MAKALAH ILMU DASAR KEPERAWATAN MAKALAH ILMU DASAR KEPERAWATAN TENTANG KONSEP PERAWATAN LUKA TENTANG KONSEP PERAWATAN LUKA
DI SUSU
DI SUSUN OLEH N OLEH KELOPOK KELOPOK :: 1. 1. AA hmad Mujib hmad Mujib 2. 2. BB
au A!i Sa"u#$a au A!i Sa"u#$a % %.. EE$$ i& Su$a i& Su$a ' '.. II(( d$ia#i d$ia#i ). ). DD *+i Ni(,-ih *+i Ni(,-ih .. SSaa "#/ Ria(i "#/ Ria(i 0. 0. MM uhammad P/(/.P uhammad P/(/.P . . NN u$ S/"ia#u( u$ S/"ia#u( 3 3.. GGii (a$i- (a$i- 4. 5. 64. 5. 6 1 177.. TTaa #i# Ra#(a+a#i.I #i# Ra#(a+a#i.I 1 111.. UU mi mi Habiba#um. Habiba#um. MM 1 122.. 55 u8ia#i u8ia#i 1 1
1%. 1'.
1). PROGRAM STUDI S 1 KEPERAWATAN
1. STIKES MUHAMMADI5AH KUDUS
10. TAHUN271 1. 13. 27. 21. 22. DA9TAR ISI 2%. 2'. KATA PENGANTAR... 2). DA9TAR ISI... 2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang ... B. Tujuan ... 20. BAB II PEMBAHASAN A. Perawatan luka post operasi... B. Alat- alat perawatan luka... C. Klasifikasi luka... D. Tipe penyembuhan luka... . !ase penyembuhan luka... !. !aktor-faktor yang mempengaruhi ... i. Penyembuhan luka... ". Komplikasi penyembuhan luka ... #. Penatalaksanaan$perawatan luka... %. Pembersihan luka... &. Prinsip-prinsip perawatan luka...
2.BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan... B. 'aran 23. DA9TAR PUSTAKA %7. %1. %2. %%.
%'. %). %. %0. %. %3. '7. BAB I '1. PENDAHULUAN '2. A. La#a$ B*8a&a(,
(). Peran perawat *alam memberikan asuhan pasien pre
operatif+ *ukungan psikologis+ perawatan segera pas,a operatif *an persiapan bagi pasien yang akan *ipulangkan *ari rumah sakit ti*ak *ibatasi hanya untuk mengelola *rain+ mengganti balutan+ *an mengangkat jahitan serta staples. Dengan memperbesar peran perawat *alam perawatan pasien post operatif *apat mempengaruhi penyembuhan luka+
maka kemampuan obserasi perawat sangat penting *alam *eteksi awal a*anya komplikasi luka pas,a operatif.
((. Perawatan luka post operasi a*alah perawatan yang
*ilakukan untuk men,egah trauma pa*a kulit+ membrane mukosa atau jaringan lain yang *isebabkan a*anya luka operasi yang merusak permukaan kulit. Penggantian balutan *ilakukan sesuai kebutuhan ti*ak hanya ber*asarkan kebiasaan+ melainkan *isesuaikan terlebih *ahulu *engan tipe *an jenis luka. Penggunaan antisepti, hanya untuk yang memerlukan saja karena efek toksinnya terha*ap sel sehat. ntuk membersihkan luka hanya memakai normal saline. /leh karena itu perawat harus mengetahui tentang perawatan luka post operasi *engan benar sehingga *apat memberikan asuhan
keperawatan pa*a pasien post operasi yang komprehensif. (0.
B. Id*(#ii&a-i Ma-a8ah
(1. Dalam makalah ini akan membahas tentang
perawatan luka+ 47.
4. Tujua(
2. Tujuan mum
(3. untuk salah satu memenuhi tugas
4. Tujuan Khusus
a. 5ahasiswa mampu mengetahui tentang pengertian luka. b. 5ahasiswa mampu mengetahui alat-alat Perawatan Luka
(6.
)1. )2. )%. )'. )). BAB II ). PEMBAHASAN )0. A. PERAWATAN LUKA POST OPERASI
1. P*(,*$#ia(
03. Luka a*alah suatu gangguan *ari kon*isi normal pa*a kulit 7 Taylor+ 26689
06. Luka a*alah kerusakan kontinyuitas kulit+ mukosa membran *an tulang atau organ tubuh lain 7Ko:ier+ 26609.
1;. Luka a*alah kea*aan hilang$terputusnya kontinuitas jaringan 75ansjoer+ 4;;;<)619
12. 5enurut %=T=A+ luka a*alah sebuah injuri pa*a jaringan yang mengganggu proses selular normal+ luka *apat juga *ijabarkan *engan a*anya kerusakan pa*a kuntinuitas$kesatuan jaringan tubuh yang biasanya *isertai *engan kehilangan substansi jaringan.
14.
B. ALAT; ALAT PERAWATAN LUKA
%. A8a#da(baha(
'. Alat steril 2. Pinset anatomi 4. Pinset be*ah ). "unting (. 5angkuk ke,il 0. 'arung tangan 1. Kasa 10. Alat steril 2. "unting erban 4. Plester$balutan ). Bengkok 11. Bahan 2. Larutan h4/4 4. Larutan =aCl ;+6>
). Larutan boor water 7B?C9 (. Larutan salon
0. Betha*in
18. Prose*ur kerja
2. &elaskan prose*ur yang akan *ilaksanakan 4. Cu,i tangan
). "unakan sarung tangan steril
(. Plester *an balutan *ibuka *engan menggunakan pinset apabilaluka tertutup oleh balutan
0. Lakukan pembersihan luka *imulai *engan <
Kaji status luka+ apakah luka bersih atau kotor serta jenisnya. 13. Perawatan luka kotor
16. "unakan kasa steril yang *ipegang *engan pinset+ *i,elupkan$*iberi larutan salon+ *an lakukan pembersihan pa*a luka. Bila perlu berikan h4/47bila a*a jaringan yang mati *an sulit *iangkat9.
Lanjutkan pembersihan *engan boor water 7B?C9 hingga bersih. 8;. Perawatan luka bersih
82. "unakan kasa steril yang *ipegang *engan pinset. Celupkan $ beri larutan =aCl ;+6> atau ?BC. Kemu*ian bersihkan luka samapai bersih *an lanjutkan *engan pengobatan luka menggunakan betha*in atau sejenisnya.
1. Cu,i tangan setelah prose*ur *ilakukan
8. Catat tin*akan+respons pasien+*an kon*isi luka. 84.
4. KLASI9IKASI LUKA
8). Luka *ibe*akan ber*asarkan < 1. B*$da-a$&a( P*(*bab
a9 kskoriasi atau luka le,et b9 @ulnus s,isum atau luka sayat
,9 @ulnus laseratum atau luka robek *9 @ulnus pun,tum atau luka tusuk
e9 @ulnus morsum atau luka karena gigitan binatang f9 @ulnus ,ombotio atau luka bakar
8(.
2. B*$da-a$&a( ada<#ida&(a &*hi8a(,a( ja$i(,a( a9 kskoriasi
b9 'kin aulsion ,9 'kin loss
80. %. B*$da-a$&a( d*$aja# &/(#ami(a-i
a9 Luka bersih
29 Luka sayat elektif
49 'teril+ potensial terinfeksi
)9 Ti*ak a*a kontak *engan orofaring+ traktus respiratorius+traktus elimentarius+ traktus genitourinarius.
b9 Luka bersih ter,emar a9 Luka sayat elektif
29 Potensi terinfeksi < spillage minimal+ flora normal
49 Kontak *engan orofaring+ respiratorius+ elimentarius *an genitourinarius )9 Proses penyembuhan lebih lama
,9 Luka ter,emar
29 Potensi terinfeksi< spillage *ari traktus elimentarius+ kan*ung empe*u+ traktus genito urinarius+ urine
49 b9Luka trauma baru < laserasi+ fraktur terbuka+ luka penetrasi. *9 Luka kotor
29 Akibat proses pembe*ahan yang sangat terkontaminasi 49 Perforasi isera+ abses+ trauma lama.
81.
D. TIPE PEN5EMBUHAN LUKA
88. Ter*apat ) ma,am tipe penyembuhan luka+ *imana pembagian ini *ikarakteristikkan *engan jumlah jaringan yang hilang.
2. Primary %ntention #ealing 7penyembuhan luka primer9 yaitu penyembuhan yang terja*i segera setelah *iusahakan bertautnya tepi luka biasanya *engan jahitan.
4. 'e,on*ary %ntention #ealing 7penyembuhan luka sekun*er9 yaitu luka yang ti*ak mengalami penyembuhan primer. Tipe ini *ikarakteristikkan oleh a*anya luka yang luas *an hilangnya jaringan *alam jumlah besar. Proses penyembuhan terja*i lebih kompleks *an lebih lama.
Luka jenis ini biasanya tetap terbuka.
). Tertiary %ntention #ealing 7penyembuhan luka tertier9 yaitu luka yang *ibiarkan terbuka selama beberapa hari setelah tin*akan *ebri*ement. 'etelah *iyakini bersih+ tepi luka *ipertautkan 7(-8 hari9. Luka ini merupakan tipe penyembuhan luka yang terakhir 75ansjoer+4;;;<)68 %nT=A+ 4;;(9
83.
E. 9ASE PEN5EMBUHAN LUKA
03. Proses penyembuhan luka memiliki ) fase yaitu fase inflamasi+ proliferasi *an maturasi. Antara satu fase *engan fase yang lain merupakan suatu kesinambungan yang ti*ak *apat *ipisahkan.
2. !ase %nflamasi
3;. Tahap ini mun,ul segera setelah injuri *an *apat berlanjut sampai 0 hari. %nflamasi berfungsi untuk mengontrol per*arahan+ men,egah inasi bakteri+ menghilangkan *ebris *ari jaringan yang luka *an mempersiapkan proses penyembuhan lanjutan.
4. !ase Proliferasi
32. Tahap ini berlangsung *ari hari ke 1 sampai *engan ) minggu. !ibroblast 7sel jaringan penyambung9 memiliki peran yang besar *alam fase proliferasi.
). !ase 5aturasi
34. Tahap ini berlangsung mulai pa*a hari ke 42 *an *apat berlangsung sampai berbulan-bulan *an berakhir bila tan*a ra*ang su*ah hilang.
Dalam fase ini ter*apat remo*eling luka yang merupakan hasil *ari peningkatan jaringan kolagen+ peme,ahan kolagen yang berlebih *an regresi askularitas luka
75ansjoer+4;;;<)68 %nT=A+ 4;;(<29. 3).
9. 9AKTOR;9AKTOR 5ANG MEMPENGARUHI PEN5EMBUHAN LUKA
'. Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks *an *inamis karena merupakan suatu kegiatan bioseluler *an biokimia yang terja*i saling berkesinambungan. Proses penyembuhan luka ti*ak hanya terbatas pa*a proses regenerasi yang bersifat lokal saja pa*a luka+ namun *ipengaruhi pula oleh faktor
intrinsik *an faktor ekstrinsik 7%nT=A+4;;(<2)9.
2. !aktor %nstrinsik a*alah faktor *ari pen*erita yang *apat berpengaruh *alam proses penyembuhan meliputi < usia+ status nutrisi *an hi*rasi+ oksigenasi *an perfusi jaringan+ status imunologi+ *an penyakit penyerta 7hipertensi+ D5+
Arthereos,lerosis9.
4. !aktor kstrinsik a*alah faktor yang *i*apat *ari luar pen*erita yang *apat berpengaruh *alam proses penyembuhan luka+ meliputi < pengobatan+ ra*iasi+ stres psikologis+ infeksi+ iskemia *an trauma jaringan 7%nT=A+4;;(<2)9.
30. 31. 38.
G. KOMPLIKASI PEN5EMBUHAN LUKA
. Komplikasi *an penyembuhan luka timbul *alam manifestasi yang berbe*a-be*a. Komplikasi yang luas timbul *ari pembersihan luka yang ti*ak a*ekuat+ keterlambatan pembentukan jaringan granulasi+ ti*ak a*anya reepitalisasi *an juga akibat komplikasi post operatif *an a*anya infeksi.
36. Beberapa komplikasi yang mungkin terja*i a*alah < hematoma+ nekrosis jaringan lunak+ *ehis,en,e+ keloi*s+ formasi hipertropik s,ar *an juga infeksi luka 7%nT=A+4;;(<19.
H. PENATALAKSANAAN<PERAWATAN LUKA
37. Dalam manajemen perawatan luka a*a beberapa tahap yang *ilakukan yaitu ealuasi luka+ tin*akan antiseptik+ pembersihan luka+ penjahitan luka+ penutupan luka+ pembalutan+ pemberian antiboitik *an pengangkatan jahitan.
2. aluasi luka meliputi anamnesis *an pemeriksaan fisik 7lokasi *an eksplorasi9. 4. Tin*akan Antiseptik+ prinsipnya untuk mensu,ihamakan kulit.
62. ntuk melakukan pen,u,ian$pembersihan luka biasanya *igunakan ,airan atau larutan antiseptik seperti <
49 #alogen *an senyawanya
a9 o*ium+ merupakan antiseptik yang sangat kuat+ berspektrum luas *an *alam konsentrasi 4> membunuh spora *alam 4-) jam
b9 Poi*on o*ium 7Beta*ine+ septa*ine *an iso*ine9+ merupakan kompleks yo*ium *engan polyinylpirroli*one yang ti*ak merangsang+ mu*ah *i,u,i karena larut *alam air *an stabil karena ti*ak menguap.
,9 o*oform+ su*ah jarang *igunakan. Penggunaan biasanya untuk antiseptik borok.
*9 Klorhesi*in 7#ibis,rub+ salon+ hibitane9+ merupakan senyawa biguani* *engan sifat bakterisi* *an fungisi*+ ti*ak berwarna+ mu*ah larut *alam air+ ti*ak merangsang kulit *am mukosa+ *an baunya ti*ak menusuk hi*ung.
)9 /ksi*ansia
a9 Kalium permanganat+ bersifat bakterisi* *an funngisi*a agak lemah ber*asarkan sifat oksi*ator.
b9 Perhi*rol 7Peroksi*a air+ #4/49+ berkhasiat untuk mengeluarkan kotoran *ari *alam luka *an membunuh kuman anaerob.
(9 Logam berat *an garamnya
a9 5erkuri klori*a 7sublimat9+ berkhasiat menghambat pertumbuhan bakteri *an jamur.
b9 5erkurokrom 7obat merah9*alam larutan 0-2;>. 'ifatnya bakteriostatik lemah+ memper,epat keringnya luka *engan ,ara merangsang timbulnya kerak 7korts9
09 Asam borat+ sebagai bakteriostatik lemah 7konsentrasi )>9. 19 Deriat fenol
a9 Trinitrofenol 7asam pikrat9+ kegunaannya sebagai antiseptik wajah *an genitalia eksterna sebelum operasi *an luka bakar.
b9 #eksaklorofan 7p#isohe9+ berkhasiat untuk men,u,i tangan.
89 Basa ammonium kuartener+ *isebut juga etakri*in 7rianol9+ merupakan turunan ari*in *an berupa serbuk berwarna kuning *am konsentrasi ;+2>. Kegunaannya sebagai antiseptik borok bernanah+ kompres *an irigasi luka terinfeksi 75ansjoer+ 4;;;<)6;9.
64. Dalam proses pen,u,ian$pembersihan luka yang perlu *iperhatikan a*alah pemilihan ,airan pen,u,i *an teknik pen,u,ian luka. Penggunaan ,airan pen,u,i yang ti*ak tepat akan menghambat pertumbuhan jaringan sehingga memperlama waktu rawat *an meningkatkan biaya perawatan. Pemelihan ,airan *alam pen,u,ian luka harus ,airan yang efektif *an aman terha*ap luka. 'elain larutan antiseptik yang telah *ijelaskan *iatas a*a ,airan pen,u,i luka lain yang saat ini sering *igunakan yaitu =ormal 'aline. =ormal saline atau *isebut juga =aCl ;+6>. Cairan ini merupakan ,airan yang bersifat fisiologis+ non toksik *an ti*ak mahal. =aCl *alam setiap liternya mempunyai komposisi natrium klori*a 6+; g *engan osmolaritas
);3 m/sm$l setara *engan ion-ion =a 20( mE$l *an Cl- 20( mE$l 7%nT=A+4;;(<21 %'/ %n*onesia+4;;;<239.
I. PEMBERSIHAN LUKA
6). Tujuan *ilakukannya pembersihan luka a*alah meningkatkan+ memperbaiki *an memper,epat proses penyembuhan luka menghin*ari terja*inya infeksi membuang jaringan nekrosis *an *ebris 7%nT=A+ 4;;(<219.
6(. Beberapa langkah yang harus *iperhatikan *alam pembersihan luka yaitu <
2. %rigasi *engan sebanyak-banyaknya *engan tujuan untuk membuang jaringan mati *an ben*a asing.
4. #ilangkan semua ben*a asing *an eksisi semua jaringan mati. ). Berikan antiseptik
(. Bila *iperlukan tin*akan ini *apat *ilakukan *engan pemberian anastesi lokal 0. Bila perlu lakukan penutupan luka 75ansjoer+4;;;< )63(;;9
60.
=. PRINSIP-PRINSIP PERAWATAN LUKA
61. A*a *ua prinsip utama *alam perawatan luka kronis sema,am ini. Prinsip pertama menyangkut pembersihan$pen,u,ian luka. Luka kering 7ti*ak mengeluarkan ,airan9 *ibersihkan *engan teknik swabbing+ yaitu *itekan *an *igosok pelan-pelan menggunakan kasa steril atau kain bersih yang *ibasahi *engan air steril atau =aCl ;+6 >.
68. 'e*ang luka basah *an mu*ah ber*arah *ibersihkan *engan teknik irrigasi+ yaitu *isemprot lembut *engan air steril 7kalau ti*ak a*a bisa *iganti air matang9 atau =aCl ;+6 >. &ika memungkinkan bisa *iren*am selama 2; menit *alam larutan kalium permanganat 7PK9 2<2;.;;; 72 gram bubuk PK *ilarutkan *alam 2; liter air9+ atau *ikompres larutan kalium permanganat 2<2;.;;; atau rianol 2<2;;; menggunakan kain kasa.
63. Cairan antiseptik sebaiknya ti*ak *igunakan+ ke,uali jika ter*apat infeksi+ karena *apat merusak fibriblast yang sangat penting *alam proses penyembuhan luka+ menimbulkan alergi+ bahkan menimbulkan luka *i kulit sekitarnya. &ika *ibutuhkan antiseptik+ yang ,ukup aman a*alah fera,rylum 2> karena ti*ak menimbulkan bekas warna+ bau+ *an ti*ak menimbulkan reaksi alergi.
66. 2;;.
2;2. 2;4. 2;). 2;(. 2;0. 2;1. 2;8. 2;3. 2;6.
117.BAB III
111.
PENUTUP
A. KESIMPULAN2. Penggunaan ilmu *an teknologi serta inoasi pro*uk perawatan luka *apat memberikan nilai optimal jika *igunakan se,ara tepat
4. Prinsip utama *alam manajemen perawatan luka a*alah pengkajian luka yang komprehensif agar *apat menentukan keputusan klinis yang sesuai *engan kebutuhan pasien
). Peningkatan pengetahuan *an keterampilan klinis *iperlukan untuk menunjang perawatan luka yang berkualitas
112. B.
4. SARAN
22). Demikianlah makalah ini kami buat *engan harapan *apat menambah wawasan orang yang memba,anya+*alam pembuatan makalah ini kami mengambil *ari berbagai referensi yang berhubungan *engan makalah ini. Kami menya*ari makalah ini masih jauh *ari sempurna maka *ari itu kami mengharapkan kritik *an saran *ari para pemba,a *emi kesempurnaan makalah ini.
11). 11. 110. 11. 113. 127. 121. 122. 12%.
12'.
12).
DA9TAR PUSTAKA
241. %n*onesia nterostomal Therapy =urse Asso,iation 7%nT=A9 F Tim Perawatan Luka *an 'toma Gumah 'akit Dharmais. 4;;(+Perawatan Luka+ 5akalah 5an*iri+ &akarta
248. 5ansjoer.Arif+ *kk. *s.4;;;.Kapita 'elekta Ke*okteran. *isi %%%. &akarta < 5e*ia Aes,ulapius !K%.
243. ?alton+Gobert L. 266;. Perawatan Luka *an Pen*erita Perlukaan "an*a+ Alih bahasa. 'onny 'amsu*in+ Cetakan %. &akarta < "C.
246.
1%7. 131.