• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENJADI PENGUSAHA YANG SUKSES dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MENJADI PENGUSAHA YANG SUKSES dalam "

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS

KEWIRAUSAHAAN

MENJADI ENTREPRENEUR SUKSES

Nama

: Muhammad Nur Arifin

NIM

: 10214096

Kelas

: SK -1

Jurusan

: Sistem Komputer

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

(2)

ii

BAB II LANDASAN TEORI ... 9

2.1Gambaran tentang Perang, Aktivis, dan Nilai Positif menjadi Seorang Enrepreneur ... 9

2.1.1 Pekerjaan Mulia ... 10

2.1.2 Pekerjaan Menyenangkan ... 10

2.1.3 Menciptakan Lapangan Kerja dan Mengurangi Pengangguran ... 11

2.1.4 Mengurangi Kemiskinan ... 12

2.1.5 Menentukan Kemajuan Suatu Bangsa ... 12

2.1.6 Menentukan Perkembangan Ekonomi ... 13

2.1.7 Mencerdaskan Bangsa dan Dunia ... 14

2.1.8 Menjadi Orang Kaya ... 15

2.1.9 Dikenal Banyak Orang ... 15

2.2Hakikat Entrepeneurship ... 16

2.3Sifat Seorang Entrepreneur ... 16

2.3.1 Disiplin ... 16

2.3.2 Komitmen Tinggi ... 16

2.3.3 Jujur ... 17

(3)

iii

2.3.5 Mandiri ... 18

2.3.6 Realistis ... 18

2.4Kemampuan Entrepreneur ... 18

2.5Skill Entrepreneur ... 18

BAB III PROSES DAN HASIL ... 20

3.1Tahap Menjadi Seorang Entrepreneur ... 20

3.1.1 Tahap memulai ... 20

3.1.2 Tahap melaksanakan usaha ... 21

3.1.3 Tahap mempertahankan usaha ... 21

3.1.4 Tahap mengembangkan usaha ... 22

3.2Model Proses Entrepreneurship ... 22

3.3Proses Entrepreneurship ... 24

3.3.1 Identifikasi dan Evaluasi Peluang Yang Ada ... 24

3.3.2 Kembangkan Rencana Bisnis ... 24

3.3.3 Sumber Daya yang diperlukan ... 25

3.3.4 Melaksanakan Manajemen Usaha ... 25

3.4Ciri-ciri tahap Permuluan dan Pertumbuhan Entrepreneurship ... 25

3.4.1 Proses Imitasi dan Duplikasi ... 25

3.4.2 Proses Duplikasi dan Pengembangan ... 25

3.4.3 Proses Penciptaan ... 25

3.5Faktor Yang Mendorong dan Memicu Entrepreneur Sukses ... 26

3.5.1 Kemampuan dan Keinginan ... 26

3.5.2 Tekat yang Kuat dan Kerja Keras ... 26

3.5.3 Kesempatan dan Peluang ... 26

3.6Langkah-langkah agar menjadi Entrepreneur yang Sukses ... 26

(4)

iv

3.6.2 Mencintai Produk dan Jasa ... 27

3.6.3 Memiliki Sikap Ulet dan Berjiwa Optimis ... 27

3.6.4 Berani Mengambil Resiko Kegagalan ... 28

3.6.5 Memiliki Kemampuan Komunikasi yang Baik ... 28

3.6.6 Selalu Mencari masukan dan Nasehat ... 28

3.6.7 Membuka Diri dari Perubahan yang Terjadi ... 28

(5)

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Grafik Pengangguran ... 6

Gambar 2 Rasio pengusaha terhadap jumlah penduduk ... 7

Gambar 3 Pekerjaan mulia ... 10

Gambar 4 Pekerjaan meyenangkan ... 10

Gambar 5 Menciptakan lapangan kerja... 11

Gambar 6 Mengurangi kemiskinan ... 12

Gambar 7Kemajuan suatu bangsa ... 12

Gambar 8 Menentukan perkembangan ekonomi ... 13

Gambar 9 Mencerdaskan bangsa dan dunia ... 14

Gambar 10 Orang kaya ... 15

Gambar 11 Dikenal banyak orang... 15

Gambar 18 Tahap memulai ... 20

Gambar 19 Tahap melaksanakan usaha ... 21

Gambar 20 Tahap mempertahankan usaha ... 21

(6)

6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Entrepreneurship adalah kemampuan kreatif, inovatif, yang mempunyai pemikiran

berbeda untuk mencari peluang serta nilai tambah pada suatu barang atau jasa yang

bertujuan mensejahterakan kehidupan banyak orang. Banyak orang ingin bekerja

karena memiliki penghasilan tetap serta terjamin, namun hal tersebut membuat

banyak persaingan yang mengakibatkan banyaknya pengangguran. Menurut Badan

Pusat Statisika jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 5.61% dari jumlah

penduduk Indonesia.

Gambar 1 Grafik Pengangguran

Syarat minimal suatu masyakarat akan sejahtera memiliki sedikitnya 2%

entrepreurship dari populasi penduduk. Rasio wirausaha Indonesia mengalami

kenaikan yang sebelumnya hanya 1,67%, kini menjadi 3,1%. Menteri Koperasi dan

UKM Puspayoga mengatakan, Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). "Hal itu

yang antara lain membuat ratio wirausaha Indonesia yang pada 2013/2014 lalu

masih 1,67% kini, berdasarkan data BPS sudah naik menjadi 3,1 persen," kata

Puspayoga dalam acara Gerakan Kewirausahaan Nasional 2017 dikutip dari Pikiran

(7)

7

Gambar 2 Rasio pengusaha terhadap jumlah penduduk

Menurut data dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

Republik Indonesia memiliki ratio Entrepeunership 3,1% dari populasi penduduk,

artinya masyarakat Indonesia harusnya sudah sejahtera. Namun dalam kenyataanya

masih banyak masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan bahan

pokok.

Dalam meningkatkan jumlah Enrepeunership di Indonesia banyak

program-program pemerintah yang membantu masyarakat untuk berwirausaha, program-program

tersebut seperti pelatihan atau bimbingan teknologi cepat, kemudahan peminjaman

modal dan lainnya. Oleh karena itu masyarakat atau mahasiswa yang sudah lulus

harus bisa menanamkan kemampuannya, bagaimana cara mencari sebuah peluang

sesrta mengelola barang-barang yang akan dibuat menjadi produk yang berkualitas

sehingga dapat menarik konsumen.

1.2 Tujuan Penulis

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan makalah ini yaitu:

1. Untuk mengetahui tahapan-tahapan kewirausahaan yang perlu diperhatikan

untuk memulai usaha agar menjadi pengusaha sukses.

2. Untuk mengetahui hal apa saja yang harus dipelajari untuk menjadi

(8)

8 1.3 Rumusan Masalah

Untuk memberikan uraian dari penjelasan makalah ini, maka diperlukan adanya

perumusan masalah yang gunanya untuk membatasi pembahasan agar tidak

menyimpang jauh dari topik yang telah ditentukan.

1. Bagaimana tahapan yang perlu diperhatikan untuk memulai usaha agar

menjadi pengusaha sukses?

2. Hal apa saja yang harus dipelajari untuk menjadi pengusaha yang sukses?

1.4 Manfaat Penulis Bagi pribadi :

Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta meningkatkan motivasi agar

menjadi pengusaha yang sukses

Bagi masyarakat:

1. Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan akan kewirausahaan serta

mengetahui bagaimana proses-proses menjadi pengusaha yang sukses

2. Untuk memotivasi untuk mulai berwirausaha dan menjadi pengusaha sukses

1.5 Sistematika Penulisan

Agar mempermudah Penulis dalam menyusun paper secara lebih jelas dan

sistematis, maka dilakukan pembagian dalam sistematika penulisan yang terdiri

dari beberapa bab pembahasan. Urutan bab pembahasan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

(9)

9

BAB II

LANDASAN TEORI

Kewirausahaan dapat diajarkan melalui pendidikan dan pelatihan. “...

entrepreneurship has models, processes, and case studies that allow the topic to be studied and the knowledge to be acquired” (Kuratko & Hodgetts, 2007: 34)

Menjadi seorang Entrepreneur yang sukses merupakan mimpi semua orang

namun untuk mewujudkan mimpi tersebut diperlukan kerja keras untuk

mencapainya. Untuk membangun sebuah bisnis kita tidak perlu bergantung

terhadap modal materi, namun hal yang dibutuhkan yaitu tekad yang kuat

berdasarkan skill yang kita miliki. Dalam membangun suatu bisnis kita tidak boleh

bertolak belakang dengan hal yang kita sukai. Misalnya kita mempunyai hobi dan

skill merawat tanaman, namun kita mencoba untuk berbisnis ke bidang kuliner. Hal

tersebut merupakan hal yang salah karena bidang yang kuasai tidak sesuai dengan

bisnis yang akan dibangun.

Dalam rangka meningkatkan pembangunan ekonomi, khususnya

pengembangan kewirausahaan, di negara Indonesia sudah mengadakan Gerakan

Kewirausahaan Nasional (GKN). Dengan adanya GKN ini diharapkan generasi

muda memiliki minat untuk menjadi wirausahawan. Sebagai wirausahawan pasti

memiliki keinginan yang besar untuk menjadi pengusaha yang sukses.

2.1 Gambaran tentang Perang, Aktivis, dan Nilai Positif menjadi Seorang Enrepreneur

Berikut ini gambaran tentang peran, aktivitas, dan dampak terhadap orang

(10)

10 2.1.1 Pekerjaan Mulia

Gambar 3 Pekerjaan mulia

Mengapa Entrepreneur merupakan perkerjaan mulia? Hal tersebut sudah

pasti jawabannya iya, karena seorang Entrepreneur menciptakan lapangan kerja

bagi orang lain, mulai dari beberapa orang hingga ribuan orang. Yang berarti ia

telah memberikan nafkah bagi banyak keluarga yang membutuhkan pekerjaan

untuk menghidupi keluarganya, mensejahterakan banyak keluarga, mengurangi

pengangguran, menciptakan kehidupan yang lebih baik dan layak, membangun

karier, menciptakan entrepreneur-entrepreneur baru dan membina calon pemimpin

bangsa karenanya ia layak di sebut sebagai Human Hero atau Pahlawan

Kemanusiaan.

2.1.2 Pekerjaan Menyenangkan

(11)

11

Seorang Entrepeneur membuaka sebuah usaha atau bisnis karena menyukai

tentang pekerjaan yang digelutinya atau karena hobi yang menjadi lahan bisnis.

Oleh karena itu Entrepreneur merupakan pekerjaan yang menyenangkan.

2.1.3 Menciptakan Lapangan Kerja dan Mengurangi Pengangguran

Gambar 5 Menciptakan lapangan kerja

Seorang Entrepeneur akan mengurangi pengangguran dan meninggkatkan

lapangan kerja karena melalui bisnis yang dia buat ia akan membutuhkan pekerja

untuk meningkatkan bisnis yang sedang ia bangun. Menurut data pada tahun 2013

jumlah pengangguran di Indonesia sampai 6,18% dan pada tahun 2016 berkurang

(12)

12 2.1.4 Mengurangi Kemiskinan

Gambar 6 Mengurangi kemiskinan

Entrepeneur berperan penting dalam mengurangi jumlah kemiskinan karena

seorang Entrepeneur akan memperkejakan untuk bekerja di perusahaanya dimana

terdapat banyak orang yang memperoleh income yang asalnya tidak mempunyai

penghasilan menjadi orang yang berpenghasilan untuk memenuhi kebutuhan

hidupnya.

2.1.5 Menentukan Kemajuan Suatu Bangsa

Gambar 7Kemajuan suatu bangsa

Kemajuan atau kemunduran ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh

(13)

13

memiliki modal manusia ini, jangan berharap ada kemajuan yang berarti pada

bangsa tersebut. Sebaliknya, kemajuan yang telah terjadi pada suatu bangsa dapat

dilihat dari keberadaan dan peranan kelompok wirausahawan ini. (Sutrisno

Iwantono, Kiat Sukses Berwirausaha, 2002 : xiv).

2.1.6 Menentukan Perkembangan Ekonomi

Gambar 8 Menentukan perkembangan ekonomi

Perkembangan Ekonomi tergantung dari Entrepeneur, mengapa? Hal

tersebut bisa kita telaah dari banyaknya perusahaan yang berada di Indonesia.

Banyak perusahaan di Indonesia dimiliki oleh Entrepeneur bukan oleh pemerintah.

Dalam meningkatnya perkembangan ekonomi terjadi karena adanya transanksi

dimana media yang menjadi tempat tersebut membutuhkan jalan, pasar, jembatan

dan lainya untuk akses dalam bertransaksi. Hal tersebut dapat kita telaah bersama

bahwa pereknomian disetiap wilayah meningkat karena adanya bantuan dari

(14)

14 2.1.7 Mencerdaskan Bangsa dan Dunia

Gambar 9 Mencerdaskan bangsa dan dunia

Di bidang pendidikan para entrepeneur berperan dalam menghasilkan

sumber daya manusia yang bermutu bahkan berkelas dunia, Terdapat sektiar 3.600

perguruan tinggi swasta yang dimiliki para entrepreneur di Indonesia dan sekitar 90

perguruan tinggi negara milik pemerintah. PTS telah menghasilkan jutaan sarjana,

diploma, magister, dan doktor yang bersama-sama memajukan, mencerdaskan,

serta mengharumkan nama bangsa Indoneisa.

Bill Gates adalah seorang entrepreneur yang mengguncang dunia di bidang

teknologi informasi, dia menciptkan Microsoft yang mencerdaskan masyarakat

dunia dengan mengubah pola hidup konvensional menjadi modern. Kemudian

Mark Zuckerberg, seorang entrepreneur di bidang teknologi yang menciptakan

Facebook yang mencerdaskan masyarakat dunia tentang cara berkomunikasi

canggih di media sosial. Menurut survei yang dilakukan oleh eMarketer Oktober

2013 menujukan bahwa jejaring sosial Facebook telah digunakan oleh sekitar 1,61

milliar manusia, lebih dari seperlima penduduk di Bumi. Jumlah ini meningkat pada

tahun 2017 yaitu mencapai 2,33 miliar.

Dua tokoh tersebut merupakan contoh dari seorang entrepeneur yang mengguncang

dunia melalui revolusi teknologi informasi yang mereka ciptakan, mengubah dunia

(15)

15 2.1.8 Menjadi Orang Kaya

Gambar 10 Orang kaya

Banyak entrepreneur yang berasal dair keluarga kurang mampu bahkan

miskin dan kemudian berhasil tumbuh, berkembang dan maju berkat kemampuan

berkreasi dan berinovasi, mandiri, ulet, tekun, rajin, disiplin, siap menghadapi

sebuah resiko, piawai meraih peluang, dan cerdas dalam mengelola sumber daya

untuk menghasilkan nilai tambah dan keuntungan yang lebih tinggi sehingga

menjadi orang kaya.

2.1.9 Dikenal Banyak Orang

Gambar 11 Dikenal banyak orang

Siapa yang tidak kenal Bob sadino, Bill Gates, atau Mark Zuckerberg?

Merka adalah contoh para entrepeneur selalu bekerja keras dalam merahi

(16)

16 2.2 Hakikat Entrepeneurship

Untuk menjadi seorang Entrepeneur tidak hanya dapat dengan berkata-kata

dan mimpi yang tinggi, namun seorang Entrepeneur harus memiliki

rencana-rencana yang jenius untuk mencari sebuah peluang. Maka dibutuhkan, kreativitas,

yaitu seperti pola pemikiran yang baru dan invotif. Hakikat Entrepeneurship :

1. Entrepeneurship adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang

dijadikan sumber daya, tenaga, pergerakan, tujuan, siasaat, kiat, proses dan

hasil bisnis. (Ahmad Sanusi, 1994)

2. Entrepeneurship adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru

(kreatif) dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat dalam memberikan nilai

yang lebih

3. Entrepeneurship adalah usaha menciptkan nilai tambah dengan jalan

mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru da berbeda untuk

memengkan persaingan.

2.3 Sifat Seorang Entrepreneur

Untuk menjadi seorang Entrepeneur tentunya harus memiliki sifat khusus

yang harus dimiliki, berikut merupakan sifat seorang Entrepeneur dalam

membangun mengembangkan usaha:

2.3.1 Disiplin

Disiplin merupakan sifat yang harus dimiliki oleh seoranag Entrepeneur karena

ketepatan waktu, kualitas pekerjaan, sisstem kerja kesepakatas yang dibuat dan atas

azas merupakan kunci suskes seseorang Entrepeneur.

2.3.2 Komitmen Tinggi

Komitmen tinggi dalam berwirausaha adalah orang yang mentaati atau memenuhi

janjinya untuk memajukan usahanya sampai berhasil, dan mempertahankan serta

menciptakan kepercayaan dari orang lain, baik konsumen maupun mitra bisnisnya.

Seorang wirausaha yang berkomitmen tinggi harus memiliki kemampuan untuk

menggunakan sumber daya yang dimiliki orang lain, baik keahliannya,

bakat-bakatnya, keterampilannya, atau sumber daya lain yang ada. Menunjukkan

komitmen tinggi bukan berarti semata-mata menjual ide, tetapi ada kaitannya

(17)

17 2.3.3 Jujur

Jujur dalam berwirausaha artinya mau dan mampu mengatakan sesuatu

sebagaimana adanya. Bila berdagang, barang yang baik harus dikatakan baik dan

barang yang rusak harus dikatakan rusak. Kejujuran itu dapat disamakan dengan

"amanah". Amanah adalah bila diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak

khianat, kalau berkata selalu benar dan jika berjanji dalam bisnis tidak mungkir.

Makna jujur dalam hidup ini termasuk sifat yang perlu dimiliki oleh seorang

wirausahawan, karena sifat ini akan mendatangkan kepercayaan masyarakat

konsumen. Dengan kesediaan berbuat jujur, berarti setiap perbuatan yang dilakukan

oleh wirausahawan maknanya dapat menyenangkan orang lain maupun diri sendiri.

2.3.4 Kreatif dan Inovatif

Dalam memenangkan sebuah persaingan dalam berwiausaha kreatif dan inovatif

harus dimiliki oleh Entrepeneur. Daya kreativitas harus dilandasi oleh cara berpikir

yang maju untuk mendapatkan sebuah gagasan baru yang berbeda dengan

produk-produk yang jenisnya sama yang umum dipasaran. Untuk mendapatkan sebuah

gagansan yang kreatif umumnya tidak dibatas ruan, bentuk atau waktu. Karena

unutk mendapatkan sebuah ide-ide atau gagasan yang kreatif sering kali muncul

dengan dilandasi gagasan yang mustahil dilakukan.Sebagai contoh kecil kita dapat

melihat produk kantong keresek yang bisa dimakan. Hal tersebut merupakan ide

gila yang asalnya musthil untuk dibuat dan sekarang menjadi produk yang banyak

diminati oleh masyarakat karena produk tersebut memmiliki dampak yang baik

untuk lingkungan dalam menjaga lingkungan. Gagasan-gagasan yang genius

umumbunya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari entrepeneur yang

bersangkutan. Kreativitas yang tinggi juga harus ada sentuhan inovasi agar laku

keras di pasar.

Inovasi yang dibuthkan dalam mengelola produk yaitu dengan menmbahkan nilai

manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan memperhatikan

apa saja yang sedang tren dan laku dipasaran. Dengan demikian maka nilai manfaat

(18)

18 2.3.5 Mandiri

Sifat mandiri harus dimiliki Entrepeneur karena dalam mengelola usahanya tidak

bisa begantung terhadap orang lain. Dalam memutuskan keputusan atau bertindak,

termasuk mencakupi kebutuhan usahanya.

2.3.6 Realistis

Penetapan keputusan bisnis harus realistis, objektif serta rasional. Tidak boleh

memutuskan berdasarkan kehendak sendiri namun perlu adanya masukan dan saran

dari luar.

2.4 Kemampuan Entrepreneur

Entrepreneur adalah seorang yang memiliki jiwa dan kemampuan yang

bersifat kreatif dan inovatif, mampu menciptakan suatu yang baru dan berbeda serta

dapat mencari peluang, berani menanggung resiko dan mengembangkan ide.

Menurut Eddy Soeryanto Soegoto seorang Entrepreneur harus memiliki

kemampuan :

1. Self knowledge, yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha apa yang akan

dilakuakan serta ditekuni

2. Imagination, yaitu memiliki imjainasi, ide, dan perspektif

3. Practical knowledge, yaitu memiliki pengetahuan praktis

4. Search skill, yaitu kemampuan untuk menentukan dan berkreasi

5. Foresight, yaitu berpandangan jauh ke depan

6. Computation skill, yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan berprediksi

keadaan masa yang akan datang

7. Communication skill, yaitu kemampuan untuk berkomunikasi, berbaur,

berhubungan dengan orang lain.

2.5 Skill Entrepreneur

Menurut Eddy Soeryanto Soegoto terdapat 11 Skill yang diperlukan oleh

entrepeneur, skill tersebut meliputi :

1. Techncal Skill, yaitu keterampilan untuk yang diperlukan untuk melakukan

tugas-tugas khusus

2. Human Relations Skill, yaitu keterampilan untuk memahami,

(19)

19

3. Conceptual Skill, yaitu keterampilan personal untuk berpikiran abstrak,

untuk mendianosis dan untuk menganalisis situati yang berbeda. Skill ini

diperlukan untuk mencari peluang pasar.

4. Decision Marking Skill, yaitu keterampilan untuk merumuskan masalah dan

memilih tindak yang terbauj untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal

yang dilakukan yaitu merumuskan masalah, mengevaluasi setiap alternatif,

dan mengimplementasikan.

5. Time Management Skill, yaitu ketermpilan dalam menggunakan dan

mengatur waktu seefesien dan seproduktif mungkin.

6. Individual skills and attitudes, yaitu keterampilan individu dan sikap yang

baik.

7. Knowledge of goal, yaitu pengetahuan tentang bisnis yang akan digeluti.

8. Establishment of goal, yaitu kemantapan dalam memntukan tujuan

perusahaan

9. Take advantages of the opportunities, yaitu keunggulan dalam menemukan

sebuah peluang bisnis.

10.Adapt to the change, yaitu kemampuan untuk beradapatasi dengan

perubahan.

11.Minimize the threats to business, yaitu kemampuan untuk meminimalkan

(20)

20

BAB III

PROSES DAN HASIL

Kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh motif berprestasi

(achievement), optimisme (optimism), sikap-sikap nilai (value attitude) dan status

kewirausahaan (entrepreneurial status) atu keberhasilan. Sedangkan menurut Ibnoe

Soedjono dan Roopke, proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan

(entrepreneurial action) merupakan fungsi dari property right (PR),

competency/ability(C), incentive(I), dan external environment (E) David C.

McClelland (1961:207).

Perilaku kewirausahaan dipengaruhi 2 faktor, yang terdiri dari faktor

internal dan eksternal. Faktor internal tersebut terdiri dari hak kepemilikan

(property right), kemampuan (competency), dan insentif (incentive sedangkan

faktor eksternal yaitu meliputi lingkungan.

Kemampuan berwirausaha (entreprenerial) merupakan fungsi dari perilaku

kewirausahaan dalam mengkombinasi kreativitas, inovasi, kerja keras, keberanian

menghadapi risiko untuk memperoleh peluang. Kewirausahaan, Suryana (2000:

34).

3.1 Tahap Menjadi Seorang Entrepreneur

Berikut ini tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan untuk memulai usaha

agar menjadi pengusaha yang sukses yaitu:

3.1.1 Tahap memulai

(21)

21

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha

mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang

usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.

3.1.2 Tahap melaksanakan usaha

Gambar 13 Tahap melaksanakan usaha

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait

dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan,

organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan

mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

3.1.3 Tahap mempertahankan usaha

(22)

22

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan

analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi

yang dihadapi.

3.1.4 Tahap mengembangkan usaha

Gambar 15 Tahap mengembangkan usaha

Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami

perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan

yang mungkin diambil.

3.2 Model Proses Entrepreneurship

Proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi adalah

kegiatan kreatif untuk mencipakatan sebuah konsep yang berbeda dengan yang lain

dimana keperluan memiliki fungsi yang lebih baik dan baru untuk mewujudkan

menjadi sebuah produk yang unggul. Inovasi adalah suatu fungsi khusus yaitu

terdiri dari dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh

faktor individu yaitu locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, dan

pengalaman. Sedangkan faktor eksternal yaitu pendidikan, sosiologi, kebuadayaan,

oragnisasi dan lingkungan tempat usaha.

Untuk merintis usaha, maka dibutuhkan sebuah kemampuan (skill).

Menurut Eddy Soeryabto Soegoto pada buku Menjadi Pembisnis Ulung disebutkan,

(23)

23

1. Techncal Skill, yaitu keterampilan untuk yang diperlukan untuk melakukan

tugas-tugas khusus

2. Human Relations Skill, yaitu keterampilan untuk memahami,

berkomunikasi, dan berelasi dengan orang lain dalam berorganisasi

3. Conceptual Skill, yaitu keterampilan personal untuk berpikiran abstrak,

untuk mendianosis dan untuk menganalisis situati yang berbeda. Skill ini

diperlukan untuk mencari peluang pasar.

4. Decision Marking Skill, yaitu keterampilan untuk merumuskan masalah dan

memilih tindak yang terbauj untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal

yang dilakukan yaitu merumuskan masalah, mengevaluasi setiap alternatif,

dan mengimplementasikan.

5. Time Management Skill, yaitu ketermpilan dalam menggunakan dan

mengatur waktu seefesien dan seproduktif mungkin.

6. Individual skills and attitudes, yaitu keterampilan individu dan sikap yang

baik.

7. Knowledge of goal, yaitu pengetahuan tentang bisnis yang akan digeluti.

8. Establishment of goal, yaitu kemantapan dalam memntukan tujuan

perusahaan

9. Take advantages of the opportunities, yaitu keunggulan dalam menemukan

sebuah peluang bisnis.

10.Adapt to the change, yaitu kemampuan untuk beradapatasi dengan

perubahan.

11.Minimize the threats to business, yaitu kemampuan untuk meminimalkan

acanaman terhadap perusahaan baik acaman dari dalam maupun luar.

Kemduaian terdapat faktor yang berasaal dari organisasi antara lain:

kelompok, struktur budaya dan strategi. Faktor yang berasal dair organisasi

sangatlah berpengaruh karena dalam sebauh organisasi kita belajar sifat menjadi

seorang pemimpin, lalu kita belajar dalam mememcahkan sebuah masalah yang

diselesaikan secara bermusyawarah. Untuk menjadi seorang entrepeneurship yang

sukses perlu memiliki sifat mudah berkomunikasi yang muncul dari faktor

(24)

24

Selanjutnya faktor lingkungan antara lain: pesaing, pelanggan, pemasok dan

lembaga-lembaga.

Faktor lingkungan berpengaruh dalam berusaha karena untuk mencari sebuah

peluang tentunya tempat yang strategis merupakan sebuah nilai plus untuk kita

berusaha.

3.3 Proses Entrepreneurship

Proses kewiraushaan meliputi berbagai banyak hal, bukan hanya

melaksanakan sebuah kegiatan untuk memecahkan sebuah masalah. Seorang

entrepeneur harus mengevaluasi dan mengembangkan sebuah peluang dengan

menciptakan sebuah invoasi yang memiliki nilai dan manfaat lebih pada produk.

Proses Aktual terdiri dari empat fase khusus, yaitu :

3.3.1 Identifikasi dan Evaluasi Peluang Yang Ada

Evaluasi peluang merupakan elemen yang sangat penting dalam proses untuk

membangun sebuah kewirausahaan karena yang diperlukan seorang entrepeneur

harus membuat sebuah produk atau servis yanng diperlukan untuk sumber yang

bermanfaat guna untuk mengidentifikasi peluang-peluang bisnis. Berikut

merupakan peluang-peluang bisnis :  Konsumen

 Serikat dagnag

 Anggota sistem distribusi

 Orang-orang yang berkecimpungan dibidang teknik

3.3.2 Kembangkan Rencana Bisnis

Untuk mempersiakan sebuah rencana bisnis sangat penting untuk

dilakukan. Kita perlu memahami persoalan inti. Karakteristik dan bersarnya

segmen pasar, syarat-syarat untuk memproduksi, rencana organisasi, syarat-syarat

(25)

25 3.3.3 Sumber Daya yang diperlukan

Sumber daya yang diperlukan dalam mewujudkan sebuah peluang yang ada perlu

diawalai dengan menilai sumber-sumber daya wirausaha yang dimiliki.

3.3.4 Melaksanakan Manajemen Usaha

Setelah sumber-sumber daya dicari, maka sang wirausaha perlu mengaktifkannya

melalui implementasi rencana bisnisnya. Hal tersebut mencakup kegiatan yang

mengimplementasi sebuah gaya dan struktur manajemen. Winardi, Entrepreneur&

Entrepreneurship (188-193)

3.4 Ciri-ciri tahap Permuluan dan Pertumbuhan Entrepreneurship 3.4.1 Proses Imitasi dan Duplikasi

Proses imitasi dan duplikasi adalah sebuah proses untuk meniru ide produk orang

lain, dimana kita meniru sebuah usaha orang lain serta menciptakan barang yang

sama fungsi dan manfaatnya.

3.4.2 Proses Duplikasi dan Pengembangan

Proses duplikasi dan pengembangan adalah sebuah proses dimana kita memulai

wirausaha dengan mengembangkan ide dari yang sudah ada namun diberi

pembaharuan/penambahan pada sebuah produk. Dalam tahap ini, seorang

entrepeneur mengembangkan produksinya dengan cara deversifikasi dan

diferensiasi dengan model sendiri. Sebuah produk akan berhasil dipasaran jika

mempunyai kualitas, manfaat, serta fungsi lebih baik dari produk yang sudah ada.

Dengan demikian konsumen akan tertarik terhadap produk yang kita produksi.

3.4.3 Proses Penciptaan

Proses penciptaraan atau inovasi adalah proses untuk mengembangkan sebuah

produksi yang berbeda dengan produk yang telah ada. Dalam tahap ini diawali

dengan teknik produksi baru, mencari bahan baku, oraganisasi usaha, dan metode

pemasaran. Hal tersebut seperti proses inovasi dari Schumpeter (1934). Menurut

Zimmerer (1996:15-16) dilahat dari proses terdapat dua tahap perkembangan

(26)

26

3.5 Faktor Yang Mendorong dan Memicu Entrepreneur Sukses 3.5.1 Kemampuan dan Keinginan

Untuk menjadi seorang entrepreneur sukses tentunya harus memiliki kemampuan

dan keinginan. Orang yang tidak tidak memiliki kemampuan namun banyak

keinginan dan orang yang memiliki kemampun namun tidak memiliki keinginan

tidak akan bisa menjadi seorang entrepeneur suskses. Sedangkan orang yang

memiliki keinginan dan kemampuan akan menjadi orang yang sukses, karena jika

salah satu tidak pernuhi maka akan sia-sia.

3.5.2 Tekat yang Kuat dan Kerja Keras

Seorang entrepeneur tentunya harus memiliki Tekat yang kuat dan kerja keras.

Orang yang tidak tidak memiliki tekat namun memiliki kerja keras dan orang yang

memiliki tekat namun tidak berkerja keras tidak akan bisa menjadi seorang

entrepeneur suskses.

3.5.3 Kesempatan dan Peluang

Untuk mendapatkan sebuah pulang kita harus bekerja keras, jangan selalu

menunggu peluang. Pola yang harus kita bangun yaitu :

 Pola pikir yang mengarah pada sikap dan kemauan yang keras  Kepribadian yang kuat dan sukses

 Kecakapan dalam mengelola usaha untuk sukses  Menerapkan manajemen usaha yang baik

 Berani memikul segala resiko dlam usaha bisnis.

3.6 Langkah-langkah agar menjadi Entrepreneur yang Sukses

Memiliki ide yang jelas,serta kemauan untuk mencapai suatu kesuksesan dan resiko

yang besar. Harus membuat peracanaan, mengorganisasikan serta menjelaskan. Hal

yang perlu diperhatikan tentang komunikasi untuk membangun hubungan yang

baik dengan mitra usaha lain. Terdapat beberapa pendapat menganai

(27)

27

3.6.1 Semua Berawal dari Impian dan Imajinasi

Semua orang tentu memiliki sebuah impian dan imajinasi. Banyak hal di dunia ini

yang terwujud yang berawal dari sebuah impian dan imajinasi. Contoh kecil yang

bisa kita liat yaitu pesawat. Ilmuan muslim yang bernama Ibn Firmas merupakan

orang penemu pertama menganai konsep agar manusia bisa terbang seperti burung.

Beliau berimajinasi dan bermimpi hingga akhirnya dia bisa membuat sebuah

pesawat yang bisa terbang di udara selama 10 menit. Dari konsep yang telah beliau

buat terciptalah pesawat canggih yang telah dibuat seperti F16, Sukhoi Su-27, F-4

Tomcat, dan lainnya.

Tentunya imipian dan imajinasi harus ditungkan dalam bentuk nyata, kita harus

yakin bahwa apa yang kita miliki dan tidak boleh takut untuk mencoba. Seorang yang imipian dan imajinasi tidak mengenal kata “tidak bisa” atau “tidak mungkin”.

3.6.2 Mencintai Produk dan Jasa

Seorang entrepeneur tentunya menjalankan sebuah bisnis bedarasakan hobi yang

mereka sukai. Seorang yang memiliki hobi mengajar tentu akan membuat sebuah

usaha yang tidak jauh dari hobi yang mereka sukai. Ketika saya mengikuti seminar

perkuliahan dikampus dosen saya bapak Eddy Soeryanto Soegoto mengungkapkan

memiliki hobi mengajar, dan sekarang beliau memiliki sebuah kampus besar di

Indonesia yaitu UNIKOM. Dari penggalan kisah tersebut dapat diambil nilai-nilai,

yaitu kecintaan terhadap produk dan jasa yang ditawakan akan membuat pekerjaan

kita menjadi sangat mudah karena kita menjalankannya dengan senang hati.

3.6.3 Memiliki Sikap Ulet dan Berjiwa Optimis

Sikap ulet dan berjiwa optimis merupakan kunci untuk menjadi seorang

entrepeneur. Selalu optimis dalam meraih mimpi dan pantang menyerah akan

menjadi rangka dalam membangun usaha. Orang yang ulet akan selalu berkerja

keras untuk memikirkan apa yang perlu dilakukan untuk mengembangkan

usahanya, jika seorang entrepeneur memiliki sikap malas hanya akan membuat

(28)

28

3.6.4 Berani Mengambil Resiko Kegagalan

Resiko kegagal dalam suatu usaha pasti ada, karena ke gagalan membuat kita lebih

kuat dan tegar. Banyak pengusaha yang baru bisa mencapai sukses setelah

merasakan pahitnya kegagalan. Seorang pengusaha memiliki pandangan bahwa

kegagalan merupakan bukan akhir untuk selalu berkarya, tetapi kegagalan adalah

sebuah titik temu untuk mencapai keberhasilan

3.6.5 Memiliki Kemampuan Komunikasi yang Baik

Menjadi pengusaha sukses tentu harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang

baik. Kenyataannya para pembeli sangat senang jika dijelaskan mengenai produk

dan jasa yang ditawarkan tentunya dengan bahasa yang santun. Dengan

menyampaikan penjelasan mengai produk atau jasa yang ditawarkan tentunya harus

menggunakan bahasa yang santun sehingga membuat kita mudah dalam menjalin

relasi dengan pihak lain, seperti teman, mitra usaha, kerabat dan lainnya.

3.6.6 Selalu Mencari masukan dan Nasehat

Banykan yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga.

Sebagai entrepeneur yang baru memulai sebauh usaha, masukan serta nasihat dari

orang yang berpengalaman dalam berwirausaha tentunya dapat dijadakan sebagai

pelajaran dalam menjalankan sebuah usaha.

3.6.7 Membuka Diri dari Perubahan yang Terjadi

Keadaan tentunya pasti selalu berubah sesuai ruang dan waktu. Terkadang hal

tersebut dapat berdampak pada usaha yang sedang dijalankan yang mengharuskan

(29)

29

BAB IV

KESIMPULAN

Untuk menjadi pengusaha sukses kita harus memiliki niat yang baik, tekat

yang kuat, dan memiliki jiwa nekat agar usaha yang kita lakukan dapat tumbuh dan

berkembang mencapai kesuksesan. Dalam membangun usaha tentunya harus

mencintai pekerjaan yang digeluti karena rasa cinta terhadap sebuah pekerjaan akan

membuat kita lebih bersemangat dalam mengerjakannya. Percaya diri, berotirentasi

tugas dan hasil, pengambilian resiko, kepemimpinan, keorsinilan, beroritensi ke

masa depan, jujr, tekun dan bersabar merupakan ciri yang harus dimiliki seorang

entrepreneur yang sukses. Jika sudah terbangun semua ciri tersebut dapat

disimpulkan siap untuk menjadi entrepreneur sukses.

Maka dari itu, untuk menjadi seorang entrepreneur sukses harus berusaha

dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk mencapai cita-cita yang anda

(30)

30

DAFTAR PUSTAKA

[1] Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto. Entrepreneurship Menjadi Pembisnis Ulung.

Jakarta : PT Elex Media Komputindo Kompas Gramedia Building, 2009

[2] Prof. Dr. J. Winardi, SE. Enterprenuer & Entreprenuership. Jakarta: Prenada

Media Kencana, 2004

[3] Data Pengangguran. www.bps.go.id (diakses tanggal 11 Juni 2017)

[4] Data Entrepreneur di Indoneisa.

(31)

Gambar

Gambar 1 Grafik Pengangguran
Gambar  2 Rasio pengusaha terhadap jumlah penduduk
Gambar 4 Pekerjaan meyenangkan
Gambar 5 Menciptakan lapangan kerja
+7

Referensi

Dokumen terkait

Faktor internal yang kuat dari dalam diri pengusaha sangat mempengaruhi motivasi pengusaha dalam memutuskan berbisnis karena tanpa tekad dan kemauan yang kuat maka tidak akan

dan strategi dan kiat sukses yang digunakan oleh pengusaha bisnis retail. produk freshwater aquarium yang ada di

Untuk menjadi pengusaha yang sukses, kita juga bisa mempelajari pengalaman. para pengusaha yang

Memasuki bangku SMP , Usman tumbuh menjadi pemuda dalam usia 16 tahun yang berbadan kekar dan kuat , sudah tentu

Lalu apa yang dapat kita manfaatkan dari kekuatan pikiran bawah sadar dikaitkan dengan usaha atau pekerjaan kita untuk mengubah pola pikir dan keberanian menjadi pengusaha.. Pikiran

mewujudkan karya tulis ini. Dan terakhir saya persembahkan karya tulis ini untuk teman-teman saya yang menjadi inspirasi saya... Banyak orang yang ingin menjadi sukses,

Sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tapi jika kita tidak kehilangan semangat Kesempatan anda untuk sukses disetiap kondisi selalu dapat diukur oleh

(Apakah Anda memiliki ketrampilan yang diperlukan untuk menjalankan usaha baru ini?).. Faktor Kunci dalam Memulai Usaha Baru. Faktor Kunci dalam Memulai