Bahagiamu Cita cita Ku di

Teks penuh

(1)

“Bahagiamu Cita-cita Ku”

karya:ABD.Hamid

Terlihat dari upuk timur sang mentari menampakan perkasanya,angin berhembus begitu tenang mengubah sedikit hawa panas menjadi sejuk. Seorang anak kecil itu sedang bergalut dengan cangkulnya tanpa rasa lelah,mungkin karena ia ikhlas melakukanya.

Secabik demi secabik tanahpun mulai tercangkul dengan rapi di bibir-bibir sawah,udara yang panas saat itu rasanya bisa saja mengelupas kulit tapi tak di hiraukanya.

“Sam… makan dulu mamak udah masak enak untuk kau ni…”teriak wanita tua yang memanggil dari pinggir sawah

“ahh… emmm…ya mak,tunggu dulu sikit lagi ni…”sedikit mengela napas “cepat nanti saja itu,nanti tak enak lagi ubinya ini..” wanita paruh baya terus memanggilnya

“iya,iya mak..”sambil melepaskan cangkulnya dan pergi mendekat ke gubuk itu.

Samsudin memang anak yg rajin, di saat teman-temanya sedang bersenda gurau bermain bersama,dia memilih memeras keringat disiang hari bersama Ibunya di sawah.Sama seperti anak pada umumnya dia mempunyai cita-cita yaitu membanggakan orang tuanya yang sekarang hanya ada Ibunya. makan mereka hanya sederhana hanya ada singkong rebus dan sambal cabe rawit yang di giling,sungguh mereka makan dengan lahapnya

makanan hanya singkong tapi dirasanya seperti ayam bakar buatan italia,mungkin karena mereka mensykuri nikmatnya yaitu allah tuhan semesta alam.dengan mengucap bismillah tangan berlahan menyuap ke dalam mulutnya,walau agak sedikit keras tapi tak apa katanya yg pernting bisa makan.

“cemana,masih lebar yg belum kau cangkul sam..”Tanya ibunya sambil terus mengunyah makanan.

“agak banyak la mak!!,ada sekitar dua petak lagi,mungkin besok baru siap!!”

“oh,jangan terlalu memaksakan ,nanti biar mamak aja yg kerjakan..uhuk..uhuk..!!”meneguk air yg di depanya

“tak usah la mak,mamak kan masih sakit,nanti mamak tambah parah batuknya”

“emm..semenjak bapakmu tidak ada kau selalu memaksakan diri untuk bekerja,padahal mamak cuman mau Sam tu jadi orang yang pintar nantinya biar bisa jadi dokter .Kalau kau jadi dokter mamak kan bisa kau obati

nantinya.Uhuk..uhuk..!!!,jadi Sam kau harus rajin belajar,jangan terlalu giat bekerja itu kan bukan tugas kau,itu tugas mamak..uhuk..uhuk..!!”sedikit tersendak

“tak pa mak,Sam kan bisa sambil kerja sambil belajar,Sam ga mau lihat mamak menderita,sedang mamak sudah tua seperti ini,Sam masih ingat pesan terakhir bapak supaya Sam jangan lupa sholat dan jaga mamak dengan sungguh-sungguh.itu saja kok.”berhenti menyuap makanan. “iya,nanti biar mamak bantu ya,mamak tak tega melihat kau susah sendirian mencangkul sawah itu.”

(2)

sini,sebentar lagi juga siap…”.seraya minum dan pergi kebelakang.

“ALLAH HUAKABAR ALLAHU AKBAR!!” suara azan menggema di seluruh jagat raya menandakan panggilan nya untuk sholat telah tiba.

“udah azan Sam mari kita sholat dulu..?” “ya mak”

Kemudian ia pun melangkah setapak demi setapak menuju sebuah aliran air untuk pengairan sawah,disitula ia berwudhu.

Setelah itu dia sholat dengan khusuknya ,sesekali air matanya menetes.Entah apa yang dipikirkanya di angkatnya tanganya untuk memanjatkan sebanyak banyaknya doa berharap agar sang pencipta mengabulkannya.

Kini matahari mulai pamit kepada hari ingin pergi setelah menyelesaikan salah satu tugasnya yaitu meminjam kan sedikit cahaya untuk kehidupan makhluk sejagat raya,langit yang kekuning-kuningan la sebagai

tandanya.Setelah payah bekerja Sam pun melepas lelahnya dengan mandi kemudian Dia tak lupa sholat dan melakukan kebiasaanya dari dulu yaitu membaca kalam Allah Al-qur’an setiap selesai magrib.Begitula hari-hari sam,selalu diisi dengan beribadah,belajar,dan bekerja.

keesokan Harinya seperti anak-anak lainya Samsudin yang akrap di panggil Sam itu juga bersekolah,karena Di Aceh wajib belajar 9 tahun,jadi sekolah di sana gratis.Sam bersekolah di SMP N 1 BADAR tepatnya di Kutacane, Aceh Tenggara.kemudian ia pamit dan pergi tanpa uang jajan sepeserpun ,ia hanya mengumpulkan uang dari hasil kerjanya yang ia dapat dengan bekerja di sawah orang.

Di persimpangan jalan,tiba-tiba.

“Sam….!!!” Ada yang memanggil dari arah belakang sambil menoleh Sam menjawab”Apa Ris?”

yang ternyata itu adalah Aris anak kampung sebelah yang dari dulu sudah berteman lama dengan Sam.

“PR mu udah siap sam?”Tanya nya

“belum,kenapa rupanya?” agak sedikit tersenyum.

“masak….belum…,kalau kau ga siap,akupun mana bisa siap…”agak menuntut

“hahaha,tenang aja masalah PR gampang cuman tu..” jawabnya bercanda “aduh ,kau ni hamper ja jantungku ni copot,sebab ni PR dari bapak Indra, guru M-M yang palingggggg…..!!!kejam sedunia.” Seraya mengembangkan tanganya bak terbang di angkasa.

“yaya…!!,ni nah tulis cepat nanti kalau kau catat di sekolah ketaun pula sama orang tu”sambil memberi sebuah buku yang sudah usam sampulnya. “oke…!!” berhenti dipinggir jalan tempat mereka biasa nongkrong..

Ini la kebiasaan anak zaman sekarang,membodohi dirinya sendiri.setiap hari mencontek PR dari Sam kapan mau pintarnya.eemmm…!!!!

Setibanya di sekolah mereka duduk di tempat duduk mereka masing-masing yang hanya berkelang satu bangku di samping kiri dekat jendela kelas.

(3)

saja yang selesai mengerjakan tugas dari pak Indra.suasana yang biasanya gaduh penuh dengan teriakan sekarang hanya terpasang wajah galau penuh ketakutan.karena jam pertama adalah pelajaran matematika.

“Asslamualaikum…”salam seorang lelaki berpostur agak pendek berbadan sedikit gendut dan juga beralis tebal,yang kemudian masuk ke kelas . “wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh..!!” serempak para siswa “bagaimana anak-anak ada Tugas hari ini?” Tanya bapak dengan lembutnya Mereka hanya diam seribu bahasa.

“ada pak ..”sahut Sam dengan polosnya “baiklah , sekarang kumpulkan”

tasnya yang penuh dengan jaitan itu berlahan di bukanya,saat itu Aris telah mengantarkan Tugas yang di contek dari Sam,hanya beberapa siswa saja yang mengumpulkan, rata-rata itu adalah siswa yang lumayan pandai matematika.

“Aduh!!,mana ya perasaan tadi udah ku masukan ku etas..”memasang wajah yang penuh dengan rasa gundah.

“yang mengumpulkan tugas ini cuman sedikit,yang lain mana..?”Tanyanya agak merengut

“belum siap pak!!” jawab salah sorang siswa teman Sam “kenapa belum siap,yang belum siap maju kedepan ,cepat!!!”

berduyun-duyun mapia pelajar mulai maju ke depan,lumayan ramai yang sebagian besar itu adalah laki-laki.

“Ris,buku ku tadi mana?”agak sedikit berbisik “kan udah ku kasih sama mu tadi”

“ga..daa…!!,aduh cemana ni…”risau

“kalian berdua kenapa rebut disitu” melihat mereka berdua sedang berbincang

“kamu Sam udah siap PR mu?” “udah pak..,tapi..”

“tapi apa..”

“jatuh di jalan pak..!!”

“kamu sama saja seperti orang ni,udah berdiri sana”

“iya pak…(di dalam hati dia begitu geram dengan semua ini tapi dia tak bisa berbuat apa-apa)..”sambil menunduk lesu.

Merekapun di hukum di bawah trik nya matahari yang saaat itu panasnya sangat menyengat apabila air di dalam kuali di letakkan di tengah lapangan maka akan mendidih dengan sendirinya,begitula umpama cuaca waktu itu,sampai pulang sekolah.

Sam berpikir bahwa ini semua kehendak Allah dan ingin rasanya

menyalahkanya tapi terdengar sanubari yang mengatakan bahwa semuanya yang di berikan Allah itu adalah yang terbaik baginya,Keringat mereka bercucur bak air terjun di kaki bukit,sesekali mereka menggerakkan badan,menoleh,duduk,sedang tidak dilihat begitu pikirnya.

Tak terasa lonceng pulang pun berbunyi,semua siswa pulang tak terkecuali mereka yang dihukum tadi.Sam salah satunya, harus di hukum karena bukunya jatuh di jalan itu juga pulang,Dia pulang bersama Aris

temanya,wajah nya murung menandakan hari ini hari sialnya. “sabar ya Sam..”

(4)

hukum tadi..”

“biasa itu Sam namanya juga sekolah pasti ada manis dan ada pahitnya..” “emmm…”di dalam hati Sam menyadari sekolah bukanla tempat untuk dimanja,jika bersalah harus di hukum tegas tak peduli itu anak emas,atau juara umum di sekolah.Begitu la pikirnya.

sepanjang jalan mereka berbincang,entah apa yang di permasalahkan mereka,mereka tertawa riang ,mereka bercanda,bersendawa.Dan tiba tiba… “bruk…”

“Maaf-maaf,aku gak sengaja”ujar Sam saaat menabrak seseorang dan ikut memungut barangnya yang jatuh.

“ya ga papa..”membereskan barangnya.Aris hanya berdiri santai di samping Sam

dan ketika akan mengambil satu buku lagi.

tangan mereka sama-sama memegang buku itu,mereka pun saling

bertatapan.Sam merasakan Suatu rasa yang baru pertama kali dirasakanya. matanya yang indah,bibirnya yang kemerah-merahan,badan eksotis,kulit kuning langsat.Sungguh gadis ini benar-benar idaman ku, kata Sam di dalam hati.

“emm,….!!aku pulang dulu ya..”sambil bergegas meninggalkan Sam “eh, aku belum tau namamu siapa,tunggu…”melambaikan tangan “ah…dia dah pigi..”Kata Aris yang tersenyum mencela

“Ia Ris,padahal aku belum sempat kenalan..”

“Tenang brother,besok kita cari tau di sekolah ,oke…” “em,ya Ris…”

“eh,ngomong-ngomong kau suka ya sama dia…hayoo…” “gak,aku Cuma..??”menggaruk kepala

“Cuma apa??,Cuma naksir gitu..!!!” meledek “Cuma kagum aja sama kecantikanya..!!” “ hahaha,sama ja itu Sam suka namanya..”

“mungkin….,eh tapi kaau aku suka pun kan ga mungkin dia suka sama ku,aku ni hitam ,kurus,ga ganteng,ga kaya,pokonya ga semua la..”lesu “tenang-tenang aku ahli dalam urasan kaya gini,kau jangan tunjukan kejelekan mu,tapi kau harus tunjukan kelebihanmu,dia pasti mau sama mu..”

“ya, kadang!!!,tar la tu, urasan cewek ya belakangan ja,pulang la aku ni..”melambaikan tangan kearah aris.

“iya,jangan lupa besok kita cari tau…”Kata aris agak berteriak.

di persimpangan jalan mereka berpisah karena jalan menuju rumah mereka berbeda.

setelah melepas lelahnya yang berjalan kira-kira 2 km,dia pun duduk

sejenak di pinggir sungai yang biasa di sebrangi ketika akan pergi kesekolah dan pulang ke rumah.Dia duduk terdiam,sesekali melemparkan batu

kesungai.

“Hari ini ada dua kejadian yang tak akan aku lupakan,pertama Sial karena di jemur pak Indra,kedua ketemu cewek cantik,aduh senang kali aku ,kalau ingat cewek itu,tapi geram lagi kalau ingat kejadian di sekolah tadi…emmm ya uda la…”berbicara di dalam hati.

(5)

“assalamu alaikum,mak…o..mak…Sam dah pulang…”melirik sekeliling, Sam heran karena tak ada siapapun di sekitar rumahnya,kadang mamak pergi kesungai begitu pikirnya sambil melepaskan sepatu miliknya yang hampir tak bisa di pakai lagi.

Tiba-tiba seseorang datang. “Sam…?” sapanya

“apa cik,acik ada liat mamak…?,gada aku liat sini” “Sam,…” menatap mata Sam dengan tajam

“kenapa Cik..???” penuh tanda Tanya “mamak mu Sam…”

“mamak kenapa Cik..??”

“Mamakmu tadi batuk darah,trus di bawak kerumah sakit,……tapi……. “tapi kenapa Cik??..” matanya mulai berkaca-kaca

“ nyawanya tak terselamat kan lagi,Sam…!!”memegang bahu dan coba menenang kan Sam

“ga mungkin,ga mungkin cik,mamak dah janji ga akan tinggalkan aku sendiri…’’Air mata nya bercucuran berteriak,menangis sekuat-kuatnya. “mamakk……….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Fandi adalah tetangga Sam,tadi Dia sedang bekerja di sawah dan kebetulan terjadi kejadian yang tak di inginkan oleh Sam,Ibu yang melahirkanya tiba-tiba batuk memuntahkan darah dan di bawa kerumah sakit,Dokter

mengatakan bahwa Ibu Sam mengidap penyakit kanker paru-paru yang sudah sangat parah dan tidak bisa di tangani lagi.Penyakit yang mematikan ini tak diketahui Sam karena di tutupi oleh Ibunya.

kini Ibu yang telah menemaninya selama ini telah pergi memenuhi panggilan sang Ilahi.

“Sekarang di mana mamak ,Cik?”

“mamakmu sekarang di kampung sedang mau di mandikan..”mengusap-usap kepala Sam

“emm…”tak henti-hentinya meneteskan Air mata.

Kemudian mereka pun pergi ke kampung tempat di mana Ibu dari Sam akan di makamkan.

Sesampainya di sana,Sam berlari kea rah sesosok wanita yang terbujur kaku,yang di tutupi wajahnya dengan sehelai kain putih tipis.Sam menangis tiada hentinya,banyak orang yang menyaksikan hanya bisa

terdiam,sesekali ada yang berkata”kau harus ssabar ya Sam,ini sudah takdir tak bisa di tolak kedatanganya…!!!”.

Namun Sam tak bisa menerima,sampai Ibu yang dicintainya itu akan di masukan keliang lahatpun Dia tetap meronta-ronta dan berteriak.sangkin sedihnya ingin rasanya Sam ikut di kubur hidup-hidup bersama Ibu yang melahirkanya itu,Tiba-tiba ..

“Tunggu dulu Cik..”kaata sam berteriak

berlari ke arah makam,dan mencium kening ibunya untuk terakhir kali.. yang menyaksikan hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa.

“Mak…,Aku akan tepati janjiku,apa yang mamak mau akan Aku usahakan….Aku akan jadi Dokter yang sukses demi mamak.”

(6)

15 tahun kemudian………!!!!!!

Universitas Sumatra Utara,MEDAN,Sumatra utara,Indonesia.

FAKULTAS KEDOKTERAN

Orang-orang berbondong-bondong berjalan dan ada yang berlari,mereka mengenakan baju seperti jubah berwarna hitam dan ada garis kuning di pinggirnya,dan topi di kepala berbentuk persegi.sesekali ada pengumuman dan ada panggilan,di atas pentas mereka menuntaskan pengorbanan dan hasil belajar selama ini.

“asslamulaikum warahma tullahi wabarakatuh…”salam seseorang ber jas rapi dan bermodel elegan.

“walaikum salam warahmatullahi waba rakatuh…!!! “serempak semua orang yang ada di bawah pentas

“Alhamdulillah,hari ini adalah hari di mana kalian semua akan melaksanakan wisuda,setelah 4 sampai 6 tahun kalian menuntut ilmu di sini,akhirnya bisa lulus,perjalanan kalian masih panjang sebagai seorang Dokter muda,lulusan dari USU selalu berkualitas,Saya yakin bahwa anda-anda semua bisa

menjadi lebih dari Saya.Satu pesan dari Saya ,kejar terus cita-cita mu dan jangan pernah berhenti sampai disini…!!,sekian dan terima

kasih,wasssalamu alaikum warahmaullahi wabarakatuh..’’ “walaikum salam warahmatullahi wabarakatuh…!!”

semua orang bertepuk tangan dengan senangnya.

acara wisuda pun berlangsung dengan tertib,satu persatu nama mahasiswa di panggil maju ke atas untuk mengambil ijazah.

“Baiklah,sekarang Saya akan membacakan siapa kah yang lulus dengan nilai tertinggi,siapakah Dia….

…”suara drum mengiringii…

Orang-orang mulai bertanya-tanya siapakah orang yang akan di panggil sebagai mahasiswa nila tertinggi.

“ini lah dia….Samsudin………..!!!!!” orang-orang bertepuk tangan riuh rendahnya ada yang bersiul dan ada yang menyeru perkataan iri,dan ada yang tertunduk lesu,dan ada yang acuh tak acuh.

Sam naik kepentas dengan bangganya dia bisa mendapat dua kali beasiswa dan Uang tunai yang cukup untuk belanjanya sehari-hari selama bekerja sambil kuliah.

“mak ,aku udah bisa jadi Dokter sepeerti yang mak mau,seandainya mamak melihatku mamak pasti senang

,ya Allah,semoga mamak mendapat tempat yang terbaik di sana….,amin…’’…..

meneteskan air mata bahagia bercampur dengan kenangan yang teraduk dalam suasana kegembiraan.

tersirat di dalam hatinya…..

(7)

menunaikan permintaaan terakhir Ibunya.

Akhir kisah,Samsudin sekarang telah bekerja sebagai dokter paru-paru di sebuah rumah sakit ternama di Medan.Dia juga bertemu dengan wanita yang sangat di sukainya masa dia sekolah dulu,dan mereka berdua Hidup bahagia walau ada sedikit problema kehidupan yang lumrah terjadi.

Happy Ending………..

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...