PENYELENGGARAAN MAKANAN
PENYELENGGARAAN MAKANAN
BAGI TENAGA KERJA
►
►
Apa yang saudara ketahui tentang zat
Apa yang saudara ketahui tentang zat
gizi ? Apa macam zat gizi ?
gizi ? Apa macam zat gizi ?
►►
Apa yang saudara ketahui tentang gizi
Apa yang saudara ketahui tentang gizi
kerja?
kerja?
►►
Apa yang saudara ketahui tentang
Apa yang saudara ketahui tentang
penyelenggaraan makanan bagi tenaga
penyelenggaraan makanan bagi tenaga
kerja ? Apa itu katering pengelola
kerja ? Apa itu katering pengelola
makanan bagi tenaga kerja ?
makanan bagi tenaga kerja ?
►►
Berapa kebutuhan kalori tenaga kerja ?
Berapa kebutuhan kalori tenaga kerja ?
GIZI KERJA
►
►
Apa yang saudara ketahui tentang zat
Apa yang saudara ketahui tentang zat
gizi ? Apa macam zat gizi ?
gizi ? Apa macam zat gizi ?
►►
Apa yang saudara ketahui tentang gizi
Apa yang saudara ketahui tentang gizi
kerja?
kerja?
►►
Apa yang saudara ketahui tentang
Apa yang saudara ketahui tentang
penyelenggaraan makanan bagi tenaga
penyelenggaraan makanan bagi tenaga
kerja ? Apa itu katering pengelola
kerja ? Apa itu katering pengelola
makanan bagi tenaga kerja ?
makanan bagi tenaga kerja ?
►►
Berapa kebutuhan kalori tenaga kerja ?
Berapa kebutuhan kalori tenaga kerja ?
GIZI KERJA
Latar Belakang :
Latar Belakang :
►►
Merupakan salah satu penentu kapasitas kerja.
Merupakan salah satu penentu kapasitas kerja.
►
►
Sering terjadi kasus keracunan makanan
Sering terjadi kasus keracunan makanan
►
►
Ketidaktahuan
Ketidaktahuan
pengurus/pengu
pengurus/pengu
saha
saha
Penyelenggaraan Makanan
Penyelenggaraan Makanan
Bagi Tenaga Kerja
► Kurangnya perhatian pengusaha dan pekerja ► Diberikannya uang makan tanpa menyediakan
makanan
► Bagaimana cara menyediakan makanan ► Berapa yang harus diberikan
► Apa dan kapan makanan diberikan ► Keracunan makanan
Penyelenggaraan Makanan
Bagi Tenaga Kerja
► Meningkatkan dan mempertahankan kemampuan kerja ► Meningkatkan produktivitas
► Meningkatkan derajat kesehatan ► Menurunkan absensi
► Terciptanya hubungan timbal balik pengusaha dan pekerja
maupun antar pekerja
► Suasana kerja menyenangkan dan meningkatkan motivasi
dan gairah kerja
► Mengatasi kelelahan dan persiapan tenaga untuk kerja
kembali
KEUNTUNGAN MEMBERIKAN MAKANAN DI TEMPAT KERJA :
Penyelenggaraan Makanan
Bagi Tenaga Kerja
GIZI KERJA DAN PRODUKTIVITAS
1. Haggard & Greenberg :
Setelah 3 – 4 jam kerja gula darah terendah
Makanan tambahan setiap 2 jam, kadar gula dan efisiensi tetap dalam keadaan tinggi.
2. Kraunt & Muller :
Pemberian makanan dengan kalori ditingkatkan == produktivitas meningkat
3. Darwin Karyadi :
Kebiasaan tidak makan pagi sebelum kerja menyebabkan konsumsi kalori, protein, lemak dan vitamin serta mineral rendah.
Pekerja yang makan 2 kali sehari banyak menderita anemia dibanding yang makan 3 kali
4. FAO :
Energi mempengaruhi produktivitas
Peraturan Perundangan Yang Terkait
► U.U. No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja ► PMP No. 7 tahun 1964 tentang Syarat kesehatan,
Kebersihan, serta Penerangan Dalam Temapt Kerja
► Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayanan
Kesehatan Kerja
► Instruksi Mennaker No. Ins. 03/M/BW/1999 tentang
Pengawasan Terhadap Pengelolaan Makanan di Tempat Kerja
► SE. Mennakertrans No. SE. 01/Men/1979 tentang Pengadaan
Kantin dan Ruang Makan
► SE. Dirjen Binawas No. SE. 86/BW/1989 tentang Perusahaan
U.U. No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja : Pasal 3, syarat-syarat Keselamatan Kerja :
Mencegah timbulnya peracunan, infeksi dan penularan Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban
Pasal 5, Pengawasan :
Direktur, pegawai pengawas, Ahli K3
Pasal 9, Pembinaan :
Pengurus mentaati syarat dan ketentuan
PMP No. 7 tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan, serta Penerangan Dalam Tempat Kerja
Syarat-syarat : ►Bangunan ►Halaman ►Dapur ►Penerangan ► Air ►WC ►tempat duduk ►ventilasi dll.
Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982
tentang Pelayanan Kesehatan Kerja
► Ps. 2 Tugas Pokok Pelayanan Kesehatan Kerja : Memberikan nasehat mengenai gizi serta
penyelenggaraan makanan di tempat kerja
► Pasal 5, Penyelenggaraan pelayanan kesehatan
kerja :
Dipimpin dan dijalankan oleh dokter yang disetujui oleh
dokter
Kepmendagri No. 130-67 tahun 2002 tentang Pengakuan Kewenangan Kabupaten dan Kota
►Kewenangan Bidang Ketenagakerjaan khususnya
perlindungan tenaga kerja :
Bimbingan pencegahan kecelakaan kerja Bimbingan kesehatan kerja
Bimbingan pembentukan P2K3
Pengawasan Norma K3
Pemeriksaan Kecelakaan kerja
Pemberdayaan pelaksanaan kegiatan Ahli K3
Pemberdayaan pelaksaan kegiatan PJK3
Ins. Menaker No. Ins. 03/M/BW/1999 tentang
Pengawasan Terhadap Pengelolaan Makanan di Tempat Kerja :
►Pengawasan oleh pegawai pengawas KTK
►Pemeriksaan dengan formulir: Pemeriksaan Perusahaan
Jasa Boga :
Persyaratan TK
Persyaratan kesehatan bahan dan penyimpanan makanan
Persyaratan sanitasi lingkungan dan fasilitas pengelolaan makanan
SE Mennaker No. SE. 01/Men/1979 tentang
Pengadaan Kantin dan Ruang Makan:
►Perusahaan dengan Tk 50 – 200 : menyediakan
tempat ruang makan di perusahaan
►Perusahaan denagan TK lebih 200 : menyediakan
kantin di perusahaan
SE. Dirjen Binawas No. SE. 86/BW/1989
tentang Perusahaan Katering yang Meneglola
Makanan Bagi Tenaga Kerja :
►Harus terlibih dahulu mendapatkan rekomendasi
dari Depnaker
►Kandepnaker melaksanakan pembinaan dan
monitoring
Pengertian
►
Gizi kerja adalah penyediaan dan pemberian
masukan zat gizi kepada tenaga kerja sesuai
dengan jenis pekerjaan yang dilakukan selama
berada di tempat kerja guna mendapatkan
tingkat kebutuhan dan produktivitas kerja
setinggi-tingginya.
Pengertian
► Penyelenggaraan makanan adalah rangkaian kegiatan yang
meliputi penyusunan anggaran belanja makanan,
perencanaan menu, pengadaan atau pembuatan bahan makanan, penerimaan dan penyimpanan bahan makanan,
persiapan dan pemasakan makanan, penilaian, pengemasan, distribusi atau penyajian makanan di tempat kerja.
► Ukuran tubuh (tinggi, berat) ► Usia
► Jenis kelamin ► Kondisi tubuh
► Iklim dan kondisi lingkungan ► Tingkat aktivitas
Jenis Kegiatan Kebutuhan Kalori (Per Kg BB/Jam) Tidur Duduk istirahat Membaca keras Berdiri
Berdiri dengan perhatian Menyulam
Menyanyi
Ahit dengan mesin Mengetik cepat Menyeterika Cuci piring Menyapu Menjilit buku Latihan ringan Membuat sepatu Menggergaji kayu Jalan cepat Jalan naik tangga
0,95 1,10 1,50 1,50 1,63 1,66 1,74 1,94 2,00 2,05 2,06 2,41 2,43 2,43 2,57 6,86 9,25 15,80
Tingkat Aktivitas Laki-laki (55 kg) Wanita (47 kg) (Kalori 24 Jam) (Kalori 24 Jam)
Kerja ringan 2.400 1.900 Kerja sedang 3.800 2.200 Kerja Berat 3.900 3.100
KEBUTUHAN KALORI UNTUK TINGKAT AKTIVITAS YANG DILAKUKAN
Sumber : Standar Gizi Kerja Depnakertrans 1994/1995)
Usia 25 tahun
BB Laki-laki 55 Kg dan Wanita 47 kg Suhu lingkungan kerja 25
Usia 20 - 59 tahun
BB Laki-laki 62 Kg dan Wanita 54 kg
Tingkat Aktivitas Laki-laki Protein Wanita Protein Kalori 24 Jam) (Kalori 24 Jam)
Kerja ringan 2.800 55 2.050 48 Kerja sedang 3.000 55 2.250 48 Kerja Berat 3.600 55 2.600 48
KEBUTUHAN KALORI UNTUK TINGKAT AKTIVITAS YANG DILAKUKAN
Usia 25 tahun
BB Laki-laki 55 Kg dan Wanita 47 kg Suhu lingkungan kerja 250 C
Tingkat Kebutuhan Laki-laki Wanita Aktivitas Kalori Per Kg (Kalori) (Kalori)
BB/Jam 8 Jam Kerja 8 Jam Kerja
Kerja ringan 1,7 750 650 Kerja sedang 2,5 1100 950 Kerja Berat 5,0 2200 1900
KEBUTUHAN KALORI UNTUK TINGKAT AKTIVITAS YANG DILAKUKAN
► Penyelenggaraan makanan ► Petugas penyelenggara
► Sistem pelayanan ► Susunan menu
► Dapur dan R. makan ► Higiene sanitasi
1. Arus Kerja : • Penerimaan bahan • Penyimpanan bahan • Pemasakan • Penghidangan • Pembersihan • Pembuangan sampah
Penyelenggaraan Makan
2. Cara penyelenggaraan :
• Perusahaan sendiri
• Perusahaan jasa boga dengan sistem borongan
• Menu bervariasi
• Kandungan gizi seimbang • Menarik dan rasa enak
• Dapat mencukupi kebutuhan kalori dengan porsi yang
dapat dihabiskan
• Bahan makanan yang biasa dimakan
1. Bebas Penyakit menular (Pemeriksaan
Kesehatan)
TBC paru >>> Foto Ro Paru2
Thypus >>> Periksa Lab darah (Widal test)
Cacingan >>> Periksa Tinja (cacing & telor cacing )
2. Mempunyai pengetahuan ttg kebersihan,
kesehatan, cara mengelola makanan
3. Tidak mempunyai kebiasaan buruk
4. Disiplin (memakai Alat pelindung, topi,
pakaian, tidak merokok dll)
Sistem Pelayanan
• Sistem Kafetaria (porsi diatur)
• Sistem catu (lauk pauk diporsikan, nasi dan sayur ambil
sendiri)
• Sistem prasmanan (ambil sesuai kebutuhan dan selera) • Sistem kotak (untuk kerja di lapangan)
Dapur dan Ruang Makan
• Letak dapur (tidak jauh ruang makan, tdk
berhub. langsung dg tempat Kerja)
• Fasilitas dan ruang makan cukup memadai • Keadaan/kondisi dapur dan ruang makan
(mudah dibersihkan, penerangan cukup,
ventilasi, lantai tidak licin, tidak panas, bau, ruangan cukup, bebas serangga)
Higiene Dan Sanitasi
► Bahan makanan dan lingkungan (sumber, keadaan,
cara mengangkut/mengepak)
► Tenaga penjamah (sertifikat sehat, pemeriksaan kes.
Berkala, kebiasaan menjaga higiene perorangan)
► Pemasakan/pengolahan (peralatan, sarung tangan,
pakaian kerja)
► Distribusi (wadah bersih dan tertutup, alat pemanas) ► Transportasi (alat angkut bersih)
► Menyimpan (rapi dan terjaga kebersihannya)
► Konsumsi (cuci tangan, cuci muka & kumur-kumur)