• Tidak ada hasil yang ditemukan

2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "2"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Nama : Dadang Solihin

Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961 Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961 Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja

Pembangunan Daerah g Bappenas

Alamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2 J k t 10310

Jakarta 10310 Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248

HP : 0812 932 2202

HP : 0812 932 2202

Email : [email protected]

Website :

Website :

http://dadang-solihin.blogspot.com

(4)

M t i M t i Materi Materi

• Hubungan antara Pemda dan DPRD

• Pola Kerja antara Penyelenggara Pemerintahan Daerah

• Perencanaan Pembangunan Daerah

• Perencanaan Pembangunan Daerah

• Tujuan dan Permasalahan Pembangunan Daerah

Daerah

• Tupoksi DPRD

• Orientasi Dasar Politik DPRDOrientasi Dasar Politik DPRD

• Best Practices

(5)

Hubungan antara Pemda dan DPRD Hubungan antara Pemda dan DPRD Hubungan antara Pemda dan DPRD Hubungan antara Pemda dan DPRD

• Kedudukannya SETARA dan bersifat KEMITRAAN.

Setara:

– Kedudukan sama dan sejajar, artinya tidak saling membawahi.

– Hal ini tercermin dalam membuat kebijakan daerah berupa Peraturan kebijakan daerah berupa Peraturan Daerah.

Kemitraan:

– Hubungan kerja yang saling mendukung.

– Bukan merupakan lawan ataupun pesaing dalam melaksanakan fungsi masing-masing.

(6)

Pola Kerja antara Penyelenggara Pola Kerja antara Penyelenggara

Pemerintahan Daerah Pemerintahan Daerah Pemerintahan Daerah Pemerintahan Daerah

Perlindungan hak-hak Individu dan

masyarakat

Peningkatan

Kesejahteraan Individu dan Masyarakat

Pencapaian Visi Pencapaian Visi dan Misi Daerah

DPRD Pemkab/

DPRD Pemkot

Sumber: LGSP 2009

Setwan

(7)
(8)

Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) ua g ua g ua g ua g g up g up g up g up e e ca aa (UU 5/ 00 ) e e ca aa (UU 5/ 00 ) e e ca aa (UU 5/ 00 ) e e ca aa (UU 5/ 00 )

NASIONAL DAERAH

Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional

UU

(Ps 13 Ayat 1)

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

Perda (Ps 13 Ayat 2) Jangka Panjang Nasional

(RPJP-Nasional)

(Ps. 13 Ayat 1) Jangka Panjang Daerah

(RPJP-Daerah) (Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan

J k M h

Per Pres Rencana Pembangunan

J k M h D h

Peraturan KDH Jangka Menengah

Nasional

(RPJM-Nasional)

(Ps. 19 Ayat 1) Jangka Menengah Daerah

(RPJM-Daerah) (Ps. 19 Ayat 3)

Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL)

Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2)

Renstra Satuan Kerja

Perangkat Daerah (Renstra SKPD)

Peraturan Pimpinan SKPD

(Ps. 19 Ayat 4)

(Ps. 19 Ayat 2) ) (Ps. 19 Ayat 4)

Rencana Kerja Pemerintah (RKP)

Per Pres (Ps. 26 Ayat 1)

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)

Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja

Kementerian / Lembaga (Renja KL)

Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1)

Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD)

Peraturan Pimpinan SKPD

( Ps. 21 Ayat 3)

(Ps. 21 Ayat 1) ( Ps. 21 Ayat 3)

(9)

Persyaratan

Persyaratan Dokumen Perencanaan Dokumen Perencanaan::

Persyaratan

Persyaratan Dokumen Perencanaan Dokumen Perencanaan: : SMART

SMART

 S PECIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi

 M EASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured gets managed”)

g g )

 A CHIEVABLE-dapat dicapai (reasonable cost using and appropriate collection method)

appropriate collection method)

 R ELEVANT (information needs of the people who will use the data)

 T IMELY-tepat waktu (collected and reported at the right

 T IMELY-tepat waktu (collected and reported at the right

time to influence many manage decision)

(10)

Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan

H iliki t h i d hit k

Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:

1. Tujuan akhir yang dikehendaki.

2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).

3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.

4. Masalah-masalah yang dihadapi.

5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.

6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.

7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.

8. Mekanisme monitoring, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.

(11)

Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan

• Sebagai penuntun arah

• Minimalisasi ketidakpastianp

• Minimalisasi inefisiensi sumberdaya

• Penetapan standar dan pengawasan kualitas

(12)
(13)

Apa Itu Pembangunan?

Apa Itu Pembangunan?

Apa Itu Pembangunan?

Apa Itu Pembangunan?

Pembangunan adalah:

 proses perubahan ke

Tujuan Pembangunan:

Tujuan Pembangunan:

1 Peningkatan standar hidup (levels

 proses perubahan ke arah kondisi yang lebih baik

1. Peningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang, baik

pendapatannya, tingkat konsumsi pangan sandang papan pelayanan

 melalui upaya yang dilakukan secara t

pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll.

2. Penciptaan berbagai kondisi yang

terencana. memungkinkan tumbuhnya rasa p g y g percaya diri (self-esteem) setiap orang

orang.

3. Peningkatan kebebasan

(freedom/democracy) setiap orang.

Todaro, 2000

(14)

Ho ? Ho ? How?

How?

1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan

 antar daerah

 antar sub daerah

 antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan).g y (p )

2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.p p g j

4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam p j g y agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan).

(15)

Tantangan dalam Pembangunan Daerah Tantangan dalam Pembangunan Daerah g g g g

Sarana dan P

• Mengurangi ketimpangan Prasarana yang

memadai dan berkualitas

ketimpangan

• Memberdayakan masyarakat

• Mengentaskan kemiskinan.

• Menambah lapangan

Pemanfaatan

Dunia usaha yg kondusif

kerja.

• Menjaga kelestarian Pemanfaatan SDA

sumber daya secara berkualitas

SDA

Koordinasi yang semakin baik antar

stakeholders

Peningkatan kapasitas SDM

(16)

PEMBANGUNAN DAERAH

PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DI DAERAHPEMBANGUNAN DI DAERAH

Upaya terencana untuk

meningkatkan kapasitas Upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah Pemerintahan Daerah masyarakat di seluruh daerah

Sehingga tercipta suatu S hi t i t t

Sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan

profesional dalam:

Sehingga tercipta suatu

lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk:

p y

M ik ti k lit k hid

 Memberikan pelayanan kepada masyarakat,

M l l b d

 Menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram,

 Mengelola sumber daya ekonomi daerah.

,

 Peningkatan harkat, martabat, dan harga diri.

(17)

PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DAERAH

Dilaksanakan Melalui:

Penguatan Otonomi Pengelolaan

Good Governance

Dilaksanakan Melalui:

Daerah Sumberdaya Good Governance

K i b P Ti Pil

Keseimbangan Peran Tiga Pilar

P i t h D i U h M k t

Menjalankan dan

Pemerintahan Dunia Usaha Masyarakat

Menjalankan dan menciptakan lingkungan

politik dan hukum yang

Mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan

Penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan kondusif bagi unsur-

unsur lain.

pendapatan. politik.

(18)

Pergeseran Paradigma:

Pergeseran Paradigma:

From Government to Governance From Government to Governance

Government Governance

M b ik h k k l if b i P l l blik

 Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik,

 Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama

pemerintah, civil society dan

 Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya

dunia usaha sebagai tiga aktor utama.

mengijinkannya.

(19)

Pelaku Pembangunan:

Pelaku Pembangunan: g g Paradigma Governance Paradigma Governance

Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.

Tenaga Kerja

Kontrol Kontrol

Tenaga Kerja

Dunia Usaha

S t Pemerintah Masyarakat

Swasta y

Nilai Redistibusi

Nilai Pertumbuhan

Redistibusi Melalui Pelayanan Pasar

Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good

Good.

(20)

Model Go ernance Model Go ernance Model Governance Model Governance

Sektor Swasta

Sektor Swasta Sektor PublikSektor Publik Sektor KetigaSektor Ketiga

Perusahaan transnasional

Organisasi Antar Pemerintah

LSM

Internasional Tingkat

Tingkat Supranasional Supranasional

P h Ormas/LSM

Tingkat Tingkat

GOVERNANCE Perusahaan

Nasional

Ormas/LSM Nasional Tingkat

Tingkat Nasional Nasional

Perusahaan Lokal

Pemerintah Lokal

LSM Lokal Tingkat

Tingkat Subnasional

Subnasional Lokal Lokal

Subnasional Subnasional

(Kamarack and Nye Jr., 2002)

(21)

Pelaku Pembangunan: Stakeholders Pelaku Pembangunan: Stakeholders g g

i i d i t

STATE CITIZENS

Executive Judiciary Legislature

organized into:

Community-based organizations Non-governmental organizations

g

Public service Military

Police

Professional Associations Religious groups

Women’s groups

Police Media

BUSINESS

Small / medium / large enterprises Multinational Corporations

Fi i l i tit ti

Financial institutions Stock exchange

(22)

Troika

Troika

(23)

Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,

Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat

Masyarakat, Bangsa, dan

VISI

Negara

Masyarakat Masyarakat

Pemerintah VISI

Pemerintah

Dunia Usaha Dunia Usaha

Good Governance

(24)

Sinergitas Stakeholders

Sinergitas Stakeholders

Sinergitas Stakeholders

Sinergitas Stakeholders

(25)

Sinergitas Stakeholders

Sinergitas Stakeholders

Sinergitas Stakeholders

Sinergitas Stakeholders

(26)
(27)

W d h P kil R k t W d h P kil R k t Wadah Perwakilan Rakyat Wadah Perwakilan Rakyat

Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Kepala Daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat

Mana yang paling dekat dengan rakyat dan secara nyata sering memperjuangkan secara langsung oleh rakyat

DPRD sebagai organisasi politik Negara yang berpihak dan berjuang

nyata sering memperjuangkan kepentingan rakyat?

Organisasi mana yang terkait langsung memperjuangkan Negara yang berpihak dan berjuang

untuk kepentingan rakyat Berbagai partai politik yang

langsung memperjuangkan kepentingan rakyat?

Lembaga dan organisasi mana

i b d

seharusnya menjadi organisasi politik sipil tertinggi dari rakyat

LSM dan berbagai bentuk asosiasi

yang mempunyai sumberdaya pembangunan yang dapat didayagunakan untuk secara

t d t hi

LSM dan berbagai bentuk asosiasi yang menjadi wadah fungsional atas perjuangan kepentingan tertentu

nyata dan cepat memenuhi kebutuhan hidup rakyat?

Organisasi mana yang Berbagai organisasi kemasyarakatan

yang dibentuk mulai dari tingkat dusun sampai tingkat nasional

mempunyai dasar pijakan kuat dan konkrit di lingkungan

rakyat?

(28)

Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan

Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan Pemda

Kebijakan dan Program

DPRD

Produk-produk Fungsi DPRD

Parpol

Program partai dan janji

LSM

Kebijakan dan program khusus

Ormas

Agenda lobi dan tekanan politik g

Pembangunan

g j j

kampanye

p g

LSM

p

Arena Pembangunan

Lingkungan

Lingkungan yang sehat dan lestari

Sosial

Kesejahteraan sosial bagi seluruh warga

Ekonomi

Pertumbuhan dan pemerataan

Kelembagaan

Pembuatan keputusan partisipatif

Pemda DPRD Parpol LSM Ormas

Lembaga Intermediary Pemda

KDH, Sekda, SKPD

DPRD

Pimpinan, Komisi, Fraksi,

Kaukus

Parpol

Pimpinan Partai, Biro-biro dalam

Partai

LSM

Berbagai bentuk dan jenis LSM

Ormas

Berbagai bentuk dan jenis Ormas

Kaukus Partai

Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur

Gender

Laki

Ekonomi

Kaya

Domisili

Tetap

Keamanan

Mapan

Organisasi

Kelompok Warga Negara dan Kepentingan-kepentingannya

Perempuan

y Miskin

p Tidak Tetap

p Rentan

p

Individual 28 www.dadang-solihin.blogspot.com

(29)

Fungsi DPRD Fungsi DPRD Fungsi DPRD Fungsi DPRD Fungsi DPRD Fungsi DPRD menurut UU

menurut UU 27/2009 27/2009 Fungsi DPRD

Fungsi DPRD menurut UU

menurut UU 27/2009 27/2009 menurut UU

menurut UU 27/2009 27/2009 menurut UU

menurut UU 27/2009 27/2009

Legislasi

1

1 Legislasi

A

1.

1.

2

2 Anggaran

2.

2.

Pengawasan

3.

3.

(30)

F ngsi Legislasi F ngsi Legislasi Fungsi Legislasi Fungsi Legislasi

Fungsi Legislasi adalah kewenangan pembuatan Peraturan

Daerah (Perda), yaitu menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan juga membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh eksekutif.

P d k j k b l j t b h k bij k di d h

• Perda akan menjaga keberlanjutan sebuah kebijakan di daerah.

• Perda menjadi dasar hukum tindakan pemerintahan sekaligus menjadi instrumen perlindungan hukum bagi rakyat di daerah menjadi instrumen perlindungan hukum bagi rakyat di daerah.

• Perda dapat difungsikan sebagai instrumen pembangunan.

(31)

Fungsi Anggaran Fungsi Anggaran Fungsi Anggaran Fungsi Anggaran

Fungsi Anggaran adalahkewenangan menyetujui atau menolak

Fungsi Anggaran adalahkewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan RAPBD menjadi APBD, melalui proses

pembahasan Arah Kebijakan Umum, pembahasan rancangan

APBD yang diajukan oleh kepala daerah, dan menerapkan Perda tentang APBD.

APBD harus semakin berorientasi kepada kepentingan rakyat

• APBD harus semakin berorientasi kepada kepentingan rakyat

melalui model perencanaan kebijakan yang integratif, antara rakyat, DPRD dan pemerintah daerah. p

• APBD merupakan dokumen kebijakan yang memiliki pengaruh nyata terhadap prioritas dan arah kebijakan pemerintahan dalam satu tahun anggaran.

• Dari APBD akan sangat mudah diidentifikasi kebijakan politik anggaran daerah dimana di dalamnya terungkap: “kepada anggaran daerah, dimana di dalamnya terungkap: kepada

kelompok mana pemerintah berpihak, dan untuk kegiatan apa pemerintah bertindak”.

(32)

F ngsi Penga asan F ngsi Penga asan Fungsi Pengawasan Fungsi Pengawasan

Fungsi Pengawasan adalah kewenangan dewan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan peraturan lainnya, pengawasan pelaksanaan APBD, mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah

kerjasama internasional di daerah.

• Adanya pelayananan publik yang berkualitas mempersyaratkan adanya kebijakan daerah yang progresif memihak masyarakat. y j y g p g y

• Sebagai stakeholder utama dalam penyediaan pelayanan publik

daerah, DPRD diharapkan mampu mendorong adanya peningkatan kualitas pelayanan publik.

• Sebagai pilar utama dalam pemerintaran daerah, DPRD perlu lebih responsif dengan memperkuat fungsi pengawasan terhadap

responsif dengan memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyediaan pelayanan publik di daerah.

(33)

P d F i DPRD (1966

P d F i DPRD (1966 1998) 1998) Peran dan Fungsi DPRD (1966

Peran dan Fungsi DPRD (1966--1998) 1998)

• DPRD hanya menyetujui konsep eksekutif karena kapasitas dan kewenangannya terbatas untuk menganalisis kebijakan yang

diprakarsai eksekutif.

• Anggota dewan saat itu tidak memiliki kekuatan dan keahlian untuk melakukan analisa secara independen atau untuk meminta

melakukan analisa secara independen atau untuk meminta masukan dari masyarakat.

• Hal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD danHal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD dan kemampuan mereka dalam memastikan bahwa program,

pelayanan, dan anggaran pemerintah daerah telah mencerminkan i it k tit

prioritas konstituen.

• Pemilihan umum direkayasa secara seksama untuk memilih anggota DPRD yang loyal pada rezim

anggota DPRD yang loyal pada rezim.

(34)

P d F i DPRD (S t I i) P d F i DPRD (S t I i) Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini) Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini)

• DPRD saat ini lebih cerdas dan kompeten dibandingkan di masa lalu.

• Anggota DPRD secara aktif terlibat dalam penyusunan peraturan daerah , tidak hanya menyetujui draf yang dipersiapkan oleh

pemerintah dan memainkan peran penting dalam proses pemerintah, dan memainkan peran penting dalam proses penganggaran daerah.

• Pemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenaiPemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenai

keputusan-keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil bagian dalam perencanaan untuk pengembangan

k i d k t di d h

ekonomi dan masyarakat di daerahnya.

• Melalui pemilihan umum yang jujur dan adil, anggota DPRD kini lebih representatif dibandingkan di masa lalu di mana masyarakat lebih representatif dibandingkan di masa lalu, di mana masyarakat memiliki harapan yang tinggi terhadap lembaga ini.

(35)

T t b i DPRD Ef ktif T t b i DPRD Ef ktif

1/

1/2 2

Tantangan bagi DPRD yang Efektif Tantangan bagi DPRD yang Efektif

• Seperti di banyak tempat lain di dunia, para politisi seringkali

terlihat sebagai orang-orang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dan mereka tidak terjangkau, terpisah dari realita

kemiskinan dan kesengsaraan lain yang masih mewarnai kehidupan sehari-hari di Indonesia

kehidupan sehari hari di Indonesia.

• Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan

merasa bahwa sebagai wakil terpilih yang berbicara dan bertindak atas nama masyarakat, mereka berhak menuntut perlakuan khusus dan kemudian menjauhkan diri dari masyarakat biasa.

(36)

T t b i DPRD Ef ktif T t b i DPRD Ef ktif

2

2//2 2

Tantangan bagi DPRD yang Efektif Tantangan bagi DPRD yang Efektif

• Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan sumber daya publik yang terus menghiasi catatan DPRD di daerah juga akan dapat mengikis kepercayaan publik.

• Menurut data Indonesian Corruption Watch pada Juni 2006, lebih dari 1 000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam

dari 1.000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam penyelidikan karena tuduhan yang berkaitan dengan korupsi.

• DPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanyaDPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanya menyetujui satu atau dua PERDA dalam setahun walaupun merencanakan untuk membuat lebih banyak lagi.

• Anggaran daerah sering pula tertunda karena keterlambatan DPRD untuk menyetujuinya.

(37)

M H l I i T j di?

M H l I i T j di?

Mengapa Hal Ini Terjadi?

Mengapa Hal Ini Terjadi?

• Sistem partai yang terpusat membuat anggota DPR/D menjadi lebih berpihak kepada partai sebagai sumber legitimasi daripada berpihak pada pemilih dan masyarakat.

• Partai politik melihat anggotanya sebagai sumber pengumpulan

dana untuk pemilihan umum berikut sehingga kebanyakan anggota dana untuk pemilihan umum berikut, sehingga kebanyakan anggota DPRD memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji

mereka kepada partai.

• Bagi banyak anggota DPRD, para pemilih hanya perlu dimintai pendapat lima tahun sekali, sebagai bagian dari kampanye

ilih k b li pemilihan kembali.

• “Hubungan Konstituensi” berarti memelihara kelompok kepentingan tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih dan

tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih, dan seringkali melibatkan uang.

(38)

K t k M f i

K t k M f i

Kemauan untuk Mereformasi Kemauan untuk Mereformasi

• Anggota DPRD yang progresif dan berpikiran reformis semakin sadar bahwa kebutuhan untuk mendengarkan masyarakat tidak hanya terjadi selama kampanye saja tetapi dalam praktek sehari- hari.

• Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami

• Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami

permasalahan yang muncul akibat ketidakpercayaan rakyat pada para politisi.

• DPRD telah melakukan reformasi di beberapa bidang yang memungkinkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan

t i

transparansi.

(39)
(40)

A d P litik N t A d P litik N t Agenda Politik Nyata Agenda Politik Nyata

Agenda politik yang sangat nyata dan langsung memenuhi kebutuhan warga.

Penanggulangan kemiskinan;

Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan;

P b t k i d f i

Pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.

(41)

Argumentasi Politik Mendasar Argumentasi Politik Mendasar Argumentasi Politik Mendasar Argumentasi Politik Mendasar

Argumentasi politik yang dibangun adalah sangat mendasar dan tidak klise.

Dengan membawa dukungan politik nyata dari

t DPRD k d t k t

warga, anggota DPRD akan dapat memperkuat pijakan mereka dalam proses politik yang

berlangsung dalam berbagai sidang DPRD. g g g g

Dengan informasi dan pengetahuan yang

langsung diperoleh dari warga masyarakat, para anggota DPRD akan mampu membawakan

semua kepentingan warga ke dalam proses

pembuatan Peraturan Daerah penentuan APBD pembuatan Peraturan Daerah, penentuan APBD dan pengawasan politik.

(42)

Positif dan Konstruktif Positif dan Konstruktif Positif dan Konstruktif Positif dan Konstruktif

Pemikiran yang selalu mencari upaya y g p y perbaikan.

Anggota DPRD akan selalu dituntut untuk berpikir positif dan

konstruktif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya

tugas dan fungsinya.

Sering tanpa disadari kebiasaan ini justru meningkatkan kapasitas

j g p

modal politik yang memang

dibutuhkan oleh anggota DPRD dan t kt litik d k

struktur politik pendukungnya.

(43)

Membangun Sistem Umpan Balik Membangun Sistem Umpan Balik Membangun Sistem Umpan Balik Membangun Sistem Umpan Balik

Membangun dan memperkokoh sistem g p umpanbalik yang cepat dan efektif.

Para anggota DPRD dan partai

politiknya dapat selalu melakukan up- date terhadap informasi dan program kerjanya

kerjanya.

Partai politik yang diwakili oleh anggota DPRD tersebut juga secara terus j g

menerus mengevaluasi diri apakah mereka mempunyai akar yang kuat di

ti k t k t t j t

tingkat akar rumput atau justru

berkembang menjadi partai politik yang mengambang.g g

(44)

Sikl R t i W kil R k t Sikl R t i W kil R k t Siklus Representasi Wakil Rakyat Siklus Representasi Wakil Rakyat

Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa rakyat hanya memberikan sebagian hak-haknya untuk diwakili oleh anggota DPRD yang terpilih dalam proses pengambilan keputusan.

Rakyat masih dapat menggunakan haknya secara langsung untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan

mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang memilihnya maka kekuasaan perwakilan itu dapat mereka yang memilihnya, maka kekuasaan perwakilan itu dapat dicabut oleh para pemilih melalui mekanisme Pemilu lima tahun yang akan datang.

Dalam jeda waktu di antara dua pemilihan umum, apabila seorang wakil rakyat tidak dapat mewakili kepentingan para pemilihnya, maka secara politik yang bersangkutan akan mengalami

maka secara politik yang bersangkutan akan mengalami delegitimasi di mata publik.

(45)

Siklus Representasi Wakil Rakyat Siklus Representasi Wakil Rakyat

R A K Y A T PEMILU PEMILU

Representasi Rakyat (keterwakilan)

Hubungan dengan

Pemilih DPRD

Fungsi Legislasi Pemilih

Hubungan dengan

media dan kelompok MEMBUAT

KEPUTUSAN Fungsi Anggaran

media dan kelompok kepentingan Sumber daya

KEPUTUSAN POLITIK

u gs gga a

Sumber daya (anggaran, staf, riset

dan informasi)

Fungsi Pengawasan

Perlindungan hak-hak Individu

Peningkatan

Kesejahteraan Individu dan masyarakat dan Masyarakat

45 www.dadang-solihin.blogspot.com

(46)

I dik t P l k M d t B ik

I dik t P l k M d t B ik

1/

1/2 2

Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik

Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat

menghasilkan keputusan politik/ kebijakan publik yang berdampak positif melalui instrumen fungsi-fungsi DPRD, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.

Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik

Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik perwakilan.

DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah

DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah

keterwakilan, yang mengharuskan seorang wakil rakyat bersikap dan bertindak sesuai dengan kehendak rakyat, yang diartikulasikan melalui peran kelompok-kelompok dalam masyarakat maupun

individu-invidu warga negara.

(47)

I dik t P l k M d t B ik

I dik t P l k M d t B ik

2

2//2 2

Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik

Secara substansial

perlindungan hak p g

peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek

Secara prosedural p

mengikuti prosedur hukum yang benar

melibatkan masyarakat di dalam prosesnyay p y

Komunikasi dan hubungan dengan konstituen, media serikat, Ormas, LSM, perguruan tinggi, dan lain-lain.

Sistem pendukung (supporting system) memadai antara lain mencakup anggaran, staf, riset dan informasi.

(48)
(49)

B t P ti B t P ti

1/

1/4 4 Best Practices

Best Practices

Peraturan Daerah tentang Transparansi dan Partisipasi

• Beberapa Pemda telah mengesahkan Perda yang transparan dan memberikan kesempatan masyarakat untuk dimintai pendapatnya dalam proses pembuatan keputusan.

Penggunaan Masa Reses yang Bermakna

Setiap tahun DPRD memiliki dua kali masa reses untuk

• Setiap tahun, DPRD memiliki dua kali masa reses, untuk melakukan konsultasi dengan para konsituennya.

• Beberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat baikBeberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat baik, misalnya dengan mengikuti Musrenbang di daerah masing-masing.

(50)

B t P ti B t P ti

2

2//4 4 Best Practices

Best Practices

Keterlibatan Publik dalam Penyusunan Peraturan Daerah

• DPRD dan pemerintah daerah membuka pintunya untuk masukan dari kelompok-kelompok masyarakat sipil.

• Dalam beberapa kasus, hal ini telah dilembagakan melalui

k bij k l k l t k lib tk i i k t i il d l

kebijakan lokal untuk melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam proses penyusunan peraturan daerah.

• Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam proses

• Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam proses pembuatan peraturan daerah, perangkat hukum menjadi lebih mantap dan mudah dilaksanakan.

(51)

B t P ti B t P ti

3

3//4 4 Best Practices

Best Practices

Dengar Pendapat Publik

• Sudah semakin lazim bagi DPRD untuk berkonsultasi dengan masyarakat melalui dengar pendapat publik.

• Beberapa DPRD telah memanfaatkan fasilitator dan mekanisme k lt tif l bih i t ktif dib di k d k ik i konsultatif yang lebih interaktif dibandingkan dengan komunikasi satu arah tradisional dan sosialisasi dari atas ke bawah.

• Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa guna

• Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa guna meningkatkan komunikasi diantara para peserta, dan pertemuan ini pun difasilitasi oleh fasilitator yang terlatih.

(52)

B t P ti B t P ti

4

4//4 4 Best Practices

Best Practices

Transparansi Anggaran

• Banyak DPRD kini telah membuka pintu bagi masyarakat untuk mengakses dokumen anggaran, bahkan telah menyebarkannya kepada publik dalam bentuk poster.

B b DPRD t l h l k k di l i t ktif l l i

• Beberapa DPRD telah melakukan dialog interaktif melalui program radio untuk membicarakan anggaran daerah.

Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penganggaran

• Di beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari forumDi beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari forum Musrenbang dapat mengikuti pertemuan persiapan DPRD untuk Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka penyusunan APBD.

(53)

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan program tindakan II yang mengacu pada identifikasi masalah yang muncul pada silkus I sesuai dengan alternatif pemecahan masalah yang sudah ditentukan. Melakukan

DPPH adalah radikal bebas yang bersifat stabil dan beraktivitas dengan cara mendelokasi elektron bebas pada suatu molekul, sehingga molekul tersebut tidak reaktif

Praktikum adalah subsistem dari pembelajaran yang merupakan kegiatan terstruktural dan terjadwal yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman

Mengusung konsep design nuansa perpaduan Majapahit, Cina dan Bali, kondotel Meritus Seminyak dijual sebanyak 100 unit kamar hotel untuk publik, dengan sisa 80 unit akan tetap

 Setiap nilai yang mungkin diambil oleh P.A X ini memiliki peluang tertentu untuk muncul yang dapat diringkas dalam suatu fungsi yang disebut FUNGSI PELUANG atau.

Permasalahan utama di area beresiko tinggi antara lain masih rendahnya pengelolaan air limbah yang memenuhi syarat kesehatan lingkungan, belum adanya jasa layanan sedot

hingga dekorasi showroom (dealer) pun sesuai dengan ketentuan Yamaha. Dalam perkembangannya penjualan di CV. Lancar Makmur mengalami fluktuasi. Sebagai perusahaan

Secara parsial hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siklus konversi kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, (2) pertumbuhan penjualan tidak