• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRATEGI AKTIVIS MAHASISWA UNTUK BERPRES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRATEGI AKTIVIS MAHASISWA UNTUK BERPRES"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI MAHASISWA UNTUK BERPRESTASI

DAN AKTIF DALAM ORGANISASI

(REFLEKSI PADA MAHASISWA BERPRESTASI PENGURUS

LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK) DARUL AMAL STAIN

SALATIGA)

Disusun guna mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang

diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah

STAIN Salatiga

Oleh:

Ahmad Fikri Sabiq NIM. 111 10 196

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN (HMJ) TARBIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA

(2)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dunia mahasiswa tidak lepas dari yang namanya organisasi yaitu

sebuah lembaga yang menjadikannya belajar lebih di samping belajar dalam

kelas. Dari sebuah organisasi, mahasiswa mencoba dalam perannya sebagai

kaum intelektual yang mengaktualisasikan dirinya dalam bidang organisasi

yang diinginkannya.

Pada umumnya, ada dua jenis organisasi kemahasiswaan yang diikuti

oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga, yaitu

yang berada di bawah naungan kampus (intra kampus) atau yang biasa

disebut dengan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) dan organisasi yang

tidak berada di bawah naungan kampus (ekstra kampus) atau yang biasa

disebut Elemen Gerakan Mahasiswa (EGM).

Yang dimaksud dengan organisasi yang berada di bawah naungan

kampus atau UKM ini yaitu organisasi yang resmi diakui sebagai tangan

panjang kampus sebagai sarana aktualisasi mahasiswa. Dengan demikian,

organisasi-organisasi ini mendapat legalitas dan mendapatkan dana kegiatan

dari kampus.

Di STAIN Salatiga, ada delapan belas unit organisasi kemahasiswaan

intra kampus, yaitu Dewan Mahasiswa (Dema), Senat Mahasiswa (Sema),

Resimen Mahasiswa (Menwa), Racana, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Syari’ah, Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), Koperasi

Mahasiswa (Kopma), Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH), CEC, Ittaqo,

Teater, STAIN Sport Club (SSC), STAIN Music Club (SMC), Mahasiswa

Pecinta Alam (Mapala), serta Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI).

Sedangkan yang dimaksud dengan organisasi ekstra kampus atau EGM

yaitu unit organisasi yang tidak diakui legalitasnya di kampus. Dengan

semikian, organisasi ini mendapatkan pendanaan secara mandiri. Pada

(3)

secara nasional. Diantara organisasi eksta kampus ini yaitu Kesatuan Aksi

Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam

Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa

Muhammadiyah (IMM), dan Front Persatuan Pemuda Indonesia (FPPI).

Kedua jenis organisasi ini mamiliki peran dan karakteristik

masing-masing sesuai dengan bidang yang difokuskannya. Mahasiswa yang aktif

dalam organisasi tentunya mendapatkan pengalaman dan ilmu lebih yang

didapatkan dibandingkan mahasiswa yang tidak aktif. Ilmu dan pengalaman

tersebut diantaranya yaitu ilmu tentang manajemen forum, bersosialisasi

dengan mahasiswa lainnya, ilmu keorganisasian, birokrasi, kepedulian, dan

lainnya.

Mahasiswa yang aktif dalam organisasi ini akan memiliki kepribadian

dan jiwa yang lebih kritis, analitis, dan memiliki jiwa yang lebih kreatif dari

pada mahasiswa yang pasif. Hal ini bisa disebabkan karena kegiatan-kegiatan

organisasi yang bisa mengarahkan kepada pengembangan intelektual dan

kreativitas. Jadi bisa dikatakan bahwa organisasi merupakan sarana belajar

tersendiri setelah pembelajaran di kelas. Orang yang berorganisasi juga

belajar memiliki sense of belonging atau rasa kepemilikan, yaitu kepemilikan terhadap organisasi yang diikutinya. Hal ini yang setidaknya dimiliki para

aktivis organisasi.

Akan tetapi dalam realitanya, tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan

dari mahasiswa yang aktif dalam organisasi memiliki nilai akademik yang

lebih rendah dari pada mahasiswa pasif. Selain itu, kebanyakan mahasiswa

yang aktif dalam organisasi memiliki waktu kuliah yang lama, atau bisa

dibilang telat lulus. Ketika idealnya mahasiswa S1 itu kuliah selama delapan

semester atau empat tahun, hal ini tidak berlaku bagi kebanyakan mahasiswa

yang aktif dalam organisasi.

Dengan semikian, banyak dari mahasiswa yang beranggapan bahwa

kesibukan dalam organisasi bisa menjadikan menurunnya prestasi akademik.

Sehingga muncul rasa takut bagi sebagian orang untuk ikut dalam

(4)

Meskipun demikian, banyak juga mahasiswa yang aktif dalam

organisasi yang memiliki prestasi di atas rata-rata. Hal ini yang menjadikan

kelebihan tersendiri bagi mahasiswa tersebut yang memiliki prestasi

akademik serta keaktifan dalam organisasi.

Maka dari itu, penulis mencoba mengamati terkait prestasi akademik

dari mahasiswa yang menjadi pengurus dalam salah satu unit keorganisasian,

yaitu pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal STAIN

Salatiga. Alasan dari penulis yang menjadikan organisasi ini sebagai objek

penelitian yaitu bahwa sebagian pengurus organisasi ini memiliki prestasi

akademik di atas rata-rata, yaitu Indeks Prestasi Komulatif (IPK) di atas 3,5.

Diharapkan dari penelitian ini, setidaknya dapat diketahui kira-kira

bagaimana strategi organisasi dalam meningkatkan prestasi akademik dari

anggotanya. Dengan latar belakang di atas, penulis membuat judul “STRATEGI MAHASISWA UNTUK BERPRESTASI DAN AKTIF DALAM ORGANISASI (REFLEKSI PADA MAHASISWA BERPRESTASI

PENGURUS LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK) DARUL AMAL

STAIN SALATIGA)”. B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, penelitian ini merumuskan beberapa

pertanyaan sebagai rumusan masalah penelitian, yaitu sebagai berikut:

1. Bagaimana cara yang dilakukan mahasiswa pengurus Lembaga

Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal STAIN Salatiga untuk

mendapatkan prestasi akademik yang bagus?

2. Bagaimana cara untuk aktif dalam organisasi dan mamiliki prestasi

akademik yang bagus?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian yang terkait dengan prestasi akademik serta

keaktifan dalam organisasi ini yaitu sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui cara yang dilakukan pengurus Lembaga Dakwah

Kampus (LDK) Darul Amal STAIN Salatiga untuk mendapatkan

(5)

2. Untuk mengetahui cara untuk aktif dalam organisasi dan memiliki

prestasi akademik yang bagus.

D. Manfaat Penelitian

Dari penelitian ini, diharapkan bisa memberikan suatu manfaat yang

bisa digunakan ke depan.

1. Manfaat teoritis

Dengan dilaksanakannya penelitian ini, diharapkan hasil darinya

dapat memperkaya khazanah kajian keilmuan dalam bidang prestasi

akademik dan kemahasiswaan.

2. Manfaat praktis

a. Manfaat bagi mahasiswa

Penelitian yang direncanakan ini diharapkan memberikan

pemahaman kepada mahasiswa terkait dengan model atau cara

belajar dan tips berorganisasi agar tidak mengganggu aktifivitas

akademik.

b. Manfaat bagi lembaga terkait

Penelitian yang akan dilakukan ini diharapkan tidak hanya

memberikan solusi praktis bagi mahasiswa, akan tetapi juga

memberikan manfaat kepada lembaga terkait, yaitu Lembaga

Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal STAIN Salatiga. Manfaat

yang didapatkannya yaitu terkait strategi keorganisasian kaitannya

dengan prestasi anggotanya.

E. Penegasan Istilah

Untuk memperoleh gambaran yang jelas dan supaya terhindar dari

timbulnya kesalah pahaman terhadap apa yang terkandung dalam judul

penelitian ini, maka perlu diperjelas dan dibatasi pengertian yang terkandung

dalam variabel penelitian sebagai berikut:

1. Strategi

Strategi merupakan rencana yang cermat mengenai kegiatan

untuk mencapai sasaran khusus (KBI, 2009:751). Sedangkan dalam

(6)

secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan,

perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Sementara Wina Sanjaya (2008:34) mengemukakan bahwa

strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus

dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai

secara efektif dan efisien.

2. Prestasi belajar

Prestasi belajar merupakan hasil dari kesatuan proses kegiatan

pembelajaran yang diikuti oleh seseorang. Dalam hal ini yang dimaksud

adalah prestasi belajar yang diraih oleh seorang mahasiswa. Prestasi

belajar dikategorikan menjadi dua hal, yaitu prestasi dalam hal nilai

akademik dan prestasi dalam hal lulus dengan tepat waktu.

Dalam penelitian ini, penulis membatasi yang dimaksud dengan

prestasi belajar adalah prestasi nilai akademik. Nilai hasil belajar dalam

perkuliahan disebut dengan Indeks Prestasi (IP) untuk tiap semesternya

dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk rata-rata dari total

keseluruhan semester yang sudah ditempuh.

Terkait dengan nilai ini, peneliti menggunakan patokan Indeks

Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai tolok ukur prestasi belajar. Dalam

Buku Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan STAIN Salatiga tahun

2010, disebutkan predikat nilai IPK ini sebagai berikut:

- 2,00-2,49 = cukup

- 2,50-2,99 = memuaskan

- 3,00-3,49 = sangat memuaskan

- 3,50-4,00 = cumlaude

Dari predikat di atas, peneliti akan mengambil sampel yaitu dari

mahasiswa dari pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul

Amal STAIN Salatiga yang memiliki nilai IPK di atas 3,50.

(7)

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena peneliti

hendak mengetahui lebih dalam terkait alasan berprestasi seiring keaktifan

dalam organisasi.

2. Kehadiran Peneliti

Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan metode

wawancara dan dokumentasi. Peran peneliti dalam penelitian ini adalah

sebagai pengamat penuh. Dengan demikian kehadiran peneliti atas

sepengetahuan subjek penelitian.

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa dari pengurus Lembaga

Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal STAIN Salatiga yang memiliki nilaii

IPK di atas 3,50.

4. Sumber Data

Yang menjadi data utama atau sumber data primer adalah mahasiswa

dari pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal STAIN

Salatiga yang memiliki nilai IPK di atas 3,50. Sedangkan penentuan

sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan maksud dan tujuan penelitian.

5. Prosedur Pengumpulan Data

a. Metode Wawancara

Metode wawancara atau interview adalah cara pengumpulan

bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan memberikan

pertanyaan kepada narasumber.

b. Metode Dokumentasi

Penelitian ini menggunakan dokumentasi untuk

mendokumentasikan hal-hal yang mendukung dari penelitian ini.

Hal-hal yang didokumentasikan yaitu profil tentang Lembaga Dakwah

Kampus (LDK) Darul Amal STAIN Salatiga dan bukti Indeks Prestasi

Kumulatif (IPK) mahasiswa terkait.

(8)

Analisis data dari hasil wawancara dan dokumentasi ini adalah

dengan cara sebagai berikut:

a. Reduksi Data

b. Penyajian Data

c. Penarikan Kesimpulan

7. Pengecekan Keabsahan Data

Pengecekan data dari hasil wawancara dan dokumentasi ini yaitu

dengan cara membandingkan hasil wawancara seseorang dengan orang

lainnya.

8. Tahap-tahap Penelitian

Adapun tahap-tahap penelitian dalam penelitian ini yaitu:

1. Mengamati obyek

2. Menentukan judul

3. Mencari landasan teori

4. Pengamatan dengan beberapa tahap

5. Memproses data

G. Sistematika Penulisan

Rangkaian laporan penelitian ini disusun dengan sistematika penulisan

sebagai berikut:

1. Bab I Menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah,

tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah, metode

penelitian, dan sistematika penulisan.

2. Bab II Menjelaskan tentang landasan teori dari penelitian ini.

3. Bab III Menulis hasil pengamatan, data-data, hasil wawancara, dan

hasil observasi.

4. Bab IV Membahas hasil dari wawancara dan dokumentasi, serta

menganalisisnya, dan membuat sebuah kesimpulan.

5. Bab V Membahas tentang kesimpulan dari hasil penelitian ini,

serta pernyataan untuk memberikan saran terhadap penelitian ini

(9)

BAB II KAJIAN TEORI A. Pengertian Organisasi Kemahasiswaan

Sedangkan dalam buku pedoman penyelenggaraan pendidikan STAIN

Salatiga disebutkan bahwa organisasi kemahasiswaan STAIN Salatiga adalah

wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan

dan peningkatan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan

kecerdasan spiritual.1

Mahasiswa adalah seorang siswa yang telah mencapai tingkat lebih tinggi lagi. Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menuntut ilmu di

perguruan tinggi. Mahasiswa adalah seseorang yang memiliki potensial

dalam memahami perubahan dan perkembangan di dunia pendidikan dan

lingkungan masyarakat. Yang memiliki posisi dan peran sebagai agent of

change, social controler, dan the future leader.

Mahasiswa sebagai bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat yang mau tidak mau pasti terlibat langsung dalam tiap fenomena sosial, harus

mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam akselerasi

perubahan keumatan ke arah berkeadaban.

Organisasi adalah sebuah sistem (wadah) yang terdiri dari sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis, yang saling berinteraksi,

memanfaatkan sumber daya dan memiliki harapan dan kepentingan bersama

untuk mencapai tujuan bersama

Nilai Indeks Prestasi adalah tingkat keberhasilan studi yang dicapai oleh mahasiswa dari semua kegiatan akademik yang diikuti mahasiswa dalam

jangka tertentu, yang dinyatakan dalam bentuk bilangan. Indeks Prestasi

terdiri atas 2 macam, yaitu Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif

(IPK) pada setiap semesternya.

B. Berprestasi Akademik

Prestasi akademik sebagaimana didefinisikan oleh Crow adalah

diartikan sebagai tingkat pembelajaran dari instruksi yang diberikan padanya

1

(10)

dalam area pembelajaran tertentu atau dengan kata lain prestasi tercermin

oleh tingkat keterampilan dan pengetahuan yang telah di sampaikan

padanya.2

Dalam perkuliahan, hasil dari proses pembelajaran disebutkan dengan

Indeks Prestasi (IP). Dalam buku pedoman penyelenggaraan pendidikan

STAIN Salatiga disebutkan bahwa Indeks Prestasi (IP) yaitu nilai kredit

rata-rata yang merupakan satuan nilai akhir yang menggambarkan mutu

penyelesaian suatu program pendidikan. Indeks prestasi dihitung pada setiap

akhir semester yang hasilnya disebut dengan IP Semester, dan pada akhir

program pendidikan yang hasilnya disebut IP Kumulatif (IPK).

Cara menghitung Indeks Prestasi adalah menjumlahkan kredit mata

kuliah yang diperoleh dikalikan dengan nilai masing-masing mata kuliah,

kemudian dibagi dengan jumlah kredit mata kuliah yang diambil.3

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Secara garis besar, ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar

seseorang, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.4

1. Faktor Internal

Faktor Fisiologis. Secara umum kondisi fisiologis, seperti

kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah dan capek, tidak

dalam keadaan cacat jasmani dan sebagainya. Hal tersebut dapat

mempengaruhi peserta didik dalam menerima materi pelajaran.

Faktor Psikologis. Setiap indivudu dalam hal ini peserta didik

pada dasarnya memiliki kondisi psikologis yang berbeda-beda, tentunya

hal ini turut mempengaruhi hasil belajarnya. Beberapa faktor psikologis

meliputi intelegensi (IQ), perhatian, minat, bakat, motif, motivasi,

kognitif dan daya nalar peserta didik.

1. Faktor Eksternal

2

http://www.psychologymania.com/2013/06/pengertian-prestasi-akademik.html 3

Buku Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan STAIN Salatiga tahun 2010, hlm. 83.

4

(11)

Faktor Lingkungan. Faktor lingkungan dapat mempengurhi hasil

belajar. Faktor lingkungan ini meliputi lingkungan fisik dan lingkungan

sosial. Lingkungan alam misalnya suhu, kelembaban dan lain-lain.

Belajar pada tengah hari di ruangan yang kurang akan sirkulasi udara

akan sangat berpengaruh dan akan sangat berbeda pada pembelajaran

pada pagi hari yang kondisinya masih segar dan dengan ruangan yang

cukup untuk bernafas lega.

Sedangkan menurut Sunarto (2009) faktor-faktor yang mempengaruhi

hasil belajar antara lain: 1. Faktor Intern

Faktor intern adalah faktor-faktor yang berasal dari dalam diri

seseorang yang dapat mempengaruhi prestasi belajarnya. Diantara

faktor-faktor intern yang dapat mempengaruhi prestasi belajar

seseorang antara lain kecerdasan/intelegensi, bakat, minat, motivasi.

2. Faktor Ekstern

Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi

prestasi belajar seseorang yang sifatnya berasal dari luar diri seseorang

tersebut. Yang termasuk faktor-faktor ekstern antara lain yaitu keadaan

lingkungan keluarga, keadaan lingkungan sekolah, keadaan lingkungan

masyarakat.5

5

(12)

BAB III

LAPORAN HASIL PENELITIAN A.Sejarah

LDK Darul Amal STAIN Salatiga didirikan secara resmi pada tanggal 28

April 2002. Berikut cerita singkat dari sejarah berdirinya lembaga tersebut

yang dikutip dari buku profil LDK Darul Amal STAIN Salatiga 2013.

Keadaan masyarakat kampus STAIN Salatiga khususnya di kalangan mahasiswa yang jauh dari nilai-nilai Islam menjadikan sebagian mahasiswa STAIN Salatiga terketuk hati untuk menciptakan sebuah wadah untuk mengarahkan saudaranya ke jalan yang lebih baik dan diridhoi Allah swt. Para mahasiswa yang peduli tersebut kemudian membentuk sebuah wadah bernama Forum Studi Ilmiah (FSI) Refleksi. Kemudian pada tanggal 28 April 2002, FSI Refleksi tersebut secara resmi diakui menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa di STAIN Salatiga dengan berganti nama menjadi Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM). Dan, selanjutnya pada Musyawarah Akbar (MUSYAK) I, LDM ini berubah nama menjadi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal STAIN Salatiga.

B.Visi dan Misi

Sebuah lembaga tentunya memiliki visi dan misi yang diembannya.

Adapun visi dan misi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal STAIN

Salatiga yaitu sebagai berikut:

1. Visi:

Sebagai wadah positif bagi mahasiswa STAIN Salatiga untuk melahirkan

kader-kader yang robbaniyah, ilmiyah dan profesional.

2. Misi:

- Menghimpun, membina, memberdayakan dan mengarahkan

mahasiswa guna menigkatkan kualitas ruhiyah, fikriyah, jasadiyah dan

perannya di kampus STAIN Salatiga serta masyarakat secara luas.

- Menyebarkan nilai-nilai Islam dalam mewujudkan kampus yang

islami.

C.Struktur

Adapun struktur pengurus Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Darul Amal

STAIN Salatiga ini yaitu sebagai berikut:

(13)

Sekum : Mucharror

Biro kestari : Khusnul Arifah B.

Bendum : ARR Karim

Biro danus : Siti Qomariyah

Kabid Kaderisasi : Mohamad Ali shodikin

Sekbid : Siti Fatimah

Sekbid : Gunarti Yulfani

Staf :

Kabid Nisa’ : Yeni Purnamasari

Sekbid : Diantina Bashiroh

Staf :

a. Ibtida’, yaitu sebagai pintu gerbang dan sarana perekrutan anggota baru.

b. MisKa (Majelis Kader), yaitu konsep belajar berbasis kelompok studi

untuk mendapatkan tambahan wawasan keislaman yang dilakukan tiap

(14)

c. Small Islamic Environment (SIE), yaitu sebagai sarana menambah

wawasan keislaman berbasis klasikal, yang juga sebagai monitoring

terhadap kader yang dilakuan tiap bulan.

d. Training Kader, yaitu merupakan jenjang pengkaderan dari anggota yang

dilaksanakan di akhir semester kedua dan ketiga.

e. Data Base Kader, yaitu mendata kader dan perubahan-perubahan yang terjadi pada kader lembaga ini.

2. Bidang Syi’ar

a. Kajian Intensif Mahasiswa yang dilaksanakan tiap dua pekan sekali.

b. Penerbitan Buletin Iltizam setiap bulan sekali.

c. Pesantren kilat di beberapa sekolah di Salatiga tiap Bulan Ramadhan

d. Training-training untuk mahasiswa dan pelajar se-Salatiga, seperti

training pidato, training Bahasa Jawa, dan sebagainya.

e. Diskusi dan kajian terhadap isu kontemporer

f. Menjalin hubungan dengan rohis-rohis sekolah dan lembaga atau instansi

yang berbasis Islami.

3. Bidang Nisa’

a. Madrasah Nisa’ (Manis), yaitu training keterampilan untuk perempuan

yang diadakan tiap bulan.

b. Madrasah for Akhwat (Mafora), yaitu kajian untuk perempuan.

c. Kajian Rutin Muslimah (Karimah), yaitu kajian tentang perempuan yang diadakan tiap hari jum’at.

d. Dauroh Pra Nikah (DPN), yaitu training yang memberikan bekal kepada

remaja tentang bab-bab pernikahan.

e. Dauroh Mar’atus Sholihah (DMS), training wawasan keislaman dan

motivasi kepada perempuan yang diadakan tiap semester.

E.Hasil Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis mencoba mewawancarai beberapa

mahasiswa berprestasi dari pengurus LDK Darul Amal STAIN Salatiga. Ada

(15)

No Nama Jurusan/Prodi Angk IPK Keaktifan selain di LDK

1 Rini Riftiyani Tarbiyah/PAI 2011 3,75 Mengajar di RA

2 Nofi Zuliyati N. Tarbiyah/TBI 2012 3,78 CEC, JQH

3 Endang Tri W Tarbiyah/PGMI 2011 3,54 TPA, KAMMI

4 Al Milatul Mizza Tarbiyah/PAI 2011 3,61 -

5 Widi Utami Tarbiyah/PGMI 2011 3,72 Karang Taruna, Yayasan

Dari lima mahasiswa tersebut, penulis rasa sudah cukup untuk

memberikan kontribusinya dalam menjawab rumusan permasalahan ini. dari

kelima narasumber tersebut, penulis memberikan pertanyaan-pertanyaan pada

wawancaranya terkait dengan berorganisasi dan berprestasi.

Terkait dengan alasan berprestasi di akademiknya, penulis menanyakan

apakah ada sebab yang melatarbeakangi narasumber sehingga bisa

mendapatkan prestasi tersebut, semisal pernah belajar di pesantren sehingga

nilai-nilai mata kuliah yang basicnya Islam bisa mendapatkan prestasi atau nilai yang bagus, semisal untuk bahasa Inggris mungkin pernah belajar kursus

atau lainnya, dan sebagainya.

Dari pertanyaan tersebut, didapatkan jawaban dari kelimanya yaitu

bahwa tidak ada hal yang melatar belakangi antara program studi dan latar

belakang pengalamannya. Semua berawal dari keinginan untuk belajar terkait

progran studi yang dipilihnya. Semua berawal dari usaha, dukungan orang tua,

dan orang-orang sekitar, serta doa yang dipanjatkan kepada-Nya. “Yang

pertama adalah atas izin Allah, meliputi usaha dan doa, dukungan kedua orang tua, didikan dan bimbingan para guru dan orang-orang di sekeliling kita yang memiliki kemuliaan untuk berbagi ilmu atau pengetahuan yang mereka miliki. Juga motivasi untuk menjadi orang yang berilmu dan

bermanfaat bagi sesama.” demikian katan Nofi Zuliyati Ningsih ketika ditanya terkait hal tersebut. (12 November 2013)

Sedangkan Endang menuturkan bahwa latar belakang dari prestasinya ini

bukan karena faktor awal yaitu adannya hubungan antara kemampuan awal

(16)

semangat dan kepercayaan dari orang tua, keluarga, dan orang-orang tercinta.

(16 November 2013)

Kemudian terkait dengan strategi menyeimbangkan antara akademik dan

organisasi, penulis juga melakukan wawancara kepada narasumber terkait hal

tersebut. Rini Riftiyani menuturkan bahwa dia masih mementingkan kuliah

(akademik) dari pada berorganisasi. (27 November 2013) Mengutamakan akademik. Sebisa mungkin saya tidak mengabaikan aktivitas akademik, karena ini terkait dengan pertanggungjawaban saya terhadap amanah orang tua, apalagi dapat beasiswa, amanah rakyat.” tutur Widi Utami. (18 November 2013) Novi Zuliyati Ningsih juga menuturkan terkait dengan hal tersebut.

Memprioritaskan akademik dahulu dibandingkan organisasi. Terutama ketika ada undangan rapat atau kegiatan seperti seminar, trainig atau kompetisi-kompetisi, saya lebih mementingkan kuliah, selanjutnya baru akan mengikuti berbagai kegiatan tersebut seusai kuliah. Prinsip saya, saya tidak ingin nilai akademik maupun kegiatan-kegiatan akademik terganggu karena fokus di organisasi. Walaupun saya juga ingin tetap memberikan yang terbaik dalam

berorganisasi.‟‟ tutur Novi Zuliyati Ningsih. (12 November 2013)

“Mengaturnya, seperti pada orang umumnya, lebih mementingkan akademik

dibanding organisasi.” tutur juga oleh Al Milatul Mizza. (27 November 2013) Dari penuturan bahwa narasumber labih mendahulukan antara akademik

dari pada organisasi ini, penulis selanjutnya menanyakan terkait pola belajar

yang dipakai. Seiringnya belajar sungguhan di saat ada ujian atau tugas. Saat ini belajarnya kurang maksimal karena kondisinya sudah lelah, tetapi

biasanya waktu belajar yang efektif yaitu setelah „isya`, sebelum tidur” tutur Rini Riftiyani. (27 November 2013) Novi Zuliyati Ningsih juga menjelaskan yaitu “Waktu belajar kurang teratur setiap harinya. Kadang belajar kadang

tidak, tapi diusahakan membaca buku setiap hari. Waktu belajar adalah

malam hari ba‟da „isya` setelah makan malam. Caraya yaitu dengan

menyiapkan materi atau buku yang dibutuhkan saat kuliah, berusaha mengerjakan tugas sebelum deadline dan mengumpulkan tepat waktu,

(17)

BAB IV PEMBAHASAN

Berorganisasi merupakan sebuah pilihan bagi seorang mahasiswa. Dalam

sebuah penelitian di IAIN Mataram berjudul “Pengaruh Organisasi Intra Kampus

terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan IPS Ekonomi Semester

V di IAIN Mataram Tahun Akademik 2009/2010”, ada sebuah hasil atau

kesimpulan yaitu bahwa prestasi belajar mahasiswa yang mengikuti organisasi

intra kampus lebih baik/tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar mahasiswa

yang tidak mengikuti organisasi intra kampus.

Selanjutnya, dari hasil wawancara di atas, penulis memberikan pembahasan

terkait dengan berorganisasi dan berprestasi. Pembahasan tersebut difokuskan

pada beberapa permasalahan, yaitu:

1. Keseimbangan antara akademik dan organisasi

Penulis berpendapat bahwa berorganisasi memang penting adanya.

Karena dari organisasi, seorang mahasiswa bisa memiliki pengalaman lebih

dari pada mahasiswa yang tidak berorganisasi. Dan pengalaman dalam

organisasi tentunya akan bermanfaat kelak ketika sudah hidup di

masyarakat.

Kemudian untuk membangun strategi agar dalam berorganisasi ini

tetap bisa berprestasi yaitu dengan tetap mendahulukan akademik dari pada

kegiatan organisasi. Hal inilah yang setidaknya dilakukan oleh narasumber

dari pengamatan ini.

2. strategi belajar mahasiswa yang aktif dalam organisasi

Selanjutnya, terkait dengan strategi belajarnya, dari pengamatan ini

bisa diambil strateginya yaitu dengan memilih waktu yang efektif untuk

belajar. Dan setiap orang tentunya memiliki waktu-waktu yang efektif

tersendiri.

3. Peran yang bisa dilakukan organisasi untuk mendukung anggotanya

berprestasi

Dan peran yang bisa dilakukan organisasi untuk mendukung prestasi

(18)

anggotanya. Berorganisasi merupakan kepentingan bersama untuk

mengimplementasikan visi dan misi serta cita-cita dari organisasi tersebut.

Kegiatan akademik merupakan kegiatan yang sifatnya individual,

sedangkan kegiatan organisasi adalah kegiatan bersama.

Jadi, ketika seseorang itu lebih mendahulukan organisasi, maka

akademiknya tidak ada yang menggantikannya. Sedangkan jika seseorang

mendahulukan akademik, mungkin untuk kegiatan organisasi bisa

digantikan seseorang lainnya dan tentunya ini masih bisa jalan..

Terlepas dari hal itu, penulis menambahkan bahwa seseorang harus

memiliki skala prioritas. Skala prioritas tersebut yaitu:

1. Penting dan mendesak

2. Mendesak dan tidak penting

3. Tidak penting dan mendesak

4. Tidak penting dan tidak mendesak

Jadi, antara organisasi dan akademik ini bisa diterapkan konsep

(19)

BAB V PENUTUP A.Kesimpulan

Dari pemaparan di atas, penulis mengambil kesimpulan yaitu sebagai

berikut:

1. Orang yang aktif dalam organisasi tetap bisa memiliki prestasi

akademik yang bagus.

2. Dalam berorganisasi dan akademik, seseorang bisa mendahulukan

kegiatan akademik dari pada kegiatan organisasi

3. Organisasi memiliki peran terhadap prestasi akademik anggotanya

B. Saran

1. Bagi mahasiswa

a. Jangan takut untuk berorganisasi dengan alasan khawatir nilai

akademiknya akan turun.

b. Ketika berorganisasi, tetap dahulukan akademik dengan

mempertimbangkan skala prioritas.

c. Buatlah pola atau strategi belajar sesuai dengan kondisi dan kesukaan

dari masing-masing.

2. Bagi organisasi

Saran bagi organisasi yaitu jangan memaksakan anggota dalam

berorganisasi. Karena organisasi adalah tujuan kedua dari rumah dimana

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Buku Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan STAIN Salatiga tahun 2010

http://www.psychologymania.com/2013/06/pengertian-prestasi-akademik.html

http://dedi26.blogspot.com/2013/01/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-hasil.html

Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer Mengembangkan Profesionalisme Guru Abad 21. Bandung: Alfabeta Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Dan R&D,

Referensi

Dokumen terkait

Menarik untuk mengetahui apa motivasi anggota Jamaah Tabligh dalam berdakwah, bagaimana anggota Jamaah Tabligh memaknai kegiatan mereka, bagaimana persiapan mereka sebelum

Dengan adanya Gelanggang Remaja sebagai wadah interaksi sosial remaja di Manado yang di rencanakan adalah tempat pendidikan nonformal remaja (usia 15-22 tahun), dapat

Ada banyak kejadian bencana terjadi pada tahun 2009 tetapi dampak pada korban jiwa terbanyak terjadi pada tahun 2008, dimana lebih dari 200 orang luka-luka yang

Berdasarkan penelitian yang dilakukan penulis pada karyawan Bank Nagari Cabang Pembantu Kinali Pasaman Barat dan hasilnya telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka

Kepercayaan diri pada individu akan dapat menunjang intensi wirausaha karena adanya kepercayaan bahwa usaha yang akan dilakukan dapat menuai keberhasilan, sehingga

Dengan menggunakan data dari observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan (1) motivasi mayoritas politisi di Seberang Kota Jambi memasukkan agama ke

VOOR LANDBOUW ONDERWIJZERS DI BOGOR. Selama saja mendjalankan verlof satoe boelan lamanja, sedjak dari 13 Maart sampai • 12 April 1930 di Soematera Selatan dan Betawi, adalah

a) Mewujudkan tujuan keselamatan radiasi. b) Meyusun, mengembangkan, melaksanakan, dan medokumentasikan program proteksi dan keselamtan radiasi, yang dibuat berdasarkan sifat