• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH

(PTS)

Penguatan Kemampuan Pengawas Sekolah

PUSAT PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIAPENDIDIKAN DAN

PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2012 TU T W U RI H A N DA Y A N I

(2)

SAMBUTAN

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

Dalam rangka pelaksanaan program penguatan kemampuan Pengawas sekolah yang merupakan amanat Inpres Nomor 1 tahun 2010, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (Badan PSDMPK dan PMP) melalui Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan telah menyusun materi pelatihan untuk penguatan kemampuan pengawas sekolah. Pengembangan materi tersebut telah mengacu pada standar pengawas sekolah/madrasah sebagaimana diatur dalam Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah. Saya memberikan penghargaan yang tinggi kepada Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan atas dihasilkannya materi penguatan kemampuan pengawas sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi pengawas sekolah.

Materi pelatihan ini diharapkan dapat dijadikan referensi bagi individu pengawas sekolah dan lembaga yang terkait dalam penguatan kemampuan pengawas sekolah di propinsi dan kabupaten/kota. Materi penguatan pengawas sekolah ini bersifat standar dan terbuka untuk di perkaya dengan berbagai referensi dan khasanah bacaan lainnya untuk mewujudkan pengawas sekolah yang profesional dan akuntabel.

Semoga upaya penguatan kemampuan pengawas sekolah berjalan sesuai dengan standar pengawas sekolah sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas No. 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah sehingga mutu pendidikan di sekolah dapat terwujud dan menghasilkan lulusan yang cerdas, kreatif, inovatif, berpikir kritis, cakap menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan.

Jakarta, Maret 2012

(3)

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd NIP.196202031987031002

KATA PENGANTAR

Materi pelatihan yang telah disusun merupakan bagian dari rencana pelaksanaan program penguatan pengawas sekolah, program kedua dari delapan program 100 hari Mendiknas. Program penguatan kemampuan pengawas sekolah sangat penting mengingat peran strategis pengawas sekolah di dalam proses peningkatan mutu pendidikan.

Pengawas sekolah mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mendorong guru dan kepala sekolah untuk melakukan proses pembelajaran yang mampu menumbuhkan berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan bagi siswa sebagai produk suatu sistem pendidikan. Materi pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi peningkatan kompetensi pengawas sekolah sesuai yang diamanahkan Permendiknas No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyusun yang telah berusaha dan berhasil menyiapkan materi pelatihan ini sebagai acuan dalam peningkatan kompetensi pengawas sekolah. Materi penguatan kemampuan pengawas sekolah ini merupakan materi standar dan dapat diperkaya dengan materi yang lain sepanjang mencapai tujuan yang sama yaitu meningkatkan kompetensi pengawas sekolah sesuai dengan Permendiknas nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.

Semoga materi pelatihan ini bermanfaat bagi usaha penguatan kemampuan pengawas sekolah di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Jakarta, Maret 2012 Kepala Pusbang Tendik

(4)

NIP 195507201983031003 DAFTAR ISI SAMBUTAN KATA PENGANTAR i iii BAB I. PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang 1

B. Kompetensi yang Diharapkan 2

C. Ruang Lingkup Materi 2

D. Langkah-langkah Pembelajaran 3

BAB II. KEGIATAN BELAJAR 1

KONSEP PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH 5

A. Pengantar 5 B. Materi Pokok 5 C. Latihan 1 5 D. Rangkuman 1 7 E. Refleksi 1 7

BAB III. KEGIATAN BELAJAR 2 1

8 PENYUSUNAN PROPOSAL PTS 1 8 A. Pengantar 1 8 B. Materi Pokok 1 8 C. Latihan 3 1 D. Tugas Individu 3 2 E. Rangkuman 3 3 F. Refleksi 3 3 BAB IV. KEGIATAN BELAJAR 3

(5)

PENYUSUNAN LAPORAN PTS 3 4 A. Pengantar 3 4 B. Materi Pokok 3 6 C. Latihan 3 7 D. Refleksi 3 8 E. Tugas Individu 3 8

DAFTAR BACAAN YANG DIANJURKAN 3

(6)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Merujuk pada Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas/madrasah, dimana salah satu dimensi kompetensinya adalah kompetensi penelitian dan pengembangan. Dalam hal ini, pengawas sekolah dituntut mampu menyusun proposal penelitian pendidikan, sekaligus merumuskan berbagai permasalahan kepengawasan yang penting untuk diteliti. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak pengawas sekolah yang perlu penguatan kemampuannya dalam bidang tersebut. Sebagian dari mereka masih ada yang belum memahami cara: membuat proposal, melaksanakan, dan melaporkan hasil penelitian dengan baik. Sebagian dari mereka ada pula yang sudah memahami tetapi belum melakukannya.Untuk mengatasi hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP dan PMP) perlu melaksanakan sosialisasi dan bimbingan teknik PTS.

Strategi sosialisasi dan strategi bimbingan teknik PTS selama ini ternyata masih belum memadai untuk menjangkau seluruh pengawas sekolah dalam waktu yang relatif singkat. Intensitas dan kedalaman penguasaan materi kurang dapat dicapai dengan kedua strategi ini karena terbatasnya waktu.

Berdasarkan kenyataan tersebut, maka upaya penguatan kompetensi pengawas sekolah dilakukan melalui berbagai strategi. Salah satu strategi untuk menguatkan kemampuan pengawas sekolah adalah melaksanakan pelatihan.

Penguatan kompetensi pengawas sekolah ini dimaksudkan untuk dapat memberikan pemahaman, dan

(7)

motivasi para pengawas sekolah dalam menyelesaikan permasalahan di sekolah binaannya melalui metode ilmiah yang antara lain berupa Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Bila penyelesaian masalah di sekolah dibiasakan melalui PTS, maka kompetensi PTS pengawas sekolah akan meningkat dan berimplikasi pada peningkatan kreativitas, inovasi, kemampuan menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis para pengawas yang bermuara pada peningkatan mutu pembinaan dan kualitas pendidikan. Bahkan dampak lainnya pun akan meningkatan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan atau sertifikasi, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan pengawas sekolah.

B. Kompetensi yang Diharapkan

Sesuai dengan Permendiknas no 12 tahun 2007, Peserta pelatihan diharapkan mampu:

5.1. Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam

pendidikan.

5.2. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk

keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya

sebagai pengawas.

5.3. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian

kualitatif maupun penelitian kuantitatif.

5.5. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data

(8)

Aktivitas Kelompok Aktivitas Individu

Membaca Materi

Pelatihan Materi Pelatihan Mendiskusikan

Melaksanakan Latihan/Tugas/ Studi Kasus Sharing dalam latihan menyelesaikan masalah/kasus Membuat

Rangkuman Rangkuman Membuat

C. Ruang Lingkup Materi

Materi PTS terdiri dari: (1) Konsep PTS,

(2) Penyusunan Proposal (3) Pelaksanaan PTS

(4) Penyusunan Laporan PTS

d. Langkah-langkah Pembelajaran

Materi ini dirancang untuk dipelajari oleh pengawas sekolah dalam pelatihan. Oleh karena itu, langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempelajari materi ini mencakup aktivitas individual dan kelompok. Secara umum aktivitas individual meliputi: (1) membaca materi pelatihan, (2) melakukan latihan/mengerjakan tugas, menyelesaikan masalah/kasus pada setiap kegiatan belajar, (3) membuat rangkuman, dan (4) melakukan refleksi. Sedangkan aktivitas kelompok meliputi: (1) mendiskusikan materi pelatihan, (2) bertukar pengalaman (sharing) dalam melakukan latihan menyelesaikan masalah/kasus, dan (3) membuat rangkuman. Langkah-langkah pembelajaran dapat digambarkan seperti berikut.

(9)

Gambar 1. Langkah-langkah Pembelajaran

Dari gambar langkah langkah pembelajaran, tampak bahwa aktivitas kelompok selalu didahului oleh aktivitas individu. Dengan demikian, maka aktivitas individu adalah hal yang utama. Sedangkan aktivitas kelompok lebih merupakan forum untuk berbagi, memberikan pengayaan, dan penguatan terhadap kegiatan belajar yang telah dilakukan individu masing-masing. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, diharapkan peserta pelatihan baik secara individu maupun bersama-sama dapat meningkatkan kompetensinya, yang pada gilirannya diharapkan berdampak pada peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah yang dibinanya. Dan pada akhirnya mampu menghasilkan kepala sekolah dan guru yang kreatif, inovatif, mampu menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis.

(10)

BAB II

KEGIATAN BELAJAR 1

KONSEP PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH A. Pengantar

Pada kegiatan belajar 1 ini kita akan mempelajari konsep PTS. Setelah kegiatan tersebut, diharapkan dapat memahami konsep PTS. Hasil pemahaman terhadap konsep PTS ini dapat digunakan sebagai tahap awal untuk memperbaiki kekurangan dan mengembangkan kepala sekolah, guru dan siswa agar mampu kreatif, inovatif, mampu menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis.

Agar lebih mudah mempelajari dan mempraktikkan materi kegiatan belajar 1, harus ada kemauan yang kuat untuk berubah ke arah yang lebih baik. Bukankah di mana ada kemauan di situ ada cara/jalan? Konsep PTS yang dipraktikkan dengan sukses melalui rencana tindakan akan menjadi contoh bagi guru dan siswa untuk mengubah pola pikir, pola sikap, dan pola tindak mereka sehingga mampu kreatif, inovatif, mampu menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis. Selamat belajar!

B. Materi Pokok

1. Pendahuluan

Dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dan pengelolaan sekolah, pengawas sekolah dapat melakukan PTS sekaligus sebagai sarana pengembangan profesinya (Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru), PTS merupakan penelitian yang berawal dari permasalahan sekolah, diselesaikan melalui tindakan spesifik dari gagasan

(11)

peneliti untuk menyelesaikan permasalahan sekolah. Dengan demikian, yang pertama harus ada dalam penelitian PTS bukanlah diawali dengan membuat judul tetapi diawali dengan menemukan adanya masalah dan tantangan-tantangan untuk melakukan pembaruan atau inovasi, termasuk tantangan dan permasalahan dalam praktek kepengawasan.

Masalah-masalah yang akan dirumuskan adalah masalah aktual yang penting dan mendesak. Jika masalah-masalah itu tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap sekolah. Oleh karena itu, diperlukan tindakan spesifik yang diyakini benar-benar dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Selain berangkat dari permasalahan, PTS juga dapat dilakukan untuk melaksanakan suatu pembaruan atau inovasi dalam berbagai aspek sekolah. Misalnya: strategi pembinaan guru dan kepala sekolah,

manajemen perubahan, inovasi pembelajaran,

pengembangan kultur baru di sekolah, pengembangan iklim sekolah, dan inovasi kepemimpinan pembelajaran.

Penelitian tindakan yang dilakukan guru disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sedangkan penelitian tindakan yang dilakukan oleh pengawas sekolah disebut Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). PTK bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran di kelas, sedangkan PTS bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di sekolah, khususnya berkenaan dengan sistem, pendekatan, dan strategi kepengawasan.

(12)

PTS adalah penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti (umumnya juga praktisi) di sekolah untuk membuat peneliti lebih profesional terhadap pekerjaannya, memperbaiki praktik-praktik kerja, melakukan inovasi sekolah serta mengembangkan ilmu pengetahuan terapan (professional knowledge).

Berdasarkan definisi tersebut, maka ciri utama PTS adalah melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki situasi atau melakukan inovasi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran sehingga menghasilkan kepala sekolah, guru, dan siswa yang mampu kreatif, inovatif, mampu menyelesaikan masalah, dan berpikir kritis.

3. Tujuan PTS

Tujuan PTS bagi pengawas sekolah adalah : (1) Memperbaiki situasi sekolah saat ini.

(2) Meningkatkan mutu input, proses, dan output sekolah. (3) Mengembangkan inovasi input, proses, dan output

sekolah.

(4) Meningkatkan kinerja kepengawasan.

(5) Meningkatkan kinerja sekolah yang terkait dengan mutu, inovasi, keefektifan, efisiensi, dan produkivitas sekolah. (6) Meningkatkan kemampuan profesional sebagai pengawas

sekolah.

(7) Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah.

(8) Mengembangkan ilmu terapan/praktis.

(13)

Ciri utama PTS adalah sebagai berikut.

(1) Adanya tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi.

(2) Bersifat kualitatif, meskipun dapat menggunakan data kuantitatif.

(3) Didasarkan pada masalah atau tantangan nyata yang dihadapi pengawas sekolah.

(4) Ada perubahan positif pada pengawas sekolah dan sekolahnya.

(5) Dilakukan secara kolaboratif antara peneliti bersama warga sekolah baik guru, tenaga kependidikan, siswa, maupun pihak-pihak lain yang terkait.

(6) Peneliti juga bertindak sebagai praktisi yang melakukan refleksi.

(7) Setiap siklus memiliki empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan,dan refleksi.

(8) Jumlah siklus tergantung pencapaian tujuan PTS, minimal dua siklus. Jika dua siklus belum mencapai tujuan, maka dapat dilanjutkan pada siklus ke tiga, dan seterusnya.

5. Etika dalam Melaksanakan PTS

Ketika melaksanakan PTS perlu memperhatikan etika antara lain sebagai berikut.

(1) Bersikap jujur yaitu tidak fiktif, tidak merubah data, dan menuliskan semua sumber referensi yang dikutip.

(2) Meminta ijin kepada orang-orang yang diteliti.

(3) Menjamin kerahasiaan data responden yang diteliti

(4) Tidak boleh mengganggu tugas pokok dan fungsi sebagai pengawas sekolah.

(14)

(5) Tidak boleh mengganggu proses pembelajaran dan tugas mengajar guru dan kepala sekolah serta kegiatan pendidikan yang sedang berlangsung di sekolah.

(6) Tidak terlalu banyak menyita waktu dalam pengambilan data.

(15)

6. Perbedaan Penelitian Tindakan oleh Pengawas Sekolah, Kepala sekolah,dan Guru

Perbedaan penelitian tindakan oleh pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru adalah seperti Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Perbedaan Penelitian Tindakan oleh Pengawas Sekolah, KepalaSekolah, Guru, dan Tenaga Kependidikan

Peneliti Ruang Lingkup Penelitian

Subjek

Penelitian Aspek yang Diteliti

Pengawa s

Sekolah

Sekolah Kepala

sekolah • Delapan Standar Nasional Pendidikan.Tugas pokok dan fungsi Kepala Sekolah.

• Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah

• Peranan kepala sekolah.

• Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan

kemampuan menyelesaikan masalah

Guru • Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar

Pendidik.

• Tugas pokok dan fungsi guru.

• Peranan guru.

• Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan

kemampuan menyelesaikan masalah Tenaga

kependidika n

• Standar Tenaga Administrasi, Standar Tenaga Laboratorium,

Standar Tenaga Perpustakaan, dan Standar Tenaga Kependidikan lainnya.

• Tugas pokok dan fungsi tenaga kependidikan.

(16)

Peneliti Ruang Lingkup Penelitian

Subjek

Penelitian Aspek yang Diteliti

• Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan

kemampuan menyelesaikan masalah Kepala

sekolah Sekolah Guru • Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik.

• Tugas pokok dan fungsi guru.

• Peranan guru.

• Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan

kemampuan menyelesaikan masalah. Tenaga

kepen-didikan

• Standar Tenaga Administrasi, Standar Tenaga Laboratorium,

Standar Tenaga Perpustakaan, dan Standar Tenaga Kependidikan lainnya.

• Tugas pokok dan fungsi tenaga kependidikan.

• Peranan tenaga kependidikan. .

• Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan

kemampuan menyelesaikan masalah.

Siswa • Standar Kompetensi Lulusan.

• Standar Penilaian.

• Berpikir Kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan

kemampuan menyelesaikan masalah.

Guru Kelas Guru • Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar

Pendidik.

• Tugas pokok dan fungsi guru.

• Peranan guru.

• Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan

(17)

Peneliti Ruang Lingkup Penelitian

Subjek

Penelitian Aspek yang Diteliti

Siswa • Standar Kompetensi Lulusan.

• Standar Penilaian.

• Kegiatan Kesiswaan.

• Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan

kemampuan memecahkan masalah.

7. Perbedaan PTS dengan Non PTS

Perbedaan antara PTS dengan bukan PTS seperti pada Tabel 2 beikut. Tabel 2. Perbedaan PTS dengan Bukan PTS

Aspek PTS Bukan PTS

Dilaksanakan oleh Praktisi yaitu pengawas sekolah, kepala

sekolah. Teoretisi yaitu ilmuwan di luar sekolah.

Tujuan penelitian Tidak untuk menguji teori tetapi untuk memecahkan masalah, menghadapi tantangan, memperbaiki situasi sekolah. Tidak untuk solusi yang berlaku umum (tidak untuk membuat generalisasi).

Menguji teori melalui hipotesis dan atau mengembangkan pengetahuan baru.

Untuk membuat generalisasi. Jenis data Kualitatif/dan atau kuantitatif Kualitatif/dan atau kuantitatif. Maksud

pengumpulan dan analisis data

Menyelesaikan masalah praktis,

(18)

Standar mutu

penelitian Hasil penelitian menunjukkan adanyaperubahan situasi, kondisi, dan kinerja sekolah.

Hasil penelitian mampu memverifikasi teori.

Pemakai utama Warga sekolah. Ilmuwan, praktisi, birokrat,

(19)

8. Langkah-langkah PTS

Langkah-langkah PTS yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, dan refleksi.

Langkah-langkah PTS seperti Gambar 2 berikut.

Gambar 2. Langkah langkah PTS

Penjelasan Gambar 2 adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

Perencanaan adalah langkah awal yang dilakukan peneliti saat akan memulai tindakannya. Agar perencanaan mudah dipahami oleh peneliti yang akan melakukan tindakan, maka peneliti membuat rencana tindakan yang meliputi:

(1) rumusan langkah-langkah kegiatan penyelesaian masalah/ kegiatan menghadapi tantangan/kegiatan melakukan inovasi, (2) identifikasi warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya

yang terlibat dalam penyelesaian masalah/ menghadapi tantangan/ melakukan inovasi, dan

(3) identifikasi fasilitas yang diperlukan.

(20)

Pelaksanaan adalah penerapan dari rencana tindakan. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh peneliti adalah sebagai berikut.

(1) Bagaimana cara melaksanakan tindakan untuk memecahkan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi?

(2) Apakah ada kesesuaian antara rencana tindakan dengan pelaksanaannya?

(3) Apakah tindakan yang dilaksanakan telah terarah pada pencapaian tujuan penelitian?

(4) Seberapa besar pelaksanaan tindakan melibatkan warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya?

(5) Apa peran masing-masing warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya dalam melaksanakan tindakan?

(6) Apa saja yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan tindakan?

(7) Bagaimana perubahan perilaku dan tanggapan subyek penelitian terhadap tindakan yang diterapkan?

c. Pengamatan dan Evaluasi

Pengamatan adalah pencermatan terhadap hal-hal yang terjadi selama pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang diamati adalah proses yang berlangsung selama pelaksanaan tindakan (perubahan perilaku dan tanggapan subyek penelitian terhadap tindakan yang diterapkan) dan hasil kegiatan yang dilakukan subyek penelitian. Pengamatan menggunakan instrumen yang berisi indikator-indikator proses tindakan. Pada akhir kegiatan dilaksanakan evaluasi terhadap pencapaian hasil atau pencapaian kinerja pada subyek penelitian. Evaluasi mengacu pada indikator keberhasilan tindakan yang telah ditentukan sebelumnya.

(21)

d. Refleksi

Pada refleksi ini dilakukan kajian terhadap proses dan hasil tindakan yang telah dilakukan serta kajian tentang kekurangan atau hambatan yang dialami dan kemungkinan cara mengatasi kekurangan atau hambatan selama pelaksanaan tindakan. Selain itu, juga dikaji tentang sejauh mana ketercapaian indikator keberhasilan yang telah ditentukan sebelumnya.

C. Latihan

Buatlah kelompok dan diskusikan dalam kelompok Lembar Kerja Pengawas Sekolah 1 (LKPS) 1!

(22)

LEMBAR KERJA PENGAWAS SEKOLAH 1

(LKPS 1)

Tugas Kelompok

1. Pilih salah satu topik berikut!

1. Manajemen sekolah.

2. Kepemimpinan pembelajaran. 3. Supervisi akademik.

4. Kultur sekolah/moralitas sekolah.

5. Kewirausahaan dalam rangka mendukung pembelajaran. 6. Pengembangan profesionalisme guru.

7. Pengembangan kreativitas kepala sekolah, guru, dan siswa. 8. Kurikulum dan implementasinya.

9. Pengembangan inovasi pengelolaan sekolah, kelas, dan pembelajaran.

10. Pengembangan sistem evaluasi pembelajaran. 11. Berpikir kritis pengawas sekolah, guru, dan siswa.

12. Penyelesaian masalah oleh pengawas sekolah, guru, dan siswa.

2. Diskusikan topik tersebut, rumuskan jawaban setiap butir pertanyaan di bawah ini dan tuliskan pada kolom yang telah disediakan

a. Alur Berpikir

(1)Tulislah masalah-masalah atau kendala-kendala yang dihadapi pengawas sekolah ketika melaksanakan tugas sesuai dengan topik yang dibahas!

(2) Pilihlah salah satu masalah (butir 1) yang paling penting dan

segera diselesaikan masalahnya!

(3) Berikan alasan mengapa masalah tersebut penting dan segera

diselesaikan masalahnya!

(4) Kemukakan faktor-faktor yang menyebabkan masalah tersebut!

(23)

(5) Rumuskan alternatif-alternatif penyelesaian masalah dan pilihlah

salah satu alternatif yang terbaik!

1. Alternatif-alternatif penyelesaian masalah:

2. Alternatif yang terbaik:

b. Kerangka Kerja Siklus 1

(1)Rencana Tindakan (berisi rumusan masalah dan rencana solusinya)

(2) Pelaksanaan Tindakan (catatan: dalam pelatihan ini, tahap ini baru

latihan/exercise)

(3) Pengamatan/Pengumpulan Data,Evaluasi Proses dan Hasil Tindakan

(catatan: dalam pelatihan ini, tahap ini baru latihan/exercise) Isilah format pengamatan untuk mengamati proses tindakan dalam

siklus PTS berikut ini!

No .

(24)

4. Refleksi (catatan: dalam pelatihan ini, tahap ini barulatihan/exercise)

Jika masalah belum terselesaikan, rumuskan rencana siklus 2, dan seterusnya hingga masalah terselesaikan.

D. Rangkuman

PTS adalah penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti (umumnya juga praktisi) di sekolah untuk membuat peneliti lebih profesional terhadap pekerjaannya, memperbaiki praktik-praktik kerja, dan melakukan inovasi sekolah serta mengembangkan ilmu pengetahuan terapan. Langkah-langkah PTS perencanaan, pelaksanaan, pengamatani, evaluasi dan refleksi.

E. Refleksi.

Setelah menyelesaikan Materi Kegiatan Belajar 1 ini, mohon untuk direnungkan.

1. Apa kekurangan dan kelebihan Materi Kegiatan Belajar 1 ini? Jika ada kekurangannya, bagaimana Anda mengatasinya? _______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _________________________________

2. Bagaimana pemahaman anda terhadap Materi Kegiatan Belajar 1 ini?

Jika masih kurang memahami, bagian mana yang belum dipahami dan bagaimana Anda mengatasinya?

_______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _________________________________

(25)

3. Jika sudah memahami dengan baik, bagaimana memanfaatkan Materi Kegiatan Belajar 1 ini untuk meningkatkan kompetensi penelitian dan pengembangan serta peran Anda sebagai pengawas?

(26)

BAB III

KEGIATAN BELAJAR 2 PENYUSUNAN PROPOSAL PTS A. Pengantar

Pada Kegiatan Belajar 2 ini, kita akan mempelajari tentang penyusunan proposal PTS. Sehingga setelah mempelajari kegiatan belajar 2, kita dapat memahami cara menyusun proposal PTS dan mampu menyusun proposal PTS.

Dengan mempraktikkan materi kegiatan belajar 2, maka kita dapat menyusun sebuah rencana untuk mengubah sesuatu yang tidak/kurang baik ke arah yang lebih baik lagi. Selamat belajar!

B. Materi Pokok

1. Format Proposal PTS

Langkah awal sebelum melakukan PTS adalah menyusun proposal. Proposal PTS merupakan rencana penelitian tindakan yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan PTS. Jika proposal disusun dengan benar, maka pelaksanaan PTS akan terarah sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dan sebaliknya jika proposal salah, maka pelaksanaan PTS pun akan salah. Oleh sebab itu, proposal harus disusun dengan benar agar pelaksanaan PTS dapat mencapai tujuan. Sistematika proposal PTS adalah sebagai berikut.

Sistematika Proposal PTS

Judul PTS

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian

(27)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan B. Penyelesaian Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

A. Subjek, Lokasi, dan WaktuPenelitian B. Prosedur Penelitian

C. Teknik Pengumpulan Data D. Teknik Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA

2. Penjelasan Format Proposal JUDUL PTS

a. Kriteria

• APA - Ada masalah yang akan diteliti (Y)

• BAGAIMANA - Ada tindakan untuk mengatasi masalah (X)

• SIAPA - Ada subjek (guru sekolah ….)

• KAPAN dan DIMANA (optional) - Lokasi yang spesifik (tempat & waktu penelitian)

b. Pola Judul

• Penerapan X untuk meningkatkan Y pada ….

• Upaya meningkatkan Y melalui X pada ….

• Optimalisasi X untuk meningkatkan Y pada ….

(28)

• Peningkatan Y dengan menerapkan X pada ….

J udul PTS Penulis

BerlatihBersama Sebagai Strategi Alternatif Peningkatan

Kemampuan Kepala Sekolah dalam MelaksanakanSupervisi Klinis Guru SMA/MA Negeri/Swasta Kota Batu,

Puguh, Muhammad

Usaha Meningkatkan Kemampuan Guru Mata Pelajaran

Kewirausahaan dalamMenyusun RPP melalui Workshop pada SMK Binaan di Kota Malang

Sampir,

Peningkatan Kemampuan Tenaga Administrasi Sekolah dalam Membuatan Surat Dinas Melalui Pendampingan pada SMK Binaan di Kota Batu

Sukardi,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Berisi uraian singkat tentang kondisi ideal atau kondisi sekolah yang diharapkan, situasi nyata sekolah, perkiraan tindakan

untuk mengatasi kesenjangan/mengatasi

(29)

menggunakan tindakan tersebut, dan pentingnya PTS dilakukan.

B. Rumusan Masalah

Masalah penelitian yang ideal bersumber dari pengalaman pengawas itu sendiri dalam melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial. Fakta, fenomena, proses, kejadian sehari-hari yang tekait dengan pelaksanaan tugas kepengawasan menjadi penting diangkat menjadi masalah penelitian kepengawasan.

Masalah tersebut selanjutnya dirumuskan dalam kalimat tanya sesuai judul PTS.

Contoh:

Saat pengawas mengunjungi kelas ditemukan fakta bahwa guru mengajar tanpa melihat/memandang para siswanya dan guru kesulitan menjawab pertanyaan siswanya.

Fakta tersebut mengindikasikan bahwa: guru tidak bisa menguasai kelas; kurang percaya diri dan kurang menguasai materi pelajaran.

Dari kasus ini hal yang bisa diangkat sebagai masalah penelitian adalah bagaimana meningkatkan kemampuan guru agar bisa menguasai kelas atau dapat menguasai materi pelajaran?

Masalah pelaksanaan Supervisi Akademik yang bisa diangkat menjadi masalah dalam PTS yaitu Masalah Guru dalam PBM, antara lain:

1. Menyusun silabus dan RPP;

(30)

3. Menggunakan media dan alat peraga dalam pembelajaran ;

4. Mengkonstruksi dan menanalisis butir soal; 5. Melaksanakan PTK dan menulis KTI.

Sedangkan pada pelaksanaan Supervisi Manajerial yang bisa diangkat menjadi masalah dalam PTS antara lain:

a. Mengembangkan MBS;

b. Menata administrasi sekolah;

c. Mengurus sekolah dan kepemimpinan; d. Melaksanakan SNP;

e. Mengoptimalkan sumberdaya pendidikan. POLA RUMUSAN MASALAH:

1. Apakah melalui X dapat meningkatkan Y pada guru ....

2. Apakah dengan menerapkan X dapat meningkatkan Y pada guru.…

Contoh Rumusan Masalah:

• Apakah melalui supervisi individual pendekatan kolaboratif dapat meningkatkan Kinerja Guru Matematika di Sub Rayon 01 . . . .? Contoh salah:

• Bagaimanakah penerapan supervisi individual pendekatan

kolaboratif untuk meningkatkan Kinerja guru Matematika di Sub Rayon 01 . . . .? (dalam hal ini peneliti akan melakukan

(31)

tetapi tidak tahu caranya).

A. Tujuan Penelitian

Berisi pernyataan tentang perubahan yang diharapkan dari hasil PTS.

Contoh Tujuan Penelitian:

• Untuk meningkatkan kinerja guru matematika melalui penerapan

supervisi individual pendekatan kolaboratif di Sub rayon 01 ….

B. Manfaat Penelitian

Berisi pernyataan tentang manfaat PTS bagi pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan sekolah

pada

umumnya serta pengembangan ilmu praktis/aplikatif. Contoh manfaat PTS:

• PTS ini dapat memberikan manfaat langsung bagi guru, akan mendapatkan metode yang efektif dalam pengelolaan pembelajaran matematika.

• Adapun manfaat tidak langsung adalah: (1) bagi siswa, mereka dapat meningkatkan hasil belajar matematika, dan (2) bagi sekolah dan pendidikan pada umumnya, akan terjadi peningkatan kinerja guru yang sekaligus dapat meningkatkan kinerja sekolah.

C. Definisi Istilah (jika diperlukan)

Berisi penjelasan istilah-istilah/kata-kata kunci yang tercantum dalam judul PTS.

Contoh judul,

“Upaya Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Aktif melalui Bimbingan Kelompok di SMPN 88 Yogyakarta.”

(32)

Definisi istilah:

Kemampuan Guru adalah

……….

Pembelajaran Aktif adalah

………..

(33)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan

Berisi teori-teori dan hasil penelitian yang relevan untuk menyelesaikan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi.

Contoh: Berdasarkan judul PTS (Meningkatkan Kinerja Guru Matematika Melalui Supervisi Individual Pendekatan

Kolaboratif Di Sub Rayon 01 . . . . ), maka kajian teori yang

diperlukan adalah sebagai berikut.

B. Penyelesaian Masalah

Berisi tentang rancangan tindakan untuk menyelesaikan masalah atau meningkatkan mutu, yang meliputi jenis tindakan, dan cara melaksanakan untuk mencapai hasil tindakan yang diharapkan seperti yang tertulis pada tujuan PTS.

BAB II KAJIAN TEORI

1. KINERJA GURU

a. Pengertian kinerja

b. Faktor-faktor yg mempengaruhi kinerja c. Indikator kinerja guru

d. dstnya….

2. SUPERVISI

a. Pengertian Supervisi Pendidikan b. Teknik dan pendekatan Supervisi

c. Supervisi indevidual pendekatan kolaboratif

(34)

Contoh:

BAB III. METODE PENELITIAN

A. Subjek, Lokasi, dan WaktuPenelitian

Berisi subjek yang diteliti misalnya, guru, tenaga kependidikan, dan siswa, tempat dan waktu pelaksanaan PTS.

B. Prosedur Penelitian

Berisi uraian tentang langkah-langkah pelaksanaan penelitian tindakan minimal 2 siklus , dan tiap siklus terdiri 4 kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

C. Indikator keberhasilan tindakan.

Merumuskan indikator keberhasilan tindakan, misalnya:

Setelah dilaksanakan tindakan pembinaan dalam pembelajaran PAKEM, sekurang-kurangnya:

a. 80% guru trampil melaksanakan pembelajaran PAKEM b. 70% siswa mencapai minimal 70.

KINERJA GURU BELUM OPTIMAL

(35)

D. Teknik Pengumpulan Data

Berisi cara mengumpulkan data melalui pengamatan langsung atau oleh orang lain, serta instrumen pengamatan yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu:

1. Observasi

Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yang kemudian untuk menyebut jenis observasi yaitu :

a. Observasi non sistematis yang dilakukan oleh pengamat dengan

tidak menggunakan instrumen pengamatan.

b. Observasi sistematis, yang dilakukan oleh pengamatan dengan

menggunakan pedoman sebagai pengamatan. 2. Wawancara atau Interview

Wawancara atau interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Interview digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian, sikap terhadap sesuatu.

3. Metode Dokumentasi

Dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti mengumpulkan dan mencermati benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.

4. Kuesioner

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Kuesioner dipakai untuk

(36)

menyebutkan metode maupun instrumen. Jadi dalam menggunakan

metode angket atau kuesioner instrumen yang dipakai adalah angket

atau kuesioner.

Macam kuesioner dapat dibedakan menjadi beberapa jenis: Dilihat dari cara menjawab maka ada jenis :

a. Kuesioener terbuka, yang memberi kesempatan kepada

responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri.

b. Kuesioner tertutup, yang sudah disediakan jawabannya

sehingga responden tinggal memilih. Dilihat dari jawaban yang diberikan pada :

a. Kuesioner langsung yaitu responden menjawab tentang dirinya.

b. Kuesioner tidak langsung yaitu jika responden menjawab

tentang orang lain.

Dilihat dari bentuknya maka ada :

a. Kuesioner pilihan ganda, yang dimaksud adalah sama dengan

kuesioner tertutup.

b. Kuesioner isian, yang dimaksud adalah kuesioner tercheck list,

sebuah daftar, dimana responden tinggal membubuhkan tanda cek (√) pada kolom yang sesuai.

E.Teknik Analisis Data

Berisi analisis deskriptif tentang perubahan dari situasi nyata sekolah menuju situasi sekolah yang diharapkan sehingga dapat diketahui tingkat ketercapaian tujuan PTS. Perlu juga diberikan uraian tentang validasi data yang diperoleh sebelum dianalisis dengan menggunakan teknik triangulasi.

Pada umumnya analisis kualitatif terhadap data dapat dilakukan

(37)

mengklasifikasi, memfokuskan, mengorganisasi (mengaitkan gejala secara sistematis dan logis), membuat abstraksi atas kesimpulan makna hasil analisis

Data yang diperoleh dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu data

(38)

1.Data Kuantitatif:

Data kuantitatif merupakan data yang berupa angka atau bilangan, baik yang diperoleh dari hasil pengukuran maupun diperoleh dengan cara mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif. Contohnya:

skor tes awal Tina untuk mata pelajaran matematika = 65, berat badan Tini 47 kg, panjang meja tulis 150 cm.

2. Data Kualitatif:

Data kualitatif adalah data yang berupa kalimat-kalimat, atau data yang dikategorikan berdasarkan kualitas obyek yang diteliti, misalnya: baik, buruk, pandai, dan sebagainya.

F. Jadwal Penelitian

Buatlah jadwal rencana PTS Anda dalam bentuk matrik seperti contoh berikut

N

o KEGIATAN Mei Bulan / Minggu KeJuni Juli

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Penyempurnaan Proposal dan seluruh instrumen

PTS V

2 Persiapan di sekolah binaan V

3 Pelaksanaan PTS V V V V

4 Pengumpulan Data V V

5 Analisis Data V

6 Penyusunan Hasil V

7 Pelaporan Hasil V

Pembuatan proposal cukup sampai Bab III di Jadwal penelitian ini saja dan di tambahkan dengan daftar pustaka dan lampiran

Jika Anda akan membuat Laporan PTS maka penulisan harus di lanjutkan sampai bab IV dan bab V

(39)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Kondisi Awal

Berisi tentang kondisi nyata subyek penelitian sebelum diterapkan tindakan yang dirancang sebelumnya.

B. Siklus 1

Perencanaan

Berisi tentang rencana tindakan yang akan dilakukan, meliputi langkah-langkah atau prosedur tindakan yang akan dilakukan.

Pelaksanaan

Berisi tentang implementasi tindakan dan situasi/kondisi pada saat tindakan diterapkan, yang meliputi perilaku dan tanggapan atau reaksi subjek penelitian.

Hasil Pengamatan

Berisi tentang hasil pengamatan terhadap perilaku dan hasil kerja subjek penelitian sehubungan dengan tindakan yang diterapkan.

Evaluasi dan Refleksi

Berisi tentang evaluasi atas proses dan hasil tindakan yang telah dilakukan serta kajian tentang kekurangan atau hambatan yang dialami dan kemungkinan cara mengatasi kekurangan atau hambatan selama pelaksanaan tindakan.

C. Siklus 2

Struktur isi sama dengan siklus 1 tetapi menceritakan situasi dan kondisi siklus 2, pada siklus 2 ini harus dijelaskan penyempurnaan tindakan jika dibandingkan dengan siklus 1.

D. Pembahasan

Berisi tentang uraian tentang kondisi awal tindakan, hasil tindakan setiap siklus yang dibandingkan dengan kajian teori

(40)

pada Bab II diatas, mengungkapkan pandangan penulis tentang hasil yang didapat dengan mengacu pada permasalahan penelitian. Selanjutnya melakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui keberhasilan penelitian, yaitu membandingkan hasil penelitian siklus terakhir dengan indikator kinerja

BAB V. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

Simpulan, merangkum semua hasil penelitian yang diuraikan pada bab IV. Sebaiknya sajian ini menggunakan urutan yang merupakan urutan jawaban dari rumusan permasalahan yang diajukan. Simpulan merupakan kristalisasi dari hasil penelitian dan pembahasan. Simpulan merupakan jawaban terhadap pertanyaan yang muncul pada perumusan masalah, maka simpulan harus relevan dengan perumusan masalah.

B. Saran

Saran-saran yang dituliskan harus berdasarkan atau berhubungan dengan penelitian. Sebuah saran harus didahului dengan uraian yang berupa argumentasi dari saran yang dajukan. Saran ini bisa ditujukan kepada siapa saja yang berkepentingan. Cara melakukan saran-saran bersifat praktis (mudah diterapkan) dan logis yaitu berdasarkan kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka dituliskan secara konsisten dan alphabetis. Sumber yang dicantumkan dalam daftar pustaka hanya yang benar-benar dirujuk di dalam naskah. Daftar pustaka dapat bersumber pada buku, jurnal, majalah dan internet. Cara menulis referensi lihat daftar pustaka pada materi pelatihan ini (di halaman terakhir).

(41)

LAMPIRAN

Lampiran harus ada, berisi:

• Rancangan pelaksanaan PTS seperti skenario pelaksanaan, bahan ajar, hand-out, diktat, dan lain,

• Semua instrumen yang digunakan dalam penelitian, terutama lembar pengamatan yang digunakan selama PTS dilaksanakan. Misal: lembar observasi, kuisener, tes, dan lain-lain,

• Contoh-contoh asli (atau foto kopi) hasil kerja dari siswa, atau guru dalam pengisian/pengerjaan instrumen,

• Dokumen pelaksanaan penelitian yang lain seperti foto-foto kegiatan PTS, daftar hadir, surat ijin penelitian, catatan harian, dan lain-lain.

C. Latihan

(42)

LEMBAR KERJA PENGAWAS SEKOLAH 2 (LKPS 2)

Tugas Kelompok

Perhatikan judul PTS berikut:

Judul : Upaya peningkatan kemampuan guru matematika SMA dalam mengevaluasi hasil belajar siswa melalui lokakarya berkesinambungan, bagi guru-guru matematika SMA Kecamatan X di Kabupaten Y tahun Z

Isilah tabel identifikasi untuk perencanaan PTS berdasarkan judul diatas.

No

. Item perencanaan PTS Uraian Keterangan

1. Seting dan subyek penelitian

2. Aspek-aspek yang akan diamati (proses dan hasil)

3. Jenis data dan cara pengumpulannya (sesuai

tujuan penelitian)

4. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data

5. Cara pelaksanaan refleksi

6. Indikator untuk mengukur keberhasilan pemecahan

masalah. 7

Perencanaan tindakan – tindakan lain yang diharapkan akan

menghasilkan dampak kearah perbaikan program

Presentasikan hasil diskusi kelompok Anda untuk mendapatkan saran dan komentar dari kelompok lain.

Tugas Individual :

LEMBAR KERJA PENGAWAS SEKOLAH 3

(LKPS 3 )

Buatlah draft proposal PTS yang sesuai dengan format yang telah di berikan.Masalah yang diangkat adalah masalah nyata yang dirasakan oleh Bapak/Ibu pengawas dalam melaksanakan tugas tugas kepengawasan di sekolah.Proposal yang disusun merupakan

(43)

bahan awal yang akan di laksanakan pada kegiatan On the Job Learning

(44)

D. Rangkuman

Sebelum melakukan PTS, peneliti harus menyusun proposal PTS yang mengacu pada masalah nyata di sekolah dan tindakan perbaikan yang dapat dilaksanakan sesuai dengan kapasitas pengawas sekolah dan ketersediaan sarana di sekolah.

E. Refleksi.

Setelah menyelesaikan Materi Kegiatan Belajar 2 ini, mohon untuk direnungkan.

1. Apa kekurangan dan kelebihan Materi Kegiatan Belajar 2 ini? Jika ada kekurangannya, bagaimana Anda megatasinya?

_______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _________________________________

2. Bagaimana pemahaman anda terhadap Materi Kegiatan Belajar 2 ini?

Jika masih kurang memahami, bagian mana yang belum dipahami dan bagaimana Anda mengatasinya?

_______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _________________________________

3. Jika sudah memahami dengan baik, bagaimana memanfaatkan Materi Kegiatan Belajar 2 ini untuk meningkatkan kompetensi penelitian dan pengembangan serta peran Anda sebagai pengawas? ?

_______________________________________________________________ _______________________________________________________________ _________________________________

(45)

BAB IV

KEGIATAN BELAJAR 3 PENYUSUNAN LAPORAN PTS A. Pengantar

Pada Kegiatan Belajar 3 kita akan mempelajari tentang penyusunan laporan PTS. Setelah mempelajari kegiatan belajar 3, kita diharapkan mampu menyusun sebuah laporan PTS. Dari sebuah laporan PTS dapat dikembangkan menjadi sebuah Karya Tulis Ilmiah (KTI). Kompetensi ini sesuai dengan tuntutan kompetensi pengawas sekolah dalam Permendiknas no 12 tahun 2007. Selamat belajar!

B. Materi Pokok 1. Laporan PTS

Apabila Anda sudah menyelesaikan pelaksanaan PTS, maka langkah berikutnya adalah menyusun laporan kegiatan. Proses penyusunan laporan ini tidak akan dirasakan sulit apabila sejak awal Pengawas sudah disiplin mencatat apa saja yang sudah dilakukan. Untuk menyusun sebuah laporan PTS diperlukan pedoman penulisan yang dapat dipakai sebagai acuan para peneliti pelaksana, sehingga tidak ditemukan adanya variasi bentuk. Di samping itu, juga perlu disesuaikan dengan pedoman yang sudah ditetapkan Diknas dalam rangka memenuhi persyaratan penulisan karya tulis ilmiah (KTI) dalam upaya meningkatkan jabatan/ golongan melalui pengembangan profesi.

2. Sistematika Laporan

Setelah melakukan PTS berdasarkan proposal yang Anda susun, Dalam menyusun laporan Anda dapat merujuk pada sistematika laporan PTS Berikut ini adalah

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK

(46)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL (kalau ada) DAFTAR GAMBAR (kalau ada) DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah B.Rumusan Masalah

C.Tujuan Penelitian D.Manfaat Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan B. Penyelesaian Masalah (Kerangka Berfikir) BAB III METODE PENELITIAN

A. Subjek, Lokasi, dan WaktuPenelitian B. Prosedur Penelitian

C. Teknik Pengumpulan Data D. Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN D. Kondisi Awal

E. Siklus 1

1. Perencanaan 2. Pelaksanaan 3. Pengamatan

4. Evaluasi dan Refleksi

C. Siklus 2(rumuskan rencana siklus 2, 3, dan seterusnya hingga masalah terselesaikan)

(jika diperlukan) D. Pembahasan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

C. Latihan

Agar dapat lebih memahami penyusunan proposal, akan lebih baik kalau kita membaca proposal lain. Dengan begitu kita akan dapat memahami kekurangan dan kelebihan proposal yang sudah kita susun. Untuk membantu mengevaluasi proposal yang sudah disusun. Untuk latihan gunakan Lembar Kerja Pengawas Sekolah 4 (LKPS 4).

(47)

LEMBAR KERJA PENGAWAS SEKOLAH 4 (LKPS 4) Lembar Evaluasi Proposal PTS

Bacalah proposal partner Anda! Tuliskankan koreksi dan saran Anda di lembar berikut!

Diskusikan hasilnya dengan partner Anda!

No Aspek yang dievaluasi Bagian yang

dikoreksi Saran BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Indikator Keberhasilan E. Manfaat Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori dan Hasil

Penelitian yang Relevan

B. Penyelesaian Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

A. Subjek, Lokasi dan Waktu

Penelitian

B. Prosedur Penelitian

C. Teknik Pengumpulan Data

D. Teknik Analisis Data

DAFTAR PUSTAKA

Setelah proposal dievaluasi dengan menggunakan format di atas, maka selanjutnya Anda dapat melakukan perbaikan dengan mengacu pada uraian pada Kegiatan Belajar 2. Pada saat perbaikan akan lebih baik apabila dilakukan melalui konsultasi dengan para ahli di bidangnya. Dengan demikian proposal Anda akan menjadi lebih sempurna.

(48)

D. Rangkuman

Pada penulisan laporan PTS yang paling penting adalah adalah pada saat menuliskan bab IV yaitu Hasil dan Pembahasan yang akan mencapai halaman terbanyak dari semua bab yang ada di laporan PTS.Tuliskan semua yang anda al

E. Refleksi

Nama: ……… Tanggal: ……….

……..2012

Kegiatan apa saja yang telah saya lakukan di sekolah yang pada prinsipnya mendekati/sesuai dengan kerangka pikir materi pelatihan ini?

• Hal-hal apa saja yang sudah saya pahami terkait dengan materi pelatihan ini?

• Apa saja yang telah saya lakukan yang ada hubungannya dengan materi kegiatan ini tetapi belum ditulis pada materi pelatihan ini?

• Manfaat apa saja yang saya peroleh dari materi pelatihan ini untuk menunjang keberhasilan tugas pokok dan fungsi sebagai pengawas sekolah?

(49)

menerapkan materi pelatihan ini dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah saya?

Selamat! Anda telah selesai mempelajari Kegiatan Belajar 3.

Selanjutnya, Anda dapat melakukan rencana tindakan untuk dilaksanakan di sekolah binaan. Untuk menambah pengetahuan, Anda dimohon untuk mempelajari buku bacaan yang dianjurkan.

E. Tugas Individu Untuk OJL

Sempurnakan proposal Anda dan laksanakan PTS sesuai proposal yang telah Anda susun.

Buatlah laporan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang sudah Anda laksanakan selama On the Job Learning (OJL) dengan menggunakan sistematika dalam LKPS 5 (diperbolehkan memilih menggunakan sistematika laporan sederhana (LKPS 5 bagian B) atau yang lengkap (LKPS 5 bagian A). Selamat melaksanakan PTS!

Laporan PTS ini harus diserahkan pada kegiatan In Servis Learning 2, dan buatlah bahan presentasi dalam bentuk Power Point!

(50)

Daftar Bacaan yang Dianjurkan

Creswell, J. 2008. Educational Research: Quantitative & Qualitative.

Upper Saddle River, New Jersey: Pearson International Edition. Glikman, C.D., Gordon, S.P., & Gordon, J.M.R. 2007.Supervision and

Instructional Leadrship A Developmental Approach.Seventh

Edition. New York: Pearson Education, Inc.

Hopkins, D. 2008. A Teacher’s Guide to Classroom Research.Fourh Edition. Kondon: McGraw Hill.

Husaini Usman. 2009. Pengantar Penelitian Sosial. Edisi Ketiga. Jakarta: Bumi Aksara.

Kemmis and McTaggart (1994) TheAction Research Planner, Dekain University.

McNiff, J., & Whitehead, J. 2002. Action Research: Principle and

Practice. Second Edition. London: Routledge Falmer.

Mills, G.E. 2003.Action Research A Guide for The Teacher Research.

Second Edition. Upper Saddle River, New Jersey: Merrill Prentice Hall.

Stringer, E. 2004.Action Research in Education.Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Merrill Prentice Hall.

Suhardjono, A. Azis Hoesein,dkk (1995). Pedoman penyusunan KTI di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi

(51)

Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, makalah pada Pelatihan

Peningkatan Mutu Guru di LPMP Makasar,Maret2005.

Suhardjono. 2009. Tanya jawab tentang PTK dan PTS, naskah buku. Suharsimi, Arikunto. 2002. Penelitian Tindakan Kelas, Makalah pada

Pendidikan dan Pelatihan (TOT) Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsional Guru, 11-20 Juli 2002 di Balai penataran Guru (BPG) Semarang.

Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan

Kelas.Jakarta : PT Bumi Aksara.

Sulipan. 2010. Penyusun Karya Tulis Ilmiah: Laporan Penelitian

Tindakan Kelas dan Sekolah. Bandung: CV. Tantiarama.

Supardi. 2005. Penyusunan Usulan, dan Laporan Penelitian Penelitian

Tindakan Kelas, Makalah disampaikan pada “Diklat

Pengembangan Profesi Widyaiswara”, Ditektorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

Tomlinson, H. 2005. Educational Leadership Personal Growth for

Gambar

Tabel 1. Perbedaan Penelitian Tindakan oleh Pengawas Sekolah, KepalaSekolah, Guru, dan Tenaga  Kependidikan
Tabel 2. Perbedaan PTS dengan Bukan PTS
Gambar 2. Langkah langkah PTS

Referensi

Dokumen terkait

Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan sekolah (PTS). Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan nyata yang dialami guru di

Dilihat dari hasil wawancara yang dilakukan dengan orangtua pengidap bahwa kebiasaan mencabut rambut yang biasa dilakukan oleh Khansa hanya sekedar kebiasaan yang

Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) yang bertujuan untuk melakukan suatu pendekatan terhadap proses pendidikan mulai dari rencana pengembangan

 When we open the steam tap, steam comes out When we open the steam tap, steam comes out and the pressure in the boiler drops, and the pressure in the boiler drops, this causes

Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak

Analisis awal berdasarkan yang dilakukan pada masyarakat sasaran di Desa Janten, memiliki potensi yang bagus untuk pengembangan budidaya ayam buras yang berorientasi agribisnis..

Rona lingkungan awal komponen kesehatan masyarakat dalam rencana kegiatan Pengembangan Panakkukang Mall di Kecamatan Panakkukang Kota Makassar dapat dilihat dengan

[r]