• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan berbagai potensi secara terpadu (Qomar, 2012:21). UU RI No.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan berbagai potensi secara terpadu (Qomar, 2012:21). UU RI No."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan yang hakiki yaitu untuk menyadarkan manusia agar mengenal dirinya, bahwa manusia adalah subjek bukan objek. Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat kompleks. Hampir seluruh dimensi kehidupan manusia terlibat dalam proses pendidikan, baik secara langsung, maupun tidak langsung. Pendidikan diharapkan mampu membangun integritas kepribadian manusia Indonesia seutuhnya dengan mengembangkan berbagai potensi secara terpadu (Qomar, 2012:21). UU RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menegaskan :

“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartaban dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, nerilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga

negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Fungsi pendidikan nasional tersebut, guru memiliki peranan sebagai salah satu komponen dalam pendidikan yang menjadi penyokong berjalannya suatu pendidikan. Menurut Supriadie dkk (2012), guru sebagai pendidik/pengajar dituntut untuk menguasai bidang ilmu yang diampu, yakni kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik pada tujuan memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP).

(2)

2 Tugas guru dalam mendukung, memfasilitasi, dan dapat mengantarkan peserta didik pada tujuan yang diharapkan, guru diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran peserta didik menjadi sebuah proses yang efektif dan efisien. Kompetensi pedagogik inilah yang harus dikuasai oleh seorang guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik, yang meliputi pemahaman peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Guru sebagai fasilitator harus menggunakan berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses belajar siswa dalam mengaktualisasikan potensi peserta didik. Salah satu upaya dengan memanfaatkan media sebagai alat bantu mengajar.

Media pembelajaran berfungsi sebagai alat penunjang atau alat pembantu agar materi-materi dan pesan-pesan dalam pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik, serta dapat mencapai tujuan belajar dan prestasi belajar peserta didik. Menggunakan media pembelajaran juga harus sesuai dengan materi atau pembelajaran yang akan disampaikan. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.

Media dalam pembelajaran memiliki peranan penting terhadap berhasilnya suatu tujuan pembelajaran. Guru sebagai sumber pembawa informasi bagi siswa hendaknya menyadari akan pentingnya penggunaan media dalam pembelajaran. Menurut Sudjana & Rivai (Sutirman 2013:17), menyebutkan bahwa media pembelajaran dalam proses belajar bermanfaat agar: (a) pembelajaran lebih

(3)

3 menarik perhatian siswa sehingga menumbuhkan motivasi belajar siswa. (b) materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami oleh siswa. (c) metode mengajar lebih variatif sehingga dapat mengurangi kebosanan belajar. (d) siswa lebih aktif melakukan kegiatan belajar.

Pembelajaran yang baik memerlukan adanya perencanaan yang sistematis. Memilih media yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar juga memerlukan perencanaan yang baik agar pemanfaatannya bisa efektif (Sutirman, 2013:17). Oleh karena itu, media pembelajaran yang telah dipilih dan digunakan oleh guru terhadap siswa diharapkan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dan mampu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti di lingkungan sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah. Proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil jika siswa dapat menguasai dan meraih prestasi belajar atas ilmu-imu atau pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru.

Terdapat banyak sekali bahan ajar atau media pembelajaran di sekitar yang kurang dimanfaatkan oleh guru untuk membantu mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang diharapkan, sehingga hasil belajar siswa pun kurang ataupun tidak mencapai tujuan dan prestasi belajar yang diharapkan. Menjadi seorang guru yang profesional tidak cukup hanya memiliki kecakapan atau keahlian dalam penguasaan materi saja, menjadi guru yang profesional juga membutuhkan kreatifitas dalam mengelola pembelajaran. Salah satu cara untuk memudahkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar ialah dengan memanfaatkan media yang mudah didapat atau media yang terdapat pada lingkungan sekitar.

(4)

4 Pada umumnya media yang sering digunakan di sekolah menggunakan media laptop/komputer, proyektor, speaker (pengeras suara), media gambar dan media lainnya yang bersifat abstrak. Terkadang guru melupakan media-media pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar sebagai pendukung kegiatan pembelajaran. Media pendidikan yang dimaksud tidak harus memiliki nominal yang tinggi tetapi media tersebut dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran.

Menggunakan media yang berlatar belakang lingkungan atau barang-barang bekas memiliki manfaat besar terhadap guru, siswa dan lingkungan sekitar. Seperti yang kita ketahui saat ini, seiring dengan kemajuan ilmu dan teknologi, alam lingkungan telah dieksploitasi dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan kerusakan. Tidak hanya dapat memudahkan dalam mencapai tujuan pembelajaran, namun juga dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Sebagai bentuk pencegahan kerusakan lingkungan, media pembelajaran yang akan digunakan yaitu botol bekas dimanfaatkan sebagai contoh media yang dapat merusak lingkungan dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang diperoleh dari barang bekas pencegah kerusakan lingkungan dengan mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat sebagai media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Media tersebut memberikan pembelajaran secara nyata, sehingga siswa tidak belajar secara abstrak saja, akan tetapi belajar dengan pengalaman yang dialami sendiri.

(5)

5 Oleh karena itu, peneliti ingin menerapkan media botol bekas ini sebagai alat bantu mengajar untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Media botol bekas tersebut digunakan menyesuaikan pada pembelajaran, yaitu pada Tema 9 Lingkungan Sahabat Subtema 3 Pembelajaran 2 di kelas 5 Sekolah Dasar. Penelitian akan dilakukan di Sekolah Dasar menyesuaikan dengan kurikulum 2013 yang digunakan sekolah. Berdasarkan uaraian di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dalam suatu penelitian yang berjudul “Pengaruh Media Botol Bekas Terhadap Hasil Belajar Siswa Tema 9 “Lingkungan Sahabat Kita” Subtema 3 Pembelajaran 2 Kelas 5 Sekolah Dasar”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah yang akan diteliti ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah terdapat pengaruh antara penggunaan media botol bekas terhadap hasil belajar siswa pada Tema 9 “Lingkungan Sahabat Kita” Subtema 3 Pembelajaran 2 Kelas 5 Sekolah Dasar?

2. Seberapa besar perbedaan nilai rata-rata antara kelas yang menggunakan media limbah botol bekas (eksperimen) dan kelas yang tidak menggunakan media limbah botol bekas (kontrol)?

C. Tujuan Peneliti

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan peneliti adalah sebagai berikut :

(6)

6 1. Mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh penggunaan media botol bekas terhadap hasil belajar siswa pada Tema 9 “Lingkungan Sahabat Kita” Subtema 3 Pembelajaran 2 Kelas 5 Sekolah Dasar.

2. Mendeskripsikan besar atau kecilnya perbedaan nilai rata-rata antara kelas yang menggunakan media limbah botol bekas (eksperimen) dan kelas yang tidak menggunakan media limbah botol bekas (kontrol).

D. Manfaat Peneliti

Hasil peneliti ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagai berbagai pihak, yaitu sebagai berikut :

1. Dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mengenai berbagai media pembelajaran serta penerapan media botol bekas yang mampu mendukung hasil belajar siswa.

2. Praktis

a. Mendorong para siswa untuk memanfaatkan botol bekas dan barang bekas lainnya dalam kegiatan pembelajaran.

b. Sebagai masukan bagi guru untuk memanfaatkan botol dan barang bekas menjadi media pembelajaran untuk membantu dalam proses pembelajaran dan mencapai hasil belajar yang diharapkan.

c. Manfaat bagi sekolah yaitu mengetahui pengaruh media botol bekas terhadap prestasi siswa serta sebagai bekal untuk menjadi guru yang kreatif dan profesional.

E. Batasan Masalah

Tujuan batasan masalah ini adalah untuk memudahkan peneliti dalam melaksanakan penelitian supaya efektif dan efesien serta mengingat

(7)

7 keterbatasan kemampuan peneliti makan peneliti akan membatasi masalah-masalah yang akan diselesaikan dalam penelitian ini diantaranya sebagai berikut.

1. Peneliti hanya meneliti pengaruh media botol bekas terhadap hasil belajar siswa Tema 9 Subtema Pembelajaran di Kelas 5 Sekolah Dasar

2. Batasan kemampuan siswa yang diukur adalah hasil belajar siswa pada Tema 9 Subtema 3 Pembelajaran 2 kelas 5 di Sekolah Dasar

3. Materi yang akan diberikan yaitu pada Tema 9 Subtema 3 Pembelajaran 2 di Kelas 5.

F. Definisi Istilah

1. Pemanfaatan media : suatu kegiatan yang memberi pengaruh atau mendatangkan perubahan dengan menggunakan alat bantu pembelajaran. 2. Media botol bekas : merupakan alat bantu pembelajaran berbahan dasar

botol bekas yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan dalam suatu pembelajaran.

3. Hasil belajar : merupakan kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil posttest pengetahuan mengenai penyakit skabies pada siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Al-husna Samarinda Seberang didapatkan

Kompetensi guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Guru yang berkompeten di bidangnya dipandang mampu melakukan

Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Telp/fax: 021/352.1538 | Twitter:

Trading Forex atau yang lebih dikenal dengan valas merupakan suatu jenis transaksi yang memperdagangkan mata uang (currency) suatu negara tehadap mata uang negara lainnya dengan

Pemenang wajib melunasi seluruh harga lelang dalam jangka waktu 2 (Dua) hari setelah lelang dilaksanakan Pada Hari SENIN DAN SELASA 9 dan 10 OKTOBER 2017 , apabila dalam jangka

Kesimpulan adalah kata kerja ‘pergi’ dalam bahasa Yunani memiliki arti ‘sudah pergi.’ Yesus tidak memberikan perintah untuk pergi yang bernuansa arogansi seorang atasan

Dalam mengetahui hubungan kualitas estetik dengan kualitas ekologi dilakukan penilaian persepsi terhadap 15 foto yang terpilih.. Foto tersebut hasil seleksi dari 35

Dan Agen Resmi Cv.Surga Bisnis ﴾Surga Pewangi Laundry﴿ Yang Tertebar Di Berbagai Titik Di Indonesia.. Silahkan Cari Yang Paling Terjangkau Di