TEORI KOMUNIKSI MANUSIA
Chapter 1
Teori Komunikasi dan Ilmuan
A. DEFINISI KOMUNIKASI
Sebagaimana disebutkan dalam buku ini sangat sulit untuk mendefiniksan komunikasi. Sejumlah ahli berusaha mendefinisikan komunikasi, namun membuat satu definisi yang pasti tidaklah mungkin dilakukan. Namun Frank Dance kemudian membuat langkah besar untuk mengklarifikasikan konsep tersebut. Dance mengmukakan sejumlah elemen untuk membedakan komunikasi, dia menemukan tiga hal dari perbedaan konsep yang penting yang membentuk dasar komunikasi yaitu;
3 DIMENSI FRANK DANCE
1. Dimensi Tingkat Pengamatan (Level of observation)
Definisi ini bersifat luas dan inklusif, sementara define lainnya bersifat terbatas. Misalnya definisi komunikasi yang menyatakan “proses yang menghubungkan bagian yang terputus dari dunia yang hidup satu sama lain” yang bersifat umum. Disisi lain, komunikasi sebagai “sarana pengiriman pesan militer, perintah dan sebagainya malalui telepon, telegraf, radio, kurir,” yang sifatnya membatasi. 2. Dimensi Kesengajaan (Intentionality)
Sebagai definisi mengenai komunikasi yang dikemukakan para ahli hanya memasukkan factor pengiriman dan penerimaan pesan yangmemiliki kesengajaan atau maksud tertentu; sementara definisi lain tidak memasukkan batasan ini. Definisi berikut ini merupakan contoh definisi yang memasukkan factor kesengajaan atau maksud tertentu.
3. Dimensi Penilaian Normatif (Normative Judgement)
of information. Disini terjadi pengiriman informasi, namun pengiriman itu tidak harus berhasil diterima atau dipahami.
B. Studi Akademis Komunikasi
C. Proses Penyelidikan dalam Komunikasi 1. Model Dasar (Basic Model)
Dalam proses penyidikan dasar penyelidikan memberikan titik awal untuk memahami apa itu komunikasi sebagai bidang dan teori. Penyidikan (Enquiry) adalah system pengalaman yang mengarah pada suatu pemahaman, pengetahuan, dan teori. Seseorang yang terlibat dalam suatu penyidikan saat mencoba untuk mengetahui sesuatusecara teratur. Dalam system penyelidikan melibatkan tiga tahap antara lain; A. Pertanyaan (Questions)
Tahap pertama adalah mengajukan pertanyaaan. Gerald Miler dan Henry Nicholson percaya bahwa penyelidikan itu “tidak lebih dari sekedar proses mengajukan pertanyaan menarik dan signifikan, dan memberikan jawaban sistematis kepada mereka.” Pertanyaan bisa bermacam-macam. Pertanyaan tentang definisi dan berusaha untuk mengklarifikasi apa yang diamati atau disimpulkan. Apa itu? Apa yang akan kita sebut itu? Pertanyaan tentang fakta, bertanya tentang sifat dan hubungan dalam apa yang diamati. Apa itu terdiri dari? Bagaimana kaitannya dengan hal-hal lain? Pertanyaan tentang nilai probe estetika, pragmatis, dan kualitas dari pengalaman.
B. Observasi
Tahap kedua penyelidikan adalah observasi. Disini ilmuan mencari jawaban dengan mengamati fenomena yang sedang diteliti. Metode pengamatan bervariasi secara segnifikan dari satu tradisi ke tradisi lainnya. Beberapa ilmuan mengamati dengan memeriksa catatan dan artefak, yang lainnya dengan keterlibatan pribadi, beberapa dengan menggunakan instrument dan eksperimen yang terkontrol, dan sebagainya dengan mewawancarai orang. Apapun metode yang digunakan, penyidik menggunakan beberapa metode yang direncanakan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan tentang komunikasi.
C. Menjawab Pertanyaan (Construction answer)
Disini ilmuan mencoba untuk mendifinisikan, menggambarkan, dan menjelaskan, untuk membuat penilaian dan interprestasi tentang apa yang diamati. Tahap ini biasanya juga disebut sebagai teori, yang menjadi fokus buku ini.
Mengguraikan elemen dasar penyelidikan, namun mengabaikan perbedaan penting. Berbagai jenis penyelidikan mengajukan pertanyaan yang berbeda, menggunakan metode pengamatan yang berbeda, dan mengarah pada nberbagai jenis teori. Metode penyelidikan dapat dekelompokkan menjadi tiga bentuk, pengetahuan ilmiah, humanistik, dan social imiah.
A. Pengetauan Ilmiah (Scientific scholarship)
Ilmu pengetahuan sering dikaitkan dengan objektivitas, standarisasi, dan generalisasi. Para ilmuwan mencoba untuk melihat dunia sedemikian rupa. sehingga semua pengamat lain yang dilatih dengan cara yang sama dan menggunakan metode yang sama, akan melihat hal yang sama. Replica penelitian harus menghasilkan karya yang sama. Standarisasi dan replikasi pentin dalam sains karena para ilmuwan berasumsi bahwa dunia memiliki bentuk yang dapat diamati, dan mereka memandang tugas mereka sebagai penemuan dunia sebagaimana adanya. Tujuan sains adalah untuk mengamati dan menjelaskan duniak seakurat mungkin.