SILABUS
1.
Manusia dan Agama
A.
Manusia dan Alam Semesta
B.
Manusia Menurut Agama Islam
C.
Agama : Arti dan Ruang Lingkupnya
D.
Hubungan Manusia dengan Agama
2. Agama Islam
A.
Arti dan ruang lingkup Agama Islam
B.
Klasipikasi Agama dan Agama Islam
3. Sumber Agama dan
Ajaran Islam
A.
Al-Qur’an: Isi dan Sistematikanya
B.
Al-Hadits: Arti dan Fungsinya
C.
Ra’yu atau Akal Pikiran yang dilaksanakan
dengan Ijtihad
4. Kerangka Dasar Agama dan Ajaran Islam
A.
Kerangka Dasar Agama dan Ajaran Islam
B.
Agama Islam dan Ajarannya: Ilmu-ilmu
Keislaman
C.
Tasawuf, Filsafat, politik, dan Pembaharuan
5. Akidah
A.
Arti dan Ruang Lingkupnya
B.
Keyakinan Kepada Allah
C.
Keyakinan pada Para Malaikat
D.
Keyakinan pada Kita-kitab Suci
E.
Keyakinan pada Para Nabi dan Rasul
F.
Keyakinan pad Hari Kiamat dan
Pertanggungjawaban Manusia di Akhirat
6. Syari’ah
A.
Pengertian dan Ruang Lingkupnya
B.
Syari’ah dan Fikih serta Keabadian Syari’at
Islam
7. Akhlak
A.
Pengertian dan Ruang Lingkup Akhlak serta
Perbedaanya dengan Moral dan Etika
8. Taqwa
A.
Pengertian, Kedudukan, dan Ruang lingkup
Taqwa
B.
Hubungan Manusia Dengan Allah
C.
Hubungan Manusia Dengan Hati Nurani atau
Dirinya sendiri
D.
Hubungan Manusia Dengan Sesama Manusia
9. Islam dan Ilmu
Pengetahuan
A.
Kedudukan Akal dan Wahyu dalam Islam
B.
Klasifikasi dan Karakteristik Ilmu Dalam
Islam
C.
Kewajiban Mununtut Ilmu
1. MANUSIA DAN AGAMA
A. Manusia dan Alam Semesta1. Manusia adalah bagian dari alam semesta
2. Alam adalah segala yang dapat ditangkap oleh
panca indra, perasaan, dan pikiran yang walaupun samar-samar. Mulai dari benda yang sangat kecil
sampai yang benda yang besar, dari yang inorganik sampai pada yang organik, dari yang paling
sederhana susunan tubuhnya sampai kepada yang sangat kompleks (rumit saling berhubungan)
seperti tubuh manusia.
B. MANUSIA MENURUT
AGAMA ISLAM
1. Manusia adalah makhluk yang sangat menarik.(At-Tiin: 4)
2. Manusia memiliki potensi (daya dan kemampuan) oleh karena itu menjadi sasaran studi dari segala aspeknya sejak dahulu, kini, dan kemudian hari.
3. Manusia adalah makhluk yang sangat mulia;
al-Hujurat:13 مق كه ىمقتتقأت هدلدل دتنعد مقكهمترتكقأت ندإدٱ (selama menggunakan akal dan potensi lainnya sesuai kehendak Allah, jika
tidak maka martabatnya sama dengan hewan bahkan lebih rendah):al-A’raf: 179 مه هه كت ئدلمتل أه لوو ل ضت أت مق هه لق تتتبت مد عتمنقلقت تتكت كتئدلمتل أه ٱ وو
نت ولهفدغتملقٱ
4. Manusia diciptakan untuk mengabdi kepada Tuhan(Az-Zariat: 56)
5. Manusia diciptakaan untuk menjadi khalifah-Nya di bumi( al_baqarah: 30)
6. Manusia bertanggung jawab atas perbuatannya(At-Tur: 21 نن يهدرت بت ست تتكت امتتتتبد ردمق للتتكهئ ئئ ٱ
C. AGAMA: ARTI DAN RUANG LINGKUPNYA
1.
Agama berasal dari bahasa Sansekerta
(Hindu-Budha) yang akar katanya adalah
gam yang mendapat awalan a dan akhiran a;
a-gam-a yang mengandung arti jalan,
peraturan, tata cara, upacara terhadap
Dewa-dewa
2.
Ruang lingkup agama (selain Islam) memuat
hubungan manusia dengan Tuhan
3. Agama dalam bahasa Islam adalah
“
DiinulIslam”
yang ruang lingkupnya
mencakup hubungan manusia dengan Allah,
hubungannya dengan manusia dan
D. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN AGAMA
Hubungan manusia dengan agama sangat
erat dan kuat karena manusia tidak dapat
menyelesaikan masalahnya dengan akal saja
akan tetapi memerlukan bimbingan agama.
Manusia memerlukan agama dalam
2. AGAMA ISLAM
A.
ARTI DAN RUANG LINGKUP AGAMA ISLAM
1.
Islam mengandung arti damai, sejahtera,
selamat, penyerahan diri, taat, patuh, dan
menerima kehendak Allah. Orang yang mengaku
beragama Islam disebut muslim. Muslim adalah
orang yang menerima petunjuk dan
menyerahkan dirinya untuk mengikuti kemauan
Allah
2.
Ruang lingkup Agama Islam mencakup hubungan
manusia dengan Allah, hubungannya dengan
B. KLASIFIKASI AGAMA DAN AGAMA ISLAM
Klasifikasi agama-agama berdasarkan sumber (asal)ajaran agama:
1.
Agama wahyu
( agama langit),
ciri-cirinya;
Dapat dipastikan
kelahirannya
Disampaikan kepada
manusia melalui Rasul Allah
Mempunyai kitab suci yang
berisi himpunan wahyu yang diturunkan Allah dan tidak dapat dirubah.
Ajaran agama wahyu mutlak
benar karena berasal dari Allah yang Maha
memgetahui segalanya
Sistem hubungan manusia
dengan Allah ditentukan oleh Allah sendiri dan tidak berubah walaupun
dahsyatnya perkembangan budaya
2. Agama Budaya (agama bumi), ciri-cirinya;
Tidak dapat dipastikan
kelahirannya, karena mengalami proses pertumbuhannya
Tidak mengenal utusan yang
mengajarkannya adalah filsuf atau pendirinya
Boleh jadi memiliki kitab suci
akan tetapi dapat dirubah karena perubahan filsafat
agama atau kesadaran agama masyarakatnya
Kebenarannya relatif terikat Sistem hubungan manusia
dengan Tuhan berasal dari
akal berdasarkan kepercayaan dan pengalaman manusia
Konsep ketuhanan
monotisme murni
Dasar-dasar ajaran
agama bersifat mutlak, berlaku untuk seluruh manusia
Sistem nilai ditentukan
oleh Allah (yang baik diberi keselamatan dan kebahagiaan, yang buruk atau yang dilarang untuk mencegah kecelakaan di dunia dan akhirat
Allah memberi petunjuk,
pedoman, tuntunan dan peringatan kepada
manusia dalam
pembentukan insan kamil
Konsep ketuhanan disusun oleh akal manusia mulai dari dinamisme sampai monotisme tidak murni Dasar ajaran agama
bersifat relatif karena ditujukan kepada
masyarakat tertentu yang belum tentu dengan
masyarakat lain
Sistem nilai ditentukan oleh manusia sesuai dengan cita-cita,
pengalaman serta
penghayatan penganutnya Pembentukan manusia
didasarkan pada pengalaman dan
C. SALAH PAHAM TERHADAP ISLAM
Dikarenakan: Salah memahami ruang lingkup Agama Islam yang dipahami karena
makna religi yang ruang lingkupnya hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya saja.
Salah menggambarkan susunan bagian-bagian Agama dan ajaran
Islam; syariah saja, akhlak saja
Salah mempergunakan metode mempelajari Islam (seperti oleh para
orientalis bahwa islam semata-mata sebagai subjek studi dan analisis Untuk menghiundari salahpaham terhadap Islam;
1. Pelajarilah Islam dari sumbernya yang asli (al-qur’an dan al-Hadits)
2. Islam tidak dipelajari secara partial tetapi terintegral
3. Mengkaji dan memahami Islam secara baik dan benar
4. Mempelajari Islam dihubungkan dengan berbagai persoalan asasi yang dihadpi manusia dalam masyarakat dan dilihat relasi serta relevansinya dengan persoalan politik, ekonomi, budaya sepanjang sejarah manusia terutama sejarah umat Islam
5. Memahami Islam dengan bantuan ilmu pengetahuan yang berkembang sampai sekarang
6. Tidak menyamakan Islam dengan umat Islam
3. SUMBER AGAMA DAN AJARAN ISLAM
A. Al-Qur’an dan Sistematikanya
Al-qur’an sebagai sumber agama Islam
pertama dan utama.
Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang
disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi
Muhammad Saw sedikit demi sedikit selama
22 tahun 2 bulan 22 hari untuk disampaikan
kepada manusia. Al-Qur’an terdiri dari 30 juz,
114 surat, lebih dari 6000 ayat, 74.499 kata,
325.345 huruf atau suku kata.
Ayat-ar’yat al-Qur’an ada yang diturunkan di
Ciri-ciri ayat Makiyyah:
Pada umumnya ayat-ayatnya pendek-pendek
Dimulai dengan kata “ Yaa ayyuhannaas”
Pada umumnya mengenai tauhid, hari kiamat,
akhlak dan kisah masa lalu
Diturunkan selama 12 tahun 13 hari
Ciri-ciri ayat Madaniyyah:
Pada umumnya ayat-ayatnya panjang-panjang
Diawali “ Yaa ayyuhalladziina aamanuu”
Memuat soal-soal hukum, keadilan, masyarakat,
dll
al-Qur’an memuat ; 1) akidah, 2)syariah,
3)akhlak, 4)kisah-kisah manusia masa lalu, 5)
berita-berita tentang masa yang akan datang, 6)
benih dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, 7)
Sunnatullah atau hukum Allah yang berlaku di
alam semesta
Metode menafsirkan al-Qur’an dengan; 1) metode
ma’tsur; mempergunakan riwayat /sejarah, 2)
metode penalaran; metode anlisis dengan cara
menganalisis kandungan-kandungan ayat
B. Al-Hadits: Arti dan fungsinya
Hadits sebagai sumber ke dua dari ajaran Islam
Hadits ; perkataan, perbuatan dan sikap diam
nabi tanda setuju (taqrir)
Tiga peranan hadits disamping al-Qur’an
sebagai sumber ajaran Islam; 1) menegaskan
lebih lanjut ketentuan yang terdapat dalam
qur’an(msl. Shalat), 2) sebagai penjelasan isi
al-Qur’an, 3) menambahkan atau mengembangkan
sesuatu yang belum ada atau belum jelas
C. Rakyu atau Akal Pikiran yang
dilaksanakan dengan ijtihad
Ijtihad adalah usaha yang sungguh-sungguh yang
dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang
yang mempunyai ilmu pengetahuan dan
pengalaman tertentu yang memenuhi syarat
untuk mencari, menemukan dan menetapkan nilai
atau norma yang tidak jelas atau tidak terdapat
patokannya di dalam al-Qur’an dan al-Hadits.
Hasil ijtihad yang dilakukan bersama-sama oleh
beberapa orang disebut ijma
4. KERANGKA DASAR AGAMA DAN AJARAN ISLAM
A.
Kerangka Dasar Agama Islam terdiri dari:
Akidah, Syari’ah dan Akhlak
1. Akidah
Akidah (etimologi) adalah ikatan, sangkutan
Akidah (terminologi) adalah keimanan,
keyakinan yang selalu dikaitkan dengan rukun
iman yang merupakan asas seluruh ajaran Islam
Rukun iman ada enam; iman kepada Allah,
kepada para Malaikat, kepada Kitab Suci, para
Nabi dan Rasul, kepada Hari Akhir, kepada Qada
dan Qadar
Akidah merupakan akar dan pokok ajaran Islam
2. Syari’ah
Syariah (etimologi) adalah jalan (ke sumber)
yang harus ditempuh
Syariah (terminologi) adalah kaidah ilahi yang
mengatur hubungan manusia dengan Allah,
hubungan manusia dengan sesama manusia
dalam kehidupan sosial, dan hubungan manusia
dengan benda dan alam lingkungan hidupnya
Kaidah yang mengatur hubungan manusia
langsung dengan Allah disebut kaidah ibadah
(ubudiyah)
atau kaidah ibadah murni
(mahdlah)
Kaidah yang mengatur hubungan manusia
dengan sesama dan dengan alam lingkungan
3. Akhlak
Akhlak = khuluk (etimologi) berati perangi, sikap, perilaku, watak, budi pekerti
Aklak (terminologi) adalah sikap yang menimbulkan kelakuan baik atau buruk
Akhlak (perkataan dan perbuatan) berkenaan dengan; sikap dan perbuatan manusia terhadap khaliq
(pencipta), terhadap sesama makhluq (segala yang diciptakan khaliq)
Akhlak terhadap sesama makhluq; akhlak terhadap
sesama manusia, yakni diri sendiri, keluarga, tetangga dan masyarakat, dan akhlaq terhadap
makhluq selain manusia yang ada disekitar
B. AGAMA ISLAM DAN AJARANNYA: ILMU-ILMU
KEISLAMAN
Akidah, syariah dan akhlak masing-masing
dikembangkan melalui pembahasan melalui ilmu
kalam, ilmu fikih dan tasawuf serta ilmu akhlak
1. Akidah Islam,
seperti yang tercantum dalam
al-Qur’an dan al-Hadits perlu dirinci lebih lanjut
oleh orang yang memenuhi syarat guna dijadikan
pegangan oleh umat Islam
Ilmu yang membahas tentang akidah Islam
adalam
ilmu kalam;
adalah ilmu yang
membahas akidah untuk mempertahankan iman
dengan mempergunakan akal pikiran.
Aliran-aliran dalam ilmu kalam; kharijiyah
Aliran-aliran dalam ilmu kalam;
1.
Kharijiyah
(khawarij), pengikut Ali bin Abi Thalib yang keluar karena tidak sependapat dengan sikap Ali bin Abi Thalib terhadap Muawiyah dalam menyelesaikanperselisihan (politik) atas terbunuhnya khalifah Usman bin Affan (oleh Abu Lu’luah al-Fairuz)
Mereka berunding yang kemudian dilanjutkan dengan
perwasitan (tahkim).l perwasitan itu tidak menguntungkan Ali . Mereka memisahkan diri , karena mereka menganggap bahwa orang yang terlibat dalam tahkim (mencari
2.
Murji’ah
; mengharapkan dan
menangguhkan; mengharapkan ampunan
Allah atas segala dosa yang diperbuat
manusia, menangguhkan dan
menyerahkan soal dosa kepada Allah di
akhirat. Menurut mereka iman atau shaleh
atau tidaknya seseorang tidak dapat
diketahui pasti hanya dengan melihat amal
lahirnya saja, karena Allah yang
3.
Syi’ah
(kelompok yang setia kepada Ali) adalah paham suatu golongan dala Islam yang berpendapat bahwa hanya Ali Bin Abi Thalib dan keturunannyamelalui Fatimah binti Muhammad yang berhak
menjadi khalifah. Syiah mengembangkan ilmu kalam dan ilmu fikih.
Syiah terbagi kepada tiga;
a) Itsna Asyariyah (imam dua belas) muali dari Ali bin Abi thalib sampai kepada Muhammad al-Muntazar. (syiah ini kelompok terbesar di Iran dan Irak)
b) Sa’biyah (Ismailiyah: Ismail bin Ja’far Shidiq sebagai imam ke 7); kelompok 7 imam (di Afrika Timur dan Pakistan)
4. Jabariyah (Jabbarun:keterpaksaan); manusia
terpaksa atau dipaksa melakukan sesuatu yang
telah ditentukan Allah, manusia tidak memiliki
ikhtiyar, kemautan, dan kekuasaan untuk
menentukan pilihan sendiri mengenai
perbuatannya; perbuatan manusia berlaku
menurut kodrat dan iradat Allah semata.
5. Qadariyah (qadar=kuasa); manusia mempunyai
kuasa untuk menentukan segala perbuatannya;
manusia bebas memilih perbuatan baik atau buruk
6. Mu’tazilah (‘Itazal=mengasingkan/memisahkan
diri). Penggagas: wasil bin Atha’ memisahkan diri
dari gurunya Hasan Basri). Golongan ini
mengajarkan ilmu kalam yang bersifat rasional,
menggunakan filsafat dalam menjelaskan
7. Ahlussunah Wal jamaah(di Indonesia : Aswaja) =
gol Sunni. Sunnah= kebiasaan nabi Muhammad,
jamaah= para sahabat( khulafaur Rasyidin).
Ahlussunnah wal jamaah adalah paham umum
umat Islam. Pendasarnya Abu Hasan al-Asy’ari,
yang menyusun pendapatnya tentang akidah
menurut al-Qur’an dan as-Sunnah yang dijelaskan
dengan akal pikiran. Sunni terkadang disebut juga
Asy’ariyah.
8. Ahmadiyah, pendirinya Mirza Gulam Ahmad:
terdiri dari a)
Ahmadiyah Qadiyan
: Mirza Gulam
Ahmad sebagai nabi dan Rasul akhir zaman yang
mendapat wahyu dari Allah untuk
9.
Salafiyah
(termasuk sunni); paham
berpegang pada nash yang tertulis dalam
al-Qur’an mengenai akidah tanpa
mencampurkan dengan filsafat. Pendasarnya
Ahmad bin Hanbal (salah seorang Imam
mazhab Fikih Islam), yang kemudian di ikuti
oleh Muhammad bin Abdul Wahab yang
2. Ilmu-ilmu tentang Syari’ah
Syariah mempunyai dua jalur. Vertikal dan
Horizontal Jalur vertikal ditempuh dengan mengikuti kaidah –kaidah ibadah khusus (murni) berkisar
thaharah (besuci) dan rukun Islam. Horizontal (muamalah kemasyarakatan) ditempuh dengan mengikuti kaidah-kaidah muamalah (sangat luas; dalam al-Qur’an dan Hadits hanya pokok-pokoknya saja).
Kaidah-kaidah muamalah seperti kaidah-kaidah yang mengatur hubungan perdata, misal: hukum
munakahat(perkawinan), wirasah (hukum kewarisan: harta pusak), dll. Dan kaidah-kaidah yang mengatur hukum publik, misalnya: hukum jinayat (hukum
Semua tentang kaidah-kaidah di atas
terdapat dalam pembahasan ilmu fikih
(yang mungkin terdapat sedikit perbedaan
di satu tempat dengan tempat yang lain),
baik di kalangan sunni atau di kalangan
syiah.
Ilmu-ilmu fikih dikembangkan oleh
ulam-ulama besar, seperti
1) Imam Hanafi: Abu Hanifah: 767 M di Irak
(Hanafiyah), dikembangkan oleh
2)
Malikiyah (Malik bin Anas) 795 M. di Madinah.Pengikutnya (sekarang); Aprika Utara, sebagian Mesir, Sudan.
3) Syafi’iyah (Muhammad Idris as-Syafi’i : 819 M);
murid Abu Hanifah dan Malik bin Anas sehingga dala pendapat nya memadukan keduanya. Sekarang
pengikutnya banyak di temui di Aprika selata, India Selatan, Muangthai, Filifina, Malaysia, Indonesia
4) Hanabilah (Ahmad bin hanbal 855 M), mazhab tidak menyukai menggunakan akal dalam
memutuskan hukum Islam mereka lebih menitik
beratkan sumber hukum Islam kepada al-Qur’an dan Hadita. Pengikutnya; Saudi Arabia, dan Syiria.
Di kalangan Syia’ah a) pintu ijtihad tidak di tutup, b) Peranan imam sangat dominan karena dianggap
3. Akhlak
Akhlak (yang terdapat dalam al-Qur’an dan
Hadits) dipelelajari dalm ilmu tasawuf dan
ilmu akhlak agar manusia dapat bersikap,
berbudi pekerti dan bertingkah laku. Tasawuf
ilmu yang menjelaskan tata cara
AQIDAH
Arti dan ruang Lingkupnya
Pembahasan: AQIDAH
‘Aqidah (ةهدتيققدعتلقتتات ) menurut bahasa Arab (etimologi)
berasal dari kata al-‘aqdu (دهققعتلقتتا) yang berarti ikatan,
at-tautsiiqu(ق
ه يقثدوقتدلتتا) yang berarti kepercayaan atau
keyakinan yang kuat, al-ihkaamu (مهاك
ت حقل
د تاق ) yang
artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu
biquw-wah (ةءودقهتتتبد ط
ه بقردلتتا) yang berarti mengikat
dengan kuat.
Sedangkan menurut istilah (terminologi): ‘aqidah
Jadi, ‘Aqidah Islamiyyah adalah keimanan yang teguh dan
bersifat pasti kepada Allah dengan segala pelaksanaan ke-wajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-kitab-Nya, hari Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang telah shahih tentang Prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma’ Salafush
Shalih.
"Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-Nya,
Pembagian Aqidah
Pertama: Tauhid Al-Uluhiyyah, ialah mengesskan
Allah dalam ibadah, yakni beribadah hanya
kepada Allah dan karenaNya semata.
Kedua: Tauhid Ar-Rububiyyah, ialah mengesakan
Allah dalam perbuatanNya, yakni mengimani
dan meyakini bahwa hanya Allah yang
Mencipta, menguasai dan mengatur alam
semesta ini.
Ketiga: Tauhid Al-Asma' was-Sifat, ialah
mengesakan Allah dalam asma dan sifatNya.
Artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk
Iman kepada qadar adalah termasuk tauhid
ar-rububiyah. Oleh karena itu Imam Ahmad
berkata: "Qadar adalah kekuasaan Allah".
Karena, tak syak lagi, qadar (takdir) termasuk
qudrat dan kekuasaanNya yang menyeluruh.
Di samping itu, qadar adalah rahasia Allah
yang- tersembunyi, tak ada seorangpun yang
dapat mengetahui kecuali Dia, tertulis pada
Lauh Mahfuzh dan tak ada seorangpun yang
dapat melihatnya. Kita tidak tahu takdir baik
atau buruk yang telah ditentukan untuk kita
maupun untuk makhluk lainnya, kecuali
SYARI’AH DAN FIKIH SERTA KEABADIAN SYARI’AT ISLAM
Syariah adalah aturan-aturan yang menjadi patokan hidup
manusia yang ditentukan Allah dalam al-Qur’an dan Hadits.
Fikih adalah paham. Ilmu fikih adalah ilmu yang bertugas
memahami dan menguraikan norma-norma hukum dasar yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadits.
Perbedaan syari’ah dan fikih
Syari’ah terdapat dalam Qur’an dan Hadits. Fikih terdapat
pada kitab-kitab fikih
Syari’ah bersifat fundamental. Fikih bersifat instrumental Syari’ah adalah ketapan dan dan ketentuan Rasulnya,
karenanya bersifat abadi. Fikih adalah karya manusia yang dapat berubah dari masa kemasa.
Syari’ah hanya satu, fikih mungkin lebih dari satu Syari’ah menunjukkan kesatuan dalam Islam, fikih
Ruang Lingkup Syariah
Ruang lingkup syariah mencakup peraturan-peraturan sebagai
berikut :
1. Ibadah, yaitu peraturan-peraturan yang mengatur hubungan langsung dengan Allah SWT (ritual), yang terdiri dari :
a. Rukun Islam : mengucapkan syahadat, mengerjakan shalat, zakat, puasa, dan haji.
b. Ibadah lainnya yang berhubungan dengan rukun Islam. 1. Badani (bersifat fisik) : bersuci meliputi wudlu, mandi,
tayamum, pengaturan menghilangkan najis, peraturan air, istinja, adzan, qomat, I’tikaf, do’a, sholawat, umroh, tasbih,
istighfar, khitan, pengurusan mayit, dan lain-lain.
2. Mali (bersifat harta) : qurban, aqiqah, alhadyu, sidqah, wakaf, fidyah, hibbah, dan lain-lain.
Munakahat, yaitu peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan orang lain dalam
hubungan berkeluarga (nikah, dan yang berhubungan dengannya), diantaranya : perkawinan, perceraian, pengaturan nafkah, penyusunan, memelihara anak, pergaulan suami istri, mas kawin, berkabung dari suami yang wafat, meminang, khulu’, li’an dzihar, wasiyat, dan lain-lain.
Jinayat, yaitu peraturan yang menyangkut pidana, diantaranya : qishsash, diyat, kifarat, pembunuhan, zinah, minuman keras, murtad, khianat dalam
perjuangan, kesaksian dan lain-lain.
Siyasah, yaitu yang menyangkut masalah-masalah kemasyarakatan (politik), diantaranya : ukhuwah (persaudaraan) musyawarah (persamaan), ‘adalah (keadilan), ta’awun (tolong menolong), tasamuh
(toleransi), takafulul ijtimah (tanggung jawab sosial),
Klasifikasi Syariah
Syariah dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Wajib (Ijab), yaitu suatu ketentuan yang menurut pelaksanaannya, apabila dikerjakan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan mendapat dosa.
2. Haram, yaitu suatu ketentuan apabila ditinggalkan mendapat pahala dan apabila dikerjakan mendapat dosa. Contohnya : zinah, mencuri, membunuh, minum-minuman keras, durhaka pada orang tua, dan lain-lain. 3. Sunnah (Mustahab), yaitu suatu ketentuan apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.
4. Makruh (Karahah), yaitu suatu ketentuan yang
menganjurkan untuk ditinggalkannya suatu perbuatan; apabila ditinggalkan mendapat pahala dan apabila
dikerjakan tidak berdosa. Contohnya : merokok, makan bau-bauan, dan lain-lain.
AKHLAK
Akhlak (akhlak, jamak dari al-khulq = kebiasaan,
perangai, tabiat, dan agama). Tingkah laku yang
lahir dari manusia dengan sengaja, tidak
dibuat-buat, dan telah menjadi kebiasaan. Kata akhlak
dalam pengertian ini disebut dalam Al-Quran
dengan bentuk tunggalnya, khuluq, pada firman
Allah SWT yang merupakan konsiderans
pengangkatan Muhammad sebagai Rasul Allah [1].
Dijelaskan dalam Al-Quran sebagai berikut : .٦٨:٤
Atrinya
Sasaran Ahlak.
Dalam Islam, secara garis besar akhlak manusia
mencangkup tiga sasaran, yaitu terhadap Allah
SWT, terhadap bersama manusia, dan terhadap
lingkungannya.
Akhlah terhadap Allah SWT. Akhlak manusia
terhadap Allah SWT bertitik tolak dari
pengakuan dan kesadaran bahwa tidak ada
Tuhan selain Allah SWT yang memiliki segalah
sifat terpuji dan sempurna.
a. Mensucikan Allah SWT dan memuji-nya.
b. Bertaqwa (berserah diri) kepada Allah SWT
setelah berbuat atau berusaha lebih dahulu.
Akhlak Terhadap Sesama Manusia
a. Akhlak terhadap Oran Tua diantaranya sebagai berikut :
1. Memelihara keridaan orang tua 2. Berbakti kepada orang tua
3. Memelihara etika pergaulan kepada orang tua b. Akhlak terhadap kaum kerabat. Akhlak yang paling utama terhadap kaum kerabat ialah mengadakan
hubungan silaturahmi dan berbuat ihsan (baik) terhadap mereka, seperti mencintai mereka serta turut merasakan suka dan duka mereka. Diatara ayat-ayat yang berbicara tentang akhlak ini ialah surah an-Nisa (4) ayat 1 dan 36, surah ar-ra’d (13) ayat 25, surah al-israh (17) ayat 26, dan surah Muhammad (47) ayat 22. Diantara hadist Nabi SAW yang berbicara tentang akhlak ini ialah “Barang siapa
c. Akhlak terhadap tantangga. Diantara akhlak seseorang terhadap tantangganya ialah sebagai berikut.
1. Tidak menyakiti tetangganya. Baik dengan perbuatan maupun dengan perkataan
2. Berbuat ihsan (kebaikan) kepada tentangga diataranya ialah melakukan *takziah ketika
tetangganya mendapatkan musibah, melakukan
*tahnia ketika tetangganya mendapat kegembiraan, menjenguknya ketika sakit, menolongnya ketika
dimintai tolong.
ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN
A. Perkembangan Sains dan Teknologi, Serta Karakteristik dan Sumbernya
Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha
sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan
dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu
memberikan kepastian dengan membatasi lingkup
pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Kata ilmu dalam bahasa Arab "ilm" yang berarti
Dampak positif dari adanya Iptek adalah sebagai berikut :
1. Mampu meringankan masalah yang dihadapi manusia. 2. Mengurangi pemakaian bahan – bahan alami yang
semakin langka.
3. Membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat 4. Membawa manusia kearah lebih modern.
5. Menyadarkan kita akan keesaan Allah SWT
Sedangkan dampak negatif dari adanya Iptek adalah sebagai
berikut :
1. Dengan segala sesuatunya yang semakin mudah,
menyebabkan orang – orang menjadi malas berusaha sendiri. 2. Menjadi tergantung pada alat yang dihasilkan oleh IPTEK itu sendiri.
3. Melupakan keindahan alam.
4. Masyarakat lebih menyukai yang instan.
Allah SWT mewajibkan kepada kaum muslimin untuk belajar .Islam telah mengatur dan menggariskan
kepada ummatnya agar mereka menjadi ummat yang terbaik (dalam ilmu pengetahuan dan dalam segala
hal) dan agar mereka tidak salah dan tersesat, dengan memberikan bingkai sumber pengetahuan, yaitu:
1. Al-Qur’an dan Sunnah :
Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk menjadikan al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber pertama ilmu pengetahuan. Hal ini dikarenakan
keduanya adalah langsung dari sisi Allah SWT dan dalam pengawasannya, sehingga terjaga dari
kesalahan.
2. Alam semesta: