JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART. CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Bn) IHSG LQ

12 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Pa ge s | 1 of 12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research

Daily Report

valbury

13 January 2012 PT Valbury Asia Securities

HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Perspektif teknikal bagi iHSG dalam pekan ini mengindikasikan bearish pattern, seperti tercermin dari leading indikator. Indikator MACD menunjukan sinyal bearish bagi IHSG. Demikian dengan indicktor stochatics IHSG mengindikasikan pola downtrend. Range IHSG sepekan 3792-3954.

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE CHANGE VOLUME (Mn) VALUE (Bn)

IHSG 3909.497 -0.143 6156 4402.88

LQ-45 689.894 -1.629 1235 2510.63

MARKET REVIEW

MARKET

VIEW

Setelah bergerak fluktuatif di sepanjang perdagangan kemarin, akhirnya indeks berhasil ditutup pada zona negatif bersamaan dengan pelemahan bursa saham Asia. IHSG tercatat melemah tipis sebesar 0,143 poin (0,004%) ke level 3.909,497 dari posisi sebelumnya pada level 3.909,64. Pergerakan pasar saham mayoritas masih dipengaruhi oleh perkembangan faktor global yang diawali dari pelemahan bursa AS pada perdagangan sebelumnya waktu setempat. Pasar masih mengantisipasi perkembangan terakhir mengenai penyelesaian krisis utang Eropa dan menunggu hasil lelang obligasi Italia dan Perancis. Dari Eropa, Italia menghadapi ancaman signifikan atas penurunan peringkat utang pada akhir bulan ini oleh Fitch Rating yang dikarenakan negara tersebut tidak memiliki upaya untuk mengatasi krisis. Fitch juga memperingatkan mengenai kemungkinan kolapsnya Eropa apabila tidak ada langkah nyata dari Bank Sentral Eropa. Dari Asia, inflasi tahunan China turun ke level 4,1% pada bulan Desember 2011, yang merupakan tingkat terendah dalam 15 bulan. Angka CPI (MoM) juga tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 62,29 poin (0,74%) ke level 8.385,59 dari posisi sebelumnya pada level 8.447,88 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 56,56 poin (0,3%) ke level 19.095,38 dari posisi sebelumnya pada level 19.151,94. Sedangkan bursa saham Eropa bergerak menguat hingga diatas 2%. Dari domestik, rapat Dewa Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada level 6%. Sektor perdagangan tercatat variatif dan asing mencatatkan net sell sebesar Rp35 miliar. Saham TiPhone Mobile Indonesia (TELE) sempat mencatatkan penguatan sebesar 22,5% pada hari pertama perdagangannya kemarin. Sektor perkebunan menjadi sektor yang mencatatkan penguatan tertinggi mencapai 1,542% yang dipimpin oleh kenaikkan saham AALI sebesar 2,3%. Sedangkan sektor perdagangan menjadi sektor yang mencatatkan pelemahan terbesar mencapai 0,342% yang dipimpin oleh saham UNTR yang turun 3,5%.

Prediksi IHSG pada perdagangan saham akhir pekan ini kembali akan bergerak mixed, namun berpeluang melemah. Sejumlah sentimen negatif yang membayangi pergerakan indeks tetap didominasi pengaruh dari Eropa dan AS. Sejumlah faktor diperkirakan memiliki dampak bagi pergerakan indeks IHSG, antara lain; kabar mengenai pemerintah Yunani tengah melakukan diskusi dengan para pemegang obligasi. Dimana pasar akan menyikapi hal ini menjadi positif apabila menghasilkan keputusan berupa adanya dukungan untuk pengurangan beban utang sehingga Yunani dapat meraih bailout kedua dari lembaga donor. Meski, hasil dari pertemuan tersebut pesimis dapat meyakinkan para pemegang obligasi. Sementara itu, IMF tetap meminta pemerintah Yunani untuk menyediakan dana agar lembaga ini dapat meningkatkan kontribusi dalam menyediakan dana talangan. Dari Italia mengenai regulator bursa Italia yang melanjutkan larangan short selling saham hingga enam pekan ke depan. Larangan itu dilakukan untuk saham sektor perbankan dan asuransi. Kebijakan ini bersamaan dengan perbankan Eropa yang harus meningkatkan modal. Sentimen lain, menyikapi hasil lelang obligasi pemerintah Italia dan Spanyol. Spanyol melelang obligasi 3-4 miliar euro atau setara dengan US$3,8 miliar hingga US$5,08 miliar untuk jangka waktu 3 tahun. Sedangkan Italia melelang obligasi jangka waktu 12 bulan. Lelang ini akan menunjukkan dua negara teringgi beban utangnya di Eropa sehingga dapat mempengaruhi kepercayaan pasar. Selain itu, pasar menantikan hasil keputusan lembaga rating Fitch yang akan memapaparkan prospek kredit Eropa. Dari dalam negeri berupa rilis data ekonomi mengenai suku bunga BI rate. BI memutuskan untuk menahan tingkat suku BI rate di angka 6%. Karena, BI menilai tingkat suku bunga ini masih bisa digunakan untuk menahan krisis global. BI perkirakan angka inflasi akan bergerak di angka 4,5% plus minus satu, sedangkan pertumbuhan ekonomi di kuartal satu 2012 akan berada di 6,5%.

• INDY bidik USD 150 juta dari penjualan saham PTRO • Biaya eksplorasi BRAU capai USD 1,26 juta

• GEMS raih kontrak 4 juta ton • Mount Charlotte beli saham BTEL • GZCO beli saham 28% Golden Blossom • PNLF lepas saham Panin Life USD 200 juta • PNLF beli saham PNBN

• RUIS incar kontrak Rp 1,3 triliun

• Sinarmas Land siapkan capex Rp 3,25 triliun

• SSIA akan menambah izin lahan industri baru 1.000 hektar • CTRA catat marketing sales Rp 3,62 triliun sepanjang 2011 • CTRP mulai bangun mega Ciputra World 2 di CBD DR Satrio • TELE akan akuisisi 3 perusahaan selular di 1H2012

• TELE revisi target pendapatan di 2012 jadi Rp 11 triliun • FREN rencana reverse stock belum disetujui pemegang saham • BTEL akan luncurkan layanan seluler pada 2Q2012

• CTRP siapkan Rp800 miliar untuk bujet hotel • Dua investor jajaki saham GIAA

• GIAA pastikan Garuda Maintanance Facility tidak akan IPO di 2012 • GIAA akan lunasi utang USD 131 juta tahun ini

• BMRI perluas bisnis ke Singapura

Support level Resistance level Major trend Minor trend 3894/3879/3866 3922/3934/3949 Down Up

(2)

Pa ge s | 2 of 12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research

Daily News

*

PT Valbury Asia Securities 13 Januari 2012

Indika Energy (INDY) menargetkan perolehan dana sebesar

USD 150 juta dari pelepasan kembali (refloating) saham Petrosea (PTRO). Penjualan saham minimal 16,6% tersebut dijadwalkan selesai akhir Januari 2012. INDY telah menunjuk Citi dan Macquarie untuk memfasilitasi penjualan sebagian saham anak usahanya tersebut. Sesuai rencana, masa penawaran akan berlangsung hingga 19 Januari 2012.

Berau Coal Energy (BRAU) menjelaskan kegiatan eksplorasi

pada bulan Desember 2011 mencapai USD 1,26 juta dari anggaran USD 1,22 juta. Untuk tahun 2011, perseroan menganggarkan biaya eksplorasi mencapai USD 11,04 juta, namun realisasi penggunaan anggaran tersebut sebesar USD 9 juta. Perseroan melakukan analisa kualitas sampel core batubara, pemboran geologi dan penyelidikan geofisika.

Golden Energy Mines (GEMS) telah memperoleh kontrak

penjualan batubara sebanyak 4 juta ton atau sekitar 40% dari target penjualan tahun ini 10 juta ton. Sementara itu, perseroan juga tengah bernegosiasi dengan sejumlah calon pembeli untuk menjual 4 juta ton batubara lainnya. Adapun harga jual rata-rata batubara GEMS tahun ini diperkirakan sebesar USD 65-75 per ton. Mount Charlotte telah membeli 15% saham Bakrie Telecom (BTEL) dari Bakrie & Brothers (BNBR) senilai Rp 1,46 triliun. Mount Charlotte mengakuisisi 4,3 miliar saham BTEL pada harga Rp 340/saham. Mount Charlotte fokus pada investasi di sektor telekomunikasi, media, dan teknologi di Asia Tenggara.

Gozco Plantations (GZCO) membeli 28% saham Golden

Blossom Sumatera (GBS) milik Bravissimo Ventures Inc senilai Rp 176 miliar. Setelah pembelian saham, kepemilikan saham GZCO pada GBS naik menjadi 95%. Perseroan menyiapkan belanja modal sebesar Rp 350 miliar pada 2012 untuk perawatan tanaman dan penanaman baru. Pada 2012, GZCO akan menambah luas lahan tertanam sebesar 6-7 ribu ha. Perseroan menargetkan pembangunan pabrik pengolahan minyak sawit mentah selesai tahun ini.

Panin Financial (PNLF) dikabarkan berencana melepas 40%

saham anak usahanya, Panin Life, senilai USD 200 juta. Penjualan saham akan dilakukan melalui lelang yang rencananya dilakukan pada kuartal I-2012. Penjualan saham juga meliputi perjanjian untuk menjual produk asuransi melalui Bank Panin. Sedikitnya 2 perusahaan asuransi Jepang dikabarkan berniat membeli saham Panin Life.

Panin Financial (PNLF) membeli 62,5 juta saham Bank Panin

(PNBN) milik Panin Life pada harga Rp 800/saham. Pembelian saham ini membutuhkan dana Rp 50 miliar. Transaksi tersebut merupakan tindak lanjut dari penawaran umum terbatas VII atau rights issue yang telah dilakukan.

Radiant Utama Interinsco (RUIS) menargetkan perolehan

kontrak Rp 1,3 triliun pada 2012, meningkat 18% dibandingkan tahun lalu sekitar Rp 1,1 triliun. Kontrak terbesar berasal dari Santos untuk mobile offshore production unit, dengan nilai kontrak mencapai USD 90 juta dan akan berakhir pada 2017. Sedangkan kontrak lainnya adalah manpower supply dari Total E&P Indonesia selama 3 tahun senilai Rp 300 miliar. Laba bersih ditargetkan mencapai Rp 44 miliar atau naik 214% dibandingkan proyeksi 2011 Rp 13-14 miliar.

Sinarmas Land, induk usaha Bumi Serpong Damai (BSDE),

Duta Pertiwi (DUTI), dan Sinarmas Land Singapore,

mengalokasikan belanja modal mencapai Rp 3,25 triliun. Perseroan akan membelanjakan 40% capex untuk akuisisi lahan di kawasan Jabodetabek. Selain itu, capex dialokasikan untuk pembebasan lahan, pembangunan infrastruktur pendukung properti, pembangunan proyek perumahan.

Surya Semesta Internusa (SSIA) berencana mengekspansi

kawasan industrinya dengan menambah izin lahan industri baru sekurang-kurangnya 1.000 hektar. Pendanaan menggunakan kas internal dan pembiayaan dari luar. Perseroan mengkaji beberapa opsi untuk mendapatkan pendanaan eksternal, yaitu penerbitan saham (preemptive atau non-preemptive) atau penerbitan obligasi.

Ciputra Development (CTRA) mencatat marketing sales Rp 3,62

triliun sepanjang 2011, atau mengalami kenaikan 111% YoY atau melebihi target yang ditetapkan sebelumnya Rp 3,18 triliun. Pencapaian itu tidak lepas dari peluncuran 9 proyek baru yang terlaksana sepanjang 2011. Proyek baru memberi kontribusi Rp 1,11 triliun atau 30% dari total marketing sales tahun 2011.

Ciputra Property (CTRP) mulai membangun proyek mega

Ciputra World Jakarta 2 dengan total investasi sebesar Rp 3,3 triliun di kawasan Central Business District (CBD) DR Satrio, Jakarta Selatan. Dua proyek awal adalah menara kondominium dan serviced apartment. Pembangunan dua menara tersebut diperkirakan menelan dana investasi sekitar Rp 1,1 triliun. Namun pemasaran kondominium menara pertama sudah dimulai sejak Desember 2011 dan target penjualan hingga 100% pada triwulan I 2012 telah tercapai.

Ciputra Properti (CTRP) berencana membangun 20 bujet hotel

dalam 3 tahun mendatang dengan nilai investasi mencapai Rp800 miliar. Dana akan diambil dari kas internal dan pra penjualan serta jika diperlukan akan diperoleh dari pinjaman perbankan. Bujet hotel tersebut telah dipersiapkan perseroan mulai tahun ini dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2014. Beberapa lokasi yang dipilih untuk pembangunan hotel bujet tersebut diantaranya Bandung, Yogyakarta, Semarang, Kalimantan, dan Sumatera. Selain bujet hotel, perseroan juag akan fokus pada pengembangan proyek superblok Ciputra World I dan II. Untuk itu perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp1 triliun pada tahun ini.

Ti-phone Mobile Indonesia (TELE) akan mengakuisisi 3

perusahaan bisnis selular dan voucher pulsa di semester I 2012. Perseroan menyiapkan total dana Rp 400 miliar-Rp 500 miliar dari kas internal yang dianggarkan 2012. Sisanya perseroan tengah menjajaki pinjaman perbankan. Perseroan telah melakkukan pendekatan dengan 5 bank, diantaranya adalah Bank Mandiri (BMRI), bank Central Asia (BBCA), Bank International Indonesia (BNII), Cimb Niaga (BNGA), Bank Permata (BNLI). Bank-bank tersebut siap membentuk sindikasi dalam pembiayaan kepada phone. Dengan penambahan perusahaan baru melalui akuisisi, Ti-phone menaikkan target pendapatan menjadi Rp 11 triliun dari sebelumnya Rp 8 triliun, dan aset perseroan akan bertambah maksimal Rp 1,5 triliun, dari posisi saat ini Rp 500 miliar.

TiPhone Mobile Indonesia (TELE) merevisi target pendapatan

tahun 2012 dari semula Rp 8 triliun menjadi Rp 11 triliun. Peningkatan target pendapatan sejalan dengan rencana perseroan

(3)

Pa ge s | 3 of 12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research

untuk mengakuisisi 3 perusahaan tahun 2012. Perseroan menyiapkan dana akuisisi Rp 400—Rp 500 miliar. Proforma diproyeksikan perusahaan yang diakuisisi bisa menyumbang pendapatan tambahan Rp 3 triliun. Diharapkan proses akuisisi bisa selesai semester I 2012. Perusahaan yang diakusisi bergerak di sektor penjualan voucher dan produsen telepon genggam.

Smartfren Telecom (FREN) belum mendapatkan persetujuan

dari pemegang sahamnya untuk melaksanakan penggabungan nominal saham (reverse stock) dalam RUPSLB pada 12/01/12. RUPSLB harus ditunda karena Bapepam-LK meminta perseroan untuk melengkapi dokumen pelaksanaan rencana tersebut. Smartfren berencana melaksanakan reverse stock dengan rasio 20:1 sehingga berpotensi meningkatkan nominal sahamnya dari saat ini Rp 50 per saham menjadi Rp 1.000 per saham.

Bakrie Telecom (BTEL) akan meluncurkan layanan seluler pada

kuartal II 2012. Oleh karena itu perseroan segera melakukan uji laik operasi (ULO) untuk mendapatkan izin penyelenggaraan layanan seluler dari pemerintah. Perusahaan menargetkan proses ULO rampung pada akhir Januari dan mendapatkan izin penyelenggaraan pada Februari.

Bank Niaga (BNGA) menargetkan pertumbuhan kredit 2012

sebesar 20%-25% atau lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata industri, namun target tersebut masih bergantung pada kondisi ekonomi global khususnya kondisi Eropa. Bilamana kondisi krisis Eropa belum juga membaik maka kemungkinan manajemen perseroan akan merevisi target tersebut.

Setelah mendapatkan izin untuk membuka cabang di Shanghai, China, dan Kuala Lumpur, Malaysia, Bank Mandiri (BMRI) berencana untuk memperluas layanan di Singapura melalui penambahan cabang dan pembukaan layanan anjungan tunai mandiri, serta izin operasional penuh. Perseroan akan meminta kepada otoritas perbankan di Singapura untuk memperluas izin bagi BMRI.

Garuda Indonesia (GIAA) akan melunasi utang senilai USD 131

juta pada 2012. Perseroan akan melunasi utang yang sedang berjalan seperti export credit agency (ECA), pinjaman club deal Citibank dan UBS, serta Indoexim bank. Hingga akhir 2011, total utang perseroan mencapai USD 513 juta dibandingkan periode sama sebelumnya USD 476 juta. Perseroan akan menganggarkan belanja modal senilai Rp 1,43 triliun belum termasuk untuk anak usaha pada 2012. Sementara untuk 2012 manajemen GIAA menargetkan penjualan sebesar Rp32,7 triliun atau naik 21% dari tahun lalu yang mencapai Rp27,1 triliun.

Danareksa (Persero) menyatakan dua investor menjajaki pembelian saham Garuda Indonesia (GIAA) meski dari sisi harga belum cocok.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan bahwa anak usaha Garuda Indonesia (GIAA) yaitu Garuda Maintanance Facility (GMF) Aero Asia melakukan penawaran saham umum perdana (IPO) pada tahun 2012. GMF masuk ke dalam kategori anak usaha BUMN yang akan IPO pada tahun 2012 dan akan diajukan kepada komite privatisasi dalam bulan ini. Namun di sisi lain, Garuda menyatakan bahwa GMF tidak bisa melakukan IPO pada tahun 2012 dikarenakan 80% pendapatannya masih berlangsung dari induk usahanya yaitu Garuda.

Garuda Indonesia (GIAA) memastikan PT Garuda Maintenance

Facility Aero Asia, anak usaha di bidang perawatan dan perbaikan pesawat, tidak akan melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) tahun 2012 ini. Grup hanya akan fokus melakukan kuasi

reorganisasi dan spin off Citilink di tahun 2012 dan tidak berencana melakukan IPO anak usaha. Garuda Maintenance menargetkan pendapatan tahun 2012 naik 5% menjadi Rp 1,77 triliun dibandingkan perkiraan realisasi pendapatan 2011 sebesar Rp 1,69 triliun.

Pemerintah menyatakan jumlah pelepasan saham perdana Perum

Pegadaian maksimum 30% dari total modal ditempatkan dan

disetor BUMN pembiayaan itu. DBatasan tersebut dimaksudkan agar pemerintah tetap menjadi pemegang saham pengendali di perusahaan yang baru saja merubah status dari Perum ke Perseroan Terbatas (PT).

Realisasi total penjualan semen sepanjang tahun 2011 mencapai 49,2 juta ton atau tumbuh 12,8% dibanding

penjualan 2010. melampaui target 48 juta ton yang sudah direvisi dari awal 2011 sebesar 46 juta ton. Realisasi pertumbuhan penjualan terutama ditopang tumbuhnya penjualan semen untuk pasar domestik sebesar 17,7% menjadi 48 juta ton. Untuk pasar ekspor turun 56,6% menjadi 1,25 juta ton.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) menargetkan pertumbuhan sektor otomotif hanya 3%-5%. Krisis Eropa dan pembatasan BBM bersubsidi dikhawatirkan

akan membawa dampak negatif kepada pertumbuhan penjualan mobil di Indonesia.

Asosiasi industri menargetkan produksi terigu nasional di tahun 2012 mencapai 4,97 juta ton, meningkat 6,8% dari

proyeksi 2011 sebesar 4,65 juta ton. Biaya produksi industri terigu pada 2012 diperkirakan stabil. Penurunan harga gandum sebagai bahan baku dapat mengimbangi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang bisa mempengaruhi biaya produksi industri terigu.

Pemerintah menargetkan Undang-undang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dapat berlaku secara efektif pada pertengahan

Bank Indonesia (BI) melihat pertumbuhan kredit khususnya di sektor properti tumbuh terlalu cepat. Jika

diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat maka berpotensi mennyebabkan bubble di sektor properti. Dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini, di mana kapasitas pertumbuhan ekonomi masih berada di 6,5%, sehingga inflasi dapat berkembang dengan cepat maka ada potensi bubble di sektor tersebut.

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan pertumbuhan

ekonomi pada triwulan I 2012 diperkirakan akan mencapai 6,5% ditopang oleh investasi dan konsumsi rumah

tangga yang tetap kuat. Peningkatan peringkat utang Indonesia menjadi investment grade, diharapkan akan semakin memperkuat investasi ke depan.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 6,0%. Hal itu dinilai masih ideal dalam menjaga sasaran inflasi

ke depan. Keputusan tersebut didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perekonomian terkini, beberapa faktor risiko global yang dihadapi dan prospek ekonomi ke depan, terutama penanganan krisis Eropa. Dewan gubernur memandang level BI Rate saat ini masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi ke depan dan tetap kondusif untuk menjaga stabilitas. Selain itu untuk mengurangi dampak memburuknya prospek ekonomi global terhadap perekonomian nasional. BI juga menunggu kongkritnya Eropa sekarang. Inflasi di tahun 2012 dan 2013 akan tetap dikendalikan di 4,5% plus minus 1%. Secara

(4)

Pa ge s | 4 of 12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research

keseluruhan di 2012 pertumbuhan ekonomi domestik bisa ke 6,3% ke 6,7%.

Menurut Bank Indonesia, rencana pembatasan penggunaan

BBM bersubsidi oleh pemerintah mengakibatkan inflasi akan meningkat hingga 0,72%-0,94% sehingga inflasi tahunan selama 2012 bisa mencapai 5,22%-5,44%. Jika

tidak ada kebijakan ini maka mencapai 4,5%.

Menurut Bank Indonesia (BI), cadangan devisa pada akhir

Desember 2011 mencapai USD 110,1 miliar atau setara

dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Standard Chartered Bank merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 menjadi 5,8% dari semula

6%. Revisi ini dilakukan karena kondisi ekonomi dunia yang terus memburuk. Fauzi Ichsan, Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia, mengatakan memburuknya ekonomi Eropa terlihat dari Surat Utang Negara Yunani dan Italia yang masih terpuruk. Likuiditas perbankan Eropa juga semakin memburuk. Kondisi seperti itu akan membuat perbankan Eropa sulit memberikan suntikan modal, sehingga kemungkinan mereka menarik kembali pinjaman ke perbankan Asia yang membuat pendanaan valuta asing Asia kering lagi. Perlambatan ekonomi dunia 2011 sudah mulai berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Investasi asing langsung dan pinjaman perbankan dari Eropa ke Indonesia mulai menurun serta pertumbuhan ekspor melambat.

*Diolah dari berbagai sumber

(5)

Pa ge s | 5 of 12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research 

Market

Data

PT Valbury Asia Securities 13 Januari 2012

COMMODITIES

DUAL LISTING

DESCRIPTION PRICE (USD) CHANGE DESCRIPTION PRICE (USD) PRICE (IDR) CHANGE (IDR)

CRUDE OIL (US$) / BARREL 99.10 -1.77 TLKM (US) 31 7,063 57

NATURAL GAS (US$) / mmBtu 2.70 -0.08 ISAT (US) 30 6,905 71

GOLD (US$) / OUNCE 1650.25 8.28 ANTM (GR) 0.15 1,691 0

NICKEL (US$) / MT 19670.00 220.00 BLTA (SP) 0.03 192 0

TIN (US$) / MT 21070.00 595.00

COAL (NEWC) (US$) / MT * 114.30 --

COAL (RB) (US$) / MT* 105.87 --

CPO (ROTH) (US$) / MT 1062.50 2.50

CPO (MYR) / MT 3216.50 -4.00

Rubber (MYR/Kg) 1054.75 4.00

Pulp (BHKP) (US$) / per ton 656.26 7.41 * weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

PRICE CHANGE PER (X) PBV (X) MARKET CAP

COUNTRY INDICES

13-Jan-12 % Day % YTD 2011E 2012F 2011E 2012F (USD Bn)

USA DOW JONES INDUS. 12471.02 0.17 2.07 11.93 10.82 2.34 2.08 3,747.0

USA NASDAQ COMPOSITE 2724.70 0.51 4.59 14.74 12.60 3.13 2.18 4,413.5

ENGLAND FTSE 100 INDEX 5662.42 -0.15 1.62 9.72 8.77 1.78 1.35 1,237.6

CHINA SHANGHAI SE A SH 2383.41 -0.04 3.44 9.28 7.92 1.90 1.30 2,400.6

CHINA SHENZHEN SE A SH 917.45 -0.44 1.16 14.08 11.19 2.71 1.83 1,037.9

HONG KONG HANG SENG INDEX 19095.38 -0.30 3.59 9.64 8.59 1.61 1.14 1,394.3

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 3909.50 0.00 2.29 13.18 11.20 3.94 2.37 373.1

JAPAN NIKKEI 225 8475.75 1.05 0.22 16.06 12.66 1.12 0.99 2,145.4

MALAYSIA KLCI 1525.56 0.21 -0.34 14.13 12.84 2.42 1.92 254.0

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 2743.66 -0.13 3.68 12.59 11.26 1.53 1.16 349.3

FOREIGN EXCHANGE

DESCRIPTION RATE (IDR) CHANGE DESCRIPTION RATE (USD) CHANGE

USD/IDR 9,170.00 -10.00 1000 IDR/ USD 0.11 0.0001

EUR/IDR 11,662.78 -67.74 EUR / USD 1.28 0.0003

JPY/IDR 119.06 -0.15 JPY / USD 76.76 0.0005

SGD/IDR 7,096.13 -21.56 SGD / USD 1.29 -0.0026

AUD/IDR 9,451.98 -20.40 AUD / USD 1.03 0.0001

GBP/IDR 14,045.90 -161.07 GBP / USD 1.53 0.0009

CNY/IDR 1,451.39 -2.21 GBP / USD 6.32 0.0029

MYR/IDR 2,928.31 9.78 MYR / USD 3.13 -0.0105

KRW/IDR 7.96 0.04 100 KRW / USD 11.52 -0.0595

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

DESCRIPTION COUNTRY RATE (%) DESCRIPTION COUNTRY RATE (%)

FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 4.88

BI Rate (%) Indonesia 6.00 LIBOR (GBP) England 0.78

ECB Rate (%) Euro 1.00 SIBOR (USD) Singapore 0.30

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.18

BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.18

(6)

Pa ge s | 6 of 12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research 

13 Januari 2012

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

SBI

DESCRIPTION DEC’11 NOV’11 DESCRIPTION RATE (%)

Inflation YTD % 3.79 3.20 SBI (1M) 6.26

Inflation YOY % 3.79 4.15 SBI (3M) 6.37

Inflation MOM % 0.57 0.34 SBI (6M) 6.08

Foreign Reserve (USD Bn) 110.12 111.316

GDP (IDR Bn) 1,923,568 1,816,090

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

DATE AGENDA EXPECTATION

13 Jan* US Import Price Index YoY Turun menjadi 8.3% dari 9.9% 13 Jan* US Monthly Budget Statement --

13 Jan* US Trade Balance

--18 Jan* US Producer Price Index Turun menjadi 0,1% dari 0,3% Ket: (^) US time (*) Tentative

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

STOCK PRICE CHANGE (%) INDEX pt STOCK PRICE CHANGE (%) INDEX pt

UNVR IJ 19700 2.07 3.30 UNTR IJ 27200 -3.55 -4.04 EXCL IJ 4975 3.11 1.38 GGRM IJ 59150 -2.23 -2.81 BBCA IJ 8150 0.62 1.32 BBRI IJ 6900 -1.43 -2.64 GIAA IJ 570 7.55 0.98 BMRI IJ 6800 -0.73 -1.25 CPIN IJ 2300 2.22 0.89 INDF IJ 4775 -2.55 -1.19 AALI IJ 22250 2.30 0.85 TPIA IJ 2700 -10.00 -1.00 MNCN IJ 1360 3.03 0.60 ITMG IJ 39100 -1.76 -0.86 MYOR IJ 14700 5.00 0.58 ASII IJ 75450 -0.20 -0.66 AMRT IJ 3950 3.95 0.56 PGAS IJ 3225 -0.77 -0.66 BJBR IJ 1040 5.05 0.52 BBNI IJ 3700 -0.67 -0.50

UPCOMING IPO’S

COMPANY BUSINESS IPO PRICE

(IDR) SHARES (Mn) ISSUED OFFERING DATE LISTING UNDERWRITER

PT Surya Eka

(7)

Pa ge s | 7 of 12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research 

Corporate Info

PT Valbury Asia Securities 13 Januari 2012

DIVIDEND

STOCK DPS (IDR) STATUS CUM DATE EX DATE RECORDING PAYMENT

CORPORATE ACTIONS

STOCK ACTION RATIO EXC. PRICE (IDR) CUM DATE EX DATE TRADING PERIOD

PSAB Rights Issue 125:3025 2000 06-Jan-12 09-Jan-12 13 Jan – 19 Jan’12

BCIP Rights Issue 10:67 250 31-Jan-12 01-Feb-12 07 Feb - 19 Mar’12

FREN Rights Issue 1:2 100 06-Feb-12 07-Jan-12 13 Feb – 19 Feb’12

GENERAL MEETING

EMITEN AGM/EGM DATE AGENDA

BNII RUPST/LB 16-Jan-12 BUVA RUPSLB 16-Jan-12 PWON RUPSLB 18-Jan-12 RUIS RUPST 24-Jan-12 BCIP RUPSLB 24-Jan-12 BNGA RUPSLB 26-Jan-12 SUGI RUPSLB 26-Jan-12 EMTK RUPSLB 27-Jan-12 BKSW RUPSLB 27-Jan-12 SONA RUPSLB 27-Jan-12 BIPP RUPSLB 31-Jan-12 INVS RUPSLB 03-Feb-12 SHID RUPST 06-Feb-12 GDYR RUPSLB 09-Feb-12

(8)

Pa ge s | 8 of 12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research 

Technical Analysis

these recommendations based on technical and only intended for one day trading

PT Valbury Asia Securities 13 Januari 2012

INTP

TRADING BUY

S1

17300

R1

18150 TREND GRAFIK Major

UP

Minor

UP

S2

16450

R2

19000

Closing

Price 17700

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart menunjukan sinyal positif • RSI indikasi uptrend dalam area jenuh beli • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp17650 – Rp18150 • Entry Rp17700, take Profit Rp18100

INDIKATOR Posisi Sinyal

Stochastics 56.3 Positif

MACD +95.9 Positif

True Strength Index (TSI) 5.2 Positif Bollinger Band (Mid) 17280 Positif

MA5 18090 Positif 11,000 12,000 13,000 14,000 15,000 16,000 17,000 18,000 19,000

Jun Jul August September October November December 2012

INTP - Daily 1/12/2012 Open 18000, Hi 18150, Lo 17300, Close 17700 (-0.3%) Auto Trading System(0.019,0.019) = 15,043.19, Fractal Up = 18,700.00, Fractal Down = 16,500.00, MA(Close,5) = 18,090.00, MA1(Close,8) =

17,700 17,280 16,500 15,043.2 18,043.8 18,090 18,700 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0

INTP - Stochastic %D(5,3,3) = 56.26, Stochastic %K = 37.41, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

37.4128 37.4128 20 56.2571 56.2571 80 -400 -300 -200 -100 0 100 200 300 0

INTP - MACD (6,9) = 95.98, Signal() = 143.34

95.9841 143.344 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 INTP - TSI(3,5,3) = 5.24 5.2401 0.00000 24.7434

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

KRAS

TRADING BUY

S1

860

R1

900 TREND GRAFIK Major

DOWN

Minor

UP

S2

820

R2

940

Closing

Price 880

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi Positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasikan sinyal positif • RSI indikasi uptrend dalam area jenuh jual • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp11350 – Rp940 • Entry Rp880, take Profit Rp930

INDIKATOR Posisi Sinyal

Stochastics 65.4 Positif

MACD +4.4 Positif

True Strength Index (TSI) +53.4 Positif

Bollinger Band (Mid) 856 Positif

MA5 844 Positif 700 800 900 1,000 1,100 1,200

Jun Jul August September October November December 2012

KRAS - Daily 1/12/2012 Open 850, Hi 890, Lo 850, Close 880 (2.3%) Auto Trading System(0.019,0.019) = 811.42, Fractal Up = 870.00, Fractal Down = 820.00, MA(Close,5) = 856.00, MA1(Close,8) = 853.75, MA2(Close,20)

853.75 844 820 811.422 856 870 880 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0

KRAS - Stochastic %D(5,3,3) = 65.37, Stochastic %K = 82.22, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

65.3704 65.3704 20 80 82.2222 82.2222 -24.0 -18.0 -12.0 -6.0 0.0 6.0 12.0 0.0

KRAS - MACD (6,9) = 4.45, Signal() = 3.13

3.12913 4.45485 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 KRAS - TSI(3,5,3) = 53.79 37.5764 0.00000 53.7863

(9)

Pa ge s | 9 of 12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research 

13 Januari 2012

ISAT

TRADING BUY

S1

5350

R1

5500 TREND GRAFIK Major

UP

Minor

UP

S2

5200

R2

5650

Closing

Price 5450

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart menunjukan sinyal positif • RSI indikasi uptrend dalam area jenuh beli • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp5400– Rp5650 • Entry Rp5450, take profit Rp5650

INDIKATOR Posisi Sinyal

Stochastics 15.8 Positif

MACD -11.1 Positif

True Strength Index (TSI) -25.1 Positif

Bollinger Band (Mid) 5462 Negatif

MA5 5480 Positif 4,600 4,800 5,000 5,200 5,400 5,600 5,800 6,000

Jun Jul August September October November December 2012

ISAT - Daily 1/12/2012 Open 5350, Hi 5500, Lo 5350, Close 5450 (0.9%) Auto Trading System(0.019,0.019) = 5,289.64, Fractal Up = 5,950.00, Fractal Down = 5,400.00, MA(Close,5) = 5,480.00, MA1(Close,8) = 5,556.25,

5,462.5 5,450 5,400 5,289.64 5,480 5,556.25 5,950 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0

ISAT - Stochastic %D(5,3,3) = 15.82, Stochastic %K = 14.14, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

15.8249 14.1414 14.1414 15.8249 20 80 -120.0 -100.0 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 0.0

ISAT - MACD (6,9) = -11.12, Signal() = -3.14

-11.1236 -3.1369 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 ISAT - TSI(3,5,3) = -25.09 -16.6748 -25.0886 0.00000

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

TLKM

TRADING BUY

S1

6950

R1

7050 TREND GRAFIK Major

DOWN

Minor

UP

S2

6850

R2

7150

Closing

Price 7000

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart mengindikasikan trend positif • RSI sinyal uptrend dalam area jenuh jual • Harga saham berada di area lower band

Prediksi • Trading range Rp6950 – Rp7150 • Entry Rp7000, take profit Rp7150

INDIKATOR Posisi Sinyal

Stochastics 64.1 Positif

MACD -11.8 Positif

True Strength Index (TSI) -11.1 Positif

Bollinger Band (Mid) 7077 Negatif

Ma5 7020 Negatif 6,800 7,000 7,200 7,400 7,600 7,800

Jun Jul August September October November December 2012

TLKM - Daily 1/12/2012 Open 6950, Hi 7000, Lo 6900, Close 7000 (0.0%) Auto Trading System(0.019,0.019) = 7,346.71, Fractal Up = 7,150.00, Fractal Down = 6,850.00, MA(Close,5) = 7,020.00, MA1(Close,8) = 7,037.50

7,037.5 7,020 7,000 6,850 7,077.5 7,150 7,346.71 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0

TLKM - Stochastic %D(5,3,3) = 64.07, Stochastic %K = 64.44, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

64.0741 64.0741 20 64.4444 64.4444 80 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 0.0 TLKM - MACD (6,9) = -11.82, Signal() = -11.14 -11.8161 -11.1416 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 TLKM - TSI(3,5,3) = -11.09 -10.2743 -11.0861 0.00000

(10)

Pa

ges

| 1

0 of

12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research 

13 Januari 2012

BBCA

TRADING BUY

S1

8050

R1

8200 TREND GRAFIK Major

UP

Minor

UP

S2

7900

R2

8350

Closing

Price 8150

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart menunjukan sinyal positif • RSI indikasi uptrend dalam area jenuh beli • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp8100 – Rp8350 • Entry Rp 8150, take Profit Rp8350

INDIKATOR Posisi Sinyal

Stochastics 73.4 Positif

MACD +18.7 Positif

True Strength Index (TSI) +24.6 Positif

Bollinger Band (Mid) 8020 Positif

MA5 8110 Positif 6,800 7,200 7,600 8,000 8,400 8,800

Jun Jul August September October November December 2012

BBCA - Daily 1/12/2012 Open 8100, Hi 8200, Lo 8050, Close 8150 (0.6%) Auto Trading System(0.019,0.019)= 7,683.59, Fractal Up = 8,250.00, Fractal Down = 7,900.00, MA(Close,5)= 8,110.00, MA1(Close,8)= 8,100.00

8,100 8,020 7,900 7,683.59 8,110 8,150 8,250 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0

BBCA - Stochastic %D(5,3,3) = 73.41, Stochastic %K = 70.63, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

70.6349 70.6349 20 73.4127 73.4127 80 -80.0 -40.0 0.0 40.0 80.0 0.0

BBCA - MACD (6,9) = 18.73, Signal() = 18.16

18.1557 18.7293 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 100.0 BBCA - TSI(3,5,3) = 24.63 23.9468 0.00000 24.6278

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

AALI

TRADING BUY

S1

22050

R1

22400 TREND GRAFIK Major

DOWN

Minor

UP

S2

21700

R2

22750

Closing

Price 22250

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi Positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart indikasikan sinyal positif • RSI indikasi uptrend dalam area jenuh beli • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp22200– Rp22750 • Entry Rp22250, take Profit Rp22750

INDIKATOR Posisi Sinyal

Stochastics 54.2 Positif

MACD +72.6 Positif

True Strength Index (TSI) +33.0 Positif Bollinger Band (Mid) 21447 Positif

MA5 21820 Positif 17,000 18,000 19,000 20,000 21,000 22,000 23,000 24,000

Jun Jul August September October November December 2012

AALI - Daily 1/12/2012 Open 21950, Hi 22300, Lo 21950, Close 22250 (2.3%) Auto Trading System(0.019,0.019) = 20,595.66, Fractal Up = 22,100.00, Fractal Down = 21,300.00, MA(Close,5) = 21,820.00, MA1(Close,8) = 21,806.25

21,806.3 21,447.5 21,300 20,595.7 21,820 22,100 22,250 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0 90.0 100.0

AALI - Stochastic %D(5,3,3) = 54.21, Stochastic %K = 66.25, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

54.213 54.213 20 66.25 66.25 80 -500 -400 -300 -200 -100 0 100 200 300 400 0

AALI - MACD (6,9) = 72.57, Signal() = 55.71

55.7071 72.5675 -80.0 -60.0 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 80.0 AALI - TSI(3,5,3) = 33.01 21.7538 0.00000 33.012

(11)

Pa

ges

| 1

1 of

12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research 

Trading View

PT Valbury Asia Securities 13 Januari 2012

these recommendations based on technical and only intended for one day trading

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

12/01/12 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc * MA5* High Low

AGRICULTURE

AALI Trading Buy 22250 22250 22750 21700 22050 22400 22750 Positif Positif Positif 22900 20500

LSIP Trading Sell 2375 2375 2300 2300 2350 2400 2450 Negatif Negatif Positif 2400 2075

SGRO Trading Sell 3225 3225 3150 3150 3200 3250 3300 Negatif Negatif Positif 3300 2900

MINING

BUMI Trading Buy 2475 2475 2550 2400 2450 2500 2550 Positif Negatif Positif 2500 1980

PTBA Trading Buy 19350 19350 1980 18900 19200 19500 1980 Positif Positif Positif 19400 16200

ADRO Trading Buy 1810 1810 1840 1780 1800 1820 1840 Positif Negatif Positif 2025 1730

MEDC Trading Buy 2475 2475 2550 2400 2450 2500 2550 Positif Positif Positif 2500 2225

INCO Trading Sell 3375 3375 3225 3225 3325 3425 3525 Negatif Negatif Negatif 3450 2975

ANTM Trading Buy 1700 1700 1740 1650 1680 1710 1740 Positif Positif Positif 1700 1580

TINS Trading Buy 1730 1730 1790 1670 1710 1750 1790 Positif Negatif Positif 1780 1650

BASIC INDUSTRY AND CHEMICALS

SMGR Trading Sell 11500 11500 11350 11050 11350 11650 11950 Positif Positif Positif 11650 9000 INTP Trading Buy 17700 17700 18100 16450 17300 18150 19000 Negatif Negatif Negatif 18700 14700

SMCB Trading Sell 2250 2250 2175 2175 2225 2275 2325 Positif Negatif Positif 2275 1880

MISCELLANEOUS INDUSTRY

ASII Trading Sell 75450 75450 73100 73100 74750 76400 78050 Negatif Negatif Negatif 78600 68300

GJTL Trading Sell 2925 2925 2800 2800 2900 3000 3100 Negatif Negatif Positif 3075 2650

CONSUMER GOODS INDUSTRY

INDF Trading Sell 4775 4775 4600 4600 4750 4850 5000 Negatif Negatif Negatif 4975 4500

GGRM Trading Sell 59150 59150 56100 56100 58300 60500 62700 Negatif Negatif Negatif 67000 59100 UNVR Trading Buy 19700 19700 20000 19400 19600 19800 20000 Negatif Positif Positif 20100 17000

KLBF Trading Sell 3475 3475 3325 3325 3425 3525 3625 Negatif Negatif Negatif 3600 3300

PROPERTY, REAL ESTATE AND BUILDING CONSTRUCTION

BSDE Trading Buy 1060 1060 1100 1010 1040 1070 1100 Positif Negatif Positif 1050 820

ELTY Trading Sell 138 138 131 131 136 141 146 Negatif Negatif Negatif 144 103

WIKA Trading Sell 610 610 580 580 600 620 640 Negatif Negatif Negatif 650 465

ADHI Trading Buy 600 600 630 570 590 610 630 Positif Negatif Positif 640 435

INFRASTRUCTURE, UTILITIES & TRANSPORTATION

PGAS Trading Buy 3225 3225 6275 3200 3225 3250 6275 Positif Negatif Positif 3275 3000

JSMR Trading Sell 4275 4275 4225 4225 4250 4300 4300 Negatif Negatif Negatif 4575 3750

ISAT Trading Buy 5450 5450 5650 5200 5350 5500 5650 Positif Positif Negatif 5950 5150

TLKM Trading Buy 7000 7000 7150 6850 6950 7050 7150 Positif Positif Negatif 7500 6850

BLTA Trading Sell 190 190 187 187 189 191 193 Negatif Negatif Negatif 197 179

FINANCE

BMRI Trading Buy 6800 6800 6950 6650 6750 6850 6950 Positif Negatif Positif 7000 6200

BBRI Trading Sell 6900 6900 6700 6700 6850 7000 7150 Negatif Negatif Negatif 7150 6350

BBNI Trading Sell 3700 3700 3625 3625 3675 3725 3775 Negatif Negatif Negatif 4025 3675

BBCA Trading Buy 8150 8150 8350 7900 8050 8200 8350 Positif Positif Positif 8250 7700

BDMN Trading Sell 4575 4575 4425 4425 4525 4625 4725 Negatif Negatif Negatif 4950 4050

TRADE, SERVICES & INVESTMENT

UNTR Trading Sell 27200 27200 26150 26150 26950 27750 28550 Negatif Negatif Negatif 28650 23350

MPPA Trading Buy 940 940 980 920 940 960 980 Positif Negatif Positif 970 900

Support and resistance for short term only by using;

Pivot Point, and/or

Standard deviation (risk level)

Description; *) Stochastics

(12)

Pa

ges

| 1

2 of

12

Disclaimer: This report is compiled and contained from sources believed to be reliable, but its accuracy and completeness are not guaranteed. This is not a solicitation to buy or sell of any securities. None of PT. Valbury Asia Securities or their respective employees and agents makes any representation or warranty or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or opinions remaining unchanged after the issue thereof.

valbury

Research  RESEARCH TEAM

VP Research & Analysis Nico Omer Jonckheere

Head of Research Alfiansyah Alfiansyah@valbury.com Research Analyst Reny Susanti reny.susanti@valbury.com Michael Handisurya michael.handisurya@valbury.com

Budi Rustanto budi.rustanto@valbury.com

Winny Rahardja winny.rahardja@valbury.com

Research Support Selly Handayani selly.handayani@valbury.com

PT. VALBURY ASIA SECURITIES (Member of Indonesia Stock Exchange) Menara Karya bldg 10th Floor. Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 1-2, Jakarta 12950 Telp : +6221- 255 33 600 (H), Fax : +6221- 255 33 662, E-mail : valburyriset@bloomberg.net

www.vas.co.id BRANCH OFFICES

JAWA

JAKARTA , Wisma Valbury Asia, Jl. Pluit Putra Raya No. 2, Jakarta 14450, (021) 669-2119

JAKARTA , Jl. Kencana Utama II Blok M8 No. 32 C, Puri Indah, Jakarta Barat. (021) 5835 6938 JAKARTA , Komplek Rukan Kelapa Gading Square, Blok D No. 028, Kelapa Gading, (021) 4586-7377,

JAKARTA , Gedung Niaga Mediterania (GNM), Blok M8L Pantai Indah Kapuk ,(021) 5596-4533 SURABAYA, Menara Mandiri, Lantai 7, Jl. Basuki Rakhmat No. 8A - 12A, (031) 295-5788

MALANG, Jl. Pahlawan Trip No. 7, (0341) 585-888 BANDUNG, Jl. Diponegoro No. 40, Bandung, (022) 872-55800

SEMARANG, Candi Plaza Building, Lantai Dasar, Jl. Sultan Agung No. 90-90A(024) 850-1122 YOGYAKARTA, Jl. Magelang KM 5.5 No. 75, (0274) 623-111

SOLO, Jl.Slamet Riyadi No.88, Solo, (0271) 632-888 BALI

DENPASAR, Komplek Teuku Umar Indah Blok 7, Jl. Teuku Umar No. 2-4, Denpasar – Bali 80114 (0361) 225-229

SUMATERA

MEDAN, Gedung Uniplaza Lt. 3, East Tower, Jl. M. T. Haryono No. A1, (061) 455-4635

PADANG, Jl. M. H. Thamrin No. 1 Petak 5 (0751) 841-888

PEKANBARU, Jl. Tuanku Tambusai Komplek CNN Blok A No. 3 (0761) 839-393 (0761) 839-313 KALIMANTAN

PONTIANAK, Jl. Tanjungpura No. 261, Pontianak (0561) 733-299, (0561) 735-468 BANJARMASIN, Jl. Jend. Ahmad Yani, No. 218D, KM 3.5, (0511) 326-5918

VAS GALERY

• JAKARTA : Universitas Mercu Buana • BANDUNG : Universitas Sangga Buana (USB) YPKP • YOGYAKARTA : Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) • YOGYAKARTA : Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) • BANJARMASIN : Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM)

• PEKANBARU : Politeknik Caltex Riau • PADANG : Universitas Negeri Padang

• MENADO : Universitas Klabat

MUTUAL FUND PRODUCT

MONEY MARKET MIXED FIXED INCOME EQUTY

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :