BAB 1
BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.1 Latar belakang
Derasnya arus globalisasi yang semakin mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Derasnya arus globalisasi yang semakin mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat dun
dunia, ia, jugjuga a memmempenpengargaruhi uhi munmunculculnynya a masmasalah alah ataatau u penypenyimpimpangangan an etietik k sebasebagai gai akiakibatbat kemaju
kemajuan an teknoteknologi atau logi atau ilmu ilmu pengpengetahuaetahuan n yang menimbulyang menimbulkan kan konflkonflik ik terhadterhadap ap nilainilai. . AruAruss kesejahteraan ini tidak dapat dibendung, pasti akan mempengaruhi pelayanan kebidanan. kesejahteraan ini tidak dapat dibendung, pasti akan mempengaruhi pelayanan kebidanan. Dalam hal ini bidan yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas mengontrol dirinya Dalam hal ini bidan yang praktek mandiri menjadi pekerja yang bebas mengontrol dirinya sen
sendidiriri. . SiSitutuasasi i inini i akakan an bebesasar r sesekakali li pepengngaruaruhnhnya ya terterhahadadap p kekemumungngkikinanan n teterjarjadidinynyaa penyimpangan etik.
penyimpangan etik.
Masalah etik tentang kesehatan yang muncul di masyarakat belakangan ini semakin Masalah etik tentang kesehatan yang muncul di masyarakat belakangan ini semakin terlihat. Misalnya saja, kasus aborsi.Di sisi lain aborsi dengan alasan non medik dilarang terlihat. Misalnya saja, kasus aborsi.Di sisi lain aborsi dengan alasan non medik dilarang dengan keras di Indonesia tapi di sisi lainnya aborsi ilegal meningkatkan resiko kematian dengan keras di Indonesia tapi di sisi lainnya aborsi ilegal meningkatkan resiko kematian aki
akibat bat kurkurangangnynya a fasifasilitalitas s dan dan praprasarasarana na medmedis, is, bahbahkan kan aboaborsi rsi ilegilegal al sebsebagiagian an besabesarnyrnyaa dilaku
dilakukan kan dengdengan an cara cara tradisitradisional onal yang semakin yang semakin meninmeningkatkgkatkan an resiko tersebut.bukresiko tersebut.bukan an hanyhanyaa kasus aborsi melainkan juga kasus adopsi atau pengangkatan anak dan perdagangan manusia. kasus aborsi melainkan juga kasus adopsi atau pengangkatan anak dan perdagangan manusia.
Bid
Bidan an sebsebagai agai pempemberberi i pelpelayaayanan nan harharus us menmenjamjamin in pelpelayaayanan nan yanyang g proprofesfesionional al dandan akuntabilitas serta aspek legal dalam pelayanan kebidanan. Bidan sebagai praktisi pelayanan akuntabilitas serta aspek legal dalam pelayanan kebidanan. Bidan sebagai praktisi pelayanan harus menjaga perkembangan praktik berdasarkan evidence based fakta yang ada! sehingga harus menjaga perkembangan praktik berdasarkan evidence based fakta yang ada! sehingga berbagai
berbagai dimensi dimensi etik etik dan dan bagaimna bagaimna kedekatan kedekatan tentang tentang etika etika merupakan merupakan hal hal yang yang pentingpenting untuk digali dan dipahami.
untuk digali dan dipahami.
1.2
1.2 Rumusan
Rumusan Masalah
Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut" Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut"
#.
#. ApApa a sasaja ja isuisu$is$isu u lelegagal l dadalalam m kekebibidadananan n yayang ng teterkrkait ait dedengngan an ababororsi,si,adadopopsi si atatauau pengangkatan anak dan perdagangan
pengangkatan anak dan perdagangan manusia%manusia% &.
&. BagaimBagaimana peran tenana peran tentang kastang kasus yang bus yang berkaitaerkaitan dengan in dengan isu$isu lsu$isu legal dalam pegal dalam pelayanelayananan kebidanan%
kebidanan%
1.3 Tujuan
1.3 Tujuan
'embuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang " 'embuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang "
#.
#. (n(ntutuk k memengngetaetahuhui i apapa a sasaja ja isuisu$i$isu su lelegagal l dadalam lam kekebibidadanan nan yayang ng teterkrkait ait dedengnganan aborsi,adopsi atau pengangkatan anak dan
aborsi,adopsi atau pengangkatan anak dan perdagangan manusia%perdagangan manusia% &.
&. (ntuk m(ntuk mengetahengetahui bagaui bagaimana peimana peran tentaran tentang kasung kasus yang bers yang berkaitan dkaitan dengan iengan isu$isu lsu$isu legalegal dalam pelayanan kebidanan%
BAB
PEMBAHA!AN
2.1 Ab"rs#
Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah )abortus*.berarti pengeluaran hasil konsepsi pertemuan sel telur dan sel sperma! sebelum janin dapat hisup diluar kandungan.ini adalah suatu peoses pengakhiran hidup dari janin
sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh.
Dalam dunia kedokteran dikenal + macam aborsi yaitu "
#. Aborsi Spontan atau alamiah " berlangsung tanpa tindakan. ebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma.
&. Aborsi buatan atau sengaja " pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan &- minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun pelaksana aborsi.
+. Aborsi trapeutik atau medis " pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat
membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. etapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa$gesa.
a. Alasan Aborsi
Aborsi dilakukan oleh seorang /anita hamil baik yang telah menikah maupun yang belum menikah dengan berbagai alasan. Akan tetapi alasan yang paling utama adalah alasan$
alasan yang non$medis termasuk jenis aborsi buatan atau sengaja!
Alasan yang sering dilontarkan adalah masih terlalu muda terutama mereka yang hamil di luar nikah!, aib keluarga, atau sudah memiliki banyak anak. Ada orang yang menggugurkan kandungan karena tidak mengerti apa yang mereka lakukan, sebaliknya hanya menunjukkan ketidakpedulian seorang /anita yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Data ini juga didukung oleh studi dari Aida orres dan 0ac1ueline Sarroch 2orrest #33-! yang menyatakan bah/a hanya #4 kasus aborsi karena perkosaan atau incest hubungan intim satu darah!, +4 karena membahayakan nya/a calon ibu, dan +4 karena janin akan bertumbuh dengan cacat tubuh yang serius. Sedangkan 3+4 kasus aborsi adalah
karena alasan$alasan yang sifatnya untuk kepentingan diri sendiri termasuk takut tidak mampu membiayai, takut dikucilkan, malu atau gengsi.
b. 5ukum Aborsi
Menurut hukum$hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah )Abortus 'rovocatus 6riminalis*
7ang menerima hukuman adalah" a. Ibu yang melakukan aborsi
c. 8rang$orang yang mendukung terlaksananya aborsi
UU $esehatan N".23 Tahun 1%%2
Pasal 1&'
1. Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan ji/a ibu hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu.
&. indakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat # hanya dapat dilakukan" +. Berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya tindakan tersebut.
9. 8leh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan ke/enangan untuk itu dilakukan sesuai dengan tanggung ja/ab profesi erta berdasarkan pertimbangan tim ahli.
:. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau suami atau keluarganya. ;. 'ada sarana kesehatan tertentu..
Sedangkan, Pasal ()'
#. Barangsiapa dengan sengaja melakukan tindakan medis tertentu terhadap ibu hamil yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal #: ayat #! dan ayat 3&!, dipidana dengan pidana penjara paling lama #: liam belas! tahun dan pidana denda paling banyak <p :==.===.===,== lima ratus juta rupiah!.
*"nt"h kasus
Terkait Kasus Aborsi di Sentosa Lama, Dr dan Bidan Ditahan Poltabes Medan
erkait kasus dugaan melakukan aborsi di salah satu rumah yang diduga dijadikan sebagai tempat praktek aborsi di 0alan >ubuk uda ?ang Marco Sentosa >ama yang digerebek anggota <eskrim 'oltabes Medan, Sabtu #&@#&! lalu, dua orang telah dijadikan tersangka dan masih ditahan di Mapoltabes Medan. edua tersangka yakni Dr 0 dan Bidan M.
!"lus#
Berdasarkan (ndang$(ndang esehatan o &+ tahun #33&, dijelaskan bah/a tindakan medis dalam bentuk apapun dan atau pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum, norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan. amun dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan ji/a ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu. Indikasi medis adalah suatu kondisi yang benar$benar mengharuskan diambil tindakan medis tertentu, sebab tanpa tindakan medis tertentu itu, ibu hamil dan atau janinnya terancam bahaya maut.
'asangan suami istri yang tidak mempunyai anak atau yang memutuskan untuk tidak mempunyai anak dapat mengajukan permohonan pengesahan atau pengangkatan anak. Demikian juga bagi mereka yang memutuskan untuk tidak menikah atau tidak terikat dalam perka/inan.
'<MS <I #9;9 MS '<@C@&=#= A? II DA
'7>??A<AA '<A BIDA BAB IE '6AAA DA '>A'8<A Pasal 2)
#. dalam melakukan tugasnya bidan /ajib melakukan pencatatan dan pelaporan sesuai dengan pelayanan yang diberikan
&. 'elaporan sebagaimana yang dimaksud pada ayat #! ditujukan kepada puskesmas /ilayah tempat praktik.
+. Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat & untuk bidan yang bekerja difasilitas pelayanan kesehatan
'ASA> :+ A7A #, &, + DA 9
#. enaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya
&. enaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berke/ajiban untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien
+. enaga kesehatan untuk kepentingan pembuktian dapat melakukan tindakan medis terhadap seseorang dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan yang
bersangkutan
9. etentuan mengenai standar profesi dan hak$hak pasien sebagaimana dimaksud dalam ayat &! ditetapkan dengan 'eraturan 'emerintah
$eja+#an
'enculikan bayi diambil di <umah Sakit atau 'uskesmas terkait dengan adopsi illegal baik didalam maupun diluar negeri, seringkali masalah tersebut besentuhan dengan tenaga kesehatan khususnya berhubungan langsung dengan proses kelahiran seperti bayi yang ditinggalkan begitu saja di rumah bersalin atau rumah sakit, bahkan hanya diserahkan begitu saja tanpa proses hukum yang lebih lanjut.
Peran B#+an +alam mengatas# masalah
• Dengan banyaknya kasus pengilegalan identitas bayi, seorang bidan hendaknya
mensiasati dengan cara meminta surat nikah dan kartu keluarga supaya tidak terjadi pemalsuan Identitas 8rang ua dan bayinya.
• Memberikan I kepada masyarakat umum tentang masalah maraknya 'emalsuan
Identitas bayi, beserta sanksi yang didapat sesuai dengan hukum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
• Mengikutsertakan masyarakat untuk 'ro$aktif dalam pencegahan erjadinya
'emalsuan Identitas bayi Adopsi
• Bidan dalam Melakukan ugas sesuai dengan ke/enangannya.
• Bidan aat 5ukum serta bekerja sesuai dengan etika dan kode etik kebidanan
2.3 Per+agangan Manus#a -Human Tra#/k#ng0
'ersatuan Bangsa$Bangsa 'BB! mendefinisikan trafficking sebagai 'erekrutan, pengiriman, pemindahan, penampungan, atau penerimaan seseorang, dengan ancaman, atau penggunaan kekerasan, atau bentuk$bentuk pemaksaan lain, penculikan, penipuan,
kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau memberi atau menerima bayaran atau manfaat untuk memperoleh ijin dari orang yang mempunyai /e/enang atas
orang lain, untuk tujuan eksploitasi. 'rotokol 'BB tahun &=== untuk Mencegah,
Menanggulangi dan Menghukum rafficking terhadap Manusia, khususnya perempuan dan anak$anakF Suplemen onvensi 'BB mengenai ejahatan >intas Batas egara!.
a. Bebera,a akt"r ang menja+# ,enebab terja+#na t#n+akan human trafficking #n# a+alah'
G $em#sk#nan -Permasalahan Ek"n"m#0
Semenjak terjadinya krisis ekonomi mulai tahun #33H, semuanya berdampak kepada seluruh elemen masyarakat. 'erekonomian semakin sulit, semakin banyak rakyat yang tidak mampu untuk membiayai keluarganya khususnya anaknya. Mulai dari bia ya pendidikan, hingga biaya kehidupan sehari$hari. 5impitan perekonomian itu membuat keluarga
khususnya orangtua semakin mudah terbujuk rayu oleh agen atau pelaku perdagangan anak dengan iming$iming serta janji palsu akan pekerjaan yang dapat membuat hidup lebih baik lagi dengan gaji yang besar..
G $urangna Pen+#+#kan +an n"rmas#
ekurangtahuan akan informasi mengenai perdagangan manusia membuat orang$ orang lebih mudah untuk terjebak menjadi korban perdagangan manusia khususnya di
pedesaan dan terkadang tanpa disadari pelaku perdagangan manusia tidak menyadari bah/a ia sudah melanggar hukum. 'ara korban perdagangan biasanya susah untuk mencari bantuan dinegara dimana mereka dijual karena mereka tidak memiliki kemampuan unutuk
G $urangna $e,e+ul#an rang Tua
idak jarang ditemukan orang tua yang kurang peduli untuk membuat akta kelahiran sang anaknya dengan berbagai alasan. 8rang tanpa tanda pengenal yang memadai lebih mudah menjadi korban trafficking karena usia dan ke/arganegaraan mereka tidak
terdokumentasi. Sehingga pelaku dapat melakukan aksinya tanpa kha/atir identitas korban tidak mudah terlacak..
b. Dam,ak Negat# Per+agangan Manus#a - Human Traficking 0
Banyak dampak negatif yang mereka alami. orban tidak hanya hanya dalam bentuk fisik seperti luka, cacat, atau meninggal saja tetapi bagi mereka yang terkena pelecahan seksual atau kekerasan tetapi juga dari segi psikologis. entu akan ada dampak pada mental mereka yang akan berpengaruh pada kehidupan mereka.diantaranya adalah"
G Trauma
Sebagian besar korban perdagangan manusia akan mengalami trauma dari dampak kekerasan atau pengalaman yang tidak menyenangkan bagi mereka
G Pembatasan gerak
7aitu kontrol yang dilakukan oleh para traffickers telah melampaui batas G Mult#,le Trauma
Mengalami beberapa atau kronis peristi/a traumatis atau kasar telah ditemukan memiliki efek yang lebih negatif dari trauma tunggal. Sebuah kecemasan korban dapat diungkap,
karena banyak korban yang masih menghadapi bahaya nyata terkait pengalaman perdagangan mereka bahkan setelah terjadi eksploitasi.
G #"len/e
orban perdagangan pasti telah mengalami kekerasan baik sebelum dan selama proses perdagangan. ekerasan sebelum perdagangan terlihat pada sebagian besar korban perdagangan untuk eksploitasi seksual.
G Abuse
5al ini biasanya digunakan oleh para traffickers bagi korban yang kurang pengetahuaanya untuk dipengaruhi secara negatif agar mau melaksanakan apa yang dia perintah.
G *"n/urrent !m,t"ms
Setelah mengalami perdagangan sebagian besar /anita memiliki banyak simultan masalah kesehatan fisik dan mental. Di antara korban perdagangan gejala kesehatan fisik
menyebabkan mereka merasa sakit dan tidak nyaman. Beberapa gejala kesehatan mental mengalami lebih lama.
G Phs#/al sm,t"ms
elelahan dan penurunan berat badan, gejala neurologis, dan gastrointestinal adalah masalah yang paling sering dilaporkan. Banyak korban perdagangan yang hanya me miliki sedikit /aktu untuk tidur karena dipaksa untuk melakukan aktivitas terus$menerus. urang tidur kronis atau berkepanjangan tidak hanya mempengaruhi kemampuan individu untuk
berkonsentrasi dan berpikir jernih, tetapi juga melemahkan sistem kekebalan tubuh dan kemampuan untuk menahan rasa sakit.
G P"st4traumat#/ stress +#s"r+er -PT!D0
'SD adalah istilah yang menggambarkan gangguan kesehatan mental yang disebabkan, sebagian, oleh satu atau lebih peristi/a traumatis. ?angguan ini berlangsung dalam jangka /aktu lama dalam gejala psikologis yang parah dialami oleh mereka yang telah terkena pengalaman yang telah memiliki efek traumatis pada mereka. 5ampir semua orang yang
memiliki pengalaman traumatis akan memiliki perasaanshock, sedih dan penyesuaian dan tidak semua orang yang mengalami peristi/a traumatis akan menyebabkan 'SD.
BAB
PENUTUP
3.1
$es#m,ulan
Berdasarkan (ndang$(ndang esehatan o &+ tahun #33&, dijelaskan bah/a tindakan medis dalam bentuk apapun dan atau pengguguran kandungan dengan alasan apapun dilarang karena bertentangan dengan norma hukum, norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan. amun dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan ji/a ibu dan atau janin yang dikandungnya dapat diambil tindakan medis tertentu.
Masalah Adopsi anak sudah diatur dengan jelas dalam undang$undang.'eran Bidan dan segenap Anggota masyarakat yang berpartisipasi aktif sangat diperlukan dalam menangani masalah Adopsi Ilegal dan pemalsuan identitas anak.
Banyaknya faktor yang mempengaruhi terjadinya perdagangan anak dan ini sangat berakibat fatal terhadap korban baik cacat secara fisik maupun secara mental.
3.2 !aran
esadaran tenaga kesehatan terutama bidan akan pentingnya mempelajari hukum.. idak hanya untuk perlindungan untuk bidan itu sendiri dalam melaksanakan tugas, akan tetapi juga masyarakat pada umunya. 'enting untuk bidan melaksanakan tugasnya sesuai dengan etika kebidanan, mengetahuai hak dan ke/ajiban, peran dan fungsi, tanggung ja/ab dan tanggung gugat.
5endaknya mahasis/a dapat benar$benar memahami dan me/ujud nyatakan peran kebidanan yang legal etis dalam pengambilan keputusan.
DA5TAR PU!TA$A
Soeroso, <, S5. &==:. 'erbandingan 5ukum 'erdata. 0akarta"Sunan ?rafika ahyuningsih, 5eni 'uji. &=##. tika 'rofesi ebidanan. 2itramaya" 7ogyakarta ///.perdagangan manusia./ikipedia