3.1 Jenis Penelitian dan Gambaran Populasi Penelitian.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data dokumenter dari website Jakarta Stock Exchange (JSX). Oleh karena itu jenis penelitian ini
tergolong historical research atau documentary research.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 26 bank yang terdaftar di BEJ.
3.2. Prosedur dan tehnik sampling
Data yang digunakan adalah data kuantitatif, yaitu data yang diukur dalam suatu skala numeric. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari bank yang go public di Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode 2001-2005.
Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah metode purposive sampling, yaitu sampel yang ditarik dengan menggunakan
pertimbangan. Kriteria pemilihan sampel yang akan diteliti adalah:
1. Bank yang terdaftar di BEJ yang mempunyai laporan keuangan dapat diakses dari tahun 2001 hingga tahun 2005.
2. Maksimal pada awal tahun 2001 telah listing di BEJ.
Berdasarkan kriteria tersebut, maka sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 17 dari 26 bank yang go public di BEJ.
Tabel 3.1 Daftar Sampel
No Kode
Nama Perusahaan Perbankan
1 ANKB Bank Artha Niaga Kencana 2 BBCA Bank Central Asia
3 BBIA Bank Buana Indonesia 4 BBNI Bank Negara Indonesia 5 BBNP Bank Nusantara Parahyangan 6 BCIC Bank Century
7 BDMN Bank Danamon 8 BNGA Bank Niaga
9 BNII Bank Internasional Indonesia 10 BNLI Bank Permata
11 BVIC Bank Victoria 12 INPC Bank Interpasific 13 LPBN Bank Lippo 14 MAYA Bank Mayapada 15 MEGA Bank Mega 16 PNBN Bank Pan Indonesia 17 NISP Bank NISP Sumber: Bursa Efek Jakarta
3.3. Definisi Operasional
Dalam definisi operasional variabel ini akan dijelaskan variabel-variabel yang akan diamati yang menjadi obyek pengamatan dalam penelitian yang berkaitan dengan kesimpulan yang dikehendaki. Sesuai dengan latar belakang masalah yang dikemukakan pada bab terdahulu, maka variabel yang diamati adalah :
a. Konsep : Kinerja Bank
Definisi Operasional : Menganalisa kinerja keuangan bank yang merupakan bagian dari kinerja bank secara keseluruhan.
Indikator empirik : CAMEL dan Z-Score.
b. Konsep : CAMEL
Definisi Operasional : Metode penilaian tingkat kesehatan bank Proksi : Capital Adequacy Ratio (CAR),
Indikator empirik : Equity capital dan fixed assets, total loans dan securities dari neraca.
Proksi : Return On Risked Asset (RORA)
Indikator empirik : Earnings before tax dari laporan laba rugi dan jumlah total loans dan securities dari neraca.
Proksi : Net Profit Margin (NPM)
Indikator empirik : Net income dan net operating income dari laporan laba rugi.
Proksi : Return On Asset (ROA)
Indikator empirik : Laba sebelum pajak dan total asset dari laporan laba rugi.
Proksi : Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)
Indikator empirik : Biaya operasional didapat dari jumlah beban bunga dan beban operasional lainya di laporan laba rugi, pendapatan operasional diambil dari jumlah pendapatan bunga dan pendapatan operasional lainnya di laporan laba rugi.
Proksi : Loan to Deposit Ratio (LDR)
Indikator empirik : Total kredit dari kredit pihak ketiga di neraca, total dana pihak ketiga dari jumlah giro, tabungan, simpanan berjangka, dan sertifikat deposito di laba rugi.
c. Konsep : Z-Score
Definisi operasional : Metode untuk memprediksi kebangkrutan suatu usaha.
Proksi : modal kerja/jumlah harta
Indikator empirik : Modal kerja didapatkan dengan mengurangi current asset dengan current liabilities, current asset didapat
dari selisih total asset dan fixed asset, sedangkan current liabilities didapat dari jumlah simpanan dan
kewajiban segera.
Proksi : Laba ditahan/jumlah harta
Indikator empirik : Laba ditahan didapatkan dari mengurangi net income dengan deviden.
Proksi : EBT/jumlah harta
Indikator empirik : Earning Before Tax (EBT) dari laporan laba rugi.
Proksi : Nilai pasar modal sendiri/nilai buku hutang
Indikator empirik : Nilai pasar modal sendiri didapatkan dari perkalian harga saham dan jumlah lembar saham, nilai buku hutang didapatkan dengan mengurangi total aktiva dengan total ekuitas.
Proksi : Penjualan/jumlah harta
Indikator empirik : Penjualan didapatkan dengan menjumlahkan pendapatan bunga bersih dengan pendapatan operasional lainnya.
3.4. Metode dan Prosedur Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data yang digunakan untuk pembuatan skripsi ini adalah:
a. Penelitian pustaka yang dilakukan dengan cara mengumpulkan buku literatur yang ada hubungannya dengan penulisan skripsi, dengan tujuan untuk mendapatkan landasan teori dan teknik analisa dalam memecahkan masalah.
b. Pengumpulan data laporan keuangan bank go public yang diteliti, diperoleh dari Laboratorium Pasar Modal UK Petra dan Bursa Efek Jakarta. Pengolahan data yang sudah dikumpulkan, dianalisa secara kuantitatif.
3.5. Teknik Analisis Data
1. Menghitung masing-masing rasio keuangan CAMEL dengan menggunakan rumus yang telah dijelaskan pada landasan teori.
2. Menghitung nilai kotor dari masing-masing rasio tersebut.
3. Dilanjutkan dengan menghitung nilai bersih rasio CAMEL dengan cara mengalikan nilai kotor masing-masing rasio CAMEL dengan bobot masing- masing rasio CAMEL.
4. Menentukan predikat tingkat kesehatan bank menurut SK DIR BI No.
30/11/KEP/DIR tanggal 30 April 1997.
5. Data-data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan menggunakan metode Z-Score Altman, seperti yang telah dijelaskan pada landasan teori.
6. Mendapatkan skor kebangkrutan Altman.
7. Menentukan kriteria kebangkrutan menurut metode Z-Score Altman.
8. Menganalisa hasil perhitungan metode CAMEL tiap bank selama 5 tahun.
9. Menganalisa hasil perhitungan metode Z-score Altman tiap bank selama 5 tahun.
10. Memberikan penjelasan secara deskriptif mengenai gambaran kinerja bank yang dianalisa dengan menggunakan metode CAMEL dan Z-Score.