COMPUTER SELF-EFFICACY DALAM RUANG LINGKUP USIA DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI
Wina Nurfitriani (135211028) 1A. D3-Administrasi Bisnis
ABSTRAKSI
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan Computer Self Efficacy seseorang dalam penggunaan teknologi informasi berdasarkan usia pengguna.
Penelitian ini dilaksanakan secara acak pada masyarakat di kalangan pelajar siswa maupun mahasiswa serta pegawai kantor pada tahun 2013. Dalam penelitian ini, Peneliti mengambil sampel jenuh karena keterbatasan dari jumlah populasi dan waktu. Sebanyak 10 kuesioner disebarkan secara acak. Dan hasil yang didapat menunjukan usia bukanlah menjadi pembeda dalam pengetahuan dan keahlian penggunaan komputer. Dengan terbiasa dan dengan kemauan usia tidak akan menjadi masalah untuk memajukan pengetahuan dan keahlian CSE.
Kata Kunci : Computer Self Efficacy, Usia
1. Pendahuluan
1.1.Latar Belakang
Teknologi informasi saat ini adalah salah satu unsur pendukung yang sangat penting di dalam berbagai bidang kehidupan. Beberapa jenis pekerjaan mengharuskan kemampuan penggunaan kemampuan komputer untuk mendayagunakan teknologi secara maksimal sebagai cara mencapai tujuan dengan lebih efektif dan efisien. Untuk itu saat ini
penerapan pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi di pelajari oleh berbagai jenjang usia masyarakat dikarenakan kebutuhan baik pendidikan maupun pekerjaan. Keinginan seseorang untuk itupun dipengaruhi oleh prospek kerja di masa yang akan datang.
ada consensus umum antara peneliti dengan praktisi bahwa CSE mempunyai hubungan positif dengan sikap seseorang yang dihubungkan dengan teknologi informasi (Sheng et al. 2003 dalam Rustiana, 2004). Untuk itu penelitian ini dimaksudkan agar kita dapat mengetahui Computer Self Efficacy dalam ruang lingkup usia tejadi perubahan atau regenerasi di antara jenjang usia masing-masing.
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah ditulis sebelumnya, maka perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut : ”Apakah ada perbedaan antara Computer Self Efficacy (CSE) pada setiap jenjang usia individu saat mengetahui dan menganalisis lebih dalam mengenai perbedaan antara
Computer Self Efficacy (CSE) pada setiap jejang usia individu saat ini?”.
1.4.Metode Penelitian
Sampel pada penelitian ini adalah pelajar SMA dan Mahasiswa serta pegawai kantor yang menguasai komputer.
1.4.1. Angket
Angket didistribusikan ke pelajar dan pegawai kantor yang dimasukkan sebagai responden. Secara umum, angket tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana tingkat keyakinan kemampuan penguasaan terhadap teknologi informasi. Angket yang dipergunakan merupakan Tabel dari The Murphy (1989) Computer Self-efficacy Scale yang diterjemahkan oleh penulis sendiri untuk memudahkan penelitian berlangsung.
1.4.2. Wawancara
1.4.3. Studi Pustaka
Pada teknik ini, penulis banyak membaca buku-buku/naskah/jurnal dan lain sebagainya yang ada hubungannya dengan objek penelitian dan penulis teliti beberapa situs untuk memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang bahan-bahan yang diperlukan yang ada hubungannya dengan obyek penelitian di Internet.
2. Landasan Teoritis
2.1.Computer Self Efficacy Computer Self Efficacy (CSE) didefinisikan oleh Compeau dan Higgins (1995) dalam Rustiana (2004: 29) sebagai penilaian kapabilitas dan keahlian komputer seseorang untuk melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan teknologi informasi. Adamson dan Shine (2003) mendefinisikan CSE sebagai kepercayaan individu tentang kemampuan untuk melaksanakan tugas secara spesifik, memberikan derajat mengenai usaha yang dilakukan, dan kegigihan dalam menghadapi situasi yang menantang. Jadi dapat disimpulkan bahwa CSE adalah kemampuan penilaian
seseorang dalam mengerjakan suatu pekerjaan dengan menggunakan teknologi informasi untuk mencapai tujuan masing-masing.
2.2.Usia
Satuan waktu yang mengukut waktu keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang mati. Usia kronologis adalah perhitungan usia yang dimulai dari saat kelahiran seseorang sampai dengaan waktu perhitungan usia. 3. Isi
masing-masing. Tapi hal ini membuktikan bahwa terjadi kesamaan tingkat kemampuan yang dimiliki oleh pelajar dengan kemampuan yang dimiliki oleh pekerja kantor. Dengan begitu membuktikan bahwa pelajar lebih mudah menguasai CSE dengan cepat dibandingkan dengan pekerja kantor yang usianya lebih tua dibandingkan pelajar .
Disini saya mengambil tingkatan usia dari 15-25 tahun untuk kalangan pelajar dan mahasiswa menurut rata-rata usia pelajar yang menempuh jenjang SMA, D3, maupun S1. 26-35 tahun untuk pekerja pemula dengan masa kerja paling lama kurang lebih 9 tahun dan usia 36-49 tahun serta ≥50 tahun. Tapi dari hasil angket yang dikummpulkan untuk usia ≥50 tahun penulis tidak mendapatkan responden yang berusia tersebut. Tabel 3.1 Usia dan Jumlah
2. Tidak 58 18,125%
Total 320 100%
Tabel 3.2 tersebut menunjukkan bahwa jawaban responden menyangkut tingkat keyakinan mengenai jawaban yang tersedia. Jawaban ya menunjukkan tingkat keyakinan paling tinggi. Jumlah pertanyaan yang diberikan kepada responden, yaitu sebanyak 32 pertanyaan dengan jumlah responden berjumlah 10 orang. Dari tabel tersebut juga terlihat bahwa 18,125% responden memilih jawaban Tidak.
Jadi dapat disimpulkan bahwa secara rata-rata responden sudah memiliki kemampuan yang tinggi dalam penggunaan teknologi informasi.
beberapa responden yang berusia 36-49 tahun menyatakan beberapa kesulitan bagi mereka untuk mempelajari komputer. Beberapa alasan yang muncul adalah pertama, mereka mengenal komputer atau mempelajarinya pada saat mereka memasuki tingkat perguruan tinggi sehingga mereka mengenalnya pada saat berusia 18/19 tahun. Akan tetapi bagi pelajar mereka mendapatkan pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi daari Awal Sekolah Menengah pertama. Dan dengan seiring perkembangan zaman anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar saat ini sudah bisa mengoperasikan komputer meskipun hanya pada tahap Beginner atau pemula.
Kedua, respoden dengan usia 36-49 mengatakan sulit bagi mereka belajar di usia yang sudah tua karena mereka lama untuk mengingat dan perkembangan teknologi di saat usia ini sangatlah tinggi dengan
perkembangan dunia yang selalu memperbaharui teknologi baru pada dua dekade ini.
Ketiga, masalah dalam penggunaan komputer yang lebih banyak menggunakan bahasa inggris. Responden yang berusia 36-49 mengeluhkan sulitnya untuk mengerti perintah perintah dan larangan yng ada di dalam komputer mereka karena penggunaan bahasa maksud dan tujuan perintah tersebut dengan sering mencoba dan mencari tahu hal-hal baru yang mereka ingin ketahui.
4. Kesimpulan
berhubungan dengan komputer. Hanya dalam kesepatan ini orang dengan usia 36-49 tahun kesulitan untuk terbiasa karena meningkatkan perkembangan teknologi berbeda dengan pelajar zaman sekarang.
Sehingga mereka harus lebih berusaha dalam memahami perubahaan yang berjalan sangat cepat dalam dua dekade ini mengenai perkembangan teknologi.
5.
6. Daftar Pustaka
7. Irmadhani, & Mahendra Adhi Nugroho,. Pengaruh Presepsi
8. Kebermanfaatan,Presepsi Kemudahan Penggunaan dam Computer Self
9. Efficacy, Terhadap Penggunan Online Banking pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekomomi Universitaas Negeri Yogyakarta. s.l. : Jurnal Ekonomi,. pp. 10-15.
10.Arif, Subyantoro. 2008. Computer Self Efficacy Dalam Upaya Meningkatkan
11. SDM Koperasi dengan Pendekatan Sosialisasi Gender. s.1 : Jurnal Akuntansi Manajemen dan Sektor Publik (JAMBSP). pp. 291-303.
12.Olivia, Khorrani Arani. 2001. Researching Computer Self Efficacy. s.1 : 13. International Educational Journal, 2001. pp. 17-25. Vol. 2. 14. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Umur Diakses Kamis 26 Desember 2013. 15.