• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul Pembuatan WebGIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Modul Pembuatan WebGIS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Modul Pembuatan dan Updating WebGIS 1. Pengenalan Mapserver

MapServer merupakan salah satu aplikasi pemetaan online (web GIS) yang dikembangkan oleh Universitas Minnesota, NASA, dan Departemen Sumber Daya Alam Minnesota (Minnesota Departemen of Natural Resources). MapServer dapat dijalankan pada beberapa sistem operasi yaitu Unix/Linux, MacOS dan Windows. Web-GIS merupakan Sistem Informasi Geografi berbasis web yang terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait. Web-GIS merupakan gabungan antara design grafis pemetaan, peta digital dengan analisa geografis, pemrograman komputer, dan sebuah database yang saling terhubung menjadi satu bagian web design dan web pemetaan.

Fitur yang didukung oleh MapServer adalah:

 Format vektor: ESRI shapefile, ESRI ArcSDE, mapinfo tab

 Format raster: TIFF/GeoTIFF, GIF, PNG, ERDAS, JPEG, EPPL7  Quadtree spatial indexing untuk shapefile

 Dapat sepenuhnya dikustomisasi untuk menghasilkan hasil yang diinginkan

 Pemilihan fitur menggunakan item/nilai, titik, area atau fitur lainnya  Mendukung TrueType font

 Mendukung OpenGIS

 Mendukung penggabungan data raster dan vektor (untuk penyajian data)

 Legenda dan skala yang otomatis

 Mendukung pengembangan peta tematik online  Pelabelan fitur

 Konfigurasi dapat dilakukan secara online (on-the fly configuration)  Proyeksi dapat dilakukan secara online (on-the-fly projection)

Sumber: Tutorial Mapserver, Mapserver-pmapper 2008

2. Instalasi Mapserver

 Tutorial ini menggunakan MapServer for Windows  Extract ms4w.zip atau MS4W.rar ke directori C:/  Double klik file apache-install.bat di direktori c:/ms4w/

(2)

 Ketik http://localhost pada browser (eg. Firefox). Jika MapServer sudah berhasil di install akan muncul tampilan berikut pada browser.

 Membuat folder untuk membangun suatu aplikasi pada MapServer di direktori c:/ms4w/apps/. Beri nama tutorial pada folder tersebut.

 Buat file index.html dalam folder yang baru dibuat. Ketik seperti di bawah ini.

 Untuk registrasi folder tersebut, buat file baru bernama httpd_tutorial.conf di direktori c:/ms4w/httpd.d/. Edit file tersebut dengan aplikasi text editor (eg. notepad), ketik konfigurasi seperti contoh dibawah ini.

(3)

 Double klik file apache-restart.bat di direktori c:/ms4w/

 Ketik http://localhost/tutorial/ pada browser. Jika berhasil akan tampil seperti dibawah ini.

3. Anatomi Aplikasi MapServer

 Map File : File berisi konfigurasi untuk membangun mapserver yang berekstensi *.map.

 Geographic Data: Data spasial yang digunakan dapat berupa vektor, raster. Jenis file yang umum digunakan adalah shapefile dari ESRI (*.shp). Berbagai macam jenis file lain dapat juga dipergunakan.  HTML Pages : Halaman web yang dibangun menggunakan HTML

(HyperText Markup Language) untuk tampilan antar muka pengguna.  MapServer CGI: File binari atau yang dapat dieksekusi berfungsi

untuk mengirim, meminta, dan menerima gambar, file ,dan lain-lain.  HTTP Server: Web server untuk mengirim dokumen web ke internet,

web server yang umum digunakan adalah Apache dan IIS.

Arsitektur dasar aplikasi MapServer

4. MapFile

Untuk memanfaatkan fungsionalitasnya yang paling sederhana sekalipun, MapServer akan selalu membutuhkan minimal sebuah mapfile. Mapfile merupakan file teks biasa

(4)

yang berekstensi *.map yang akan mendeskripsikan apa dan dimana sumber datanya, dan bagaimana cara data tersebut harus ditampilkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami struktur mapfile ini terlebih dahulu sebelum memasuki bahasan selanjutnya.

Sebelum benar-benar menggunakan MapServer untuk pertama kalinya, pengguna harus membuat file teks yang berekstensi *.map. File yang disebut mapfile tersebut memiliki ketentuan-ketentuan penulisan sebagai berikut:

Teks pada mapfile tidak bersifat case-sensitive.

Penulisan string yang berisi campuran beberapa karakter non-alphanumerik (selain karakter huruf dan angka) atau keywords milik MapServer harus diapit oleh tanda petik ganda ( “ ).

Penulisan path lokasi file bisa dilakukan secara absolut maupun relatif.

Susunan atau isi mapfile memiliki hierarki struktur dengan objek “MAP” sebagai “root”. Sementara objek-objek lainnya berada di bawah objek ini.

Pengguna dapat menambahkan baris-baris komentar di dalam mapfile dengan cara mengawali komentar tersebut dengan karakter pagar (#).

(5)

4.1.Contoh Pembuatan MapFile Sederhana

Sebagai contoh pertama kita, berikut ini adalah isi mapfile sederhana yang dapat digunakan untuk menampilkan sebuah layer peta di dalam program aplikasi browser internet.

Keterangan (sesuai urutan baris):

MapFile tersebut memiliki objek MAP yang bernama “Ciamis”

File sementara yang dihasilkan oleh MapServer nantinya berupa file JPEG (bisa juga berupa GIF maupun PNG).

Jangkauan batas koordinat peta adalah (817736.087952, 9132478.264415);

(950803.900246, 9224249.169445). Nilai-nilai tersebut diambil dari (extent) cakupan

peta aslinya.

Semua layer dimunculkan (STATUS ON). #

# Komentar untuk mapfile #

MAP # tanda awal mapfile NAME Ciamis # nama mapfile

IMAGETYPE JPEG # bisa juga GIF, PNG

EXTENT 817736.087952 9132478.264415 950803.900246 9224249.169445 SYMBOLSET "../common/symbols/symbols-pmapper.sym" #konfigurasi simbol UNITS meters

SIZE 600 500 # ukuran image yang dihasilkan IMAGECOLOR 108 166 205

#

# Mulai pendefinisian layer #

LAYER # tanda awal definisi layer NAME “ciamis_u” # nama layer CONNECTIONTYPE postgis

CONNECTION "user=postgres password=1234 dbname=ciamis host=localhost port=5432" DATA "the_geom FROM administrasi.ciamis_u using unique gid using SRID=32748" STATUS ON # layer dimunculkan

TYPE POLYGON # untuk tipe poligon CLASS

NAME “ciamis” STYLE

COLOR 255 255 255 # warna latar putih

OUTLINECOLOR 108 166 205 # warna batas luar poligon END # akhir style

END #akhir class END #akhir definisi layer END # akhir mapfile

(6)

Satuan koordinat peta dalam meters. Digunakan untuk menentukan scalebar dan komputasi lainnya yang terkait dengan koordinat & skala.

Ukuran (resolusi) gambar yang dihasilkan adalah 600×400 pixel.

 Warna latar pada peta adalah warna biru muda (RGB: 108 166 205). Untuk memudahkan dalam memilih warna, Anda bisa menggunakan tool ColorPic yang dapat di download di internet.

Pada peta “Indonesia” tersebut, terdapat layer yang bernama “Asean”. Nama shapefile yang digunakan untuk layer “Asean” tersebut adalah

“Asean-oceania.shp”.

Layer tersebut statusnya dimunculkan (STATUS ON).

Di dalam layer “ciamis_u” terdapat unsur-unsur spasial yang bertipe poligon dengan nama “ciamis” juga.

Kelas “ciamis” akan disajikan dengan warna latar putih (RGB: 255 255 255) dengan garis tepi warna biru muda yang sama dengan warna latar peta.

4.2.Objek-objek di dalam MapFile

Pada contoh sederhana di bagian sebelumnya, kita lihat bahwa secara garis besar mapfile terdiri dari 5 bagian: Map, Layer, Class, Label, dan Style. Kita akan bahas 5 bagian tersebut satu-per-satu.

4.2.1. Map

Objek ini mendefinisikan objek master milik mapfile, yang isinya adalah parameter-parameter global untuk peta yang akan ditampilkan.

4.2.2. Layer

Objek ini paling sering digunakan untuk mendefinisikan layer-layer yang kemudian membentuk peta. Urutan penempatan layer di peta adalah sesuai dengan urutan penulisannya. Artinya, layer yang paling dulu dituliskan akan ditempatkan di bagian paling bawah dari peta.

#

# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN #

MAP ... ...

END # AKHIR MAP

(7)

4.2.3. Class

Objek ini digunakan untuk mendefinisikan kelas tematik untuk suatu layer. Jadi bisa dikatakan, setiap layer pasti memiliki paling tidak satu kelas. Ketika layer memiliki lebih dari satu kelas, maka kelas-kelas tersebut dibedakan oleh nilai-nilai yang terkait beserta ekspresi yang digunakan untuk mengevaluasinya. Mengenai ekspresi akan dibahas di bagian selanjutnya.

4.2.4. Label

Objek ini digunakan untuk mendefinisikan anotasi suatu unsur dalam peta. Selain itu, label juga dapat dijadikan sebagai simbol.

#

# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN # MAP ... LAYER ... CLASS ...

END # AKHIR DEFINISI CLASS ...

END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER ...

END # AKHIR MAP #

# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN #

MAP ... LAYER ...

END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER ...

END # AKHIR MAP

(8)

4.2.5. Style

Objek ini digunakan untuk menentukan parameter-parameter simbol yang dipakai. Dengan adanya objek ini, setiap kelas dapat memiliki simbol dengan tipe, ukuran, dan warna tersendiri.

4.3.Menampilkan MapFile

#

# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN # MAP ... LAYER ... CLASS ... STYLE ...

END # AKHIR DEFINISI STYLE LABEL

...

END # AKHIR DEFINISI LABEL ...

END # AKHIR DEFINISI CLASS ...

END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER ...

END # AKHIR MAP #

# BARIS KOMENTAR UNTUK MAPFILE YANG BERSANGKUTAN # MAP ... LAYER ... CLASS ... LABEL ...

END # AKHIR DEFINISI LABEL ...

END # AKHIR DEFINISI CLASS ...

END # AKHIR DEFINISI OBJEK LAYER ...

(9)

Untuk menampilkan peta pertama kita, silahkan buka melalui browser dengan perintah:

http://localhost/cgi-bin/mapserv.exe?map=c:\ms4w\apps\map-ciamis\web-ciamis\config\latihan\latihan.map&mode=map&layers=all

(10)

5. Instalasi pmapper

Untuk mendapatkan instalasi mapserver, silahkan untuk di download di

www.maptools.org. Pilihlah paket pmapper untuk MS4W. untuk tutorial ini digunakan ms4w.zip. Untuk instalasi pmapper silahkan untu meng-ekstraknya di tempat MS4W berada contoh c:\ms4w\. dan pastikan di folder app c:\ms4w\apps\ terdapat folder “map-ciamis”. Setelah itu restart apache yang berada dalam folder c:\ms4w\apache-restart.bat. Dan masuk kembali ke halaman http://localhost/, sehingga pada bagian aplikasi terdapat tulisan pmapper yang telah terinstal

Gambar 5 pmapper

5.1.Konfigurasi HTTPD

Apache menyediakan fungsi untuk memanggil halaman web selain di “htdocs”. Dalam tutorial ini httpd telah tersedia setelah kita meng-extrak pmmaper. Untuk melihat isinya silahkan untuk melihatnya memakai “notepad” atau aplikasi sejenisnya.

(11)

5.2.Konfigurasi pmapper

Gambar 7 struktur file pmapper

Untuk melakukan konfigurasi pmapper, dibutuhkan suatu applikasi yang dapat meng-edit scripts pmapper, bisa pake notepad ataupun program khusus. Untuk tutorial ini digunakan notepad++.

5.3.Direktori dan File struktur 5.3.1. Config

Direktori untuk konfigurasi file, didalamnya terdapat file “config.ini: dan subdirektori “default”. Pada subdirektori “default” terdapat file “custom.js”, “js_config.php”, “php_config.php”, “search.xml”, dan mapfile. Disinilah nanti subdirektori untuk pembuatan peta baru.

5.3.2. Doc

(12)

5.3.3. Images

Didalamnya terdapat file-file image yang digunakan untuk tampilan di web. Pada subdirektori “legend” terdapat icon untuk legenda.

5.3.4. Incphp

Pada direktori ini terdapat file php dengan berbagai macam fungsi diantaranya  Common.php : berfungsi untuk menentukan variabel-variabel yang biasa digunakan  Custom.php : untuk kostumisasi setting pada toolbar

 Js_init.php : menentukan variabel untuk javascript  /init/init.php & initmap.php : inisialisasi aplikasi

 Initgroups.php : inisialisasi untuk GROUP dan GLAYER objek  Map.php : berfungsi untuk merender map

 /query/… : fungsi untuk query (identify, select, search)  Legend.php : berfungsi untuk membuat legenda

 Group.php : class untuk fungsi GROUP dan GLAYER objek  Util.php : fungsi utiliti

 /print/print.php : fungsi untuk melakukan print (cetak gambar)  /print/pdfprint.php : fungsi khusus untuk membuat file pdf  /print/tcpdf.php : fungsi untuk pdf

 /xajax/… : fungsi scripts ajax

5.3.5. Javascript

fungsi Javascript:

 common.js: fungsi umum aplikasi

 custom.js: kostumisasi aplikasi seperti hyperlink  forms.js: fungsi untuk form dan memilih skala  geometry.js: library untuk mengukur jarak

 layout.js: layout parameter seperti (width/height, left/top) khusus tampilan  mapserver.js: fungsi utama untuk membuat peta dari file-file spasial, query dan

lainnya.

 pmapper.js: fungsi, resize, GUI.

 pmdraw.js: fungsu untuk mengukur jarak di peta  pminit.js: inisialisasi fungsi

 pmjson.js: fungsi untuk query  pmquery.js: fungsi untuk query  search.js: fungsi untuk pencarian

 sorttable.js: pengaturan untuk hasil pencarian. A-Z atau Z-A  toc.js: definisi untuk legenda

 dtree.js: struktur untuk menampilkan layer di legenda

(13)

 xmlhttp.js: XMLHttp/AJAX fungsi  zslider.js: fungsi untuk tools zoom geser  zoombox.js: DHTML zoom/pan

5.4.Penyimpanan data

Untuk mempermudah dalam pembuatan web-sig, alangkah baiknya dalam penyimpanan data dibuat struktur sejelas mungkin (masalah letak). Hal ini untuk meminimalisir kesalahan yang terjadi, seperti tidak munculnya peta. Untuk tutorial ini folder “data” diletakan sebagai subdirektori dari pmapper, hal ini dilakukan agar pada saat pemindahan aplikasi tidak perlu lagi melakukan konfigurasi lagi.

Dalam folder “data” di usahakan dibuat sestruktur mungkin, seperti mana file vektor dan mana file raster dan file-file lainnya yang akan mendukung dalam pembuatan web-sig.

Untuk totorial kali ini data akan disimpan sebagai subirektori dari pmapper C:\ms4w\apps\pmapper\pmapper-3.2.0\data\...

MODUL-MODUL

1. Membuat config untuk latihan Langkah-langkah untuk menampilkan peta

1) Copy folder latihan kedalam direktori C:\ms4w\apps\map-ciamis\web-ciamis\config\

2) Masuk kedalam direktori latihan tersebut

(14)

4) Berikut ini sebagian dari isi file latihan.map

5) Membuat file config_latihan.xml di direktori C:\ms4w\apps\map-ciamis\web-ciamis\config\

(15)

7) Mengecek pada browser internet apakah konfigurasi yang dilakukan telah benar dengan mengetik alamat berikut ini

http://localhost/map-ciamis/map.phtml?config=latihan

2. Menampilkan peta inset

Untuk menampilkan peta inset, terlebih dahulu harus kita buat file image (bisa *.jpg, *.png, atau *.bmp). cara membuatnya, buka kembali aplikasi Qgis. Kemudian klik fileexport as image.

(16)

Kemudian save image tersebut sebagai file *.png dan simpan file tersebut di folder C:\ms4w\apps\map-ciamis\web-ciamis\images\reference_latihan.png

Seletah itu buka pmapper_latihan.map dan ubah bagian REFERENCE

(17)

3. Interaktif Peta (zoom in, zoom out, dan pan)

Fungsi secara otomatis berfungsi apabila di peta telah muncul gambar peta yang di harapkan.

4. Legenda

Apabila konfigurasi config_latihan benar, maka secara otomasti legenda pun akan muncul. Apabila tidak silahkan untuk melalukan pengecekan ulang pada file latihan.map dan config_latihan.ini

(18)

5. Identifikasi

Fungsi identifikasi akan menampilkan informasi mengenai atribut apabila pada file latihan.map telah didefisinikan terlebih dahulu. Untuk itu rubah parameter layer di latihan.map menjadi

6. Pencarian

Pencarian akan berfungsi apabila kita terlebih dahulu melakukan konfigurasi pada config_latihan.xml yang berada di direktori latihan. C:\ms4w\apps\map-ciamis\web-ciamis\config\config_latihan.xml

(19)

7. Peta Tematik

Untuk menggambarkan peta secara tematik, kita harus membuat layer baru, misalnya kita akan membuat layer tematik rasio guru dan sekolah (MI)

(20)

########################################################################## ###################### Rasio Guru : Sekolah (MI) ########################### ########################################################################## LAYER NAME "rasio_SekolahGuruMI" TYPE polygon TRANSPARENCY 95 TEMPLATE void PROJECTION #"init=epsg:4326"

"+proj=utm +zone=48 +south +ellps=WGS84 +datum=WGS84 +units=m +no_defs no_defs" END

##### Connection to POSTGIS ##### CONNECTIONTYPE postgis

CONNECTION "user=postgres password=1234 dbname=ciamis host=localhost port=5432" DATA "the_geom FROM pendidikan.mi_negeri_swasta_u using unique gid using SRID=32748" #################################

METADATA

"DESCRIPTION" "Rasio Guru : Sekolah (MI)"

#"RESULT_FIELDS" "KECAMATAN, SEKOLAH, MURID, GURU" # Uncomment if Folder Data

"RESULT_FIELDS" "kecamatan, sekolah, murid, guru" # Uncomment if PostGIS

"RESULT_HEADERS" "Kecamatan, Sekolah, Murid, Guru" END CLASS NAME "0 - 1.5" COLOR 230 254 230 OUTLINECOLOR 10 10 10

EXPRESSION ([ras_gr_skl] >= 0 and [ras_gr_skl] <= 1.5) END # CLASS CLASS NAME "1.5 - 3" COLOR 175 254 175 OUTLINECOLOR 10 10 10

EXPRESSION ([ras_gr_skl] > 1.5 and [ras_gr_skl] <=3) END # CLASS CLASS NAME "3 - 4.5" COLOR 0 255 0 OUTLINECOLOR 10 10 10

EXPRESSION ([ras_gr_skl] > 3 and [ras_gr_skl] <= 4.5) END # CLASS

CLASS NAME "4.5 - 6"

Gambar

Gambar 7 struktur file pmapper

Referensi

Dokumen terkait

Dalam menyusun sebuah laporan keuangan perusahaan, selain dibutuhkan adanya standar akuntansi, juga diperlukan sebuah undang-undang sebagai landasan

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu

Beban kerja pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan

Analisis Hasil Tangkapan Pukat Ikan Kaitannya dengan Kandungan Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut di Perairan Tapanuli Tengah [Tesis].. Bogor: Program

Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data telah dilakukan dengan melakukan penelitian langsung dibeberapa lokasi di kota Samarinda berupa pengamatan kinerja

Column (2) shows that having microfinance access can reduce the propensity to borrow from informal sources for households engaged in business or agriculture, but not for

Budidaya cabe jawa (Piper retrofractum Vahl).. Wijadi, Ismail-

Pajak adalah salah satu elemen penting dalam penerimaaan negara melalui pajak pusat dan pendapatan daerah melalui pajak daerah yang dapat