• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

32 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di kelas IV SD Negeri Kutowinangun 08. SD Negeri Kutowinangun 08 ini beralamat di JL. CANDEN NO. 03 Kelurahan Kutowinangun Kecamatan Tingkir Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah.

4.2 Karakter Subyek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 08 Kota salatiga yang berjumlah 24 siswa dengan 13 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Pada umumnya siswa berasal dari desa setempat yang dapat di tempuh dengan jalan kaki dan dengan menggunakan kendaraan pembelajaran dimulai pukul 07.00 WIB samapai 12.10 WIB.

4.3 Pelaksanaan Tindakan 4.3.1 Kondisi Awal (Prasiklus)

Sebelum pelaksanaan siklus I dan siklus II, terlebih dahulu penulis melakukan observasi awal dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik siswa serta hambatan-hambatan yang dialami siswa pada proses belajar mengajar terutama pada mata pelajaran IPA. Prasiklus ini dilaksanakan pada hari selasa 9 febuari 2016 yang di ikuti oleh 24 siswa. Tahap pra siklus dilakukan untuk memperoleh data awal mengenai hasil belajar siswa mata pelajaran IPA materi perubahan kenampakan bumi dan benda langit. Data yang diperoleh pada tahap ini didapat melalui observasi.

Hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 08 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga belum diadakan tindakan masih banyak siswa yang hasil belajarnya belum tuntas. Ketuntasan klasikal belajar siswa kelas IV pada mata

(2)

pelajaran IPA hanya 46% dengan nilai rata-rata 60. Hal ini belum sesuai dengan tujuan yang akan dicapai pada setiap kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau jauh dari ketuntasan belajar pada mata pelajaran IPA yaitu ≥=65. Hasil belajar IPA selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.1.dibawah ini:

Tabel 4.1

Distribusi Nilai Hasil Belajar IPA Siswa Prasiklus

Rentang Jumlah Siswa Persentase Keterangan

40-50 3 12,5% Belum Tuntas 51-60 10 41,67% Belum Tuntas 61-70 4 16,67% Tuntas 71-80 7 29,16% Tuntas Jumlah 24 100% Tuntas 11 46% Belum tuntas 13 54% Rata-rata 65

Data tersebut tampak bahwa tingkat ketuntasan belajar sebelum diadakan tindakan sangat rendah. Nilai Kriteria Kentuntasan Minimal (KKM) adalah 65, ketuntasan klasikal hanya 45% dari 24 siswa dengan nilai rata-rata 65. Hal ini menunjukkan rendahnya hasil belajar IPA siswa pada pembelajaran Pra Siklus. Dari hasil analisis data tersebut dijadikan sebagai sempel penelitian. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus dan setiap siklus dilakukan 2 pertemuan.

4.3.2 Deskripsi Siklus I 1) Perencanaan

Berdasarkan hasil yang diperoleh pada tahap observasi yang sudah dilakukan di SDN Kutowinangun 08, peneliti bekerja sama dengan guru kelas 4 untuk melakukan diskusi mengenai materi pembelajaran serta metode picture and picture yang digunakan pada kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA. Sebelum melakukan kegiatan mengajar maka guru menyiapkan segala sesuatu yang

(3)

dapat menunjang proses pembelajaran siswa. Persiapan tersebeut meliputi hal-hal berikut:

1) Menentukan dan mempersiapkan materi atau bahan ajar IPA yang akan dipelajari.

2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pokok bahasan perubahan kenampakan bumi dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture pada mata pelajaran IPA.

3) Menyiapkan media pembelajaran.

4) Membuat daftar pengelompokkan siswa dengan membaginya menjadi 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 4 orang siswa.

5) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS), buku pelajaran, alat peraga yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran.

6) Membuat lembar pengamatan untuk memantau aktivitas guru dan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung.

7) Menyusun dan menyiapkan soal tes untuk siswa. Tes ini akan diberikan pada akhir siklus.

8) Menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan aktivitas guru dan siswa pada sat proses pembelajaran berlangsung.

9) Melakukan simulasi/latihan penerapan model pembelajaran picture and picture bersama teman sejawat. Hal ini dilakukan agar peneliti benar-benar terampil dan mahir dengan model pembelajaran tersebut.

2) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan rancangan tindakan yang telah disusun, berupa pembelajaran IPA dengan menggunakan model picture and picture. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan. Tindakan siklus I ini dilaksanakan pada minggu kedua maret. Siklus I ini dilakukan 2 kali pertemuan.

(4)

Pertemuan 1 siklus 1

Pertemuan I siklus I ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 8 maret 2016 di kelas IV SD Negeri Kutowinangun 08 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga dengan jumlah siswa 24. Pada pertemuan pertama dilaksanakan dengan materi perubahan kenampakan bumi. Pada kegitan awal guru mengondisikan siswa agar siap menerima pelajaran, kemudian guru melakukan apersepsi dengan menunjukkan gambar dan melakukan tanya jawab seputar kenampakan pada bumi, guru juga memberikan penjelasan tentang tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan manfaat yang akan diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran tersebut dan memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan hasil belajar pada materi perubahan kenampakan bumi.

Sebelum di kegiatan inti terlebih dahulu guru menjelaskan materi yang akan dipelajari, yaitu materi perubahan kenampakan bumi. Setelah itu, guru melaksanakan model pembelajaran picture and picture. Adapun langakah-langkah model pembelajaran picture and picture yang telah dilaksanakan guru yaitu, guru membagi siswa menjadi 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 4 orang siswa. Untuk membentuk kelompok guru menggunakan gambar buah yang dibagikan kepada setiap siswa secara acak, siapa yang mendapatkan buah yang sama harus berkumpul dengan kelompoknya, setelah itu guru memberikan gambar pada setiap kelompok, masing-masing kelompok berdiskusi untuk mengelompokkan gambar yang saling berkaitan, masing-masing perwakilan kelompok maju kedepan kelas untuk menjelaskan gambar yang sudah dipasang dan guru memberikan penguatan atas jawaban siswa. Kemudian setiap perwakilan kelompok maju kedepan untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan menempel hasil pekerjaannya di papan tulis. Setelah semua kelompok selesai membacakan hasil diskusinya guru memberikan konfirmasi terhadap hasil diskusi siswa yang sudah dikerjakan.

(5)

Pertemuan 2 siklus 1

Pertemuan ke 2 siklus 1 dilaksanakan pada hari sabtu 12 maret 2016. Pertemuan ke 2 tidak jauh beda dengan pertemuan sebelumnya. Sebelum melakukan pembelajaran guru mempersiapkan alat peraga dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran dan mengkondisikan siswa agar siap menerima pembelajaran. Guru bertanya kepada siswa tentang kesulitan pertemuan yang lalu. Guru menyampaikan tujuan yang akan di capai dari kegiatan pembelajara yang akan dilaksanakan.

Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi dan memberi contoh dampak dan cara mengatasi perubahan bumi akibat bencana alam. Setelah itu, guru melaksanakan model pembelajaran picture and picture. Adapun langakah-langkah model pembelajaran picture and picture yang telah dilaksanakan guru yaitu, guru membagi siswa menjadi 6 kelompok masih dalam kelompok yang sama yang telah dikelompokkan pada pertemuan pertama. Setelah itu guru memberikan gambar pada setiap kelompok, masing-masing kelompok berdiskusi untuk mengelompokkan gambar yang saling berkaitan, masing-masing perwakilan kelompok maju kedepan kelas untuk menjelaskan gambar yang sudah dipasang dan guru memberikan penguatan atas jawaban siswa. Kemudian setiap perwakilan kelompok maju kedepan untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan menempel hasil pekerjaannya di papan tulis. Setelah semua kelompok selesai membacakan hasil diskusinya guru memberikan konfirmasi terhadap hasil diskusi siswa yang sudah dikerjakan.

Pada kegiatan akhir guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Guru membagikan soal evaluasi kepada setiap siswa dan siswa diminta untuk mengerjakan soal secara individu. Hasil dari siklus I dapat di lihat pada tabel 4.2.

(6)

Tabel 4.2

Distribusi Nilai Hasil Belajar IPA Siswa Siklus I

Rentang Jumlah Siswsa Persentase Keterangan

50-60 6 33% Tidak Tuntas 61-70 4 9% Tuntas 71-80 6 25% Tuntas 81-90 8 33% Tuntas Jumlah 24 100% Tuntas 18 75% Tidak Tuntas 6 25% Rata-Rata 74 Keterangan:

Nilai rata siswa pada siklus 1 adalah 75 meningkat dibandinngkan rata-rata pra siklus yaitu 65. Jumlah siswa yang tuntas belajarnya pada siklus 1 meningkat menjadi 18 siswa, sementara pada prasiklus hanya 11 siswa. Tabel diatas menunjukkan bahwa perolehan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 08 dengan jumlah siswa yang nilainya >65 atau yang memenuhi KKM sudah terlihat meningkat.

3) Hasil Observasi

Pada setiap pertemuan kegiatan guru dalam meberikan materi pembelajaran diamati oleh observer. Pengamatan yang dilakukan dengan lembar observasi kegiatan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Secara umum dapat dikatakan pembelajaran siswa pertemuan siklus I kriteria cukup baik dapat dilihat pada tabel hasil observasi siswa di bawah ini:

(7)

Tabel 4.6

Hasil Penilaian Observasi

Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Siklus I

No AKTIVITAS GURU K C B

1. Guru Membuka pelajaran 

2. Guru memberikan apersepsi dan memberi momotivasi siswa

3. Penyajian materi 

4. Penjelasan materi 

5. Penerapan metode picture and picture 

6. Bimbingan terhadap siswa 

7. Pelaksanaan tugas kelompok dan evaluasi  8. Pelaksanaaan sesuai dengan alokasi waktu 

9. Penggunaan alat peraga 

10. Mengakhiri pembelajaran 

Tabel 4.7

Hasil Penilaian Observasi

Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Siklus I

NO AKTIVITAS SISWA K C B

1. Ketetarikan siswa dalam pembelajaran 

2. Perhatian siswa pada penjelasan materi 

3. Keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran  4. Kemampuan siswa membuat hipotesis  5. Keaktifan siswa dalam berdiskusi untuk

memecahkan masalah

 6. Kemampuan siswa dalam membuat laporan 

` Guru belum menguasai materi dan siswa sulit untuk membuat laporan sendiri. Selama pembelajaran siswa masih merasa takut untuk menanyakan kepada guru terhadap soal yang masih sulit dikerjakan sehingga didalam kelompok siswa masih ada yang belum mengerti.

(8)

4. Hasil Refleksi

Sebelum melakukan tindakan pada siklus 2 diadakan refleksi proses pembelajaran. Refleksi diadakan dengan melibatkan satu teman sejawat. Kegiatan refleksi bertujuan untuk mendapatkan kritik dan saran dari teman sejawat selaku observer, agar pada siklus dua hasil evaluasi pembelajaran mencapai targetyang telah ditentukan. Hasil refleksi tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Pertemuan pertama, kegiatan yang dilakukan guru masih kurang baik, peneliti terlihat tidak semangat sehingga siswa juga kelihatan tidak bersemangat dan pasif.

(2) Pertemuan kedua, guru dikatakan cukup baik dalam mengajar dan siswa mulai berinteraksi dengan guru dan teman sekitar. Siswa kelihatan sudah mulai senang dalam pembelajaran yang dilaksanakan.

(3) Ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 yaitu 75% siswa tuntas meningkat dibandingkan dengan ketuntasan belajar siswa sebelum diadakan tindakan yaitu 45%. Hasil belajar siswa siklus 1 belum sesuai dengan indikator keberhasilan dalam penelitian yaitu 80% siswa tuntas. Sehingga perlu ada perbaikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran picture and picture pada siklus 2.

4.3.3 Deskripsi Siklus II 1) Perencanaan

Sebelum melakukan kegiatan mengajar maka guru menyiapkan segala sesuatu yang dapat menunjang proses pembelajaran siswa. Persiapan tersebeut meliputi hal-hal berikut:

1)Menentukan dan mempersiapkan materi atau bahan ajar IPA yang akan dipelajari.

(9)

2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan pokok bahasan perubahan kenampakan bumi dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture pada mata pelajaran IPA.

3) Menyiapkan media pembelajaran.

4) Membuat daftar pengelompokkan siswa dengan membaginya menjadi 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 4 orang siswa.

5) Membuat Lembar Kerja Siswa (LKS), buku pelajaran, alat peraga yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran.

6) Membuat lembar pengamatan untuk memantau aktivitas guru dan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung.

7) Menyusun dan menyiapkan soal tes untuk siswa. Tes ini akan diberikan pada akhir siklus.

8) Menyiapkan kamera untuk mendokumentasikan aktivitas guru dan siswa pada sat proses pembelajaran berlangsung.

9) Melakukan simulasi/latihan penerapan model pembelajaran picture and picture bersama teman sejawat. Hal ini dilakukan agar peneliti benar-benar terampil dan mahir dengan model pembelajaran tersebut.

2) Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan merupakan penerapan rancangan tindakan yang telah disusun, berupa pembelajaran IPA dengan menggunakan model picture and picture. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan. Tindakan siklus 2 ini dilaksanakan pada minggu ketiga maret. Siklus 2 ini dilakukan 2 kali pertemuan.

Pertemuan 1 siklus II

Pertemuan I siklus II ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 22 maret 2016 di kelas IV SD Negeri Kutowinangun 08 Kecamatan Tingkir Kota Salatiga dengan jumlah siswa 24. Pada siklus II materi yang diajarkan berbeda dengan siklus I siklus

(10)

II dilaksanakan dengan materi perubahan kenampakan benda langit. Pada kegitan awal guru mengondisikan siswa agar siap menerima pelajaran, kemudian guru melakukan apersepsi dengan menunjukkan gambar dan melakukan tanya jawab seputar benda-benda langit, guru juga memberikan penjelasan tentang tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dan manfaat yang akan diperoleh siswa setelah mengikuti pembelajaran tersebut dan memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkatkan hasil belajar pada materi perubahan kenampakan benda langit.

Sebelum di kegiatan inti terlebih dahulu guru menjelaskan materi yang akan dipelajari, yaitu materi perubahan kenampakan benda langit. Setelah itu, guru melaksanakan model pembelajaran picture and picture. Adapun langakah-langkah model pembelajaran picture and picture yang telah dilaksanakan guru yaitu, guru membagi siswa menjadi 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 4 orang siswa. Untuk membentuk kelompok guru menggunakan cara yang berbeda dari siklus I.

Pada 1 siklus 2 guru membagikan kelompok menggunakan gambar tetapi disiklus II ini guru membagikan kelompok menggunakan cokelat. Siapa yang mendapatkan cokelat yang sama harus berkumpul dengan kelompoknya, setelah itu guru memberikan gambar pada setiap kelompok, masing-masing kelompok berdiskusi untuk mengelompokkan gambar yang saling berkaitan, masing-masing perwakilan kelompok maju kedepan kelas untuk menjelaskan gambar yang sudah dipasang dan guru memberikan penguatan atas jawaban siswa. Kemudian setiap perwakilan kelompok maju kedepan untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan menempel hasil pekerjaannya di papan tulis. Setelah semua kelompok selesai membacakan hasil diskusinya guru memberikan konfirmasi terhadap hasil diskusi siswa yang sudah dikerjakan.

(11)

Pertemuan 2 siklus II

Pertemuan ke 2 siklus II dilaksanakan pada hari sabtu 26 maret 2016. Pertemuan ke 2 tidak jauh beda dengan pertemuan sebelumnya. Sebelum melakukan pembelajaran guru mempersiapkan alat peraga dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran dan mengkondisikan siswa agar siap menerima pembelajaran. Guru bertanya kepada siswa tentang kesulitan pertemuan yang lalu. Guru menyampaikan tujuan yang akan di capai dari kegiatan pembelajara yang akan dilaksanakan.

Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi perubahan kenampakan benda langit. Setelah itu, guru melaksanakan model pembelajaran picture and picture. Adapun langakah-langkah model pembelajaran picture and picture yang telah dilaksanakan guru yaitu, guru membagi siswa menjadi 6 kelompok masih dalam kelompok yang sama yang telah dikelompokkan pada pertemuan pertama. Setelah itu guru memberikan gambar pada setiap kelompok, masing-masing kelompok berdiskusi untuk mengelompokkan gambar yang saling berkaitan, masing-masing perwakilan kelompok maju kedepan kelas untuk menjelaskan gambar yang sudah dipasang dan guru memberikan penguatan atas jawaban siswa.Kemudian setiap perwakilan kelompok maju kedepan untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan menempel hasil pekerjaannya di papan tulis. Setelah semua kelompok selesai membacakan hasil diskusinya guru memberikan konfirmasi terhadap hasil diskusi siswa yang sudah dikerjakan. Pada kegiatan akhir guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Guru membagikan soal evaluasi kepada setiap siswa dan siswa diminta untuk mengerjakan soal secara individu. Hasil dari siklus I dapat di lihat pada tabel 4.2.

(12)

Tabel 4.5

Distribusi Nilai Hasil Belajar IPA Siswa Siklus II

Rentang Jumlah Siswsa Persentase Keterangan

50-60 3 12% Tidak Tuntas 61-70 5 21% Tuntas 71-80 6 25% Tuntas 81-90 10 42% Tuntas Jumlah 24 100% Tuntas 21 87% Tidak Tuntas 3 13% Rata-Rata 77 Keterangan:

Nilai rata siswa pada siklus 2 adalah 77 meningkat dibandinmgkan rata-rata siklus 1 yaitu 75. Jumlah siswa yang tuntas belajarnya pada siklus 2 meningkat menjadi 21 siswa, sementara pada siklus 1 hanya 18 siswa. Tabel diatas menunjukkan bahwa perolehan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Kutowinangun 08 dengan jumlah siswa yang nilainya >65 atau yang memenuhi KKM sudah meningkat.

3) Observasi

Pada setiap pertemuan kegiatan guru dalam meberikan materi pembelajaran diamati oleh observer. observer melakukan pengamatan selama proses pembelajaran pengamatan itu meliputi kinerja guru, aktivitas siswa dan hasil belajar IPA siswa dan memberi penilaian terhadap proses pembelajran. Secara umum dapat dikatakan pembelajaran siswa pertemuan siklus II Baik dapat dilihat pada tabel hasil observasi siswa di bawah ini.

(13)

Tabel 4.6

Hasil Penilaian Observasi

Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Siklus II

No AKTIVITAS GURU K C B 1. Membuka pelajaran  2. Momotivasi siswa  3. Penguasaan materi  4. Penyajian materi  5. Metode 

6. Bimbingan terhadap siswa 

7. Pelaksanaan tugas kelompok dan evaluasi  8. Pelaksanaaan sesuai dengan alokasi waktu 

9. Penggunaan alat peraga 

10. Mengakhiri pembelajaran 

Tabel 4.7

Hasil Penilaian Observasi

Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Siklus II

NO AKTIVITAS SISWA K C B

1. Ketetarikan siswa dalam pembelajaran 

2. Perhatian siswa pada penjelasan materi 

3. Keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran 

4. Kemampuan siswa membuat hipotesis 

5. Keaktifan siswa dalam berdiskusi untuk memecahkan masalah

 6. Kemampuan siswa dalam membuat laporan 

4) Hasil Refleksi

Pada siklus 2 diadakan refleksi proses pembelajaran. Refleksi diadakan dengan melibatkan satu teman sejawat. Kegiatan refleksi bertujuan untuk mendapatkan kritik dan saran dari teman sejawat selaku observer, agar pada

(14)

siklus dua hasil evaluasi pembelajaran mencapai targetyang telah ditentukan. Hasil refleksi tersebut adalah sebagai berikut:

(1) Pertemuan pertama, kegiatan yang dilakukan peneliti sudah cukup baik, tetapi masih ada sedikit kekurangan pada siswa ketika membuat laporan, siswa masih dibimbing oleh guru sehingga perlu adanya perbaikan di pertemuan ke 2.

(2) Pertemuan kedua, guru sudah baik dalam mengajar dan siswa sudah bisa membuat laporan sendiri.

(3) Ketuntasan belajar siswa pada siklus 2 yaitu 87% siswa tuntas meningkat dibandingkan dengan ketuntasan belajar siswa sebelum diadakan tindakan yaitu 45%. Hasil belajar siswa siklus 2 sudah mencapai indikator keberhasilan dalam penelitian yaitu 80% siswa tuntas. Sehingga tidak perlu ada perbaikan lagi untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran picture and picture.

4.4 Hasil Penelitian

4.4.1 Hasil Kegiatan Guru dalam Menerapkan Metode Picture and Picrture Data yang diperoleh dari pengamatan dalam penelitian ini meliputi hasil pembelajaran dan kegiatan pembelajaran baik dari siklus 1 dan siklus 2 sebagai berikut:

1) Hasil pengamatan kegiatan mengajar guru dengan metode picture and picture. Setelas diamati oleh oibserver aktivitas guru dalam mengajar dengan menggunakan metode picture and picture diperoleh guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kisi-kisi pembelajaran metode picture and picture.

(15)

2) Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Setelah diamati dan dicatat oleh peneliti mengenai hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri pada pelajaran IPA pokok bahasan Perubahan Kenampakan Bumi dan Benda Langit data seperti pada tabel dibawah ini:

Tabel. 4.8

Perbandingan Persentase Kenaikan Ketuntasan Belajar Siswa Prasiklus, Siklus 1, dan Siklus 2

No Nilai Prasiklus Siklus I Siklus II

Jumlah Siswa (%) Jumlah Siswa (%) Jumlah Siswa (%) 1 Tuntas 11 46% 18 75% 21 87% 2 Belum Tuntas 13 54% 6 25% 3 13% Jumlah 24 100% 24 100% 24 100%

Dari tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa terdapat kenaikan sebanyak 29% dari jumlah siswa yang tuntas belajarnya pada siklus 1 dari ketuntasan prasiklus, sedangkan siklus 2 ketuntasan belajar naik 12% dari siklus 1. Dapat dikatakan dalam pembelajaran IPA kelas IV bahasan Perubahan Kenampakan Bumi dan Benda Langit, didapatkan hasil bahwa ketuntasan belajar siswa naik.

Hasil belajar sesudah diadakan tindakan mengalami peningkatan dari jumlah siswa yang tuntas prasiklus 13 siswa, siklus 1 meningkat menjadi 18 siswa dan meningkat lagi pada siklus 2 yaitu 21 siswa. Secara otomatis jumlah siswa yang belum tuntas semakin berkurang jumlahnya. Nilai rata-rata kelas siswa juga mengalami peningkatan yaitu prasiklus hanya 65 dengan ketuntasan klasikal 46% meningkat pada siklus 1 menjadi 75 dengan ketuntasan klasikal 75% dan meningkat lagi pada siklus 2 yaitu 77 dengan ketuntasan klasikal 87%. Ketuntasan belajar dan rata-rata nilai siswa kelas IV pada siklus 2 sudah sesuai dengan Indikator Kinerja

(16)

yang ditetapkan dalam penelitian ini yaitu ketuntasan klasikal siswa adalah 75% dengan nilai rata-rata 74. Terjadinya hipotesis tindakan dalam penelitian ini membuktikan bahwa metode picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

4.4.2 Hasil Belajar

Pengertian hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah melaksanakan pengalaman belajarnya. Dari analisis didapat perbandingan peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari tabel 4.4 dibawah ini:

Tabel. 4.9

Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Kutowinangun 08 Prasiklus, Siklus 1dan Siklus 2

Nilai Tuntas Tidak tuntas Rata-rata

Prasiklus 11 13 65

Siklus 1 18 6 75

Siklus 2 21 3 77

Keterangan:

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa sebelum tindakan kelas dilaksanakan mengalami peningkatan dari nilai rata-rata 65 dengan ketuntasan klasikal 46% dan setelah dilaksanakan tindakan dengan metode picture and picture dalam pembelajaran nilai rata-rata siklus 1 menjadi 74 dengan ketuntasan klasikal 75%, sedangkan pada siklus 2 nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 77 dengan ketuntasan klasikal mencapai 87% dan semua nilai individu siswa kelas IV mengalami peningkatan.

4.5 Pembahasan

Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas 4 SDN Kutowinangun 08 semester II tahun ajaran 2015/2016. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Kutowinangun 08 Salatiga Semester II tahun ajaran

(17)

2015/2016. Jumlah siswa kelas 4 adalah 24 siswa, terdiri dari 13 laki-laki dan 11 perempuan. Penelitian ini dalam 2 siklus, setiap siklus berlangsung 2 kali pertemuan. Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa masih rendah, hal ini disebabkan oleh selama siswa mengikuti pelajaran tidak fokus ke pelajaran, beberapa siswa memiliki kemampuan dibawah rata-rata, ada juga siswa yang senang mengejek temannya ketika tidak bisa menjawab, dan ada siswa yang belum paham tetapi malu untuk bertanya, serta guru dalam mengajar kurang menggunakan model dan alat peraga.

Melihat hal itu maka diadakan tindakan dengan bekerjasama dengan guru kelas yang telah direncanakan pada siklus 1. Penilaian dalam penelitian ini menggunakan dua cara yaitu secara tes dan non tes. Teknik tes untuk mengukur aspek kognitif siswa berupa 20 soal pilihan ganda pada siklus 1. Teknik non tes yaitu aspek psikomotorik dan aspek afektif. Pelaksanaan siklus 1 dimulai oleh guru yaitu dnegan membrikan salam, mengecek kehadiran siswa, melakukan kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Sedangkan aktivitas siswa yaitu maju kedepan kelas dan menjawab pertanyaan dari guru. Siswa sudah mampu melakukan persentasi dengan baik.

secara keseluruhan yang dilakukan oileh guru maupun siswa di siklus 1 dalam penggunaan metode picture and picture sudah baik. perolehan hasil belajar IPA melalui metode picture and picture pada siklus sebanyak 18 siswa (75%) mengalami ketuntasan dan sebanyak 6 siswa (25%) mengalami ketidaktuntasan. Pembelajaran IPA belum mencapai tujuan yang diharapkan guru, sehingga perlu dilaksanakan pembelajaran di siklus 2.

Secara keseluruhan pada siklus 2, baik dari guru maupaun siswa sudah melaksanakan penerapan metode picture and picture. Guru sudah mulai menyiapkan tahap persiapan kesiapan ruang, materi, alat peraga, media pembelajaran, kesiapan siswa, member salam, apersepsi dan tujuan pembelajaran. Siswa sangat bagus dan tertib selama mengikuti pelajaran, semua

(18)

siswa terlihat benar-benar fokus memperhatikan guru dan sudah fokus pada pelajaran, hal ini terbukti dari ketika guru bertanya, siswa menjawab dan banyak yang aktif dan antusias menjawab. Perolehan hasil belajar IPA melalui metode picture and picture pada siklus 2 sabanyak 21 siswa (87%) mengalami ketuntasan.

Perbedaan penelitian yang dilakukan antara penelitian sebelumnya dengan Metode pembelajaran picture and picture siswa kelas 4 SD Negeri 17 Kota Bengkulu yang dilakukan oleh Feny Noviyanti dan metode pembelajaran picture and picture terhadap hasil belajar IPA kelas 4 SD Negeri 237 Atue Kabupaten Luwu Timur yang dilakukan oleh Deden M. La Ode, dengan penelitian ini adalah peneliti hanya menggunakan dan menerapkan metode pembelajarannya saja tanpa menambah standar proses yang lain. Langkah-langkah metode pembelajaran picture and picture dimodifikasi dengan standar proses yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Dalam penelitian ini KKM sama dengan KKM sekolah. Dalam penelitian ini KKM yang ditetapkan 65. Hasil penelitian picture and picture sudah dipastikan dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Pada penelitian ini peneliti terjun langsung dalam dalam penerapan metode picture and picture sehingga langkah-langkah pembelajaran dapat diterapkan dengan maksimal. Karena guru belum terbiasa memenggunakan metode picture and picture maka hal ini dapat menjadi alternatif pembelajaran oleh guru. Selain itu, sekolah juga dapat memberikan dorongan yang maksimal dan motivasi yang maksimal untuk guru menggunakan serta menerapkan model pembelajaran yang digunakan oleh peneliti. Untuk siswa juga diharapkan dapat berubah dalam proses pembelajaran, yaitu menjadi aktif dan semangat. Dengan adanya penelitian ini memberikan implikasi baik secara teoritis maupun praktis.

(19)

1. Implikasi Teoritis

Setelah menggunakan metode picture and picture dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini dapat melengkapi dari penelitian sebelumnya. Penerapan metode picture and picture disesuaikan dengan standar proses (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi). Dalam menerapkan metode picture and picture yaitu guru menampilkan gambar terlebih dahulu, yang berisi urutan materi yang akan dijelaskan oleh guru. Kemudian guru menerapkan kegiatan picture and picture yaitu guru guru membagi siswa dalam beberapa kelompok setiap kelompok terdiri dari 4 orang anak, guru membagikan gambar yang telah di potong-potong kepada setiap kelompok, setelah itu setiap kelompok menyusun gambar tersebut menjadi urutan yang logis dan yang terakhir setiap perwakilan kelompok maju kedepan untuk mempersentasikan hasil kelompoknya dan menempel hasil nya dipapan tulis.

2. Implikasi Praktis

Pembelajaran dengan menerpakan picture and picture ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa yang semula tidak tuntas setelah diadakan penelitian tindakan kelas menggunakan metode picture and picture menjadi tuntas melalui 2 siklus yaitu tahap siklus 1 dan siklus 2. Sehingga metode picture and picture dapat digunakan sebagai salah satu cara meningkatkan hasil belajar. Penerapan picture and

picture dilakukan dengan cara guru menampilkan banyak gambar dan pada

pembelajaran picture and picture guru mrmbagi siswa menjadi beberapa kelompok, guru membagikan potongan-potongan gambar kepada setiap kelompok dan setiap kelompok menyusun gambar tersebut menjadi urutan yang logis, yang terakhir siswa mempersentasikan hasil gambar tersebut didepan kelas dan menempelkan hasilnya di Papan tulis.

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa jenis spons kelas Demospongiae memiliki distribusi yang luas yaitu pada habitat padang lamun di rataan terumbu hingga habitat terumbu karang pada kedalaman 7 meter hingga

Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka ditarik kesimpulan dalam penelitian ini guna menjawab rumusan dan hipotesis

Dalam penelitian ini menggunakan metode regresi data panel dimana metode ini merupakan gabungan dari cross section dan time series yang bertujuan untuk mengetahui

Hasil dari wawancara kepada responden mengenai pengetahuan nelayan terhadap larangan penggunaan alat tangkap Dogol (Pukat hela) yang terdapat pada Peraturan Menteri

Perusahaan Tekstil & Garmen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) No PERUSAHAAN KODE KRITERIA PENENTUAN SAMPEL EMITEN 1 2 3 1

Kitosan memiliki gugus amin/NH yang reaktif dan gugus hidroksil yang banyak serta kemampuannya membentuk gel, maka kitosan dapat berperan sebagai komponen reaktif,

Pada penelitian ini produksi bioinsektisida dilakukan dengan cara kultivasi media padat untuk mengkaji pengaruh ketebalan substrat terhadap pertumbuhan sel, terbentuknya spora

Puji syukur dan rasa hormat serta terima kasih terdalam penulis dipersembahkan kepada kedua orang tua, Toto Widiyanto dan Sri Budiani yang senantiasa selalu memberikan