Tugas Mata Kuliah
Kearifan Lokal
Oleh : JOKO SANTOSO
NIM. CFA 316 005
PERAN KEARIFAN LOKAL DAN RELIGIUS
JURNAL
A Network Approach
To Assessing Sosial
Capacity For
Landscape Planning :
The Case Of Fire
Prone ForestIin
Oregon, USA
http://ac.els-cdn.com/S01692046150021
70/1-s2.0-
S0169204615002170-
main.pdf?_tid=c1407112-
Kearifan lokal merupakan bagian dari
budaya suatu Masyarakat yang tidak
dapat
dipisahkan
dari
bahasa
masyarakat itu sendiri. Kearifan lokal
biasanya diwariskan secara turun
temurun dari satu generasi ke
generasi melalui cerita dari mulut ke
mulut. Kearifan lokal ada di dalam
cerita rakyat, peribahasa, lagu, dan
permainan rakyat. Kearifan lokal
sebagai suatu pengetahuan yang
ditemukan oleh masyarakat lokal
tertentu melalui kumpulan pengalaman
dalam mencoba dan diintegrasikan
dengan pemahaman terhadap budaya
dan keadaan alam suatu tempat
Pengertian Religius
A
dalah suatu sikap dan
prilaku yang taat atau
patuh
dalam
menjalankan
ajaran
agama
yang
dipeluknya.
Bersikap
toleran
terhadap pelaksanaan
ibadah
agama
lain,
serta
selalu
menjalikerukunan
KEBAKARAN HUTAN
Kebakaran hutan menjadi
permasalahan internasional
yang
sering
terjadi
dibeberapa
negara,
di
Amerika
Serikat
bagian
barat
kebakaran
hutan
menjadi fokus utama dalam
Jurnal
ini.
Jurnal
ini
menyajikan hasil penelitian
bagaimana
mengelola
hutan
rawan
kebakaran
yang
terjadi
dan
mengantisipasinya dengan
cara
melakukan
MANFAAT HUTAN TRADISONAL
SEBAGAI KEARIFAN LOKAL
(a)Hutan sebagai simbol
eksistensi dan marwah,
(b)Sumber inspirasi, kreasi, dan
ekspresi budaya,
(c) Sumber Nafkah.
PERAN KEARIFAN LOKAL DALAM PELESTARIAN HUTAN
a.Tradisi dalam Pemanfaatan Hutan
b. Tradisi dalam Pemeliharaan Hutan
1). Peraturan adat
2). Gotong-royong
http://download.portalgaruda.org/arti
Kebutuhan untuk merencanakan dalam antisipasi hutan rawan kebakaran dengan cara mengandeng dan melakukan pendekatan dengan beberapa organisasi dan pemangku kepentingan yang memiliki kapasitas peran dan fungsi dalam mengkomunikasikan, megkoordinasikan dalam mengambungkan pelaksanaan serta perencanaan yang baik. Setiap pelaku kepentingan dan organisasi dalam menjaga hutan rawan kebakaran harus memahami beberapa aspek sosial yang harus dipenuhi seperti :
a. Semua pihak harus memiliki pemahaman yang sama tentang masalah kebakaran hutan.
b. Memiliki rasa kebersamaan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas menjada komitmen menjaga dan mengantisipasi hutan rawan kebakaran.
c. Melakukan hubungan dengan bertukar informasi dan data serta ide-ide melalui jaringan formal dan informal yang penting untuk membangun kondisi sosial dan kerjasama antara pemangku kepentingan dan kebijakan.
.
INTRODUCTIONKebutuhan untuk merencanakan dalam antisipasi hutan rawan kebakaran dengan cara mengandeng dan melakukan pendekatan dengan beberapa organisasi dan pemangku kepentingan yang memiliki kapasitas peran dan fungsi dalam mengkomunikasikan, megkoordinasikan dalam mengambungkan pelaksanaan serta perencanaan yang baik. Setiap pelaku kepentingan dan organisasi dalam menjaga hutan rawan kebakaran harus memahami beberapa aspek sosial yang harus dipenuhi seperti :
a. Semua pihak harus memiliki pemahaman yang sama tentang masalah kebakaran hutan.
b. Memiliki rasa kebersamaan dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas menjada komitmen menjaga dan mengantisipasi hutan rawan kebakaran.