Nama : Dadang Solihin
Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961 Tempat/Tgl Lahir : Bandung 6 November 1961 Pekerjaan : Direktur Evaluasi Kinerja
Pembangunan Daerah g Bappenas
Alamat Kantor : Jl. Taman Suropati No. 2 J k t 10310
Jakarta 10310 Telp/Fak Kantor : (021) 392 6248
HP : 0812 932 2202
HP : 0812 932 2202
Email : [email protected]
Website :
Website :
http://dadang-solihin.blogspot.com
M t i M t i Materi Materi
• Hubungan antara Pemda dan DPRD
• Pola Kerja antara Penyelenggara Pemerintahan Daerah
• Perencanaan Pembangunan Daerah
• Perencanaan Pembangunan Daerah
• Tujuan dan Permasalahan Pembangunan Daerah
Daerah
• Tupoksi DPRD
• Orientasi Dasar Politik DPRDOrientasi Dasar Politik DPRD
• Best Practices
Hubungan antara Pemda dan DPRD Hubungan antara Pemda dan DPRD Hubungan antara Pemda dan DPRD Hubungan antara Pemda dan DPRD
• Kedudukannya SETARA dan bersifat KEMITRAAN.
• Setara:
– Kedudukan sama dan sejajar, artinya tidak saling membawahi.
– Hal ini tercermin dalam membuat kebijakan daerah berupa Peraturan kebijakan daerah berupa Peraturan Daerah.
• Kemitraan:
– Hubungan kerja yang saling mendukung.
– Bukan merupakan lawan ataupun pesaing dalam melaksanakan fungsi masing-masing.
Pola Kerja antara Penyelenggara Pola Kerja antara Penyelenggara
Pemerintahan Daerah Pemerintahan Daerah Pemerintahan Daerah Pemerintahan Daerah
Perlindungan hak-hak Individu dan
masyarakat
Peningkatan
Kesejahteraan Individu dan Masyarakat
Pencapaian Visi Pencapaian Visi dan Misi Daerah
DPRD Pemkab/
DPRD Pemkot
Sumber: LGSP 2009
Setwan
Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004) ua g ua g ua g ua g g up g up g up g up e e ca aa (UU 5/ 00 ) e e ca aa (UU 5/ 00 ) e e ca aa (UU 5/ 00 ) e e ca aa (UU 5/ 00 )
NASIONAL DAERAH
Dokumen Penetapan Dokumen Penetapan
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
UU
(Ps 13 Ayat 1)
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah
Perda (Ps 13 Ayat 2) Jangka Panjang Nasional
(RPJP-Nasional)
(Ps. 13 Ayat 1) Jangka Panjang Daerah
(RPJP-Daerah) (Ps. 13 Ayat 2) Rencana Pembangunan
J k M h
Per Pres Rencana Pembangunan
J k M h D h
Peraturan KDH Jangka Menengah
Nasional
(RPJM-Nasional)
(Ps. 19 Ayat 1) Jangka Menengah Daerah
(RPJM-Daerah) (Ps. 19 Ayat 3)
Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL)
Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2)
Renstra Satuan Kerja
Perangkat Daerah (Renstra SKPD)
Peraturan Pimpinan SKPD
(Ps. 19 Ayat 4)
(Ps. 19 Ayat 2) ) (Ps. 19 Ayat 4)
Rencana Kerja Pemerintah (RKP)
Per Pres (Ps. 26 Ayat 1)
Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
Peraturan KDH (Ps. 26 Ayat 2) Rencana Kerja
Kementerian / Lembaga (Renja KL)
Peraturan Pimpinan KL (Ps. 21 Ayat 1)
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD)
Peraturan Pimpinan SKPD
( Ps. 21 Ayat 3)
(Ps. 21 Ayat 1) ( Ps. 21 Ayat 3)
Persyaratan
Persyaratan Dokumen Perencanaan Dokumen Perencanaan::
Persyaratan
Persyaratan Dokumen Perencanaan Dokumen Perencanaan: : SMART
SMART
S PECIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi
M EASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured gets managed”)
g g )
A CHIEVABLE-dapat dicapai (reasonable cost using and appropriate collection method)
appropriate collection method)
R ELEVANT (information needs of the people who will use the data)
T IMELY-tepat waktu (collected and reported at the right
T IMELY-tepat waktu (collected and reported at the right
time to influence many manage decision)
Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan Syarat Perencanaan
H iliki t h i d hit k
Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
1. Tujuan akhir yang dikehendaki.
2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
4. Masalah-masalah yang dihadapi.
5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.
6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya.
7. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya.
8. Mekanisme monitoring, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan Fungsi/Manfaat Perencanaan
• Sebagai penuntun arah
• Minimalisasi ketidakpastianp
• Minimalisasi inefisiensi sumberdaya
• Penetapan standar dan pengawasan kualitas
Apa Itu Pembangunan?
Apa Itu Pembangunan?
Apa Itu Pembangunan?
Apa Itu Pembangunan?
Pembangunan adalah:
proses perubahan ke
Tujuan Pembangunan:
Tujuan Pembangunan:
1 Peningkatan standar hidup (levels
proses perubahan ke arah kondisi yang lebih baik
1. Peningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang, baik
pendapatannya, tingkat konsumsi pangan sandang papan pelayanan
melalui upaya yang dilakukan secara t
pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll.
2. Penciptaan berbagai kondisi yang
terencana. memungkinkan tumbuhnya rasa p g y g percaya diri (self-esteem) setiap orang
orang.
3. Peningkatan kebebasan
(freedom/democracy) setiap orang.
Todaro, 2000
Ho ? Ho ? How?
How?
1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan
antar daerah
antar sub daerah
antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan).g y (p )
2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja.p p g j
4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah.
5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam p j g y agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan).
Tantangan dalam Pembangunan Daerah Tantangan dalam Pembangunan Daerah g g g g
Sarana dan P
• Mengurangi ketimpangan Prasarana yang
memadai dan berkualitas
ketimpangan
• Memberdayakan masyarakat
• Mengentaskan kemiskinan.
• Menambah lapangan
Pemanfaatan
Dunia usaha yg kondusif
kerja.
• Menjaga kelestarian Pemanfaatan SDA
sumber daya secara berkualitas
SDA
Koordinasi yang semakin baik antar
stakeholders
Peningkatan kapasitas SDM
PEMBANGUNAN DAERAH
PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DI DAERAHPEMBANGUNAN DI DAERAH
Upaya terencana untuk
meningkatkan kapasitas Upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah Pemerintahan Daerah masyarakat di seluruh daerah
Sehingga tercipta suatu S hi t i t t
Sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan
profesional dalam:
Sehingga tercipta suatu
lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk:
p y
M ik ti k lit k hid
Memberikan pelayanan kepada masyarakat,
M l l b d
Menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram,
Mengelola sumber daya ekonomi daerah.
,
Peningkatan harkat, martabat, dan harga diri.
PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DAERAH PEMBANGUNAN DAERAH
Dilaksanakan Melalui:
Penguatan Otonomi Pengelolaan
Good Governance
Dilaksanakan Melalui:
Daerah Sumberdaya Good Governance
K i b P Ti Pil
Keseimbangan Peran Tiga Pilar
P i t h D i U h M k t
Menjalankan dan
Pemerintahan Dunia Usaha Masyarakat
Menjalankan dan menciptakan lingkungan
politik dan hukum yang
Mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan
Penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan kondusif bagi unsur-
unsur lain.
pendapatan. politik.
Pergeseran Paradigma:
Pergeseran Paradigma:
From Government to Governance From Government to Governance
Government Governance
M b ik h k k l if b i P l l blik
Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal publik,
Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama
pemerintah, civil society dan
Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara mengijinkannya
dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
mengijinkannya.
Pelaku Pembangunan:
Pelaku Pembangunan: g g Paradigma Governance Paradigma Governance
Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
Tenaga Kerja
Kontrol Kontrol
Tenaga Kerja
Dunia Usaha
S t Pemerintah Masyarakat
Swasta y
Nilai Redistibusi
Nilai Pertumbuhan
Redistibusi Melalui Pelayanan Pasar
Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good
Good.
Model Go ernance Model Go ernance Model Governance Model Governance
Sektor Swasta
Sektor Swasta Sektor PublikSektor Publik Sektor KetigaSektor Ketiga
Perusahaan transnasional
Organisasi Antar Pemerintah
LSM
Internasional Tingkat
Tingkat Supranasional Supranasional
P h Ormas/LSM
Tingkat Tingkat
GOVERNANCE Perusahaan
Nasional
Ormas/LSM Nasional Tingkat
Tingkat Nasional Nasional
Perusahaan Lokal
Pemerintah Lokal
LSM Lokal Tingkat
Tingkat Subnasional
Subnasional Lokal Lokal
Subnasional Subnasional
(Kamarack and Nye Jr., 2002)
Pelaku Pembangunan: Stakeholders Pelaku Pembangunan: Stakeholders g g
i i d i t
STATE CITIZENS
Executive Judiciary Legislature
organized into:
Community-based organizations Non-governmental organizations
g
Public service Military
Police
Professional Associations Religious groups
Women’s groups
Police Media
BUSINESS
Small / medium / large enterprises Multinational Corporations
Fi i l i tit ti
Financial institutions Stock exchange
Troika
Troika
Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah,
Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat
Masyarakat, Bangsa, dan
VISI
Negara
Masyarakat Masyarakat
Pemerintah VISI
Pemerintah
Dunia Usaha Dunia Usaha
Good Governance
Sinergitas Stakeholders
Sinergitas Stakeholders
Sinergitas Stakeholders
Sinergitas Stakeholders
Sinergitas Stakeholders
Sinergitas Stakeholders
Sinergitas Stakeholders
Sinergitas Stakeholders
W d h P kil R k t W d h P kil R k t Wadah Perwakilan Rakyat Wadah Perwakilan Rakyat
Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Kepala Daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat
Mana yang paling dekat dengan rakyat dan secara nyata sering memperjuangkan secara langsung oleh rakyat
DPRD sebagai organisasi politik Negara yang berpihak dan berjuang
nyata sering memperjuangkan kepentingan rakyat?
Organisasi mana yang terkait langsung memperjuangkan Negara yang berpihak dan berjuang
untuk kepentingan rakyat Berbagai partai politik yang
langsung memperjuangkan kepentingan rakyat?
Lembaga dan organisasi mana
i b d
seharusnya menjadi organisasi politik sipil tertinggi dari rakyat
LSM dan berbagai bentuk asosiasi
yang mempunyai sumberdaya pembangunan yang dapat didayagunakan untuk secara
t d t hi
LSM dan berbagai bentuk asosiasi yang menjadi wadah fungsional atas perjuangan kepentingan tertentu
nyata dan cepat memenuhi kebutuhan hidup rakyat?
Organisasi mana yang Berbagai organisasi kemasyarakatan
yang dibentuk mulai dari tingkat dusun sampai tingkat nasional
mempunyai dasar pijakan kuat dan konkrit di lingkungan
rakyat?
Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan
Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan Pemda
Kebijakan dan Program
DPRD
Produk-produk Fungsi DPRD
Parpol
Program partai dan janji
LSM
Kebijakan dan program khusus
Ormas
Agenda lobi dan tekanan politik g
Pembangunan
g j j
kampanye
p g
LSM
p
Arena Pembangunan
Lingkungan
Lingkungan yang sehat dan lestari
Sosial
Kesejahteraan sosial bagi seluruh warga
Ekonomi
Pertumbuhan dan pemerataan
Kelembagaan
Pembuatan keputusan partisipatif
Pemda DPRD Parpol LSM Ormas
Lembaga Intermediary Pemda
KDH, Sekda, SKPD
DPRD
Pimpinan, Komisi, Fraksi,
Kaukus
Parpol
Pimpinan Partai, Biro-biro dalam
Partai
LSM
Berbagai bentuk dan jenis LSM
Ormas
Berbagai bentuk dan jenis Ormas
Kaukus Partai
Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur
Gender
Laki
Ekonomi
Kaya
Domisili
Tetap
Keamanan
Mapan
Organisasi
Kelompok Warga Negara dan Kepentingan-kepentingannya
Perempuan
y Miskin
p Tidak Tetap
p Rentan
p
Individual 28 www.dadang-solihin.blogspot.com
Fungsi DPRD Fungsi DPRD Fungsi DPRD Fungsi DPRD Fungsi DPRD Fungsi DPRD menurut UU
menurut UU 27/2009 27/2009 Fungsi DPRD
Fungsi DPRD menurut UU
menurut UU 27/2009 27/2009 menurut UU
menurut UU 27/2009 27/2009 menurut UU
menurut UU 27/2009 27/2009
Legislasi
1
1 Legislasi
A
1.
1.
2
2 Anggaran
2.
2.
Pengawasan
3.
3.
F ngsi Legislasi F ngsi Legislasi Fungsi Legislasi Fungsi Legislasi
• Fungsi Legislasi adalah kewenangan pembuatan Peraturan
Daerah (Perda), yaitu menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan juga membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh eksekutif.
P d k j k b l j t b h k bij k di d h
• Perda akan menjaga keberlanjutan sebuah kebijakan di daerah.
• Perda menjadi dasar hukum tindakan pemerintahan sekaligus menjadi instrumen perlindungan hukum bagi rakyat di daerah menjadi instrumen perlindungan hukum bagi rakyat di daerah.
• Perda dapat difungsikan sebagai instrumen pembangunan.
Fungsi Anggaran Fungsi Anggaran Fungsi Anggaran Fungsi Anggaran
• Fungsi Anggaran adalahkewenangan menyetujui atau menolak
• Fungsi Anggaran adalahkewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan RAPBD menjadi APBD, melalui proses
pembahasan Arah Kebijakan Umum, pembahasan rancangan
APBD yang diajukan oleh kepala daerah, dan menerapkan Perda tentang APBD.
APBD harus semakin berorientasi kepada kepentingan rakyat
• APBD harus semakin berorientasi kepada kepentingan rakyat
melalui model perencanaan kebijakan yang integratif, antara rakyat, DPRD dan pemerintah daerah. p
• APBD merupakan dokumen kebijakan yang memiliki pengaruh nyata terhadap prioritas dan arah kebijakan pemerintahan dalam satu tahun anggaran.
• Dari APBD akan sangat mudah diidentifikasi kebijakan politik anggaran daerah dimana di dalamnya terungkap: “kepada anggaran daerah, dimana di dalamnya terungkap: kepada
kelompok mana pemerintah berpihak, dan untuk kegiatan apa pemerintah bertindak”.
F ngsi Penga asan F ngsi Penga asan Fungsi Pengawasan Fungsi Pengawasan
• Fungsi Pengawasan adalah kewenangan dewan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan peraturan lainnya, pengawasan pelaksanaan APBD, mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah
kerjasama internasional di daerah.
• Adanya pelayananan publik yang berkualitas mempersyaratkan adanya kebijakan daerah yang progresif memihak masyarakat. y j y g p g y
• Sebagai stakeholder utama dalam penyediaan pelayanan publik
daerah, DPRD diharapkan mampu mendorong adanya peningkatan kualitas pelayanan publik.
• Sebagai pilar utama dalam pemerintaran daerah, DPRD perlu lebih responsif dengan memperkuat fungsi pengawasan terhadap
responsif dengan memperkuat fungsi pengawasan terhadap penyediaan pelayanan publik di daerah.
P d F i DPRD (1966
P d F i DPRD (1966 1998) 1998) Peran dan Fungsi DPRD (1966
Peran dan Fungsi DPRD (1966--1998) 1998)
• DPRD hanya menyetujui konsep eksekutif karena kapasitas dan kewenangannya terbatas untuk menganalisis kebijakan yang
diprakarsai eksekutif.
• Anggota dewan saat itu tidak memiliki kekuatan dan keahlian untuk melakukan analisa secara independen atau untuk meminta
melakukan analisa secara independen atau untuk meminta masukan dari masyarakat.
• Hal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD danHal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD dan kemampuan mereka dalam memastikan bahwa program,
pelayanan, dan anggaran pemerintah daerah telah mencerminkan i it k tit
prioritas konstituen.
• Pemilihan umum direkayasa secara seksama untuk memilih anggota DPRD yang loyal pada rezim
anggota DPRD yang loyal pada rezim.
P d F i DPRD (S t I i) P d F i DPRD (S t I i) Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini) Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini)
• DPRD saat ini lebih cerdas dan kompeten dibandingkan di masa lalu.
• Anggota DPRD secara aktif terlibat dalam penyusunan peraturan daerah , tidak hanya menyetujui draf yang dipersiapkan oleh
pemerintah dan memainkan peran penting dalam proses pemerintah, dan memainkan peran penting dalam proses penganggaran daerah.
• Pemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenaiPemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenai
keputusan-keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil bagian dalam perencanaan untuk pengembangan
k i d k t di d h
ekonomi dan masyarakat di daerahnya.
• Melalui pemilihan umum yang jujur dan adil, anggota DPRD kini lebih representatif dibandingkan di masa lalu di mana masyarakat lebih representatif dibandingkan di masa lalu, di mana masyarakat memiliki harapan yang tinggi terhadap lembaga ini.
T t b i DPRD Ef ktif T t b i DPRD Ef ktif
1/
1/2 2
Tantangan bagi DPRD yang Efektif Tantangan bagi DPRD yang Efektif
• Seperti di banyak tempat lain di dunia, para politisi seringkali
terlihat sebagai orang-orang yang mengutamakan kepentingan diri sendiri dan mereka tidak terjangkau, terpisah dari realita
kemiskinan dan kesengsaraan lain yang masih mewarnai kehidupan sehari-hari di Indonesia
kehidupan sehari hari di Indonesia.
• Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan
merasa bahwa sebagai wakil terpilih yang berbicara dan bertindak atas nama masyarakat, mereka berhak menuntut perlakuan khusus dan kemudian menjauhkan diri dari masyarakat biasa.
T t b i DPRD Ef ktif T t b i DPRD Ef ktif
2
2//2 2
Tantangan bagi DPRD yang Efektif Tantangan bagi DPRD yang Efektif
• Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan sumber daya publik yang terus menghiasi catatan DPRD di daerah juga akan dapat mengikis kepercayaan publik.
• Menurut data Indonesian Corruption Watch pada Juni 2006, lebih dari 1 000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam
dari 1.000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam penyelidikan karena tuduhan yang berkaitan dengan korupsi.
• DPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanyaDPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanya menyetujui satu atau dua PERDA dalam setahun walaupun merencanakan untuk membuat lebih banyak lagi.
• Anggaran daerah sering pula tertunda karena keterlambatan DPRD untuk menyetujuinya.
M H l I i T j di?
M H l I i T j di?
Mengapa Hal Ini Terjadi?
Mengapa Hal Ini Terjadi?
• Sistem partai yang terpusat membuat anggota DPR/D menjadi lebih berpihak kepada partai sebagai sumber legitimasi daripada berpihak pada pemilih dan masyarakat.
• Partai politik melihat anggotanya sebagai sumber pengumpulan
dana untuk pemilihan umum berikut sehingga kebanyakan anggota dana untuk pemilihan umum berikut, sehingga kebanyakan anggota DPRD memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji
mereka kepada partai.
• Bagi banyak anggota DPRD, para pemilih hanya perlu dimintai pendapat lima tahun sekali, sebagai bagian dari kampanye
ilih k b li pemilihan kembali.
• “Hubungan Konstituensi” berarti memelihara kelompok kepentingan tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih dan
tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih, dan seringkali melibatkan uang.
K t k M f i
K t k M f i
Kemauan untuk Mereformasi Kemauan untuk Mereformasi
• Anggota DPRD yang progresif dan berpikiran reformis semakin sadar bahwa kebutuhan untuk mendengarkan masyarakat tidak hanya terjadi selama kampanye saja tetapi dalam praktek sehari- hari.
• Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami
• Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami
permasalahan yang muncul akibat ketidakpercayaan rakyat pada para politisi.
• DPRD telah melakukan reformasi di beberapa bidang yang memungkinkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan
t i
transparansi.
A d P litik N t A d P litik N t Agenda Politik Nyata Agenda Politik Nyata
Agenda politik yang sangat nyata dan langsung memenuhi kebutuhan warga.
Penanggulangan kemiskinan;
Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan;
P b t k i d f i
Pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
Argumentasi Politik Mendasar Argumentasi Politik Mendasar Argumentasi Politik Mendasar Argumentasi Politik Mendasar
Argumentasi politik yang dibangun adalah sangat mendasar dan tidak klise.
Dengan membawa dukungan politik nyata dari
t DPRD k d t k t
warga, anggota DPRD akan dapat memperkuat pijakan mereka dalam proses politik yang
berlangsung dalam berbagai sidang DPRD. g g g g
Dengan informasi dan pengetahuan yang
langsung diperoleh dari warga masyarakat, para anggota DPRD akan mampu membawakan
semua kepentingan warga ke dalam proses
pembuatan Peraturan Daerah penentuan APBD pembuatan Peraturan Daerah, penentuan APBD dan pengawasan politik.
Positif dan Konstruktif Positif dan Konstruktif Positif dan Konstruktif Positif dan Konstruktif
Pemikiran yang selalu mencari upaya y g p y perbaikan.
Anggota DPRD akan selalu dituntut untuk berpikir positif dan
konstruktif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
tugas dan fungsinya.
Sering tanpa disadari kebiasaan ini justru meningkatkan kapasitas
j g p
modal politik yang memang
dibutuhkan oleh anggota DPRD dan t kt litik d k
struktur politik pendukungnya.
Membangun Sistem Umpan Balik Membangun Sistem Umpan Balik Membangun Sistem Umpan Balik Membangun Sistem Umpan Balik
Membangun dan memperkokoh sistem g p umpanbalik yang cepat dan efektif.
Para anggota DPRD dan partai
politiknya dapat selalu melakukan up- date terhadap informasi dan program kerjanya
kerjanya.
Partai politik yang diwakili oleh anggota DPRD tersebut juga secara terus j g
menerus mengevaluasi diri apakah mereka mempunyai akar yang kuat di
ti k t k t t j t
tingkat akar rumput atau justru
berkembang menjadi partai politik yang mengambang.g g
Sikl R t i W kil R k t Sikl R t i W kil R k t Siklus Representasi Wakil Rakyat Siklus Representasi Wakil Rakyat
Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa rakyat hanya memberikan sebagian hak-haknya untuk diwakili oleh anggota DPRD yang terpilih dalam proses pengambilan keputusan.
Rakyat masih dapat menggunakan haknya secara langsung untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan
mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang memilihnya maka kekuasaan perwakilan itu dapat mereka yang memilihnya, maka kekuasaan perwakilan itu dapat dicabut oleh para pemilih melalui mekanisme Pemilu lima tahun yang akan datang.
Dalam jeda waktu di antara dua pemilihan umum, apabila seorang wakil rakyat tidak dapat mewakili kepentingan para pemilihnya, maka secara politik yang bersangkutan akan mengalami
maka secara politik yang bersangkutan akan mengalami delegitimasi di mata publik.
Siklus Representasi Wakil Rakyat Siklus Representasi Wakil Rakyat
R A K Y A T PEMILU PEMILU
Representasi Rakyat (keterwakilan)
Hubungan dengan
Pemilih DPRD
Fungsi Legislasi Pemilih
Hubungan dengan
media dan kelompok MEMBUAT
KEPUTUSAN Fungsi Anggaran
media dan kelompok kepentingan Sumber daya
KEPUTUSAN POLITIK
u gs gga a
Sumber daya (anggaran, staf, riset
dan informasi)
Fungsi Pengawasan
Perlindungan hak-hak Individu
Peningkatan
Kesejahteraan Individu dan masyarakat dan Masyarakat
45 www.dadang-solihin.blogspot.com
I dik t P l k M d t B ik
I dik t P l k M d t B ik
1/
1/2 2
Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik
Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat
menghasilkan keputusan politik/ kebijakan publik yang berdampak positif melalui instrumen fungsi-fungsi DPRD, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.
Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik
Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik perwakilan.
DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah
DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah
keterwakilan, yang mengharuskan seorang wakil rakyat bersikap dan bertindak sesuai dengan kehendak rakyat, yang diartikulasikan melalui peran kelompok-kelompok dalam masyarakat maupun
individu-invidu warga negara.
I dik t P l k M d t B ik
I dik t P l k M d t B ik
2
2//2 2
Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik
Secara substansial
perlindungan hak p g
peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek
Secara prosedural p
mengikuti prosedur hukum yang benar
melibatkan masyarakat di dalam prosesnyay p y
Komunikasi dan hubungan dengan konstituen, media serikat, Ormas, LSM, perguruan tinggi, dan lain-lain.
Sistem pendukung (supporting system) memadai antara lain mencakup anggaran, staf, riset dan informasi.
B t P ti B t P ti
1/
1/4 4 Best Practices
Best Practices
Peraturan Daerah tentang Transparansi dan Partisipasi
• Beberapa Pemda telah mengesahkan Perda yang transparan dan memberikan kesempatan masyarakat untuk dimintai pendapatnya dalam proses pembuatan keputusan.
Penggunaan Masa Reses yang Bermakna
Setiap tahun DPRD memiliki dua kali masa reses untuk
• Setiap tahun, DPRD memiliki dua kali masa reses, untuk melakukan konsultasi dengan para konsituennya.
• Beberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat baikBeberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat baik, misalnya dengan mengikuti Musrenbang di daerah masing-masing.
B t P ti B t P ti
2
2//4 4 Best Practices
Best Practices
Keterlibatan Publik dalam Penyusunan Peraturan Daerah
• DPRD dan pemerintah daerah membuka pintunya untuk masukan dari kelompok-kelompok masyarakat sipil.
• Dalam beberapa kasus, hal ini telah dilembagakan melalui
k bij k l k l t k lib tk i i k t i il d l
kebijakan lokal untuk melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam proses penyusunan peraturan daerah.
• Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam proses
• Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam proses pembuatan peraturan daerah, perangkat hukum menjadi lebih mantap dan mudah dilaksanakan.
B t P ti B t P ti
3
3//4 4 Best Practices
Best Practices
Dengar Pendapat Publik
• Sudah semakin lazim bagi DPRD untuk berkonsultasi dengan masyarakat melalui dengar pendapat publik.
• Beberapa DPRD telah memanfaatkan fasilitator dan mekanisme k lt tif l bih i t ktif dib di k d k ik i konsultatif yang lebih interaktif dibandingkan dengan komunikasi satu arah tradisional dan sosialisasi dari atas ke bawah.
• Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa guna
• Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa guna meningkatkan komunikasi diantara para peserta, dan pertemuan ini pun difasilitasi oleh fasilitator yang terlatih.
B t P ti B t P ti
4
4//4 4 Best Practices
Best Practices
Transparansi Anggaran
• Banyak DPRD kini telah membuka pintu bagi masyarakat untuk mengakses dokumen anggaran, bahkan telah menyebarkannya kepada publik dalam bentuk poster.
B b DPRD t l h l k k di l i t ktif l l i
• Beberapa DPRD telah melakukan dialog interaktif melalui program radio untuk membicarakan anggaran daerah.
Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penganggaran
• Di beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari forumDi beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari forum Musrenbang dapat mengikuti pertemuan persiapan DPRD untuk Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka penyusunan APBD.