Laporan Praktikum Mekanisme Sensorik Laporan Praktikum Mekanisme Sensorik 1.
1. PendahuluanPendahuluan
Setelah melakukan berbagai praktikum Fisiologi dalam modul neurosains, Setelah melakukan berbagai praktikum Fisiologi dalam modul neurosains, kali ini akan dilakukan kegiatan praktikum mengenai mekanisme sensorik, kali ini akan dilakukan kegiatan praktikum mengenai mekanisme sensorik, yang meliputi: perasaan subjektif panas dan dingin, titik-titik panas, dingin, yang meliputi: perasaan subjektif panas dan dingin, titik-titik panas, dingin, tekanan dan nyeri pada kulit, lokalisasi taktil, diskriminasi taktil, perasaan tekanan dan nyeri pada kulit, lokalisasi taktil, diskriminasi taktil, perasaan iringan, kemampuan membedakan berbagai sifat benda, dan tafsiran sikap. iringan, kemampuan membedakan berbagai sifat benda, dan tafsiran sikap. Untuk dapat memahaminya, diperlukan pemahaman tentang neuron dan Untuk dapat memahaminya, diperlukan pemahaman tentang neuron dan kontribusinya bagi tubuh. Seperti yang telah kita ketahui bersama, neuron kontribusinya bagi tubuh. Seperti yang telah kita ketahui bersama, neuron merupakan suatu sel yang berfungsi mengirimkan sinyal-sinyal pada sel lain merupakan suatu sel yang berfungsi mengirimkan sinyal-sinyal pada sel lain atau pun
atau pun pada sesama pada sesama sel neuron. sel neuron. Neuron membentuNeuron membentuk sistem k sistem saraf.saraf.11 SistemSistem saraf adalah jaringan komunikasi utama di dalam tubuh manusia.
saraf adalah jaringan komunikasi utama di dalam tubuh manusia.22 Sistem saraf Sistem saraf melakukan kontrolnya terhadap hampir sebagian besar aktivitas otot dan melakukan kontrolnya terhadap hampir sebagian besar aktivitas otot dan kelenjar tubuh, yang sebagian besar ditujukan untuk mempertahankan kelenjar tubuh, yang sebagian besar ditujukan untuk mempertahankan homeostasis.
homeostasis.11 Dalam sistem sensorik, integrasi itu berarti terjadinya korelasiDalam sistem sensorik, integrasi itu berarti terjadinya korelasi antara impuls-impuls saraf yang timbul sebagai akibat rangsangan pada antara impuls-impuls saraf yang timbul sebagai akibat rangsangan pada permukaan
permukaan atau atau bagian bagian dalam dalam tubuh tubuh jasad jasad tersebut, tersebut, sedangkan sedangkan dalam dalam sistemsistem motorik, integrasi itu meliputi koordinasi impuls-impuls motorik, sehingga motorik, integrasi itu meliputi koordinasi impuls-impuls motorik, sehingga kegiatan-kegiatan otot dan kelenjar dapat diatur secara harmonis dan efisien. kegiatan-kegiatan otot dan kelenjar dapat diatur secara harmonis dan efisien.33 Dari sistem-sistem inilah berasal segala fenomena kesadaran, pikiran, ingatan, Dari sistem-sistem inilah berasal segala fenomena kesadaran, pikiran, ingatan, bahasa, sensasi,
bahasa, sensasi, dan gerakan. Jadi dan gerakan. Jadi kemampuan untuk dapat memahami, belajar,kemampuan untuk dapat memahami, belajar, dan memberi respon terhadap suatu rangsangan merupakan hasil kerja integrasi dan memberi respon terhadap suatu rangsangan merupakan hasil kerja integrasi dari sistem saraf yang puncaknya dalam bentuk kepribadian dan tingkah laku dari sistem saraf yang puncaknya dalam bentuk kepribadian dan tingkah laku individu.
individu.44 Dalam praktikum mekanisme sensorik ini, akan ditunjukkanDalam praktikum mekanisme sensorik ini, akan ditunjukkan bagaimana
bagaimana saraf-saraf saraf-saraf yang yang tersebar tersebar merata merata dalam dalam tubuh tubuh manusia manusia salingsaling berkoordinasi
berkoordinasi dengan dengan jaringan-jaringan jaringan-jaringan tubuh tubuh lainnya lainnya dalam dalam menerimamenerima rangsangan dan proses penanggapannya.
rangsangan dan proses penanggapannya.
2.
2. Dasar TeoriDasar Teori
Kulit terdiri atas
Kulit terdiri atas Eperdermis Eperdermis yaitu terletak dibagian terluar,yaitu terletak dibagian terluar, Dermis Dermis terdapat kelenjar dan saluran keringat, bulbus rambut, folikel rambut dan akar terdapat kelenjar dan saluran keringat, bulbus rambut, folikel rambut dan akar rambut yang terletak di
darah, saraf
darah, saraf cutaneouscutaneous dan jaringan otot.dan jaringan otot.55 Kulit memiliki fungsi sebagaiKulit memiliki fungsi sebagai Mekanoreseptor
Mekanoreseptor ,, Thermoreseptor Thermoreseptor , reseptor nyeri dan, reseptor nyeri dan Khemoreseptor Khemoreseptor .. Mekanoreseptor
Mekanoreseptor berkaitan dengan indra peraba, tekanan, getaran danberkaitan dengan indra peraba, tekanan, getaran dan kinestesi,
kinestesi, Thermoreseptor Thermoreseptor berkaitan berkaitan dengan dengan pengindraan pengindraan yang yang mendeteksimendeteksi panas
panas dan dingin,dan dingin, Reseptor Reseptor nyerinyeri, berkaitan dengan mekanisme protektif bagi, berkaitan dengan mekanisme protektif bagi kulit.
kulit. Khemoreseptor, Khemoreseptor, mendeteksi rasa asam, basa, dan garam. Padamendeteksi rasa asam, basa, dan garam. Pada Epidermis Epidermis terdapat
terdapat Merkel’s Merkel’s disc,disc, yaitu sentuhan oleh orang yang tidak dikenal danyaitu sentuhan oleh orang yang tidak dikenal dan Meisners
Meisners corpuscle,corpuscle, yaitu sentuhan orang yang dikenal. Sedangkan padayaitu sentuhan orang yang dikenal. Sedangkan pada Dermis
Dermis, terdapat tiga reseptor, yaitu :, terdapat tiga reseptor, yaitu : Reseptor Reseptor ruffini’sruffini’s yaitu reseptor panas,yaitu reseptor panas, Reseptor
Reseptor end end KrauseKrause, yaitu reseptor untuk mendeteksi dingin dan, yaitu reseptor untuk mendeteksi dingin dan Reseptor Reseptor paccini’s corpuscle
paccini’s corpuscle, untuk mendeteksi tekanan, bisa berupa pijat., untuk mendeteksi tekanan, bisa berupa pijat.66
Reseptor kulit dan hantaran impuls terdapat di saraf
Reseptor kulit dan hantaran impuls terdapat di saraf perifer perifer .. StratumStratum germinativum
germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh
pembuluh darah darah yang yang membawakan membawakan makanan makanan dan dan oksigen, oksigen, selain selain itu itu jugajuga berhubungan dengan
berhubungan dengan serabut serabut saraf. saraf. Pada Pada setiap setiap pangkal pangkal akar akar rambut rambut melekatmelekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
dalam tubuh dari kerusakan mekanik.66 Sensasi taktil
Sensasi taktil yang terdiri dari raba, tekanan dan getaran sering diyang terdiri dari raba, tekanan dan getaran sering di golongkan sebagai sensasi terpisah, mereka semua dideteksi oleh jenis golongkan sebagai sensasi terpisah, mereka semua dideteksi oleh jenis reseptor yang sama. Satu
reseptor yang sama. Satu
–
–
satunya perbedaan diantara ketiganya adalah :satunya perbedaan diantara ketiganya adalah :1.
1. Sensasi raba, umumnya disebabkan oleh reseptor Sensasi raba, umumnya disebabkan oleh reseptor taktil taktil di dalam kulit ataudi dalam kulit atau di dalam jaringan tepat dibawah kulit.
di dalam jaringan tepat dibawah kulit. 2.
2. Sensasi tekanan biasanya disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan yangSensasi tekanan biasanya disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan yang lebih dalam.
lebih dalam. 3.
3. Sensasi getaran, disebabkan oleh sinyal sensori yang berulang denganSensasi getaran, disebabkan oleh sinyal sensori yang berulang dengan cepat, tetapi menggunakan beberapa jenis reseptor yang sama seperti yang cepat, tetapi menggunakan beberapa jenis reseptor yang sama seperti yang digunakan untuk raba dan tekanan.
Kepekaan kulit yang berambut terhadap stimulus besar, sehingga diduga Kepekaan kulit yang berambut terhadap stimulus besar, sehingga diduga bahwa
bahwa akhiran akhiran syaraf syaraf yang yang mengelilingimengelilingi foliculus foliculus rambut adalah reseptor rambut adalah reseptor taktil. Kita dapat membedakan benda
taktil. Kita dapat membedakan benda
–
–
benda tanpa melihat bentuknya. Disinibenda tanpa melihat bentuknya. Disini yang berperan adalah reseptoryang berperan adalah reseptor kinaesthesikinaesthesi. Bentuk dan berat benda dapat. Bentuk dan berat benda dapat dibedakan dengan reseptor tekanan yang digeserkan. Pada tempat di mana dibedakan dengan reseptor tekanan yang digeserkan. Pada tempat di mana tidak ada rambut, tetapi dengan kepekaan yang besar terdapat stimulus
tidak ada rambut, tetapi dengan kepekaan yang besar terdapat stimulus taktil taktil ,, ternyata banyak
ternyata banyak corpuscullum tactuscorpuscullum tactus. Perasaan taktil dapat dibedakan menjadi. Perasaan taktil dapat dibedakan menjadi perasaan taktil
perasaan taktil kasar dan kasar dan perasaan taktil perasaan taktil halus. Impuls halus. Impuls taktil kasar taktil kasar dihantarkandihantarkan oleh
oleh tractus spinothalamicus anterior tractus spinothalamicus anterior , sedangkan impuls taktil halus, sedangkan impuls taktil halus dihantarkan melalui
dihantarkan melalui faciculus gracilis faciculus gracilis dandan faciculus cunneatus faciculus cunneatus..11 Fungsi sistem saraf adalah:
Fungsi sistem saraf adalah:
1.
1. Pusat koordinasi segala aktivitas tubuhPusat koordinasi segala aktivitas tubuh 2.
2. Pusat kesabaran, memory, dan intelegensi.Pusat kesabaran, memory, dan intelegensi. 3.
3. Pusat highermental process (Pusat highermental process ( Reasoning, thinking, da Reasoning, thinking, dan judgement).n judgement).
Gerak terjadi begitu saja. Gerak terjadi melalui mekanisme rumit dan Gerak terjadi begitu saja. Gerak terjadi melalui mekanisme rumit dan melibatkan banyak bagian tubuh. Terdapat banyak komponen
melibatkan banyak bagian tubuh. Terdapat banyak komponen
–
–
komponenkomponen tubuh yang terlibat dalam gerak ini baik itu disadari maupun tidak disadari. tubuh yang terlibat dalam gerak ini baik itu disadari maupun tidak disadari.Gerak adalah suatu tanggapan tehadap rangsangan baik itu dari dalam Gerak adalah suatu tanggapan tehadap rangsangan baik itu dari dalam tubuh maupun dari luar tubuh. Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat tubuh maupun dari luar tubuh. Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf.
sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf.
Seluruh mekanisme gerak yang terjadi di tubuh kita tak lepas dari peranan Seluruh mekanisme gerak yang terjadi di tubuh kita tak lepas dari peranan sistem saraf. Sistem saraf ini tersusun atas jaringan saraf yang di dalamnya sistem saraf. Sistem saraf ini tersusun atas jaringan saraf yang di dalamnya terdapat sel-sel saraf atau neuron. Meskipun sistem saraf tersusun dengan terdapat sel-sel saraf atau neuron. Meskipun sistem saraf tersusun dengan sangat kompleks, tetapi sebenarnya hanya tersusun atas 2 jenis sel, yaitu sangat kompleks, tetapi sebenarnya hanya tersusun atas 2 jenis sel, yaitu sel sel saraf dan sel neuroglia.
Adapun berdasarkan fungsinya sistem saraf itu sendiri dapat dibedakan Adapun berdasarkan fungsinya sistem saraf itu sendiri dapat dibedakan atas tiga jenis :
atas tiga jenis :
1.
1. Sel saraf sensorik Sel saraf sensorik
Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan Sel saraf sensorik adalah sel yang membawa impuls berupa rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan), ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum dari reseptor (penerima rangsangan), ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf tulang belakang). Sel saraf sensorik disebut juga dengan sel saraf indera,karena berhubungan dengan alat indra
indera,karena berhubungan dengan alat indra
2.
2. Sel saraf motorik Sel saraf motorik
Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls berupa tanggapan dari susunan saraf pusat
susunan saraf pusat (otak atau sumsum (otak atau sumsum tulang belakang) tulang belakang) menuju ke menuju ke kelenjar kelenjar tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena tubuh. Sel saraf motorik disebut juga dengan sel saraf penggerak, karena berhubungan erat dengan otot sebag
berhubungan erat dengan otot sebagai alat gerak.ai alat gerak.
3.
3. Sel saraf penguhubungSel saraf penguhubung
Sel saraf penguhubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini Sel saraf penguhubung disebut juga dengan sel saraf konektor, hal ini disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik disebabkan karena fungsinya meneruskan rangsangan dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik.
ke sel saraf motorik.
Namun
Namun pada pada hakikatnya hakikatnya sebenarnya sebenarnya sistem sistem saraf saraf terbagi terbagi menjadi menjadi duadua kelompok besar :
kelompok besar :
1.
Adalah sistem saraf yang mengatur atau mengkoordinasikan semua Adalah sistem saraf yang mengatur atau mengkoordinasikan semua kegiatan yang dapat diatur menurut kemauan kita. Contohnya, melempar bola, kegiatan yang dapat diatur menurut kemauan kita. Contohnya, melempar bola, berjalan, berfikir, menulis, berbicara dan lain-lain.
berjalan, berfikir, menulis, berbicara dan lain-lain.
Saraf sadar pun terbagi menjadi dua : Saraf sadar pun terbagi menjadi dua :
1)
1) Saraf pusat, terdiri dari :Saraf pusat, terdiri dari : a.
a. Otak Otak : Merupakan pusat kesadaran,: Merupakan pusat kesadaran,yang letaknya di rongga tengkorak.yang letaknya di rongga tengkorak. b.
b. Sumsum tulang belakang Sumsum tulang belakang :: Sumsum tulang belakang berfungsiSumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls (rangsangan) dari dan ke otak, serta menghantarkan impuls (rangsangan) dari dan ke otak, serta mengkoordinasikan gerak refleks. Letaknya pada ruas-ruas tulang mengkoordinasikan gerak refleks. Letaknya pada ruas-ruas tulang belakang,
belakang, yakni dari yakni dari ruas-ruas ruas-ruas tulang tulang leher leher hingga hingga ke ke ruas-ruas ruas-ruas tulangtulang pinggang
pinggang yang kedua. yang kedua. Dan Dan dalam dalam sumsum sumsum ini ini terdapat terdapat simpul-simpulsimpul-simpul gerak refleks.
gerak refleks.
2)
2) Saraf TepiSaraf Tepi
Sistem saraf tepi terdiri dari saraf-saraf yang berada di luar sistem saraf pusat Sistem saraf tepi terdiri dari saraf-saraf yang berada di luar sistem saraf pusat (otak dan sumsum ulang belakang). Artinya sistem saraf tepi merupakan saraf (otak dan sumsum ulang belakang). Artinya sistem saraf tepi merupakan saraf yang menyebar pada seluruh bagian tubuh yang melayani organ-organ tubuh yang menyebar pada seluruh bagian tubuh yang melayani organ-organ tubuh tertentu, sepeti kulit, persendian, otot, kelenjar, saluran darah dan lain-lain. tertentu, sepeti kulit, persendian, otot, kelenjar, saluran darah dan lain-lain.
2.
2. Susunan saraf tak sadarSusunan saraf tak sadar a.
a. Susunan saraf simpatisSusunan saraf simpatis b.
b. Susunan saraf parasimpatisSusunan saraf parasimpatis
Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan
jalan panjang, panjang, yaitu yaitu dari dari reseptor, reseptor, ke ke saraf saraf sensori, sensori, dibawa dibawa ke ke otak otak untuk untuk selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa selanjutnya diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan tanggapan, dibawa oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.
Sensasi
Sensasi adalah perasaan yang timbul sebagai akibat adanya stimulus suatuadalah perasaan yang timbul sebagai akibat adanya stimulus suatu reseptor. Sensasi yang berlangsung secara terus-menerus disebut sensasi reseptor. Sensasi yang berlangsung secara terus-menerus disebut sensasi beriringan ( after image ).
beriringan ( after image ).
Ciri-ciri sensasi antara lain: Ciri-ciri sensasi antara lain:
a.
a. Modalitas Modalitas ( Modal )( Modal )
Contoh: Alat indera, melihat cahaya modalnya mata. Contoh: Alat indera, melihat cahaya modalnya mata.
b.
b. Kualitas Kualitas ( Mutu )( Mutu )
Contoh: Mata mampu membedakan warna merah dan biru. Contoh: Mata mampu membedakan warna merah dan biru.
c.
c. Adaptasitas Adaptasitas
Contoh: Wanita yang menggunakan anting beratnya menjadi konstan Contoh: Wanita yang menggunakan anting beratnya menjadi konstan karna adapatasi.
karna adapatasi.
d.
d. Intensitas Intensitas ( Kekuatan )( Kekuatan )
Contoh: Membedakan antara merah muda dengan merah tua. Contoh: Membedakan antara merah muda dengan merah tua.
e.
e. Durasitas Durasitas ( Lama )( Lama )
Contoh: 1 bulan atau 1 t
Contoh: 1 bulan atau 1 tahun.ahun.
Proses pendeteksian hadirnya stimulus sederhana, perasaan, kesan yang Proses pendeteksian hadirnya stimulus sederhana, perasaan, kesan yang timbul sebagai akibat prasangka suatu reseptor.
timbul sebagai akibat prasangka suatu reseptor.
Syarat-syarat sensasi: Syarat-syarat sensasi:
1.
1. Adanya stimulus yang mampu menimbulkan respon.Adanya stimulus yang mampu menimbulkan respon. 2.
2. Adanya alat indera atau respon yang dapat mengadakan respon terhadapAdanya alat indera atau respon yang dapat mengadakan respon terhadap stimulus.
stimulus. 3.
3. Ada saraf sensoris yang menghantarkan implus dari alat indera ke otak Ada saraf sensoris yang menghantarkan implus dari alat indera ke otak (sistem saraf pusat).
4.
4. Ada bagian dari otak yang mampu mengolah atau menterjemahkan implusAda bagian dari otak yang mampu mengolah atau menterjemahkan implus menjadi sensasi.
menjadi sensasi.
Sensasi merupakan hasil dari suatu proses didalam otak sebagai akibat Sensasi merupakan hasil dari suatu proses didalam otak sebagai akibat adanya impuls yang datang ke otak. Seseorang dapat
adanya impuls yang datang ke otak. Seseorang dapat memilih beberapa implusmemilih beberapa implus yang datang serta mengabaikannya merupakan dasar dari konsentrasi dan yang datang serta mengabaikannya merupakan dasar dari konsentrasi dan atensi. Sensasi dapat bertahan lama didalam otak dan dapat didasari kembali atensi. Sensasi dapat bertahan lama didalam otak dan dapat didasari kembali dasar memori.
dasar memori.11
Reseptor taktil adalah
Reseptor taktil adalah mekanoreseptor. Mekanoreseptor mekanoreseptor. Mekanoreseptor berespons berespons terhadap perubahan bentuk dan penekanan fisik dengan mengalami terhadap perubahan bentuk dan penekanan fisik dengan mengalami depolarisasi
depolarisasi dan menghasilkan potensial aksi. Apabiladan menghasilkan potensial aksi. Apabila depolarisasidepolarisasinya cukupnya cukup besar,
besar, maka maka serat serat saraf saraf yang yang melekat melekat ke ke reseptor reseptor akan akan melepaskan melepaskan potensialpotensial aksi dan menyalurkan informasi ke
aksi dan menyalurkan informasi ke korda spinaliskorda spinalis dan otak. Reseptor taktildan otak. Reseptor taktil yang berbeda memiliki kepekaan dan kecepatan mengirim impuls yang yang berbeda memiliki kepekaan dan kecepatan mengirim impuls yang berbeda
berbeda pula. pula. Dikriminasi Dikriminasi titik titik adalah adalah kemampuan kemampuan membedakan membedakan rangsanganrangsangan kulit oleh satu ujung benda dari dua ujung disebut diskriminasi dua titik. kulit oleh satu ujung benda dari dua ujung disebut diskriminasi dua titik. Berbagai daerah tubuh bervariasi dalam kemampuan membedakan dua titik Berbagai daerah tubuh bervariasi dalam kemampuan membedakan dua titik pada
pada tingkat tingkat derajat derajat pemisahan pemisahan bervariasi. bervariasi. Normalnya Normalnya dua dua titik titik terpisah terpisah 22
–
–
44 mm dpt dibedakan pada ujung jari tangan, 30-40mm dpt dibedakan pada mm dpt dibedakan pada ujung jari tangan, 30-40mm dpt dibedakan pada dorsum pedis. Tes dapat medorsum pedis. Tes dapat menggunakan kompas, jepitan rambut.nggunakan kompas, jepitan rambut.11
Sensasi taktil dibawa ke
Sensasi taktil dibawa ke korda spinaliskorda spinalis oleh satu dari tiga jenis neuronoleh satu dari tiga jenis neuron sensorik: serat tipe A beta yang besar, serat tipe A delta yang kecil, dan serat sensorik: serat tipe A beta yang besar, serat tipe A delta yang kecil, dan serat tipe C yang paling kecil. Kedua jenis serat tipe A mengandung
tipe C yang paling kecil. Kedua jenis serat tipe A mengandung mielinmielin dandan menyalurkan potensial aksi dengna sangat cepat; semakin besar serat semakin menyalurkan potensial aksi dengna sangat cepat; semakin besar serat semakin cepat transmisinya dibanding serat yang lebih kecil. Informasi taktil yang cepat transmisinya dibanding serat yang lebih kecil. Informasi taktil yang dibawa dalam serat A biasanya terlokalisasi baik. Serat C yang tidak dibawa dalam serat A biasanya terlokalisasi baik. Serat C yang tidak mengandung mielin dan menyalurkan potensial aksi ke
mengandung mielin dan menyalurkan potensial aksi ke korda spinaliskorda spinalis jauhjauh lebih lambat daripada serat A.
lebih lambat daripada serat A.11
Hampir semua informasi mengenai sentuhan, tekanan, dan getaran masuk Hampir semua informasi mengenai sentuhan, tekanan, dan getaran masuk ke
ke korda spinaliskorda spinalis melalui akar dorsal saraf spinal yang sesuai. Setelahmelalui akar dorsal saraf spinal yang sesuai. Setelah bersinaps di spinal, informasi dengan lokalisasi dibawa oleh serat-serat A yang bersinaps di spinal, informasi dengan lokalisasi dibawa oleh serat-serat A yang
melepaskan potensial aksi dengan cepat (beta dan delta) di kirim ke otak melepaskan potensial aksi dengan cepat (beta dan delta) di kirim ke otak melalui sistem
melalui sistem lemniskus kolumna dorsalislemniskus kolumna dorsalis. Serat-serat saraf dalam sisitem ini. Serat-serat saraf dalam sisitem ini menyeberang dari kiri ke kanan di batang otak sebellum bersinaps di
menyeberang dari kiri ke kanan di batang otak sebellum bersinaps di talamustalamus.. Informasi mengenai suhu dan sentuhan yang lokalisasi kurang baik di bawa ke Informasi mengenai suhu dan sentuhan yang lokalisasi kurang baik di bawa ke korda spinalis
korda spinalis melalui serat-serat C yang melepaskan potensial aksi secaramelalui serat-serat C yang melepaskan potensial aksi secara lambat. Info tersebut dikirim ke daerah
lambat. Info tersebut dikirim ke daerah retikularisretikularis di batang otak dandi batang otak dan kemudian ke pusat-pusat yang lebih tinggi melalui serat di sistem kemudian ke pusat-pusat yang lebih tinggi melalui serat di sistem anterolateral
anterolateral ..11 3. Tujuan
3. Tujuan
Pada akhir latihan ini mahasiswa dapat: Pada akhir latihan ini mahasiswa dapat: a.
a. Membedakan perasaan subjektif panas dan dinginMembedakan perasaan subjektif panas dan dingin b.
b. Menetapkan adanya titik-titik panas, dingin, tekan dan nyeri di kulitMenetapkan adanya titik-titik panas, dingin, tekan dan nyeri di kulit c.
c. Memeriksa daya (kemampuan) menetukan tempat rangsangan taktilMemeriksa daya (kemampuan) menetukan tempat rangsangan taktil (lokalisasi taktil)
(lokalisasi taktil) d.
d. Memeriksa daya membedakan dua titik tekan (diskriminasi taktil) padaMemeriksa daya membedakan dua titik tekan (diskriminasi taktil) pada perangsangan serentak (simultan) dan perangsangan berurutan (suksesif) perangsangan serentak (simultan) dan perangsangan berurutan (suksesif) e.
e. Menentukan adanya perasaan iringan (Menentukan adanya perasaan iringan (after imageafter image) dan menerangkan) dan menerangkan mekanisme terjadinya
mekanisme terjadinya after image.after image. f.
f. Memeriksa daya membedakan berbagai sifat benda:Memeriksa daya membedakan berbagai sifat benda: -- Kekasaran permukaanKekasaran permukaan
-- Bentuk Bentuk
-- Bahan pakaianBahan pakaian g.
g. Memeriksa daya menentukan sikap anMemeriksa daya menentukan sikap anggota tubuh.ggota tubuh.
4. Alat dan bahan 4. Alat dan bahan
a.
a. 3 3 baskom baskom i. i. air air bersuhu bersuhu 2020,, 30
30, 40, 40
b. termometer kimia
b. termometer kimia j. esj. es
c.
c. kerucut kerucut kuningan kuningan k. k. alkohol alkohol atau atau eter eter d. pensil
e. jangka e. jangka
f. berbagai jenis ampelas f. berbagai jenis ampelas g. benda-benda kecil g. benda-benda kecil h. bahan-bahan pakaian h. bahan-bahan pakaian 5. Cara kerja 5. Cara kerja
I. Perasaan subjektif panas dan
I. Perasaan subjektif panas dan dingindingin
a. Menyediakan 3 baskom yang masing-masing di isi air dengan suhu a. Menyediakan 3 baskom yang masing-masing di isi air dengan suhu
kira-kira 20
kira 20, 30, 30dan 40dan 40.. b.
b. Meminta Meminta orang orang percobaan percobaan (OP) (OP) memasukkan memasukkan tangan tangan kanannya kanannya keke dalam air bersuhu 20
dalam air bersuhu 20 dan tangan kirinya ke dalam air bersuhu 40dan tangan kirinya ke dalam air bersuhu 40 selama kurang lebih 2 menit. Mencatat kesan
selama kurang lebih 2 menit. Mencatat kesan yang dialami oleh OP.yang dialami oleh OP. c. Kemudian meminta OP untuk segera memasukkan kedua tangan itu c. Kemudian meminta OP untuk segera memasukkan kedua tangan itu
serentak ke dalam air bersuhu 30
serentak ke dalam air bersuhu 30. Mencatat kesan yang dialami OP.. Mencatat kesan yang dialami OP. d. Meniup perlahan-lahan kulit punggung tangan OP yang kering dari d. Meniup perlahan-lahan kulit punggung tangan OP yang kering dari
jarak ± 10 cm. jarak ± 10 cm.
e. Kemudian membasahi kulit punggung tangan OP dengan air dan e. Kemudian membasahi kulit punggung tangan OP dengan air dan meniup sekali lagi dengan kecepatan yang sama seperti pada cara kerja meniup sekali lagi dengan kecepatan yang sama seperti pada cara kerja #d.
#d.
f. Mengolesi sebagian kulit punggung tangan OP dengan alkohol atau eter f. Mengolesi sebagian kulit punggung tangan OP dengan alkohol atau eter dan meniup sekali lagi dengan kecepatan yang sama seperti pada cara dan meniup sekali lagi dengan kecepatan yang sama seperti pada cara kerja #d dan #e.
kerja #d dan #e.
g. Membandingkan kesan yang dialami OP pada hasil tiupan pada langkah g. Membandingkan kesan yang dialami OP pada hasil tiupan pada langkah
#d, #e dan #f. #d, #e dan #f.
II. Titik-titik panas, dingin, tekan dan
II. Titik-titik panas, dingin, tekan dan nyeri di kulit nyeri di kulit a.
a. Meminta OP untuk meletakkan punggung tangan kanannya di atasMeminta OP untuk meletakkan punggung tangan kanannya di atas sehelai kertas dan menarik garis pada pinggir tangan dan jari-jari sehelai kertas dan menarik garis pada pinggir tangan dan jari-jari sehingga diperoleh gambar tangan.
sehingga diperoleh gambar tangan. b.
b. Memilih dan menggambarkan di telapak tangan OP suatu daerahMemilih dan menggambarkan di telapak tangan OP suatu daerah seluas 3x3 cm, dan menggambarkan pula daerah itu di gambar tangan seluas 3x3 cm, dan menggambarkan pula daerah itu di gambar tangan pada kertas.
pada kertas. c.
d.
d. Menyelidiki secara teratur menurut garis-garis sejajar titik-titik yangMenyelidiki secara teratur menurut garis-garis sejajar titik-titik yang memberikan kesan panas yang jelas pada telapak tangan tersebut memberikan kesan panas yang jelas pada telapak tangan tersebut dengan menggunakan kerucut kuningan yang telah dipanasi. Cara dengan menggunakan kerucut kuningan yang telah dipanasi. Cara memanasi kerucut yaitu dengan menempatkannya dalam bejana berisi memanasi kerucut yaitu dengan menempatkannya dalam bejana berisi kikiran kuningan yang direndam dalam air bersuhu
kikiran kuningan yang direndam dalam air bersuhu 5050.. e.
e. Menandai titik-titik panas yang diperoleh dengan tinta.Menandai titik-titik panas yang diperoleh dengan tinta. f.
f. Mengulangi langkah #d dengan kerucut kuningan yang ditempatkanMengulangi langkah #d dengan kerucut kuningan yang ditempatkan dalam bejana berisi kikiran kuningan yang direndam dalam air es. dalam bejana berisi kikiran kuningan yang direndam dalam air es. g.
g. Menandai titik-titik dingin yang diperoleh dengan tinta.Menandai titik-titik dingin yang diperoleh dengan tinta.
III. Lokalisasi taktil III. Lokalisasi taktil
a.
a. Menutup mata OP dan menekankan ujung pensil pada suatu titik diMenutup mata OP dan menekankan ujung pensil pada suatu titik di kulit ujung jari
kulit ujung jari b.
b. Memerintahkan OP untuk melokalisasikan tempat yang baru diMemerintahkan OP untuk melokalisasikan tempat yang baru di rangsang dengan ujung pensil
rangsang dengan ujung pensil c.
c. Menetapkan jarak antara titik rangsang dan titik yang telah ditunjuk Menetapkan jarak antara titik rangsang dan titik yang telah ditunjuk d.
d. Mengulangi percobaan di atas sampai 5 kali dan menentukan jarak Mengulangi percobaan di atas sampai 5 kali dan menentukan jarak rata-rata untuk kulit ujung jari, telapak tangan, lengan bawah, lengan rata-rata untuk kulit ujung jari, telapak tangan, lengan bawah, lengan atas dan tengkuk
atas dan tengkuk
IV. Diskriminasi taktil (ambang membedakan
IV. Diskriminasi taktil (ambang membedakan 2 titik rangsang taktil)2 titik rangsang taktil) a.
a. Mengambil sebuah jangka yang sudah disediakan dan meregangkanMengambil sebuah jangka yang sudah disediakan dan meregangkan jangka
jangka sehingga sehingga kedua kedua ujung ujung jangka jangka berjarak berjarak ± ± 1 1 cm cm (sesuai (sesuai dengandengan ukuran jari telunjuk OP)
ukuran jari telunjuk OP) b.
b. Menginstruksikan OP untuk menutup mata dan meletakkan secaraMenginstruksikan OP untuk menutup mata dan meletakkan secara simultan (bersamaan waktunya) kedua ujung jangka pada ujung jari simultan (bersamaan waktunya) kedua ujung jangka pada ujung jari telunjuk OP dan meminta OP untuk mengidentifikasi jumlah rangsang telunjuk OP dan meminta OP untuk mengidentifikasi jumlah rangsang (1 atau 2 titik
(1 atau 2 titik rangsang) yang menekan/ merangsang ujung jarinya.rangsang) yang menekan/ merangsang ujung jarinya. c.
c. Mendekatkan kedua ujung jangka (secara bertahap dan mengulangiMendekatkan kedua ujung jangka (secara bertahap dan mengulangi langkah #b sampai OP tidak dapat lagi membedakan kedua ujung langkah #b sampai OP tidak dapat lagi membedakan kedua ujung
jangka
jangka sebagai sebagai 2 2 titik titik rangsang. rangsang. Arah Arah gerakan gerakan harus harus tegak tegak luruslurus terhadap garis yang menghubungkan kedua ujung jangka.
terhadap garis yang menghubungkan kedua ujung jangka. d.
d. Mencatat ambang rangsang OP dalam membedakan 2 titik rangsangMencatat ambang rangsang OP dalam membedakan 2 titik rangsang taktil.
taktil. e.
e. Mengulangi langkah a s/d c namun kedua ujung jangka diletakkanMengulangi langkah a s/d c namun kedua ujung jangka diletakkan tidak secara simultan tetapi secara suksesif (berurutan) yaitu satu ujung tidak secara simultan tetapi secara suksesif (berurutan) yaitu satu ujung diletakkan lebih dahulu daripada ujung lainnya.
diletakkan lebih dahulu daripada ujung lainnya. f.
f. Mencatat hasil pemeriksaan ambang membedakan 2 titik rangsangMencatat hasil pemeriksaan ambang membedakan 2 titik rangsang baik dengan cara perangsangan simultan maupu
baik dengan cara perangsangan simultan maupun suksesif.n suksesif. g.
g. Menentukan dengan cara yang sama (simultan dan suksesif) ambangMenentukan dengan cara yang sama (simultan dan suksesif) ambang dua titik di tengkuk, bibir, pipi
dua titik di tengkuk, bibir, pipi dan lidah.dan lidah. h.
h. Mencatat apa yang dialami OP.Mencatat apa yang dialami OP.
V. Perasaan iringan V. Perasaan iringan
a.
a. Meletakkan sebuah pensil anMeletakkan sebuah pensil antara kepala dan daun tara kepala dan daun telinga OP dantelinga OP dan membiarkan di tempat itu selama melakukan percobaan VI.
membiarkan di tempat itu selama melakukan percobaan VI. b.
b. Setelah Setelah selesai selesai dengan dengan percobaan percobaan VI, VI, mengangkat mengangkat pensil pensil dari dari telingatelinga OP dan mencatat apa yang dirasakan OP setelah pensil i
OP dan mencatat apa yang dirasakan OP setelah pensil itu dilepaskan.tu dilepaskan.
VI. Kemampuan membedakan berbagai sifat benda VI. Kemampuan membedakan berbagai sifat benda
Kekasaran permukaan benda Kekasaran permukaan benda a.
a. Dengan mata tertutup, memerintahkan OP untuk meraba-rabaDengan mata tertutup, memerintahkan OP untuk meraba-raba permukaan ampelas
permukaan ampelas yang mempunyai derajat yang mempunyai derajat kekasaran yang kekasaran yang berbeda- berbeda- beda.
beda. b.
b. Memperhatikan kemampuan OP untuk membedakan derajat kekasaranMemperhatikan kemampuan OP untuk membedakan derajat kekasaran ampelas.
ampelas. Bentuk benda Bentuk benda a.
a. Dengan mata tertutup, memerintahkan OP untuk memegang-megangDengan mata tertutup, memerintahkan OP untuk memegang-megang benda kecil yang diberikan.
benda kecil yang diberikan. b.
b. Memerintahkan OP untuk menyebutkan nama/ bentuk benda-bendaMemerintahkan OP untuk menyebutkan nama/ bentuk benda-benda itu.
itu.
Bahan pakaian Bahan pakaian
a.
a. Dengan mata tertutup, memerintahkan OP untuk meraba-raba berbagaiDengan mata tertutup, memerintahkan OP untuk meraba-raba berbagai jenis bahan pakaian yang diberikan.
jenis bahan pakaian yang diberikan. b.
b. Memerintahkan OP untuk setiap kali menyebutkan jenis/ sifat bahanMemerintahkan OP untuk setiap kali menyebutkan jenis/ sifat bahan pakaian yang dirabanya.
pakaian yang dirabanya. VII. Tafsiran sikap
VII. Tafsiran sikap a.
a. Memerintahkan OP untuk duduk dan menutup mata.Memerintahkan OP untuk duduk dan menutup mata. b.
b. Pegang dan menggerakkan secara pasif lengan bawah OP ke dekatPegang dan menggerakkan secara pasif lengan bawah OP ke dekat kepalanya, dekat dadanya, dekat lututnya, dan akhirnya kepalanya, dekat dadanya, dekat lututnya, dan akhirnya menggantungkan di sisi badannya.
menggantungkan di sisi badannya. c.
c. Menanyakan setiap kali sikap dan lokasi lengan OP.Menanyakan setiap kali sikap dan lokasi lengan OP. d.
d. Memerintahkan OP utnuk menyentuh telinga, hidung dan dahinyaMemerintahkan OP utnuk menyentuh telinga, hidung dan dahinya menggunakan menggunakan telunjuknya dengan perlahan-lahan menggunakan menggunakan telunjuknya dengan perlahan-lahan setelah setiap kali mengangkat lurus lengannya.
setelah setiap kali mengangkat lurus lengannya. e.
e. Memperhatikan apakah ada kesalahan.Memperhatikan apakah ada kesalahan.
6. Hasil 6. Hasil
I. Perasaan subjektif panas dan
I. Perasaan subjektif panas dan dingindingin
Pada percobaan yang telah dilakukan oleh OP pada langkah kerja #a, Pada percobaan yang telah dilakukan oleh OP pada langkah kerja #a, #b dan #c. Kesan yang dialami oleh OP adalah:
#b dan #c. Kesan yang dialami oleh OP adalah: a.
a. Pada suhu 20Pada suhu 20OP merasakan tangan kanannya dinginOP merasakan tangan kanannya dingin b. Pada suhu 40
b. Pada suhu 40OP merasakan tangan kirinya hangatOP merasakan tangan kirinya hangat c.
c. Pada suhu 30Pada suhu 30 OP OP merasakan merasakan tangan tangan kanan kanan yang yang awalnya awalnya dingindingin berubah
berubah menjadi menjadi hangat hangat dan dan tangan tangan kiri kiri yang yang awalnya awalnya hangat hangat menjadimenjadi dingin.
dingin.
Pada percobaan yang telah dilakukan oleh OP pada langkah kerja #d, Pada percobaan yang telah dilakukan oleh OP pada langkah kerja #d, #e dan #f. Kesan yang dialami oleh OP adalah:
#e dan #f. Kesan yang dialami oleh OP adalah:
a.
a. Kulit punggung tangan OP yang kering pada saat di tiup terasa dinginKulit punggung tangan OP yang kering pada saat di tiup terasa dingin yang merata
b. Kulit
b. Kulit punggung tanpunggung tangan gan OP OP yang yang sudah sudah dibasahi dibasahi dengan dengan air air pada pada saat saat didi tiup, bagian kulit punggung yang terkena air tidak terasa dingin, yang tiup, bagian kulit punggung yang terkena air tidak terasa dingin, yang terasa dingin hanyalah pada bagian samping yang tidak terkena air. Tetapi terasa dingin hanyalah pada bagian samping yang tidak terkena air. Tetapi ketika sudah tidak di tiup, kulit punggung yang terkena air kemudian ketika sudah tidak di tiup, kulit punggung yang terkena air kemudian terasa dingin.
terasa dingin. c.
c. Kulit punggung tangan OP yang telah diolesi dengan alkohol terasaKulit punggung tangan OP yang telah diolesi dengan alkohol terasa dingin dan semakin terasa
dingin dan semakin terasa dingin ketika kulit punggung tangan di tiup.dingin ketika kulit punggung tangan di tiup.
II. Titik-titik panas, ding
III. Lokalisasi tak III. Lokalisasi taktil til
No. Lokasi No. Lokasi
percobaan percobaan
Jarak antara titik rangsang dan titik yang di Jarak antara titik rangsang dan titik yang di tunjuk tunjuk Rata-rata rata 1.
1. Kulit Kulit ujung ujung jari jari 0,5 0,5 cm cm 0,1 0,1 cm cm 0 0 0 0 0 0 0,12 0,12 cmcm
2.
2. Telapak Telapak tangan tangan 1,7 1,7 cm cm 1 1 cm cm 0,6 cm 0,6 cm 0,6 0,6 cm cm 1,3 1,3 cm cm 1,04 1,04 cmcm
3.
3. Lengan Lengan bawah bawah 1,2 1,2 cm cm 1,2 1,2 cm cm 1,4 cm 1,4 cm 1 1 cm cm 1,5 1,5 cm cm 1,26 1,26 cmcm
4.
4. Lengan Lengan atas atas 2,1 2,1 cm cm 0,7 0,7 cm cm 0,5 cm 0,5 cm 0,5 0,5 cm cm 1,3 1,3 cm cm 1,02 1,02 cmcm
5.
5. Tengkuk Tengkuk 1,9 1,9 cm cm 1,6 cm 1,6 cm 1,4 cm 1,4 cm 1,5 1,5 cm cm 1,3 1,3 cm cm 1,54 1,54 cmcm
IV. Diskriminasi taktil (ambang membedaka
IV. Diskriminasi taktil (ambang membedakan dua titik rangsang taktil)n dua titik rangsang taktil) Dari percobaan yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil: Dari percobaan yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil: 1.
1. Pada saat ujung jari diberikan rangsangan, OP dapat mengidentifikasiPada saat ujung jari diberikan rangsangan, OP dapat mengidentifikasi jumlah rangsangan (1 atau 2 titik rangsang
jumlah rangsangan (1 atau 2 titik rangsang) dengan tepat.) dengan tepat. 2.
2. Pada saat tengkuk diberikan rangsangan, OP sulit untuk Pada saat tengkuk diberikan rangsangan, OP sulit untuk mengidentifikasi jumlah rangsang, karena dari 5 kali percobaan yang mengidentifikasi jumlah rangsang, karena dari 5 kali percobaan yang dilakukan di tengkuk, OP hanya mampu mengidentifikasi 1 kali dilakukan di tengkuk, OP hanya mampu mengidentifikasi 1 kali percobaan dengan tepat.
percobaan dengan tepat. 3.
3. Pada saat pipi diberikan rangsangan, OP bisa mengidentifikasi jumlahPada saat pipi diberikan rangsangan, OP bisa mengidentifikasi jumlah rangsangan, walaupun masih terdapat 1 kali kesalahan dari 5 kali rangsangan, walaupun masih terdapat 1 kali kesalahan dari 5 kali percobaan.
percobaan. 4.
4. Pada saat lidah diberikan rangsangan, OP dapat mengidentifikasiPada saat lidah diberikan rangsangan, OP dapat mengidentifikasi jumlah rangsangan dengan tepat.
jumlah rangsangan dengan tepat. 5.
5. Pada saat bibir diberikan rangsangan, OP juga dapat mengidentifikasiPada saat bibir diberikan rangsangan, OP juga dapat mengidentifikasi jumlah rangsangan dengan tepat.
jumlah rangsangan dengan tepat. V. Perasaan iringan (after image)
V. Perasaan iringan (after image)
Dari percobaan yang telah dilakukan dengan melalui percobaan ke Dari percobaan yang telah dilakukan dengan melalui percobaan ke VI terlebih dahulu, telingan kanan OP terasa lebih ringan daripada telinga VI terlebih dahulu, telingan kanan OP terasa lebih ringan daripada telinga kiri setelah pensil diangkat.
kiri setelah pensil diangkat.
VI. Kemampuan membedakan berbagai sifat benda VI. Kemampuan membedakan berbagai sifat benda
Kekasaran Permukaan benda Kekasaran Permukaan benda
Dari percobaan yang telah dilakukan, OP mampu membedakan Dari percobaan yang telah dilakukan, OP mampu membedakan permukaan ampelas yang memiliki derajat kekasaran yang berbeda-beda. permukaan ampelas yang memiliki derajat kekasaran yang berbeda-beda.
Bentuk benda Bentuk benda
Dari percobaan yang telah dilakukan, OP mampu menyebutkan Dari percobaan yang telah dilakukan, OP mampu menyebutkan bentuk
bentuk benda-benda benda-benda yang yang diberikan. diberikan. Sepeti Sepeti bentuk bentuk bulat bulat pada pada manik- manik-manik.
manik.
Bahan pakaian Bahan pakaian
Dari percobaan yang telah dilakukan, OP mampu menyebutkan Dari percobaan yang telah dilakukan, OP mampu menyebutkan jenis/ sifat dari bahan pakaian yang dirabanya seperti kasar dan halus. jenis/ sifat dari bahan pakaian yang dirabanya seperti kasar dan halus.
VII. Tafsiran sikap VII. Tafsiran sikap
Pada percobaan yang telah dilakukan, ketika lengan bawah OP Pada percobaan yang telah dilakukan, ketika lengan bawah OP digerakkan secara pasif ke dekat kepala, dada dan lutut, OP mampu digerakkan secara pasif ke dekat kepala, dada dan lutut, OP mampu menentukan lokasi lengannya. Kemudian, pada percobaan selanjutnya, menentukan lokasi lengannya. Kemudian, pada percobaan selanjutnya, saat OP diperintahkan secara perlahan untuk menyentuh bagian telinga, saat OP diperintahkan secara perlahan untuk menyentuh bagian telinga, hidung dan dahinya, OP mampu menunjukkan lokasi dengan tepat hidung dan dahinya, OP mampu menunjukkan lokasi dengan tepat menggunakan telunjuk jarinya. Namun, pada saat OP diperintahkan menggunakan telunjuk jarinya. Namun, pada saat OP diperintahkan dengan cepat terjadi kesalahan dalam menunjukkan lokasi.
dengan cepat terjadi kesalahan dalam menunjukkan lokasi. 7.
7. PembahasanPembahasan
Dalam praktikum pertama, menunjukkan perbedaan suhu secara Dalam praktikum pertama, menunjukkan perbedaan suhu secara bersamaan
bersamaan pada pada tangan tangan yang yang berbeda berbeda dan dan disertai disertai dengan dengan peningkatan peningkatan sertaserta penurunan kalor.
penurunan kalor. Hal Hal tersebut tersebut ditunjukkan pada ditunjukkan pada saat saat kedua kedua tangan tangan dicelupkandicelupkan pada
pada baskom baskom bersuhu bersuhu 30°C.30°C. Thermoreseptor Thermoreseptor menanggapi dengan cepat saatmenanggapi dengan cepat saat menerima suhu berbeda, sehingga akan dirasakan pada tangan disuhu 20°C menerima suhu berbeda, sehingga akan dirasakan pada tangan disuhu 20°C berubah
berubah menjadi menjadi lebih lebih panas panas dan dan tangan tangan disuhu disuhu 40°C 40°C menjadi menjadi lebih lebih dingin.dingin. Dapat disimpulkan bahwa terjadi adaptasi pada
Dapat disimpulkan bahwa terjadi adaptasi pada Thermoreseptor Thermoreseptor dan tubuhdan tubuh berusaha menyeimbangkan suhu b
berusaha menyeimbangkan suhu berbeda tersebut secara bertahap.erbeda tersebut secara bertahap.
Dalam praktikum kedua, rangsangan yang diberikan berubah-ubah secara Dalam praktikum kedua, rangsangan yang diberikan berubah-ubah secara cepat. Berbeda dengan praktikum pertama yang memerlukan waktu dua menit cepat. Berbeda dengan praktikum pertama yang memerlukan waktu dua menit untuk membandingkan perubahan kalor, serta adaptasi reseptor. Terlihat, untuk membandingkan perubahan kalor, serta adaptasi reseptor. Terlihat, ketika tangan kering yang ditiup dengan pelan terasa sejuk, kemudian ketika tangan kering yang ditiup dengan pelan terasa sejuk, kemudian dioleskan dengan dengan air terasa lebih
dioleskan dengan dengan air terasa lebih dingin dibandingkan kulit kering yangdingin dibandingkan kulit kering yang ditiup. Namun, pada saat diolesi dengan alkohol 70% ternyata lebih dingin dari ditiup. Namun, pada saat diolesi dengan alkohol 70% ternyata lebih dingin dari kedua uji coba sebelumnya, bahkan sempat terjadi kejutan singkat pada kulit kedua uji coba sebelumnya, bahkan sempat terjadi kejutan singkat pada kulit punggung
punggung tangan tangan yang yang diolesi diolesi dengan dengan alkohol. alkohol. Hal Hal itu, itu, disebabkan disebabkan karenakarena alkohol lebih mudah menguap dan disertai kalor yang didapatkan pada alkohol lebih mudah menguap dan disertai kalor yang didapatkan pada
permukaan kulit. Kemudian, rasa kejut sesaat yang dialami oleh OP d
permukaan kulit. Kemudian, rasa kejut sesaat yang dialami oleh OP disebabkanisebabkan reaksi
reaksi Nociceptor Nociceptor yang menanggapi suhu terlalu tinggi ataupun suhu terlaluyang menanggapi suhu terlalu tinggi ataupun suhu terlalu rendah sebagai sensasi nyeri, akibat perubahan suhu secara cepat,
rendah sebagai sensasi nyeri, akibat perubahan suhu secara cepat, nociceptor nociceptor merasakan alkohol memberi sensasi lebih dingin dibanding bahan uji coba merasakan alkohol memberi sensasi lebih dingin dibanding bahan uji coba yang lain.
yang lain.
Dalam praktikum ketiga dilakukan lokalisasi taktil, dimana OP harus Dalam praktikum ketiga dilakukan lokalisasi taktil, dimana OP harus menunjukkan daerah yang ditekan dengan pensil.
menunjukkan daerah yang ditekan dengan pensil. Mekanoreseptor Mekanoreseptor , mengambil, mengambil peran
peran untuk untuk merespon merespon tekanan, tekanan, getaran, getaran, kinestesi, kinestesi, dan dan berkaitan berkaitan dengan dengan indraindra peraba.
peraba. Dari Dari tabel tabel pada pada bagian bagian hasil, hasil, terlihat terlihat perbedaan perbedaan yang cukup yang cukup mencolok mencolok pada ja
pada jari ri tangan. Sebab, tangan. Sebab, ditemukan ketepatan ditemukan ketepatan sebanyak tisebanyak tiga kali ga kali berturut-turutberturut-turut dan hasilnya tidak ada yang mencapai 5 cm. Hal ini, menunjukkan pengaruh dan hasilnya tidak ada yang mencapai 5 cm. Hal ini, menunjukkan pengaruh waktu rangsangan dan proses penyebarannya ke reseptor sekitar akibat luasan waktu rangsangan dan proses penyebarannya ke reseptor sekitar akibat luasan lokasi rangsangan.
lokasi rangsangan.
Dalam praktikum keempat, diskriminasi taktil agak sedikit berbeda dari Dalam praktikum keempat, diskriminasi taktil agak sedikit berbeda dari praktikum ketiga karena
praktikum ketiga karena memakai dua timemakai dua titik yang ttik yang terkadang akan menerkadang akan menyebabkanyebabkan kesulitan dalam pembedaanya. Hal tersebut disebabkan karena berbagai daerah kesulitan dalam pembedaanya. Hal tersebut disebabkan karena berbagai daerah tubuh bervariasi dalam kemampuan membedakan dua titik pada tingkat derajat tubuh bervariasi dalam kemampuan membedakan dua titik pada tingkat derajat pemisahan
pemisahan bervariasi. bervariasi. Normalnya Normalnya dua dua titik titik terpisah terpisah 22
–
–
4 mm dapat dibedakan4 mm dapat dibedakan padapada ujung ujung jari jari tangan, tangan, 30-40 30-40 mm mm dapat dapat dibedakan dibedakan pada pada dorsum dorsum pedis. pedis. DariDari hasil percobaan, terlihat pada tengkuk dan pipi hanya satu kali OP dapat hasil percobaan, terlihat pada tengkuk dan pipi hanya satu kali OP dapat membedakan kedua titik secara tepat. Berdasarkan literatur, disimpulkan membedakan kedua titik secara tepat. Berdasarkan literatur, disimpulkan bahwa
bahwa lokalisasi dua titik lebih peka pada bagian yang menonjol, seperti bibir,lokalisasi dua titik lebih peka pada bagian yang menonjol, seperti bibir, hidung, mata, ujung jari dan telinga. Selain itu, Waktu juga mempengaruhi hidung, mata, ujung jari dan telinga. Selain itu, Waktu juga mempengaruhi sehingga ada penyebaran sensasi.
sehingga ada penyebaran sensasi.
Dalam praktikum kelima, praktikan melakukan uji coba dengan perasaan Dalam praktikum kelima, praktikan melakukan uji coba dengan perasaan iringan (
iringan (after imageafter image). Dari hasil praktikum menunjukkan bahwa telinga telah). Dari hasil praktikum menunjukkan bahwa telinga telah mengalami adaptasi terhadap beban yang diberikan selama beberapa saat. mengalami adaptasi terhadap beban yang diberikan selama beberapa saat. Namun,
Namun, setelah setelah beban beban di di angkat angkat akan akan terasa terasa lebih lebih ringan ringan diakibatkan diakibatkan bebanbeban yang menjadi stimulus pada reseptor telah hilang. Hal ini, berkaitan dengan yang menjadi stimulus pada reseptor telah hilang. Hal ini, berkaitan dengan sensasi yang diberikan dalam durasi waktu tertentu, sehingga menjadi memori sensasi yang diberikan dalam durasi waktu tertentu, sehingga menjadi memori yang disimpan dalam otak.
Dalam praktikum keenam, praktikan melakukan uji coba untuk Dalam praktikum keenam, praktikan melakukan uji coba untuk membedakan sifat benda, mulai dari bentuk, tekstur dan juga jenis atau sifat membedakan sifat benda, mulai dari bentuk, tekstur dan juga jenis atau sifat benda.
benda. Dari Dari praktikum praktikum ini, ini, OP OP dapat dapat menyebutkan menyebutkan secara secara tepat tepat semua semua bendabenda yang di berikan saat OP menutup matanya. Hal ini, disebabkan karena adanya yang di berikan saat OP menutup matanya. Hal ini, disebabkan karena adanya reseptor taktil. Impuls taktil kasar dihantarkan oleh
reseptor taktil. Impuls taktil kasar dihantarkan oleh tractus spinothalamicustractus spinothalamicus anterior
anterior , sedangkan impuls taktil halus dihantarkan melalui, sedangkan impuls taktil halus dihantarkan melalui faciculus faciculus gracilisgracilis dan
dan faciculus faciculus cunneatus. cunneatus. Untuk Untuk dapat dapat membedakan bendamembedakan benda
–
–
benda tanpabenda tanpa melihat bentuknya, adalah reseptormelihat bentuknya, adalah reseptor kinaesthesikinaesthesi..
Dalam praktikum ketujuh, praktikan melakukan tafsiran sikap. Dimana OP Dalam praktikum ketujuh, praktikan melakukan tafsiran sikap. Dimana OP akan menutup mata dan menggerakkan tangan serta jari untuk menunjuk ke akan menutup mata dan menggerakkan tangan serta jari untuk menunjuk ke arah yang diperintahkan rekan OP. berdasarkan hasil uji coba, OP dapat arah yang diperintahkan rekan OP. berdasarkan hasil uji coba, OP dapat menunjukkan dan menggerakkan lengan ke arah yang tepat sesuai dengan menunjukkan dan menggerakkan lengan ke arah yang tepat sesuai dengan prosedur
prosedur dari dari rekan rekan OP. OP. Hal Hal ini, ini, menunjukkan menunjukkan bahwa bahwa koordinasi koordinasi sistem sistem saraf saraf berjalan
berjalan dengan dengan baik. baik. Sebab, Sebab, gerak gerak merupakan merupakan pola pola koordinasi koordinasi yang yang sangatsangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Seluruh sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. Seluruh mekanisme gerak yang terjadi di tubuh kita tak lepas dari peranan
mekanisme gerak yang terjadi di tubuh kita tak lepas dari peranan sistem saraf.sistem saraf.
8.
8. Daftar PustakaDaftar Pustaka 1.
1. Sherwood, L. 1996.Sherwood, L. 1996. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Ed 2. Jakarta:. Ed 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Penerbit Buku Kedokteran EGC 2.
2. Robins.2007.Robins.2007. Buku Ajar Patologi. Buku Ajar Patologi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. 3.
3. Sukardi, E. 1984.Sukardi, E. 1984. Neuroanatomi Medica Neuroanatomi Medica. Jakarta: Penerbit Universitas. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia
Indonesia 4.
4. Puspita, I.1999.Puspita, I.1999. Psikologi faal. Psikologi faal.Depok: Universitas GunadarmaDepok: Universitas Gunadarma 5.
5. Junqueira,L.C. 2003.Junqueira,L.C. 2003. Histologi Dasar Histologi Dasar . Ed 10. Jakarta : Penerbit Buku. Ed 10. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
Kedokteran EGC 6.
6. Shidarta, Priguna dan Mahar Mardjono. 2010.Shidarta, Priguna dan Mahar Mardjono. 2010. Neurologi Klinis Dasar Neurologi Klinis Dasar .. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat
PERTANYAAN DAN JAWABAN PERTANYAAN DAN JAWABAN PERASAAN SUBJEKTIF PANAS DAN DINGIN
PERASAAN SUBJEKTIF PANAS DAN DINGIN
P-MS.1
P-MS.1 Apakah ada perbedaan perasaan subyektif antara kedua tanganApakah ada perbedaan perasaan subyektif antara kedua tangan tersebut? Apa sebabnya?
tersebut? Apa sebabnya? Jawab:
Jawab: Ada. Indra suhu dengan nyata sekali berespons terhadapAda. Indra suhu dengan nyata sekali berespons terhadap perubahan suhu perubahan suhu disamping dapat berespons terhadap tingkat temperatur yang tetap. Adanya disamping dapat berespons terhadap tingkat temperatur yang tetap. Adanya rangsang yang datang berubah-ubah membuat tangan OP terasa berbeda-beda. rangsang yang datang berubah-ubah membuat tangan OP terasa berbeda-beda. Sedangkan olesan sebagian kulit punggung tangan OP dengan alkohol memberi Sedangkan olesan sebagian kulit punggung tangan OP dengan alkohol memberi kesan lebih dingin ketika ditiup, karena alkohol akan menyerap kalor kesan lebih dingin ketika ditiup, karena alkohol akan menyerap kalor dipermukaannya.
dipermukaannya.
P-MS.2
P-MS.2 Apakah ada perbedaan antara ketiga hasil tindakan pada langkahApakah ada perbedaan antara ketiga hasil tindakan pada langkah 4,5,6? Apa sebabnya?
4,5,6? Apa sebabnya? Jawab:
Jawab: Ada. Adanya rangsang yang datang berubah-ubah membuat tangan terasaAda. Adanya rangsang yang datang berubah-ubah membuat tangan terasa berbeda-beda pada
berbeda-beda pada praktikum perasaan praktikum perasaan subjektif panas subjektif panas dan dingin dan dingin ini. Sedangkanini. Sedangkan adanya perbedaan antara hasil tindakan pada prosedur ke-4[sejuk], 5[dingin], dan adanya perbedaan antara hasil tindakan pada prosedur ke-4[sejuk], 5[dingin], dan 6[lebih dingin] karena eter atau air akan menyerap kalor dipermukaannya, 6[lebih dingin] karena eter atau air akan menyerap kalor dipermukaannya,
sehingga punggung tangan akan terasa lebih sejuk atau dingin ketika ditiup. Jadi, sehingga punggung tangan akan terasa lebih sejuk atau dingin ketika ditiup. Jadi, apabila rangsang yang datang berubah maka
apabila rangsang yang datang berubah maka responnya juga berubah.responnya juga berubah. TITIK-TITIK PANAS
TITIK-TITIK PANAS, DINGIN, TEKAN DAN , DINGIN, TEKAN DAN NYERI DI KULITNYERI DI KULIT
P-MS.3
P-MS.3 Menurut teori, kesan apakah yang diperoleh bila titik dinginMenurut teori, kesan apakah yang diperoleh bila titik dingin dirangsang oleh benda panas?
dirangsang oleh benda panas? Bagaimana keterangannyBagaimana keterangannya?a? Jawab:
Jawab: Seharusnya apabila titik dingin dirangsang oleh panas akan terasa dinginSeharusnya apabila titik dingin dirangsang oleh panas akan terasa dingin pula begitu
pula begitu pun sebaliknya pun sebaliknya apabila apabila titik titik panas panas dirangsang titidirangsang titik dingin k dingin akan akan terasaterasa panas.
panas. Karena Karena titik-titik titik-titik rangsang nrangsang nyeri, panas, yeri, panas, dingin, atdingin, ataupun tekan aupun tekan itu itu terdapatterdapat pada titik-titik
pada titik-titik tertentu. Pada saat tertentu. Pada saat percobaan ketika tepercobaan ketika telapak tangan diberi rlapak tangan diberi rangsangangsang panas
panas dan dan dingin dingin di di titik titik yang yang sama sama maka maka akan akan terasa terasa kedua-duanya kedua-duanya ataupunataupun adanya sensasi bingung itu bisa dikarenakan kita sulit membedakan mana yang adanya sensasi bingung itu bisa dikarenakan kita sulit membedakan mana yang panas dan yang ding
panas dan yang dingin sehingga timbullah sensasi bingung.in sehingga timbullah sensasi bingung.
Reseptor nyeri, panas, tekan, dan dingin apabila dirangsang oleh Reseptor nyeri, panas, tekan, dan dingin apabila dirangsang oleh rangsangan apapun akan terasa sama seperti tempat reseptor itu berada. Tidak rangsangan apapun akan terasa sama seperti tempat reseptor itu berada. Tidak akan pernah reseptor dingin dirangsang panas akan menjadi dingin, reseptor akan pernah reseptor dingin dirangsang panas akan menjadi dingin, reseptor dingin akan tetap dingin bila diberi rangsang apapun. Jadi, pada intinya apabila dingin akan tetap dingin bila diberi rangsang apapun. Jadi, pada intinya apabila reseptor diberi rangsangan, maka reseptornyalah yang akan bekerja/memberi reseptor diberi rangsangan, maka reseptornyalah yang akan bekerja/memberi respon (tergantung reseptor).
respon (tergantung reseptor). LOKALISASI TAKTIL LOKALISASI TAKTIL
P-MS.4
P-MS.4 Apakah kemampuan lokasi taktil seseorang sama besarnya untuk Apakah kemampuan lokasi taktil seseorang sama besarnya untuk seluruh bagian tubuh?
seluruh bagian tubuh? Jawab:
Jawab: Berbeda. Berbeda. Karena Karena Reseptor Reseptor taktil taktil adalahadalah mekanoreseptor.mekanoreseptor. Mekanoreseptor
Mekanoreseptor berespons terhadap perubahan bentuk dan penekanan fisik berespons terhadap perubahan bentuk dan penekanan fisik dengan mengalami
dengan mengalami depolarisasidepolarisasi dan menghasilkan potensial aksi. Apabiladan menghasilkan potensial aksi. Apabila depolarisasi
depolarisasinya cukup besar, maka serat saraf yang melekat ke reseptor akannya cukup besar, maka serat saraf yang melekat ke reseptor akan melepaskan potensial aksi dan menyalurkan informasi ke
melepaskan potensial aksi dan menyalurkan informasi ke korda spinaliskorda spinalis dan otak.dan otak. Reseptor taktil yang berbeda memiliki kepekaan dan kecepatan mengirim impuls Reseptor taktil yang berbeda memiliki kepekaan dan kecepatan mengirim impuls yang b
yang berbeda pula. erbeda pula. Semakin distal bSemakin distal bagian tubuh agian tubuh maka akan maka akan semakin sensitif semakin sensitif dalam melokalisasi taktil.
dalam melokalisasi taktil.
Contoh: ujung jari dan bibir lebih sensitif karena reseptornya lebih rapat. Contoh: ujung jari dan bibir lebih sensitif karena reseptornya lebih rapat.
P-MS.5
P-MS.5 Apakah istilah kemampuan seseorang untuk menentukan tempatApakah istilah kemampuan seseorang untuk menentukan tempat rangsang taktil?
Jawab:
Jawab: Istilah untuk Istilah untuk kemampuan seseorang kemampuan seseorang dalam menentukan dalam menentukan tempat rtempat rangsang angsang taktil disebut dengan
taktil disebut dengan topognasia.topognasia.
DISKRIMINASI TAKTIL (AMBANG MEMBEDAKAN DUA TITIK DISKRIMINASI TAKTIL (AMBANG MEMBEDAKAN DUA TITIK RANGSANG TAKTIL)
RANGSANG TAKTIL)
P-MS.6
P-MS.6 Apa artinya bila perangsangan oleh kedua ujung jangka memberiApa artinya bila perangsangan oleh kedua ujung jangka memberi kesan sebagai satu titik rangsang?
kesan sebagai satu titik rangsang? Jawab:
Jawab: Kemampuan panca indra untuk membedakan keberadaan 2 titik yangKemampuan panca indra untuk membedakan keberadaan 2 titik yang mendapat rangsangan sangat dipengaruhi oleh mekanisme inhibisi lateral yang mendapat rangsangan sangat dipengaruhi oleh mekanisme inhibisi lateral yang meningkatkan derajat kontras pada pola spasial yang disadari.
meningkatkan derajat kontras pada pola spasial yang disadari.
Setiap jaras sensorik bila dirangsang, secara simultan akan menghasilkan Setiap jaras sensorik bila dirangsang, secara simultan akan menghasilkan sinyal inhibitorik lateral; sinyal ini menyebar ke sisi sinyal eksitatorik dan sinyal inhibitorik lateral; sinyal ini menyebar ke sisi sinyal eksitatorik dan menghambat neuron yang berdekatan. Sebagai contoh, ingat lah neuron yang menghambat neuron yang berdekatan. Sebagai contoh, ingat lah neuron yang dirangsang di
dirangsang di nucleus nucleus kolumna dorsalis. Selain dari kolumna dorsalis. Selain dari pusat sinyal eksitatorik, jaraspusat sinyal eksitatorik, jaras lateral pendek
lateral pendek juga juga menjalarkan sinyal menjalarkan sinyal inhibitorik ke inhibitorik ke neuron neuron di sekitarnydi sekitarnya. a. Jadi,Jadi, sinyal ini lewat melelui interneuron tambahan yang menyekresi transmitter sinyal ini lewat melelui interneuron tambahan yang menyekresi transmitter inhibitorik.
inhibitorik.
Pentingnya inhibisi lateral adalah bahwa inhibisi ini menghambat Pentingnya inhibisi lateral adalah bahwa inhibisi ini menghambat penyebaran
penyebaran sinyal sinyal eksitatorik eksitatorik ke ke lateral lateral sehingga sehingga meningkatkan meningkatkan derajat derajat kontraskontras dalam pola sensorik yang dirasakan di korteks serebralis.
dalam pola sensorik yang dirasakan di korteks serebralis.
Jadi pada bibir dan lidah lebih sensitif dibandingkan dengan organ-organ lain Jadi pada bibir dan lidah lebih sensitif dibandingkan dengan organ-organ lain seperti pipi, tengkuk, dll.
seperti pipi, tengkuk, dll.
PERASAAN IRINGAN (AFTER IMAGE) PERASAAN IRINGAN (AFTER IMAGE)
P-MS.7
P-MS.7Bagaimana mekanisme terjadinya perasan iringan?Bagaimana mekanisme terjadinya perasan iringan? Jawab:
Jawab: Salah satu sirkuit pada sistem saraf adalah sikuit reverberasi atau sirkuitSalah satu sirkuit pada sistem saraf adalah sikuit reverberasi atau sirkuit bolak
bolak balik balik (oscilatory). (oscilatory). Sirkuit Sirkuit ini ini dapat dapat disebabkan disebabkan oleh oleh adanya adanya umpan umpan balik balik positif
positif di di dalam dalam sirkuit sirkuit neuron. neuron. Umpan Umpan balik balik ini ini ditujukan ditujukan untuk untuk merangsangmerangsang kembali masukan sirkuit yang sama sehingga sirkuit itu dapat mengeluarkan kembali masukan sirkuit yang sama sehingga sirkuit itu dapat mengeluarkan letupan berulang-ulang untuk waktu yang lama. Umpan balik positif ini dapat letupan berulang-ulang untuk waktu yang lama. Umpan balik positif ini dapat terjadi apabila suatu neuron memiliki percabangan ke neuron lain yang memiliki terjadi apabila suatu neuron memiliki percabangan ke neuron lain yang memiliki percabangan
percabangan yang yang menuju menuju kembali kembali ke ke neuron neuron sebelumnya. sebelumnya. Jadi, Jadi, pada pada intinyaintinya adanya sirkuit reverberasi atau sirkuit bolak balik sehingga rangsangan yang telah adanya sirkuit reverberasi atau sirkuit bolak balik sehingga rangsangan yang telah
diteruskan oleh satu neuron kembali lagi kepada neuron tersebut sehingga diteruskan oleh satu neuron kembali lagi kepada neuron tersebut sehingga menimbulkan perasaan iringan (
menimbulkan perasaan iringan (after imageafter image).). KEMAMPUA
KEMAMPUAN MEMBEDAKAN BERBAGAI N MEMBEDAKAN BERBAGAI SIFAT BENDASIFAT BENDA
P-MS.8
P-MS.8 Apa nama kelainan neurologis yang diderita orang membuatApa nama kelainan neurologis yang diderita orang membuat kesalahan dalam membedakan sifat benda?
kesalahan dalam membedakan sifat benda? Jawab:
Jawab:
Bentuk: Astereogsia (agnosia taktil),Bentuk: Astereogsia (agnosia taktil),
Berat: baragnosiaBerat: baragnosia
Kekasaran permukaan: thigmanesthesiaKekasaran permukaan: thigmanesthesia TAFSIRAN SIKAP
TAFSIRAN SIKAP
P-MS.9
P-MS.9 Apa nama kelainan neurologis yang diderita orang yang membuatApa nama kelainan neurologis yang diderita orang yang membuat kesalahan dalam melokalisasi tempat-tempat yang diminta?
kesalahan dalam melokalisasi tempat-tempat yang diminta? Jawab:
Jawab: DisdiadokokineDisdiadokokinesiasia
Koordinasi gerak terutama diatur oleh serebelum (otak kecil). Secara Koordinasi gerak terutama diatur oleh serebelum (otak kecil). Secara sederhana dapat dikatakan bahwa gangguan utama dari lesi di serebelum ialah sederhana dapat dikatakan bahwa gangguan utama dari lesi di serebelum ialah adanya dissinergia, yaitu kurangnya koordinasi. Artinya bila dilakukan gerakan adanya dissinergia, yaitu kurangnya koordinasi. Artinya bila dilakukan gerakan yang membutuhkan kerja sama antar otot, maka otot-otot ini tidak bekerja sama yang membutuhkan kerja sama antar otot, maka otot-otot ini tidak bekerja sama secara baik, walaupun tidak di dapatkan kelumpuhan. Hal ini terlhat jika pasien secara baik, walaupun tidak di dapatkan kelumpuhan. Hal ini terlhat jika pasien berdiri
berdiri , , jalan, jalan, membungkuk membungkuk atau atau menggerakan menggerakan anggota anggota badan. badan. Ada Ada 2 2 hal hal yangyang perlu diperhatikan bahwa dissinergia ini, yaitu : gangg
perlu diperhatikan bahwa dissinergia ini, yaitu : gangguan gerakan dan dismetria.uan gerakan dan dismetria. Selain itu, cerebellum ikut berpartisipasi dalam mengatur sikap, tonus, Selain itu, cerebellum ikut berpartisipasi dalam mengatur sikap, tonus, mengintegrasikan dan mengkoordinasikan gerakan somatik. Lesi pada serebellum mengintegrasikan dan mengkoordinasikan gerakan somatik. Lesi pada serebellum dapat menyebabkan gangguan sikap dan tonus, dissinergia atau gangguan dapat menyebabkan gangguan sikap dan tonus, dissinergia atau gangguan koordinasi gerakan (ataksia). Gerakan menjadi terpecah-pecah, dengan lain koordinasi gerakan (ataksia). Gerakan menjadi terpecah-pecah, dengan lain perkataan
perkataan kombinasi kombinasi gerakan gerakan yang yang seharusnya seharusnya dilakukkan dilakukkan secara secara simultansimultan (sinkron) dan harmonis, menjadi terpecah-pecah dan dilakukan satu persatu serta (sinkron) dan harmonis, menjadi terpecah-pecah dan dilakukan satu persatu serta kadang simpang siur. Gejala klinis yang kita dapatkan pada gangguan serebelar kadang simpang siur. Gejala klinis yang kita dapatkan pada gangguan serebelar ialah adanya: gangguan koordinasi gerakan(ataksia), disdiadokhokinesia, ialah adanya: gangguan koordinasi gerakan(ataksia), disdiadokhokinesia, dismetria, tremor intense, disgrafia (makrografia) gangguan sikap, nistagmus, dismetria, tremor intense, disgrafia (makrografia) gangguan sikap, nistagmus, fenomena rebound, asthenia, atonia, dan disartria.