Vj
Penalitian clan Penqambanqan Pertanian
ISSN 0216-4427
••/•% -.
> f
Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian diterbitkan enam kali dalam setahun oleh Badan Penelitian
dan Pengembangan Pertanian. Pengarah: Muhammad Syakir; Tim Penyunting: Retno Sri Hartati Mulyandari,
Istriningsih, Nuning Nugrahani, Sri Hartati, Sofjan Iskandar, Syahyuti, Sri Utami, Tri Puji Priyatno, Miskiyah,
Wiwik Hartatik, Achmad Subaidi; Penyunting Pelaksana: Morina Pasaribu, Siti Leicha Firgiani, Ujang Sahali
TandaTerbit: No. 635/SK/DITJEN PPG/STT/1979; Alamat Penyunting: Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian,
Jalan Salak No. 22, Bogor 16151, Telepon: (0251) 8382567, 8382563, Faksimile: (0251) 8382567, 8382563,
E-mail: [email protected]. Selain dalam bentuk tercetak, Warta tersedia dalam bentuk elektronis yang
dapat diakses secara on-line pada http://www.bpatp.litbang.pertanian.go.id
Redaksi menerima artikel tentang hasil penelitian serta tinjauan, opini, ataupun gagasan berdasarkan hasil
penelitian terdahulu dalam bidang teknik, rekayasa, sosial ekonomi, dan jasa serta berita-berita aktual tentang
kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Artikel disajikan dalam bentuk ilmiah populer.
Jumlah halaman naskah maksimum 6 halaman ketik dua spasi.
Prospek Pengembangan Tanaman14
Bunga Sedap Malam di Lahan Rawa
Lebak
Menikmati Selai Buah Lembaran16
Pirit di Lahan Rawa17
13
Kultur Jaringan Pisang Ayam
Daftar Isi -.^
Membumikan Teknologi di Kawasan1
Bawang Merah dan Cabai
Mesin Panen Jagung Tipe Kombinasi 3
Solusi Jitu Peningkatan Usaha Tani
Antisipasi Serangan Hawar Daun Bakteri 5
dengan Varietas Tahan dan Teknik
Pengendalian yang Kompatibel
Rumpun Domba Komposit sebagai7
Terobosan Memperbaiki Domba Lokal
di Peternakan Rakyat (Perdesaan)
Perakitan Draft Genom Aren {Arenga 10
pinnata Wurmb Merr.)
ISSN 0216-4427
Warta
Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Volume 39 No. 1,2017
Pengantar Redaksi
Warta Litbang kali ini merupakan edisi pertama yang
diterbitkan setelah penyerahan pengelolaan warta
kepada Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian pada
awal tahun 2017. Warta ini menyajikan informasi terkait
pencapaian efisiensi daiam optimalisasi usaha tani.
Membumikan teknologi di kawasan komoditas bawang
dan cabai yang bersinergi dengan berbagai stakeholder,
menjadi salah satu bentuk diseminasi yang efektif
dalam penyebarluasan teknologi Balitbangtan. Berbagai
teknologi dari hulu ke hilir yang dihasilkan Balitbangtan
juga dapat menjadi pilihan, seperti varietas padi tahan
Hawar Daun Bakteri yang disertai teknik pengendalian
hama yang kompatibel, perbaikan performa domba
lokal dengan rumpun domba komposit, penggunaan
mesin panen jagung, serta olahan mangga menjadi selai
lembaran ya'ng praktis dibandingkan selai umumnya.
Demikian pula strategi pemanfaatan lahan
ra-wa dengan teknik pengelolaan pirit dapat menjadi
solusi dalam memaksimalkan penggunaan sumber
daya pengelolaan padi sawah. Terbukti pula bahwa
lahan rawa lebak dapat menjadi media yang
baik untuk pertumbuhan bunga sedap malam.
Balitbangtan juga menaruh perhatian terhadap
kekayaan plasma nutfah seperti pemanfaatan database
genom aren dapat membantu seleksi plasma nutfah
untuk pemuliaan aren dan juga teknik kultur jaringan
untuk perbanyakan tanaman pisang ayam. Kedua
teknologi tersebut tidak hanya untuk menyelamatkan
plasma nutfah namun juga meningkatkan potensinya.
Redaksi
Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian
10
banyak dimanfaatkan potensinya karena 60% populasi pohon aren dunia ada di Indonesia. Melalui berbagai penelitian modern, potensi pemanfaatan produk dari aren ini
untuk industri mulai dipelajari dan
diketahui. Selain sebagai penghasil gula, nira dapat dikonversi sebagai bahan bakar nabati serta alternatif energi terbarukan. Saat ini, luas areal aren di Indonesia mencapai 60.482 hektar, dimana jumlah tanaman yang produktif antara 100-150 pohon per hektar dengan perkiraan produksi nira rata-rata 20 liter/pohon/hari. Dengan demikian potensi produksi nira aren Indonesia akan mencapai sekitar 120.964.000-181.446.000 liter per hari, dan apabila dikonversi menjadi bioetanol akan mencapai 12.096.400-18.144.600 liter per hari atau 4.354.704.000-6.532.056.000 liter per tahun. Jika luasan tanaman aren Indonesia dapat mencapai luasan tanaman kelapa sawit, itu potensi yang sangat besar dan
dahsyat bagi Indonesia untuk
menjadi lumbung energi baru dan
terbarukan di dunia. ekspresi gen, protein, metabolit dan
fenotipe suatu organisme/sel. Beragam jenis tanaman aren
dapat ditemukan di berbagai wilayah
di Indonesia mulai Sabang hingga
Merauke. Habitat aren yang juga
dapat dijumpai di pantai barat India,
Cina bagian selatan dan Kepulauan Guam, serta Filipina, Malaysia, Laos, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Srilanka, dan Thailand, diduga asal penyebaran dari Indonesia. Aren termasuk dalam famili Arecaceae yang beranggotakan palma penting lain seperti kelapa (Cocos nucifera),
kelapa sawit (Elaeis guineensis)
dan kurma {Phoenix dactylifera).
Dibandingkan dengan ketiga jenis
palma tersebut, aren termasuk palma underutilized dan belum
Penelitian perakitan draft genom
aren oleh tim peneliti dari
Balitbangtan dan Institut Pertanian
Bogor (IPB) telah menghasilkan
data sekuen genom tanaman aren
yang pertama kali dipublikasikan di
dunia. Suatu database cetak biru yang memberikan gambaran secara komprehensif sistem biologi aren, struktur kromosomnya, dan bagai-mana gen-gen saling bersinergi melaksanakan peranannya dalam suatu sistem kehidupan yang sangat komplek. Bahkan sekuen-sekuen DNA regulatornya, seperti promoter, enhancer, intron, elemen berulang, dan 'junk DNA'
lainnya, berhasil diidentifikasi untuk
dipelajari fungsinya secara lebih utuh
keterkaitannya dengan informasi
Aren merupakan tanaman asli Indonesia yang menyimpan potensi sangat
besar. Lebih dikenal sebagai penghasil gula, namun manfaatnya dapat
dikonversi menjadi bahan bakar nabati. Pemanfaatan database genom rujukan aren berupa set marka molekuler dapat membantu seleksi plasma
nutfah untuk kegiatan pemuliaan aren. Pemuliaan aren sangat diperlukan
untuk menghasilkan sifat yang unggul seperti genjah, produksi dan kualitas
nira yang tinggi, dan tahan hama penyakit.
Perakitan Draft Genom Aren
(Arenga pinnata Wurmb Merr.)
meningkatkan domba lokal, khususnya untuk memperbaiki performa bobot badan dewasa
yang lebih besar yang mampu
dipersiapkan untuk kebutuhan "ekspor dalam waktu jangka
panjang.
Dwi Priyanto
Balai Penelitian Ternak,
Jl. Banjarwaru, Ciawi, Kotak Pos 221 Bogor16002
Tel : (0251)8240752; Fax; (0251)8240754
E-mail; [email protected]. gold; [email protected]
adalah tipe kecil, tetapi tahan
terhadap penyakit cacing. Rekomendasi pengembangan
domba KS adalah pada pola
manajemen pemeliharaan digembalakan.
4. Strategi pengembangan di pe-ternakan rakyat dalam
memper-baiki domba lokal yang kecil,
ditempuh dengan pengem
bangan domba jantan komposit sebagai "Pemacek" induk domba lokal di peternakan rakyat melalui persilangan. Penggunaan domba komposit akan mampu
terjadi kematian anak akibat
kurangnya produksi susu terkait jumlah pakan.
2.Domba BC relatif tahan dan mampu beradaptasi terhadap menajemen budi daya yang kurang bagus, sehingga dapat
dikembangkan pada kondisi
kualitas pakan sedang sampai kurang.
3.Domba KS memiliki pola
pertumbuhan dan penampilan bdbot badan relatif rendah, karena domba Sumatera sendiri
multipleks. Total bacaan genom AGK
dari pustaka PE mencapai hampir
429 giga basa (Gb) dengan nilai Q30
(rasio bacaan genom berdasarkan kualitas Phred menunjukkan skor di
atas 30) di atas 72%. Sedangkan
hasil bacaan genom AGK dari pustaka MP mencapai rata-rata 14,4
Gb dengan nilai Q30 di atas 70%.
Dari pustaka MP juga terindentifikasi
rasio guanine:sitosin (%GC) yang
hampir sama untuk semua aksesi
AGK yang disekuensing (Tabel 1).
Perakitan awal genom aren secara de novo menggunakan program minia dan data sekuen dari pustaka PE untuk aksesi aren 286,347 1,467,573 1752.612 MB 979.669 MB (44.102% celah) 15,011/29.769 KB 168,827/1.352 KB 68,194/4.134 KB 785545/309 894.591 KB 35.45 KB 6674 31.82% 81.72% 95.13% Metassembler 540,920 2,085,288 2176.699 MB 1109.113 MB (49.046% celah) 23,438/20.577 KB 226,293/1.09 KB 171,823/1.069 KB 1169256/182 909.935 KB 30.761 KB 6710 25.83% 69.52% 90.66% Jumlah scaffold Jumlah contig Panjang total scaffold Panjang total contig
Nilai L/N50 scaffold Nilai L/N50 contig Nilai L/N90 scaffold Nilai L/N90 contig Scaffold terpanjang Contig terpanjang Jumlah scaffold > 50 KB % genom dari scaffold > 50 KB % genom dari scaffold > 10 KB % genom dari scaffold > 1 KB
SOAPdenovo Metriks
Tabel 3. Data ukuran hasil perakitan genom aren AGK menggunakan program SOAP de novo. 7.00 14.10 100.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 1.10 0.90 1.70 3.20 7.10 85.90 % Basa 82670753
165980790
11755524470
0
0
0
0
512319 12834390 1108211520317839
3792409083310037
1009571657 Total Basa 26303 87323 103449620
0
00
0 45 2074 25115943
15730 61020 10257639 Total Contigs Kumulatif>2kb Kumulatif>1kb Kumulatif > = 100 kb 50-100 kb 40-50 kb 30-40 kb 20-30 kb 10-20 kb 5-10 kb 4-5 kb 3-4 kb 2-3 kb 1-2 kb <1 kb Ukuran ContigTabel 2. Distribusi ukuran contig genom aren AGK hasil perakitan secara de novo menggunakan program minia.
"Data sekuen dianalisis dengan program Adapter Removal dan seqtk; pb = pasang basa. 99.6991 97.1423 99.5 99.5924 99.6759
(Pb)
bacaan Rata-rata panjang 10,380,804,792 40,301,607,037 7,445,027,302 7,407,179,596 . 6,084,502,217 (pb*) bacaan Total basa 77.308 85.670 72.853 74.460 ' 76.356% Q30
39.215 40.093 38.925 38.718 39.067""%GC
AGK_5 AGK 4 AGK_3AGK 2
AGK_1ID
Tabel 1. Hasil penapisan data pembacaan sekuen genom AGK dari pustaka MP setelah pembuangan sekuen adapter dan basa berkualitas rendah*. Oleh karena itu, upaya
pe-ngembangan potensi aren menjadi komoditas unggulan mendukung program bioenergi nasional perlu secepatnya dilakukan. Sifat unggul aren yang perlu dikembangkan ke depan adalah aren berumur genjah, produksi niratinggi, kualitas
nira yang baik untuk produksi gula
dan bioethanol, serta tahan hama penyakit utama. Untuk mendukung program pemuliaan tanaman asli Indonesia tersebut, telah dilakukan de novo sekuensing whole genome aren melalui proyek kemitraan. Penelitian dan Pengembangan
Pertanian Strategis (KKP3S) dengan
leader Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian
(BB Biogen). Kegiatan ini telah
dilakukan sejak tahun 2015 dengan
menggunakan populasi aren Aren
Genjah Kutim (AGK) dari Kalimantan
Timur. Total genom disekuen dengan lima jenis pustaka genom, yaitu satu pustaka dengan jenis paired-end
(PE), dan empat pustaka berjenis
Mate-Pair (MP) dengan panjang
fragmen 2kb, 5kb, 8kb, dan 10 kb
Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian
12
pertanian.go.id. Berdasarkan
hasil verifikasi 130 pasang primer
SSR yang disintesis, terseleksi
sejumlah marka yang menunjukkan
polimorfisme pada aren genjah
Kutim dan aren dalam Toumuung
dengan teknik polyacrylamide gel
electrophoresis (PAGE) denaturasi
dan non-denaturasi. Temuan yang sangat menarik dari pemanfaatan database genom rujukan aren ini adalah sebuah set marka yang
mampu mengidentifikasi individu
aren genjah Kutim, aren dalam Toumung, dan aren sedang Bengkulu dengan presisi sekitar 80-90%. Set marka molekuler tersebut dapat dimanfaatkan untuk evaluasi plasma nutfah dan membantu seleksi dalam program pemuliaan aren di Indonesia ke depan.
Habib Rijzaani1, Puji Lestari1, Ismail Maskromo2, Surdarsono3, dan Tri Puji Priyatno1
1Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumerdaya Genetik Pertanian Jl. Tentara Pelajar No. 3A Bogor 16111 Telepon : (0251) 8337975, 8339793 Faksimile : (0251)8338820
E-mail :
bb_biogen@litbang. pertanian.go. id 2Balai Penelitian Tanaman Palma
Jalan Raya Mapengat, Kotak Pos 1004, Manado 95001, Sulawesi Utara 3Departemen Agronomi dan Hortikultura,
Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jl. Raya Darmaga, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680
sebesar 29,769 kb dibandingkan
N50 dari SOAPdenovo yang hanya
mencapai 20,577 kb. Artinya, rakitan genom dengan mengguna kan Metassembler tidak terfrag-mentasi sebagaimana ditunjukkan oleh penurunan jumlah scaffold dari 540.920 jika menggunakan
program SOAP denovo menjadi
286.347. Tetapi rata-rata scaffold
yang dihasilkan Metassembler
lebih pendek (1.75 Gb) dibanding
kan scaffold dari SOAPdenovo
yang mencapai 2.18 Gb. Kualitas scaffold hasil analisis Metassem
bler ini dapat ditetapkan sebagai
draft genome rujukan aren. Sekitar
95% scaffold ini memiliki ukuran
lebih dari 1 kb.dan 81,72 % ber-ukuran di atas 10 kb. Banyaknya proporsi scaffold dengan ukuran cukup besar memungkinkan analisis genom aren lebih lanjut, seperti analisis kandungan gen dan DNA regulatornya, promoter, enhancer, sinteni, dan elemen berulang.
Berdasarkan draf genom rujukan
aren ini telah diidentifikasi sejumlah
marka SSR yang didesain pada
contig (395 SSR) maupun scaffold
(kurang lebih 1000 SSR). Semua
varian SSR dengan deskripsi gen
dan primer yang divalidasi menjadi
konten database genom aren di Pusat Genom Komoditas Pertanian
Indonesia (PGKPI) yang dapat
diakses di www.genom.litbang. AGK_4. Analisis minia berhasil
mengindentifikasi 10,344,962
contig aren dengan panjang total
1,175,552,447 pb atau sekitar 85% dari ukuran perkiraan genom aren. Contig-contig yang berukoran lebih
dari 1 k mencapai lebih dari 10
juta sekuen (Tabel 2). Contig yang
cukup panjang ini sangat penting
untuk analisis bioinformatika bagi
mengindentifikasi kandungan dan variasi gen. Hasil perakitan awal ini untuk memastikan bahwa kuantitas dan kualitas sekuen yang dihasilkan dari pustaka cukup representative menggambarkan whole genome aren.
Hasil perakitan sekuen genom aren awal disempurnakan lagi
dengan analisis program SOAP
denovo dan data sekuen dari
pustaka PE dan MP. Program SOAP
denovo juga menghasilkan rakitan genom hingga tingkat scaffold. Untuk menghasilkan set scaffold,
digunakan juga program BESST dan
OPERA-LG yang dapat merakit contig
dari program SOAP denovo menjadi
dua set scaffold alternatif. Dengan
demikian diperoleh 3 set scaffold
aren AGK yang kemudian dengan menggunakan program
Metas-sembler dapat dihasilkan scaffold
gabungan. Tabel 3 menunjukkan secara keseluruhan Metassembler