• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pengaruh Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali

Anak Agung Gde Mantra Suarjana1, Nyoman Indah Kusuma Dewi2, Luh Mei Wahyuni3, dan Ni Nyoman Yintayani4

1,3,4)Jurusan Akuntansi, 2)Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bali Kampus Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali

E-mail: [email protected]1

Abstract. The purpose of this research were: (1) To examine the influence of Tourist Visits on Regional Original Revenue (PAD) of Gianyar Regency-Bali Province; (2) To examine the influence of Hotel and Restaurant Taxes on Regional Original Revenue

(PAD) of Gianyar Regency-Bali Province; (3) To examine the simultaneous influence of Tourist Visits, Hotel and Restaurant Taxes on Regional Original Revenue (PAD) of Gianyar Regency -Bali Province; and (4) To examine the level of effectiveness of Hotel and Restaurant Tax received of the Gianyar Regency-Bali Province. The sample of the research was taken by purposive sampling technique in accordance with the purpose of the research with some consideration. Data collection was done by documentation technique. Data analysis technique used was multiple regression technique. The result of data analysis with significance level of 0,05 indicated that Tourist Visits did not affect the PAD on Gianyar Regency-Bali Province 2007-2017. Hotel and Restaurant Tax has a positive and significant effect on PAD of Gianyar Regency-Bali Province 2007-2017. Tourist Visits, Hotel and Restaurant Taxes simultaneously had a positive and significant influence on Regional Original Revenue (PAD) of the Gianyar Regency in Bali Province 2007-2017. The effectiveness of Hotel and Restaurant Taxes during the period of 2007-2017 in the Gianyar Regency Government -Bali Province is categorized as very effective, but has not achieved optimal results because there is still the potential to increase hotel and restaurant tax revenues in the future if applied online as a whole.

Keywords : Tourist Visits, Hotel and Restaurant Taxes, Regional Original Revenue (PAD)

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Menganalisis pengaruh Kunjungan Wisatawan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali; (2) Menganalisis pengaruh Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali;

(3) Menganalisis pengaruh Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali; dan (4) Menganalisis tingkat efektivitas penerimaan Pajak Hotel dan Restoran Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali.

Sampel penelitian diambil dengan teknik Purposive sampling sesuai dengan tujuan peneliti dengan beberapa pertimbangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik regresi berganda. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Hasil analisis data dengan signifikasi 0,05 menunjukkan bahwa Kunjungan Wisatawan tidak berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Gianyar-Bali 2007-2017. Pajak Hotel dan Restoran berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar-Bali 2007-2017. Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar-Bali 2007-2017. Efektivitas pemungutan Pajak Hotel dan Restoran selama kurun waktu 2007-2017 pada Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali termasuk kategori sangat efektif, namun belum mencapai hasil yang optimal sebab masih ada potensi untuk meningkatkan penerimaan Pajak Hotel dan Restoran di masa depan jika diterapkan online secara menyeluruh.

Kata kunci : Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran, Pendapatan Asli Daerah (PAD)

PENDAHULUAN

Pariwisata Bali tengah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Salah satu indikatornya adalah kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 4,9 juta pada akhir tahun 2016 dari target 4,4 juta orang. Pada tahun 2017 kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 5,6 juta dari target 5,5 juta orang, walaupun ada erupsi Gunung Agung. Angka tersebut pada

(2)

dasarnya menunjukkan bahwa daya tarik pariwisata Bali memiliki daya saing, sehingga menjadi salah satu tujuan wisata bagi masyarakat, tidak hanya masyarakat internasional, masyarakat lokal pun menjadi pasar wisata yang patut diperhitungkan. Ekanayake (2012) menyatakan bahwa pemerintah negara-negara berkembang harus fokus pada kebijakan ekonomi untuk mempromosikan pariwisata sebagai sumber potensi pertumbuhan ekonomi. Samimi et al. (2011) menjelaskan bahwa pariwisata telah menjadi salah satu sektor ekspor yang paling signifikan di banyak negara berkembang. Perkembangan pariwisata tidak hanya meningkatkan pendapatan devisa, tetapi juga menciptakan kesempatan kerja, merangsang pertumbuhan industri pariwisata dan memicu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Hal ini juga dinyatakan oleh Kum et al. (2015);

Mahmoudinia et al. (2011); Louca (2011); Muhtaseb dan Daoud (2017) yang mengungkapkan bahwa pengembangan pariwisata memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di mana ada hubungan positif antara pariwisata dan pertumbuhan ekonomi. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pertumbuhan pariwisata telah memengaruhi seluruh ekonomi secara positif dalam jangka panjang dan jangka pendek.

Bali terkenal dengan pariwisatanya dan salah satu tumpuan pariwisata Bali adalah Kabupaten Gianyar di mana pariwisatanya terus mengalami perkembangan yang cukup menjanjikan.

Berdasarkan monografi Kabupaten Gianyar, Kabupaten Gianyar memiliki beberapa faktor yang dapat menunjang pembangunan kepariwisataan. Faktor-faktor tersebut antara lain: (1) Kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang bersumber pada kebudayaan; (2) Keindahan alam, peninggalan sejarah dan purbakala sebagai daya tarik wisata yang cukup mempesona; (3) Tersedianya fasilitas transportasi dan telekomunikasi yang memadai; (4) Fasilitas lain seperti hotel, homestay, dan restoran yang cukup banyak berkembang di sudut Kota Gianyar. Kondisi lingkungan, daya tarik wisata yang dimiliki Gianyar menjadikan daerah ini tujuan wisata yang tersohor di berbagai penjuru dunia. Banyak komunitas wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara berduyun-duyun ke Gianyar untuk menyaksikan atraksi budaya maupun sumber daya alam yang indah dan mempesona.

Gianyar memiliki banyak daya tarik wisata, yang telah berkembang dan beberapa daya tarik wisata sangat potensial untuk dapat dikembangkan. Daya tarik wisata yang ada di antaranya daya tarik: peninggalan purbakala, wisata budaya, wisata bahari, alam, wisata rekreasi, wisata wana, wisata remaja dan sebagainya. Keberadaan daya tarik wisata tersebut hampir merata di Kabupaten Gianyar, di mana masing-masing daya tarik wisata tersebut memberikan suguhan atraksi wisata yang mempesona. Kamal dan Pramanik (2015) menyatakan bahwa sektor pariwisata merupakan sektor yang terintegrasi yang meliputi budaya, keindahan pemandangan, tempat arkeologi dan sejarah, sosial politik dan pembangunan infrastruktur. Kondisi Kabupaten Gianyar yang mempesona menjadi salah satu tujuan wisata bagi wisatawan, sehingga kunjungan wisatawan ke Gianyar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Walaupun Gianyar saat ini sudah memiliki destinasi wisata yang dikenal dunia, Dinas Pariwisata Gianyar bersama masyarakat terus mengembangkan destinasi wisata baru, dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Muharsono et al. (2016) menyatakan bahwa Pendapatan Daerah merupakan indikator yang menjadi barometer keberhasilan desentralisasi fiskal di Indonesia.

Selain memiliki daya tarik wisata di atas, untuk mendukung kegiatan pariwisata, perlu disiapkan tempat persinggahan bagi para wisatawan dalam hal ini berupa hotel, villa, restoran maupun rumah makan. Hotel dan restoran merupakan hal mutlak yang perlu disediakan bagi daerah tujuan wisata khususnya di Kabupaten Gianyar sebagai pelengkap paket wisata. Jumlah hotel dan restoran cukup memadai di Kabupaten Gianyar. Dengan karakteristik Kabupaten Gianyar yang mendukung serta dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, maka hotel dan restoran dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan daerah melalui sektor pajak. PAD Kabupaten Gianyar tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan dari tahun 2007-2017. Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap ke depannya PAD terus dapat ditingkatkan dengan melakukan inovasi dan mencari objek pajak lainnya selain hotel dan restoran. Perkembangan Kunjungan Wisatawan, besarnya jumlah Pajak Hotel dan Restoran serta besarnya jumlah Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gianyar 2007- 2017 seperti Tabel 1 di bawah ini.

(3)

Tabel 1. Jumlah Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran, Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gianyar-Bali 2007-2017 No-

mor

Tahun Jumlah Kunjungan Wisatawan (Orang)

Jumlah Pajak Hotel dan Restoran

(Ribuan Rupiah)

Jumlah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Ribuan Rupiah)

Persentase Pertumbuhan PAD (%)

1. 2007 577.079 28.555.571 75.124.671 -

2. 2008 618.715 43.586.184 96.922.244 29,02

3. 2009 713.735 47.916.095 112.380.710 15,95

4. 2010 1.363.910 62.933.306 153.617.895 36,69

5. 2011 1.445.595 79.110.582 175.273.316 14,10

6. 2012 1.680.105 86.104.717 261.222.178 49,04

7. 2013 1.658.795 106.812.978 319.612.005 22,35

8. 2014 1.921.819 145.070.837 424.472.546 32,84

9. 2015 1.917.691 161.376.308 457.321.018 7,74

10. 2016 2.482.938 206.849.398 529.864.618 15,86

11. 2017 2.630.000 244.700.000 613.000.000 15,69

Sumber: Dinas Pendapatan Gianyar, Dinas Pariwisata Gianyar, Badan Pusat Statistik Propinsi Bali (2018)

Berdasarkan Tabel 1 tersebut di atas, jumlah Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran, Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Gianyar selama 11 tahun dari 2007-2017 terus mengalami peningkatan. Dari pertumbuhan PAD terlihat bahwa pertumbuhan PAD cenderung berfluktuasi. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2012 sebesar 49,04% dan terkecil tahun 2015 sebesar 7,74%. Hasil penelitian empiris ternyata menunjukkan adanya kesenjangan hubungan antar variabel. Widyaningsih dan Sri Budhi (2014) menjelaskan bahwa kunjungan wisatawan berpengaruh tidak signifikan secara langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sari (2017) menemukan bahwa secara parsial pajak hotel tidak berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah. Secara simultan pajak hotel, pajak reklame dan retribusi daerah berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah. Mentayani (2014) menjelaskan bahwa secara parsial diketahui bahwa Pajak Daerah terbukti mempunyai pengaruh yang positip terhadap Pendapatan Asli Daerah. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada pemerintah Kabupaten Gianyar peningkatan Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran, serta PAD yang terus mengalami peningkatan perlu dicermati terutama hubungan antarvariabel tersebut. Ada kalanya terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, namun tidak disertai dengan jumlah pengeluaran/belanja yang tinggi, kurang memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi. Gejala pertumbuhan PAD yang berfluktuasi dari tahun 2007-2017, adanya kesenjangan empiris hasil-hasil penelitian sebelumnya menarik untuk dicermati, terutama relevansi antara Kunjungan Wisatawan, penerimaan Pajak Hotel dan Restoran terhadap PAD.

Dengan demikian, Kunjungan Wisatawan maupun penerimaan Pajak Hotel dan Restoran kontribusinya secara nyata terhadap PAD Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali dapat diketahui, sehingga usaha-usaha peningkatan PAD di masa depan dapat dilakukan secara terpola dan terencana.

Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis pengaruh Kunjungan Wisatawan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali; (2) Untuk menganalisis pengaruh Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali; (3) Untuk mengalisis pengaruh Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali; dan (4) Untuk menganalisis tingkat efektivitas penerimaan Pajak Hotel dan Restoran Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali.

(4)

Hubungan Kunjungan Wisatawan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Anghel (2011) menyatakan bahwa pariwisata internasional merupakan pariwisata yang berorientasi pada kunjungan wisatawan mancanegara dalam konteks globalisasi yang merupakan salah satu penggerak roda perekonomian pada era globalisasi. Alhowaish (2016) mengungkapkan bahwa pengembangan pariwisata memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di mana ada hubungan positif antara pariwisata dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi menyebabkan pendapatan menjadi meningkat. Timothy dan Dubey (2014) menjelaskan bahwa pariwisata adalah industri yang serupa dengan industri lain yang menghasilkan pendapatan dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto dan neraca pembayaran suatu negara. Lal Mukherjee (2018) menyatakan bahwa pendapatan pemerintah dari sektor pariwisata dapat dikategorikan sebagai kontribusi langsung dan tidak langsung. Kontribusi langsung dihasilkan oleh pajak penghasilan dari pariwisata dan pekerjaan karena pariwisata, bisnis pariwisata dan oleh biaya langsung pada wisatawan. Berdasarkan pemahaman di atas, dikembangkan hipotesis:

H1: Kunjungan Wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali.

Hubungan Pajak Hotel dan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sitompul (2014) menyatakan bahwa pajak hotel dan restoran berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Jumingan (2017) menemukan bahwa perolehan pajak, retribusi dan pendapatan lokal lainnya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pertiwi (2014) menyatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, pendapatan retribusi obyek wisata, pajak hotel dan restoran berpengaruh signifikan terhadap PAD. Suartini dan Utama (2010) menemukan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, pajak hiburan, pajak hotel dan restoran berpengaruh signifikan terhadap PAD. Nasir et al. (2017) menyatakan efektivitas pajak lokal berfluktuasi dari tahun ke tahun, realisasi pengalaman yang melebihi target berarti pajak efektif, pajak potensial yang masih bisa dieksplorasi dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sorsa dan Durga (2018) menjelaskan bahwa dampak keuangan perpajakan terhadap Pendapatan Asli Daerah relatif sekitar 65% setiap tahun, namun kontribusi ini bukan yang optimal dan masih banyak yang bisa diharapkan tentang kontribusi ini. Berdasarkan pemahaman di atas, dikembangkan hipotesis:

H2: Pajak Hotel dan Restoran berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali.

H3: Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali.

Efektivitas Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran

Dotulong (2014) menyatakan bahwa rasio efektivitas menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikan Pajak Hotel dan Restoran yang direncanakan dibandingkan dengan target yang ditetapkan. Untuk mengetahui apakah suatu pemungutan pajak dikatakan efektif diperlukan suatu kriteria sebagai tolak ukur untuk mengetahui tingkat keefektifan suatu pajak. Syahhelmi (2008) menjelaskan bahwa untuk menghitung efektivitas Pajak Hotel dan Pajak Restoran, maka rumus yang digunakan adalah: Efektivitas = (Realisasi : Target) x 100%, dengan kriteria efektivitas adalah: < 100% (Tidak efektif); = 100% Efektif dan > 100% Sangat efektif.

METODE PENELITIAN

Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan adalah data runtun waktu (time series) selama 11 tahun dari 2007-2017. Data diperoleh dari Dinas Pendapatan Kabupaten Gianyar yaitu data Pajak Hotel dan Restoran, data jumlah Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Gianyar-Bali dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar. Data PAD Kabupaten Gianyar-Bali diperoleh dari Badan Pusat Statistik Propinsi Bali. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik dokumentasi yaitu dengan mengambil data yang sudah terdokumentasi pada lembaga-lembaga terkait. Sampling Purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive

(5)

Sampling yaitu sesuai dengan tujuan peneliti dengan pertimbangan yaitu: (1) Kabupaten Gianyar merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang banyak mempunyai daya tarik wisata. (2) Daya tarik wisata di Kabupaten Gianyar mendapat kunjungan wisatawan yang semakin meningkat. (3) Kabupaten Gianyar terus-menerus meningkatkan/mengembangkan daya tarik wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

Teknik analisis untuk menjawab masalah yang dikemukakan adalah dengan analisis regresi berganda: Y = β0 + β1 X1 + β2 X2 + e. Di mana: Y = Pendapatan Asli Daerah (PAD), X1 = Kunjungan Wisatawan; X2 = Pajak Hotel dan Restoran; β0 = konstanta; β1, β2 = koefisien regresi, e = error. Model regresi harus diuji dengan asumsi klasik. Adapun uji asumsi klasik dalam penelitian ini terdiri dari: Uji normalitas data, uji linearitas, uji multikolinearitas, homoskedastisitas dan uji autokorelasi. Uji normalitas data dengan menggunakan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Uji linearitas data digunakan pendekatan grafik. Uji Homoskedastisitas dengan menggunakan Uji Rho Spearman. Uji multikolinearitas dengan melihat hasil Tolerance atau VIF. Uji autokorelasi dengan menggunakan uji Durbin-Watson.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil uji asumsi klasik menunjukkan: Uji linearitas dengan grafik pada Gambar 1 terlihat bahwa hubungan antara Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD), arah garis ke kanan atas yang menunjukkan hubungan yang bersifat linear dan positif. Hubungan linear pada Gambar 2 antara Pajak Hotel dan Restoran dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga arah garis ke kanan atas yang menunjukkan hubungan yang bersifat linear dan positif.

Gambar 1. Hubungan Linear Kunjungan Wisatawan dengan PAD

Gambar 2. Hubungan Linear Pajak Hotel dan Restoran dengan PAD

(6)

Uji normalitas data: variabel Kunjungan Wisatawan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,200), variabel Pajak Hotel dan Restoran Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,200) dan variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD) Asymp. Sig (2-tailed) = 0,200) semuanya lebih besar dari 0,05. Ini berarti semua variabel tersebut berdistribusi normal berdasarkan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Hasil pengolahan data untuk autokorelasi diperoleh angka Durbin-Watson 1,023. Angka D-W 1,023 terletak di antara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi. Uji Homoskedastisitas dengan menggunakan Uji Rho Spearman terpenuhi, di mana Sig. (2-tailed) > 0,05. Uji multikolinearitas dengan melihat hasil Tolerance atau VIF: hasil tolerance Kunjungan Wisatawan 0,101 dan VIF 9,869. Hasil tolerance Pajak Hotel dan Restoran 0,101 dan VIF 9,869. Jadi, kedua variabel ini mempunyai tolerance > 0,10 dan VIF < 10 yang berarti tidak terdapat multikolinearitas. Dengan demikian, model regresi memenuhi prasyarat asumsi klasik, berarti model regresi layak digunakan Analisis Pengaruh Kunjungan Wisatawan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali

Hipotesis 1 (H1) dalam penelitian ini yaitu: Kunjungan Wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar 2007-2017. Pengaruh Kunjungan Wisatawan terhadap PAD Kabupaten Gianyar Bali 2007-2017 dengan memerhatikan Tabel 2 di bawah ini.

Tabel 2. Coefficientsa Hasil Uji t

Model

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) Kunjungan

Wisatawan Pajak Hotel dan

Restoran

-19835025.9

42.330 2.240

28468961.91

43.513 .430

.157 .839

-. 697 .973 5.203

.506 .359 .001

a. Dependent Variable: PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) Sumber: Output SPSS 24, 2019

Berdasarkan Tabel 2 Hasil Uji t, untuk Kunjungan Wisatawan dapat diketahui bahwa t = 0,973 dengan Sig. t = 0,359. Hasil Sig. t = 0,359 yang lebih besar dari 0,05 berarti koefisien regresi Kunjungan Wisatawan tidak signifikan. Pengujian pengaruh antara Kunjungan Wisatawan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut tidak signifikan secara parsial. Artinya Kunjungan Wisatawan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupatan Gianyar 2007-2017. Koefisien regresi tersebut positif, maka dapat diinterpretasikan bahwa Kunjungan Wisatawan memiliki pengaruh positif terhadap Pendapatan Daerah Kabupaten Gianyar, namun tidak signifikan. Artinya, walaupun Kunjungan Wisatawan meningkat, maka Pendapatan Asli Daerah tidak meningkat secara signifikan. Jadi, Hipotesis 1 (H1) yang menyatakan: Kunjungan Wisatawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar 2007-2017 tidak terbukti. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Widyaningsih dan Budhi (2014) yang menemukan bahwa Kunjungan Wisatawan berpengaruh tidak signifikan secara langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Analisis Pengaruh Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gianyar-Bali

Berdasarkan Tabel 2 Hasil Uji t, untuk Pajak Hotel dan Restoran dapat diketahui bahwa t = 5,203 dengan Sig. t = 0,001. Hasil Sig. t = 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 berarti koefisien regresi Pajak Hotel dan Restoran signifikan. Pengujian pengaruh antara Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut signifikan secara parsial. Artinya Pajak Hotel dan Restoran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah

(7)

Kabupaten Gianyar 2007-2017. Koefisien regresi tersebut positif, maka dapat diinterpretasikan bahwa Pajak Hotel dan Restoran memiliki pengaruh positif terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gianyar. Artinya jika Pajak Hotel dan Restoran meningkat, maka Pendapatan Asli Daerah meningkat secara signifikan. Jadi, Hipotesis 2 (H2) yang menyatakan: Pajak Hotel dan Restoran berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar 2007-2017 terbukti atau dapat diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sitompul (2014) yang menyatakan bahwa Pajak Hotel dan Restoran berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Mafaza (2016) mengungkapkan bahwa variabel pajak daerah mempunyai kontribusi dalam Pendapatan Asli Daerah. Jumingan (2017) menemukan bahwa perolehan pajak, retribusi dan pendapatan lokal lainnya memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Analisis Pengaruh Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara Simultan terhadap PAD Kabupaten Gianyar-Bali

Hipotesis 3 (H3) dalam penelitian ini yaitu: Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar-Bali 2007- 2017.

Tabel 3. Hasil Uji F Model Sum of

Squares

df Mean Square F Sig.

1 1 Regression

Rasidual

Total

3488175367000 00000.000 7516588229000

000.000 3563341249000

00000.000

2 8 10

1744087683000000 00.000 9395735286000

00.000

185.625 0,000b

a. Dependent Variable: PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)

b. Predictors: (Constant), PAJAK HOTEL DAN RESTORAN, KUNJUNGAN WISATAWAN Sumber: Output SPSS 24, 2019

Pengujian pengaruh Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan terhadap PAD Kabupaten Gianyar dengan memerhatikan hasil Uji F yang ditunjukkan pada Tabel 3. Hasil Uji F, ditemukan F = 185,625 dengan Sig. 0,000. Hasil signifikansi F (Sig. F = 0,000) tersebut kurang dari 0,05 maka dapat diinterpretasikan bahwa koefisien tersebut signifikan. Artinya Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan berpengaruh signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar. Koefisien regresi tersebut positif, maka dapat diinterpretasikan bahwa Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar 2007-2017. Artinya jika Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara bersamaan ditingkatkan, maka Pendapatan Asli Daerah akan meningkat.

Jadi, Hipotesis 3 (H3): Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar 2007-2017 terbukti atau dapat diterima. Hasil penelitian ini sesuai dengan penemuan Suartini dan Utama (2010), Pertiwi (2014) yang menemukan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, pajak hotel dan restoran berpengaruh signifikan terhadap PAD.

Untuk mengetahui nilai korelasi dan kontribusi dapat diketahui dengan memerhatikan Tabel 4.

Hasil Korelasi di bawah ini.

Tabel 4. Hasil Korelasi

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .989a .979 .974 30652463.660

Predictors: (Constant), PAJAK HOTEL DAN RESTORAN, KUNJUNGAN WISATAWAN Sumber: Output SPSS 24, 2019

(8)

Dari Tabel 4 tersebut di atas dapat diketahui bahwa Pengaruh Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan sebesar 98,9%, sedangkan kontribusi pengaruh tersebut sebesar 97,4%, sisanya sekitar 2,6% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Analisis Efektivitas Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran Pemerintah Kabupaten Gianyar- Bali.

Untuk mengetahui penerimaan Pajak Hotel dan Restoran efektif atau tidak, maka akan diperbandingkan antara realisasi penerimaan Pajak Hotel dan Restoran dengan target dari tahun 2007-2017. Besarnya persentase hasil analisis dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan untuk menyatakan efektif atau tidak penerimaan Pajak dan Restoran dalam kurun waktu 2007-2017. Pada Tabel 5 di bawah ini disajikan hasil analisis dalam persentase perbandingan antara realisasi Pajak Hotel dan Restoran dengan target sebagai berikut:

Tabel 5. Efektivitas Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran 2007-2017 Tahun Target Pajak Hotel

dan Restoran (Rp)

Realisasi Pajak Hotel dan Restoran (Rp)

Persentase (%)

Efektivitas

2007 26.000.000.000 28.555.571.497 109,83 Sangat Efektif 2008 28.463.355.139 43.586.184.062 153,13 Sangat Efektif 2009 43.600.072.111 47.916.095.200 109,90 Sangat Efektif 2010 51.020.207.888 62.933.306.386 123,35 Sangat Efektif 2011 62.016.032.604 79.110.582.911 127,56 Sangat Efektif 2012 75.500.000.000 86.104.717.880 114,05 Sangat Efektif 2013 86.104.717.880 106.812.978.938 124,05 Sangat Efektif 2014 98.035.753.733 145.070.837.846 147,98 Sangat Efektif 2015 124.000.000.000 161.376.308.834 130,14 Sangat Efektif 2016 175.500.000.000 206.849.398.367 117,86 Sangat Efektif 2017 235.800.000.000 244.700.000.000 103,77 Sangat Efektif Sumber: Data diolah, 2019

Berdasarkan Tabel 5 tersebut di atas, tampak bahwa target yang telah ditetapkan selalu dapat dipenuhi dalam realisasinya, persentase tertinggi diperoleh tahun 2008 dengan persentase 153,13%, tahun 2014 sebesar 147,98% dan tahun 2015 sebesar 130,14%. Dalam kurun waktu 2007-2017 persentase terkecil tahun 2007 sebesar 109,83%, tahun 2009 sebesar 109,90% dan tahun 2012 sebesar 114,05%. Semua hasil menunjukkan persentase di atas 100%, yang dapat diinterpretasikan bahwa penerimaan Pajak Hotel dan Restoran Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali dari 2007-2017 Sangat Efektif ( > 100%).

Walaupun pemungutan Pajak Hotel dan Restoran termasuk kategori Sangat Efektif, namun jumlah Pajak Hotel dan Restoran yang bisa dikumpulkan belum optimal. Hal ini sesuai dengan temuan Pemerintah Kabupaten Gianyar memiliki potensi penambahan sumber Pendapatan Asli Daerah yang cukup signifikan jika Pajak Hotel dan Restoran dikelola dengan baik. Hal ini mengingat Kabupaten Gianyar memiliki banyak vila, hotel serta restoran, namun sistem pemungutan Pajak Hotel dan Restoran penerimaan pajaknya masih belum optimal, karena memungkinkan banyak terjadi kebocoran. Sejak 2015 sudah diterapkan pemungutan Pajak Hotel dan Restoran online secara terbatas dan menunjukkan bukti adanya kenaikkan penerimaan Pajak Hotel dan Restoran secara signifikan dibandingkan sebelum online. Yuliani et al. (2017) menjelaskan bahwa menerapkan sistem pajak berbasis online mengidentifikasi manfaat dari hotel berbintang dan restoran secara tepat yaitu mengurangi potensi penipuan, penilaian pajak yang lebih baik, mengurangi pekerjaan administratif dalam pencatatan Surat Catatan Tahunan (Surat Pemberitahuan Tahunan).

(9)

Oleh karenanya, harus dibangun langkah-langkah terobosan yang berkelanjutan, sifatnya menyeluruh secara bertahap dengan menerapkan sistem pemungutan Pajak Hotel dan Restoran secara online. Dengan sistem penerapan Pajak Hotel dan Restoran secara online peningkatan pendapatan dari sektor Pajak Hotel dan Restoran akan meningkat secara signifikan, mengingat pajak yang dibayarkan transparan, sehingga secara otomatis akan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali di masa depan.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan, maka simpulan yang dapat dikemukakan adalah: Kunjungan Wisatawan tidak berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Gianyar-Bali 2007-2017. Sedangkan Pajak Hotel dan Restoran berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar-Bali 2007-2017. Kunjungan Wisatawan, Pajak Hotel dan Restoran secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD Kabupaten Gianyar- Bali 2007-2017. Efektivitas pemungutan Pajak Hotel dan Restoran selama kurun waktu 2007- 2017 pada Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali termasuk kategori sangat efektif, namun penerimaan Pajak Hotel dan Restoran belum sepenuhnya optimal dan masih ada potensi untuk meningkatkan jika diterapkan secara online.

Berdasarkan simpulan yang diperoleh, disarankan bahwa dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali, maka secara bersamaan diupayakan peningkatan jumlah Kunjungan Wisatawan yang berkualitas, dan perbaikan sistem pemungutan Pajak Hotel dan Restoran. Pemungutan Pajak Hotel dan Restoran hendaknya dilakukan online secara menyeluruh dan bertahap sesuai dengan kemampuan sumber daya dan kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Gianyar-Bali. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah dengan diterapkan sistem pemungutan Pajak Hotel dan Restoran online secara menyeluruh, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan lebih efektif dan meningkat secara signifikan bagi Pemerintah Kabupaten Gianyar. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menambahkan variabel lainnya yang berperan meningkatkan PAD, karena di era otonomi daerah pemerintah daerah harus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk mengurangi ketergantungan keuangan dengan pemerintah pusat.

DAFTAR PUSTAKA

Alhowaish, A. K. (2016). Is Tourism Development a Sustainable Economic Growth Strategy in the Long Run? Evidence from GCC Countries. Sustainability, 8 (6): 1-10.

Ana Pertiwi, N.L.G. (2014). Pengaruh Kunjungan Wisatawan, Retribusi Objek Wisata dan PHR terhadap PAD Kabupaten Gianyar. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 3(3), 115-123.

Anghel, D. (2011). Development and Diversification of Tourism Services. A Strategic Approach in International Context. European Journal of Tourism Research, 4(1), 75-77.

Dotulong, G. A. G., Saerang, D. P. E. & Poputra, A. P. (2014). Analisis Potensi Penerimaan dan Efektivitas Pajak Restoran di Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 14(2), 92-107.

Ekanayake, E. M. & Long, A. E. (2012). Tourism Development and Economic Growth In Developing Countries. The International Journal of Business and Finance Research, 6(1), 51-63.

Jumingan and Kasidin. (2017). The Analysis of The Acquisition of Taxes, Levies and Other Local Revenue’s Effect Towards Original Local Government Revenue (PAD) Improvment in The City of Surakarta. International Journal of Civil Engineering and Technology (IJCIET), 8(11), 437-445.

Kamal, M. & Pramanik, S. A. K. (2015). Identifying Factors Influencing Visitor to Visit Museum in Bangladesh and Setting Marketing Strategies for Museums. IOSR Journal of Business and Management, 17(10), 85-92.

Kum, H., Aslan, A. and Gungor, M. (2015). Tourism and Economic Growth: The Case of Next-11 Countries. International Journal of Economics and Financial, 5(4), 1075-1081.

(10)

Louca, C. (2011). Tourism Growth and Setbacks in a Small Economy within an Enlarged EU:

Evidence from Cyprus. International Journal of Management, Marketing and Technology, 1(1), 48-65.

Lal Mukherjee, A. (2018). Impact of Tourism in Coastal Areas: Need of Sustainable Tourism Strategy. Available at: http://www.coastalwiki.org/wiki/Impact_

oftourismincoastalareas:Needofsustainabletourismstrategy. Date accessed 7 January 2019.

Mahmoudinia, D., Soderjani, ES. & Pourshahabi, F. (2011). Economic Growth, Tourism Receipts and Exchange Rate in Mena Zone: Using Panel Causality Technique. Iranian Economic Review, 15(29), 130-145.

Mentayani, I., Rusmanto, & Mirda, L. (2014). Pengaruh Penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah pada Kabupaten dan Kota di Propinsi Kalimantan Selatan. DINAMIKA EKONOMI Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7(1), 30-43.

Muharsono, H. A., Supriyono, B., & Domai, T. (2016). Regional Regulation of Local Revenue: a Study of Improvement on Own Source Revenue of Tulungagung Regency. International Journal of Management and Administrative Sciences (IJMAS), 3(9), 1-13.

Muhtaseb, B. M. A & Daoud, M. E. (2017). Tourism and Economic Growth in Jordan: Evidence from Linear and Nonlinear Frameworks. International Journal of Economics and Financial, 7 (1):

214-223.

Nasir, A., Basri, Y. M, Kamaliah, & Muda, I. (2017). Effectiveness of Potential Tax Region as the Real Local Revenue Sources in Riau Coastal Area. International Journal of Economic Research, 14(12), 313-324.

Samimi, A. J., Somaye, S., & Soraya, S. (2011). Tourism and Economic Growth in Developin Countries: P-Var Approch. Middle East Journal of Scientific Research, 10(1), 28-32.

Sari, F.C. (2017). Pengaruh Penerimaan Pajak Hotel, Pajak Reklame dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Nganjuk Periode 2013-2016. Simki- Economic, 1(4), 1-10.

Sitompul, A., Syahnur, S., & Ichsan, C. (2014). The Role of Hotel and Restaurant Taxes and Its Effect on Banda Aceh’s Local Own Sources Revenue. Aceh International Journal of Social Sciences, 3(1), 45-57.

Sorsa, B., & Durga, R. P. V. (2018). Analysis of The Contribution of Tax to The Local Government Revenue Generation. International Journal of Business and Management Invention (IJBMI), 7(4): 47-56

Suartini, N. N. dan Suyana, M. U. (2013). Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Pajak Hiburan, Pajak Hotel dan Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Gianyar. E-jurnal Ekonomi dan Bisnis, 3(3): 175-189.

Syahelmi. (2008). Analisis Elastisitas, Efisiensi dan Efektifitas PAD Sumatra Utara dalam Era Otonomi Daerah. Tesis (Tidak diterbitkan) Program Studi Ekonomi Pembangunan.

Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Sumatra Utara Medan.

Timothy, A. F., & Dubey, S. (2014). Managing Tourism as a Source of Revenue and Foreign Direct Investment Inflow in a Developing Country: The Jordanian Experience. International Journal of Academic Research in Economics and Management Sciences, 3(3), 16-42.

Widyaningsih, P. dan Sri Budhi, M.D. (2014). Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan terhadap Penerimaan Pajak Hotel, Pajak Restoran dan Pendapatan Asli Daerah. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 3(4), 155-163.

Yuliani, S., Ansoriyah, F., & Nurhaeni, I. D. A. (2017). The Development of Online-Based Hotel and Restaurant Tax: Advantages and Constraints in The Case of Pekalongan City.

ICoSaPS Conference Proceedings The 3rd International Conference on Social and Political Science The Impact of Information Technology on Social and Political Dynamics, 251–258.

Gambar

Gambar 2. Hubungan  Linear  Pajak  Hotel  dan  Restoran  dengan  PAD

Referensi

Dokumen terkait

Komposisi jenis burung yang ada dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah jenis burung yang dijumpai pada empat lokasi pengamatan yang berbeda yaitu hutan primer, hutan

Skema ini mengacu pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 223 Tahun 2016 tentang Penetapan Jenjang Kualifikasi Nasional Indonesia bidang

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Probex terhadap aktivitas belajar siswa kelas X mata pelajaran biologi di

Proses pendidikan masyarakatnya berjalan dengan cara natural dan anak-anak ketika ingin bertanya kepada batin (tokoh adat) maka batin akan menjelaskan apa yang ingin

Hijau 1 Minggu X setelah Pentakosta (Santo Petrus Dirantai) (Santo Paulus, R) (Para Kudus dari Makabe, Mm) Putih 2 Santo Alfonsus Maria de Liguori, UAD (Santo Stefanus I, PM) Merah

Dalam penelitian ini, instrumen yang diseminasikan dan sosialisasikan kepada guru Matematika SMP dan SMA adalah: (1) learning continuum, (2) cara

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar siswa pada pembelajaran kimia berwawasan chemoedutainment dengan eksperimen menggunakan laboratorium virtuil

Kelas : XI/IPA Semester : 1 Kompetensi Dasar Materi Pokok Kegiatan Pembel ajaran Indikator Penilaian Alo kasi Wak tu Sumber/ Alat/ Bahan Jenis Tekni k Bentuk 3.2