesia

Narasumber :Ardian Sopa (0819.88.20.20 / 0856.858.3694) Moderator : Fitri Hari (0813.8014.0260)

(7)

NAMA PARTAI PREDIKSI LSI* HASIL KPU TERBUKTI/TIDAK TERBUKTI

PDIP DIATAS 16% 18.95% TERBUKTI

GOLKAR DIATAS 16% 14.75% *Selisih 1,3%

GERINDRA 8-16% 11.81% TERBUKTI DEMOKRAT 8-16% 10.19% TERBUKTI PKB 3,5%-8% 9.04% * Selisih 1.05% PAN 3,5%-8% 7.59% TERBUKTI PKS 3,5%-8% 6.79% TERBUKTI NASDEM 3,5%-8% 6.72% TERBUKTI PPP 3,5%-8% 6.53% TERBUKTI HANURA 3,5%-8% 5.26% TERBUKTI

PBB TIDAK LOLOS PT 1.46% TERBUKTI

PKPI TIDAK LOLOS PT 0.91% TERBUKTI

Track Record LSI

Prediksi Survei Yang Diiklankan

Sebelum PILEG 2014

NAMA PARTAI PREDIKSI LSI* HASIL KPU TERBUKTI/TIDAK TERBUKTI

PDIP DIATAS 16% 18.95% TERBUKTI

GOLKAR DIATAS 16% 14.75% *Selisih 1,3%

GERINDRA 8-16% 11.81% TERBUKTI DEMOKRAT 8-16% 10.19% TERBUKTI PKB 3,5%-8% 9.04% * Selisih 1.05% PAN 3,5%-8% 7.59% TERBUKTI PKS 3,5%-8% 6.79% TERBUKTI NASDEM 3,5%-8% 6.72% TERBUKTI PPP 3,5%-8% 6.53% TERBUKTI HANURA 3,5%-8% 5.26% TERBUKTI

PBB TIDAK LOLOS PT 1.46% TERBUKTI

PKPI TIDAK LOLOS PT 0.91% TERBUKTI

Dimuat, antara lain di

Rakyat Merdeka

8 April 2014, hal 12

Sehari Sebelum PILEG

(8)

Track Record LSI

Prediksi Survei Yang Diiklankan

Sebelum PILPRES 2009

8

Dimuat di KOMPAS pada tanggal 3 Juli 2009 halaman 3.

Tepat 5 hari sebelum Pemilihan Presiden 2009.

DUKUNGAN

PEMILIH

SURVEI LSI

AWAL JUNI

2009

SURVEI LSI

AKHIR JUNI

2009

PREDIKSI PEMENANG

PILPRES 2009

HASIL KPU

DI ATAS 50%

SBY-BOEDIONO

SBY-BOEDIONO

SBY-BOEDIONO

TERBUKTI

30%-50%

-

-

-

-DI BAWAH

30%

MEGA-PRABOWO

JK-WIRANTO

MEGA-PRABOWO

JK-WIRANTO

-

TERBUKTI

(9)

9

METODOLOGI SURVEI

Metode sampling : multistage random

sampling

Jumlah responden : 2400 responden

Wawancara tatap muka responden

menggunakan kuesioner

Margin of error :

±

2.0 %

Semua pemilih di Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk

terpilih menjadi responden

(10)

10 Q: Apakah Ibu/Bapak pernah mendengar nama di bawah ini atau tidak?

POPULARITAS CALON PRESIDEN

Nama Tidak Ya

Joko Widodo (Jokowi) 5.1% 94.9%

Prabowo Subianto 6.2% 93.8%

Tingkat Pengenalan

Q: Apakah Ibu/Bapak suka atau tidak dengan nama berikut?

Tingkat Kesukaan

Nama Tidak Ya TT/TJ

Joko Widodo (Jokowi) 10.8% 82.7% 6.5%

Prabowo Subianto 18.3% 72.0% 9.7%

Jokowi dan Prabowo berimbang di tingkat pengenalan, namun Jokowi lebih disukai

(11)

11

POPULARITAS CALON PRESIDEN

Q: Apakah Ibu/Bapak mendukung/tidak jika nama berikut menjadi presiden Indonesia mendatang?

Tingkat Dukungan Masyarakat

Nama Tidak Ya TT/TJ

Joko Widodo (Jokowi) 21.5% 65.2% 13.3%

Prabowo Subianto 23.7% 60.5% 15.8%

Q: Menurut ibu/bapak apakah nama berikut pantas atau tidak pantas menjadi presiden Indonesia mendatang?

Tingkat Kepantasan

Nama Tidak pantas Ya, pantas Tidak jawab

Joko Widodo (Jokowi) 20.2% 72.2% 7.6%

Prabowo Subianto 17.2% 71.9% 10.9%

Jokowi dan Prabowo sama-sama dianggap pantas, Namun Jokowi lebih didukung

(12)

12

Kepribadian Capres Nama Ya Tidak Tidak

tahu

Jujur Jokowi 77.3% 3.0% 19.7%

Prabowo 54.9% 10.3% 34.8%

Pintar Jokowi 83.0% 4.0% 13.0%

Prabowo 87.3% 3.4% 9.3%

Mempunyai kemampuan dalam menyelesaikan masalah

Jokowi 73.2% 10.5% 16.3%

Prabowo 67.1% 7.9% 25%

Mampu mengambil keputusan dengan tegas

Jokowi 72.6% 11.1% 16.3%

Prabowo 74.4% 5.1% 20.5%

Peduli terhadap rakyat kecil Jokowi 85.6% 3.7% 10.7%

Prabowo 61.6% 9.8% 28.6%

Punya Gagasan/Program Jokowi 38.7% 42.4% 18.9% Prabowo 53.4% 35.5% 11.1%

KEPRIBADIAN CALON PRESIDEN

Jokowi lebih dianggap jujur, punya kemampuan selesai masalah dan peduli rakyat kecil, Prabowo lebih dianggap pintar, tegas dan punya gagasan/program

(13)

ISU NEGATIF JOKOWI (1)

Informasi

Apakah Ibu/Bapak pernah mendengar atau tidak isu atau

informasi ini?

Jika pernah mendengar, apakah Ibu/Bapak percaya atau tidak percaya?

Ya Tidak Tidak Percaya Percaya Tidak tahu/ tidak

jawab

Joko Widodo jika menjadi presiden, akan dikendalikan oleh Megawati dan negara asing.

39.0% 61.0% 51.5% 28.2% 20.3%

Joko Widodo suka berbohog, karena tidak menepati janji menyelesaikan jabatan sebagai gubernur Jakarta selama 5 tahun penuh.

36.7% 63.3% 66.8% 22.8% 10.4%

Joko Widodo terlibat dalam kasus korupsi pengadaan busway dari China

19.6% 80.4% 72.4% 22.1% 5.5%

Joko Widodo jika menang akan lebih membela

kelompok minoritas dan tidak memperhatikan kepentingan warga Muslim

9.0% 91.0% 59.5% 20.2% 20.3%

(14)

14

ISU NEGATIF JOKOWI (2)

Informasi

Seandainya informasi tersebut terbukti BENAR. Apakah Ibu/Bapak akan memilih

Jokowi atau tidak dalam Pemilu 2014 mendatang?

Ya Tidak Tidak tahu/ tidak jawab

Joko Widodo jika menjadi presiden, akan

dikendalikan oleh Megawati dan negara asing.

38.3% 40.2% 21.5%

Joko Widodo suka berbohog, karena tidak menepati janji

menyelesaikan jabatan sebagai gubernur Jakarta selama 5 tahun penuh.

40.7% 40.0% 19.3%

Joko Widodo terlibat dalam kasus korupsi pengadaan busway dari China

35.4% 44.9% 19.7%

Joko Widodo jika menang akan lebih membela kelompok minoritas dan tidak memperhatikan kepentingan warga Muslim

32.5% 42.5% 25.0%

Bagi yang percaya, Kampanye negatif Atas 4 isu itu

Akan menurunkan

Dukungan pada Jokowi Sekitar 40%

(15)

ISU NEGATIF PRABOWO (1)

Informasi

Apakah Ibu/Bapak pernah mendengar atau tidak isu atau

informasi ini?

Jika pernah mendengar, apakah Ibu/Bapak sangat percaya atau tidak percaya?

Tidak Ya Percaya Tidak Percaya Tidak tahu/ tidak

jawab Prabowo terlibat dalam kasus penculikan aktivis pada tahun 1998 67.4% 32.6% 51.5% 28.2% 20.4% Prabowo tidak harmonis dengan keluarganya 79.0% 21.0% 66.8% 22.8% 10.4% Prabowo temperamental (tidak bisa mengendalikan emosi) dan suka menggunakan kekerasan

81.1% 18.9% 72.4% 22.1% 5.5%

Prabowo tidak sukses dalam bisnis, perusahaannya banyak yang rugi dan hutang

92.6% 7.4% 59.5% 20.2% 20.2%

(16)

16

ISU NEGATIF PRABOWO (2)

Informasi

Seandainya informasi tersebut terbukti BENAR. Apakah Ibu/Bapak akan memilih

Prabowo atau tidak dalam Pemilu 2014 mendatang?

Ya Tidak Tidak tahu/ tidak

jawab Prabowo terlibat dalam kasus penculikan aktivis pada tahun 1998 34.0% 43.0% 22.9% Prabowo tidak harmonis dengan keluarganya 34.9% 40.0% 25.1% Prabowo temperamental (tidak bisa mengendalikan emosi) dan suka menggunakan kekerasan

29.7% 51.5% 18.8%

Prabowo tidak sukses dalam bisnis, perusahaannya banyak yang rugi dan hutang

23.0% 48.0% 29.0%

Bagi yang percaya, Kampanye negatif atas 4 isu akan menurunkan Dukungan pada Prabowo Sekitar 40-50%

(17)

17

POSISI CALON PRESIDEN

Q Seandainya Pemilu Presiden dilakukan hari ini. Dari 2 PASANGAN nama berikut ini, mana yang akan Ibu / Bapak PILIH sebagai presiden dan wakil presiden?

(18)

18

DISTRIBUSI PEMILIH JOKOWI-JK VS

PRABOWO-HATTA (1)

Kategori Base Joko Widodo (Jokowi) –

Jusuf Kalla Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Rahasia/Belum memutuskan/TT/TJ Jenis Kelamin (%) Laki-laki 50.00% 33.46% 25.2% 41.34% Perempuan 50.00% 37.45% 20.23% 42.32% Desa - Kota (%) Desa 71.8% 35.91% 21.49% 42.6% Kota 28.2% 34.37% 25.83% 39.8% Umur (%)

19 Tahun atau Dibawahnya 4.3% 46.69% 13.16% 40.15%

20-29 Tahun 16.7% 34.65% 25.13% 40.22%

30-39 Tahun 26.8% 36.26% 23.52% 40.22%

40-49 Tahun 25.1% 34.65% 24.85% 40.5%

50 Tahun atau Diatasnya 27.10% 34.65% 20.23% 45.12%

(19)

19

Kategori Base Joko Widodo (Jokowi) –

Jusuf Kalla

Prabowo Subianto-Hatta Rajasa

Tidak tahu / tidak jawab/Rahasia/Belum Memutuskan Suku (%) Jawa 40.7% 36.75% 19.25% 44,00% Sunda 19.0% 35.28% 31.29% 33.43% Melayu 3.6% 31.64% 24.99% 43.37% Madura 3.6% 26.04% 24.43% 49.53% Bugis 3.1% 43.54% 17.01% 39.45% Betawi 2.5% 16.31% 46.69% 37,00% Batak 3.8% 42,00% 18.69% 39.31% Minang 3.0% 29.19% 21.42% 49.39% Lainnya 20.7% 36.47% 19.32% 44.21% Agama (%) Islam 87.4% 33.95% 24.29% 41.76% Protestan 6.1% 47.95% 12.46% 39.59% Katolik 3.4% 47.81% 11.97% 40.22% lainnya 3.1 36.05% 12.74% 51.21%

DISTRIBUSI PEMILIH JOKOWI-JK VS

PRABOWO-HATTA (2)

(20)

20

Kategori Base Joko Widodo (Jokowi) –

Jusuf Kalla

Prabowo Subianto-Hatta Rajasa

Tidak tahu / tidak jawab/Rahasia/Belum

Memutuskan Pendidikan (%)

Lulus SD atau Dibawahnya 40.9% 36.75% 19.95% 43.3% Tamat SLTP/sederajat 19.8% 39.34% 21.07% 39.59% Tamat SLTA/sederajat 28.3% 34.37% 26.67% 38.96% Pernah Kuliah atau Diatasnya 11.0% 26.6% 26.14% 47.26%

Pendapatan (%) di bawah 200 ribu 4.3% 31.43% 17.15% 51.42% 200-399 ribu 6.7% 29.89% 14,00% 56.11% 400-599 ribu 9.1% 37.38% 18.34% 44.28% 600-799 ribu 8.2% 39.76% 22.12% 38.12% 800-999 ribu 7.9% 36.12% 21.84% 42.04% 1 juta -1.199 juta 14.2% 36.96% 19.39% 43.65% 1.2-1.399 juta 5.1% 37.94% 22.54% 39.52% 1.4-1.599 juta 9.1% 34.65% 25.34% 40.01% 1.6-1.799 juta 2.2% 40.39% 18.83% 40.78% 1.8-1.999 juta 3.8% 28.63% 31.85% 39.52% 2 juta atau lebih 29.2% 34.58% 26.95% 38.47%

DISTRIBUSI PEMILIH JOKOWI-JK VS

PRABOWO-HATTA (3)

Jokowi unggul di semua level pendidikan kecuali mahasiswa ke atas,

(21)

21

Kategori Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla

Prabowo Subianto- Hatta Rajasa

Tidak tahu / tidak jawab/Rahasia/Belum

Memutuskan

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) 39.48% 19.11% 41.41%

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 42.56% 19.25% 38.19%

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 32.69% 32.69% 34.62%

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

(PDIP) 82.01% 10.64% 7.35% Partai Golongan Karya (GOLKAR) 32.34% 24.15% 43.51%

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 12.18% 82.78% 5.04%

Partai Demokrat (PD) 34.02% 26.25% 39.73%

Partai Amanat Nasional (PAN) 41.3% 25.13% 33.57%

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 30.03% 22.89% 47.08%

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 25.48% 35,00% 39.52%

Partai Bulan Bintang (PBB) 24.60% 23,29% 52.11%

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia

(PKPI) 14,00% 28,00% 58,00%

DISTRIBUSI PEMILIH JOKOWI-JK VS

PRABOWO-HATTA (4)

(22)

22

Dukungan Spontan Publik Lebih Besar

ke Jokowi-JK dibanding Prabowo-Hatta

Q: Jika bapak/ibu menjadi relawan untuk membantu capres memenangi Pemilu. Pasangan capres manakah yang bapak/ibu lebih antusias membantu secara sukarela? Pasangan Jokowi atau pasangan Prabowo?

Membantu Pasangan

Prosentase

Jokowi

68.5 %

Prabowo

15.3 %

Tidak Tahu/Tidak Jawab

16.2 %

Keuntungan besar buat Jokowi karena dukungan spontan dari masyarakat

luas lebih besar padanya. Dukungan spontan ini yang membuat PDIP

menang pada Pemilu 1999, atau SBY yang menang dalam Pilpres 2004

meski dari partai kecil.

(23)

Pengalaman Pemilu 2004:

Meski Kalah Dari Dukungan Partai, SBY Menang Pipres

Pasangan Capres

Dukungan Koalisi Partai

Prosentase

Dukungan

Megawati – Hasyim

PDIP, Golkar, PDS, PPP (Koalisi

Kebangsaan)

51 %

SBY - JK

Demokrat, PBB, PKPI, dan PKS

19 %

Head to Head Mega Vs SBY pada Putaran Kedua Pipres 2004

Jokowi-JK berpotensi mengulang kembali kesuksesan SBY di Pilpres 2004

karena dukungan spontan pemilih yang besar.

(24)

24

Referensi

Dokumen terkait

Dehidrasi yang dilakukan yaitu dengan cara adsorbsi menggunakan molecular sieve 3A, silica gel, dan kombinasi dari molecular sieve 3A + silica gel. Dari percobaan adsorbsi dari

[r]

Lokasi pasti bangunan tempat tinggal Ki Ageng Pemanahan sampai saat ini masih belum dapat diketahui, namun mengacu dari legenda yang ada, maka kelompok bangunan yang

Pada saat penelitian, peneliti menemukan proses pencatatan masih dilakukan secara manual di Koperasi Karyawan Wyata Guna Bandung dan pada saat pembuatan

Pemberian label pada bibit sukun. Pengukuran

la berpendapat bahwa sikap terhadaap umat Islam selama ini merugikan pemerintah Jajaran sendiri, disamping itu snack berharap situasi agar orang- orang pribumi

Peningkatan yang terjadi pada hasil belajar siswa dari setiap siklusnya menunjukkan bahwa hal tersebut sesuai dengan penelitian Markus (2017) yang menyatakan bahwa

Subjek penelitian ini adalah siswa putra kelas V SD Negeri Tulangampiang Denpasarn tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 54 orang, kemudian diberikan pre-test untuk mengukur