Edisi 1154
Tahun XXIV/2022 22 Sya’ban 1443 H / 25 Maret 2022 M
Diterbitkan oleh :
Bidang Penyelenggara Peribadatan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI)
ISLAM YANG MENENTERAMKAN
PENUH DENGAN KEDAMAIAN
Waktu Adzan : 12.02 WIB
Khatib : Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA Imam I : H. Moh. Salim Ghazali, SQ, S.Ud Imam II : Drs. H. Hasanuddin Sinaga, MA Muadzin I : H. Ahmad Achwani, S.Ag Muadzin II : Abdullah Sengkang, S.Pd.I Qori : Abdullah Sengkang, S.Pd.I
(Maqro : QS. Al Baqarah ayat 248 - 249) Agenda Shalat Jum’at Masjid Istiqlal
Tanggal 22 Sya’ban 1443 H / 25 Maret 2022 M
nPengantar Redaksi - 1 nKhutbah Jum’at - 2 nHikmah - 10 nGoresan Imam Besar - 13 nKajian Zhuhur Pilihan - 16 nPelayanan Bimbingan Ikrar Syahadat dan UPZ BAZNAS Istiqlal - 20 nPelayanan Masjid Istiqlal - 21 nJadwal Narasumber Kajian Dialog Zhuhur - 22 nShalat Ghaib - 23 nJadwal Waktu Shalat - 24 nPelaksana Penerbitan Mimbar Jum’at - 24
Daftar Isi
Mohon tidak dibaca ketika Khutbah berlangsung Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah bersabda : Artinya : “Apabila engkau berkata pada temanmu “diamlah”
sewaktu imam (khatib) berkhutbah, maka engkau telah lalai (telah sia-sialah pahala Jum’atnya)” (HR. Bukhari dan Muslim).
IBADAH SHALAT JUMAT DILAKSANAKAN TERBATAS DENGAN KETENTUAN PPKM LEVEL II
Disiarkan Langsung :
TELEVISI REPUBLIK INDONESIA (TVRI) Nasional YOUTUBE MASJID ISTIQLAL TV
PENGANTAR REDAKSI Bismillāhirrahmānirrahīm.
Alhamdulillāh wash-shalātu was-salāmu ‘alā Rasūlillāh.
Pembaca yang budiman, agama sudah semestinya membawa penganutnya mendapatkan ketenangan dan ketentraman. Karena agama bersumber dari Allah SWT yang menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik, serta menganugerahinya “akal” sehingga membedakannya dari makhluk ciptaan-Nya yang lain. Tema khutbah pada edisi kali ini yang disampaikan oleh khatib Prof. DR. KH. Abdul Halim Soebahar, MA, bahwa Allah SWT yang akan memberikan ketenangan ketenteraman ke dalam hati orang-orang yang beriman. Dan ketenteraman, ketenangan, dan kedamaian yang dimaksud akan bisa dirasakan qalbu, meskipun tanda-tanda ketenteraman dan kedamaian tersebut bisa terpancar melalui ‘aqal dan fisik manusia. Semoga kita semua termasuk hamba-Nya yang beriman, serta dianugerahkan oleh- Nya ketentraman dan kedamaian dalam hidup kita.
Senarai dengan tema khutbah, dalam kolom hikmah yang disampaikan oleh Ustadz Minhajul Afkar, SHI, membahas tentang tujuan syariah (maqasid asy-syari’ah) di antaranya: untuk memelihara harta (hifzhul maal); memelihara akal (hifzhul ‘aql); memelihara keturunan (hifzhun nasl); memelihara jiwa (hifzhun nafs); dan memelihara agama (hifzhud diin).
Pembaca yang budiman, kolom Goresan Imam Besar pada edisi ini menjelaskan tentang makna Al-‘Ālamīn dalam ayat : Al-Hamdu Lillāhi Rabb Al-‘Ālamīn. Dalam penjelasannya, kata ‘alam bisa berarti sebuah tanda atau sesuatu yang dengannya Allah SWT akan diketahui.
‘Alam yang biasa disebut alam semesta bisa diartikan sebagai sesuatu yang melahirkan kesadaran dan pengetahuan terhadap Allah SWT.
Selanjutnya dalam kolom Kajian Zuhur Pilihan, DR. H. Bambang Irawan, menyampaikan tema yang menarik yakni Hakikat Taubat.
Bahwa Allah SWT bergembira dan mencintai hamba-Nya yang bertaubat, memohon ampunan dari-Nya. Semoga kita dijadikan Allah SWT termasuk hamba-Nya yang bertaubat, yang mensucikan diri, dan hamba yang saleh. Selamat membaca. (SPR)
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
2
Hadirin jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah SWT.
Kita wajib bersyukur masih diberikan kesehatan, kekuatan dan hidayah oleh Allah untuk menunaikan kewajiban kita selaku muslim, shalat berjamaah jum’at di masjid kebanggaan kita, Masjid Istiqlal.
Kehadiran kita tentu menjadi perwujudan komitmen tersendiri, bahwa kita sedang menuju kehadlirat-Nya. Dialah sumber dari segala sumber kehidupan, kedamaian dan
KHUTBAH JUM’AT
Oleh : Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA
Islam Yang Menenteramkan
Penuh dengan Kedamaian
Khutbah Pertama
(Intisari Khutbah Jum’at, 22 Sya'ban 1443 H / 25 Maret 2022 M)
َ ْيِنِمْؤُلما ِبْوُلُق ِفِ َةَنْيِك ذسلا َلَزْنَأ ْيِ ذلَّا ِلله ُدْمَحْلَا ْنَأ ُدَه ْشَأ .
ُ ْيِبُلما ُّقَلحا ُ ِلَِلما ُ َلَ َكْيِ َشَ َلَ ُهَدْحَو ُالله ذلَِا ََلَِا َلَ
ُدَه ْشَأَو #
ُ ْيِمَلأا ِدْعَولا ُقِدا ذصلا ُ ُلَ ْو ُس َرَو ُه ُدْبَع اًدذمَحُم َنََدِِّي َ س ذنَأ .
ذمُه للا ْنَمَو ِهِباَ ْصَْأَو ِ ِلَ أ َلََعَو ٍدذمَحُم َنَِدِِّي َ س َلََع ِِّْلِ َسَو ِِّل َص
ِنْيِِّلا ِمْوَي َلَِا ٍنا َسْحِِبِ ْمُهَعِبَت َتَو ُهَناَحْب ُ س َلاَق ْدَقَف .
ِفِ َلَاَع
ِ ْيِْرَكلا ِن أْرُقلا ِ ْيِْحذرلا ِنَ ْحْذرلا ِالله ِم ْسِب #
اْوُنَم أ َنْيِ ذلَّا اَ ُّيَُّأ َيَ #
ُدْعَب اذمَأ . َن ْوُمِل ْسُم ْ ُتُْنَأَو ذلَِا ذنُتْوُمَت َلََو ِهِتاَقُت ذقَح َالله اْوُقذتا
.
kebahagiaan. Kitapun berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
Shalawat dan salam kita peruntukkan kepada junjungan kita Nabiyuna Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang telah membimbing kita menuju Islam yang menenteramkan, yang membahagiakan dan Islam yang penuh kedamaian, seperti yang menjadi tema kita pada kesempatan ini, yakni
“Islam Yang Menenteramkan Penuh dengan Kedamaian”.
Hadirin jama’ah Jum’at rahimakumullah.
Semoga keimanan kita tetap terjaga dan selalu dikaruniai ketenteraman, kebagiaan dan kedamaian oleh Allah subhanahu wata'ala, sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an :
Secara substantif ayat ini bermakna bahwa Allah subhanahu wata'ala yang akan memberikan ketenangan ketenteraman ke dalam hati orang-orang yang beriman untuk menambah keimanan mereka dan bahwa ketenteraman, ketenangan dan kedamaian dimaksud akan bisa dirasakan qalbu kita, bukan di ‘aqal kita, apalagi di fisik kita. Meskipun tanda-tanda ketenteraman dan kedamaian dimaksud bisa terpancar melalui
‘aqal dan fisik kita, sehingga ada ungkapan dalam al-Qur’an dan al-Hadits, seperti: “qalbun salim”, “‘aqlussalim”, dan
Artinya: “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allahlah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. Al-Fath/48 : 4).
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
4
“jismussalim”. Kenapa hanya orang-orang mukmin yang akan dikaruniai ketenangan oleh Allah subhanahu wata'ala?
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah.
Allah subhanahu wata'ala menciptakan manusia sebagai makhluq terbaik yang dikaruniai banyak potensi dan kelebihan:
Selain secara fisik diciptakan dalam bentuk yang terbaik, Allah subhanahu wata'ala masih melengkapi kelebihan non-fisik, seperti “’aql”. “qalbu” dan “ruh”. Jika potensi dan kelebihan ini disyukuri, dirawat dan dibina secara baik maka akan memungkinkan manusia meraih mencapai keunggulan, mencapai impian sejati, seperti kebahagiaan, ketenteraman dan kedamaian hakiki.
Karena itu, potensi fisik harus dijaga dengan berolahraga dan asupan makanan-minuman yang halalan thayyiban.
Potensi ‘aql, harus dijaga dengan intens membaca, akses ilmu dan pendidikan sehingga memahami ayat-ayat qawliyah dan ayat-ayat kawniyah. Demikian juga dengan potensi ‘qalbu, harus dijaga agar mampu mengapresiasi keimanan, keislaman dan keihsanan. Dengan kata lain, fisik manusia sebagai karya terbaik Allah subhanahu wata'ala. Dengan karunia ’aql, Allah subhanahu wata'ala memberi kita kemampuan berpikir kreatif dan dengan karunia qalbu, Allah subhanahu wata'ala memberi kita kemampuan menangkap dan mengekspresikan keimanan, keislaman dan keihsanan. Potensi qalbu inilah yang sering menimbulkan persimpangan pandang antara filsafat barat
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At-Tîn/95 : 4).
dan filsafat timur. Filsafat barat kurang menghargai potensi qalbu, sedang filsafat timur kurang mengoptimalkan potensi
’aql. Islam tentu menghendaki agar semua potensi kita dikembangkan secara seimbang sehingga memiliki potensi utuh sebagai manusia.
Yang dikehendaki Islam adalah pengembangan yang utuh, bukan parsial, karena pengembangan yang parsial hanya akan menyebabkan terjadinya split personality (kepribadian belah), seperti:
(a) fisik sehat dan kuat, tetapi ’aql lemot karena tidak mem- peroleh akses ilmu dan pendidikan yang layak,
(b) ’aql cerdas dan pandai karena memperoleh masukan ilmu dan pendidikan yang memadai, tetapi fisik lemah dan sakit- sakitan karena kekurangan gizi, olahraga dan pengobatan, atau
(c) fisik dan ’aql baik, namun qalbu tidak berfungsi karena refleksi keimanan, keislaman, dan keihsanan lemah, atau singkatnya, kesadaran keagamaannya lemah.
Jika potensi-potensi tersebut bisa dikembangkan secara utuh, insyaAllah kita akan bisa merasakan nikmatnya mujahadah kepada Allah subhanahu wata'ala, karena hidup kita pada hakikatnya adalah sebuah perjalanan panjang menuju ke hadirat-Nya. Allah adalah tujuan hidup kita, Allah adalah sumber kebahagiaan sejati, yang penuh dengan kedamaian.
Karakteristik yang seperti inilah yang diharapkan mampu memahami Islam secara komprehensif, Islam yang menenteramkan dan penuh kedamaian. Karakteristik seperti inilah yang diharapkan mampu memahami islam wasathiyah dan mewujudkannya dalam pemikiran dan gerakan keislaman dan kebangsaan menuju masa depan penuh ketenangan dan kedamaian.
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
6
Semua ini harus dimulai dari pendidikan. Sudah waktunya dilakukan reorientaasi pendidikan. Pendidikan tidak boleh hanya verbalistik berupa kata-kata, wacana, yang hanya menjadi konsumsi kognisi, konsumsi ‘aql semata. Pendidikan selain bersentuhan dengan ‘aqal, yang lebih penting harus menyentuh qalbu generasi kita, karena qalbu itulah sejatinya yang bisa menjadikan ‘aql menjadi “‘aqlussalim”, qalbulah yang akan menjadikan fisik menjadi “jismussalim”. Keutuhan dan keunggulan seperti inilah yang harus mendasari kehidupan generasi kita, intelektual atau spiritual, sehingga generasi kita teerus berprestasi dan memiliki kesadaran bahwa perjalanan kita adalah menuju hadlirat-Nya, untuk menggapai ridla-Nya, sehingga Allah subhanahu wata'ala berkenan mencurahkan ketenteraman dan kedamaian yang sejati.
Hadlirin jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allâh SWT.
Marilah kita berdoa mudahan kita bisa mensyukuri karunia Allah pada kita, sehingga bisa menjadi wasilah untuk memohon dan mendekat kepada-Nya :
يرْكِّيلااو يت ايَّآلا انيم ْ ُكُ ايَّ
ِ ااو ْ ينِاعافاناو ،ي ْيْيظاعلا ينآآْرُقلا يفِ ْ ُكُالاو ْ يلِ ُالله اكار ابَ
ُ ْيْيلاعلا ُعْييم اسلا اوُه ُهانِا ُهاتاو الَيت ْ ُكُْنيماو ِّينِيم الاباقاتاو ،ي ْيْيكالحا
#
امُهاللا انّ ا ا ُلَأ ْسان يتاابيجْوُم ِّي ُك ْنيم اةام الَ اسلااو اكيتاريفْغام ا يئِاازاعاو اكيتا ْحْار
يراانلا انيم اةااجانلااو يةانالج يبَ ازْوافلااو ٍِّريب ِّي ُك ْنيم اةامْييناغلااو ٍ ْثْيا
#
يبااذاعاو اايْنُّلدا ييْزيخ ْنيم انّ ْريجَآاو ااهِّيُك يرْوُمُلا يفِ ااناتابيقااع ْن يسْحَآ مهللا ا ْيْي يحْاارلا ُ ْيْاخ اتْنَآاو ْماحْرااو ْريفْغا ِّيبار ْلُقاو يةاريخآلا
#
Ma’asyiral muslimin sidang Jum’at rahimakumullah.
Pada khutbah yang kedua ini, kami ingin memberikan kesimpulan dari khutbah yang telah disampaikan di awal tadi, yakni : Pertama, bahwa impian kita untuk memahami dan mewujudkan Islam yang menenteramkan penuh dengan kedamaian adalah impian yang bisa kita wujudkan jikalau kita mampu mensyukuri karunia Allah subhanahu wata'ala.
Diantara karunia itu adalah fisik kita sebagai ciptaan terbaik, itupun masih Allah lengkapi kelengkapan non fisik, seperti
“’aql”. “qalbu” dan “ruh”.
Kedua, bahwa kesadaran untuk dapat memahami dan mensyukuri karunia dengan baik perlu melalui pendidikan, dan reorientasi pendidikan menjadi pilihan utama. Pendidikan, selain bersentuhan dengan ‘aqal, yang lebih penting harus menyentuh qalbu, karena qalbu itulah yang bisa mengantarkan
‘aql menjadi “‘aqlussalîm”, qalbulah yang bisa mengantarkan fisik menjadi “jismussalîm”. Reorientasi seperti ini diharapkan agar generasi mendatang bisa meraih impiannya yang hakiki, seperti ketenteraman, kedamaian dan kebahagiaan hidup, karena hanya qalbu yang bisa merasakan.
Khutbah Kedua
ِر ْوُ ُشُ ْنِم ِلله ِبِ ُذْوُعَنَو ُهُرِفْغَت ْ سَنَو ُهُنْيِعَت ْ سَنَو ُهُدَمْ َنَ ِلله ُدْمَلحا ْنَمَو ُ َلَ َّل ِضُم َلََف ُالله ِهِدْ َيَ ْنَم اَنِلاَ ْعَْأ ِت آئِِّي َس ْنِمَو اَن ِ سُفْنَأ َلَ َيِداَه َلََف ْلِل ْضُي ُهَدْحَو ُالله َّلَِا ََلَِا َلَ ْنَأ ُدَه ْشَأ .
َكْيِ َشُ َلَ
ُُلَ ْو ُس َرَو ُهُدْبَع اًدَّمَحُم َنََدِِّي َ س َّنَأ ُدَه ْشَأَو ُ َلَ
ِِّْلِ َسَو ِِّل َص مهللا .
ُدْعَب اَّمَأ . َ ْيِْعَ ْجَْأ ِهِبْ َصََو ِ ِلَ أ َلََعَو ٍدَّمَحُم َنَِدِِّي َ س َلََع
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
8
Ketiga, bahwa kita berkewajiban terus mensupport tumbuhnya pemahaman dan perwujudan Islam yang komprehensif, Islam yang menenteramkan dan mendamaikan.
Dalam konteks kehidupan berbangsa pemahaman dan perwujudkan Islam wasathiyah menjadi pilihan utama, karena akan menampilkan wajah Islam yang moderat, Islam yang adil, dan Islam yang penuh dengan kedamaian. Allah subhanahu wata'ala menyatakan dalam Al-Qur’an :
Marilah di akhir khutbah ini kita bersama-sama berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala, agar Allah selalu memberikan hidayah, kedamaian, dan kita selalu dalam petunjuk-Nya :
Artinya : “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…”
(QS. Al-Baqarah/2 : 143).
...
َ َكَم ٍدَّمَحُم َنَّدِّّي َ س ّل آ َلََعَو ٍدَّمَحُم َنَّدِّّي َ س َلََع ِّّْلِ َسَو ِّّل َص مهللا َع َتْيَّل َص َنَّدِّّي َ س َلَ
َو َ ْيّْهاَرْبِا َلََع َو َ ْيّْهاَرْبِا َنَّدِّّي َ س ّل آ َلََع ْكّر َبَ
َع َتْكَر َبَ َ َكَم ٍدَّمَحُم َنَّدِّّي َ س ّل آ َلََعَو ٍدَّمَحُم َنَّدِّّي َ س َنَّدِّّي َ س َلَ
َو َ ْيّْهاَرْبِا .ٌدْيّجَم ٌدْيّ َحَ َكَّنِا َ ْيّْمَلاَعلا ّفِ َ ْيّْهاَرْبِا َنَّدِّّي َ س ّل آ َلََع ْؤُلما َو َ ْيّْنّمْؤُلماَو ّتاَمّل ْسُلماَو َ ْيّْمّل ْسُمْلّل ْرّفْغا مهل لا ّءاَيْحَلأا ّتاَنّم
َو ْمُ ْنّْم ٌبْيّرَق ٌعْيّ َسَ َكَّنِا ّتاَوْمَلأا َّنَ
ِ ا َّمُهَّللا َ ُلَأ ْسَن ُ َّللَّا َّلَ َص ٌدَّمَحُم َكُّيّبَن ُهْنّم َ َلَأ َس اَم ّ ْيَْخ ْنّم
ُعَنَو ََّلِ َسَو ّهْيَلَع ٌدَّمَحُم َكُّيّبَن ُهْنّم َذاَعَت ْ سا اَم ِّّ َش ْنّم َكّب ُذو
َلْوَح َلَ َو ُغ َلََبْلا َكْيَلَعَو ُناَعَت ْ سُمْلا َتْنَآَو ََّلِ َسَو ّهْيَلَع ُ َّللَّا َّلَ َص َّللَّ ّبَ َّلَ ا َةَّوُق َلََو ِ اَنَّبَر .
َو اَنّجاَوْزَآ ْنّم اَنَل ْبَه ِّّرُذ
ٍ ُيْْعَآ َةَّرُق اَنّت َّيَّ
َو .اًماَم ا َ ْيّْقَّتُمْلّل اَنْلَعْجا ِ
َنَّبَر َو َتْلَزْنَآ اَمّب اَّنَمَآ ا . َنْيّدّها َّشلا َعَم اَنْبُتْكاَف َلْو ُسَّرلا اَنْعَبَّتا
ّت آ اَنَّبَر َو ًةَن َ سَح ّةَرّخ لأا ّفَِو ًةَن َ سَح اَيْنُّلدا ّفِ اَن ّراَّنلا َباَذَع اَنّق
ِّّبَر َكِّّبَر َناَحْب ُ س َ ْيّْل َسْرُلما َلََع ٌم َلَ َسَو َن ْوُف ّصَي اَّ َعَ ّةَّزّعلا
َو . َ ْيّْمَلاَعلا ِّّبَر ّلله ُدْمَلحا َبَ ْرُقلا ىّذ ّءاَتْي
ِ اَو ّنا َسْح ِلَاَو ّل ْدَعل ّبَ ُرُمْأَي َالله َّنِا ،ّالله َداَبّع
ْ ُكُ ُظّعَي ّيْغَبلاَو ّرَكْنُلماَو ّءا َشْحَفلا ّنَع ىَ ْنَْيَو
َن ْو ُرَّكَذَت ْ ُكَُّلَعَل
َ َكَم ٍدَّمَحُم َنَّدِّّي َ س ّل آ َلََعَو ٍدَّمَحُم َنَّدِّّي َ س َلََع ِّّْلِ َسَو ِّّل َص مهللا َع َتْيَّل َص َنَّدِّّي َ س َلَ
َو َ ْيّْهاَرْبِا َلََع َو َ ْيّْهاَرْبِا َنَّدِّّي َ س ّل آ َلََع ْكّر َبَ
َع َتْكَر َبَ َ َكَم ٍدَّمَحُم َنَّدِّّي َ س ّل آ َلََعَو ٍدَّمَحُم َنَّدِّّي َ س َنَّدِّّي َ س َلَ
َو َ ْيّْهاَرْبِا .ٌدْيّجَم ٌدْيّ َحَ َكَّنِا َ ْيّْمَلاَعلا ّفِ َ ْيّْهاَرْبِا َنَّدِّّي َ س ّل آ َلََع ْؤُلما َو َ ْيّْنّمْؤُلماَو ّتاَمّل ْسُلماَو َ ْيّْمّل ْسُمْلّل ْرّفْغا مهل لا ّءاَيْحَلأا ّتاَنّم
َو ْمُ ْنّْم ٌبْيّرَق ٌعْيّ َسَ َكَّنِا ّتاَوْمَلأا َّنَ
ِ ا َّمُهَّللا َ ُلَأ ْسَن ُ َّللَّا َّلَ َص ٌدَّمَحُم َكُّيّبَن ُهْنّم َ َلَأ َس اَم ّ ْيَْخ ْنّم
ُعَنَو ََّلِ َسَو ّهْيَلَع ٌدَّمَحُم َكُّيّبَن ُهْنّم َذاَعَت ْ سا اَم ِّّ َش ْنّم َكّب ُذو
َلْوَح َلَ َو ُغ َلََبْلا َكْيَلَعَو ُناَعَت ْ سُمْلا َتْنَآَو ََّلِ َسَو ّهْيَلَع ُ َّللَّا َّلَ َص َّللَّ ّبَ َّلَ ا َةَّوُق َلََو ِ اَنَّبَر .
َو اَنّجاَوْزَآ ْنّم اَنَل ْبَه ِّّرُذ
ٍ ُيْْعَآ َةَّرُق اَنّت َّيَّ
َو .اًماَم ا َ ْيّْقَّتُمْلّل اَنْلَعْجا ِ
َنَّبَر َو َتْلَزْنَآ اَمّب اَّنَمَآ ا . َنْيّدّها َّشلا َعَم اَنْبُتْكاَف َلْو ُسَّرلا اَنْعَبَّتا
ّت آ اَنَّبَر َو ًةَن َ سَح ّةَرّخ لأا ّفَِو ًةَن َ سَح اَيْنُّلدا ّفِ اَن ّراَّنلا َباَذَع اَنّق
ِّّبَر َكِّّبَر َناَحْب ُ س َ ْيّْل َسْرُلما َلََع ٌم َلَ َسَو َن ْوُف ّصَي اَّ َعَ ّةَّزّعلا
َو . َ ْيّْمَلاَعلا ِّّبَر ّلله ُدْمَلحا َبَ ْرُقلا ىّذ ّءاَتْي
ِ اَو ّنا َسْح ِلَاَو ّل ْدَعل ّبَ ُرُمْأَي َالله َّنِا ،ّالله َداَبّع ْ ُكُ ُظّعَي ّيْغَبلاَو ّرَكْنُلماَو ّءا َشْحَفلا ّنَع ىَ ْنَْيَو َن ْو ُرَّكَذَت ْ ُكَُّلَعَل
Orang paling tertipu adalah: yang merendah di hadapan orang yang tidak menghargainya, yang mencintai orang yang tidak bermanfaat baginya, yang bangga dengan
pujian orang yang tidak mengenalnya.
(Imam Syafi'i rahimahumullah)
بغرو ,همركي لا نلم عضاوت نم :هسفنل ينلماظلا لمظ أ هفرعي لا نم حدم لبقو ,هعفني لا نم ةدوم في
font 28
Orang paling tertipu adalah: yang merendah di hadapan orang yang tidak menghargainya, yang mencintai orang yang tidak bermanfaat baginya, yang bangga dengan pujian orang yang tidak mengenalnya.
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
10
S
ebagai seorang Muslim yang menyadari bahwa dalam segala aktifitas yang kita lakukan tak terlepas dari aturan yang bersifat global atau bahkan pada saat tertentu besifat spesifik (terperinci) disaat kita akan melakukannya.Dari begitu banyak aturan yang ada dalam Islam dapat kita golongkan menjadi 3 (tiga) diantaranya Aqidah, Syariah dan Akhidah, kita bahas secara sederhana Aqidah dapat kita pahami dengan ilmu Tauhid fondasi Agama diantaranya Rukun Iman dan Rukun Islam dan Syariah merupakan hukum dan aturan yang bersifat komprehensif & universal berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits sedangkan Akhlaq merupakan adab dan etika penjelasan yang sederhana yang dapat dipahami.
Hukum Islam yang dibawakan oleh Rasulullah untuk Umat Islam bagi pemeluknya memiliki tujuan menetramkan dan membahagiakan yang dikenal dengan “Maqashidus Syariah”
(Tujuan Syariah/Hukum Islam) diantaranya : 1. (Memelihara Harta)
Islam yangat memperhatikan harta yang dimiliki oleh setiap Muslim dari mana dia mendapatkan dan kemana harta itu dibelanjakan dan ini juga yang menjadi pertannyaan di akhirat nanti. Dalam Islam diperintahkan untuk mencari yang baik dan dikeluarkan dengan yang baik :
Islam Bertujuan Menentramkan dan Membahagiakan Umatnya
HIKMAH
Oleh : Minhajul Afkar, SH.I
لالما ظفح
2. (Memelihara Akal)
Dengan Akal manusia menjadi terhormat dan mulia tanpa akal manusia tak mendapat beban menjalankan perintah dan larangan dari Allah dan Rasul-Nya, ada dua hadits diantaranya:
Percakapan Aisyah dengan Nabi Muhammad shallalla- hu ‘alaihi wasallam : “Suatu hari, istri Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam itu bertanya. "Dengan apakah manusia saling berlomba memperoleh kemuliaan di dunia?", Nabi menjawab,
"Dengan akalnya". "Kalau di akhirat ?" tanya Aisyah lagi. "Dengan akalnya". "Bukankah manusia diganjar hanya karena perbuatan- perbuatan mereka?" tanya putri Abu Bakar itu. Rasulullah menjawab, "Wahai Aisyah, bukankah manusia bekerja sesuai kadar kekuatan akal yang diberikan Allah kepada mereka?
Menurut kadar kekuatan akal itu pekerjaan mereka terjadi, dan menurut kadar apa yang mereka kerjakan itu mereka diganjar”.
“Pena diangkat (dibebaskan) dari tiga golongan : (1) orang yang tidur sampai ia bangun, (2) Anak kecil sampai mimpi basah (baligh) dan (3) Orang gila sampai ia kembali sadar (berakal) (HR. Abu Daud).
3. (Memelihara Keturunan)
Faktor keturunan atau nasab menjadi salah satu bagian hal terpenting dalam Islam untuk menentukan garis keturunan bagi seseorang, salah satu cara untuk menjaga garis keturunan adalah dengan pernikahan yang sah. Menghindari perbuatan zina merupan salah satu bentuk agar nasab tetap terjaga.
Artinya : “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik- baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Mu’minun/23: 51).
لقعلا ظفح
لسنلا ظفح
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
12
4. (Memelihara Jiwa)
Pada zaman moderen tingkat pembunuhan dan atau bunuh diri sangat meningkat. Islam sangat menjaga jiwa seseorang jangan sampai seseorang meninggal dengan sia-sia.
5. (Memelihara Agama)
Dengan agama hidup seseorang lebih terarah dan lebih baik dalam menjalankan aktifitas kesehariannya. Dalam memelihara Agama dapat dilakukan dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah subhanahu wata'ala.
Dengan menjalankan kelima unsur tersebut akan menimbulkan ketentraman dalam kehidupan seorang muslim.
Waalahu a’lam bisshawab. r
Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isra/17: 32).
سفنلا ظفح
نيلدا ظفح
...
Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar” (QS. Al-Isra/17: 33).
يلَايَّللا ِةَثِداَحِل ْعَزَت َلََو ءَاقَب َايْنُّدلا ِثِدَوَحِل اَمَف ˜
font 28
Dan janganlah kau kehilangan kesabaran dalam menghadapi berbagai musibah. Karena semua musibah di dunia ini
tidak ada yang kekal (Imam Syafi’i)
D
alam artikel terdahulu sudah dibahas tentang kosakata al-hamd, distingsi makna Allah, Rabb. Ilah, dan al-Asma’al-Husna, dalam ayat kedua surah al-Fatihah. Berikut ini akan diuraikan secara komperhensif makna al-‘alamin, penutup ayat kedua surah al-Fatihah (al-hamdulillah Rabb al-‘alamin).
Kata al-‘alamin bentuk jamak dari kata ‘alam, yang berasal dari akar kata ‘alima-ya’lam berarti memberi tanda, mengerti, memahami benar-benar. Dari akar kata ini lahir sejumlah kata seperti ‘alam berarti bendera dan alam. Seakar kata juga dengan kata ‘alim bentuk jamaknya “ulama” berarti ahli ilmu pengetahuan, dan ‘alamah berarti alamat. Dengan demikian, al-‘alamin bisa berarti tanda-tanda atau alamat, yakni sesuatu yang dengannya kita bisa mengetahui sesuatu (ma yu’lam bihi al-syai’). Kata ‘alam secara populer sering diartikan segala sesuatu selain Allah (kullu ma siwa Allah).
Kata ‘alam dalam arti tanda sama dengan makna ayah yang juga berarti tanda. Kata ‘alam bisa berarti sebuah tanda atau sesuatu yang dengannya Allah akan diketahui. ‘Alam yang biasa disebut alam semesta bisa diartikan sebagai sesuatu yang melahirkan kesadaran dan pengetahuan terhadap Allah subhanahu wata'ala. Dalam perspektif sufistik ditegaskan bahwa alam semesta ini adalah manifestasi keberadaan Allah.
Di mana ada alam semesta, di situ ada Dia karena alam semesta GORESAN IMAM BESAR
Makna Esoterik Al-‘Alamin(1)
Kajian Semantik Al-‘Alamin
Oleh : Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MAMimbar Jumat No.1154/XXIV/22
14
ini adalah setiap existent yang ada dalam alam adalah tanda yang menyebabkan kesadaran kepada lokus (madhar) dalam mana Ia mewujudkan diri. Setiap keberadaan (existent) yang ada dalam alam semesta ini adalah tanda yang menyebabkan kesadaran kepada kita akan sebuah Nama dari Nama-Nama Ilahiah. Dalam pembahasan terdahulu dijelaskan bahwa nama-nama setiap partikel alam semesta ini pada hakikatnya adalah menginduk kepada nama Sang Mahaagung (Allah dzu al-Jalalah), karena pada hakikatnya alam ini adalah tajalli- Nya. Inilah yang kita sebut dengan “keesaan nama-nama”
(tauhid al-asa’).
Oleh karena ‘alam ini terkait dengan ‘alamah, yakni tanda, alamat, atau identitas Sang Maharealitas (al-Haqq) maka setiap kali kita bicara tentang alam, setiap itu pula kita bicara dengan Allah subhanahu wata'ala. Karena alam semesta ini tak lain adalah realitas al-Haqq itu sendiri. Dengan kata lain, keseluruhan alam adalah al-Haqq yang memanifestasikan diri- Nya dalam berbagai bentuk (form), baik dalam form universal maupun dalam form particular. Baik yang ada dalam wujud alam nyata (al-‘alam al-syahadah) maupun dalam wujud alam gaib (al-‘alam al-gaib). Inilah yang diistilahkan William C.
Chittick dengan “Dia ada di dalam segala sesuatu” (the ‘He’ in all things). Keseluruhan alam ini adalah sang penanda dari Yang Ditandai, dan keseluruhan nama (al-asma’) adalah nama dari Yang Dinamai (al-musamma), semuanya manifestasi al-Haqq.
Dengan demikian, Allah subhanahu wata'ala dan alam semesta ini merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan (imanen).
Berbeda dengan kalangan teolog yang menggambarkan di mana ada sesuatu (alam semesta) di situ tidak ada Allah karena alam semesta adalah makhluk. Alam semesta bagi para
teolog jelas adalah “the not He” atau the worlds are everything other than God (alam ialah segala sesuatu selain Allah).
Bagaimana mungkin diterima akal kalau Sang Pencipta (al- Khaliq) menyatu dengan ciptaan (al-makhluq), sementara dipahami Sang Khaliq adalah azali (al-Qadim) dan makhluk adalah baharu (al-hawadits). Mereka membayangkan Allah subhanahu wata'ala terpisah jauh (transcendent) dengan makhluk-Nya, termasuk alam semesta ini. Perdebatan secara teologis tentang substansi alam akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan mendatang.
Alam menurut Ibn ‘Arabi adalah manifestasi (tajalli) dari Allah subhanahu wata'ala sebagai pemilik wujud mutlah (al- wajib al-wujud). Alam hanya merupakan pancaran dari Sang al-Haqq. Keberadaan alam adalah keberadaan relatif (mumkin al-wujud). Tanpa al-Haqq tidak mungkin ada alam semesta.
Dari sinilah muncul anggapan bahwa teori ketunggalan wujud (al-wahdah al-wujud) sama dengan pandangan Panteism yang pernah digagas oleh Plotinus, walaupun anggapan ini telah dibantah oleh para peneliti karya-karya Ibn ‘Arabi, seperti ‘Afifi, William Chittick, dan Hendri Cobyn.
Allahu a’lam. (Harian Republika, 4 Maret 2022 M/1 Sya’ban 1443 H). r(DN)
“Janganlah sekali-kali kalian ulurkan tangan untuk menerima pemberian dari makhluk, kecuali engkau menyadari bahwa pemberi yang sejati di balik mereka itu ialah Rabbmu. Apabila
engkau mampu berlaku demikian, maka terimalah apa yang sesuai dengan ilmu yang engkau pahami”
(Ibnu Athaillah as-Sakandari rahimahumullah)
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
16
Risalah Al-Qusairiyyah fi ‘Ilmi Tasawwuf :
Hakekat Taubat
Oleh : Dr. Bambang Irawan, M.Ag
A
lhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara Allah, hidup dan mengisi sisa usia dengan rencana terbaik. Kualitas kita sering ditentutakan kualitas renungan kita, kualitas rencana apa yang akan kita lakukan. Kajian ini akan membahas hakekat taubat yang sebenarnya. Taubat maknanya adalah kembali. Kembali kepada Zat yang Menghidupkan dan Mematikan dan menitipkan sebagaian ruh-Nya kepada kita.Hakekat manusia adalah ruh, yang merupkan sebagian ruh Yang Allah titipkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan. Seiring perjalanan kehidupan seringkali kita tumbuh berkembang, mendapat pekerjaan dan mendapat pasangan, memiliki kendaraan. maka terlupakan dan melecencen tidak fokus lagi kepada Yang Maha Mematikan dan Menghidupkan. Disamping potensi ilahiyyah, terdapat juga potensi kebinatangan dan potensi iblis dalam diri kita yang setiap saat bertarung, mana yang lebih dominan. Setiap saat potensi ini bertarung. Yang potensi ketuhanannya kuat akan menikmati ibadah, yang potensi kebinatangannya kuat akan
KAJIAN ZHUHUR PILIHAN
Artinya : “Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”
(QS. Shaad/38: 72).
senang bermaksiat. Karenanya kita selalu memohon ampun kepada Allah dari segala maksiat dan dosa. Setiap detik kita mendapatkan pilihan, mau memilih yang baik atau yang buruk.
Ketika diperintah bertaubat, sesungguhnya kita mengembali- kan hakekat diri kepada kesadaran ruh. Diri manusia terdiri dari jasmani dan ruhani. Agar ruh tidak mengawang-ngawang maka ruh diberi jasad. Sejatinya manusia adalah ruh, ruh yang dikerangkeng dalam jasad. Seorang muslim yang terlanjur berdosa bukan hanya diterima, tetapi Allah malah mencintai.
Jadi pasti diampuni, bahkan lebih dari sekedar diampuni bahkan dicintai Allah :
Bahwa Allah lebih bahagia dari bahagianya seorang musafir yang menemukan barang bawaannya yang hilang. Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al-Anshori, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, beliau berkata bahwa :
Maka dosa yang disengaja atau tidak, kecil atau besar maka kita memohon ampun kepada Allah. Bertaubat adalah dalam rangka memantaskan diri kepada Allah karena Allah maha suci.
Beberapa jenis taubat : 1. Taubat dari dosa badaniyyah.
2. Taubat bathiniyyah. Memohon ampun kepada Allah dari dosa- Artinya : “Sesungguhnya Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747).
ِهِيرِعَب َلََع َطَق َس ْ ُكُِدَحَأ ْنِم ِهِدْبَع ِةَبْوَتِب ُحَرْفَأ ُهللَّا ةَلاَف ِضْرَأ ِفِ ُهلَّ َضَأ ْدَقَو ،
Artinya : “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”
(QS. Al-Baqarah/2: 222).
...
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
18
dosa hati, diantaranya adalah riya’, beribadah ingin dilihat Allah. Mohon ampun kepada Allah dari penyakit-penyakit hati.
3. Taubat yang utama. Mohon ampun kepada Allah ketika sekejap saja lalai kepada Allah langsung bertaubat. Walau hanya lali sekejap langsung mohon ampun.
Mana lain dari dosa adalah an-nadam al-‘amiqah: penyesalan yang sangat dalam. Dengan penyesalan yang dalam Allah akan kembali mencintai kita, karenannaya berharap bahwa dosa yang diperbuat adlah dosa terakhir. Dengan satu dosa Nabi Adam
‘alaihissalam mendapat konsekuensi besar, diturunkan dari surag. Bagaimana dengan kita yang memiliki banyak dosa.
Gambaran sederhana penyesalan adalah, kisah seorang anak kecil yang melukai mobil baru. Sang ayah kemudian memarahi anaknya yang memukul anak ini dengan ranting pohon tertentu yang ternyata beracun, sehingga zat ini masuk kedalam tubuhnya.
Maka tangan sang anak harus diamputasi karena racunnya sudah menjalar. Sang ayahpun menyesal seumur hidup. Setelah anak itu sadar anak itu bertanya, mengapa tangannya dipotong padahal ayahnya kemarin sudah memukul anaknya dan sang anak sudah berjanji tidak akan mencorat coret mobil lagi. Itulah gambaran penyesalan yang harus dilakukan ketika melakukan dosa kepada Allah. Orang yang sudah terlanjur berdosa kemudian kualitas ibadahnya lebih baik dan khusyu’ hal ini lebih baik daripada seorang yang rajin beribadah namaun hatinya sombong.
Banyak orang memimpikan masuk surga namun tetap ingin selalu bermaksiat, hal ini tergambar dalam sebuah mafhum riwayat, dari sebuah atsar. Ada yang datang ke Ali ibn Abi Thalib, melaporkan bahwa dirinya sudah mendarah-daging dengan perbuatan dosa, sehingga tidak bisa dilarang untuk melakukan maksiat. Dia meminta amalan untuk bisa masuk surga tanpa harus meninggalkan maksiat Sahabat ini meminta amalan kepada Ali ibn Abi Thalib. Maka Ali ibn Abi Thalib menganjurkan kepadanya untuk mengingat bahwa dia harus memastikan
bahwa kemanapun dia pergi adalah bukan buminya Allah. Lalu orang ini meminta amalan lain karena merasa tak sanggup, maka Ali menyarankan untuk memastikan bahwa setiap yang dimakan bukan rezekinya Allah. Karena merasa tak sanggup maka kemudian meminta amalan yang lain. Dan sahabat Ali radhiallahu anhu mempersilahkannya untuk tetap berkmaksiat dan memintanya untuk memastikan bahwa apabila datang malaikat maut untuk mencabut nyawanya dia harus melawan untuk terhindar dari kematian. Maka shahabat itu akhirnya tersadar dan bertaubat sebenar-benarnya.
Hakikat taubat adalah memantaskan diri kita untuk mendapatkan kasih sayang dan rahmat Allah. Istighfar untuk memudahkan hidup, menyembuhkan penyakit dan melancarkan rezeki. Bertaubat dan istighfar adalah hakekat kedirian kita yang ingin didominasi oleh rasa rindu, rasa cinta dan senang berbuat baik dan beribadah, ini semua adalah merupakan sebuah anugrah. Allah memanggil kita untuk bertaubat, sebagaimana dalam ayat :
Allah meminta kita segera bertaubat, karena Allah telah memastikan untuk menerimanya. Tidak mungkin Allah menutup pintu taubat padahal Allah memanggil dan memenita kita segera untuk memasukinya. (BUT) r
Artinya : “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”
(QS. Ali Imran/3: 133)
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
20
1. Mengisi form data via online https://muallafcenter.istiqlal.
or.id/daftar.php
2. Pas foto ukuran 3 x 2 cm : 3 (tiga) lembar (warna) 3. Surat Pengantar dari RT bagi WNI
4. Foto copy KTP
5. Foto Copy Kartu Keluarga 6. Materai 10.000 : 2 (dua) lembar 7. Menyerahkan Surat Baptis
(Asli)
8. Surat Pengantar Kedutaan bagi WNA
9. Foto copy pasport bagi WNA 10. Saksi 2 (dua) orang
Nama Agama Semula
No.
1 Null - PELAYANAN BIMBINGAN IKRAR SYAHADAT
Pelayanan Ikrar Syahadat / Pembinaan Muallaf / Kajian dan Kegiatan Remaja Masjid Istiqlal dengan Narahubung :
Ust. Djamalullail (081314124444) dan Subhan (08128829 7714) Persyaratan Pelayanan Bimbingan Ikrar Syahadat :
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Masjid Istiqlal
Menerima dan menyalurkan zakat, infaq, shadaqah Bank Mega Syari’ah (BMS) No. rekening 1000212008
(a/n. UPZ Masjid Istiqlal)
Narahubung : Bapak H. Budi Firmansyah, MM No HP/WA : 0856 9233 3688
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Majelis Ta’lim Kaum Ibu Pengajian Remaja Istiqlal (ARMI) Marching Band Istiqlal Seni Budaya Remaja Pagar Nusa Istiqlal Tapak Suci Istiqlal Konsultasi Agama
Hari Rabu &
Ahad Setiap Ahad
Setiap Ahad Setiap Ahad Setiap Ahad Setiap Ahad Senin s/d Jum’at
Pukul 08.00 - 11.00 11.00 - 12.00
09.00 - 15.00 09.00 - 11.00 07.00 - 11.30 15.30 - 20.00 10.30 - 15.00
Materi Al-Qur’an, Aqidah, Akhlak, Hadits, Fiqh Tahsinul Qur’an, Kajian Kitab Minhajul Abidin, Majelis Taklim Pemuda
Perkusi, Horn line, Pit, dll
Hadrah, Marawis dan Band
Seni Beladiri Seni Beladiri Pelayanan
Permasalahan Agama Kegiatan
Bagi jama’ah dan kaum Muslimin yang ingin meningkatkan wawasan ke-Islaman dapat mengikuti kegiatan kajian dan ta’lim yang dibimbing oleh para Ustadz / Guru yang berpengalaman sebagaimana jadwal dibawah ini :
PELAYANAN MASJID ISTIQLAL
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
22 No
1 2 3 4 5 6
Hari Sabtu Ahad Senin Selasa Rabu Kamis
Tgl/Bln 26 Mar 27 Feb 28 Feb 29 Mar 30 Mar 31 Mar
Narasumber Budi Utomo, Lc, MA H. Ahmad
Mulyadi, SE.I Drs. H. Abdul Halim Sholeh, MM Dr. H. Sholeh Asri, MA Dr. Hj. Romlah Askar
KH. Abdurrahman Bustomi, MA
Bahasan/ Materi Tafsir Ibnu Katsir Kitab
Bulughulmarom Fathul Bari Syarhu Shahihil-Bukhari Tafsir Jalalain Asbaabul Wuruud Khuluqul Muslim
Saksikan siaran langsung shalat lima waktu di AJWA TV dan Kajian Ba’da Dzuhur / Jum’at di
Youtube : Masjid Istiqlal TV.
Kegiatan kajian atau program yang terlewatkan dapat pula disaksikan melalui kanal Youtube diatas.
(Dukung layanan media Masjid Istiqlal silahkan subscribe, comment, like and share) JADWAL NARASUMBER KAJIAN DIALOG ZHUHUR
Niat Shalat Ghaib :
Shalat Ghaib berjama’ah yang telah dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 18 Maret 2022, adalah untuk :
1. Almarhum H. Mufalah bin Abdul Fatah Kartawinata, usia 83 tahun. Wafat, 15 Maret 2022 di Depok
2. Almarhum Ramedon bin Carsih, usia 74 tahun. Wafat, 10 Maret 2022 di Brebes Jateng
3. Almarhum Rifliandi bin Mas Achmad Bachrie Affendie, usia 58 tahun. Wafat, 11 Maret 2022 di Cipadu
4. Almarhum Eko Priombodo bin Tugino, usia 40 tahun. Wafat, 10 Juli 2021 di Ciledug
5. Almarhum Dwi Waluyo bin Sukimo, usia 53 tahun. Wafat, 17 Maret 2022 d8i Ciracas
6. Almarhumah Susi Lenasari binti H.E. Soediman, usia 53 tahun.
Wafat, 14 Maret 2022 di Bintara
7. Almarhum Ama Ojo Sodikin bin Usen, usia 76 tahun. Wafat, 17 Maret 2022 di Garut
8. Almarhum Prajitno bin Zin
9. Almarhum Syafril Mahyudi bin H. Zainul Anwar Pasaribu.
Wafat, 11 Maret 2022 di Jakarta
10. Almarhum H. Jufrin bin H. Yasin, usia 51 tahun. Wafat, 16 Maret 2022 di Jakarta
11. Almarhumah Hj. Fatimah binti Abdul Kadir, usia 78 tahun.
Wafat, 11 Maret 2022 di Mataram
12. Almarhumah Hj. Ummus Shofa Hendarina Alwi binti Barmawi Alwi, usia 63 tahun. Wafat, 28 Februari 2022 di Jakarta
13. Almarhumah Syamsiah binti Abdul Madjid Halid. Wafat, 12 Maret 2022
14. Almarhumah Herlin Muriani Yulianti binti H. Soedijono, SH, usia 52 tahun. Wafat, 08 Maret 2022 di Semarang
ا ىلَع ِىّلَصُا ا ِتاَو م َل
ِبِئاَغ ل َن ي تاَر يِب كَت َعَب رَا ىلاَعَ ت ِهَّلِل ِةَياَفِك لا َض رَ ف
SHALAT GHAIB
Mimbar Jumat No.1154/XXIV/22
24
Shubuh Zhuhur Ashar Maghrib ‘Isya
26 04 : 42 12 : 04 15 : 13 18 : 07 19 : 16 27 04 : 42 12 : 04 15 : 13 18 : 07 19 : 15 28 04 : 42 12 : 04 15 : 14 18 : 07 19 : 15 29 04 : 42 12 : 03 15 : 14 18 : 06 19 : 15 30 04 : 42 12 : 03 15 : 13 18 : 05 19 : 14 31 04 : 42 12 : 03 15 : 14 18 : 05 19 : 13 25 04 : 42 12 : 02 15 : 14 18 : 04 19 : 13 Tanggal
26 04 : 41 12 : 02 15 : 14 18 : 04 19 : 12 27 04 : 41 12 : 02 15 : 14 18 : 03 19 : 12 28 04 : 41 12 : 01 15 : 14 18 : 03 19 : 11 29 04 : 41 12 : 01 15 : 14 18 : 02 19 : 11 30 04 : 41 12 : 01 15 : 14 18 : 02 19 : 10 31 04 : 41 12 : 00 15 : 14 18 : 02 19 : 10
Untuk Jakarta dan sekitarnya berlaku Maret 2022JADWAL WAKTU SHALAT
Jadwal shalat berdasarkan kalender Masjid Istiqlal Jakarta
Pelaksana Penerbitan Mimbar Jum’at Penasehat: Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA Penanggung Jawab: Kepala Bidang Penyelenggara Peribadatan, KH. Bukhori Sail Attahiri, Lc, MA Pimpinan Redaksi: H. Abu Hurairah Abd. Salam, Lc, MA Wakil Pim.
Redaksi: H. Djamalullail, M.Pd.I Sekretaris Redaksi: H. Ahmad Mulyadi, SE.I Wakil Sekretaris: Hendra Sofiyansyah, S.Sos Dewan Redaksi: H. Saparwadi, SE.I; Drs. H.A. Dzulfatah Yasin, M.Ag; Abdul Rasyid Teguhdin Hamid, M.Pd; Budi Utomo, Lc, MA; Ibrahim Atho, S.Ag; Minhajul Afkar, SH.I; Nurul Fajriyah Bendahara: Endang Suherna, SE Wakil Bendahara: Subhan, S.Pd.I TU dan Sirkulasi: H. Aminuddin; Rullyansyah; Didiet Nanditio, SE; Joni Sagara; Suharti; Aril Muhrizadipura; Sumedi.
15. Almarhumah Nurlaili binti Kutar, usia 73 tahun. Wafat, 13 Maret 2022 di Tangerang
16. Almarhumah Siti Fatimah binti Adam, usia 82 tahun. Wafat, 16 Maret 2022 di Bima.
Drs. KH. M. Adnan Harahap
Akrab dipanggil Buya Adnan, lahir pada, 7 Juni 1938 di Desa Mangaledang Godang, Tapanuli Selatan, berada di keluarga yang taat dalam beragama, bangsawan yang dihormati dan berwibawa yang memegang kuat prinsip-prinsip Agama. Di awal 1969 beliau mempersunting pujaan hatinya, Prof. Dr. Burmasari Siregar, MA dan dikaruniai lima anak, dan 13 cucu-cucu yang istimewa.
Belajar di Pondok Muslafawiyah Purba Baru, dibimbing Syekh Mustafa Husein Ulama yang penuh dengan karamah, melanjutkan di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta,hingga dipercaya sebagai Ketua Senat Mahasiswa karena terkenal dengan kepiawaian orasi dan berpidatonya. Meraih beasiswa meneruskan studi di Mesir, dan bekerja di Negeri Kincir Angin, disini beliau mendapatkan pelajaran disiplin dan kejujuran, saat kembali ke Mesir, menunaikan panggilan Allah SWT, beribadah haji, memperoleh keistimewaan masuk ke dalam Ka'bah. Akhirnya kembali ke Tanah Air, berkarir di IAIN Jogjakarta sebagai Wakil Dekan. Keuletan dan kegigihan beliau dalam berdakwah dan mencerdaskan Ummat memberikan keberkahan khusus bagi karirnya ketika bertemu dengan Menteri Agama Alamsah, beliau dipercaya menjadi Kanwil Depag Sumatera Utara, hingga pensiun, akhirnya dipercaya berkhidmat di Masjid Istiqlal pada Bidang Takmir, dalam pekerjaannya beliau, merekatkan hubungan yang harmonis dengan semua kalangan, dengan prinsip
"TERATUR TANPA DIATUR", dan sempat menjalin kerjasama bersama TVRI, sebagai pencetus acara Pintu Cahaya, yang sangat populer dengan slogannya "Menebar Kejujuran Menuai Kemakmuran".
Ada kisah unik dan jenaka, pada masa awal pandemik, beliau berucap bahwa shalat jumat tadi yang dilaksanakan dengan ancaman merebaknya virus, ada dua perawi hadits terkenal menghadiri, yaitu Bukhari dan Abu Hurairah, ternyata dari ucapannya mengalir do'a, seiring berputar waktu, kedua nama tersebut meneruskan perjuangan beliau, di bidang yang dipimpinnya selama 20 tahun, yaitu KH. Bukhari S. A menjadi Kabid
PROFIL TOKOH
JADWAL KAJIAN DI MASJID ISTIQLAL
@masjidistiqlalofficial Masjid Istiqlal TV 1. Tasawuf, Membedah Kitab Ihya Ulumiddin
Setiap Sabtu (Pukul 05.15 - 07.00)
Nara Sumber : Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA 2. Tematik Tafsir Al-Qur’anul Karim
Jum’at Pertama (Pukul 10.30 - 11.30) Nara Sumber : Dr. KH. Muchlis M. Hanafi 3. Tasawuf, Membedah Kitab Al-Hikam Jum’at Kedua (Pukul 10.30 - 11.30)
Nara Sumber : Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA 4. Tematik Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Jum’at Ketiga (Pukul 10.30 - 11.30)
Nara Sumber : Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, MA 5. Fiqih, Membedah Kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu Jum’at Keempat (Pukul 10.30 - 11.30)
Nara Sumber : Dr. H. Syaifuddin Zuhri, MA
6. Dialog Zhuhur (Mengkaji Kitab-kitab Klasik/Turats) Senin s.d. Ahad (Usai Shalat Zhuhur)
Narasumber : Para Asatidz Pilihan
@masjidistiqlal.official www.istiqlal.or.id