• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENANGGULANGAN PERDAGANGAN I LEGAL SA TWA LIAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENANGGULANGAN PERDAGANGAN I LEGAL SA TWA LIAR"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

REPUBLIK INDONESIA

MEMORANDUM SALING PENGERTIAN ANTARA

PEMERINT AH REPUBLIK INDONESIA DAN

PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT MENGENAI

KONSERVASI SA TWA LIAR DAN

PENANGGULANGAN PERDAGANGAN I LEGAL SA TWA LIAR

Pemerintah Republik Indonesia (Indonesia) dan Pemerintah Amerika Serikat (Amerika Serikat), selanjutnya secara masing-masing disebut sebagai "Peserta" dan secara bersama-sama disebut sebagai "Para Peserta";

Menyadari bahwa "satwa liar" - berarti satwa yang memiliki sifat liar yang hid up di habitatnya dan/atau sebagian besar hidup di alam liar, termasuk yang diburu untuk kegiatan-kegiatan yang menghasilkan keuntungan, dimakan, olahraga, atau sebagai hewan peliharaan - merupakan elemen penting dalam ekosistem alam dan keanekaragaman hayati;

Memperhatikan bahwa kehidupan satwa liar semakin terancam sebagai akibat dari, antara lain, hilangnya habitat, penangkapan dan perdagangan ilegal yang bertentangan dengan undang-undang dan peraturan nasional serta kewajiban internasional, dari beberapa spesies yang terancam punah;

Mengingat kembali bahwa Indonesia dan Amerika Serikat adalah Pihak pada Konvensi mengenai Perdagangan lnternasional pada Spesies Langka Fauna dan Flora

(CITES) yang

ditandatangani di Washington pada 3 Maret 1973;

(2)

Mengakui langkah-langkah yang dilakukan oleh Indonesia dalam melakukan konservasi spesies yang terancam dan hampir punah beserta habitatnya, termasuk, antara lain, penerapan

UU

No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan upaya serupa yang dilakukan oleh Amerika Serikat termasuk, antara lain, didasarkan pada Endangered Species Act· I

Mengakui lebih lanjut kerja sama yang telah berlangsung lama antara Indonesia - Amerika Serikat dalam melakukan konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem di Indonesia, dan upaya kerja sama di forum regional dan global;

Menegaskan kembali Kemitraan Komprehensif Indonesia - Amerika Serikat dan konsensus yang dicapai di bawah Kemitraan tersebut untuk bekerjasama, antara lain, pada " ... konservasi dan pengelolaan berkelanjutan pada hutan, lahan gambut, habitat-habitat darat lainnya, keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan jasa ekosistem ... " dan " ... konservasi dan pengelolaan berkelanjutan pada sumber daya laut dan daerah pesisir, termasuk habitat laut,

perikanan, dan keanekaragaman hayati laut...";

Mengakui dan menghormati undang-undang dan peraturan Para Peserta yang berpengaruh pada konservasi dan pengelolaan satwa liar dan perdagangan satwa liar serta produk-produk dari satwa liar;

(3)

BAGIAN 1

Tujuan-Tujuan

Tujuan dari Memorandum Saling Pengertian (MSP) ini adalah:

(a) Bekerjasama memperkuat kapasitas konservasi dan pengelolaan satwa liar di Indonesia, termasuk upaya-upaya untuk melindungi habitat yang terancam, mengembangkan sumber daya manusia dalam pengelolaan informasi ilmiah untuk mendukung program konservasi, membangun kesadaran publik, menyeimbangkan dan meningkatkan populasi dari spesies-spesies yang terancam dan hampir punah, memperkuat kapasitas penegakan hukum, dan penanggulangan penangkapan ilegal dan perdagangan terkait satwa liar, yang sesuai dengan undang-undang dan peraturan nasional;

(b) Bekerjasama di tingkat regional dan global, untuk memajukan tujuan-tujuan bersama penanggulangan perdagangan ilegal satwa liar dan produk-produk dari satwa liar melalui, antara lain, peningkatan dialog dan saling berbagi pengalaman terbaik, upaya-upaya peningkatan kapasitas, dan penguatan kerja sama di forum regional dan global.

BAGIAN 2

Bentuk-Bentuk Kerja Sarna

1. Para Peserta berkeinginan bekerjasama untuk mencapai tujuan-tujuan sebagaimana disebutkan pada Bagian 1 melalui bentuk-bentuk kerja sama sebagai berikut:

(a) Kerjasama teknik bilateral;

(b) Program-program yang relevan dari kebijakan regional, multilateral dan institusi-institusi keuangan dimana kedua Peserta berafiliasi;

(4)

(c)

Perjanjian-perjanjian

internasional yang sesuai dimana baik Indonesia

dan Amerika Serikat menjadi Pihak, termasuk CITES.

2. Para Peserta berkeinginan untuk secara bersama-sama mengembangkan rencana aksi dan pengaturan teknik guna memajukan kerja sama di bawah MSP ini.

BAGIAN 3 Komunikasi

Para Peserta berkeinginan memanfaatkan Kelompok Kerja lklim dan Lingkungan Hidup di bawah Kemitraan Komprehensif untuk bertukar informasi mengenai program-program dan perkembangan di bawah MSP ini. Tempat dan mekanisme lain yang diputuskan bersama, dapat pula dimanfaatkan, dan Para Peserta memberikan informasi mengenai kegiatannya kepada Kelompok Kerja lklim dan Lingkungan Hidup. Para Peserta berkeinginan melakukan konsultasi secara teratur mengenai efektivitas kerja sama di bawah MSP ini.

BAGIAN 4

Kerja Sarna dengan Entitas-Entitas Lain

Setiap Peserta bermaksud mengembangkan dan memperkuat kemitraan, sesuai dengan undang-undang dan peraturan masing-masing, dengan pemangku kepentingan yang sesuai, yang dapat termasuk di dalamnya entitas-entitas masyarakat madani, asosiasi-asosiasi industri dan perdagangan, organisasi-organisasi konservasi dan kelompok-kelompok masyarakat lokal, secara wajar, untuk melengkapi upaya masing-masing Peserta di bawah MSP ini guna memperkuat konservasi satwa liar dan menanggulangi perdagangan ilegal satwa liar. Kemitraan di bawah MSP ini dengan entitas-entitas tersebut dilakukan berdasarkan persetujuan bersama dari Para Peserta dan tunduk pada undang-undang dan peraturan yang berlaku.

(5)

BAGIAN 5

Perubahan

Para Peserta dapat mengubah MSP ini melalui kesepakatan bersama secara tertulis.

BAGIAN 6

Hal-hal Lain

1. MSP ini tidak mengikat secara hukum dan tidak ditujukan untuk menimbulkan hak dan kewajiban secara hukum.

2. Kerja sama di bawah MSP ini mulai berlaku pada tanggal penandatanganan dan berlaku untuk periode lima tahun. Para Peserta berkeinginan untuk meninjau kembali MSP pada akhir periode dan dapat melanjutkan MSP ini melalui kesepakatan bersama secara tertulis.

3. Salah satu Peserta dapat menghentikan kerja sama di bawah MSP ini dengan pemberitahuan tertulis kepada Peserta lainnya, yang pemberitahuannya disampaikan sekurang-kurangnya tiga bulan sebelum tanggal efektif penghentian MSP.

(6)

DITANDANGANI

,

dalam dua rangkap

,

di Jakarta tanggal 17 Februari 2014

dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa lnggris. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran antara kedua versi, Para

memberlakukan naskah Bahasa lnggris.

UNTUK PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

Signed

Zulkifli Hasan Menteri Kehutanan

Peserta berkeinginan untuk

UNTUK PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT

Signed

J,Ohn

F. Kerry

(7)

REPUBLIK INDONESIA

MEMORANDUM OF UNDERSTANDING BETWEEN

THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA AND

THE GOVERNMENT OF THE UNITED STATES OF AMERICA ON

CONSERVING WILDLIFE AND COMBATING WILDLIFE TRAFFICKING

The Government of the Republic of Indonesia (Indonesia) and the Government of the United States of America (United States), hereinafter referred to individually as a "Participant" and collectively as the "Participants";

Recognizing that "wildlife" - meaning undomesticated animals living originally and/or mainly in the wild, including those hunted for profit, food, sport or the pet trade - comprise a key element of natural ecosystems and of biodiversity;

Concerned that wildlife is increasingly under threat due, inter alia, to habitat loss and illegal harvest and trade in contravention of relevant national laws and regulations as well as international obligations, with some species facing extinction;

Recalling that both Indonesia and the United States are Parties to the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and

Flora (CITES) signed at Washington on 3 March 1973;

Acknowledging steps taken by Indonesia to conserve endangered and threatened species and their habitats, including, inter alia, implementation of Basic Law UU No. 5/1990 on The Conservation of Living Resources and Their

(8)

Ecosystems, and similar efforts by the United States including, inter alia, under the Endangered Species Act;

Further

acknowledging

longstanding Indonesia - United States cooperation on conserving biodiversity and ecosystems in Indonesia and their collaborative work in regional and global fora;

Reaffirming

the Indonesia - United States Comprehensive Partnership and the consensus achieved under that Partnership to cooperate, inter alia, on

" ... conservation and sustainable management of forests, peatlands, and other terrestrial habitats, their biodiversity, and ecosystem services ... " and

" ... conservation and sustainable management of coastal and marine resources,

including marine habitats, fisheries, and marine biodiversity ... ";

Acknowledging and respecting their respective laws and regulations affecting the conservation and management of wildlife and the trade in wildlife and wildlife products;

Share the following understandings:

SECTION 1 Objectives

The Objectives of this Memorandum of Understanding (MOU) are to:

(a) Cooperate to strengthen capacity for wildlife conservation and

management in Indonesia, including efforts to protect critical habitat,

human resources development in scientific information management in support of conservation programs, build public awareness, stabilize and increase populations of threatened and endangered species, strengthen law enforcement capacity, and combat illegal harvesting and associated trade in wildlife species, consistent with national laws and regulations;

(9)

(b)

Cooperate regionally and globally, to further the mutual objective of combating the illegal trade in wildlife and wildlife products through, inter

alia

,

enhancing dialogue and sharing of best practices, capacity building efforts, and strengthening cooperation in regional and global fora.

SECTION 2

Forms of Cooperation

1. The Participants intend to cooperate in attaining the objectives enumerated under Section 1 through the following forms of cooperation:

(a) Bilateral technical cooperation;

(b) Relevant programs of regional and multilateral policy and financial institutions with which both Participants are affiliated;

(c) Relevant international agreements to which both Indonesia and the United States are Parties, including CITES.

2. The Participants intend to jointly develop action plans and technical arrangements to further cooperation under this MOU.

SECTION 3 Communication

The Participants intend to utilize the Climate and Environment Working Group under the Comprehensive Partnership to exchange information on programs and progress under this MOU. Other venues and mechanisms, as may be mutually decided, may also be utilized for this purpose, and the Participants should inform the Climate and Environment Working Group of their work. The

(10)

Participants

intend

to consult at regular

intervals

regarding their effective

cooperation under this MOU.

SECTION 4

Cooperation with Other Entities

Each Participant intends to develop and strengthen partnerships, consistent with its laws and regulations, with relevant stakeholders which may include civil society entities, industry and trade associations, conservation organisations and local community groups, as appropriate, to complement each Participant's efforts under this MOU to strengthen wildlife conservation and combat illegal wildlife trafficking. Partnerships under this MOU with such entities are to be carried out by the mutual consent of the Participants and are to comply with applicable laws and regulations.

SECTION 5 Modification

The Participants may modify this MOU by mutual written consent.

SECTION 6 Miscellaneous

1. This MOU is non-legally binding and is not intended to give rise to legal rights or obligations.

2. Cooperation under this MOU may commence on the date of its signing and continue for a period of five years. The Participants intend to review the MOU at the end of this period and may continue this MOU by mutual written consent.

(11)

3

.

Either

Participant may discontinue its cooperation under this MOU

by

notifying the other Participant in writing, in which event it should endeavor to provide notice at least three months in advance of the effective date of discontinuation.

SIGNED, in duplicate, in Jakarta on 17 February 2014 in the Indonesian and

English languages. In case of any divergence between the two versions, the Participants intend for the English text to prevail.

FOR THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

Signed

Zulkifli Hasan

Minister of Forestry

FOR THE GOVERNMENT OF THE UNITED STATES OF AMERICA

Signed

40hn F. Kerry ftecretary of State

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini digunakan untuk uji asumsi klasik sebelum menguji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Pengujian asumsi klasik ini digunakan agar variabel

Adapun parameter-parameter yang dikalibrasi ditentukan berdasarkan ketentuan Tabel 3 dan hasil simulasi yang dilakukan dengan nilai awal parameter dari IFAS (tanpa

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beras Bulog mempunyai kemampuan untuk menghasilkan jumlah populasi kutu beras ( Sitophilus oryzae ) dan

Program ini berisi perintah untuk melakukan simulasi random number serta memanggil beberapa subroutine yang berfungsi untuk dan menjalankan proses evolusi meneruskan evolusi hingga

Proses pembakaran dapat terjadi di dalam silinder motor bakar diesel ini karena bahan bakar solar yang akan dikontakkan dengan udara terkompresi bertemperatur dan

Hernia pada pasien ini terjadi akibat tekanan intra abdomen yang meningkat secara terus menerus ketika pasien mengangkat benda berat sehingga otot dinding perut menjadi

Peran filologi sangat penting dalam usaha penanganan naskah, yang meliputi perbaikan huruf dan bacaan, ejaan, bahasa, tata tulisnya, kemudian menyunting dan

pertumbuhan populasi, konsep dasar manajemen satwa liar, habitat satwa liar, nilai satwa liar, metode pengumpulan dan analisis data untuk pendugaan pertumbuhan