LAPORAN PRAKTEK BENGKEL LISTRIK SMT II
LAPORAN PRAKTEK BENGKEL LISTRIK SMT II
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Bengkel Listrik
Mata Kuliah Bengkel Listrik
Semester Genap Tahun Akademik 2016/2017
Semester Genap Tahun Akademik 2016/2017
Dosen Pembina : Bpk. Slamet Nurhadi,ST
Dosen Pembina : Bpk. Slamet Nurhadi,ST
OLEH : Hendra Joko Siswanto
OLEH : Hendra Joko Siswanto
Kelas : 1D
Kelas : 1D
Jurusan : Tehnik Elektro
Jurusan : Tehnik Elektro
Prodi : DIII Tehnik Listrik
Prodi : DIII Tehnik Listrik
POLITEKNIK NEGERI MALANG
POLITEKNIK NEGERI MALANG
Alamat : JL. Soekarno Hatta No. 9
Alamat : JL. Soekarno Hatta No. 9
Tlp. (0341) 404424 Fax. (0341) 404420
Tlp. (0341) 404424 Fax. (0341) 404420
LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PENGESAHAN
Laporan hasil latihan praktek bengkel listrik semester
Laporan hasil latihan praktek bengkel listrik semester II Politeknik Negeri MalangII Politeknik Negeri Malang
Nama
Nama : : Hendra Joko SiswantoHendra Joko Siswanto NIM
NIM : : 16311200471631120047 Kelas
Kelas : 1D : 1D D3 D3 Teknik Teknik ListrikListrik Judul :
Judul : “Instalasi Penerangan Satu F“Instalasi Penerangan Satu Fasa Sistemasa Sistem Pemasangan ON PLESTER
Pemasangan ON PLESTER ””
Benar telah melakukan praktek semester 2 di bengkel listrik, Prodi Teknik Listrik Benar telah melakukan praktek semester 2 di bengkel listrik, Prodi Teknik Listrik Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang, dan laporan ini telah diperiksa Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang, dan laporan ini telah diperiksa dan disetujui oleh instruktur yang bersangkutan.
dan disetujui oleh instruktur yang bersangkutan.
Malang, 17 Juni 2017 Malang, 17 Juni 2017
Slamet Nurhadi,ST
Slamet Nurhadi,ST
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, atas berkah dan limpahan rahmat-Nya sehingga laporan hasil praktek bengkel Esa, atas berkah dan limpahan rahmat-Nya sehingga laporan hasil praktek bengkel listrik ini dapat terselesaikan, dengan judul laporan
listrik ini dapat terselesaikan, dengan judul laporan “Instalasi Penerangan Satu“Instalasi Penerangan Satu Fasa Sistem Pemasangan ON
Fasa Sistem Pemasangan ON PLESTER PLESTER ”.”.
Laporan ini berisi tentang segala apa-apa
Laporan ini berisi tentang segala apa-apa yang berkaitan dengan praktekyang berkaitan dengan praktek yang telah dilakukan, macam-macam alat dan kegunaannya masing-masing,serta yang telah dilakukan, macam-macam alat dan kegunaannya masing-masing,serta manfaat dari praktek itu sendiri.
manfaat dari praktek itu sendiri.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihakdari berbagai pihak dalam hal ini instruktur dan rekan lainnya, maka dalam praktek maupun
dalam hal ini instruktur dan rekan lainnya, maka dalam praktek maupun penmbuatan laporan ini tidak dapat terselesaikan dengan baik,
penmbuatan laporan ini tidak dapat terselesaikan dengan baik, oleh karena ituoleh karena itu penulis mengucapkan bany
penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak terkait, hususnyaak terima kasih kepada semua pihak terkait, hususnya kepada dosen pembimbing (instruktur).
kepada dosen pembimbing (instruktur).
Penulis menyadari bahwa dalam laporan ini masih terdapat banyak Penulis menyadari bahwa dalam laporan ini masih terdapat banyak kesalahan, baik dari isi,
kesalahan, baik dari isi, penyusunan maupun penulisannya, oleh karena itu,penyusunan maupun penulisannya, oleh karena itu, penulis menyampaikan maaf dan mengharapkan k
penulis menyampaikan maaf dan mengharapkan kritik dan saran yang bersifatritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan pembuatan laporan ke depannya.
membangun untuk perbaikan pembuatan laporan ke depannya.
Penulis, Penulis,
Hendra Joko Siswanto Hendra Joko Siswanto NIM 16311200
BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG 1.1 LATAR BELAKANG
Teknik Listrik merupakan salah satu program studi yang ada di Politeknik Teknik Listrik merupakan salah satu program studi yang ada di Politeknik Negeri Malang, salah satu mata kuliah di program studi Teknik L
Negeri Malang, salah satu mata kuliah di program studi Teknik Listrik adalahistrik adalah Bengkel Listrik. Praktek bengkel listrik ini bertujuan untuk melatih keterampilan Bengkel Listrik. Praktek bengkel listrik ini bertujuan untuk melatih keterampilan mahasiswa Teknik Listrik yang didapat pada mata kuliah teori serta meningkatkan mahasiswa Teknik Listrik yang didapat pada mata kuliah teori serta meningkatkan kedisiplinan yang berguna bagi mahasiswa itusendiri.
kedisiplinan yang berguna bagi mahasiswa itusendiri.
Pada praktek bengkel listrik ini terdapat beberapa job yang harus diselesaikan Pada praktek bengkel listrik ini terdapat beberapa job yang harus diselesaikan dalam setiap semester sesuai silabus yang diberikan. Setelah menyelesaikan
dalam setiap semester sesuai silabus yang diberikan. Setelah menyelesaikan praktikum siswa dituntut untuk mem
praktikum siswa dituntut untuk membuat laporan hasil praktikum yang dbuat laporan hasil praktikum yang dikumpul padaikumpul pada akhir semester sebagai salah satu syarat untuk memenuhi nilai ujian semester. Dengan akhir semester sebagai salah satu syarat untuk memenuhi nilai ujian semester. Dengan laporan ini dapat dinilai tentang kemampuan mahasiswa untuk memahami materi laporan ini dapat dinilai tentang kemampuan mahasiswa untuk memahami materi yang disampaikan oleh dosen pembimbing. Selain untuk mengetahui kemampuan yang disampaikan oleh dosen pembimbing. Selain untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam penguasaan materi juga sebagai refe
mahasiswa dalam penguasaan materi juga sebagai referensi atau bekal dalam bekerjarensi atau bekal dalam bekerja pada dunia usaha atau dunia industri nantiny
pada dunia usaha atau dunia industri nantinya. Dengan keterampilan bengkel listrika. Dengan keterampilan bengkel listrik ini, mahasiswa bisa mengaplikasikan semua teori yang didapat pada mata kuliah lain ini, mahasiswa bisa mengaplikasikan semua teori yang didapat pada mata kuliah lain dalam prakteknya yang bisa menciptakan lulusan
dalam prakteknya yang bisa menciptakan lulusan yang kompeten dan siap bersaingyang kompeten dan siap bersaing dalam dunia kerja.
1.2 TUJUAN 1.2 TUJUAN
Tujuan praktek bengkel listrik Semester II : Tujuan praktek bengkel listrik Semester II : a.
a. Dapat menggambar dan membaca suatu gambar instalasi penerangan 1 fasaDapat menggambar dan membaca suatu gambar instalasi penerangan 1 fasa b.
b. Dapat mempersiapkan alat-alat dan komponen-komponen yang dibutuhkan untukDapat mempersiapkan alat-alat dan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk instalasi penerangan 1 fasa
instalasi penerangan 1 fasa c.
c. Dapat memahami fungsi dan dapat memasang komponen-komponen yang dibutuhkanDapat memahami fungsi dan dapat memasang komponen-komponen yang dibutuhkan dalam instalasi penerangan 1 fasa
dalam instalasi penerangan 1 fasa d.
d. Dapat memasang pipa dan penghantar dan memeriksa suatu instalasi berteganganDapat memasang pipa dan penghantar dan memeriksa suatu instalasi bertegangan e.
e. Dapat Dapat membaca membaca diagram pdiagram pengawatan engawatan panel, panel, memasang memasang isi pisi panel, anel, melakukanmelakukan pengawatan panel, melakukan pemeriksaan pengawatan panel
pengawatan panel, melakukan pemeriksaan pengawatan panel f.
f. Dapat mengukur tahanan isolasi menggunakan MeggerDapat mengukur tahanan isolasi menggunakan Megger g.
g. Dapat memahami prinsip kerja kWh meter, membaca diagram rangkaian pengawatanDapat memahami prinsip kerja kWh meter, membaca diagram rangkaian pengawatan kWh meter, mengukur menggunakan alat kWh meter,dan memasang instalasi kWh kWh meter, mengukur menggunakan alat kWh meter,dan memasang instalasi kWh meter
meter h.
h. Dapat melakukan terminasi kabel twistead dan dapat melakukan penyambungan padaDapat melakukan terminasi kabel twistead dan dapat melakukan penyambungan pada jaringan bertegangan
BAB II BAB II
LANDASAN TEORI LANDASAN TEORI 2.1 DASAR KESELAMATAN KERJA
2.1 DASAR KESELAMATAN KERJA
Dasar-dasar keselamatan kerja
Dasar-dasar keselamatan kerja yang ada di Indonesia telah diatur dalam UU RO no. 1 Thyang ada di Indonesia telah diatur dalam UU RO no. 1 Th 1970. Pada pasal satu ayat 5 misalnya, dikemukakan ahwa
1970. Pada pasal satu ayat 5 misalnya, dikemukakan ahwa ahli keselamatan kerja adalahahli keselamatan kerja adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari
tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk olehluar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk meng
Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya UU No. 1 Th awasi ditaatinya UU No. 1 Th 1970.1970. OrganisasiOrganisasi keselamatan kerja dalam administrasi
keselamatan kerja dalam administrasi pemerintah di tingkat pusat diwadahi dalam bentukpemerintah di tingkat pusat diwadahi dalam bentuk Direktorat Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja d
Direktorat Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja d an Direktoral Perlindunganan Direktoral Perlindungan Perawatan Tenaga Kerja. Fungsi Direktorat ini antara lain : melaksanakan pembinaan,
Perawatan Tenaga Kerja. Fungsi Direktorat ini antara lain : melaksanakan pembinaan, pengawasan, serta penyempurnaan dalam penetapan no
pengawasan, serta penyempurnaan dalam penetapan norma keselamatan kerja di bidangrma keselamatan kerja di bidang mekanik, bidang listrik ,uap dan kebakaran.
mekanik, bidang listrik ,uap dan kebakaran.
2.2
2.2 STANDAR STANDAR KESELAMATAN KESELAMATAN KERJAKERJA
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengamanan sebagai tindakan keselamatan kerja digolongkan sebagai berikut :
digolongkan sebagai berikut : a.
a. Pelindung badPelindung badan, meliputi pelindung an, meliputi pelindung mata, tangan, hidungmata, tangan, hidung, kaki, kepala, , kaki, kepala, dan telingadan telinga b.
b. Pelindung mesin, sebagai tindakan untuk melindungi mesin dari Pelindung mesin, sebagai tindakan untuk melindungi mesin dari bahaya yangbahaya yang mungkin timbul dari luar atau dari dalam pekerja itu sendiri
mungkin timbul dari luar atau dari dalam pekerja itu sendiri c.
c. Alat pengaman listrik , yang setiap saat dapat Alat pengaman listrik , yang setiap saat dapat membahayakanmembahayakan d.
d. Pengaman ruang, meliputi pemadam kebakaran, system alarm, air hydrant,Pengaman ruang, meliputi pemadam kebakaran, system alarm, air hydrant, penerangan yang cukup
penerangan yang cukup, ventilasi udara yang baik, dan sebagainya, ventilasi udara yang baik, dan sebagainya Beberapa penyebab terjadinya kecelakaan :
Beberapa penyebab terjadinya kecelakaan : a.
a. Tindakan yang tidak aman, seperti : memakai peralatan tanpa menerima Tindakan yang tidak aman, seperti : memakai peralatan tanpa menerima pelatihan,pelatihan, memakai peralatan dengan cara yang salah, tidak memakai perlengkapan al
memakai peralatan dengan cara yang salah, tidak memakai perlengkapan al atat pelindung, dan lain-lain
pelindung, dan lain-lain b.
b. Kondisi kerja yang tidak aman, seperti : tidak ada instKondisi kerja yang tidak aman, seperti : tidak ada inst ruksi tentang metode yangruksi tentang metode yang aman, tidak ada atau kurangnya pelatihan si pekerja, memakai pakaian
aman, tidak ada atau kurangnya pelatihan si pekerja, memakai pakaian yang tidakyang tidak cocok untuk mengerjakan tugas pekerjaan tersebut, menderita cacat jasmani, cocok untuk mengerjakan tugas pekerjaan tersebut, menderita cacat jasmani, penglihatan kabur, dan lain-lain
Beberapa tindakan mencegah terjadinya kecelakaan : Beberapa tindakan mencegah terjadinya kecelakaan :
a.
a. Berhati-hati dalam melakukan pekerjaanBerhati-hati dalam melakukan pekerjaan b.
b. Mencegah kondisi kerja yang tidak amanMencegah kondisi kerja yang tidak aman c.
c. Mengetahui apa yang harus dikerjakan dalam keadaan daruratMengetahui apa yang harus dikerjakan dalam keadaan darurat d.
d. Segera melaporakan segala kejadian, kejanggalan dan kerusakan peralatan sekecilSegera melaporakan segala kejadian, kejanggalan dan kerusakan peralatan sekecil apapun pada dosen pembimbing.
apapun pada dosen pembimbing.
2.3 INSTALASI PENERANGAN 1 FASA SISTEM ON PLASTER 2.3 INSTALASI PENERANGAN 1 FASA SISTEM ON PLASTER a.
a. Instalasi on plester adalah suatu instalasi dengan meletakkan penghantar ke dalam pipa.Instalasi on plester adalah suatu instalasi dengan meletakkan penghantar ke dalam pipa. Lokasi peletakannya bisa pada dinding atau langit-langit rumah
Lokasi peletakannya bisa pada dinding atau langit-langit rumah b.
b. Cocok pada rumah yang terbuat dari kayu karena pemasangan pipa menjadi lebih efektifCocok pada rumah yang terbuat dari kayu karena pemasangan pipa menjadi lebih efektif c.
c. Pemasangan system on plester sering digunakan pada instalasi yang tidak tetap atauPemasangan system on plester sering digunakan pada instalasi yang tidak tetap atau berubah-ubah. Biasanya dig
berubah-ubah. Biasanya digunakan pada industri-industriunakan pada industri-industri d.
d. Pada system pemasangan on plester, penyambungan kabel harus dilakukan di kotakPada system pemasangan on plester, penyambungan kabel harus dilakukan di kotak sambung. Tidak melakukan penyambungan di dalam pipa
sambung. Tidak melakukan penyambungan di dalam pipa
2.4 SYARAT INSTALASI LISTRIK 2.4 SYARAT INSTALASI LISTRIK
KeamananKeamanan
Ditujukan untuk keselamatan manusia, ternak dan harta benda. Pemeriksaan dan inspeksi/ Ditujukan untuk keselamatan manusia, ternak dan harta benda. Pemeriksaan dan inspeksi/ pengawasan dari instalasi sebelum digunakan/ disambung.
pengawasan dari instalasi sebelum digunakan/ disambung.
Dan setiap perubahan yang penting perlu diberi tanda/ kode untuk keamanan dalam Dan setiap perubahan yang penting perlu diberi tanda/ kode untuk keamanan dalam pekerjaan-pekerjaan selanjutnya .
pekerjaan-pekerjaan selanjutnya .
KeandalanKeandalan Keandalan yang
Keandalan yang tinggi digunakan untuk mengatasi “kerusakan” dalam batastinggi digunakan untuk mengatasi “kerusakan” dalam batas-batas normal,-batas normal, termasuk dari kesederhanaan suatu sistem, misalkan : mudah untuk dimengerti dan termasuk dari kesederhanaan suatu sistem, misalkan : mudah untuk dimengerti dan diopersaikan dalam keadaan normal maupun dalam keadaan darurat. Untuk selanjutnya diopersaikan dalam keadaan normal maupun dalam keadaan darurat. Untuk selanjutnya dapat digabungkan dengan peralatan-peralatan listrik.
dapat digabungkan dengan peralatan-peralatan listrik.
KemudahanKemudahan
Semua peralatan, termasuk pengawatan akan diatur menurut operasinya, pemeriksaan, Semua peralatan, termasuk pengawatan akan diatur menurut operasinya, pemeriksaan, pengawasan, pemeliharaan dan perbaikan serta mudah dalam meng
pengawasan, pemeliharaan dan perbaikan serta mudah dalam menghubungkannya.hubungkannya.
Perincian-perinciannya tercantum dalam label atau sejenisnya, yang menunjukkan Perincian-perinciannya tercantum dalam label atau sejenisnya, yang menunjukkan penggunaan switchgear dan
penggunaan switchgear dan controlgear agar mecontrolgear agar menghindari dari kebingungan atau nghindari dari kebingungan atau kesimpangkesimpang siuran
siuran
Ketersediaan (cadangan)Ketersediaan (cadangan)
Pemberian daya yang kontinyu untuk para konsumen adalah penting. Pemberian daya yang kontinyu untuk para konsumen adalah penting.
Sumber daya (cadangan) diperlukan untuk memberikan daya seluruh atau sebagian dari Sumber daya (cadangan) diperlukan untuk memberikan daya seluruh atau sebagian dari beban.
beban. Keluasan Keluasan dari dari sistem sistem listrik listrik yaitu : yaitu : sistem sistem listrik listrik tersebut tersebut dapat dapat diadakan diadakan perubahanperubahan jika diperlukan, diperbaruhi, dan perluasan
jika diperlukan, diperbaruhi, dan perluasan keperluan-keperluan lain di masa mendatangkeperluan-keperluan lain di masa mendatang
Pengaruh dari lingkunganPengaruh dari lingkungan
Pengaruh dari macam-macam hal misalnya sebgai contoh : polusi, kebisingan, dan lain Pengaruh dari macam-macam hal misalnya sebgai contoh : polusi, kebisingan, dan lain sebagainya.
sebagainya.
Termasuk juga masalah keindahan Termasuk juga masalah keindahan
EkonomiEkonomi
Instalasi listrik sejak dari perancanagn, pelaksanaan pemasangan sampai dengan Instalasi listrik sejak dari perancanagn, pelaksanaan pemasangan sampai dengan pengoperasian harus diperhitungk
pengoperasian harus diperhitungkan biayanya sesuai dengan investasi.an biayanya sesuai dengan investasi.
2.5 ALAT UKUR DALAM INSTALASI PENERANGAN 1 FASA SISTEM ON 2.5 ALAT UKUR DALAM INSTALASI PENERANGAN 1 FASA SISTEM ON PLASTER
PLASTER 1.
1. TespenTespen
Kegunaan : mendeteksi tegangan, membedakan polaritas, menguji atau memeriksa fuse Kegunaan : mendeteksi tegangan, membedakan polaritas, menguji atau memeriksa fuse atau MCB yang putus
atau MCB yang putus
2. Multimeter 2. Multimeter
Multimeter adalah suatu alat yang dapat berfungsi sebagai Amperemeter, Voltmeter, Multimeter adalah suatu alat yang dapat berfungsi sebagai Amperemeter, Voltmeter, Ohmmeter. Ada dua jenis multimeter, yaitu multimeter digital dan multimeter analog. Ohmmeter. Ada dua jenis multimeter, yaitu multimeter digital dan multimeter analog. Kegunaan : mengukur arus AC / DC ( Amperemeter ) , mengukur tegangan AC / DC ( Kegunaan : mengukur arus AC / DC ( Amperemeter ) , mengukur tegangan AC / DC ( Voltmeter ), Mengukur tahanan ( Ohmmeter)
Voltmeter ), Mengukur tahanan ( Ohmmeter)
Gambar 2.5.1 Multimeter Gambar 2.5.1 Multimeter Cara menggunakan multimeter :
a.
a. Sebagai Amperemeter, multimeter dipasang secara serSebagai Amperemeter, multimeter dipasang secara seri pada rangkaian.i pada rangkaian. Tentukan jenis arus yang diukur dan
Tentukan jenis arus yang diukur dan batas ukur yang digunakan.batas ukur yang digunakan. b.
b. Sebagai Voltmeter, multimeter dipasang secara paralel pada rangkaianSebagai Voltmeter, multimeter dipasang secara paralel pada rangkaian Tentukan jenis tegangan yang diukur dan batas
Tentukan jenis tegangan yang diukur dan batas ukur yang digunakanukur yang digunakan c.
c. Sebagai Ohmmeter, multimeter dapat dipasang secara seri maupun parallelSebagai Ohmmeter, multimeter dapat dipasang secara seri maupun parallel 3. Megger
3. Megger
Suatu alat yang digunakan untuk menguk
Suatu alat yang digunakan untuk mengukur tahanan isolasi. Cara kerja dari ur tahanan isolasi. Cara kerja dari megger yaitumegger yaitu dengan
denganmembangkitkan tegangan tertetntu dan disambung ke ujung-ujung peralatanmembangkitkan tegangan tertetntu dan disambung ke ujung-ujung peralatan yang akan diketahui tahanan
yang akan diketahui tahanan isolasinya.isolasinya.
Kegunaan : mengukur tahanan isolasi suatu instalasi Kegunaan : mengukur tahanan isolasi suatu instalasi
Gambar 2.5.2 Megger Gambar 2.5.2 Megger Cara Menggunakan Megger :
Cara Menggunakan Megger :
1.Periksa jarum penunjuk (harus pada posisi 0 ). 1.Periksa jarum penunjuk (harus pada posisi 0 ).
2.Cek baterai dengan cara mengubah saklar pada posisi B.CHECK. 2.Cek baterai dengan cara mengubah saklar pada posisi B.CHECK.
3.Tekan B.CHECK, dan lihat jarum penunjuk,apakah sudah menunjukkan Bat Good. 3.Tekan B.CHECK, dan lihat jarum penunjuk,apakah sudah menunjukkan Bat Good. 4.Setelah cek baterai,lepas B.CHECK dan ubah saklar ea rah 500 V.
4.Setelah cek baterai,lepas B.CHECK dan ubah saklar ea rah 500 V. 5.Jangan menyentuh ujung kabel
5.Jangan menyentuh ujung kabel (Probes)(Probes) pada saat pengukuran,karena Megger pada saat pengukuran,karena Megger mengeluarkan tegangan tinggi.
4. kWh meter 4. kWh meter
kWh meter adalah alat pengukur e
kWh meter adalah alat pengukur energi listrik yang mengukur secara langsung hasilnergi listrik yang mengukur secara langsung hasil kali tegangan, arus faktor kerja, kali waktu yang
kali tegangan, arus faktor kerja, kali waktu yang tertentu (UI Costertentu (UI Cos t) yang bekerja t) yang bekerja padanya dalam jangka waktu tertentu tersebut. Bagian utama dari kWh
padanya dalam jangka waktu tertentu tersebut. Bagian utama dari kWh meter adalahmeter adalah kumparan tegangan, kumparan arus, piringan aluminium, dan magnet permanen yang kumparan tegangan, kumparan arus, piringan aluminium, dan magnet permanen yang tugasnya
tugasnya menetralkan menetralkan piringan piringan aluminium aluminium dari dari induksi induksi medan medan magnet magnet dan dan geargear mekanik yang mencatat jumlah perputaran piringan aluminium.
mekanik yang mencatat jumlah perputaran piringan aluminium. Alat ini bekerja menggunakan metode induksi
Alat ini bekerja menggunakan metode induksi medan magnet, dimana medan magnetmedan magnet, dimana medan magnet tersebut menggerakkan piringan aluminium. Putaran piringan
tersebut menggerakkan piringan aluminium. Putaran piringan tersebut akantersebut akan menggerakkan counter digit sebagai tampilan jumlah kWh nya.
menggerakkan counter digit sebagai tampilan jumlah kWh nya.
Gambar 2.5.4 KWH dan Wiring
Gambar 2.5.4 KWH dan Wiring DiagramnyaDiagramnya
2.6 KOMPONEN dan ALAT DALAM INSTALASI PENERANGAN 1 FASA SISTEM 2.6 KOMPONEN dan ALAT DALAM INSTALASI PENERANGAN 1 FASA SISTEM ON PLASTER
ON PLASTER 1. Pipa Pelindung 1. Pipa Pelindung
Penggunaan pipa pada instalasi listrik dapat dipasang didalam tembok/beton maupun Penggunaan pipa pada instalasi listrik dapat dipasang didalam tembok/beton maupun di luar dinding/pada permukaan papan kayu, sehingga terlihat rapi. Pemasangan didalam di luar dinding/pada permukaan papan kayu, sehingga terlihat rapi. Pemasangan didalam tembok sangat bermanfaat di samping sebagai pelindung penghantar juga saat dilakukan tembok sangat bermanfaat di samping sebagai pelindung penghantar juga saat dilakukan penggantian penghantar di kemud
penggantian penghantar di kemudian hari akan mudah dan efisien. Pengerjaan pipa iniian hari akan mudah dan efisien. Pengerjaan pipa ini meliputi memotong, membeng
meliputi memotong, membengkok dan menyambungkok dan menyambung. Sementara ini . Sementara ini pipa pelindung yangpipa pelindung yang paling sering digunakan dalam instalasi listrik adalah pipa PVC
paling sering digunakan dalam instalasi listrik adalah pipa PVC Pipa PVC
Pipa ini dibuat
Pipa ini dibuat dari bahan paralon/PVC. Jika dari bahan paralon/PVC. Jika dibandingkan dengdibandingkan dengan pipa union, keuntunganan pipa union, keuntungan pipa PVC adalah lebih ringan, lebih mud
pipa PVC adalah lebih ringan, lebih mudah pengerjaannya (dengan pemanasan) danah pengerjaannya (dengan pemanasan) dan merupakan bahan isolasi, sehingga ti
merupakan bahan isolasi, sehingga tidak akan mengakibatkan hubung singkat antardak akan mengakibatkan hubung singkat antar penghantar. Di samping itu pengg
penghantar. Di samping itu penggunaannya sangat cocok untuk daerah lembap, unaannya sangat cocok untuk daerah lembap, karena tidakkarena tidak menimbulkan korosi. Namun demikian, pipa PVC memiliki
menimbulkan korosi. Namun demikian, pipa PVC memiliki kelemahan yaitu tidak tahankelemahan yaitu tidak tahan digunakan pada temperatur kerja di atas 60°C.
digunakan pada temperatur kerja di atas 60°C.
Gambar 2.6.1 Pipa PVC Gambar 2.6.1 Pipa PVC 2. Kotak Sambung
2. Kotak Sambung
Kotak sambung pada instalasi penerangan berguna untuk: Kotak sambung pada instalasi penerangan berguna untuk: 1.
1. Sebagai tempat penyambung/ pemeriksa kabel instalasi untuk alat hubung pemakai/ bebasSebagai tempat penyambung/ pemeriksa kabel instalasi untuk alat hubung pemakai/ bebas dari penarikan penarikan kabel ke instalasi selanjutn
dari penarikan penarikan kabel ke instalasi selanjutnya.ya. 2.
2. Sebagai tempat pemeriksaan kabel instalasi.Sebagai tempat pemeriksaan kabel instalasi. Jenis-jenis kotak sambung :
Jenis-jenis kotak sambung :
1. Kotak sambungan 3 cabang tanpa ulir/sekrup 1. Kotak sambungan 3 cabang tanpa ulir/sekrup 2. Kotak sambungan 4 cabang tanpa ulir/sekrup 2. Kotak sambungan 4 cabang tanpa ulir/sekrup 3. Kotak sambungan 4 cabang dengan ulir/sekrup 3. Kotak sambungan 4 cabang dengan ulir/sekrup
Gambar 2.6.2 Kotak Sambung Gambar 2.6.2 Kotak Sambung
3. Klem 3. Klem
Klem digunakan pada instalasi di
Klem digunakan pada instalasi di luar tembok. Klem digunakan untuk luar tembok. Klem digunakan untuk mempemempekuat pipa atau kuat pipa atau kabel.kabel.
Pada pasaran terdapat ukuran 15/8”, ¾”, 1”, 1 ¼” 1 ½” dan 2”. Pada pasaran terdapat ukuran 15/8”, ¾”, 1”, 1 ¼” 1 ½” dan 2”.
Gambar 2.6.3 Klem Gambar 2.6.3 Klem 4. Lasdop
4. Lasdop
lasdop digunakan pada sambung dan untuk mencegah adanya hubungan dan untuk mencegah lasdop digunakan pada sambung dan untuk mencegah adanya hubungan dan untuk mencegah adanya hubungan singkat (korslet).
adanya hubungan singkat (korslet).
Gambar 2.6.4 Lasdop Gambar 2.6.4 Lasdop 5. Saklar
5. Saklar
Saklar termasuk bahan jadi
Saklar termasuk bahan jadi yang merupakan alat yang berfungsi untuk menghubungkan danyang merupakan alat yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari sumber tegangan menuju beban. Saklar sangat banyak macam memutuskan arus listrik dari sumber tegangan menuju beban. Saklar sangat banyak macam dan jenisnya misalnya: untuk keperluan instalasi penerangan, untuk tegangan tinggi, instalasi dan jenisnya misalnya: untuk keperluan instalasi penerangan, untuk tegangan tinggi, instalasi tenaga dan banyak lagi jenisnya.
tenaga dan banyak lagi jenisnya.
Jenis-jenis saklar pada dasarnya dibedakan menjadi: Jenis-jenis saklar pada dasarnya dibedakan menjadi:
1.
1. Saklar manualSaklar manual 2.
2. Saklar magnetik (MC)Saklar magnetik (MC) 3.
Saklar magnetik dan saklar otomatis akan dibahas pada semester
Saklar magnetik dan saklar otomatis akan dibahas pada semester berikutnya. Sedangkanberikutnya. Sedangkan saklar manual menurut penggunaannya untuk:
saklar manual menurut penggunaannya untuk: 1. Instalasi penerangan.
1. Instalasi penerangan. 2. Instalasi tenaga. 2. Instalasi tenaga.
Macam-macam saklar manual
Macam-macam saklar manual yang digunakan untuk instalasi penerangan menurutyang digunakan untuk instalasi penerangan menurut hubunganny
hubungannya antara la antara lain:ain:
1.
1. Saklar Saklar tunggal tunggal 6. 6. Saklar Saklar kutub kutub duadua 2.
2. Saklar Saklar seri seri 7. 7. Saklar Saklar kutub kutub tigatiga 3.
3. Saklar Saklar silang silang 8. 8. Saklar Saklar tariktarik 4.
4. Saklar Saklar tukar tukar 9. 9. Saklar Saklar tombol tombol tekantekan 5.
5. Saklar kelompokSaklar kelompok
Bentuk-bentuk pemasangannya saklar adalah: Bentuk-bentuk pemasangannya saklar adalah: 1.
1. Saklar ditanam dalam tembok sistem IN-BOUWSaklar ditanam dalam tembok sistem IN-BOUW 2.
2. Saklar tidak ditanam di dalam tembok sistem OUT-BOUWSaklar tidak ditanam di dalam tembok sistem OUT-BOUW Ada beberapa persyaratan dalam pemasangan saklar antara lain: Ada beberapa persyaratan dalam pemasangan saklar antara lain: 1.
1. Harus dapat melayani secara aman tanpa memerlHarus dapat melayani secara aman tanpa memerlukan alat bantu.ukan alat bantu. 2.
2. Saklar harus dipasang sedemikian rupa sehingga bagian yang bergerak (tangkai atauSaklar harus dipasang sedemikian rupa sehingga bagian yang bergerak (tangkai atau pengumpil) saklar tidak bertegangan pada wak
pengumpil) saklar tidak bertegangan pada waktu saklar dalam keadaan terbuka atau tidaktu saklar dalam keadaan terbuka atau tidak terhubung (Puil 1977 Pasal 206 B1).
terhubung (Puil 1977 Pasal 206 B1). 3.
3. Dudukan semua saklar di dalam suatu instalasi harus seragam, misalnya: semua saklarDudukan semua saklar di dalam suatu instalasi harus seragam, misalnya: semua saklar dalam keadaan terhubung
dalam keadaan terhubung
Gambar 2.6.5 Saklar Seri Gambar 2.6.5 Saklar Seri
6. Saklar Sensor Cahaya ( Selcon ) 6. Saklar Sensor Cahaya ( Selcon )
Gambar 2.6.6 Selcon Gambar 2.6.6 Selcon
Pengertian: Pengertian:
Merupakan sebuah rangkaian yang digunakan sebagai sakelar yang bekarja secara otomatis Merupakan sebuah rangkaian yang digunakan sebagai sakelar yang bekarja secara otomatis dengan media intensitas cahaya. Jadi tidak perlu ceklak ceklit tuk menghidupkan atau dengan media intensitas cahaya. Jadi tidak perlu ceklak ceklit tuk menghidupkan atau mematikan,,,
mematikan,,,
CARA KERJA RANGKAIAN SAKLAR OTOMATIS : CARA KERJA RANGKAIAN SAKLAR OTOMATIS :
Di sini yang paling berperan adalah cahaya. Saat LDR terkena cahaya (apa saja) maka sakelar Di sini yang paling berperan adalah cahaya. Saat LDR terkena cahaya (apa saja) maka sakelar belum
belum bekerja, bekerja, Nah Nah ketika ketika LDR LDR tidak tidak terkena terkena cahaya cahaya maka maka rangkaiana rangkaiana akan akan bekerja bekerja yangyang menghidukan RELAY (memindahkan kontak dari NC ke NO). Kita dapat mengatur seberapa menghidukan RELAY (memindahkan kontak dari NC ke NO). Kita dapat mengatur seberapa terang / gelapnya cahaya untuk mengoperasikan rangkaian ini pada POTENSIOMETER ( terang / gelapnya cahaya untuk mengoperasikan rangkaian ini pada POTENSIOMETER ( 100K Pot)
100K Pot)
Aplikasi: Aplikasi:
Rangkaian ini kebanyakan digunakan untuk menghidupkan sebuah lampu, lampu taman atau Rangkaian ini kebanyakan digunakan untuk menghidupkan sebuah lampu, lampu taman atau yang lainnya. Namun
yang lainnya. Namun jika di gunakan ujika di gunakan untuk menghihupkan ntuk menghihupkan yang lainnya jugyang lainnya juga bisa, a bisa, misalnyamisalnya pompa
pompa air air mancur mancur di di taman, taman, AC AC dan dan masih masih banyak banyak lagi, lagi, semuanya semuanya itu itu secara secara otomatisotomatis tentunya
7. Tombol tekan ( Push button ) 7. Tombol tekan ( Push button )
Swich Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan atau Swich Push Button adalah saklar tekan yang berfungsi untuk menghubungkan atau memisahkan bagian
memisahkan bagian – – bagian dari suatu instalasi listrik satu sama lain (suatu ystem saklar bagian dari suatu instalasi listrik satu sama lain (suatu ystem saklar tekan push button terdiri dari saklar tekan start. Stop reset dn saklar tekan untuk emergency. tekan push button terdiri dari saklar tekan start. Stop reset dn saklar tekan untuk emergency. Push button memiliki kontak NC (normally close) dan NO (normally open)).
Push button memiliki kontak NC (normally close) dan NO (normally open)).
Gambar 2.6.7 Push Button Gambar 2.6.7 Push Button
8. Fitting 8. Fitting
Fitting termasuk bahan jadi dan merupakan alat yang berfungsi sebagai pemegang atau Fitting termasuk bahan jadi dan merupakan alat yang berfungsi sebagai pemegang atau tempat bola lampu. Ada dua jenis fitting, diantaranya :
tempat bola lampu. Ada dua jenis fitting, diantaranya : a. Fitting duduk
a. Fitting duduk
Disebut fitting duduk, karena pada dasarnya setelah dipasang kedudukannya melekat Disebut fitting duduk, karena pada dasarnya setelah dipasang kedudukannya melekat ditempatnya semula (duduk).Fitting ini juga sering disebut fitting dinding, karena dapat ditempatnya semula (duduk).Fitting ini juga sering disebut fitting dinding, karena dapat dipasang pada dinding-dingin atau langit-langit.
dipasang pada dinding-dingin atau langit-langit. Bila pemasangannya tidak dapat dilaksanakanBila pemasangannya tidak dapat dilaksanakan secara langsung, perlu dipasang roset dari
secara langsung, perlu dipasang roset dari kayu sebagai gantinya.kayu sebagai gantinya.
b. Fitting gantung b. Fitting gantung
Fitting gantung adalah salah satu peralatan dalam rangkaian instalasi penerangan yang Fitting gantung adalah salah satu peralatan dalam rangkaian instalasi penerangan yang berfungsi
berfungsi sebagai sebagai pemegang pemegang bola bola lampu lampu dan dan penghantar penghantar daya daya listrik listrik ke ke lampu.lampu. Pelaksanaan pemasangan fitting gantung hendaknya dimaksudkan sedemikian rupa Pelaksanaan pemasangan fitting gantung hendaknya dimaksudkan sedemikian rupa sehingga faktor elekris dan mekanis dapat dijamin kehandalannya.
Gambar 2.6.8. Fitting Gambar 2.6.8. Fitting
9. Roset kayu 9. Roset kayu
Kayu roset merupakan tempat penunjang dari fitting lampu. Kayu roset merupakan tempat penunjang dari fitting lampu.
Gambar 2.6.9 Roset Kayu Gambar 2.6.9 Roset Kayu 10. Kotak Kontak
10. Kotak Kontak
Kotak kontak adalah alat
Kotak kontak adalah alat yang digunakan untuk menghubungyang digunakan untuk menghubungkan alat listkan alat listrik yang dapatrik yang dapat berpindah-pindah.
berpindah-pindah.
Gamar 2.6.10 Kotak Kontak Gamar 2.6.10 Kotak Kontak
11. Kabel Listrik 11. Kabel Listrik
Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listr
Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listr ik terdiri dariik terdiri dari isolator dan konduktor. Isolator adalah bahan
isolator dan konduktor. Isolator adalah bahan pembungkus kabel yang biasanya terbuat daripembungkus kabel yang biasanya terbuat dari karet atau plastik, sedangkan konduktor terbuat dari serabut tembaga atau tembaga pejal. karet atau plastik, sedangkan konduktor terbuat dari serabut tembaga atau tembaga pejal.
Gambar 2.5.11.a Kabel Listrik Gambar 2.5.11.a Kabel Listrik Ada beberapa macam kabel listrik, diantaranya :
Ada beberapa macam kabel listrik, diantaranya : 1. N.Y.A
1. N.Y.A
Biasanya digunakan untuk instalasi rumah dan ystem tenaga. Dalam instalasi rumah Biasanya digunakan untuk instalasi rumah dan ystem tenaga. Dalam instalasi rumah digunakan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Berinti tunggal, berlapis
digunakan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Berinti tunggal, berlapis bahan isolasi bahan isolasi PVC, danPVC, dan seringnya untuk instalasi kabel udara. Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel
seringnya untuk instalasi kabel udara. Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harusharus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang.
langsung oleh orang.
2. N.Y.M 2. N.Y.M
Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan ystem tenaga. Kabel NYM Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan ystem tenaga. Kabel NYM berinti lebih dari 1, memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu). berinti lebih dari 1, memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu).
Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan
dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.
dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam. 3. N.Y.Y
3. N.Y.Y
Memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam),
Memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4.Kabelada yang berinti 2, 3 atau 4.Kabel NYY dieprgunakan un
NYY dieprgunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasituk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.
4. Kabel Twisted 4. Kabel Twisted
yaitu kabel yang dipilin sehingga membentuk putaran.
yaitu kabel yang dipilin sehingga membentuk putaran. Kabel ini berfungsi mengalirkanKabel ini berfungsi mengalirkan tegangan dari jaringan tegangan distribusi PLN ke KWh meter
tegangan dari jaringan tegangan distribusi PLN ke KWh meter
Gambar 2.5.11 b Kabel Twisted Gambar 2.5.11 b Kabel Twisted 12. MCB ( Magnetic Circuit Breaker )
12. MCB ( Magnetic Circuit Breaker )
MCB adalah sebuah alat yang di pakai pada instalasi l
MCB adalah sebuah alat yang di pakai pada instalasi l istrik.yang berfungsi sebagai proteksiistrik.yang berfungsi sebagai proteksi terhadap arus hubung singkat dan sebagai proteksi terhadap arus beban lebih.
terhadap arus hubung singkat dan sebagai proteksi terhadap arus beban lebih. MCB bekerjaMCB bekerja memutuskan arus hubung singkat dengan kerja dari relai elektromagnetik berdasarkan prinsip memutuskan arus hubung singkat dengan kerja dari relai elektromagnetik berdasarkan prinsip electromagnet. Dan MCB bekerja memutuskan arus beban lebih dengan kerja dari bimetal. electromagnet. Dan MCB bekerja memutuskan arus beban lebih dengan kerja dari bimetal. MCB menggunakan satuan Ampere (A), Karakteristik MCB dibagi menjadi 3, yaitu MCB menggunakan satuan Ampere (A), Karakteristik MCB dibagi menjadi 3, yaitu Otomat-L, Otomat-G, dan Otomat-H.
L, Otomat-G, dan Otomat-H.
Fungsi utama dari MCB adalah : Fungsi utama dari MCB adalah :
Sebagai proteksi terhadap arus beban lebihSebagai proteksi terhadap arus beban lebih
Sebagai proteksi terhadap arus hubung singkatSebagai proteksi terhadap arus hubung singkat
Sebagai pembatas arus yang diberikan PLN pada kWh meterSebagai pembatas arus yang diberikan PLN pada kWh meter
Sebagai pemisahSebagai pemisah
Gambar 2.5.12 MCB dan Simbolnya Gambar 2.5.12 MCB dan Simbolnya
13. Panel Hubung Bagi ( PHB ) 13. Panel Hubung Bagi ( PHB )
Perangkat hubung bagi (PHB) merupakan suatu perlengkapan untuk membagi tenaga listrik Perangkat hubung bagi (PHB) merupakan suatu perlengkapan untuk membagi tenaga listrik dan/ atau mengendalikan dan melindungi sirkit dan pemanfaatan listrik mencakup sakelar dan/ atau mengendalikan dan melindungi sirkit dan pemanfaatan listrik mencakup sakelar pemutus sirkit
pemutus sirkit, papan , papan hubung bagi hubung bagi tegangan rendah tegangan rendah dan sejenisndan sejenisnya. Pada ya. Pada praktek On praktek On PlasterPlaster ini PHB tersebut yang menerima tenaga listrik dari saluran utama konsumen dan ini PHB tersebut yang menerima tenaga listrik dari saluran utama konsumen dan membagikannya ke seluruh instalasi konsumen
membagikannya ke seluruh instalasi konsumen
Gambar 2.5.13 Panel Gambar 2.5.13 Panel 14. Saklar Impuls
14. Saklar Impuls
Saklar impuls adalah jenis saklar
Saklar impuls adalah jenis saklar yang bekerja berdasarkan prinsip kerja magnet, dimanayang bekerja berdasarkan prinsip kerja magnet, dimana posisi saklarnya akan berubah setiap impuls bekerja. Lamanya m
posisi saklarnya akan berubah setiap impuls bekerja. Lamanya mengoperasikan dari kontakengoperasikan dari kontak tekan tidak mempengaruhi sistem kerjanya. Saklar ini mempunya dua posisi kontak,
tekan tidak mempengaruhi sistem kerjanya. Saklar ini mempunya dua posisi kontak, “off”“off” pada impuls kedua dan kon
pada impuls kedua dan kontak “on” pada posisi pertama.Dalam mengendalikan (on dan tak “on” pada posisi pertama.Dalam mengendalikan (on dan off)off) suatu lampu menggunakan push button sebagai kontrol bantu, dipakai suatu
suatu lampu menggunakan push button sebagai kontrol bantu, dipakai suatu saklar impulssaklar impuls yang bekerja oleh adanya impuls (sinyal) yang diberikan dari push button.
yang bekerja oleh adanya impuls (sinyal) yang diberikan dari push button.
Gambar 2.5.14 Saklar Impuls Gambar 2.5.14 Saklar Impuls
15. Fuse ( Sekring ) 15. Fuse ( Sekring )
Sekering digunakan sebagai pemutus sirkit yang mengamankan sirkit akhir penerangan Sekering digunakan sebagai pemutus sirkit yang mengamankan sirkit akhir penerangan darurat, yang harus ditempatkan dalam PHB yang mendapat suplai langsung dari
darurat, yang harus ditempatkan dalam PHB yang mendapat suplai langsung dari baterai.baterai.
Gambar 2.5.15 Fuse Gambar 2.5.15 Fuse
16. Heater 16. Heater
Heater dalam praktek ini digunakan untuk mem-bending pipa PVC 5/8 inc, sehingga Heater dalam praktek ini digunakan untuk mem-bending pipa PVC 5/8 inc, sehingga dalam praktek On Plaster ini tidak menggunakan elbow. Ketika mem-bending pipa, dalam praktek On Plaster ini tidak menggunakan elbow. Ketika mem-bending pipa, usahakan semua permukaan pipa yang akan dibengkokkan terkena panas, sehingga mudah usahakan semua permukaan pipa yang akan dibengkokkan terkena panas, sehingga mudah untuk membengkokkannya, jika pipa sudah kembali dingin jangan paksakan untuk untuk membengkokkannya, jika pipa sudah kembali dingin jangan paksakan untuk membengkokkan, karena akan menyebabkan pipa patah.
membengkokkan, karena akan menyebabkan pipa patah.
Gambar 2.5.16 Heater Gambar 2.5.16 Heater
17. Line Up Terminal 17. Line Up Terminal
tempat penyambungan kabel dari sumber yang
tempat penyambungan kabel dari sumber yang di hubungkan di hubungkan dengan kabel dari beban dengan kabel dari beban yang letaknyayang letaknya di dalam panel.
di dalam panel.
Gambar 2.5.17 Line Up Terminal Gambar 2.5.17 Line Up Terminal Spesifikasi Alat
Spesifikasi Alat 1. Palu
1. Palu Palu
Palu atau atau MartilMartil adalah alat yang digunakan untuk memberikan tumbukan kepada benda. adalah alat yang digunakan untuk memberikan tumbukan kepada benda. Palu umum digunakan untuk memaku, memperbaiki suatu benda, penempaan logam dan Palu umum digunakan untuk memaku, memperbaiki suatu benda, penempaan logam dan menghancurkan suatu obyek
menghancurkan suatu obyek
Gambar 2.5.18 Palu Gambar 2.5.18 Palu
2. Sekrup 2. Sekrup
Bentuk ulir pada batangnya berfungsi untuk membentuk ikatan
Bentuk ulir pada batangnya berfungsi untuk membentuk ikatan yang lebih kuat pada kayu.yang lebih kuat pada kayu. Untuk hasil terbaik,
Untuk hasil terbaik,kayu induk kayu induk harus dilubangi dengan ukuran sebesar diameter inti sekrup harus dilubangi dengan ukuran sebesar diameter inti sekrup dan
dankayu tambahankayu tambahan dilubangi sebesar ukuran diameter sekrup bagian luar. dilubangi sebesar ukuran diameter sekrup bagian luar. Dengan adanyaDengan adanya ulir tersebut, aplikasi sekrup membutuhkan waktu lebih lama daripada paku. yang harus ulir tersebut, aplikasi sekrup membutuhkan waktu lebih lama daripada paku. yang harus diperhatikan pada aplikasi sekrup adalah lubang obeng kepala sekrup
Gambar 2.5.19 Sekrup Gambar 2.5.19 Sekrup 3. Gergaji
3. Gergaji
Gergaji digunakan untuk memotong benda kerja yg terbuat dari
Gergaji digunakan untuk memotong benda kerja yg terbuat dari kayu atau logam. Logam dankayu atau logam. Logam dan kayu mempunyai sifat yg sangat berbeda
kayu mempunyai sifat yg sangat berbeda sehingga alat potongnya juga berbeda. Ada duasehingga alat potongnya juga berbeda. Ada dua macam gergaji : gergaji kayu dan gergaji besi.
macam gergaji : gergaji kayu dan gergaji besi.
Gambar 2.5.20 Gergaji Gambar 2.5.20 Gergaji
3.1. Alat yang digunakan
3.1. Alat yang digunakan
1.1. Tang CucutTang Cucut
Tang cucut berfungsi untuk memegang benda kerja
Tang cucut berfungsi untuk memegang benda kerja yang kecil, bisa jugayang kecil, bisa juga digunakan untuk membuat mata itik pada alat alat listrik.Biasanya tang cucut juga digunakan untuk membuat mata itik pada alat alat listrik.Biasanya tang cucut juga dilengkapi dengan pemotong kabel.
2.
2. Tang KupasTang Kupas
Tang kupas berfungsi untuk mempermudah pengupasan suatu kabel, mulai
Tang kupas berfungsi untuk mempermudah pengupasan suatu kabel, mulai dari yangdari yang kecil sampai yang besar.
kecil sampai yang besar.
3.
3. Tang KombinasiTang Kombinasi
Tang kombinasi digunakan secara umum, ujung rahang yang bergerigi rap Tang kombinasi digunakan secara umum, ujung rahang yang bergerigi rap atat digunakan untuk meluruskan kabel , bang dijepitkan pada r
digunakan untuk meluruskan kabel , bang dijepitkan pada r agum bagian tengah yangagum bagian tengah yang bergerigi renggang untuk meng
bergerigi renggang untuk mengunci mur, rahang tajam sebagai pemotong kabunci mur, rahang tajam sebagai pemotong kabel.el.
5.
5. Tang PotongTang Potong
Tang potong mempunyai mata pisau di si
Tang potong mempunyai mata pisau di sisi dalamnya yang berfungsi untuksi dalamnya yang berfungsi untuk memotong kawat atau kabel.
5. Obeng 5. Obeng
Obeng adalah alat tangan
Obeng adalah alat tangan yg digunakan untuk memutar sekrup. Batang obeng dibuat dariyg digunakan untuk memutar sekrup. Batang obeng dibuat dari baja,sedang pemegangnya dibuat dari b
baja,sedang pemegangnya dibuat dari bahan penyekat seperti kayu,plastik,atau karet keras.ahan penyekat seperti kayu,plastik,atau karet keras. Mata obeng dibedakan menjadi 2 ma
Mata obeng dibedakan menjadi 2 macan,yaitu obeng pipih (minus) dan obeng bintang (plus).can,yaitu obeng pipih (minus) dan obeng bintang (plus).
Gambar 2.5.22 Obeng Gambar 2.5.22 Obeng
6. Kunci Pas 6. Kunci Pas
Kunci pas
Kunci pas digunakan untuk memasadigunakan untuk memasang kabel twisted pada konektor. Jikng kabel twisted pada konektor. Jika tidak ada kuncia tidak ada kunci pas, bisa juga menggunakan kunci inggris.
pas, bisa juga menggunakan kunci inggris.
Gambar 2.5.23 Kunci Pas Gambar 2.5.23 Kunci Pas
6. Konektor 6. Konektor
Konektor digunakan untuk memegang kabel twisted sehingga kabel twisted tidak Konektor digunakan untuk memegang kabel twisted sehingga kabel twisted tidak lepas sewaktu pemasa
lepas sewaktu pemasangan. Pemasangan kngan. Pemasangan konektor ini harus onektor ini harus benar-benar menembus isolasibenar-benar menembus isolasi kabel twisted, agar
kabel twisted, agar arus dapat arus dapat mengalir ke KWh meter.mengalir ke KWh meter.
Gambar 2.5.24
Gambar 2.5.24 ConnectorConnector 7.
7. HelmHelm
Sebagai pelindung kepala saat melakukan pekerjaan yang di atas kabel, agar Sebagai pelindung kepala saat melakukan pekerjaan yang di atas kabel, agar terhindar dari komponen-komponen yang ada di atas
terhindar dari komponen-komponen yang ada di atas kabel tersebut, helm jugakabel tersebut, helm juga merupakan safety K3.
BAB IV BAB IV
LANGKAH KERJA LANGKAH KERJA
4.1 DAFTAR JOBSHEET BENGKEL LISTRIK SEMESTER 4.1 DAFTAR JOBSHEET BENGKEL LISTRIK SEMESTER IIII
4.1. Daftar job sheet bengkel listrik
4.1. Daftar job sheet bengkel listrik
1)1) Minggu ke 1 (3 maret 2017)Minggu ke 1 (3 maret 2017)
Materi tentang penjelasan dasar perancangan instalasi, penggambaran lokasi pada Materi tentang penjelasan dasar perancangan instalasi, penggambaran lokasi pada papan, pemasangan kompon
papan, pemasangan komponen instalasi pada papan.en instalasi pada papan. 2)
2) Minggu ke 2 (10 maret 2017)Minggu ke 2 (10 maret 2017)
Materi tentang single line diagram dan pemasangan kabel pada pipa Materi tentang single line diagram dan pemasangan kabel pada pipa 3)
3) Minggu ke 3 (17 maret 2017)Minggu ke 3 (17 maret 2017)
Pemasangan kabel pada pipa dan materi single line diagram pada panel Pemasangan kabel pada pipa dan materi single line diagram pada panel 4)
4) Minggu ke 4 (24 maret 2017)Minggu ke 4 (24 maret 2017)
Materi gambar iso rencana panel dan pemasangan instalasi pada panel Materi gambar iso rencana panel dan pemasangan instalasi pada panel 5)
5) Minggu ke 5 (31 maret 2017)Minggu ke 5 (31 maret 2017)
Pemasangan instalasi pada panel dan pengcekan tanpa arus serta evaluasi Pemasangan instalasi pada panel dan pengcekan tanpa arus serta evaluasi 6)
Materi tentang
Materi tentang APP dan pemasangAPP dan pemasangan APP, serta pengan APP, serta penghitungan dayahitungan daya 4.2 4.2 PENGGAMBA
PENGGAMBARAN SKETSA PADA RAN SKETSA PADA PAPANPAPAN
Pembuatan Sketsa Pembuatan Sketsa
Tahap pengerjaan : Tahap pengerjaan :
1. Gunakan APD( Alat Pelindung Diri ) untuk keamanan contoh : baju bengkel. Siapkan 1. Gunakan APD( Alat Pelindung Diri ) untuk keamanan contoh : baju bengkel. Siapkan alat-alat
alat dan dan bahan bahan dalam dalam membuat membuat sketsa sketsa pada pada papan papan yaitu yaitu kapur, kapur, penggaris, penggaris, lap, lap, gambargambar kerja
kerja
2. Bersihkan papan yang akan dikerjakan dengan
2. Bersihkan papan yang akan dikerjakan dengan menggunakan lap sampai bersihmenggunakan lap sampai bersih 3. Gunakan kapur untuk menggambar sketsa gambar instalasi sesuai gambar jobsheet 3. Gunakan kapur untuk menggambar sketsa gambar instalasi sesuai gambar jobsheet yangyang akan dipasang sesuai dengan gambar diatas
akan dipasang sesuai dengan gambar diatas
4. Gunakan penggaris dan meteran untuk membantu dalam
4. Gunakan penggaris dan meteran untuk membantu dalam menggambar sketsa. Gambarmenggambar sketsa. Gambar garis tepi untuk mempermudah penggambaran
garis tepi untuk mempermudah penggambaran
5. Gambar komponen-komponen yang akan dipasang pada papan sesuai leta
5. Gambar komponen-komponen yang akan dipasang pada papan sesuai leta k yang telahk yang telah tercantum dalam jobsheet.
tercantum dalam jobsheet.
6. Setelah selesai, periksa kembali skets
6. Setelah selesai, periksa kembali sketsa gambar yang telah digambar pada papana gambar yang telah digambar pada papan 7. Jika sudah benar, mulai
7. Jika sudah benar, mulai pasang komponen-komponen seperti kotak sambung, rosette kayu,pasang komponen-komponen seperti kotak sambung, rosette kayu, dan fitting untuk pengerjaan pemipaan nantinya
dan fitting untuk pengerjaan pemipaan nantinya Dokumentasi Pengerjaan Penggambaran Sketsa : Dokumentasi Pengerjaan Penggambaran Sketsa :
Membersihkan
Membersihkan Papan Papan Menggambar SketsaMenggambar Sketsa
Menggambar
Menggambar panel panel Menggambar Menggambar Komponen Komponen yang yang akan akan dipasangdipasang
4.3 PEMIPAAN 4.3 PEMIPAAN Pemipaan
Pemipaan
Pemasangan Fitting, rosette kayu, dan fitting Pemasangan Fitting, rosette kayu, dan fitting
Tahap pengerjaan : Tahap pengerjaan :
1. Gunakan APD( Alat Pelindung Diri )
1. Gunakan APD( Alat Pelindung Diri ) untuk keamanan contoh : baju bengkel. Siapkan untuk keamanan contoh : baju bengkel. Siapkan alatalat dan bahan untuk pengerjaan pemipaan seperti
dan bahan untuk pengerjaan pemipaan seperti meteran, kabel untuk mbending pipa, heatermeteran, kabel untuk mbending pipa, heater dan pipa 5/8’’ sepanjang 4 meter
dan pipa 5/8’’ sepanjang 4 meter 2. Tentukan kira-kira panjang pipa
2. Tentukan kira-kira panjang pipa yang akan dibengkokkan. Gunakan meteran untukyang akan dibengkokkan. Gunakan meteran untuk membantu menentukan panjang pipa
membantu menentukan panjang pipa yang akan dibengkokkanyang akan dibengkokkan
3. Setelah itu nyalakan heater, lalu masukkan kabel tadi ke dalam pipa dan panaskan pada 3. Setelah itu nyalakan heater, lalu masukkan kabel tadi ke dalam pipa dan panaskan pada
bagian pipa yang akan d
bagian pipa yang akan dibengkokkanibengkokkan 4. Panaskan secara merata bagian y
4. Panaskan secara merata bagian yang akan dibengang akan dibengkokkan dengan perlahan. kokkan dengan perlahan. UsahakanUsahakan waktu memanasakan pipa jangan terlalu berlebihan karena pipa dapat menjadi lembek dan waktu memanasakan pipa jangan terlalu berlebihan karena pipa dapat menjadi lembek dan sulit untuk dibengkokkan
sulit untuk dibengkokkan 5. Setelah itu ses
5. Setelah itu sesuaikan panjang pipa yang telah dibengkokkan tadi dengan uaikan panjang pipa yang telah dibengkokkan tadi dengan yang di papan.yang di papan. Jika telah sesuai, pasang pipa pada papan dan gunakan klem untuk merapatka pipa dengan Jika telah sesuai, pasang pipa pada papan dan gunakan klem untuk merapatka pipa dengan papan
papan
Dokumentasi Pengerjaan Pemipaan : Dokumentasi Pengerjaan Pemipaan :
Pipa
Pipa Kabel untuk Kabel untuk Mbending Mbending pipapipa
Heater
Hasil Pemipaan Hasil Pemipaan 4.4 PENGAWATAN 4.4 PENGAWATAN Pengawatan Pengawatan Tahap pengerjaan : Tahap pengerjaan :
1. Gunakan APD( Alat Pelindung Diri )
1. Gunakan APD( Alat Pelindung Diri ) untuk keamanan contoh : baju bengkel. Siapkan untuk keamanan contoh : baju bengkel. Siapkan alatalat dan bahan untuk pengerjaan pengawatan seperti : kabel NYA fasa netral
dan bahan untuk pengerjaan pengawatan seperti : kabel NYA fasa netral ground, tangground, tang potong, tang ku
potong, tang kupas, tang lancippas, tang lancip
2. Tentukan kabel yang akan dimasukkan ke dala
3. Masukkan kabel ke dalam pipa, jika kesulitan untuk memasukkan beberapa kabel didalam 3. Masukkan kabel ke dalam pipa, jika kesulitan untuk memasukkan beberapa kabel didalam
pipa, maka pada ujung
pipa, maka pada ujung beberapa kabel tadi bisa di lilitkan. Sehingga lebih mudahbeberapa kabel tadi bisa di lilitkan. Sehingga lebih mudah dimasukkan ke dalam pipa.
dimasukkan ke dalam pipa.
4. Potong kabel yang sudah dimasukkan pipa. Jangan lupa beri space pada kabel yang akan 4. Potong kabel yang sudah dimasukkan pipa. Jangan lupa beri space pada kabel yang akan
dipotong untuk penyambungan dengan komponen-komponen lainnya seperti saklar, dipotong untuk penyambungan dengan komponen-komponen lainnya seperti saklar, fitting, kotak sambung, stop kontak, panel, push button
fitting, kotak sambung, stop kontak, panel, push button 5. Sambung kabel pada saklar, fitt
5. Sambung kabel pada saklar, fitting, selcon, stop kontak, push button (ing, selcon, stop kontak, push button (untuk penyambunganuntuk penyambungan antara dua kabel pada
antara dua kabel pada kotak sambung menggunakan sambungan ekor babi )kotak sambung menggunakan sambungan ekor babi ) 6. Gunakan lasdop dan benang untuk sambungan ekor babi di
6. Gunakan lasdop dan benang untuk sambungan ekor babi di kotak sambungkotak sambung Dokumentasi Pengerjaan Pengawatan :
Dokumentasi Pengerjaan Pengawatan :
Kabel
Kabel fasa fasa warna warna hitam hitam Pemasukan kabel Pemasukan kabel ke ke dalam dalam pipapipa
Pengawatan
4.5 PENGERJAAN PANEL 4.5 PENGERJAAN PANEL Pengerjaa
Pengerjaan n PanelPanel
Tahap pengerjaan : Tahap pengerjaan :
1. Gunakan APD( Alat Pelindung Diri )
1. Gunakan APD( Alat Pelindung Diri ) untuk keamanan contoh : baju bengkel. Siapkan untuk keamanan contoh : baju bengkel. Siapkan alatalat dan bahan untuk pengerjaan panel seperti : Panel, gergaji, tang potong, tang kupas, tang dan bahan untuk pengerjaan panel seperti : Panel, gergaji, tang potong, tang kupas, tang kombinasi kabel NYA fasa netral ground
kombinasi kabel NYA fasa netral ground
2. Pertama lepas plat yang ada didalam panel dan
2. Pertama lepas plat yang ada didalam panel dan pintu panelpintu panel
3. Ambil gergaji. Gergaji bagian atas panel sehingga nantinya pipa dapat masuk kedalam 3. Ambil gergaji. Gergaji bagian atas panel sehingga nantinya pipa dapat masuk kedalam
panel panel
4. Pasang komponen-komponen yang akan dipasang pada panel seperti t
4. Pasang komponen-komponen yang akan dipasang pada panel seperti t erminal, busbar,erminal, busbar, fuse, saklar impuls
fuse, saklar impuls 5. Lakukan
5. Lakukan pengawatan / wiring pengawatan / wiring pada panel sesuai dengan gampada panel sesuai dengan gambar diatasbar diatas 6. Setelah selesai, periksa
6. Setelah selesai, periksa sambungannya menggusambungannya menggunakan multimeter. Jika sudah nakan multimeter. Jika sudah benar,benar, Masukkan plat panel kedalam panel
Masukkan plat panel kedalam panel
7. Hubungkan kabel yang ada pada pipa dengan terminal sesuai dengan gambar diatas. 7. Hubungkan kabel yang ada pada pipa dengan terminal sesuai dengan gambar diatas.
Kemudian periksa sambungannya menggunakan multimeter sampai benar betul Kemudian periksa sambungannya menggunakan multimeter sampai benar betul
Dokumentasi Pengerjaan Panel : Dokumentasi Pengerjaan Panel :
Plat
Plat panel panel sebelum sebelum wiring wiring Plat Plat panel panel setelah setelah wiringwiring
Menghubungkan beban ke terminal panel Menghubungkan beban ke terminal panel
4.6 COMMISIONING 4.6 COMMISIONING
A. COMMISIONING TIDAK BERTEGANGAN A. COMMISIONING TIDAK BERTEGANGAN
Pemeriksaan Sambungan Pemeriksaan Sambungan
Gunakan multimeter yang ada indicator suaranya dalam mengecek tiap sambunganGunakan multimeter yang ada indicator suaranya dalam mengecek tiap sambungan
Apabila ketika diperiksa sambungannya, terdengar suara dari multimeter berartiApabila ketika diperiksa sambungannya, terdengar suara dari multimeter berarti sambungannya baik.
sambungannya baik.
Tapi jika suara yang terdengar tersendat-sendat mTapi jika suara yang terdengar tersendat-sendat maka sambungannya perlu diperbaikiaka sambungannya perlu diperbaiki karena kemungkinan sambungannya kurang rapat
karena kemungkinan sambungannya kurang rapat
Setelah selesai, catat dan buat tabel seperti dibawahSetelah selesai, catat dan buat tabel seperti dibawah
Hasil Pengecekan Sambungan Hasil Pengecekan Sambungan
Jalur
Jalur No. No. KomponenKomponen JenisJenis Sambungan Sambungan Kondisi Kondisi Sambungan Sambungan 1 1 1
1 Fitting Fitting Lampu Lampu AA
Fasa
Fasa BaikBaik Netral
Netral BaikBaik
2
2 Fitting Fitting Lampu Lampu BB
Fasa
Fasa BaikBaik Netral
Netral BaikBaik
3
3 Kotak Kotak KontakKontak
Fasa
Fasa BaikBaik Netral
Netral BaikBaik PE
PE BaikBaik
2
2 1 1 SelconSelcon
Fasa Load
Fasa Load BaikBaik Fasa Line
Fasa Line BaikBaik Netral
Netral BaikBaik
3 3
1
1 Fiting Fiting Lampu Lampu CC
Fasa
Fasa BaikBaik Netral
Netral BaikBaik
2
2 Fiting Fiting Lampu Lampu DD
Fasa
Fasa BaikBaik Netral
Pengujian Seluruh sistem Pengujian Seluruh sistem
Pasang seluruh beban ( 4 lampu pijar )Pasang seluruh beban ( 4 lampu pijar )
Hubungkan panel dengan sumber teganganHubungkan panel dengan sumber tegangan
Operasikan semua bebanOperasikan semua beban
Amati beban, catat dan buat tabel seperti dibawahAmati beban, catat dan buat tabel seperti dibawah
No. KOMPONEN
No. KOMPONEN KETERANGANKETERANGAN
1 1
Lampu A
Lampu A MenyalaMenyala Lampu B
Lampu B MenyalaMenyala 2
2 Lampu Lampu CC MenyalaMenyala 3
3 Lampu Lampu DD MenyalaMenyala 4
4 Kotak Kotak kontakkontak BerteganganBertegangan
4.7 PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI 4.7 PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI
Pengujian tahanan isolasi dilakukan dengan menggunakan alat me
Pengujian tahanan isolasi dilakukan dengan menggunakan alat me gger. Pemeriksaan tahanangger. Pemeriksaan tahanan isolasi dilakukan terhadap APP, perlengkapan beserta sirkitnya sebelum disambung pada isolasi dilakukan terhadap APP, perlengkapan beserta sirkitnya sebelum disambung pada sumber listrik dan beban.
sumber listrik dan beban. Berikut tahap-tahap
Berikut tahap-tahap pengujian pengujian tahanan isolasi tahanan isolasi :: 1.
1. Melakukan pengecakan kondisi baterai megger deMelakukan pengecakan kondisi baterai megger dengan menghubungkan colokan merah kengan menghubungkan colokan merah ke line dan hitam ke check. Bater
line dan hitam ke check. Bater ai dalam kondisi baik jika jarum menunjuk pada tanda “ai dalam kondisi baik jika jarum menunjuk pada tanda “ Good Baterai “
Good Baterai “
2.
2. Megger siap digunakan dengan menghubungkan colokan merah ke lubang line Megger siap digunakan dengan menghubungkan colokan merah ke lubang line dandan colokan hitam ke lubang earth
colokan hitam ke lubang earth 3.
3. Pastikan bahwa kawat / kabel yang akan diukur tahanan isolasinya tidak terhubung denganPastikan bahwa kawat / kabel yang akan diukur tahanan isolasinya tidak terhubung dengan sumber tegangan ( tidak berarus ) atau saklar dimatikan
sumber tegangan ( tidak berarus ) atau saklar dimatikan 4.
4. Pengecekan tegangan dengan test pen untuk memastikan tidak ada tegangan.Pengecekan tegangan dengan test pen untuk memastikan tidak ada tegangan. 5.
5. Jika pada instalasi liJika pada instalasi listrik yang akan diukur kotor, maka bersihkan rangkaian dengan sikatstrik yang akan diukur kotor, maka bersihkan rangkaian dengan sikat baja terlebih dahulu.
baja terlebih dahulu. 6.
6. Pengujian dilakukan dengan cara menghubungkan kedua kabel megger dengan ujungPengujian dilakukan dengan cara menghubungkan kedua kabel megger dengan ujung – –
ujung kawat / kabel
ujung kawat / kabel yang akan diukur tahanan isolasinya, kemudian tekan tombolyang akan diukur tahanan isolasinya, kemudian tekan tombol pengaktifan megger dan baca penunjuk
pengaktifan megger dan baca penunjuk jarum.jarum. 7.
7. Jangan menyentuh ujung kabelJangan menyentuh ujung kabel (Probes)(Probes) pada saat pengukuran,karena Megger pada saat pengukuran,karena Megger mengeluarkan tegangan tinggi
mengeluarkan tegangan tinggi 8.
Gambar Pengujian Mnggunakan Mengger Gambar Pengujian Mnggunakan Mengger
Hasil Pemeriksaan Tahanan Isolasi Hasil Pemeriksaan Tahanan Isolasi
No.
No. Yang diperiksaYang diperiksa Hasil PemeriksaanHasil Pemeriksaan(Mega ohm)(Mega ohm) 1 1 L1 L1 + + NN ˜˜ 2 2 L1 L1 + + PEPE ˜˜ 3 3 N N + + PEPE ˜˜ 4 4 L1 L1 + + BodyBody ˜˜ 5 5 N N + + BodyBody ˜˜ 6 6 PE PE + + Body Body 00 7
7 Terminal Terminal 1 1 + + Terminal Terminal 2 2 0,10,1 8
8 Terminal Terminal 1 1 + + Terminal Terminal 3 3 00 9
9 Terminal Terminal 1 1 + + Terminal Terminal 44 ˜˜
10
10 Terminal Terminal 1 1 + + Terminal Terminal 5 5 00 11
11 Terminal Terminal 1 1 + + Terminal Terminal 66 12
12 Terminal Terminal 2 2 + + Terminal Terminal 44 ˜˜
13
13 Terminal Terminal 2 2 + + Terminal Terminal 6 6 0,10,1 14
14 Terminal Terminal 3 3 + + Terminal Terminal 5 5 00 15
15 Terminal Terminal 3 3 + + Terminal Terminal 44 ˜˜
16
16 Terminal Terminal 4 4 + + Terminal Terminal 66 ˜˜
17 LA 17 LA ˜˜ 18 LB 18 LB ˜˜ L1 + N L1 + N L1 + PE L1 + PE N + PE N + PE L1 + Body L1 + Body N + Body N + Body PE + Body PE + Body Terminal 1 + Terminal 2 Terminal 1 + Terminal 2 Terminal 1 + Terminal 3 Terminal 1 + Terminal 3 Terminal 1 + Terminal 4 Terminal 1 + Terminal 4 Terminal 1 + Terminal 5 Terminal 1 + Terminal 5 Terminal 1 + Terminal 6 Terminal 1 + Terminal 6 Terminal 2 + Terminal 4 Terminal 2 + Terminal 4 Terminal 2 + Terminal 6 Terminal 2 + Terminal 6 Terminal 3 + Terminal 5 Terminal 3 + Terminal 5 Terminal 3 + Terminal 4 Terminal 3 + Terminal 4 Terminal 4 + Terminal 6 Terminal 4 + Terminal 6 LA LA LB LB
4.8 PEMASANGAN KWH METER DAN
4.8 PEMASANGAN KWH METER DAN PENYAMBUNGAPENYAMBUNGAN SISTEM KEN SISTEM KE JARINGAN 220 V AC TEGANGAN RENDAH
JARINGAN 220 V AC TEGANGAN RENDAH Tahap pengerjaan :
Tahap pengerjaan :
Siapkan peralatan :Siapkan peralatan : 1.
1. Kunci Kunci pas pas 13-14 13-14 1 1 buahbuah 2.
2. Obeng Obeng 1 1 setset 3.
3. Tespen Tespen 1 1 buahbuah 4.
4. Tangga Tangga Portable Portable 1 1 buahbuah
Siapkan Bahan :Siapkan Bahan : 1.
1. Kabel Kabel twisted twisted 1 1 buahbuah 2.
2. kWh kWh meter meter 1 1 fasa fasa 1 1 setset 3.
3. Connector Connector 2 2 buahbuah
Pertama pasang kWh meter pada panel OAK sesuai dengan gambar wiring APP 1 fasaPertama pasang kWh meter pada panel OAK sesuai dengan gambar wiring APP 1 fasa diatas. Hubungkan
diatas. Hubungkan kabel dari panel dengan kabel dari panel dengan terminal di panel OAKterminal di panel OAK
Setelah kWh meter dipasang, ambil tangga , kabel twisted , connector.Setelah kWh meter dipasang, ambil tangga , kabel twisted , connector.
Naiki tangga, Naiki tangga, pasang kabel twisted dari panel OAK dan kabel dari sumber ke pasang kabel twisted dari panel OAK dan kabel dari sumber ke connector.connector. Gunakan kunci pas untuk merapatkan kabel dalam
Gunakan kunci pas untuk merapatkan kabel dalam connector agar kabel terpasang connector agar kabel terpasang dengandengan kuat
Setelah itu. Uji terminal di panel OAK menggunakan tespen. Cek fasa sama Setelah itu. Uji terminal di panel OAK menggunakan tespen. Cek fasa sama netralnya.netralnya. Jika saluran fasa di tespen menyala dan salu
Jika saluran fasa di tespen menyala dan saluran netral tidak menyala maka pemasanganran netral tidak menyala maka pemasangan sudah benar
sudah benar
Dokumentasi Pemasangan kWh meter dan Penyambungan System ke
Dokumentasi Pemasangan kWh meter dan Penyambungan System ke Jaringan 220 V ACJaringan 220 V AC Tegangan Rendah :
Tegangan Rendah :
Connector
Connector Kunci Kunci PasPas
Tangga
kWh
kWh meter meter Penyambungan Penyambungan kabel kabel twisted twisted atasatas Penyambungan APP pada Sumber Tegangan
Test Kontinuitas Test Kontinuitas No
No Yang Diperiksa Yang Diperiksa Hasil Hasil KeteranganKeterangan 1 F1 1 F1 Saklar Ganda + X Saklar Ganda + XAA+ L+ L11 X XAA+ N+ N Saklar Ganda + X Saklar Ganda + XBB+ L+ L11 X XBB+ N+ N Kontak kotak + L Kontak kotak + L11 Kontak kotak + N Kontak kotak + N Kontak kotak + PE Kontak kotak + PE 2. F2 2. F2 L L11 + S + S4141 S S4242 + K + K 44AA11 K K 44AA22+ N+ N L L11+ K + K 4343 X XCC+ N+ N X XDD + L+ L11 X XDD+ N+ N Terminal 7 + Black Terminal 7 + Black Terminal 6 + Line Terminal 6 + Line Terminal 5 + Load Terminal 5 + Load
Kesalahan kWh meter
Kesalahan kWh meter
1. 1. V V = = 220 220 VV I I = = 0.4 0.4 AA c c = = 600 600 putaran/kWhputaran/kWh Cos Cos ϕϕ = 1= 1 n n = = 5 5 putaranputaran tt = = 3 3 menit menit 3 3 detik detik = = 198 198 detikdetik beban 1 beban 1 = 4 x 40 W= 4 x 40 W maka, maka, Td = Td = ×3600000 ×3600000 ××× ××× = = 5×36000005×3600000 600×220×0.4×1 600×220×0.4×1 = 340,90 detik = 340,90 detik S S ==−− = =340,90−198340,90−198 198 198 × 100% × 100% = 72% = 72%
2. 2. V V = = 230 230 VV I I = = 0,9 0,9 AA c c = = 600 600 putaran/kWhputaran/kWh Cos Cos ϕϕ = 1= 1 n n = = 5 5 putaranputaran t t = = 103 103 detikdetik beban 2 beban 2 = 3 x 40 W ; 1 x 180 = 3 x 40 W ; 1 x 180 WW maka, maka, Td = Td = ×3600000 ×3600000 ××× ××× = = 5×36000005×3600000 600×230×0,9×1 600×230×0,9×1 = 144,9 detik = 144,9 detik S S ==−− = =144,9−103144,9−103 103 103 × 100% × 100% = 40,6 = 40,6
BAB V BAB V PENUTUP PENUTUP 5.1 Kesimpulan 5.1 Kesimpulan
Pada praktikum beng
Pada praktikum bengkel semester II kel semester II “instalasi penerangan 1 fasa system on “instalasi penerangan 1 fasa system on plaster” ini ,plaster” ini , mahasiswa telah mendapatkan keterampilan dan pengetahuan tentang
mahasiswa telah mendapatkan keterampilan dan pengetahuan tentang Secara umum :
Secara umum :
Memasang instalasi penerangan 1 fasa system on plasterMemasang instalasi penerangan 1 fasa system on plaster
Dapat mencari dan mengetahui trouble shooting pada instalasi penerangan 1 fasaDapat mencari dan mengetahui trouble shooting pada instalasi penerangan 1 fasa system on plaster
system on plaster Secara khusus :
Secara khusus :
Memahami gambar kerja instalasi baik diagram single line maupun diagramMemahami gambar kerja instalasi baik diagram single line maupun diagram pengawatan
pengawatan
Memahami fungsi, memasang dan menggunakan komponen-komponen / peralatanMemahami fungsi, memasang dan menggunakan komponen-komponen / peralatan instalasi
instalasi
Melakukan pemipaan dan wiring / pengawatanMelakukan pemipaan dan wiring / pengawatan
Memahami prinsip kerja kWh Memahami prinsip kerja kWh meter, meter, memasang instalasi kWh meter dan memasang instalasi kWh meter dan mengukurmengukur menggunakan kWh meter
menggunakan kWh meter
Menyambung pada jaringan berteganganMenyambung pada jaringan bertegangan
Untuk mendapatkan pengerjaan yang baik diperlukan latihan
Untuk mendapatkan pengerjaan yang baik diperlukan latihan yang rutin dan skill individuyang rutin dan skill individu yang baik. Dalam bekerja sering terdapat trouble shooting, sehingga diperlukan
yang baik. Dalam bekerja sering terdapat trouble shooting, sehingga diperlukan pengerjaan yang teliti dan tidak tergesa-gesa.
pengerjaan yang teliti dan tidak tergesa-gesa.
5.2 Saran 5.2 Saran
1. Pahami job kerja sebelum melakukan praktikum. 1. Pahami job kerja sebelum melakukan praktikum. 2. Bekerja menggunaka APD ( Alat Pelindung Diri ) 2. Bekerja menggunaka APD ( Alat Pelindung Diri )
3. Perhatikan instruksi yang diberikan oleh instruktur guna memperlancar proses praktikum. 3. Perhatikan instruksi yang diberikan oleh instruktur guna memperlancar proses praktikum. 4. Apabila ada instruksi yang kurang jelas/kurang dimengerti segera tanyakan pada
4. Apabila ada instruksi yang kurang jelas/kurang dimengerti segera tanyakan pada instruktur.