i
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMKN 2 PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2022
PEMERINTAH DAERAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN
CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH IV
SMK NEGERI 2 PURWAKARTA
Jln. Jend. A. Yani No. 98 Tlp. (0264) 200724 Purwakarta. 41114 e-mail : [email protected]
ii
iii
iii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Landasan Hukum ... 3
C. Maksud Dan Tujuan ... 3
D. Ruang Lingkup ... 4
E. Sasaran... 5
BAB II PENYELENGGARAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ... 6
A. Profil Sekolah SMK Negeri 2 Purwakarta ... 6
B. Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru ... 7
1. Daya Tampung Tiap Jalur ... 7
2. Mekanisme Pendaftaran ... 8
3. Persyaratan Pendaftaran Sesuai Jalur ... 11
4. Mekanisme Seleksi ... 13
5. Mekanisme Pengumuman ... 20
6. Mekanisme Persyaratan Daftar Ulang ... 20
7. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) ... 21
BAB III KEPANITIAN PPDB ... 23
BAB IV PENGADUAN PPDB... 25
A. Pengaduan Administrasi ... 25
B. Pengaduan TIK Aplikasi PPDB ... 25
C. Pengaduan Pelanggaran Penerapan Regulasi ... 25
BAB V PEMBINAAN, PENGENDALIAN, DAN PENGAWASAN ... 27
BAB VI PERPINDAHAN PESERTA DIDIK... 28
BAB VII PEMBIAYAAN ... 29
BAB VIII LARANGAN DAN SANKSI ... 30
A. Larangan Pelaksanaan PPDB ... 30
B. Sanksi ... 30
BAB IX MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH ... 31
BAB X LAPORAN PPDB ... 33
BAB XI EVALUASI POS PENYELENGGARAAN PPDB ... 34
LAMPIRAN- LAMPIRAN ... 35
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembang kan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan nasional diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman dan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sistem pendidikan nasional merupakan keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Satuan pendidikan sebagai komponen dari sistem pendidikan, merupakan kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan sudah semestinya memperhatikan Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana UU RI no. 20 tahun 2003 Pasal 4 yang menyatakan;
1. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa. Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna;
2. Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat;
3. Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran;
4. Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat;
5. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.
Dengan demikian, satuan pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan, dalam penyelenggaraan pendidikan dimulai dari kegiatan penerimaan peserta didik baru sudah semestinya juga memperhatikan hak dan kewajiban warga Negara sebagaimana UU RI nomor 20 tahun 2003 pasal 5, yaitu:
1. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu;
2. Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus;
3. Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus;
4. Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus;
5. Setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat.
Peserta didik, sebagai anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu, perlu difasilitasi untuk mendapatkan layanan pendidikan yang baik dan berkeadilan mulai dari kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Pelayanan pendidikan , mulai dari PPDB yang baik, dapat terwujud jika terjalin kerjasama antara komponen pendidikan yang satu dengan komponen lainnya termasuk orang tua siswa , dan masing-masing bertanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraanaa pendidikan sebagaimana UU RI No.20 tahun 2003 bagian kedua pasal 7 yang menjelaskan bahwa Hak dan Kewajiban Orang Tua adalah:
1. Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya;
2. Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya.
Demikian pula pada bagian ketiga pasal 8, masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan, dan Pasal 9 menyatakan masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.
Pemerintah dan pemerintah daerah tidak luput perannya dalam pendidikan sebagaimana bagian keempat Pasal 10 nyatakan tentang Hak dan Kewajiban Pemerintah dan Pemerintah Daerah, bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. Diperkuat perannya pada pasal 11 yang menyatakan (1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi; (2) Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun.
3 Dengan berpedoman pada UU RI nomor 20 tahun 2003 tersebut, pemerintah daerah provinsi Jawa Barat menyusun regulasi PPDB mulai dari Peraturan Gubernur, Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru yang dimandatkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk dijadikan pedoman bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan PPDB, agar penyelenggaraan PPDB di tiap satuan pendidikan dapat terlaksana sebagaimana amanat Sistem Pendidikan Nasional.
B. Landasan Hukum
1. PeraturanMenteri Pendidikan dan Kebudayaan No 1 Tahun 2021 tentang PPDB Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan;
2. Surat Edaran Mendikbud No 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Merdeka Belajar Dalam Penentuan Kelulusan Peserta Didik & Pelaksanaan PPDB Thn.Ajaran 2020- 2021: Juknis PPDB, penetapan zona, tidak menggunakan nilai UN/nilai ujian lainnya pada jalur afirmasi dan zonasi; Kewajiban melakukan sosialisasi, melaporkan, dan koordinasi PPDB;
3. Surat Edaran Mendikbud No 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19: Mekanisme PPDB mengikuti protokol kesehatan Covid-19, mencegah berkumpulnya siswa dan orangtua secara fisik di sekolah; PPDB pada Jalur Prestasi berdasarkan: akumulasi nilai rapor; prestasi akademik dan non-akademik di luar rapor sekolah; Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPDB daring;
4. SE Mendikbud No 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan UN Tahun 2021: PPDB dilaksanakan sesuai Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK; Pusat Data dan Informasi Kemendikbud menyediakan bantuan teknis bagi daerah yang memerlukan mekanisme PPD secara daring;
5. SE Mendikbud No 3 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan PPDB: Penerbitan Peraturan Pemda Petunjuk Teknis PPDB difasilitasi Kemendagri; Penetapan zonasi;
Koordinasi dengan BMPS; Tidak ada jual beli kursi;
6. Peraturan Gubernur Jawa Barat No 29 Thn. 2021 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Pada SMA, SMK dan SLB;
7. Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi No 6998/HK.01.04/2022 tentang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2022/2023 : PPDB tahun 2022/2023 sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 1 Tahun 2021.
C. Maksud Dan Tujuan
Maksud disusunnya Prosedur Operasional Standar (POS) Penerimaan Peserta Didik Baru adalah untuk memberikan penjelasan operasional yang lebih rinci tentang pengolahan PPDB sebagaimana dimaksud pada Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 29 Tahun 2021 tentang petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru pada SMK.
Tujuan diterbitkannya Prosedur Operasional Standar (POS) Penerimaan Peserta Didik Baru adalah:
1. Sebagai acuan pelaksanaan secara teknis bagi Panitia Penyelenggara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada tingkat provinsi, cabang Dinas Pendidikan maupun Satuan Sendidikan;
2. Memberikan informasi kepada seluruh komponen di satuan pendidikan;
3. Memberikan arahan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru kepada Calon Peserta Didik yang akan melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan menengah;
4. Memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan di bidang pendidikan tentang Penerimaan Peserta Didik Baru;
5. Memberikan informasi kepada masyarakat yang terkait dengan proses dan tahapan penyelenggaraan PPDB pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Jawa Barat.
D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam penyelenggaraan PPDB, meliputi:
1. Pendahuluan, meliputi: Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan, serta Sasaran
2. Ketentuan Umum Penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Sekolah Menengah Kejuruan, meliputi:
a. Pengumuman pendaftaran b. Pendaftaran
c. Persyaratan d. Tahap pendaftaran e. Jadwal PPDB f. Jalur pendaftaran
g. Daya tampung, jumlah rombel dan jumlah peserta didik per rombel h. Sekolah pilihan
i. Kuota dan seleksi tiap jalur PPDB SMK j. Penetapan seleksi
k. Daftar ulang
3. Standar Operasional Prosedur Alur Mekanisme PPDB SMK a. Pendaftaran
b. Verifikasi c. Validasi d. Seleksi e. Penetapan
f. Koordinasi satuan Pendidikan dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah dan Dinas Pendidikan
g. Pengumuman h. Daftar ulang 4. Kepanitian PPDB 5. Pengaduan
6. Pembinaan, pengendalian, dan pengawasan
5 7. Perpindahan peserta didik
8. Pembiayaan
9. Larangan dan sanksi
10. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 11. Pelaporan pelaksanaan PPDB
12. Evaluasi SOP Penyelenggaraan PPDB 13. Penutup
E. Sasaran
Sasaran Prosedur Operasional Standar (POS) Penerimaan Peserta Didik Baru ini adalah:
1. Panitia penyelenggara PPDB pada tingkat provinsi, cabang dinas pendidikan dan satuan pendidikan;
2. Satuan pendidikan SMK penyelenggara PPDB;
3. Orang tua dan Calon Peserta Didik lulusan SMP/MTs/sederajat;
4. Para pemangku kepentingan di bidang pendidikan;
5. Masyarakat pemerhati pendidikan/pengguna layanan PPDB.
6 BAB II
PENYELENGGARAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
A. Profil Sekolah SMK Negeri 2 Purwakarta
SMK Negeri 2 Purwakarta adalah salah satu sekolah pendidikan formal jenjang menengah kejuruan yang menjadi salah satu favorit di Kabupaten Purwakarta, hal ini dapat dilihat dari minat siswa lulusan SMP negeri maupun swasta pada setiap tahunnya selalu bertambah. Selain itu SMK Negeri 2 Purwakarta juga didukung oleh lokasi yang strategis dan berada di pusat kota Purwakarta yakni Jln. Jendral A. Yani No 98 Purwakarta. SMK Negeri 2 Purwakarta, memiliki 6 kompetensi keahlian yakni:
Manjemen Perkantoran (MP), Akuntansi (Ak), Bisnis Digital (BD), Desain dan Produksi Busana (DPB), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan Teknik Jaringan dan Komputer (TKJ).
Sejak berdiri tahun 1968, telah menunjukkan progress yang signifikan banyak prestasi yang telah diraih SMK Negeri 2 Puwakarta, baik dibidang akademik maupun nonakademik dan yang membanggakan SMK Negeri 2 Purwakarta merupakan salah satu sekolah rujukan bagi SMK lain yang berada di Kabupaten Purwakarta. Pada tahun 2017, SMK Negeri 2 Purwakarta telah meraih akreditasi A untuk semua jurusan.
Pada Tahun Pelajaran 2022/2023, SMK Negeri 2 Purwakarta berencana membuka 15 rombel diantaranya sebagi berikut:
No Bidang Keahlian Kompetensi Keahlian
Konsentrasi Keahlian
Kuota Rombel Siswa 1 Teknologi
Informasi
Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim
Rekayasa
Perangkat Lunak
2 72
2 Teknologi Informasi
Teknik Jaringan Komputrer dan Telekomunikasi
Teknik Komputer dan Jaringan
2 72
3 Seni dan
Ekonomi Kreatif
Tata Busana Desain dan Produksi Busana
3 108
4 Bisnis dan Manajemen
Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Akuntansi 3 108
5 Bisnis dan Manajemen
Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
Manajemen Perkantoran
2 72
6 Bisnis dan Manajemen
Bisnis Daring dan Pemasaran
Bisnis Digital 3 108
Jumlah 15 540
7 B. Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru
1. Daya Tampung Tiap Jalur
Berikut ini daya tampung Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022 SMKN 2 Purwakarta, sebagai berikut:
NO JALUR PENDAFTARAN % KOMPETENSI KEAHLIAN
Ak BD DBP RPL TKJ MP
KUOTA/DAYA TAMPUNG 108 108 108 72 72 72
1 AFIRMASI 20%
KETM 12% 13 13 13 9 9 9
ABK/DISABILITA
S DAN CIBI 3% 3 3 3 2 2 2
KONDISI
TERTENTU 5% 5 5 5 4 4 4
2 PRESTASI 65%
PERSIAPAN
KELAS INDUSTRI 35% 38 38 38 25 25 25 RAPOR UMUM 25% 27 27 27 18 18 18
KEJUARAAN 5% 6 6 6 4 4 4
3 PRIORITAS TERDEKAT 10% 10% 11 11 11 7 7 7
4 PERPINDAHAN TUGAS 5%
ORANG TUA/
WALI 2% 2 2 2 1 1 1
ANAK GURU/TU 3% 3 3 3 2 2 2
JUMLAH 100% 108 108 108 72 72 72
Daya tampung tahap 1
Jalur PPDB Prosentase
Daya Tampung
Ak BD DBP RPL TKJ MP 108 108 108 72 72 72
Afirmasi KETM 12% 13 13 13 9 9 9
Disabilitas 3% 3 3 3 2 2 2
Kondisi Tertentu
5% 6 6 6 4 4 4
Prestasi Rapor Persiapan Kelas Industri
35% 38 38 38 25 25 25
Kejuaraan 5% 5 5 5 4 4 4
Prioritas Jarak 10% 11 11 11 7 7 7
Perpindahan Tugas
Orang Tua/Wali 2% 2 2 2 1 1 1
Anak Guru 3% 3 3 3 2 2 2
Total 75% 81 81 81 54 54 54
405
Daya tampung tahap 2
Jalur PPDB Prosentase
Daya Tampung
Ak BD DBP RPL TKJ MP
108 108 108 72 72 72
Prestasi Rapor Umum 25% 27 27 27 18 18 18
Total 25% 135
2. Mekanisme Pendaftaran
Penyelenggaraan PPDB dilaksanakan pada setiap tahun, dimulai pada awal bulan Juni. Waktu penyelenggaraan PPDB dapat berubah jika terjadi kondisi darurat yang ditetapkan Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah Provinsi. Sistem pendaftaran PPDB dapat dilaksanakan sebagai berikut:
a. Dalam jaringan (online) secara Mandiri/Operator Sekolah Asal dengan Alamat : ppdb.disdik.jabarprov.go.id, atau
b. Sekolah tujuan / luar jaringan (offline), hal ini jika tidak ada/terkendala jaringan internet, dengan mendatangi sekolah tujuan pilihan ke 1 (satu) dan sesuai dengan penerapan Protokol Kesehatan COVID-19
c. Jam Operasional Pendaftaran:
• 08.00 s.d 20.00 (Online)
• 08.00 s.d 14.00 (Offline)
Dalam jaringan, artinya PPDB menggunakan sistem TIK yang dirancang untuk melakukan proses input (mengisi) data pendaftar, upload (mengunggah) dokumen persyaratan, seleksi secara otomatis, hingga penayangan hasil seleksi di website PPDB.
Di luar jaringan, artinya pendaftaran dilakukan secara manual, pendaftar ke sekolah tujuan pilihan ke 1 (satu) dengan membawa kelengkapan dokumen persyaratan (sesuai dengan jalur yang dipilih), verifikasi kelengkapan dokumen, seleksi, penetapan hasil seleksi dan pengumuman di sekolah tempat mendaftar. Diterapkan di daerah yang memiliki hambatan ketersediaan akses internet/jaringan sehingga tidak dapat mengakses sistem TIK aplikasi PPDB.
Pendaftaran PPDB SMK akan dilaksanakan dengan 2 Tahap.
Tahap 1 akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juni s.d 10 Juni 2022 yang mana tahap 1 ini memiliki jalur yang dapat di pilih oleh calon peserta didik, diantaranya (Jalur Afirmasi, Prioritas Jarak Terdekat, Perpindahan Tugas, Prestasi Kejuaraan, Persiapan Kelas Industri), kemudian di Tahap 2 akan dilaksanakan pada tanggal 23 s.d 30 Juni 2022 yang mana tahap 2 ini khususnya SMK calon pesera didik hanya dapat memilih jalur Prestasi Rapor Umum saja.
9 Untuk lebih jelas berikut ini jadwal PPDB tahap 1 dan tahap 2
No Tanggal Kegiatan Pelaksanaan
1. 23–27
Mei 2022
Input kuota/daya tampung sekolah
Panitia PPDB SMKN 2 Purwakarta
2. 6–10
Juni 2022
Pendaftaran dan Verifikasi PPDB Tahap 1
Mandiri atau melalui operator sekolah asal
3. 13-15 Juni 2022
Uji
Kompetensi/Tes minat bakat
SMKN 2 Purwakarta
4. 16- 16
Juni 2022
Rapat Dewan Guru
Penetarapan Hasil PPDB Tahap 1
Panitia PPDB SMKN 2 Purwakarta
5. 20 Juni 2022
Pengumuman PPDN Tahap 1
SMKN 2 Purwakarta atau
melalui website:
https://www.smkn2pwk.sch.id/
6. 21-22
Juni 2022
Daftar Ulang PPDB Tahap 1
Dilakuka oleh orang tua secara mandiri ke sekolah tujuan.
Apabila tidak melakukan daftar ulang dianggap mengundurkan diri dengan membuat surat pengunduran diri
Tabel 2.1 Jadwal PPDB Tahap 1
No Tanggal Kegiatan Pelaksanaan
1. 23–30
Juni 2022
Pendaftaran dan Verifikasi PPDB Tahap 2 Jalur Prestasi Rapor
Mandiri atau melalui operator sekolah asal
2. 1-4 Juli 2022
Tes Minat dan Bakat/Uji Kompetensi (jika
dibutuhkan)
Panitia PPDB SMKN 2 Purwakarta
3. 6 Juli 2022
Rapat Dewan Guru
Penetarapan Hasil PPDB Tahap 2
Panitia PPDB SMKN 2 Purwakarta
4. 8 Juli
2022
Pengumuman PPDN Tahap 2
SMKN 2 Purwakarta atau
melalui website:
https://www.smkn2pwk.sch.id/
5. 11-12
Juli 2022
Daftar Ulang PPDB Tahap 1
Dilakuka oleh orang tua secara mandiri ke sekolah tujuan.
Apabila tidak melakukan daftar ulang dianggap mengundurkan diri dengan membuat surat pengunduran diri
6. 13-15
Juli 2022
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
Panitia MPLS SMKN 2 Purwakarta
7. 18 Juli 2022
Tahun Ajaran Baru 2022/2023
Tabel 2.2 Jadwal PPDB Tahap 2
11 4. Persyaratan Pendaftaran Sesuai Jalur
Persyaratan dibagi 2 menjadi persyaratan umum dan persyaratan khusus.
Berikut ini persyaratan apa saja yang harus disiapkan oleh masing-masing calon peserta didik yang akan mendaftarkan sesuai dengan jalurnya masing-masing.
a. Persyaratan Umum
• Ijazah/Surat Keterangan Lulus/Kartu Peserta Ujian
• Akta Kelahiran/Surat Keterangan Lahir
• Kartu Keluarga (minimal satu tahun)
• KTP orangtua sesuai dengan Kartu Keluarga
• Buku Rapor (semester 1 s.d 5)
• Surat Tanggung Jawab Mutlak Orangtua (materai 10.000) Adapun persyaratan tambahan, diantaranya:
• Surat Keterangan Sehat (semua jurusan)
• Keterangan Tidak Buta Warna (untuk jurusan TB, RPL, TKJ)
• Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Sekolah Asal b. Persyaratan Khusus
• Kartu Program Penanganan Kemiskian/Terdaftar pada DTKS Dinsos (bagi jalur afirmasi/KETM). Bagi yang memiliki kartu program penanggulangan kemiskinan dari Pemerintah Pusat meliputi: Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Beras Sejahtera (KBS), Kartu Sembako Murah (KSM), atau; Terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada Perangkat Daerah yang melaksanakan urusan pemerintah bidang sosial, atau; Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kelurahan (untuk ditindaklanjuti dengan visitasi dari panitia PPDB satuan Pendidikan tujuan), dan Surat Berita Acara hasil musyawarah Kelurahan tentang warga layak masuk DTKS dengan catatan apabila jika memiliki surat berita acara hasil musyawarah Kelurahan, tidak perlu divisitasi tetapi apabila tidak memiliki surat berita acara hasil musyawarah panitia berkah untuk meninjau langsung keberadaan rumah dari calon peserta didik tersebut.
• Surat Keterangan Domisili dari RT/RW (bagi afirmasi korban bencana alam/sosial)
• Surat Tugas Orang Tua (bagi jalur perpindahan tugas orangtua/wali, maksimal 3 tahun/ anak guru) dan bagi afirmasi kondisi tertentu penanganan Covid-19
• Piagam Asli dan Dokumentasi yang berupa foto atau video (untuk jalur prestasi kejuaraan) maksinal 5 tahun dan minimal 6 bulan
Semua dokumen dari persyaratan umum dan khusus di scan dan semua file digabung dalam satu file dengan format PDF.
Bagi Kartu Keluarga (KK) yang belum 1 tahun/penerbitan KK baru karena perubahan anggota keluarga (meninggal dunia, kelahiran, kepindahan
anggota keluarga), dapat melampirkan surat keterangan dari RT/RW/kelurahan yang menerangkan lamanya berdomisili (Surat Edaran Kemendagri Dirjen Dukcapil Nomor : 471.14/5391/DUKCAPIL 21 April 2021). Melengkapi juga melalui Permendagri 109/2019 menerangkan jika menumpang alamat (calon peserta didik tidak berdomisili dengan orangtua), wajin dilengkapi surat pernyatan tidak keberatan dari pemilik rumah yang di tanda tangani di atas materai 10.000.
Persyaratan usia dari calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) SMK harus memenuhi persyaratan:
1) Berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan; dan
2) Telah menyelsaikan kelas 9 (sembilan) SMP atau bentuk lain yang sederajat.
Persayaratan usia dikecualikan untuk sekolah dengan kriteria:
1) Menyelenggarakan pendidikan khusus;
2) Menyelenggarakan pendidikan layanan khusus; dan 3) Berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
SMK dengan bidang keahlian/program keahlian, dapat menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru kelas 10 (sepuluh). Berkaiatan dengan ini akan ada penambahan persyaratan khusus apabila calon peserta didik baru yang akan memilih bidang keahlian atau program keahlian yang diminati, diantaranya:
1) Persayaratan khusus Kompetensi Keahlian Manajemen Perkantoran (MP), diantaranya:
a) Mampu mengoperasikan perangkat komputer atau laptop b) Dapat berkomunikasi dengan baik
2) Persayaratan khusus Keuangan Akuntansi (Ak), diantaranya:
a) Mampu mengoperasikan perangkat komputer atau laptop b) Dapat berkomunikasi dengan baik
3) Persayaratan khusus Bisnis Digital (BD), diantaranya:
a) Mampu mengoperasikan perangkat komputer atau laptop b) Dapat berkomunikasi dengan baik
4) Persayaratan khusus Desain dan Produksi Busana (DPB), diantaranya:
a) Mampu mengoperasikan perangkat komputer dan mesin jahit b) Dapat berkomunikasi dengan baik
c) Tidak buta warna yang dikeluarkan oleh Rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya
5) Persayaratan khusus Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), diantaranya:
a) Mampu mengoperasikan perangkat komputer atau laptop b) Dapat berkomunikasi dengan baik
13 c) Tidak buta warna yang dikeluarkan oleh Rumah sakit atau layanan
kesehatan lainnya
6) Persayaratan khusus Teknik Jaringan Komputer (TKJ), diantaranya:
a) Mampu mengoperasikan perangkat komputer atau laptop b) Dapat berkomunikasi dengan baik
c) Tidak buta warna yang dikeluarkan oleh Rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya
c. Persyaratan Bagi Lulusan dari Luar Negeri
Calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) yang berasal dari sekolah DI LUAR NEGERI (WNI maupun WNA) harus mendapatkan surat rekomendasi izin belajar. Permohonan surat rekomendasi izin belajar disampaikan kepada: Direktorat Jenderal yang membidangi Pendidikan Menengah untuk calon peserta didik baru SMK.
d. Persyaratan Peserta Didik Lulusan Pendidikan Nonformal dan Informal Peserta didik jalur pendidikan nonformal dan Informal dapat diterima di SMK tidak pada awal kelas 10 (sepuluh), setelah:
1) Memiliki ijazah kesetaraan program Paket B; dan
2) Lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh SMK yang bersangkutan.
5. Mekanisme Seleksi
Berikut ini mekanisme seleksi PPDB untuk SMK baik tahap 1 maupun tahap 2 sesuai dengan jalur yang akan di pilih oleh calon peserta didik baru.
Berikut ini alur PPDB dari masing-masing Jalur dari tahap 1 dan tahap 2;
a. Alur PPDB Jalur Afirmasi KETM
• Pendafataran
- Kolektif oleh sekolah asal atau oleh panitia di Cadisdik wilayah - Log in dan mengisi data pada aplikasi PPDB
- Pilih jalur afirmasi dan sekolah tujuan - Cek ulang data
- Submit (kirim data) - Cetak bukti pendaftaran
• Verifikasi
- Data yang telah di input pendaftar diverifikasi oleh sekolah tujuan - Dapat melakukan tes minat dan bakat (diinformasikan kepada
sekolah asal)
• Seleksi
- Pemeringkatan jarak terdekat oleh sistem IT PPDB
- Jika pada batas kuota ada jarak yang sama, pemeringkatan selanjutnya berdasaran usia paling tua
- Rakor Cadisdik dan KS SMKN dan Swasta untuk penyaluran yang belum lolos
• Penetapan
- Rapat dewan guru & kepala sekolah, penetapan hasil PPDB - Satuan pendidikan berkoordinasi dengan Cadisdik
- Input data hasil penetapan ke sistem PPDB
b. Alur PPDB Jalur Afirmasi Anak Keterbutuhan Khusu (Disabilitas, CIBI)
• Pendafataran
- Log in oleh sekolah tujuan dengan akun yang telah diberikan ke sekolah asal
- Mengisi data pada format pendaftaran PPDB - Menyerahkan persyaratan PPDB
• Verifikasi
- Verifikasi data oleh panitia sekolah - Cetak bukti pendaftaran
- Dapat melakukan tes minat dan bakat (diinformasikan kepada sekolah asal)
• Seleksi
- Administrasi
- Kesesuaian dengan ketersediaan SDM pendidik dan sarana prasarana
• Penetapan
- Rapat dewan guru dan kepala sekolah, penetapan hasil PPDB - Satuan pendidikan berkoordinasi dengan Cadisdik
- Upload hasil penetapan ke website PPDB
15 Catatan : khusus jalur berkebutuhan khusus (disabilitas dan cibi) harus menyertakan surat keterangan dari medis/pakar/psikolog, disertai saran program keahlian yang sesuai hasil diagnosa kebutuhan khusus.
c. Alur PPDB Jalur Afirmasi Kondisi Tertentu
• Pendafataran
- Dapatkan akun dari sekolah asal
- Log in dan mengisi data pada aplikasi PPDB - Pilih jalur afirmasi dan sekolah tujuan
• Validasi
- Cek ulang data pendafataran yang telah dimasukan - Submit (kirim data)
- Cetak bukti pendafataran
• Verifikasi
- Verifikasi data yang di input pendaftar, oleh sekolah tujuan *dapat melakukan uji kompetensi/tes minat atau bakar/kesehatan
• Seleksi
- Pemeringkatan jarak domisili ke sekolah hingga batas kuota - Jika pada batas kuota ada jarak yang sama, pemeringkatan
selanjutnya berdasaran usia paling tua
• Penetapan
- Rapat dewan guru dan kepala sekolah, penetapan hasil PPDB - Satuan pendidikan berkoordinasi dengan Cadisdik
- Input data hasil penetapan ke sistem PPDB
• Pengumuman
d. Alur PPDB Jalur Prioritas Terdekat
• Pendafataran
- Dapatkan akun dari sekolah asal
- Log in dan mengisi data pada aplikasi PPDB
- Pilih jalur perpindahan tugas/anak guru atau tata usaha, dan sekolah tujuan
- Cek ulang data - Submit (kirim data) - Cetak bukti pendaftaran
• Verifikasi
Verifikasi data yang telah di input pendaftar melalui aplikasi PPDB, oleh sekolah tujuan
• Seleksi
- Pemeringkatan jarak terdekat ke sekolah tujuan oleh sistem IT PPDB
- Jika pada batas kuota ada yang jarak sama, pemeringkatann berdasarkan usia yang paling tua
• Penetapan
- Rapat dewan guru & kepala sekolah, penetapan hasil PPDB
- Satuan pendidikan berkoordinasi dengan Cadisdik - Input data hasil penetapan ke sistem PPDB
- Calon peserta didik yang tidak lolos di pilihan 1 dan 2, dapat mendaftar di tahap 2
• Pengumuman
e. Alur PPDB Jalur Perpindahan Tugas Orangtua/Wali/Anak Guru/TU
• Pendafataran
- Dapatkan akun dari sekolah asal
- Log in dan mengisi data pada aplikasi PPDB
- Pilih jalur perpindahan tugas/anak guru atau tata usaha, dan sekolah tujuan
• Verifikasi
- Cek ulang data yang telah di input - Submit (kirim data)
- Cetak bukti pendafataran
• Seleksi
- Seleksi oleh sekolah tujuan
- Pemeringkatan jarak domisili ke satuan Pendidikan, jika pada batas kuota ada jarak yang sama, pemeringkatan selanjutnya berdasaran usia paling tua
- Bagi anak guru/TU, diprioritaskan yang memilih sekolah sesuai tempat bertugas orangtua
- Bagi anak guru/TU yang bertugas di semua Jenjang Satuan Pendidikan yang berada di wilayah Kab. Purwakarta
• Penetapan
- Rapat dewan guru & kepala sekolah, penetapan hasil PPDB - Penetapan hasil PPBD
- Satuan pendidikan berkoordinasi dengan Cadisdik - Input data hasil penetapan ke sistem PPDB
• Pengumuman
f. Alur PPDB Jalur Prestasi Kejuaraan
• Pendafataran
- Dapatkan akun dari sekolah asal
- Log in dan mengisi data pada aplikasi PPDB - Masukan sekoah dan jalur pilihan
• Validasi
- Cek ulang data yang telah dimasukan - Submit (kirim data)
- Cetak bukti pendaftran
• Verifikasi
Sekolah memverifikasi data siswa (dapat menguji kompetensi siswa, tes minat/bakar/kesehatan, disesuaikan kondisi pandemi Covid-19).
Jadwal akan diinformasikan oleh panitia PPDB Smkn 2 Purwakarta.
17
• Seleksi
- Pemeringkatan berdasarkan: skor piagam 100%, atau skor piagam 30%, skor uji kompetensi 70%
- Jika pada batas kuota ada skor sama, pemeringkatan selanjutnya berdasaran usia paling tua
• Penetapan
- Rapat dewan guru & kepala sekolah, penetapan hasil PPDB - Penetapan hasil PPBD
- Satuan pendidikan berkoordinasi dengan Cadisdik - Input data hasil penetapan ke sistem PPDB
• Pengumuman
g. Alur PPDB Jalur Persiapan Kelas Industri
• Pendafataran
- Meminta akun dari sekolah asal
- Log in dan mengisi data pada aplikasi PPDB - Memilih jalur dan sekolah tujuan
• Validasi
- Cek ulang data yang di input - Submit
- Cetak bukti pendafataran
• Verifikasi
Oleh pihak sekolah yang dituju
• Seleksi
- Jika pada batas kuota ada nilai yang sama, diperingatkan berdasarkan usia
- Tidak lolos di program keahlian pilihan 1, seleksi pilihan 2
• Penetapan
- Rapat dewan guru & kepala sekolah, penetapan hasil PPDB - Penetapan hasil PPBD
- Satuan pendidikan berkoordinasi dengan Cadisdik - Input data hasil penetapan ke sistem PPDB
• Koordinasi SATDIK & CADISDIK
• Input ke sistem PPDB
h. Alur PPDB Jalur Prestasi Nilai Rapor Umum
• Pendafataran dan Verifikasi Data - Meminta akun dari sekolah asal
- Log in dan mengisi data pada aplikasi PPDB - Mengisi jalur dan sekolah pilihan
• Validasi
- Cek ulang data yang di input - Submit
- Cetak bukti pendafataran
• Finalisasi Verifikasi
Oleh pihak sekolah yang dituju
• Seleksi
- Pemeringkatan akumulasi rata-rata nilai rapor semestrer 1 s.d.
semester 5 (mapel kelompok A)
- Jika pada batas kuota ada nilai sama, diperingkatkan berdasarkan usia
• Penetapan
- Rapat dewan guru & kepala sekolah, penetapan hasil PPDB - Penetapan hasil PPBD
- Tidak lolos di Program Keahlian pilihan 1, seleksi pilihan 2
• Koordinasi SATDIK & CADISDIK
• Input ke sistem PPDB
Berikut contoh pemeringkatan nilai pada seleksi jalur pretasi nilai rapor umum SMK
No Mata
Pelajaran
Nilai sm.1
Nilai sm.2
Nilai sm.3
Nilai sm.4
Nilai sm.5
Rata- rata Kel. A Kelompok A
1 P. Agama 70 75 75 70 75
2 PPKN 75 75 75 75 75
3 B.Indonesia 70 70 70 70 75
4 Matematika 65 65 70 65 70
5 IPA 70 70 70 70 70
6 IPS 75 75 75 75 75
7 B. Inggris 65 65 65 70 70
490 495 500 495 510 495
Jika sekolah asal dari MTs, maka mata pelajaran P. Agama di rata-ratakan dan bahasa arab tidak dihitung.
19 Berikut contoh penghitungan nilai pada seleksi jalur persiapan kelas industri SMK. Hanya 5 mata pelajaran inti saja yang di inputkan rata-ratanya.
i. Alur Pendaftaran PPDB bagi Calon Peserta Didik dari Luar Provinsi Jawa Barat/Lulusan Sebelum Tahun 2022
- Koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan terdekat domisili (verifikasi data, mendapat akun)
- Log in ke laman: http//pendaftar.ppdb.disdik.jabarprov.go.id - Siapkan persyaratan umum dan khusus, pidani (scan)
- Isi aplikasi PPDB, pilih jalur dan sekolah pilihan
- Upload persyaratan umum dan khusus (sesuai jalur yang dipilih) - Cek ulang data pendaftaran yang di input (jika sudah di submit tidak
bisa diulang)
- Submit dan cetak bukti pendaftaran
j. Alur Pendaftaran PPDB bagi Calon Peserta Didik dari Luar Negeri (Kurikulum Berbeda)
- Mengajukan surat rekomendasi untuk PPDB ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
- Verifikasi data dan Koordinasi ke satuan pendidikan yang dituju oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah
- Matrikulasi mata pelajaran yang belum ditempuh, di uji mendapat nilai, penetapan penerimaan, lalu input ke sistem yang akan dilakukan oleh sekolah tujuan dan melaporkan kembali ke Cabang Dinas Wilayah
6. Mekanisme Pengumuman
Pengumuman hasil akan dilakukan serentak sesuai dengan Tahapnya masing- masing akan diumumkan melalui website PPDB atau di website SMKN 2 Purwakarta https://www.smkn2pwk.sch.id/.
7. Mekanisme Persyaratan Daftar Ulang
Daftar ulang dapat dilakukan secara langsung di sekolah tujuan/online ke alamat website sekolah https://www.smkn2pwk.sch.id/ . disesuaikan dengan perkembangan masa pandemi/protokol covid-19. Dengan tahapan seagai berikut:
a. Dokumen Persyaratan
- Siapkan dokumen persyaratan
- Bawa fotocopy dan perlihatkan aslinya b. Bukti tanda Diterima
- Siapkan bukti tanda diterima
- Dicetak dari website PPDB setelah pengumuman
Bagi calon peserta didik yang tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang
sudah diberikan, TANPA PEMBERITAHUAN DIANGGAP
MENGUNDURKAN DIRI. Bagi calon peserta didik yang diterima di tahap 1 tetapi tidak diambil, untuk mendaftar ke tahap 2, harus mengundurkan diri di sekolah penerima, agar tidak dikunci di pendaftaran tahap 2.
21 8. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID)
a. Tugas Pokok PPID
Tugas Pokok PPID SMKN 2 Purwakarta memiliki tugas sebagai berikut:
1) Mengklasifikasikan informasi yang terdiri dari:
a) Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala;
b) Informasi yang wajib diumumkan secara serta merta;
c) Informasi yang wajib tersedia setiap saat;
d) Informasi yang dikeucalikan.
2) Mengoordinasikan dan mengkonsolidasikan pengumpulan bahan informasi dan dokumentasi yang ada di lingkungan SMKN 2 Purwakarta;
3) Menyimpan, mendokumentasikan, menyediakan dan memberi pelayanan informasi yang ada di lingkungan SMKN 2 Purwakarta;
4) Melakukan verifikasi bahan informasi publik yang ada di SMKN 2 Purwakarta;
5) Melakukan pemutrakhiran informasi dan dokumentasi yang ada di lingkungan SMKN 2 Purwakarta;
6) Menyediakan informasi dan dokumentasi yang ada di lingkungan SMKN 2 Purwakarta;
7) Melakukan inventerisasi informasi yang dikecualikan untuk disampaikan kepada KCD Wilayah IV;
8) Memberikan laporan tentang pengolahan informasi yang ada di lingkungan SMKN 2 Purwakarta kepada KCD Wilayah IV secara berkala.
b. Fungsi PPID
PPID SMKN 2 Purwakarta mempunyai fungsi:
1) Pengelolaan informasi;
2) Dokumentasi arsip;
3) Pelayanan informasi dan pelayanan;
Informasi PPDB SMKN 2 Purwakarta dapat diakses melalui https://www.smkn2pwk.sch.id/. Untuk narahubung PPID SMKN 2 Purwakarta yang berkaitan dengan PPDB Tahun 2022:
1) Lia Susilawati : 082130391638
2) Aslina Dewi Agustina : 087778985171 c. Kanal Komunikasi PPDB
Segala bentuk informasi dan komunikasi yang berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2022 SMKN 2 Purwakarta bisa dengan langsung datang ke sekolah yang dituju atau mengunjungi website sekolah https://www.smkn2pwk.sch.id/.
d. Sekolah Pilihan Berdasarkan Jalur PPDB
Calon peserta didik dapat memilih satuan pendidikan yang dikelola pemerintah (sekolah negeri) dan satuan pendidikan yang dikelola masyarakat (sekolah swasta). Pemilihan sekolah swasta hanya yang bergabung dalam sistem PPDB. Pilihan SMK swasta memiliki program/kompetensi keahlian yang sama dengan pilihan SMK negeri.
Berikut ini sekolah yang bisa menjadi pilihan berdasarkan jalur, diantaranya:
1) Afirmasi: (KETM, ABK/Disabilitas/CIBI) a) 1 SMK Negeri, 1 Swasta, atau
b) 1 SMK dengan 2 Program/Kompetensi Keahlian 2) Prioritas Terdekat
a) 1 SMK Negeri, 1 Swasta, atau
b) 1 SMK dengan 2 Program/Kompetensi Keahlian 3) Perpindahan Orangtua/wali/anak guru
a) 1 SMK Negeri, 1 Swasta, atau
b) 1 SMK dengan 2 Program/Komptensi Keahlian 4) Prestasi
a) Nilai Rapor Umum
2 SMK Negeri, 1 Swasta, atau 1 SMK dengan 2 Program/Kompetensi Keahlian.
b) Nilai Persiapan Kelas Industri
1 SMK Negeri, 1 Swasta, atau 1 SMK dengan 2 Program/Kompetensi Keahlian.
c) Kejuaraan
1 SMK Negeri, 1 Swasta, atau 1 SMK dengan 2 Program/Kompetensi Keahlian.
23 BAB III KEPANITIAN PPDB
Kepanitiaan terdiri dari Panitia di tingkat provinsi selaku koordinator pelaksanaan PPDB tingkat provinsi, Panitia di tingkat cabang dinas selaku pelaksana di tingkat cabang dinas dan panitia tingkat satuan pendidikan selaku pelaksana di tingkat satuan pendidikan.
Panitia tingkat provinsi dibentuk oleh Dinas Pendidikan dengan struktur panitia PPDB sebagai berikut:
1. Panitia di tingkat provinsi selaku koordinator pelaksanaan PPDB dan tingkat satuan pendidikan selaku pelaksana.
2. Panitia tingkat provinsi dibentuk oleh kepala sekolah.
3. Struktur panitia PPDB tingkat provinsi terdiri dari:
Panitia tingkat satuan pendidikan dibentuk oleh kepala sekolah dengan susunan kepanitiaan:
1. Penanggungjawab : Kepala Sekolah;
2. Ketua : Guru/Wakasek;
3. Sekretaris : Guru/Wakasek;
4. Seksi (dengan jumlah keanggotaan sesuai kebutuhan):
a. Sekretariat;
b. Seksi Pendataan;
c. Seksi Pelayanan Informasi;
d. Seksi Pengendalian;
e. Seksi Layanan Pengaduan.
Susunan kepanitiaan pada tingkat satuan pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Ruang lingkup tugas panitia tingkat provinsi:
1. Menyusun dan penetapan panitia PPDB;
2. Melaksanakan penyelenggaraan PPDB;
3. Melaporkan kegiatan PPDB kepada Gubernur;
4. Mengoordinasikan kegiatan penyelenggaraan PPDB satuan pendidikan di tingkat provinsi;
5. Menyusun regulasi sebagai acuan/pedoman dalam PPDB;
6. Merumuskan dan menetapkan jadwal penyelenggaraan PPDB;
7. Menyajikan layanan informasi PPDB kepada masyarakat;
8. Mengoordinasikan penanganan pengaduan tentang PPDB;
9. Mengendalikan dan memantau penyelenggaraan PPDB.
10. Ruang lingkup tugas panitia tingkat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah:
11. Mengoordinasikan kegiatan penyelenggaraan PDB pada satuan pendidikan di tingkat wilayah;
12. Melakukan sosialisasi PPDB di tingkat wilayah;
13. Membantu memfasilitasi pelayanan akses informasi pada masyarakat;
14. Mengoordinasikan penanganan pengaduan tentang PPDB di tingkat wilayah;
15. Melakukan pemantauan penyelenggaraan PPDB di tingkat Wilayah;
16. Menjamin terselenggaranya proses PPDB di tingkat wilayah.
17. Ruang lingkup tugas panitia tingkat satuan pendidikan:
18. Menetapkan kuota masing-masing jalur, jenis prestasi perlombaan, kriteria penilaian, kriteria jalur perpindahan, melalui rapat dewan pendidik yang dipimpin kepala satuan pendidikan;
19. Menyusun Prosedur Operarional Standar (POS) PPDB;
20. Melaporkan daya tampung dan POS PPDB kepada Cabang Dinas untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat;
21. Memverifikasi data yang di-input calon peserta didik/pendaftar, dengan melakukan pemeriksaan kesesuaian dengan data base (sumber data) pada sistem IT PPDB;
22. Mencatat dan mengkomunikasikan kepada sekolah asal/orang tua calon peserta didik, jika ditemukan ketidaksesuaian data;
23. Melaporkan ketidaksesuaian dan hasil revisi data kepada Cabang Dinas Pendidikan untuk diteruskan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat;
24. Memberikan pelayanan informasi dan penanganan pengaduan melalui daring atau media sosial;
25. Melaksanakan rapat dewan guru untuk musyawarah penetapan hasil PPDB yang dipimpin kepala sekolah;
26. Melaporkan hasil penetapan PPDB kepada Cabang Dinas Pendidikan untuk diteruskan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat;
27. Mengupload hasil penetapan PPDB jalur perpindahan dan jalur prestasi;
28. Menyiapkan Surat Ketetapan Kepala Sekolah tentang calon peserta didik yang diterima sebagai peserta didik tahun 2022;
29. Menerima daftar ulang Calon Peserta Didik yang diterima sesuai protocol Covid-19;
30. Membuat laporan penyelenggaraan Penerimaan Peserta Didik Baru kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan untuk diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
25 BAB IV PENGADUAN PPDB
Pengaduan pada pelaksanaan PPDB dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, meliputi: pengaduan administrasi, pengaduan sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) aplikasi PPDB, serta pengaduan pelanggaran penerapan regulasi PPDB.
A. Pengaduan Administrasi
Meliputi: masalah kelengkapan persyaratan umum dan/atau khusus, pendaftaran dan daftar ulang. Pengaduan administrasi dapat disampaikan kepada panitia pengaduan di satuan pendidikan tujuan secara langsung, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
B. Pengaduan TIK Aplikasi PPDB
Meliputi: kesalahan input data, penetapan titik koordinat, kesulitan akses aplikasi PPDB. Pengaduan TIK aplikasi PPDB dari pendaftar dapat disampaikan kepada panitia pengaduan di satuan pendidikan tujuan secara langsung, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Pengaduan TIK aplikasi PPDB dari satuan pendidikan dapat disamaikan kepada Help Desk di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.
C. Pengaduan Pelanggaran Penerapan Regulasi
Merupakan pengaduan pelanggaran penerapan regulasi dan standar layanan PPDB, meliputi seluruh kebijakan yang diatur dan ditetapkan dalam peraturan dan perundangan terkait PPDB yang dilakukan pendaftar/pihak yang berhubungan dengan pendaftar, maupun panitia disampaikan kepada panitia PPDB di tingkat cabang dinas Pendidikan wilayah.
Masing-masing pengaduan dikelola menurut mekanisme sebagai berikut:
1. Syarat penyampaian pengaduan:
a. Prioritas pelapor orang tua peserta didik/Calon Peserta Didik, jika wali harus dilengkapi surat kuasa, ditandatangan pemberi kuasa di atas materai;
b. Laporan harus objektif, transparan, dan akuntabel;
c. Menyerahkan/ mengupload fotokopi identitas pelapor;
d. Mengisi formulir pengaduan;
e. Menyertakan foto bukti permasalahan;
f. Diserahkan kepada panitia PPDB bagian pengaduan/di-upload di media layanan pengaduan.
2. Permasalahan yang berhubungan dengan administrasi dan sistem aplikasi TIK PPDB yang terjadi pada pendaftar, disampaikan dan diselesaikan oleh satuan pendidikan. Pendaftar tidak diperkenankan menyampaikan permasalahan ke tingkat yang lebih tinggi.
3. Laporan pengaduan disampaikan pada jam kerja panitia PPDB, mulai pukul 08.00 sampai pukul 14.00 (secara luring), sampai pukul 20.00 (secara daring);
4. Pihak yang menyampaikan pengaduan akan mendapat respon/tindak lanjut atas pengaduannya dari pihak yang menerima pengaduan, paling lambat 2 x 24 jam setelah hari pengaduan disampaikan;
5. Laporan pengaduan yang disampaikan pelapor selambat-lambatnya disampaikan 3 x 24 jam dari permasalahan terjadi/ditemukan;
6. Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah dan Satuan Pendidikan membentuk tim penanganan pengaduan PPDB;
7. Tim penanganan pengaduan, membentuk sekretariat layanan pengaduan yang berada di Satuan Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah, Dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
8. Satuan pendidikan wajib membentuk tim pengaduan yang memahami petunjuk teknis PPDB, alur mekanisme pengaduan serta dapat menanggulangi dan menyelesaikan pengaduan dari masyarakat di tingkat satuan pendidikan.
9. Tindak lanjut atas pengaduan masyarakat secara teknis diselesaikan oleh tim penanganan pengaduan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan diselesaikan sebagaimana mestinya;
10. Tim pengaduan PPDB tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Cabang Dinas Pendidikan, serta Satuan Pendidikan sesuai dengan kewenangan masing-masing, menindaklanjuti pengaduan masyarakat dalam bentuk klarifikasi, verifikasi, atau investigasi apabila:
a. pengaduan disertai dengan identitas pengadu yang jelas;
b. pengadu memberi bukti adanya penyimpangan;
11. Tim penanganan pengaduan menyusun jadwal piket layanan penanganan pengaduaan, melaporkan hasil penanganan pengaduan secara berjenjang kepada Kepala Dinas.
12. Jika Pengadu keberatan dengan penanganan pengaduan yang dilaksanakan panitia PPDB di tingkat satuan pendidikan, atau cabang dinas pendidikan wilayah. Ketidakpuasan layanan dapat disampaikan langsung , melalui kanal/media sekolah, kontak cabang dinas Pendidikan wilayah di wilayah masing-masing, atau melalui beberapa kanal/media laporan Disdik :
a. laman: ppdb.disdik.jabarprov.go.id b. email: [email protected] c. facebook: @DisdikJabar
d. twitter: @disdik_jabar e. instagram: @disdikjabar
13. Alur penyampaian pengaduan dilakukan sesuai jenis permasalahan yang terjadi, sebagaimana digambarkan pada halaman berikut.
27 BAB V
PEMBINAAN, PENGENDALIAN, DAN PENGAWASAN
Pembinaan pada PPDB adalah usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
Pengendalian merupakan salah satu bagian dari manajemen. Pengendalian PPDB dilakukan dengan tujuan supaya apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat mencapai target maupun tujuan yang ingin dicapai.
Pengawasan merupakan bagian dari pengendalian. Pengawasan PPDB adalah pemeriksaan kepada penyelenggara PPDB yang dilakukan pada periode tertentu.
Pihak-pihak yang melakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan pada PPDB:
1. Gubernur melakukan pembinaan, pengendalian dan pengawasan terhadap pelaksanaan PPDB tingkat provinsi. Pembinaan pengendalian dan pengawasan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat;
2. Cabang Dinas Pendidikan melalui pengawas pembina SMA, SMK dan SLB melaksanakan pembinaan, pengendalian dan pengawasan PPDB di wilayah masing-masing;
3. Masing-masing pihak pelaksana pembinaan dan/ atau pengendalian, dan/atau pengawasan, menyusun laporan dan melakukan tindak lanjut dari hasil pembinaan, pengendalian dan pengawasan yang dilakukan;
4. Dalam upaya pengendalian internal, kepala sekolah menginstrusikan seluruh warga sekolah mengisi format pakta integritas;
5. Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah melaksanakan pengawasan pelaksanaan PPDB sesuai dengan tugas dan fungsinya mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku;
6. Hasil pengawasan pengawas Pembina SMA/SMK/SLB dikoordinasikan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah masing-masing.
7. Hasil pengawasan pelaksanaan PPDB oleh Dewan Pendidikan dikoordinasikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat;
8. Hasil pengawasan Komite Sekolah dikoordinasikan kepada kepala satuan pendidikan.
28 BAB VI
PERPINDAHAN PESERTA DIDIK
Ketentuan perpindahan peserta didik dari satuan pendidikan ke satuan pendidikan lainnya meliputi:
1. Perpindahan peserta didik antarsekolah dalam 1 (satu) daerah kabupaten/kota, antarkabupaten/kota dalam 1 (satu) daerah provinsi, atau antarprovinsi dilaksanakan atas dasar persetujuan kepala sekolah asal dan kepala sekolah yang dituju;
2. Perpindahan peserta didik wajib memenuhi ketentuan persyaratan PPDB dan/atau sistem zonasi yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 1 tahun 2021;
3. Perpindahan dapat dilakukan setelah peserta didik melaksanakan pembelajaran paling singkat 1 (satu) tahun pembelajaran, kecuali perpindahan dengan alasan mengikuti tugas orang tua dapat dilaksanakan paling singkat setelah satu semester di sekolah asal;
4. Perpindahan peserta didik dari pendidikan Luar Negeri, wajib melampirkan surat rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta mengikuti matrikulasi di satuan pendidikan;
5. Dalam hal terdapat perpindahan peserta didik di satuan pendidikan, maka sekolah yang bersangkutan wajib memperbaharui data pokok pendidikan;
6. Bagi sekolah yang menerima peserta didik warga negara asing wajib menyelenggarakan matrikulasi pendidikan Bahasa Indonesia paling singkat 6 (enam) bulan yang diselenggarakan oleh sekolah yang bersangkutan. Dalam hal sekolah yang menerima peserta didik warga negara asing tidak melaksanakan kewajiban menyelenggarakan matrikulasi dikenai sanksi administratif berupa peringatan tertulis;
7. Peserta didik setara SMK di negara lain dapat diterima di SMK di Indonesia setelah:
a. menyerahkan fotokopi ijazah atau dokumen lain yang membuktikan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah menyelesaikan pendidikan jenjang sebelumnya;
b. surat pernyataan dari kepala satuan pendidikan asal;
c. surat keterangan dari Direktur Jenderal yang menangani bidang pendidikan dasar dan menengah; dan
d. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan satuan pendidikan yang dituju;
e. satuan pendidikan melaksanakan tes kelayakan bagi Calon Peserta Didik yang berasal dari satuan pendidikan dari Luar Negeri;
f. satuan pendidikan melakukan konversi nilai yang diperoleh dari satuan pendidikan atau sistem pendidikan di Luar Negeri menjadi nilai sesuai sistem pendidikan nasional setelah melalui proses terjemahan dari lembaga resmi penterjemah.
29 BAB VII PEMBIAYAAN
Pembiayaan pelaksanaan PPDB dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat, serta sumber pendanaan lain yang sah dan tidak mengikat.
30 BAB VIII
LARANGAN DAN SANKSI
A. Larangan Pelaksanaan PPDB
Dalam tahapan pelaksanaan PPDB, larangan meliputi:
1. Pemalsuan bukti keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu;
2. Menggunakan dokumen/data identitas/data kependudukan tidak sesuai dengan yang sebenarnya;
3. Menggunakan dokumen bukti prestasi palsu;
4. Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dan telah menerima bantuan operasional sekolah memungut biaya pendaftaran PPDB; dan
5. Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi melakukan pungutan dan/atau sumbangan yang terkait dengan pelaksanaan PPDB, perpindahan peserta didik dan melakukan pungutan untuk membeli seragam atau buku tertentu yang dikaitkan dengan PPDB.
B. Sanksi
Sanksi pada pelaksanaan PPDB dapat diberikan kepada pihak-pihak yang terkait pelanggaran baik Calon Peserta Didik/orang tua Calon Peserta Didik, panitia PPDB atau masyarakat lainnya. Sanksi akan dilaksanakan jika pelanggaran telah melalui klarifikasi, verifikasi, atau investigasi.
Sanksi dapat berupa pembatalan hasil penetapan PPDB, atau sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sanksi pembatalan penerimaan Calon Peserta Didik oleh satuan pendidikan, meskipun yang bersangkutan diterima dalam proses seleksi, ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi satuan pendidikan bersama dengan Komite Sekolah dan Cabang Dinas Wilayah masing-masing, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
Dinas pendidikan provinsi memberikan sanksi kepada kepala Sekolah, guru, dan/atau tenaga kependidikan berupa:
1. teguran tertulis;
2. penundaan atau pengurangan hak;
3. pembebasan tugas; dan/atau
4. pemberhentian sementara/tetap dari jabatan.
Tata cara pemberian sanksi dilaksanakan berdasarkan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
31 BAB IX
MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH
A. Kegiatan MPLS dilaksanakan di SMA, SMK dan SLB maksimal 3 (tiga) hari setelah masuk awal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun pelajaran pada minggu pertama;
B. Pengenalan lingkungan sekolah bertujuan untuk:
1. Mengenali potensi diri peserta didik baru;
2. Membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana satuan pendidikan;
3. Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai peserta didik baru;
4. Mengembangkan interaksi positif antar peserta didik dan warga sekolah lainnya; dan
5. Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan peserta didik yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
C. Kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pengenalan lingkungan sekolah;
D. Pengenalan lingkungan sekolah wajib berisi kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan;
E. Materi wajib dan pilihan pada kegiatan MPLS disesuaikan dengan tujuan dan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang mengatur kegiatan pengenalan lingkungan sekolah;
F. Pengenalan lingkungan sekolah dilakukan dengan memperhatikan hal sebagai berikut:
1. Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru;
2. Dilarang melibatkan peserta didik senior (kakak kelas) dan/atau alumni sebagai penyelenggara;
3. Dilakukan di lingkungan sekolah kecuali satuan pendidikan tidak memiliki fasilitas yang memadai;
4. Dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya;
5. Wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif;
6. Dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan lainnya;
7. Wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah; dan
8. Dilarang memberikan tugas kepada peserta didik baru berupa kegiatan maupun penggunaan atribut yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran peserta didik.
G. MPLS dapat melibatkan tenaga kependidikan yang relevan dengan materi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah;
H. Kegiatan pengenalan sekolah dapat dibantu oleh peserta didik apabila terdapat keterbatasan jumlah guru dan/atau untuk efektivitas dan efisiensi pelaksanaan
pengenalan lingkungan sekolah dengan syarat sebagai berikut:
a. Peserta didik merupakan pengurus Organisasi Peserta didik Intra Sekolah (OSIS) dan/atau Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dengan jumlah paling banyak 2 (dua) orang per rombongan belajar/kelas; dan
b. Peserta didik tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat buruk dan/ atau riwayat sebagai pelaku tindak kekerasan.
33 BAB X LAPORAN PPDB
A. Satuan Pendidikan wajib melaporkan pelaksanaan PPDB dan perpindahan peserta didik antar sekolah setiap tahun pelajaran kepada Cabang Dinas Pendidikan untuk diteruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Bara sesuai dengan kewenangannya.
B. Satuan Pendidikan wajib melakukan pengisian, pengiriman, dan pemutakhiran data peserta didik dan rombongan belajar dalam Dapodik secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) semester.
C. Satuan Pendidikan yang diselenggarakan masyarakat yang menerima peserta didik dari jalur afirmasi/KETM wajib melaporkan jumlah peserta didik afirmasi yang diterima kepada Dinas Pendidikan Melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah.
34 BAB XI
EVALUASI POS PENYELENGGARAAN PPDB
Evaluasi POS, merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan secara sistematik berupa kegiatan mengukur, menganalisis, menilai dan memutuskan yang berkaitan dengan keterlaksanaan seluruh rangkaian penyelenggaraan PPDB sesuai dengan kebijakan atau aturan perundanganan terkait PPDB dan sesuai SOP yang telah ditetapkan.
Kegiatan evaluasi dilaksanakan oleh panitia tim monitoring dan evaluasi yang melaksanakan dengan prinsip objektif, transparan serta akuntabel. Kegiatan evaluasi dilakukan terhadap penyelenggaraan persiapan, pengumuman pendaftaran, pendaftaran, seleksi, penetapan hasil seleksi, koordinasi satuan.pendidikan dengan Cabang Dinas Pendidikan , pengumuman hingga daftar ulang. Melalui kegiatan evaluasi diperoleh informasi umpan balik berupa :
1. Sampai sejauh mana POS dapat memberikan manfaat sebagai pedoman bagi semua pihak terkait PPDB
2. Kelemahan dari POS dengan rinciannya untuk perbaikan PPDB di masa yang akan datang, dan kelebihan POS untuk dipertahankan, dikembangkan guna peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Demikian Prosedur Operasinal Standar PPDB SMK tahun pelajaran 2022/2023 disusun untuk dijadikan pedoman oleh semua pihak dalam pelaksanaan PPDB.
Terima kasih atas dukungan dan peran aktifnya untuk kemajuan pendidikan di Jawa Barat dan mewujudkan Jawa Barat Juara.
35 LAMPIRAN- LAMPIRAN
PROSEDUR OPERASIONAL STANDAR
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI ROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2022
LAMPIRAN I SURAT KEPUTUSAN KEPANITIAN PPDB DAN PPID