• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS AKHIR SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN OLEH PUTRI INDAH LESTARI G.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TUGAS AKHIR SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN OLEH PUTRI INDAH LESTARI G."

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

1

1

TUGAS AKHIR

SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN

OLEH

PUTRI INDAH LESTARI G.SINURAT 182102050

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Diploma III

PROGRAM STUDI D-III AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2021

(2)
(3)

3

3 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PENANGUNGJAWAB TUGAS AKHIR

NAMA : PUTRI INDAH LESTARI G SINURAT NIM : 182102050

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI

JUDUL : SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN

MEDAN, Juni 2021

PUTRI INDAH LESTARI G SINURAT NIM. 182102050

(4)

‘’SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN.’’

Laporan Tugas Akhir ini disusun untuk melengkapi syarat-syarat dalam menyelesaikan Mata Kuliah Tugas Akhir Pada Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

Dalam Proses Tugas Akhir ini Penulis tidak mungkin dapat menyelesaikannya tanpa bantuan dari berbagai pihak,baik dukungan moral maupun materil.Pada kesempatan ini Penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Dr.Fadli, SE., MSi selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara atas dedikasinya demi kemajuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

2. Ibu Mutia ismail, SE., MM., Ak,CA selaku Ketua Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara dan

selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan, serta memberikan masukan-masukan yang sangat berarti bagi penulis.

3. Bapak Abdillah Arif Nasution selaku Sekretaris Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

(5)

ii

ii

4. Ibu Yeti Meliany Lubis, S.E., M.si., Ak.CA Selaku Dosen Penguji yang telah memberikan arahan dan masukan kepada penulis selama menguji tugas akhir ini.

5. Ayahanda tercinta Bapak Alusdin Sinurat dan Ibunda tercinta Ibu Maria Sinaga yang telah banyak memberikan pelajaran kehidupan,memberikan dukungan dari segi moral dan materil serta memberikan doa dan semangat kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir.

6. Saudara tercinta Kakanda Lena Mariana Sinurat, Susi Merlianti Sinurat, Dina Mariana Sinurat dan Saurmaida Sinurat SPt., yang telah memberikan doa, support dan semangat untuk penulis.

7. Seluruh sahabat terkasih telah banyak membantu serta banyak memberikan dukungan kepada penulis yaitu Regina,Tasya,Sefeni, kak Ervina,kak Vio,Ade,Novita,Valen,Yessi,Wentri.

8. Seluruh teman seperjuangan DIII Akuntansi Stambuk 2018, yang telah mengisi hari-hari penulis selama di perkuliahan.

Akhir kata Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu penulis menyelesaikan Tugas Akhir ini.Demikian Tugas Akhir ini disusun,semoga tulisan ini dapat bermanfaat.

Medan, Juni 2021 Penulis

Putri Indah Lestari G Sinurat NIM . 182102050

(6)

BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah……….. 1

1.2.Rumusan Masalah……… 3

1.3.Tujuan dan Manfaat Penelitian……… 3

1.Tujuan Penelitian……… 3

2.Manfaat Penelitian……….. 4

1.4.Rencana Penulisan………... 4

1.Rencana Survey/ Observasi……… 4

2.Rencana Isi……….. 5

BAB II PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN 2.1.Sejarah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan… 7

2.2.Visi dan Misi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan……… 8

2.3.Logo dan Makna Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan……… 9

2.4.Struktur Organisasi……… 13

2.5.Job Description ………. 14

2.6.Program dan Kegiatan………... 19

BAB III SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARAMEDAN 3.1.Pengertian Aset Tetap……… 21

3.2.Klasifikasi Aset Tetap……… 22

3.3.Cara Perolehan Aset Tetap………. 25

3.4Penyusutan Aset Tetap……… 30

3.5.Penggantian Aset Tetap ……… 33

3.6.Sistem Pengendalian Aset Tetap Pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan……… 35

3.7.Daftar Aset Tetap Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan……… 38

(7)

iv

iv BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan……….. 40 B.Saran……… 41 Daftar Pustaka……… 42

(8)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Judul Halaman

2.1 Logo Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan……….. 9 2.2 Struktur Organisasi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan…. 13

(9)

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah

Didalam Suatu Instansi Pemerintah memiliki Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengembangkan Instansi Pemerintah menjadi lebih baik, salah satu Tujuan dari Instansi Pemerintah yaitu untuk mengembangkan Aset Tetap pada Instansi tersebut. Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan instansi pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Fungsi Aset tetap ini memiliki nilai yang tinggi, penggunaan yang relatif lama dan menjadi alat utama Instansi Pemerintah.

Aset Tetap diakui pada saat manfaat ekonomi dapat diperoleh dan nilainya dapat dipercaya. Apabila Aset Tetap telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya dan penguasaanya berpindah maka Aset tetap dapat dipercaya pengakuaanya. Kriteria untuk dapat diakui sebagai Aset Tetap mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan.Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas, dan diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan. Oleh Karena itu Perlu adanya Sistem Pengendalian dan Pengelolaan Aset Tetap dalam suatu Instansi agar membantu serta menjaga keamanan Aset Tetap serta membantu kebijakan pimpinan dan kebenaran data akuntansi dalam Sebuah Instansi Pemerintahan.Adapun cara untuk memperoleh Aset tetap yaitu membeli secara tunai, membeli secara kredit, dibangun sendiri, dan dengan cara pertukaran.

(10)

Pengendalian dan Pengelolaan Aset Tetap dapat memberikan suatu informasi atas laporan keuangan yang memberikan nilai dari suatu asset tetap pemerintah. Dengan adanya Pengendalian yang baik membuat perencanaan yang telah ditetapkan berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, tanpa pengendalian yang baik maka rencana yang telah disusun itu tidak akan mungkin dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.Pengendalian akan efektif bila pimpinan mampu mendapatkan informasi akurat dan tepat pada waktunya. Suatu Instansi Pemerintah perlu system pengendalian dan pengelolaan agar system pengendalian Aset Tetap tersebut efektif dan efisien. Dalam hal pengendalian Aset Tetap juga diperlukan pengawasan agar Aset Tetap tersebut terjaga dari pengelapan,pencurian,dan penyalahgunaan yang tidak tepat pada lokasi Aset Tetap dan Instansi akan mengalami kerugian yang besar.

Pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan Aset Tetap dikelolah oleh Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara yang dimana untuk mencatat penyusunan neraca dan laporan barang milik Negara, dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran pendapatan dan belanja negara, dan adanya pertanggungjaawaban untuk menjaga aset yang telah diterima oleh suatu instansi, adapun aset tetap yang ada di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan sangat kurang dalam proses penjagaanya dikarenakan masih banyak aset yang hilang dan aset yang kondisinya memperlambat kinerja seperti mesin print yang lambat.

(11)

3

3

Begitu besarnya permasalahan yang terjadi jika Aset Tetap Intansi Pemerintah tidak memiliki sistem pengendalian dan pengelolaan Aset Tetap, maka dari itu perlu adanya peran dalam pengelolaan Aset Tetap Pemerintahan, maka Dengan adanya uraian diatas penulis tertarik mengambil judul Tugas akhir yang berjudul “Sistem Pengendalian dan Pengelolaan Aset Tetap Pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan”.

B.Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang diatas maka masalah yang akan dirumuskan penulis dalam tugas akhir ini yaitu :

1. Bagaimana Pengendalian Aset Tetap yang dilakukan dalam Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan?

2. Apakah Pengelolaan Aset tetap dalam Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan sudah efektif dan efisien?

C.Tujuan dan Manfaat penelitian 1.Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

a. Untuk mengetahui sistem pengendalian aset tetap pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

b. Untuk mengetahui seberapa efektif dan efisienkah pengelolaan aset tetap pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

(12)

2.Manfaat Penelitian

Adapun Manfaat dari Penelitian ini adalah : a. Bagi Peneliti

Untuk mengamati secara langsung sistem pengendalian yang ada di instansi pemerintah dan memperoleh informasi serta mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang pengendalian dan pengelolaan aset tetap pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

b. Bagi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

Sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam menentukan Sistem Pengendalian dan pengelolaan aset tetap dan kebijakan dimasa yang sekarang atau masa yang akan datang.

c. Bagi Peneliti Berikutnya

Sebagai bahan bacaan serta masukan untuk referensi penelitian dan menyempurnakan penelitian pada topic maupun pada tempat yang sama dalam penelitian-penelitian dimasa yang akan datang.

3. Rencana Penulisan

1.Jadwal Survei atau Observasi

Penelitian dilakukan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, yang beralamatkan di jalan Peratun, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Adapun Jadwal Penelitian terdiri dari berbagai kegiatan yang dimulai dari persiapan untuk meneliti, bimbingan dengan dosen pembimbing, dan pengumpulan serta pengelolaan data, serta pelaporan dan penyempurnaan tugas akhir.

(13)

5

5

Berikut jadwal penelitian yang dilakukan peneliti dalam bentuk table dibawah ini:

Tabel 1.1

Jadwal Survei atau Observasi Tugas Akhir

No Kegiatan April

2021

Mei 2021

Juni 2021 2 3 4 1 2 3 4 1 1. Pengajuan Judul

2. Pengumpulan Data 3. Analisis Data

4. Penulisan Tugas Akhir 5. Revisi Tugas Akhir

6. Pengadaan Tugas Akhir

2.Rencana Isi

Laporan penelitian terdiri atas empat bab,dimana masing-masing bab saling berhubungan antara satu sama lain yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pembuatan tugas akhir yang harus sistematis sesuai ketetapan yang telah dibuat. Oleh sebab itu, laporan penelitian tugas akhir ditulis sebagai berikut :

Bab I : Pendahuluan

Dalam bab ini menuliskan tentang latar belakang

(14)

masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan rencana penulisan yang terdiri dari jadwal survei atau observasi dan rencana isi.

Bab II : Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, pada bab ini akan membahas sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi, jobdescriptio kinerja perusahaan, serta rencana kerja Instansi.

Bab III : Sistem Pengendalian dan Pengelolaan Aset Tetap pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, dalam bab ini membahas tentang pengertian aset tetap, jeni-jenis aset tetap cara perolehan aset tetap, penyusutan aset tetap, penggantian aset tetap,serta sistem pengendalian dan pengelolaan aset tetap pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

Bab IV : Kesimpulan dan Saran

Dalam bab ini berisikan kesimpulan yang dibuat berdasarkan uraian berdasarkan system pengendalian dan pengelolaan aset tetap serta saran yang dibuat peneliti untuk meningkatkan kinerja sistem yang ada di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan agar lebih baik lagi dari sebelumnya.

(15)

BAB II

PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN

2.1.Sejarah Singkat Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

Pada tahun 1990 berdasarkan kepres Nomor : 52 Tahun 1990,tanggal 30 Oktober 1990 dan PP No. 41 Tahun 1991 tentang Pembentukan Pengadilan Tata Usaha Negara dan Undang – Undang Nomor : 10 Tahun 1990 Tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara di Medan, dan Ujung Pandang (sekarang Makassar) sebagai implementrasi Undang – Undang Nomor : 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara.

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan dibentuk pada tahun (1991).

Peresmian penggunaan gedung Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan dilakukan pada tanggal (10 Agustus 1991) oleh (Menteri Kehakiman oleh Bapak Ismail Saleh). Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan terletak di Jl. Peratun Medan Komplek Estate yang diberikan oleh Mahkamah Agung secara pinjam pakai kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

Pengadilan Tata Usaha Negara Medan bertambah menjadi 10 (sepuluh) Peradilan Tata Usaha Negara. Penegakan Hukum yang dilaksanakan oleh Pengadilan Tinggi TUN Medan tidak terlepas dari birokrasi yang merupakan salah satu wahana dalam penyelenggaran kekuasaan kehakiman. Birokrasi bertugas mengelola pelayanan dan melaksanakan keputusan Perkara TUN kedalam kebijakan Perkara TUN baik secara teknis mapun dalam kegiatan operasional.

(16)

Birokrasi merupakan faktor penentu keberhasilan keseluruhan agenda program termasuk dalam rangka mewujudkan aparatur peradilan yang bersih dan bebas dari KKN sehingga para birokrat yang ada di Pengadilan Tinggi TUN Medan dapat mewujudkan Pemerintahan Yang Baik (Good Govermance).

Sebagai organisasi yang membawahi 10 (sepuluh) PTUN di Wilayah Sumatera Pengadilan Tinggi TUN Medan harus mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada Publik. Untuk itulah Pengadilan Tinggi TUN Medan dalam melaksanakan tugasnya, baik tugas-tugas yang bersifat teknis maupun administrasi berkewajiban melaksanakan program-programnya secara transparan sehingga kebutuhan publik khususnya masyarakat pencari keadilan mengharapkan suatu lembaga peradilan TUN yang mandiri dan terakomodir.

2.2.Visi dan Misi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

1.Visi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

“ Mewujudkan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan Menjadi Peradilan Tata Usaha Negara Yang Agung ”

2.Misi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

1.Meningkatkan kualitas pelayanan publik 2.Meningkatkan Pelaksanaan reformasi birokrasi 3.Meningkatkan akuntabilitas kerja aparatur peradilan

(17)

9

9

4.Mewujudkan institusi Peradilan TUN pada wilayah hukum Peradilan Tata Usaha Negara Medan yang efektif,efisien,dan bermartabat serta dihormati

5.Melaksanakan pengawasan dan pembinaan yang efektif dan efisien

6.Melaksanakan tertib administrasi dan manajemen peradilan yang efektif dan Efisien

7.Mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana yang lengkap dan sesuai dengan standar.

2.3.Logo dan Makna Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

Gambar 2.1: Logo Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan Makna Logo dari Lambang PTTUN Medan

1. BENTUK

(Perisai Jawa: Tameng) / Bulat Telur 2. ISI

1.GARIS TEPI

5 (lima) garis yang melingkar pada sisi luar 9ambing menggambarkan 5 (lima sila dari pancasila)

(18)

2.TULISAN

Tulisan " PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN"

yang melingkar diatas sebatas garis lengkung perisai bagian atas menunjukkan Badan, Lembaga pengguna lambang tersebut.

3. LUKISAN CAKRA

Dalam cerita wayang (pewayangan), cakra adalah senjata Kresna berupa panah beroda yang digunakan sebagai senjata " Pamungkas (terakhir).

Cakra digunakan untuk memberantas ketidak adilan.

Pada lambang Mahkamah Agung, cakra tidak terlukis sebagai cakra yang sering/banyak dijumpai misalnya cakra pada lambang Kostrad, lambang Hakim, lambang Ikahi dan lain-lainnya yakni berupa bentuknya cakra.

Jadi dalam keadaan "diam" (statis).Tidak demikian halnya dengan cakra yang terdapat pada Lambang Mahkamah Agung. Cakra pada lambang Mahkamah Agung terlukis sebagai cakra yang (sudah) dilepas dari busurnya. Kala cakra dilepas dari busurnya roda panah (cakra) berputar dan tiap ujung (ada delapan) yang terdapat pada roda panah (cakra) mengeluarkan api.Pada lambang Mahkamah Agung cakra dilukis sedang berputar dan mengeluarkan lidah api (Belanda : vlam ). Cakra yang rodanya berputar dan mengeluarkan lidah api menandakan cakra sudah dilepas dari busurnya untuk menjalankan fungsinya memberantas ketidakadilan dan menegakkan kebenaran. Jadi pada lambang Mahkamah Agung, Cakra digambarkan sebagai Cakra yang “Aktif”, bukan cakra yang

“Statis”

(19)

11

11 4.PERISAI PANCASILA

Perisai Pancasila terletak ditengah-tengah cakra yang sedangmenjalankan fungsinya memberantas ketidak adilan dan menegakkan kebenaran. Hal itu merupakan cerminan dari pasal 1 UU Nomor 14 tahun 1970 yang rumusnya.

" Kekuasaan Kehakiman adalah Kekasaan Negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila, demi terselenggaranya Negara Hukum Republik Indonesia."

Catatan : Rumusan pasal 1 UU Nomor 4 tahun 2004 sama dengan Dengan rumusan pasal 1 UU Nomor 14 tahun 1970.

1. UNTAIAN BUNGA MELATI

Terdapat 2 (dua) untaian bunga melati masing-masing terdiri dari atas 8 (delapan) bunga melati, melingkar sebatas garis lengkung perisai bagian bawah, 8 (delapan ) sifat keteladanan dalam kepemimpinan (hastabrata).

2. SELOKA DHARMMAYUKTI

Pada tulisan "dharmmayukti" terdapat 2 (dua) huruf M yang berjajar. Hal itu disesuaikan dengan bentuk tulisan " dharmmayukti " yang ditulis dengan huruf Jawa. Dengan menggunakan double M.huruf "A" yang terdapat pada akhir kata "dharma" akan dilafal sebagai "A" seperti pada ucapan kata "ACARA ", "DUA" "LUPA" dan sebagainya.

(20)

Apabila menggunakan 1 (satu) huruf "M", huruf "A" yang terdapat pada akhir kata "dharmma" memungkinkan dilafal sebagai huruf "O"

seperti lafal "O" pada kata "MOTOR", "BOHONG" dan lain-lainnya.

Kata "DHARMMA" mengandung arti BAGUS, UTAMA, KEBAIKAN. Sedangkan kata "YUKTI" mengandung arti SESUNGGUHNYA, NYATA. Jadi kata "DHARMMAYUKTI"

mengandung arti KEBAIKAN/KEUTAMAAN YANG NYATA/

YANG SESUNGGUHNYA yakni yang berujud sebagai KEJUJURAN, KEBENARAN DAN KEADILAN.

2.4..Struktur Organisasi

Struktur organisasi disusun untuk membantu mencapai tujuan organisasi agar lebih efektif. Tujuan organisasi akan menentukan struktur organisasinya yaitu dengan menentukan seluruh pekerjaan, hubungan antar tugas, batas wewenang dan tanggung jawab masing masing tugas tersebut.

Atas dasar kegiatan ini selanjutnya akan disusun pola tetap hubunganhubungan diantara bidang-bidang keputusan maupun para pelaksana yang mempunyai kedudukan, wewenang dan tanggung jawab tertentu dan semua hal menghasilkan kerangka organisasi. Bentuk struktur yang diterapkan di Kantor Pengadilan Tinggi Tatat Usaha Negara Medan adalah Struktur Organisasi (Line) dan staff. Bentuk dan Struktur Organisasi (Line) dan staff adalah kekuasaan, wewenang mengenai tugas dan tangung jawab perusahaan dipegang sepenuhny a oleh pejabat staff

(21)

13

13

(Kepala bagian) yang memberikan bahan masukan kepada pimpinan dalam pengambilan keputusan, dan tidak berwenang memberikan perintah kepada pegawai termasuk ke dalam satuan organisasi yang dipimpin oleh seorang pejabat lain.

Gambar 2.2.Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

2.5. Job Description

Adapun tugas pokok dan fungsi sesuai dengan struktur organisasi pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan adalah sebagai berikut :

(22)

1. Ketua dan Wakil Ketua:

a. Sebagai kawal depan (voorj post) Mahkamah Agung.

b. Mengadakan pengawasan dan pelaksanaan tugas dan tingkah laku Hakim, Panitera, Sekretaris, Pejabat Struktural lainnya dan fungsional, serta perangkat administrasi peradilan di daerah hukumnya

c. Ketua mengatur pembagian tugas para Hakim, membagikan berkas perkara dan surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara yang diajukan kepada Majelis Hakim untuk diselesaikan.

d.Wakil Ketua melaksanakan tugas-tugas ketua apabila berhalangan dan melaksankan tugas-tugas yang didelegasikan.

e.Menjaga agar penyelenggaraan peradilan terselenggara dengan wajar dan seksama.

2. Majelis Hakim :

a. Melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman di daerah hukumnya.

b. Memeriksa dan mengadili perkara.

c. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan dibidang hukum.

3. Sekretaris :

a. Sekretaris bertugas menyelenggarakan administrasi kesekretariatan, dan mengatur tugas Kabag Umum dan Keuangan, Kabag Perencanaan dan

(23)

15

15

Kepegawaian, Pejabat Struktural Kasub Kepegawaian dan Teknologi Informasi, Kasub Rencana Program dan Anggaran, Kasub Tata Usaha dan Rumah Tangga, Kasub Keuangan dan Pelaporan serta seluruh pelaksana di bagian kesekretariatan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

b. Sekretaris bertugas menyelenggarakan administrasi umum, mengatur tugas - tugas di jabatan struktural kesekretariatan, para Kabag, para Kepala Sub Bagian, Pejabat administrasi umum, serta seluruh pelaksana di bagian kesekretariatan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

c. Sekretaris selaku Pengguna Anggaran (Kuasa pengguna Anggaran) bertanggung jawab atas penggunaan anggaran. d. Sekretaris selaku Pengguna Barang (Kuasa Pengguna Barang) bertanggung jawab atas keberadaan dan pemanfaatan barang milik negara (BMN).

4. Panitera :

a. Panitera bertugas menyelenggarakan administrasi perkara, dan mengatur tugas Wakil Panitera, para Panitera Muda, Panitera Pengganti, serta seluruh pelaksana dibagian teknis Pengadilan Tinggi.

b. Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda dan Panitera Pengganti bertugas membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya persidangan.

c. Panitera membuat daftar perkara perkara tata usaha negara yang diterima di kepaniteraan.

(24)

d. Panitera membuat salinan putusan menurut ketentuan undang-undang yang berlaku

e. Panitera bertanggung jawab atas pengurusan berkas perkara, putusan, dokumen, akta, buku daftar, biaya perkara, uang titipan pihak ketiga, suratsurat berharga, barang bukti, dan surat-surat lainnya yang disimpan di kepaniteraan.

5. Wakil Panitera :

a. Membantu Panitera didalam membina dan mengawasi pelaksanaan tugastugas administrasi perkara.

b. Membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan, serta membuat berita acara persidangan sampai pada penjilidan berkas perkara.

c. Melaksanakan tugas panitera apabila panitera berhalangan.

d. Melaksanakan tugas yang didelegasikan kepadanya

6. Panitera Muda Perkara :

a. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan.

b.Melaksanakan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengaan masalah perkara perdata.

c. Memberi nomor register pada setiap perkara yang diterima di Kepaniteraan Perdata.

(25)

17

17

d. Mencatat setiap perkara yang diterima kedalam buku daftar disertai catatan singkat tentang isinya.

e. Menyerahkan salinan putusan kepada para pihak yang berperkara bila diminta.

f. Menyiapkan berkas perkara yang dimohonkan banding, kasasi atau peninjauan kembali.

g. Menyerahkan arsip berkas in aktif perkara kepada Panitera Muda Hukum.

7. Panitera Muda Hukum:

a. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan.

b.Mengumpulkan, mengolah dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyusun laporan perkara, menyimpan arsip berkas perkara atau permohonan grasi dan tugas lain yang diberikan berdasarkan peraturan yang berlaku.

8. Panitera Pengganti:

a. Membantu hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang pengadilan.

b. Membantu hakim dalam hal :

1. Membuat penetapan hari sidang.

2.Membuat berita acara persidangan yang harus selesai sebelum sidang berikutnya.

3. Mengetik keputusan.

(26)

4. Menyerahkan berkas perkara kepada panitera muda bersangkutan bila telah selesai diminutasikan.

9. Kabag Umum dan Keuangan

Melaksanakan urusan surat menyurat, arsip, perlengkapan, rumah tangga, keamanan, keprotokolan, perpustakaan pengelola keuangan, pemantauan, evaluasi, dokumentasi serta penyusunan laporan.

10. Kabag Perencanaan dan Kepegawaian

Melaksanakan urusan perencanaan program dan anggaran, kepegawaian, dan Teknologi Informasi.

11. Kasub bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga

Tugasnya melaksanan urusan surat menyurat, kearsipan dan pengadaan, perawatan dan pemeliharaan gedung, sarana dan prasarana, perlengkapan, perpustakaan, keamanan, keprotokolan dan hubungan masyarakat.

12. Kasub bagian Keuangan dan Pelaporan

Melaksanakan penyiapan bahan urusan pengelolaan keuangan, perbendaharaan, akuntansi dan verifikasi, pengelola barang milik Negara, dan pelaporan keuangan, serta pelaksanaan pemantauan penyusunan laporan.

13. Kasub bagian Rencana Program dan Anggaran

a. Menyiapkan bahan perencanaan program dan anggaran.

(27)

19

19

b. Pelaksanaan program dan anggaran, pemantauan evaluasi dan dokumentasi,

c. Membuat Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP)

d. Membuat Laporan Tahunan dan Laporan Pelaksanaan Kegiatan

14. Kasub bagian Kepegawaian dan Teknologi Informasi:

Melaksanakan penyiapan bahan urusan kepegawaian organisasi dan tatalaksana pengelola Teknologi Informasi dan statistik.

2.6.Program Dan Kegiatan

Untuk mewujudkan visi dan misi serta sasaran strategis, maka Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan mengusulkan program sebagai berikut :

a. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Tata Usaha Negara dan Militer

Manajemen yang baik akan menentukan kualitas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi suatu lembaga. Demikian pula halnya dengan badan Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Militer yang melaksanakan tugas pokok Pengadilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Militer.

Badan Peradilan Tata Usaha Negara dan Militer merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan yang bersifat teknis peradilan kepada masyarakat pencari keadilan masalah Hukum Tata Usaha Negara dan Militer, oleh karena itu dalam melaksanakan tugasnya tidak dapat dipisahkan dengan unit lainnya.

(28)

b. Program Peningkatan Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Peningkatan profesionalisme aparat hukum, pelayanan hukum kepada masyarakat tidak dapat dihitung hanya dari kinerja hakim dalam memeriksa dan memutus perkara.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsinya, pengadilan harus didukung oleh manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya yang dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok pengadilan. Maka dari itu perlu dilakukan peningkatan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya.

c. Program Sarana dan Prasarana Aparatur Negara Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama

Peningkatan sarana dan prasarana aparatur negara Pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana Pengadilan Tinggi Tata Usah Negara Medan dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan dan Peradilan Tata Usaha Negara Sewilayah hukum Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan dalam menegakkan supremasi hukum dan keadilan.Sarana dan prasarana baik terkait langsung dengan fungsi pengadilan maupun untuk kebutuhan aparatur Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

(29)

BAB III

SISTEM PENGENDALIAN DAN PENGELOLAAN ASET TETAP PADA PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN

3.1.Definisi Aset Tetap

Menurut Widjajanto (2008:2) pengertian sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu melalui tiga tahapan, yaitu input, proses, dan output. Input merupakan penggerak atau pemberi tenaga dimana sistem itu dioperasikan, output adalah hasil operasi.

Dalam pengertian sederhana, output berarti yang menjadi tujuan, sasaran, atau target pengorganisasian suatu sistem. Sedangkan proses adalah aktivitas yang mengubah input menjadi output.”

Menurut Mulyadi (2007), “pengertian pengendalian adalah usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui perilaku yang diharapkan.

Menurut Warren (2010:2) pengertian aset tetap adalah aset tetap yang bersifat jangka panjang atau secara relatif memiliki sifat permanen serta dapat digunaka dalam jangka panjang.

Kieso,dkk (2018) menjelaskan bahwa aset tetap adalah sumber daya berwujud yang digunakan dalam operasi bisnis dan tidak ditunjukkan untuk dijual. Horngren (2012) mendefenisikan aset tetap sebagai aset tidak lancar atau jangka panjang yang berwujud.

(30)

Dari beberapa definisi aset tetap diatas dapat disimpulkan bahwa aset tetap memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

a.Berwujud;

b. Aset tetap mempunyai umur yang terbatas pada akhir masa manfaatnya harus dibuang atau diganti, kecuali masa manfaat yang diberikan oleh tanah.

c. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal;

d. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas; dan

e. Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.

3.2. Klasifikasi Aset Tetap

Mengidentifikasikan Aset Tetap sebagai barang tak bergerak dan barang bergerak yang digunakan dalam oprasional perusahaan.Harta yang dapat disusutkan dibagi menjadi kelompok sebagai berikut :

1. Bukan bangunan

a. Kelompok 1 Harta yang dapat disusutkan dan tidak termasuk golongan bangunan, yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 4 tahun.

b. Kelompok 2 Harta yang dapat disusutkan dan tidak termasuk golongan bangunan, yang mempunyai masa manfaat lebih dari 4 tahun dan tidak lebih dari 8 tahun.

(31)

23

23

c. Kelompok 3 Harta yang dapat disusutkan dan yang tidak termasuk golongan bangunan, yang mempunyai masa manfaat lebih dari 8 tahun dan tidak lebih dari 16 tahun.

d. Kelompok 4 Harta yang dapat disusutkan dan tidak termasuk golongan bangunan, yang mempunyai masa manfaat lebih dari 16 tahun.

2. Bangunan

a. Permanen

Bangunan dan harta tak gerak lainnya, termasuk tambahan, perbaikan atau perubahan yang dilakukan, yang mempunyai masa manfaat 20 tahun.

b. Tidak permanen

Bangunan dan harta tak gerak lainnya, termasuk tambahan, perbaikan atau perubahan yang dilakukan, yang mempunyai masa manfaat 10 tahun.

Menurut Skousen, et al. (2015) aset tetap dapat diklasifikasi dmenjadi dua jenis yaitu :

1. Aset tetap berwujud

Aset tetap berwujud memiliki bentuk fisik dan dengan demkian dapat diamati dengan satu atau lebih pancra indra dan memiliki karakteristik umum, yaitu memberi manfaat ekonomi pada masa mendatang bagi perusahaan. Aset tertentu yang umum dilaporkan didalam kategori ini meliputi :

(32)

a. Tanah Merupakan harta yang digunakan untuk tujuan usaha dan tidak dikenai penyusutan, maka biaya yang dikenakan pada tanah merupakan biaya yang secara langsung berhubungan dengan masa manfaat yang tidak terbatas

b. Perbaikan tanah Merupakan peningkatan kegunaan dari tanah tersebut. Unsur- unsur dari tanah, seperti: Pemetaan tanah, pengaspalan, pemagaran, saluran air, instalasi listrik, dan lain-lain.

c. Bangunan Merupakan bangunan yang digunakan untuk menempatkan operasi perusahaan. Baik bangunan untuk kantor, toko, pabrik, maupun gudang yang digunakan dalam kegiatan utama perusahaan. Akan tetapi bangunan yang tidak digunakan dalam kegiatan perusahaan yaitu bangunan yang belum jadi (dalam tahap pembangunan) tidak dapat diklasifikasikan sebagai aset tetap.

d. Mesin dan peralatan Merupakan aset yang dipergunakan perusahaan dalam proses produksi atau penyediaan jasa.

e. Kendaraan Merupakan aset yang dipergunakan sebagai alat transportasi atau sebagai penyedia jasa dan lain-lain seperti, mobil,motor

2.Aset tak berwujud

Aset tak berwujud didefinisikan sebagai aset yang tidak memiliki bentuk fisik.

Bukti adanya aset ini terdapat dalam bentuk perjanjian, kontrak atau paten. Hal ini memenuhi definisi aset karena adanya manfaat mendatang. Aset berikut umumnya dilaporkan sebagai aset tak berwujud:

(33)

25

25

a. Paten, merupakan hak eksklusif yang memungkinkan seorang penemu/pencipta untuk mengendalikan produksi, penjualan atau penggunaan dari suatu temuan/ciptaannya.

b. Merk dagang, suatu hak eksklusif yang mengizinkan suatu simbol, label, dan rancangan khusus.

c. Hak cipta, suatu hak eksklusif yang mengizinkan seorang untuk menjual, memberi izin atau mengendalikan pekerjaannya.

d. Goodwill, adalah sumber daya, faktor dan kondisi tak berwujud lain yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan laba diatas laba normal dengan aset yang dapatdiidentifikasi. Aset tetap meliputi yang tidak dapat disusutkan.

3.3.Cara Perolehan Aset Tetap

Proses perolehan disini dimaksudkan mulai sejak pembelian, pengangkutan aset itu, pemasangan, sampai aset itu siap untuk dipakai dalam proses kegiatannya. Aset tetap dapat diperoleh melalui berbagai cara, yaitu :

1. Pembelian tunai

Pembelian tunai adalah cara perolehan aset tetap dengan cara perusahaan mengeluarkan sejumlah uang tunai aset yang dicatat dalam perkiraan akuntansi adalah senilai kas yang dibayarkan. Nilai kas yang dibayar ini akan termasuk pula biaya-biaya yang dikeluarkan selama pembelian aset tetap tersebut dan dikurangi diskon atau potongan potongan sehubungan dengan pembelian aset tetap tersebut.

(34)

2. Pembelian dengan kontrak jangka panjang

Pembelian-pembelian atas aset tetap dan seringkali meliputi pembelian dengan pembayaran cicilan, baik seluruh harga aktiva maupun sebagian.

Dalam keadaan seperti ini nilai aset tetap adalah sebesar nilai tunai yang dibayarkan apabila aset tersebut dibeli secara tunai.

3. Diperoleh secara pertukaran

Apabila suatu aset tetap sudah berkurang masa manfaatnya, dapat ditukarkan dengan yang lain. Dalam pertukaran ini aset harus terlebih dahulu ditentukan nilai tukarnya, selisih antara aset lama dan baru merupakan nilai yang harus dibayar. Selisih antara nilai tukar dan nilai buku merupakan keuntungan atau kerugian dari pertukaran. Jenis pertukaran aset dapat dilakukan dalam dua kasus yaitu :

a. Pertukaran aset tidak sejenis syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam

pertukaran aset tidak sejenis adalah sebagai berikut:

1) Aset yang dipertukarkan tidak sejenis.

2) Cost kedua aset tersebut diketahui nilai pasarnya.

b. Pertukaran aset sejenis Syarat yang harus dipenuhi dalam pertukaran aset

sejenis adalah sebagai berikut:

1) Nilai pasar aset tetap yang dipertukarkan tidak diketahui.

2) Aset tetap yang ditukarkan adalah sejenis.

(35)

27

27 4. Pembelian angsuran

Beberapa jenis aset tetap bisa saja diperoleh melalui pembelian secara kredit berjangka panjang dengan program pembayaran secara angsuran atau sekaligus pada tanggal tertentu dikemudian hari.

5. Sewa guna usaha pembiayaan

Sewa guna usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran- pembayaran secara berkala disertai hak pilih (optie) bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu sewa guna usaha. Ada dua kemungkinan yang sering digunakan, yaitu :

a. Sewa guna usaha dianggap sebagai persetujuan sewa menyewa (operating

lease) adalah kegiatan sewa guna usaha dimana penyewa guna usaha tidak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha.

b. Sewa guna usaha dianggap sebagai transaksi pembelian/penjualan (finance lease) adalah kegiatan sewa guna usaha dimana penyewa guna usaha pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama.

(36)

6. Pertukaran dengan aset lain

Ada dua jenis pertukaran yang terjadi, yaitu :

a) Pertukaran dengan aset tetap yang sejenis, yaitu perolehan aset tetap dengan mengadakan pertukaran aset tetap yang sama jenisnya. Apabila pertukaran tersebut menimbulkan kerugian maka ruginya dibebankan pada periode terjadinya pertukaran.

b) Pertukaran aset tetap yang tidak sejenis, yaitu pertukaran tanah dengan mesin-mesin, gedung, dan lain- lain. Perbedaan antara nilai buku aset tetap yang diserahkan dengan nilai wajar yang digunakan sebagai dasar pencatatan aset yang diperoleh pada tanggal transaksi terjadi harus diakui sebagai dasar pencatatan aset yang diperoleh pada tanggal transaksi terjadi harus diakui sebagai laba/ rugi pertukaran aset tetap.

7. Pertukaran dengan sekuritas

Perusahaan bisa mendapatkan aset tetapnya melalui pertukaran dengan surat- surat berharga atau sekuritas yang diterbitkan oleh perusahaan yang bersangkutan, baik berupa sekuritas hutang maupun sekuritas saham. Pada dasarnya, nilai perolehan aset yang didapat melalui transaksi pertukaran dengan sekuritas harus diukur berdasarkan :

a. Harga pasar dari sekuritas yang diserahkan dalam transaksi

b. Harga pasar yang didapat Aset tetap yang diperoleh melalui transaksi

(37)

29

29

pertukaran dengan sekuritas biasanya dalam rangka merger atau akuisisi.

8. Dibangun sendiri

Kadang – kadang perusahaan tidak memenuhi kebutuhan aset tetapnya dengan membeli dari pihak lain, tetapi dengan cara membangun atau membuatnya sendiri. Ada beberapa alasan yang mendorong perusahaan untuk membangun atau membuat sendiri aset tetap yang diperlukan untuk menjalankan operasinya :

a) Memanfaatkan fasilitas yang menganggur

b) Menghemat biaya konstruksi

c) Mencapai standar kualitas konstruksi yang lebih tinggi

d) Agar dapat segera dioperasikan Seperti halnya aset tetap harus dicatat berdasarkan nilai perolehannya, termasuk semua pengeluaran yang diperlukan untuk membuat dan menempatkan aset pada kondisi siap pakai.

9. Donasi atau sumbanganan

Didalam akuntansi donasi yang diterima atau diberikan kepada pihak lain disebut transfer non- resiprokal yaitu transfer barang dan jasa satu arah, terhadap aset yang didapat atau dikorbankan dalam transaksi non- resiprokal, standar akuntansi yang lazim menetapkan harga pasar aset harus dipakai sebagai dasar pengukurannya.

(38)

Pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan perolehan aset tetap di dapat dari pengadaan yang dimana proses kegiatannya untuk pemenuhan atau penyediaan kebutuhan aset tetap denganpembeliaan langsung untuk memenuhi kebutuhan instansi.

3.4. Metode Penyusutan Aset Tetap

Bersamaan dengan berlalunya waktu, semua aset tetap kecuali tanah, akan kehilangan kemampuannya menghasilkan jasa. Dengan demikian, harga perolehan aset semacam ini harus dipindahkan ke perkiraan beban secara teratur selama masa manfaatnya yang diharapkan. Penurunan manfaat secara periodik ini disebut penyusutan (depreciation).

Menurut Arifin (2009) penyusutan adalah proses pengalokasian harga perolehan aset (aktiva) tetap menjadi biaya selama masa manfaat dengan cara yang rasional dan sistematis. Menurut Horngren et al (1997) penyusutan adalah alokasi biaya aktiva tetap kebeban selama umur manfaatnya. Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan penyusutan adalah penurunan kemampuan aset tetap dalam menyediakan manfaat dalam rangka aktivitas operasional perusahaan. Hal ini dikarenakan pemakaian yang terus-menerus, sehingga mengakibatkan fungsi aset tetap tersebut menurun dari hari ke hari.

Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan manfaat dapat dibagi dalam dua kategori, yaitu :

1. Penyusutan fisik Penyusutan yang mencakup keusangan karena pemakaian dan keausan karena gerakan elemen – elemen.

2. Penyusutan fungsional Penyusutan yang meliputi ketidak-layakan

(39)

31

31

(inadequancy) dan ketinggalan zaman ( obsolence).

Suatu aset tetap dikatakan tidak layak lagi apabila kemampuannya untuk memenuhi permintaan peningkatan produksi tidak memadai lagi.

Ada beberapa metode yang biasanya dipergunakan untuk menentukan besarnya penyusutan aset tetap, yaitu :

a) Metode garis lurus dengan metode garis lurus dalam menghitung penyusutan berarti beban penyusutan dibebankan secara merata selama estimasi umur aset tersebut. Untuk menentukan besarnya beban penyusutan tiap tahun, dimana harga pembelian aset dikurangi taksiran nilai residu dibagi dengan umur ekonomis yang ditaksir, atau dengan rumus sebagai berikut :

Penyusutan tahunan = Harga perolehan - nilai ekonomis umur ekonomis

b) Metode saldo menurun berganda metode saldo menurun menghasilkan beban penyusutan periodik yang semakin menurun sepanjang umur estimasi aset itu. Cara menghitung beban penyusutan yaitu dengan menggunakan persentase penyusutan yang tetap, dihitung dari niali buku (harga perolehan-akumulasi penyusutan).

c) Metode satuan unit produksi menurut metode ini, besarnya penyusutan tiap periode akuntansi dihitung berdasarkan kapasitas produksi yang diperkirakan dapat dihasilkan oleh suatu aset. Dengan demikian besarnya beban penyusutan tiap periode belum tentu sama.

d) Metode jumlah angka tahun metode jumlah angka tahun memberikan

(40)

hasil yang sama seperti yang dihasilkan metode saldo menurun.

dimana pada beban penyusutan periodik akan terlihat menurun secara tetap sepanjang umur estimasi itu karena angka pecahan yang dikalikan setiap tahun terhadap harga perolehan aset tetap dikurangi estimasi nilai residu, semakin kecil. Jumlah angka tahun dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Jumlah angka tahun = (n+1) 2

n = Lama penyusutan ( umur ekonomis aktiva) Penyusutan Aset Tetap dilakukan untuk:

1) menyajikan nilai Aset Tetap secara wajar sesuai dengan manfaat

ekonomi aset dalam laporan keuangan;

2) memberikan bentuk pendekatan yang lebih sistematis dan logis

dalam menganggarkan belanja pemeliharaan atau belanja modal untuk mengganti atau menambah Aset Tetap yang sudah dimiliki.

Aset Tetap yang direklasifikasikan menjadi Aset Lainnya. Aset Tetap yang dinyatakan hilang berdasarkan dokumen sumber yang sah dan telah diusulkan kepada Pengelola Barang penghapusannya dan Aset Tetap dalam kondisi rusak berat dan/ atau usang yang telah diusulkan kepada Pengelola Barang penghapusannya, tidak disusutkan. Dalam hal Aset Tetap yang dinyatakan hilang dan sebelumnya telah diusulkan penghapusannya kepada Pengelola Barang di kemudian hari ditemukan kembali, maka terhadap Aset

(41)

33

33

Tetap tersebut direklasifikasikan dari Daftar Barang Hilang ke akun Aset Tetap dan disusutkan kembali sebagaimana layaknya Aset Tetap.

Pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan Penyusutan aset tetap diatur dalam PMK Nomor 1/PMK.06/2013 :

1.Penyusutan dilakukan atas aset tetap yang berada dalam pengelolaan barang dan pengguna barang yang digunakan

2.Penyusutan dilakukan oleh satuan kerja atas aset tetap berupa gedung dan bangunan; peralatan dan mesin; jalan, irigasi dan jaringan; serta aset tetap lainnya.

3.Penyusutan aset tetap dilakukan dengan metode garis lurus

4. Penyusutan dilakukan tanpa memperhitungkan adanya nilai residu.

3.5. Penggantian Aset Tetap

Perusahaan mengambil suatu kebijakan terkait penggantian aset tetap dikarenakan aset tersebut tidak lagi dapat dipergunakan dalam kegiatan operasional perusahaan. Aset tetap yang sudah tidak terpakai lagi dapat ditarik dari pemakaian. Penarikan (retirement) tersebut dapat dilakukan dengan tiga cara:

1. Dengan cara dibuang

Suatu aset tetap dibuang disebabkan aset tetap tersebut sudah tidak lagi berguna untuk perusahaan, disertai tidak lagi memiliki nilai residu atau nilai pasar. Apabila suatu aset belum disusutkan

(42)

sepenuhnya, maka penyusutan terlebih dahulu dicatat sebelum aset dibuang dan dihapus dari catatan akuntansi.

2. Dengan cara dijual

Aset tetap yang sudah tidak terpakai lagi dapat dijual dengan cara lelang. Ayat jurnal untuk mencatat penjualan aset tetap sama dengan ayat jurnal yang telah ilustrasikan sebelumnya, kecuali bahwa kas atau aset lainnya yang diterima juga harus dicatat.

3. Dengan cara tukar dengan aset lain Keuntungan dari pertukaran :

Jika nilai tukar tambah melebihi nilai buku aset lama yang ditukarkan dan tidak ada keuntungan yang diakui, maka biaya atau harga pokok yang dicatat untuk aset tetap baru dapat ditentukan dengan salah satu cara berikut :

a. Biaya aset baru = Harga aset baru + keuntungan yang tidak diakui

Keuntungan pertukaran aset tetap tidak diakui untuk pelaporan keuangan dan untuk tujuan pajak penghasilan federal.

Kerugian dari pertukaran : Kerugian pertukaran aset sejenis untuk tujuan pelaporan keuangan diakui jika nilai tukar tambah lebih rendah dari nilai buku peralatan lama. Apabila terjadi kerugian, biaya yang dicatat untuk aset baru adalah harga pasar aset tersebut.

Berdasarkan data diatas adalah beberapa cara yang paling sering digunakan dalam penggantian aset tetap.

(43)

35

35

Pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan penggantian aset tetap dengan cara dilelang dengan prosedur yang telah ditempuh dan disetujui, maka aset tetap yang tidak beroperasi tersebut akan dilelang oleh kantor pemerintah di Medan, dan kemudian akan dihapuskan di kantor wilayah dari aset tetap yang dimiliki oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

3.6.Sistem Pengendalian dan Pengelolaan Aset Tetap Pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

Sistem pengendalian internal atau internal control meliputi evaluasi (menilai) atas pelaksanaan pekerjaan dengan cara membandingkan realisasi dengan rencana, dan melakukan tindakan perbaikan apabila dipandang perlu (jika ada penyimpangan yang merugikan), hal ini dimaksudkan untuk menjamin kebenaran data akuntansi, mengamankan harta kekayaan dan catatan pembukuannya, dalam upaya meningkatkan efisiensi usaha, serta mondorong ditaatinya kebijakan yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen.

Pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan, pengendalian internal adalah pengawasan terhadap kegiatan / aktivitas yang ada dalam suatu kegiatan kerja apakah sudah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan peraturan peraturan yang berlaku dalam Instansi.

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan telah menetapkan sistem informasi akuntansi aktiva tetap menggunakan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik negara (SIMAK-BMN) yang diatur oleh pemerintah pusat,

(44)

program SIMAK-BMN sebagai sistem informasi akuntansi terhadap aktiva tetap pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan.

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan berpengaruh dalam pengendalian internal aktiva tetap. Seluruh pencatatan yang digunakan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan berdasarkan komputer dengan program SIMAK BMN, dan dikelola oleh Menteri Keuangan selaku bendahara umum Negara.

Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN) adalah sistem yang menghasilkan informasi aset tetap,persediaan,dan lainnya untuk penyusunan neraca dan laporan barang milik Negara serta laporan manajerial lainnya.

Menurut Gondodiyoto dan Hendarti ( 2007 : 122 ), “Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan semua metode serta kebijakan yang terkoordinasi dalam suatu perusahaan untuk mengamankan kekayaan, menguji ketepatan dan sampai berapa jauh data akuntansi dapat dipercaya, menggalakkan efisiensi usaha serta mendorong ditaatinya kebijaksanaan pimpinan yang telah digariskan”.

Dari uraian diatas, maka peneliti menyimpulkan pengertian pengendalian internal adalah evaluasi secara menyeluruh yang dilakukan oleh suatu organisasi dengan cara membandingkan antara prosedur-prosedur yang telah dibuat oleh manajemen suatu organisasi dengan keadaan yang sebenarnya yang telah dilaksanakan oleh organisasi tersebut, apakah kegiatan operasional telah

(45)

37

37

dilaksanakan dengan baik atau terdapat penyimpangan yang dapat merugikan organisasi.

Pengendalian internal atas aktiva tetap meliputi penjagaan dan pencatatan akuntansi aktiva tetap yang memadai yang dimiliki organisasi untuk mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen.

Ruang Lingkup Pengelolaan Aset Tetap dalam PP Nomor 27 Tahun 2014 meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan Barang Milik Negara tersiri dari perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, kerjasama pemanfaatan, dan pengawasan.

Pengelolaan aset tetap pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan meliputi :

1. Memberikan tanggung jawab kepada seseorang atas aset tetap tersebut.

2. Memisahkan tugas antara orang yang menjaga dengan orang yang melakukan pencatatan aset tetap tersebut.

3.Memiliki asuransi aset tetap terhadap kejadian – kejadian tertentu seperti kebakaran, pencurian dan lain –lain.

4. Melakukan pembinaan kepada orang – orang yang menggunakan aset

tetap tersebut agar mereka dapat secara benar pengoperasikan aset tetap tersebut.

5. Adanya program pemeliharaan dan perbaikan yang benar 6. Melindungi aset tetap dari hujan, panas dan sebagainya.

7.Mempertimbangkan keamanan di wilayah tersebut, misalnya orang yang tidak berkepentingan, tidak diperbolehkan masuk.

(46)

3.7.Daftar Aset Tetap pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

(47)

39

39

(48)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Adapun empat kesimpulan yang dapat diambil penulis berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan.

1. Aset tetap yang terdapat dalam Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan umumnya diperoleh melalaui pengadaan.

2. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan telah menetapkan sistem informasi akuntansi aktiva tetap menggunakan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik negara (SIMAK-BMN).

3. Seluruh pencatatan yang digunakan oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan berdasarkan komputer dengan program Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN).

4. Penyusutan dilakukan dengan metode garis lurus

5. Penggantian Aset tetap yang telah habis masa manfaatnya dilakukan dengan cara dilelang.

6. Sistem Pengendalian dan Pengelolaan Aset Tetap pada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan masih kurang efektif dikarenakan masih ada aset yang hilang baik didalam maupun diluar ruangan.

(49)

41

41 B. Saran

Adapun beberapa saran yang ingin penulis berikan kepada Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan adalah:

1. Pengendalian pada aset tetap sebaiknya terus ditingkatkan untuk mencapai pengendalian yang lebih baik, selain membantu untuk mencegah terjadinya penyelewengan atas aset tetap, hal ini akan membantu manajemen mengelola harta yang dimiliki perusahaan secara efektif dan efisien.

2. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan perlu memperhatikan tingkat pemeliharaan terhadap aset tetap karena masih ada peralatan kantor yang rusak sehingga menggangu kinerja pegawainya saat berkerja.

3. Penjagaan aset tetap semakin diketatkan dengan pemasangan cctv disetiap ruangan karena banyak aset tetap yang hilang di dalam maupun diluar ruangan.

(50)

Horngren.2012.Karakteristik Aset Tetap,page 21.16 Universitas Islam Riau Kieso.2008: 10-33,Perlakuan Akuntansi Aset Tetap,universitas airlangga Mulyadi, 2007 Sistem Akuntasi. Jakarta: Salemba Empat.

Mulyadi.2007.Sistem Pengendalian internal,volume 5 STIE Tri Dharma Nusantara Makassar

Nugroho, Widjajanto.2008.Sistem Informasi Akuntansi, Jakarta : PT Glora Aksara Prima.

Pura Rahman ,SE, M.Si.,Ak, CA,2019 Pengantar Akuntansi II,Erlangga.

Rambe Erlina,Sakti Rasdianto Omar ,2018 Akuntansi Keuangan Daerah Berbasis Akrual,Cetakan Keempat,Jakarta,Salemba Empat.

Rudianto. 2012. Pengantar Akuntansi. Jakarta : Erlangga.

Syam Muhammad ,Kususfi Abdul ,Halim,2016 Teori,Konsep,dan Aplikasi Sektor Publik,Cetakan kedua,Jakarta:Salemba Empat.

Warren Carl S / E.Duchac James M.Reeve Jonathan /Wahyuni Ersa Tri Jususf Amir Abadi , Pengantar Akuntansi 1,Edisi 4,Salemba Empat

Warren, Reeves M James & Duchac Jonathan . 2010. Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia. Edisi 25. Jakarta : Salemba Empat.

1/PMK.06/2013/07 Mei 2021/15.05 118 /PMK.06/2018/10 Mei 2021/14.35 225_PMK.05_2019/10 Mei 2021/14.35 57 /PMK.06/20 16/17 Mei 2021/12.45 53/KMK.06/2012/17 Mei 2021/12.45

https://pttun-medan.go.id/12 Mei 2021/10.45 https://www.djkn.kemenkeu.go.id/18 Mei 2021/15.15 www.repositori.usu.ac.id /05 Mei 2021/10.15

(51)

43

43

Gambar

Gambar 2.2.Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan

Referensi

Dokumen terkait

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ATAS ASET TETAP PADA KANWIL DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA.

Besar pengaruh yang diberikan Penyusutan Aset Tetap dan Revaluasi Aset Tetap Terhadap Beban Pajak Penghasilan Badan pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara

adalah Sistem Informasi Akuntansi Atas Aset Tetap yang tidak hanya. dilakukan oleh perusahaan milik negara saja, tetapi juga harus

BAB III SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ATAS ASET TETAP PADA DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA SUMATERA.

BAB III : SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ATAS ASET TETAP PADA KANWIL DIREKTORAT JENDERAL. KEKAYAAN NEGARA

Moh.Husein Rozarius, Upaya Paksa Badan Atau Pejabat Tata Usaha Negara Yang Tidak Mau Melaksanakan Putusan Pengadilan Yang Telah Memperoleh Kekuatan Hukum Tetap Pada

Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, berdasarkan Pedoman Akuntansi BUMN Perkebunan Berbasis IFRS, definisi aset tetap adalah “aset berwujud yang dimiliki untuk

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa analisis pengelolaan aset tetap (Barang Milik Negara) pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru