MANAJEME
N
STRATEGIK
ANALISIS VISI MISI TUJUAN SASARAN DAN SWOT PERUSAHAAN CAREFOURDOSEN PEMBIMBING
DR. ZAKARIA WAHAB, M.B.A
HJ. MARLINA WIDIYANTI, SE,MM,SH,PH.D
AULIA RAHMAN NST (01121401058)
JULIANTO (01121001073)
RICKY SEPTIADI (01121001081)
SHERLY DAMAYANTI (01121040116)
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN...2
BAB II MATERI...3
A. VISIDAN MISI CARREFOUR...3
B. KONTEKS LINGKUNGAN CARREFOUR...4
C. PERENCANAAN ORGANISASI CARREFOUR...8
D. PERENCANAAN STRATEGIS CARREFOUR...9
E. PROSES PERUBAHAN ORGANISASIDAN INOVASI...11
BAB III SIMPULAN DAN SARAN...13
A. SIMPULAN...13
B. SARAN...13
DAFTAR PUSTAKA...14
BAB I PENDAHULUAN
Carrefour ialah sebuah kelompok supermarket internasional yang berkantor pusat di Perancis. Carrefour merupakan kelompok ritel terbesar di Eropa dan Amerika Latin serta terbesar kedua di dunia setelah Wal-Mart.
Dalam bahasa Perancis, Carrefour berarti persimpangan jalan. Pada tahun 1959 dari sebuah persimpangan jalan di Annecy, Paris, Marcel Fournier dan Louis Deforey merintis gerai kecil yang lantas menjadi bagian dari sejarah penting perjalanan ritel modern dunia. Publik dunia mengenal ikon ritel itu dengan nama Carrefour.
Sukses menjejakkan fondasi dan meraih simpati publik Paris melalui toko serba ada Annecy sebagai permulaan, Fournier dan Deforey pun terusik untuk mengembangkannya lebih jauh dengan melahirkan konsep penggabungan beberapa toko serba ada dalam satu wadah yang lebih besar (hipermarket). Tahun 1962, duo pengusaha ini lepas dari Annecy dan melahirkan “toko serba ada raksasa” kala itu, ainte-Geneviève-des-Bois, dekat Paris.
BAB II MATERI
A. Visi dan Misi Carrefour 1. Visi Carrefour
Menjadi paserba terbesar di dunia dan menjadi acuan paserba modern untuk perlindungan kesehatan, kenyamanan konsumen dan lingkungan. Seluruh usaha ditujukan demi kepuasan pelanggan sehingga segala kegiatan usaha Carrefour adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berubah-ubah baik pilihan produk, kualitas, dan dengan harga yang paling bersaing.
Tujuan Carrefour adalah sebagai berikut.
a. Menjadi kekuatan internasional yang diperhitungkan pada setiap pasar. b. Terus-menerus berusaha merebut pangsa pasar untuk memperkokoh
kemandirian dan citra perusahaan dalam jangka waktu panjang.
c. Mengembangkan sinergi saling menguntungkan dengan seluruh mitra bisnis.
d. Berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda di setiap negara di mana Carrefour beroperasi.
2. Misi Carrefour
Untuk mencapai visi dan tujuan yang telah ditentukan, Carrefour mengarahkan semua kegiatannya dengan berlandaskan aspek kebebasan, tanggung jawab berbagi, menghargai, integritas, solidaritas, dan progres, yang dapat dijabarkan sebagai berikut.
a. Menciptakan paserba dengan konsep tempat belanja keluarga. b. Memberikan pilihan dan kualitas ke semua orang.
c. Menciptakan harga yang diinginkan konsumen dan penyediaan lokasi yang strategis.
e. Memberikan dukungan yang terbaik bagi para karyawan untuk berkembang dan mencapai potensi maksimal guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan.
Carrefour juga menerapkan tiga pilar utama yang diyakini dapat membuat Carrefour menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen. Ketiga pilar tersebut adalah harga yang bersaing, pilihan yang lengkap, dan pelayanan yang memuaskan.
B. Konteks Lingkungan Carrefour 1. Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal (external environment) merupakan segala sesuatu yang berada di luar organisasi yang mungkin mempengaruhi organisasi tersebut. Lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan umum dan lingkungan tugas.
a. Lingkungan Umum
Lingkungan umum (general environment) adalah serangkaian dimensi dan kekuatan yang luas yang berada di sekitar organisasi yang menciptakan keseluruhan konteks organisasi.
Lingkungan umum Carrefour adalah sebagai berikut. 1) Lingkungan Ekonomi
Carrefour sebagai bisnis ritel yang mempunyai cabang di berbagai negara, tentunya akan dipengaruhi oleh keadaan ekonomi di negara-negara tersebut seperti inflasi, tingkat bunga dan tingkat pengangguran. Selain itu, Carrefour juga harus mematuhi kebijakan-kebijakan ekonomi dalam negara di mana Carrefour beroperasi.
2) Lingkungan Budaya
gaji, menentukan promosi yang memungkinkan untuk staff dan memiliki masukan untuk keputusan bonus.
3) Lingkungan Politik dan Hukum
Carrefour melakukan beberapa studi kemungkinan (feasibility study) dengan tujuan untuk menganalisis kondisi lokal apakah sesuai dengan kriteria Carrefour. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Carrefour untuk membangun gerai-gerainya di berbagai negara diantaranya kandungan alam terhadap retailing, keterbukaan terhadap investasi asing, stabilitas politik dan inflasi, serta undang-undang keamanan lingkungan dan rintangan bahasa. Carrefour juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan politik dan hukum di negara-negara tersebut untuk menciptakan suatu kondisi kekeluargaan sehingga dapat menyatu dengan kehidupan masyarakat setempat.
4) Lingkungan Internasional
Carrefour sebagai suatu usaha bisnis ritel multinasional dan membuka gerai-gerainya hampir di seluruh negara sehingga baik pesaing, pemasok, maupun semua stakeholder dalam Carrefour berasal tidak hanya dari negara pusatnya tetapi juga berasal dari negara-negara dimana gerai-gerai Carrefour didirikan. Dengan demikian, Carrefour merupakan bagian dari pasar internasional.
5) Lingkungan Teknologi
Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga mempengaruhi proses kegiatan pelayanan Carrefour. Melalui penerapan E-Business, proses bisnis dalam Carrefour terutama dalam hal manajemen rantai pasokan dan manajemen relasi pelanggan menjadi lebih optimal. E-Business ini merupakan penggunaan internet dan teknologi informasi serta jaringan lainnya untuk mendukung e-commerce, komunikasi, dan kolaborasi perusahaan, proses bisnis berbasis web, baik antar komponen dalam perusahaan yang berjejaring maupun antara perusahaan dengan rekan bisnis dan pelanggan.
b. Lingkungan Tugas
Lingkungan tugas Carrefour adalah sebagai berikut: 1) Kompetitor
Carrefour sebagai perusahaan ritel besar yang memiliki cabang hampir di seluruh dunia tentunya menghadapi persaingan dengan perusahaan-perusahaan ritel yang lain baik perusahaan ritel yang berskala global, maupun perusahaan ritel yang berskala domestik di mana gerai Carrefour beroperasi. Pesaing terberat Carrefour saat ini adalah Wal-Mart yang merupakan perusahaan ritel nomor satu di dunia.
2) Pelanggan
Carrefour merupakan tempat belanja keluarga yang cukup diminati. Konsumen Carrefour berasal dari semua lapisan masyarakat. Carrefour menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan pelayanan terbaik dan harga perusahaan seperti: Nestle, Danone, Unilever, dan lain-lain. Carrefour juga ikut memasarkan produk-produk dari para pemasok lokal seperti Indofood, Sidomuncul, dan berbagai macam produk hasil pertanian yang berasal langsung dari petani domestik. Selain itu, Carrefour juga menerima pasokan dari produsen yang ingin bekerja sama dengan cara mengirimkan proposal dengan langkah-langkah dan syarat tertentu.
4) Pembuat Aturan
2. Lingkungan Internal
Lingkungan internal merupakan segala sesuatu yang berada di dalam organisasi itu sendiri yang mempengaruhi organisasi tersebut.
Lingkungan internal Carrefour adalah sebagai berikut. a. Pemilik
Saat ini Blue Capital menjadi pemegang saham utama Carrefour dengan menguasai 13,55% saham dari saham keseluruhan. Sedangkan pemegang saham terbesar kedua Carrefour adalah Koor Industries Ltd. dengan menguasai 3,25% saham Carrefour. Namun, karena adanya krisis ekonomi Eropa mengakibatkan Carrefour melakukan divestasi dengan menjual saham-sahamnya di beberapa negara seperti di Indonesia. Kini saham dari Carrefour Indonesia sudah dimiliki 100% oleh perusahaan domestic yaitu Trans Corp.
b. Dewan Direksi
Pemegang saham Carrefour telah memutuskan dengan cara voting susunan dewan direksi tunggal yang salah satu anggotanya adalah mantan menteri keuangan Perancis. Susunan dewan direksi yang baru ini menggantikan system ganda yang lama yaitu system dewan pengawas dan dewan manajaemen. System dewan direksi tunggal ini memiliki dua belas orang anggota yang dipimpin oleh Amaury de Seze yang merupakan pimpinan dewan pengawas terdahulu. Para pemegang saham juga menyetujui ditempatkannya tiga orang anggota dewan yang berasal dari Blue Capital yang merupakan pemegang saham terbesar Carrefour. Pimpinan dewan manajemen yang lama menjadi Chief Executive Officer dalam susunan struktur yang baru.
c. Karyawan
gaji rendah, PHK, dan kondisi kerja yang buruk. Begitu juga dengan karyawan di Indonesia yang melakukan demo meminta kontrak kerja yang lebih baik.
d. Lingkungan kerja fisik
Carrefour tidak menginginkan lokasi yang terbuka, namun di dalam gedung, basements atau ground floor di wilayah-wilayah populasi yang padat dan strategis karena hal tersebut akan mempermudah pelanggan untuk datang berbelanja.
C. Perencanaan Organisasi Carrefour
Perencanaan (planning) merupakan proses menetapkan suatu tujuan organisasi dan menentukan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya. Perencanaan organisasi terdiri dari rencana strategis, rencana taktis, dan rencana operasional.
1. Rencana Strategis
Rencana strategis (strategic plan) adalah rencana umum yang mendasari keputusan alokasi sumber daya, prioritas,dan langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis. Rencana strategis Carrefour adalah sebagai berikut.
a. Menjadi perusahaan ritel terbaik di setiap format untuk menghasilkan pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan.
b. Menjadi pemimpin di setiap pasar terutama di Perancis, kelompok Negara G4, dan di pasar negara-negara berkembang.
c. Meningkatkan organisasi dan operasi Carrefour untuk memastikan efisiensi, efektivitas, dan profitabilitas yang lebih baik.
2. Rencana Taktis
Rencana taktis Carrefour adalah sebagai berikut. a. Merevitalisasi merek Carrefour.
b. Menetapkan harga yang bersaing. c. Melakukan inovasi hipermarket.
3. Rencana Operasional
Rencana operasional (operational plan) adalah suatu rencana yang menitik beratkan pada pelaksanaan rencana taktis untuk mencapai tujuan operasional. Rencana operasional Carrefour adalah sebagai berikut.
a. Memberikan pilihan yang lengkap dan pelayanan yang memuaskan. b. Menetapkan harga di bawah harga pasar.
c. Menerapkan inovasi dengan memodernisasi tiap gerai Carrefour.
D. Perencanaan Strategis Carrefour
Titik awal dalam memformulasikan strategi biasanya adalah analisis SWOT. 1. Analisis SWOT (Sthrenghts, Weakness, Oportunities, threaths)
Analisis SWOT adalah evaluasi atas kekuatan dan kelemahan internal suatu organisasi yang dilakukan secara hati-hati dan juga evaluasi atas peluang dan ancaman dari lingkungan.
Analisis SWOT dari Carrefour adalah sebagai berikut.
a. Sthrenghts
Kekuatan Carrefour berada pada positioning-nya harga murah dan barang lengkap, lalu Carrefour selalu berada di tempat yang strategis sehingga mudah dijangkau, tempatnya luas, nyaman dan free parking. Sehingga konsumen datang tanpa membeli pun jadi senang karena tidak perlu membayar parkir.
b. Weakness
Besar” asal Prancis ini dituduh semena-mena terhadap para pemasok dengan menekan harga dan menarik berbagai fee yang membebani. Jadi nama Carrefour sendiri sudah jelek di mata masyarakat.
c. Opportunities
Wanita memegang peranan penting, karena 80% dari 20 juta pelanggan yang datang dan berbelanja di Carrefour adalah wanita (Carrefour, 2007). Namun jumlah konsumen pria boleh dibilang tidak sedikit dari pada wanita. Karena pria itu praktis, maka pria dapat dipengaruhi dengan produk-produk yang dikemas dengan praktis seperti buah dan daging yang sudah dipotong. Selain itu, pria biasanya adalah tulang punggung keluarga, yang bertugas mencari nafkah, oleh karena itu waktu yang mereka miliki sangat terbatas dan mereka sensitif terhadap harga. Sehingga ini menjadi kesempatan bagi Carrefour yang memiliki positioning murah dan lengkap. Carrefour memainkan kategori harga dengan mudah, seperti menantang pembeli dengan lower price guarantee, mengganti selisih harga jika suatu produk terbukti lebih murah di tempat lain.
d. Threaths
Perusahaan ritel sekarang menghadapi isu yang kritikal, termasuk tantangan lingkungan, perubahan perilaku konsumen, persaingan dan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Hypermart adalah salah satu ancaman bagi Carrefour. Persaingan yang terjadi dengan Hypermart, berebut lahan atau lokasi yang strategis untuk membangun gerai sedang terjadi saat ini.
2. Strategi Tingkat Bisnis
Strategi tingkat bisnis (business-level strategy) adalah serangkaian strategi alternatif yang dipilih organisasi pada saat organisasi tersebut berbisnis dalam suatu indrusti atau pasar tertentu.
Kelompok Carrefour memperkenalkan konsep hipermarket untuk pertama kalinya, sebuah supermarket besar yang mengombinasikan department store (toko serba ada). Carrefour mengemas perusahaannya dengan kesan mewah, ,meskipun demikian harga-harga yang ditawarkan tidak semahal tampilannya. Carrefour mampu menjual di bawah harga pasar.
3. Strategi Tingkat Korporasi
Strategi tingkat korporasi (corporate-level strategy) adalah srangkaian alternatif strategi yang dipilih organisasi pada saat organisasi mengelola operasinya secara simultan di beberapa industri atau beberapa pasar.
Carrefour menetapkan strategi tingkat korporasi diversifikasi yang berhubungan. Di mana Carrefour beroperasi sebagai hipermarket sekaligus sebagai grosir. Namun, tidak seperti hipermarket lainnya, Carrefour mendapatkan izin untuk mendirikan gerai-gerainya di pusat kota. Selain itu, Carrefour sebagai grosir, Carrefour memotong mata rantai distribusi yang panjang dari produsen-distributor-pedagang-konsumen menjadi hanya produsen-konsumen sehingga konsumen dapat dengan mudah memperoleh produk yang diinginkan dan perputaran barang menjadi lebih cepat. Karena skala usaha Carrefour setingkat grosir sedangkan kebebasannya berusaha disamakan dengan retail, tentu saja ia memiliki sejumlah advantage. Berdasarkan strategi tersebut, gerak maju Carrefour nyaris tak terbendung.
E. Proses Perubahan Organisasi dan Inovasi 1. Proses Perubahan Organisasi Carrefour
dari seluruh pemasok Carrefour. Pemasok tidak lagi harus mengantar barang yang akan dijual ke masing-masing gerai, namun cukup mengirimkannya ke
distribution center baru kemudian akan dikirimkan ke masing-masing gerai Carrefour sesuai dengan jumlah unit yang dibutuhkan. Sistem yang digunakan bersifat just in time dan disebut cross dock.
2. Proses Inovasi Carrefour
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Carrefour merupakan bisnis ritel terbesar kedua di dunia yang memiliki cabang hampir di seluruh negara. Dengan berlandaskan konsep tiga pilar utamanya yaitu harga yang bersaing, pilihan yang lengkap, dan pelayanan yang memuaskan serta menerapkan strategi keunggulan biaya, Carrefour yakin dapat menjadi acuan paserba modern untuk perlindungan kesehatan, kenyamanan konsumen dan lingkungan.
Untuk dapat bertahan dalam persaingan pasar global, Carrefour terus melakukan perubahan dan inovasi diantaranya dengan menggunakan perangkat lunak infolog sebagai sebuah cross functional inter-enterprise system yang mengubah tatanan proses supply chain management di Carrefour menjadi lebih efisien sehingga perputaran barang lebih cepat.
Selain itu, Carrefour melakukan inovasi dengan modernisasi outlet Carrefour yang ada kemudian disesuaikan dengan gaya hidup konsumen di lingkungan sekitar. Carrefour juga menerapkan sistem E-Business untuk membangun relasi yang lebih baik dan lebih dekat dengan pelanggan.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
http://www.carrefour.co.id/
http://id.wikipedia.org/wiki/Carrefour
http://www.slideshare.net/benjaminperraut/carrefour-logistic-management http://m.merdeka.com/uang/carrefour-kami-bukan-musuh-pasar-tradisional.html http://www.bisnis.com/articles/carrefour-hengkang-chairul-tanjung-bakal-akuisisi-100-percent-saham-carrefour-indonesia
http://wartaekonomi.co.id/berita6081/carrefour-lalui-serial-krisis-ke-krisis-global-bagian-i.html
http://wartaekonomi.co.id/berita6082/carrefour-lalui-serial-krisis-ke-krisis-global-bagian-ii.html
http://wartaekonomi.co.id/berita6083/carrefour-lalui-serial-krisis-ke-krisis-global-bagian-iii.html
http://m.bisnis.com/articles/market-...uire-carrefour
http://bahribux.blogspot.com/2010/10/monopoli-carrefour.html#ixzz2DzguDVUp
LAMPIRAN
Profil Pesaing
Carrefour sebagai perusahaan ritel yang berskala internasional tentunya mempunyai pesaing perusahaan-perusahaan ritel yang lain, baik perusahaan ritel yang berskala global, maupun perusahaan ritel yang berskala domestik di mana gerai Carrefour beroperasi. Pesaing terberat Carrefour saat ini adalah Wal-Mart yang merupakan perusahaan ritel nomor satu di dunia. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai Wal-Mart.
Jenis : Publik (NYSE: WMT) Industri : Ritel (Pasaraya & Diskon)
Didirikan : Rogers, Arkansas, 1962
Kantor pusat : Bentonville, Arkansas, Amerika Serikat
Tokoh penting : Sam Walton (1918-1992), Pendiri H. Lee Scott, CEO S. Robson Walton, Ketua Produk :Wal-Mart Discount Stores
Wal-Mart Supercenter Sam's Club Neighborhood MarketsASDA
Pendapatan : US$ $387,69 milyar (2007) Karyawan : 2,1 juta (2008)
Situs web : www.walmartstores.com
Wal-Mart Stores, Inc. (NYSE: WMT) adalah perusahaan Amerika Serikat yang mengoperasikan jaringan department store. Menurut Fortune Global 500 2008, Wal-Mart adalah perusahaan publik terbesar di dunia berdasarkan
pendapatan. Didirikan oleh Sam Walton pada tahun 1962, Wal-Mart mulai mencatatkan sahamnya di Bursa Saham New York pada tahun 1972.
Wal-Mart beroperasi di Argentina, Brasil, Britania Raya (dengan nama
ASDA), Jepang (dengan nama Seiyu), Kanada, Meksiko (dengan nama Walmex),
Puerto Riko, dan RRC. Wal-Mart pernah beroperasi di Jerman namun akhirnya tutup pada tahun 2006 karena merugi. Selain itu, Wal-Mart pernah membuka tokonya di Indonesia (di Supermal Karawaci) pada pertengahan tahun 1990-an
Wal-Mart telah dikritik oleh beberapa kelompok masyarakat, kelompok
hak kewanitaan, dan persatuan buruh, khususnya mengenai banyaknya produk-produk yang disumber dari luar negeri, rendahnya tingkat pendaftaran asuransi kesehatan karyawan, penentangan terhadap perwakilan buruh, serta dugaan