DAILY REPORT 14 Januari 2016

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

    

 

           

 

 

NEWS HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Perdagangan saham di BEI awal pekan tahun 2016, dibayangi faktor negatif eksternal. IHSG secara teknikal masih terkonfirmasi negatif untuk perdagangan pada pekan ini. Sinyal tersebut dapat terlihat pada indikator MACD dan Stochastic yang mengindikasikan negatif bagi IHSG. Selain itu, konfirmasi negative bagi IHSG juga tercermin pada MA

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Rp Bn)

IHSG 4537.179 +24.652 3.274,66 5.199,92

LQ-45 793.301 +6.379 1.492.63 4.176,66

MARKET REVIEW

MARKET VIEW

IHSG pada hari Rabu (13/01) naik 24,65 poin (0,55%) dari level 4.512,53 ke level 4.537,18 dipicu oleh sentimen positif dari pasar domestik dan global. Dari pasar domestik, para investor tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diselenggarakan pada tanggal 13-14 Januari 2016 terkait dengan kemungkinan penurunan suku bunga BI di tengah data inflasi yang membaik. Dari pasar global, harga minyak dunia berhasil mengalami rebound 1,36% ke USD31,29 per barel setelah tenggelam di bawah level USD30 per barel. Sebagai informasi, harga minyak di bawah USD30 merupakan harga minyak terendah selama dua belas tahun terakhir. Katalis positif global lainnya datang dari China. China mengejutkan pasar ekuitas dengan membukukan data ekspor per Desember 2015 yang melebihi ekspektasi para analis. Ekspor dalam mata uang dolar jatuh sebesar 1,4%, jauh lebih sedikit dari estimasi analis dan realisasi di bulan November 2015 yang jatuh sebesar 6,8%. Selanjutnya, aktivitas ekspor berdenominasi Yuan jatuh sebesar 7,6% di Desember 2015. Akibatnya, China mengalami surplus perdagangan sekitar USD60 miliar, atau surplus sebesar USD594,5 miliar sepanjang tahun 2015. Surplus perdagangan selama bulan Desember 2015 ini melebihi perkiraan para analis sebesar USD31 miliar. Selain surplus neraca perdagangan, sentimen positif dari negara bertirai bambu lainnya adalah penetapan nilai mata uang China untuk menjaga stabilitas ekonomi China. PboC menetapkan nilai Yuan pada level 6,5630 terhadap USD, dari posisi sebelumnya sebesar 6,5628 per USD. Di tengah surplus neraca perdagangan China yang membaik dan upaya pemerintah untuk menstabilisasi nilai tukar Yuan, indeks Shanghai Composite justru mengalami pelemahan sebesar 73,26 poin (2,42%) dari level 3.022,86 ke level 2.949,60, turun di bawah level psikologis 3.000. Hal ini dikarenakan kekhawatiran para investor terhadap perlambatan ekonomi China. Di sisi lain, indeks Hangseng justru menguat sebesar 223,12 poin (1,13%) dari level 19.711,76 ke level 19.934,88. Dari Jepang, indeks Nikkei 225 juga ditutup menguat sebesar 496,67 poin dari level 17.218,96 ke level 17.715,63 dipicu oleh data ekonomi China yang membaik dan depresiasi nilai mata uang Yen. Penurunan nilai mata uang Yen menjadi katalis positif bagi para eksportir Jepang. Dari Eropa, indeks Stoxx Europe 600 juga dibuka menguat tentatif di awal perdagangan.

Penurunan tajam saham Amerika Serikat pada Rabu, bisa menjadi faktor negatif bagi indeks saham Indonesia pada hari ini. Meski, disisi lainnya faktor dari dalam negeri diharapkan dapat meredam tekan dari eksternal tersebut. Sentimen dari dari dalam negeri, pelaku pasar saham domestik akan menantikan keputusan yang diambil dari hasil Rapat Dewan Gubernu Bank Indonesia yang tengah berlangsung dalam pekan ini. Ada optimisme kalangan pelaku pasar bahwa Bank Indonesia diperkirakan akan memangkas tingkat suku bunga acuannya pada hari Kamis untuk mendongrak pertumbuhan ekonomi. Jika terjadi, pemangkasan tersebut akan mejadi yang pertama kalinya dalam 11 bulan. Kendati, Dewan kebijakan BI memiliki pandangan sama yaitu melihat adanya ruang untuk pelonggaran kebijakan selama 3 pertemuan terakhir, meski masih menahan diri untuk memangkas suku bunga, menantikan reaksi pasar global terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS. Setelah kenaikan suku bunga the Fed untuk pertama kalinya dalam hampir selama 1 dekade di bulan Desember. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mulai tahun 2016 dilaksanakan selama 2 hari. RDG BI Januari dilaksanakan pada 13-14 Januari, dan BI akan mengumumkan kebijakan moneternya pada hari ini. Survei Bloomberg menunjukkan BI Rate turun 25 bps menjadi 7,25%. Sentimen lain dari dalam negeri, berupa rilis data neraca perdagangan Survei oleh Bloomberg menunjukkan ekspor bulan Desember 2015 turun 19,26% YoY dan impor turun 19,24% YoY. Meski demikian masih mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD 96 juta. Selain faktor dari dalam negeri tersebut, pelaku pasar masih mencemaskan penurunan harga komoditas, terutama minyak. Penurunan saham di AS salah satu penyebab dipicu oleh penurunan harga minyak. Melimpahnya pasokan minyak dunia membebani harga minyak dan saham sektor energi. Meski pada sisi lainnya, faktor Cina terbilang positif, namun tidak berhasil memberikan kepercayaan bagi pelaku pasar AS kali ini. Cina mencatatkan surplus perdagangan bulan Desember 2015 sebesar USD 60,09 miliar dari USD 54,1 miliar pada bulan November 2015. Hal itu karena ekspor Cina dalam mata uang lokal (Yuan) pada Desember mengalami kenaikan, sedangkan penurunan impor tercatat moderat. Kebijakan PboC mendevaluasi Yuan dinilai mulai menunjukkan hasilnya dan meningkatkan daya saing perdagangan Cina di pasar internasional. Potensi upside IHSG boleh jadi mulai terbatas dan diprediksikan indeks Indonesia ini bergerak mixed pada perdagangan saham hari ini.. .

DAILY REPORT

14 Januari 2016

• ASII masih andalkan sektor otomotif

• JSMR pertanyakan wacana penggabungan tol Cikampek & tol Cipali • KCIC sediakan lahan pengganti proyek LRT milik ADHI

• PGAS telah bangun pipa gas open access 2400 km di tahun 2015 • BUMI tidak ekspansif tahun ini

• BRAU targetkan produksi 26,5 juta ton tahun ini

• BBCA pertimbangkan salurkan KUR, akan buat pilot project • BBCA targetkan kredit tahun 2016 tumbuh 10%-11%

• Penyaluran kredit BBCA tahun 2015 capai 11,8% dari target 12% • BMRI pacu kredit mikro

• BBNI menargetkan Rp11,5 triliun

• BBNI optimis salurkan KUR tahun 2016 lebih dari Rp 10 triliun • BNLI akan revaluasi aset di tahun 2016

• MFIN menargetkan Rp5 triliun • PPRO incar kenaikan laba 20% • Pefindo turunkan rating APLN • KINO mengkaji peningkatan harga jual

• KINO akan lebih ekspansif pada semester kedua tahun ini • MBTO bidik pertumbuhan 10%

• MBTO siapkan capex tahun 2016 sebesar Rp 53,3 miliar • ACES menyiapkan dana Rp300 miliar

• HITS tidak terdampak penurunan harga minyak • ARNA buy back 60.000 saham

Support Level 4527/4518/4502

Resistance Level 4553/4569/4579

Major Trend Down

(2)

     

           

 

 

14 January 2016

14 January 2016

Astra International (ASII) masih mengandalkan sektor otomotif sebagai lini bisnis utama untuk menopang kinerja tahun ini. Hingga kuartal III-2015, kontribusi lini bisnis otomotif mencapai 44% terhadap laba bersih konsolidasi perseroan. Sektor ini akan terus bertumbuh melihat faktor demografik, jumlah penduduk hingga potensi pertumbuhan ekonomi.

Jasa Marga (JSMR) mempertanyakan wacana Kementerian Perhubungan yang mengintegrasikan gerbang tol Cikampek dengan gerbang tol Cipali. Jika kedua gerbang tol digabung, maka kartu yang digunakan Jasa Marga bisa dibawa sampai ke gerbang keluar Semarang. Padahal tol Cikampek dioperasikan oleh Jasa Marga, sedangkan tol Cipali dioperasikan oleh PT Lintas Marga Sedya (LMS). Penggabungan gerbang tol secara teknis memang dapat dilakukan. Namun membutuhkan penambahan kapasitas teknologi agar terintegrasi pembayaran dan sistemnya. Wacana ini sebagai salah satu solusi untuk memecahkan kemacetan panjang.

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, menyatakan PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) bersedia menyediakan lahan pengganti pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek, guna membangun kereta api cepat Jakarta-Bandung. Hal itu karena trase kereta api cepat Jakarta-Bandung berhimpitan dengan trase LRT yaitu di wilayah Jati Bening, Bekasi. Nantinya trase LRT Jabodetabek yang dibangun oleh Adhi Karya (ADHI) sedikit bergeser dari apa yang sudah dicanangkan. Perusahaan Gas Negara (PGAS) hingga akhir tahun 2015 sudah membangun dan mengoperasikan pipa gas bumi dengan status "open access" atau dapat dimanfaatkan bersama dengan panjang sekitar 2.400 km. Dari 6.470 km pipa gas bumi yang dibangun dan dioperasikan PGN, sekitar 2.400 km merupakan pipa dengan status 'open access' yang bisa dimanfaatkan bersama perusahaan lain. Sementara sisa pipa gas sepanjang lebih dari 4.000 km merupakan pipa distribusi yang memasok gas bumi langsung ke konsumen yakni rumah tangga, industri, komersial seperti pusat belanja, hotel, dan rumah sakit, lalu usaha kecil menengah (UKM), hingga pembangkit listrik.

Bumi Resources (BUMI) pada tahun ini tidak ekspansif karena masih merugi pada tahun lalu. Pada tahun ini, perseroan menargetkan produksi batubara akan mencapai 80 juta ton. BUMI menganggarkan belanja modal minimum senilai USD 50 juta. Belanja modal tersebut akan digunakan untuk perawatan peralatan. Sementara itu, harga minyak mentah dunia yang terus menurun, akan mendorong kinerja perseroan ke arah positif. Berau Coal Energy (BRAU) pada tahun ini menargetkan produksi 26,5 juta ton, sama dengan target 2015. Belanja modal juga akan lebih rendah dari tahun lalu USD 30 juta.

Bank Central Asia (BBCA) mulai mempertimbangkan untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun perseroan belum bisa memastikan hal tersebut. Perseroan masih mempertimbangkannya dengan membuat pilot project terlebih dahulu selama 6 bulan hingga 1 tahun. Jika berhasil baru perseroan akan serius menyalurkan KUR.

Bank Central Asia (BBCA) menargetkan pertumbuhan kredit tahun 2016 sekitar 10%-11% atau lebih konservatif dibanding tahun 2015 yang sebesar 11,8 persen. Target tersebut masih bisa berubah seiring dengan perkembangan perekonomian yang terjadi di tahun 2016. Perseroan menargetkan pertumbuhan penghimpunan dana

pihak ketiga (DPK) sebesar 6%-7%. Namun target itu juga fleksibel mengikuti tingkat pertumbuhan penyaluran kredit.

Pertumbuhan penyaluran kredit Bank Central Asia (BBCA) pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 11,8% atau di bawah target perseroan sebesar 12%. Perseroan memperkirakan penyaluran kredit sektor konsumer lebih besar untuk KPR, yakni sekitar Rp 60 triliun.

Bank Mandiri (BMRI) terus memacu penyaluran kredit di berbagai daerah khususnya untuk sektor mikro. Salah satu cara yang ditempuh perusahaan adalah dengan memanfaatkan jaringan kantor milik PT Pos Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan adanya kerja sama ini, perusahaan tidak perlu menyewa atau membangun kantor layanan sendiri. Adapun, jaringan kantor Posindo mencapai 4.500 kantor. Pada tahap awal, tidak secara keseluruhan akan dijadikan outlet Mandiri Mitra Usaha (MMU), namun tetap selektif.

Bank Negara Indonesia (BBNI) optimistis perusahaan mampu memenuhi target penyaluran kredit usaha rakyat Rp11,5 triliun pada 2016. Angka tersebut diperkirakan setara dengan 48.000-50.000 debitur. Pada tahun lalu, pinjaman sebesar Rp3 triliun disalurkan kepada 12.000 debitur. Perusahaan memperkirakan bahwa debitur ritel merupakan yang terbanyak mencairkan pinjaman dan diperkirakan mencapai sekitar 95% atau Rp11 triliun. Adapun pada Agustus-Desember 2015, BBNI menyalurkan KUR senilai Rp3 triliun di seluruh Indonesia. Realisasi ini masih di bawah target yang dibidik yaitu senilai Rp3,2 triliun.

Bank Negara Indonesia (BBNI) optimis penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun 2016 akan terealisasi lebih cepat dengan turunnya suku bunga KUR menjadi 9%. BNI memperkirakan penyaluran KUR tahun 2016 mencapai lebih dari Rp 10 triliun.

Bank Permata (BNLI) pada tahun 2016 berencana lakukan penambahan modal dengan melakukan revaluasi aset. Revaluasi aset ini dimaksudkan untuk menambah modal Bank Pertama hingga di atas Rp1 triliun. Perseroan melakukan revaluasi aset sekitar 14%-15%.

Mandala Multifinance (MFIN) menargetkan pertumbuhan pembiayaan sekitar 10% menjadi Rp5 triliun pada tahun ini. Sepanjang 2015, total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp4,5 triliun atau di bawah 10% dibandingkan target yang ditetapkan sebelumnya yaitu Rp5 triliun. Adapun, target yang ditetapkan tidak terlalu tinggi disebabkan oleh perusahaan yang masih wait and see terhadap kondisi pasar khususnya pasar otomotif tahun depan. Pendapatan target sebesar 10% tahun ini dilakukan untuk menyesuaikan prediksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang memperkirakan penjualan kendaraan roda empat hanya akan mencapai 5%. Asuransi Mitra Maparya (ASMI) akan mengembangkan jaringan kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan untuk mendukung realisasi target perolehan premi bruto sepanjang 2016 yang ditetapkan senilai Rp500 miliar. Perusahaan akan terus mengembangkan potensi bisnis, antara lain dengan menambah mitra dan bidang kerja sama. Pasalnya, kinerja industri asuransi pada 2016 belum tentu akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Perusahaan juga menargetkan peningkatan laba bersih pada tahun ini, yaitu sekitar Rp24 miliar – Rp25 miliar.

(3)

     

           

 

 

14 January 2016

14 January 2016

Setelah membukukan laba sebesar Rp 300 miliar pada 2015, PP Properti (PPRO) optimistis dapat menaikkan laba sebesar 20% pada tahun ini. Perseroan akan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1,1 triliun untuk kebutuhan ekspansi tahun ini. Belanja modal disiapkan untuk kebutuhan akuisisi lahan dan penyertaan perusahaan patungan.

Pefindo menurunkan peringkat obligasi Agung Podomoro Land (APLN) menjadi idA- dari seelumnya idA. Sementara itu, prospek atau outlook diubah menjadi stabil dari sebelumnya negatif. Perubahan rating dan prospek tersebut berlaku dari 11 Januari 2016 hingga 1 April 2016.

Kino Indonesia (KINO) tengah mengkaji opsi untuk meningkatkan harga jual produk pada tahun ini, meski perusahaan memilih langkah tersebut menjadi pilihan terakhir untuk menjaga profitabilitas perusahaan. Adapun, perusahaan saat ini tengah melakukan perhitungan atas potensi kenaikan biaya-biaya pada tahun ini. Opsi lain yang diusahakan perusahaan yaitu upaya efisiensi internal perusahaan.

Kino Indonesia (KINO) akan lebih ekspansif pada semester kedua tahun ini dengan perkiraan kondisi perekonomian nasional akan membaik. Untuk ekspansi anorganik, KINO tengah mengincar akuisisi atau pembentukan perusahaan patungan di segmen personal care, farmasi dan makanan. Perusahaan saat ini sedang menjajaki pembicaraan dengan calon mitra dari Jepang untuk mendirikan joint venture di sektor makanan. Untuk ekspansi organic, KINO akan meluncurkan produk baru, menambah sarana produksi dan meningkatkan infrastruktur distribusi.

Martina Berto (MBTO) membidik pertumbuhan penjualan neto sebesar 10% pada tahun ini. Sepanjang tahun lalu, penjualan produk kosmetik mengalami penurunan seiring dengan rendahnya daya beli masyarakat dan laju pertumbuhan ekonomi yang hanya 4,7%.

Martina Berto (MBTO) menyiapkan capital expenditure (capex) tahun 2016 senilai Rp 53,3 miliar. Pendanaan capex akan berasal dari kas internal dan leasing. Capex itu akan digunakan untuk operasional dan melakukan ekspansi bisnis, yaitu pembelian mesin dan alat produksi, mengakuisisi brand baru, menambah 2-3 gerai Martha Tilaar Shop, melakukan renovasi, dan operasional. Pada tahun 2016, MBTO juga akan fokus untuk melakukan efisiensi, khususnya di sektor manufacturing. Perseroan berharap bisa melakukan cost saving, sebab capex akan dioptimalkan kepada pembelian mesin dan alat produksi.

Martina Berto (MBTO) pada tahun 2015 mencatat pertumbuhan penjualan produk sebesar 3,4% unaudited. Pencapaian tersebut karena pada tahun 2015 perseroan melakukan investasi cukup besar di sektor marketing dan sales di tengah kondisi pasar yang tidak bagus. Selain target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meleset, hal ini juga dipengaruhi daya beli masyarakat yang sangat tergerus akibat kondisi perekonomian global yang lesu. Ace Hardware Indonesia (ACES) menyiapkan dana lebih banyak pada tahun ini untuk menambah delapan gerai baru. Sebelumnya, ACES berencana untuk menyiapkan dana sebesar Rp200-250 miliar tahun ini. Adapun, delapan gerai ACES akan dibuka di Pulau Jawa dan di luar Jawa. Selain itu, perusahaan juga siap meluncurkan jalur e-commerce. Hingga kini, ACES masih dalam tahap persiapan peluncuran ecommerce tersebut. Sepanjang tahun ini, perusahaan hanya memasang target pertumbuhan penjualan sebesar 5% di tengah ketidak pastian kondisi ekonomi.

Selain membuka delapan gerai Ace Hardware, ACES juga berencana membuka tiga unit Toys Kingdom. Adapun, target tersebut dikoreksi dari rencana awal pembukaan gerai yaitu sepuluh unit Ace Hardware dan lima Toys Kingdom.

Multipolar (MLPL) memberikan jaminan perusahaan atas pinjaman anak usahanya yakni PT Indonesia Media Televisi (IMTV) yang diterima dari Deutsche Bank AG, Hong Kong Branch. IMTV mendapatkan pinjaman dari Deutsche Bank AG, Hong Kong Branch sebesar USD 25 juta dengan jangka waktu 6 bulan. Dengan adanya pemberian jaminan ini, maka perseroan akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian fasilitas pinjaman antara IMTV dan Deutsche Bank AG, Hong Kong Branch.

Humpuss Intermoda Transportasi (HITS) menyatakan tidak akan terdampak oleh penurunan harga minyak dunia. Pendapatan perseroan dari pengangkutan minyak hanya berkisar 15-20%, sedangkan mayoritas lini bisnis HITS didominasi pengangkutan gas alam cair atau LNG. Hingga Desember 2015, perseroan telah menandatangani kontrak sebesar Rp 1,1 triliun dan berlaku hingga tujuh tahun ke depan.

Arwana Citramulia (ARNA) kembali merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham sebanyak 60.000 saham pada 14 Desember 2015 dengan total dana yang dikeluarkan yakni sebesar Rp 25,20 juta. Saham-saham tersebut dibeli kembali dengan harga rata-rata sebesar Rp 419 per saham.

Bank Kesejahteraan berencana untuk melakukan IPO pada tahun 2017. Perseroan berharap adanya aliran dana masuk saat IPO sekitar Rp 500-600 miliar.

Pemerintah akan mengeluarkan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) putaran pertama. Rencananya revisi DNI akan diluncurkan akhir Januari 2016. Pada putaran pertama revisi DNI dilakukan pada bidang ekonomi kreatif (film, distribusi, dan bioskop) dan bidang usaha pariwisata (perhotelan, kawasan wisata, dan wisata perahu). Dengan revisi DNI, asing bisa memiliki mayoritas kepemilikan pada dua sektor tersebut di atas 50%.

Kementerian Perindustrian menargetkan penyerapan anggaran sebesar 90% dari pagu anggaran Rp 3,256 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Percepatan pelelangan tersebut akan terus didorong hingga Maret dengan membidik proyek-proyek besar dalam jumlah banyak, terutama pada Januari. Beberapa proyek yang dimaksud antara lain proyek lanjutan pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri Sei Mangkei, Sumatera Utara, berupa pembangunan jalur kereta api yang belum selesai. Kemenperin berharap agar sebagian besar lelang selesai pada pada semester I, sehingga hanya sedikit lelang yang dilakukan pada semester II. Melalui upaya tersebut, Kemenperin menargetkan dapat menyerap 40% anggaran hingga Juni atau semester I 2016.

Bank Indonesia (BI) memastikan transaksi dengan menggunakan valuta asing di dalam negeri sudah mengalami penurunan. Hingga saat ini transaksi antar penduduk yang tidak menggunakan rupiah sudah turun antara 20%-30%.

(4)

      

 

 

 

 

 

14 January 2016

COMMODITIES

DUAL LISTING

Description Price (USD) Change Description Price (USD) Price (IDR) Change

(IDR)

Crude Oil (US$)/Barrel 30,70 0,22 TLKM (US) 45 15.723 508

Natural Gas (US$)/mmBtu 2,27 0,00 ANTM (GR) 0,02 151 0

Gold (US$)/Ounce 1095,10 1,45

Nickel (US$)/MT 8240,00 -30,00

Tin (US$)/MT 13450,00 -200,00

Coal (NEWC) (US$)/MT* 48,85 -13,55

Coal (RB) (US$)/MT* 49,25 -14,11

CPO (ROTH) (US$)/MT 610,00 10,00

CPO (MYR)/MT 2225,50 -29,00

Rubber (MYR/Kg) 524,00 5,50

Pulp (BHKP) (US$)/per ton 780,04 -4,58

*weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

Change PER (X) PBV (X)

Country Indices Price

%Day %YTD 2015E 2016F 2015E 2016F

Market Cap (USD Bn)

USA DOW JONES INDUS. 16151,41 -2,21 -7,31 14,12 12,73 2,68 2,56 5.007,6

USA NASDAQ COMPOSITE 4526,07 -3,41 -9,61 18,68 15,72 3,08 2,82 7.398,7

ENGLAND FTSE 100 INDEX 5960,97 0,54 -4,51 14,60 12,71 1,61 1,55 1.531,9

CHINA SHANGHAI SE A SH 3087,20 -2,43 -16,66 11,83 10,46 1,36 1,23 3.728,4

CHINA SHENZHEN SE A SH 1872,68 -3,47 -22,47 21,51 18,44 2,93 2,56 2.801,5

HONG KONG HANG SENG INDEX 19934,88 1,13 -9,03 9,94 8,99 1,01 0,94 1.588,0

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 4537,18 0,55 -1,22 15,28 13,29 2,33 2,11 348,5

JAPAN NIKKEI 225 17715,63 2,88 -6,92 17,17 15,54 1,51 1,42 2.773,4

MALAYSIA KLCI 1642,54 0,07 -2,95 15,39 14,18 1,70 1,61 223,6

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 2696,50 0,18 -6,46 11,45 10,71 1,01 0,96 259,0

FOREIGN EXCHANGE

FOREIGN EXCHANGE

Description Rate (IDR) Change Description Rate (USD) Change

USD/IDR 13.834,97 -75,03 1000 IDR/ USD 0,07 0,0004

EUR/IDR 15.059,50 83,53 EUR / USD 1,09 0,0008

JPY/IDR 117,81 0,90 JPY / USD 0,01 0,0000

SGD/IDR 9.618,64 -25,56 SGD / USD 0,70 -0,0008

AUD/IDR 9.593,93 -136,52 AUD / USD 0,69 -0,0020

GBP/IDR 19.933,56 -72,12 GBP / USD 1,44 0,0001

CNY/IDR 2.104,05 0,00 CNY / USD 0,15 -0,0001

MYR/IDR 3.160,65 9,42 MYR / USD 0,23 0,0019

KRW/IDR 11,49 0,00 100 KRW / USD 0,08 0,0004

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

Description Country Rate (%) Description Country Rate (%)

FED Rate (%) US 0.50 JIBOR (IDR) Indonesia 8.21

BI Rate (%) Indonesia 7.50 LIBOR (GBP) England 0.51

ECB Rate (%) Euro 0.05 SIBOR (USD) Singapore 0.17

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.13

BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.13

(5)

      

 

 

 

 

 

14 January 2016

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

SBI

Description December-15 November-15 Description Rate (%)

Inflation YTD % 3.35 2.37 SBI (9M) 7.10

Inflation YOY % 3.35 4.89 SBIS (9M) 7.10

Inflation MOM % 0.96 0.21 SBI (12M) 7.15

Foreign Reserve (USD) 105.93 Bn 100.24 Bn SBIS (12M) 7.15

GDP (IDR Bn) 2,982,562.00 2,865,246.00

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

Date Agenda Expectation

14 Jan Indonesia BI Reference Rate Turun menjadi 7.38% dari 7.50%

14 Jan US Monthly Budget Statement Turun menjadi -$2.7 Bn dari $1.9 Bn

14 Jan US Import Price Index MoM Turun menjadi -1.5% dari -0.4%

14 Jan US Import Price Index YoY Naik menjadi -8.6% dari -9.4%

14 Jan US Initial Jobless Claims Turun menjadi 275 ribu dari 277 ribu

14 Jan US Continuing Claims Turun menjadi 2210 ribu dari 2230 ribu

15 Jan Indonesia Trade Balance Naik menjadi $100 juta dari -$346 juta

15 Jan Indonesia Total Exports YoY Turun menjadi -20.30% dari -17.58%

15 Jan Indonesia Total Imports YoY Turun menjadi -21.00% dari -18.03%

Ket: (*) US Time (^) Tentative

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

Stock Price Change (%) Index pt Stock Price Change (%) Index pt

HMSP IJ 91375 1.13 4.51 TOWR IJ 4600 -5.15 -2.41 TLKM IJ 3190 1.43 4.29 ASII IJ 5900 -0.42 -0.96 BMRI IJ 9350 1.63 3.27 SRTG IJ 3275 -8.39 -0.77 PGAS IJ 2665 5.34 3.09 IIKP IJ 3345 -5.77 -0.65 KLBF IJ 1480 3.50 2.21 MNCN IJ 1570 -2.18 -0.47 INTP IJ 20250 3.05 2.09 ICBP IJ 13975 -0.53 -0.41 LPPF IJ 16975 3.98 1.79 BTPN IJ 2235 -2.83 -0.36 BBCA IJ 13175 0.57 1.73 SCMA IJ 3075 -0.81 -0.35 BBNI IJ 4985 1.32 1.13 SMRA IJ 1575 -1.56 -0.34 BDMN IJ 3080 3.70 0.99 BMTR IJ 920 -2.65 -0.34

UPCOMING IPO'S

Company Business IPO Price

(IDR)

Issued

Shares (Mn) Offering Date Listing Underwriter

PT Buyung Poetra Sembada

Consumer 420-500 710.00 TBA TBA Bahana Securities

PT Mahaka Radio Integra

Trade & Service 750-1100 171.36 TBA TBA Trimegah Securities Tbk

PT Bank Artos Indonesia

Banking & Finance

132.00 241.25 04-06 Jan 2016 12 Jan 2016 Erdikha Elit Sekuritas PT Mitra Pemuda Infrastructure &

Construction

(6)

      

 

 

 

 

 

 

14 January 2016

14 January 2016

DIVIDEND

Stock DPS (IDR) Status CUM Date EX Date Recording Payment

ADRO $ 0.0011 Cash Dividend 28 Dec-15 29 Dec-15 04 Jan-15 15 Jan-15

CORPORATE ACTIONS

Stock Action Ratio EXC. Price (IDR) CUM Date EX Date Trading Period

BEKS Rights Issue 1000:256 200-225 TBA TBA TBA

 

GSMF Rights Issue 32:15 100.00 TBA TBA TBA

 

MCOR Rights Issue 100:154 100.00 TBA TBA TBA

 

RIMO Rights Issue 2:167 265.00 05 Feb’16 09 Feb’16 15 Feb – 11 Mar’16

 

TIRA Stock Split 1:10 -- -- TBA TBA

TRAM Reverse Stock 5:1 -- -- TBA TBA

GENERAL MEETING

Emiten AGM/EGM Date Agenda

KIAS RUPSLB

 

14-Jan-16

AHAP RUPSLB

 

14-Jan-16

HERO RUPSLB

 

14-Jan-16

CTRA RUPSLB

 

14-Jan-16

BATA RUPSLB

 

15-Jan-16

ASRI RUPSLB

 

15-Jan-16

PKPK RUPSLB

 

19-Jan-16

SIAP RUPSLB

 

20-Jan-16

SUGI RUPSLB

 

21-Jan-16

TPIA RUPSLB

 

25-Jan-16

TIRA RUPSLB

 

27-Jan-16

PDES RUPST

 

28-Jan-16

GPRA RUPSLB

 

29-Jan-16

RIMO RUPSLB

 

29-Jan-16

BJTM RUPSLB

 

29-Jan-16

GSMF RUPSLB

 

29-Jan-16

KONI RUPSLB

 

29-Jan-16

ALKA RUPSLB

 

12-Feb-16

SIPD RUPSLB

 

15-Feb-16

(7)

      

 

 

 

 

 

 

14 January 2016

14 January 2016

PGAS

TRADING BUY

S1 2600 R1 2725 Trend Grafik Major Down Minor Up

S2 2475 R2 2850

Closing

Price 2665

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area netral Prediksi • Trading range Rp 2600-Rp 2725 • Entry Rp 2665, take Profit Rp 2725

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 16.26 Positif

MACD 10.07 Positif

True Strength Index (TSI) -20.01 Positif

Bollinger Band (Mid) 2625 Positif

MA5 2558 Positif 2,500 3,000 3,500 4,000 4,500

Jun Jul August September October November December 2016

PGAS Wedge 2,665 2,625.25 2,603.75 2,558 2,490.63 2,490.63 2,470 2,665 2,665 2,822.69 2,822.69 2,849.26 2,865 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 PGAS - Stochastic %D(6,3,3) = 18.01, Stochastic %K = 35.05, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

20 18.0118 18.0118 35.0491 35.0491 80 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 120.0 0.0 PGAS - MACD (5,3) = -4.33, Signal() = 12.14

-4.33354 12.145 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 PGAS - TSI(3,5,3) = -20.01, Volume() = 29,829,200.00

-20.0097 -34.3236 0.00000

29,829,20

PGAS - William's % R(14) = -50.63, Volume() = 29,829,200.00 -50.6329

29,829,20 Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

INTP

TRADING BUY

S1 19400 R1 20825 Trend Grafik Major Down Minor Up

S2 18325 R2 21900

Closing

Price 20250

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi potensi rebound • RSI berada dalam area oversold • Harga berada dalam area lower band Prediksi • Trading range Rp 19400-Rp 20825

• Entry Rp 20250, take Profit Rp 20825

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 18.30 Positif

MACD -223.91 Negatif

True Strength Index (TSI) -42.47 Positif

Bollinger Band (Mid) 21044 Negatif

MA5 20270 Negatif 16,000 17,000 18,000 19,000 20,000 21,000 22,000 23,000

Jun Jul August September October November December 2016

INTP Upward Sloping Channel

20,681.3 20,270 20,250 20,250 20,250 19,675 19,675 20,750 21,043.8 22,677.6 22,800 23,440 23,440 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 INTP - Stochastic %D(6,3,3) = 8.44, Stochastic %K = 15.18, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

15.1812 8.44392 8.44392 15.1812 20 80 -400 -300 -200 -100 0 100 200 300 400 0 INTP - MACD (5,3) = 191.98, Signal() = 244.73

191.982 244.731 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 INTP - TSI(3,5,3) = -42.47, Volume() = 8,013,200.00

-40.9786

-42.4714 0.00000

8,013,200

INTP - William's % R(14) = -75.00, Volume() = 8,013,200.00 -75

8,013,200

(8)

      

 

 

 

 

 

 

14 January 2016

14 January 2016

BBTN

TRADING BUY

S1 1320 R1 1400 Trend Grafik Major Up Minor Up

S2 1280 R2 1440

Closing

Price 1370

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band Prediksi • Trading range Rp 1320-Rp 1400

• Entry Rp 1370, take Profit Rp 1400

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 69.84 Positif

MACD 7.10 Positif

True Strength Index (TSI) 24.23 Positif

Bollinger Band (Mid) 1309 Positif

MA5 1339 Positif 600 800 1,000 1,200 1,400 1,600

Jun Jul August September October November December 2016

BBTN Broadening Wedge 1,339 1,332.5 1,309 1,300 1,175.31 606.667 606.667 1,360 1,370 1,370 1,370 1,515.6 1,515.6 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 BBTN - Stochastic %D(6,3,3) = 61.46, Stochastic %K = 65.04, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

61.4616 61.4616 20 65.0397 65.0397 80 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 0.0 BBTN - MACD (5,3) = -7.77, Signal() = -4.97 -7.77375 -4.96853 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 BBTN - TSI(3,5,3) = 24.23, Volume() = 33,275,400.00 22.4009 0.00000 24.2304 33,275,40 BBTN - William's % R(14) = -5.26, Volume() = 33,275,400.00 -5.26316 33,275,40 Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

LPKR

TRADING BUY

S1 1030 R1 1100 Trend Grafik Major Down Minor Down

S2 990 R2 1140

Closing

Price 1065

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area netral

Prediksi • Trading range Rp 1030-Rp 1100 • Entry Rp 1065, take Profit Rp 1100

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 19.44 Positif

MACD -3.16 Positif

True Strength Index (TSI) 10.14 Positif

Bollinger Band (Mid) 1065 Negatif

MA5 1029 Positif 900 1,000 1,100 1,200 1,300 1,400 1,500

Jun Jul August September October November December 2016

LPKR Downward Sloping Channel

1,029 1,025.63 990 986.667 917.5 917.5 917.5 1,055 1,065 1,065 1,065 1,065 1,269.83 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 LPKR - Stochastic %D(6,3,3) = 48.70, Stochastic %K = 59.46, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

48.6951 48.6951 20 59.4551 59.4551 80 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 0.0 LPKR - MACD (5,3) = -6.44, Signal() = -1.91 -6.44083 -1.91262 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 LPKR - TSI(3,5,3) = 10.14, Volume() = 190,171,600.00 0.00000 -6.91815 10.1385 190,171,60 LPKR - William's % R(14) = -46.43, Volume() = 190,171,600.00 -46.4286 190,171,60 Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

(9)

      

 

 

 

 

 

 

14 January 2016

14 January 2016

CTRA

TRADING BUY

S1 1415 R1 1500 Trend Grafik Major Down Minor Up

S2 1365 R2 1550

Closing

Price 1460

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area netral

Prediksi • Trading range Rp 1415-Rp 1500 • Entry Rp 1460, take Profit Rp 1500

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 58.08 Positif

MACD 3.58 Positif

True Strength Index (TSI) -3.77 Positif

Bollinger Band (Mid) 1397 Positif

MA5 1429 Positif 800 900 1,000 1,100 1,200 1,300 1,400 1,500 1,600

Jun Jul August September October November December 2016

CTRA Upward Sloping Channel

1,430 1,429 1,397.25 1,365 1,365 1,350 1,167.02 1,460 1,460 1,460 1,480 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 CTRA - Stochastic %D(6,3,3) = 42.31, Stochastic %K = 43.59, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

42.3077 42.3077 20 43.5897 43.5897 80 -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 0.0 CTRA - MACD (5,3) = -3.42, Signal() = 1.58

-3.42003 1.5821 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 CTRA - TSI(3,5,3) = -3.77, Volume() = 9,483,900.00

-3.76997 -5.08222 0.00000

9,483,900

CTRA - William's % R(14) = -21.43, Volume() = 9,483,900.00 -21.4286

9,483,900 Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

PWON

TRADING BUY

S1 485 R1 510 Trend Grafik Major Down Minor Up

S2 460 R2 535

Closing

Price 496

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasi sinyal positif • RSI berada dalam area netral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp 485-Rp 510 • Entry Rp 496, take Profit Rp 510

Indikator Posisi Sinyal

Stochastics 50.64 Positif

MACD 1.22 Positif

True Strength Index (TSI) 3.67 Positif

Bollinger Band (Mid) 474 Positif

MA5 480.4 Positif 350.0 400.0 450.0 500.0 550.0

Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec 2016

PWON Upward Sloping Channel

484.375 480.4 473.9 465.867 465.867 460 428.964 496 496 496 505 512.778 512.778 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0 PWON - Stochastic %D(6,3,3) = 35.94, Stochastic %K = 53.73, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

35.9354 35.9354 20 53.7322 53.7322 80 -10.0 -5.0 0.0 5.0 10.0 15.0 0.0 PWON - MACD (5,3) = -2.33, Signal() = -0.32

-2.33358 -0.319256 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 PWON - TSI(3,5,3) = 3.67, Volume() = 67,060,500.00

0.00000 -9.57533 3.67145

67,060,50

PWON - William's % R(14) = -20.00, Volume() = 67,060,500.00 -20

67,060,50 Created with AmiBroker advanced charting and technical analysis software http://www amibroker com

(10)

      

 

 

 

 

 

 

14 January 2016

14 January 2016

THESE RECOMMENDATIONS ARE BASED ON TECHNICAL AND ONLY INTENDED FOR ONE DAY TRADING

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

13-01-16 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc* MA5* High Low

Agriculture

AALI Trading Buy 16375 16375 16675 15675 16175 16675 17175 Positif Positif Positif 18750 15375

LSIP Trading Sell 1225 1225 1210 1180 1210 1240 1270 Negatif Negatif Negatif 1415 1200

SGRO Trading Buy 1725 1725 1740 1660 1700 1740 1780 Negatif Positif Positif 1725 1395

Mining

PTBA Trading Buy 4525 4525 4615 4245 4430 4615 4800 Positif Positif Positif 6000 4285

ADRO Trading Sell 473 473 470 455 470 485 500 Negatif Negatif Negatif 595 441

MEDC Trading Sell 725 725 705 670 705 740 775 Negatif Negatif Negatif 1450 695

INCO Trading Sell 1430 1430 1410 1365 1410 1455 1500 Negatif Positif Negatif 1830 1340

ANTM Trading Buy 301 301 305 293 295 305 315 Positif Negatif Positif 363 285

TINS Trading Sell 463 463 460 450 460 470 480 Negatif Negatif Negatif 575 455

Basic Industry and Chemicals

WTON Trading Buy 960 960 970 930 950 970 990 Positif Negatif Positif 970 780

SMGR Trading Buy 10900 10900 10975 10725 10850 10975 11100 Negatif Positif Positif 11500 10275

INTP Trading Buy 20250 20250 20825 18325 19400 20825 21900 Negatif Positif Negatif 22800 18700

SMCB Trading Sell 975 975 965 940 965 990 1015 Negatif Negatif Negatif 1140 950

Miscellaneous Industry

ASII Trading Sell 5900 5900 5875 5775 5875 5975 6075 Negatif Negatif Negatif 6600 5800

GJTL Trading Sell 498 498 490 467 490 515 535 Negatif Negatif Negatif 610 470

Consumer Goods Industry

INDF Trading Buy 5850 5850 5925 5675 5800 5925 6050 Positif Positif Positif 5875 4840

GGRM Trading Buy 55900 55900 56275 55025 55650 56275 56900 Positif Positif Positif 56300 48275

UNVR Trading Buy 36100 36100 36400 35350 35875 36400 36925 Positif Positif Positif 38500 34150

KLBF Trading Buy 1480 1480 1505 1405 1455 1505 1555 Positif Positif Positif 1440 1135

Property, Real Estate and Building Construction

BSDE Trading Buy 1820 1820 1835 1775 1805 1835 1865 Negatif Positif Positif 1850 1580

PTPP Trading Buy 4000 4000 4015 3965 3990 4015 4040 Positif Positif Positif 4005 3600

WIKA Trading Buy 2830 2830 2890 2680 2785 2890 2995 Negatif Negatif Negatif 2905 2535

ADHI Trading Buy 2380 2380 2415 2305 2360 2415 2470 Positif Negatif Positif 2410 2040

WSKT Trading Buy 1750 1750 1840 1660 1720 1780 1840 Positif Positif Positif 1735 1605

Infrastructure, Utilities and Transportation

PGAS Trading Buy 2665 2665 2725 2475 2600 2725 2850 Positif Positif Positif 3025 2305

JSMR Trading Buy 5950 5950 6100 5500 5800 6100 6400 Positif Positif Positif 5875 4500

ISAT Trading Buy 5400 5400 5475 5175 5325 5475 5625 Positif Positif Positif 5825 5000

TLKM Trading Buy 3190 3190 3235 3075 3155 3235 3315 Negatif Positif Positif 3385 2860

Finance

BMRI Trading Buy 9350 9350 9475 8975 9225 9475 9725 Positif Positif Positif 9550 8450

BBRI Trading Buy 11600 11600 11675 11425 11550 11675 11800 Positif Positif Positif 11825 10425

BBNI Trading Buy 4985 4985 5025 4865 4945 5025 5100 Negatif Positif Positif 5225 4770

BBCA Trading Buy 13175 13175 13275 12975 13125 13275 13425 Positif Positif Positif 13800 12375

BBTN Trading Buy 1370 1370 1400 1280 1320 1400 1440 Positif Positif Positif 1360 1220

Trade, Services and Investment

UNTR Trading Buy 16650 16650 16825 16225 16525 16825 17125 Positif Positif Positif 17200 13925

(11)

 

 

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :