• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding Seminar Nasional Pakar ke 3 Tahun 2020 ISSN (P) : Buku 2: Sosial dan Humaniora ISSN (E) :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Prosiding Seminar Nasional Pakar ke 3 Tahun 2020 ISSN (P) : Buku 2: Sosial dan Humaniora ISSN (E) :"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, SOLVABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP INCOME SMOOTHING DENGAN CORPORATE

GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI

(Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018)

Friska Angelline

Jurusan Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

[email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap perataan laba dengan mekanisme corporate governance yang diduga akan mempengaruhi penerapan praktik perataan laba itu sendiri.

Penelitian ini hanya terfokus kepada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2013. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi logistik dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposing sampling yang menghasilkan sampel terpilih dari 3 periode sebanyak 117 sampel dari 393 sampel awal, yang kemudian akan dijadikan sebagai bahan penelitian. Data yang diperoleh didapat melalui analisa laporan keuangan dan juga laporan keuangan tahunan yang telah disediakan di Bursa Efek Indonesia. Mekanisme corporate governance dalam penelitian ini menggunakan index checklist pertanyaan efektivitas untuk mengukur seberapa besar pengaruh yang akan didapatkan kelak diantara profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, dan praktik perataan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen seperti profitabilitas berpengaruh positif terhadap perataan laba, sedangkan solvabilitas, dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap perataan laba. Untuk variabel moderasi dari penelitian ini menunjukkan hasil bahwa corporate governance memperkuat hubungan antara profitabilitas dan perataan laba, sedangkan corporate governance memperlemah hubungan antara solvabilitas dan perataan laba, serta ukuran perusahaan dan perataan laba.

Kata kunci : corporate governance, perataan laba, profitabilitas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Perusahaan manuktur merupakan sebuah perusahaan yang memiliki karakteristik utama dalam mengolah sumber daya, baik yang belum jadi maupun setengah jadi menjadi barang jadi melalui proses olah. Perusahaan manufaktur juga termasuk dalam emiten terbesar dari keseluruhan perusahaan yang listing dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini pula yang menjadikan perusahaan manufaktur selalu mendapat perhatian khusus dan juga menjadi banyak sorotan dari para pelaku pasar. Mengingat pentingnya laporan keuangan terutama informasi laba, maka dibuatnya penelitian terhadap faktor- faktor yang mempengaruhi perataan laba juga menjadi sangatlah penting di tengah banyaknya perusahaan manufaktur di BEI yang harus mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada publik. Seperti halnya yang dinyatakan oleh Juniarti (2010) bahwa adanya bentuk perubahan informasi atas laba bersih suatu perusahaan melalui macam- macam cara, akan memberikan efek atau dampak yang cukup berpengaruh terhadap tindak lanjut para pengguna informasi yang bersangkutan. Tidak terkecuali dengan penerapan perataan laba oleh suatu perusahaan. Romauli (2012) menjelaskan bahwa suatu laporan dinilai bermutu apabila penyusunannya berpedoman pada kaidah- kaidah atau prinsip-prinsip yang bertema umum. Sama halnya dengan laporan berkelanjutan.

(2)

Pada tingkat global sejak tahun 2000 telah dikembangkan standar laporan berkelanjutan oleh Global Reporting Initiative (GRI) dan pada tahun 2006 di indonesia telah dikembangkan kembali indeks pemeringkatan terhadap corporate governance yang bernama Corporate Governance Perception Index (CGPI) serta beberapa index yang telah dikembangkan oleh beberapa peneliti seperti index daftar pertanyaan efektivitas dewan komisaris dan komite audit yang digunakan oleh Hermawan (2009).

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh Profitabilitas (ROA) terhadap Praktik Perataan laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

2. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh Solvabilitas (DER) terhadap Praktik Perataan Laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

3. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh Ukuran Perusahaan (Firm Size) terhadap Praktik Perataan Laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

4. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh Corporate Governance sebagai variabel pemoderasi terhadap Profitabilitas (ROA) dan Praktik Perataan Laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

5. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh Corporate Governance sebagai variabel pemoderasi terhadap Solvabilitas(DER) dan Praktik Perataan Laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

6. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh Corporate Governance sebagai variable pemoderasi terhadap Ukuran Perusahaan (Firm Size) dan Praktik Perataan Laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.

II. STUDI PUSTAKA

2.1 Teori Keagenan (Agency Theory)

Teori keagenan merupakan suatu model yang telah berkembang dalam eranya yaitu pada tahun 1970-an, dimana teori ini akan membahas tentang berbagai macam hubungan kontraktual antara anggota-anggota perusahaan yang berawal dari adanya suatu bentuk korporasi yang dalam hal ini memisahkan secara tegas antara pemilik perusahaan dengan manajemen yang ada. Posisi agent sebagai pemegang kunci informasi dan principal sebagai penerima informasi dari agent dapat memicu munculnya suatu kondisi yang disebut sebagai asimetri informasi (information asymetri), yaitu suatu kondisi dimana informasi yang diperoleh oleh pihak manajemen sebagai penyedia informasi (preparer) dengan pihak principal secara umum tidak seimbang. Menurut Jensen and Meckling (1976), terdapat dua macam asimetri informasi yaitu:

1. Adverse Selection, 2. Moral Hazard

2.2 Tipe Perataan Laba

Eckel (1981) dalam penelitiannya mendefinisikan perataan laba menjadi dua jenis yaitu naturally smooth dan intentionally smooth. Intentionally smooth terbagi atas artificial smoothing dan real smoothing. Dalam gambar berikut akan di jelaskan bagaimana tipe perataan laba menurut Eckel (1981) :

(3)

Sumber:Eckel,1981,TheIncomeSmoothing HypothesisRevisited,AbacusVol17, No 1 (dikutipdari Salno danBaridwan, 2000).

2.3 PROVITABILITAS Return on Assets (ROA)

Merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. ROA juga merupakan salah satu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya.

2.4. SOLVABILITAS

Rasio Hutang dengan Modal (Debt to Equity Ratio)

Rasio ini merupakan imbangan antara hutang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini berarti modal sendiri semakin sedikit dibanding dengan hutangnya. Sebaiknya besarnya hutang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi.

2.5 Ukuran Perusahaan (Firm Size)

Ukuran perusahaan (Firm Size) merupakan suatu ukuran atau seberapa besarnya asset yang dimiliki oleh perusahaan. Walau demikian bila dilihat lebih lanjut dijelaskan bahwa perusahaan yang notabene perusahaan kecil ternyata memiliki risiko dan return yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang besar.

2.6 GCG

Pentingnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) masih menjadi fokus utama pengembangan iklim usaha di Indonesia dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.Mekanisme corporate governance yang mempengaruhi manajemen laba yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komite audit, dan komposisi dewan komisaris independen.

(4)

2.7 Hipotesis

2.7.1. H1 : Profitabilitas berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

2.7.2. H2: Solvabilitas berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba

2.7.3. H3 : Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap praktik perataan laba.

2.7.4. H4 : Corporate Governance memperlemah hubungan antara profitabilitas dan praktik perataan laba.

2.7.5. H5 : Corporate Governance memperlemah hubungan antara solvabilitas dan praktik perataan laba.

2.7.6. H6 : Corporate Governance memperlemah hubungan antara Ukuran Perusahaan dan praktik perataan laba.

III. METODE PENELITIAN

Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian yang menggunakan metode regresi Linear Berganda atas penelitian-penelitian terdahulu serta menggabungkan beberapa variabel yang mungkin sebelumnya belum pernah di hubungkan terhadap penelitian sejenis. Penelitian ini adalah penelitian yang melakukan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan untuk menjelaskan jawaban atas hipotesis yang telah dirumuskan berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas seperti rasio return on asset (ROA), solvabilitas seperti Debt to Equity Ratio (DER) dan ukuran perusahaan terhadap perataan laba (Income Smoothing) dengan corporate governance yang menjadi moderasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan berdasarkan laporan keuangan dan tahunan perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015-2018. Analisis data penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Teknik analisis statistik dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda (multiple linear regression). Sebelum melakukan analisis regresi linier berganda terlebih dahulu dilakukan uji statistik deskriptif dan uji asumsi klasik. Uji statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan secara ringkas variabel dalam penelitian ini. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui gambaran data yang akan dianalisis. Ghozali (2006) menyebutkan bahwa alat analisis yang digunakan dalam uji statistik deskriptif antara lain adalah nilai maksimum, minimum, rata-rata (mean), dan standar deviasi. Tujuan melakukan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik memiliki distribusi data normal atau mendeteksi normal, untuk mendeteksi apakah distribusi normal atau tidak dapat dilakukan dengan cara analisis statistik. Menurut Ghozali (2006), ada dua cara untuk mengetahui apakah residual memiliki distribusi normal atau tidak.

3.1 Pengujian Signifikansi Koefisien Regresi

Pengujian koefisien regresi dilakukan untuk menguji seberapa jauh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. Koefisien regresi logistik dapat ditentukan dengan menggunakan p-value (probability value).

a. Tingkat signifikansi (α) yang digunakan sebesar 5% (0,05).

b. Hipotesis nol dikatakan diterima apabila nilai probabilitas (Sig.) > tingkat signifikansi (α). Hal ini berarti, hipotesis alternatif ditolak atau hipotesis yang menyatakan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen ditolak.

c. Hipotesis nol dikatakan ditolak apabila nilai probabilitas (Sig.) < tingkat signifikansi (α). Hal ini berarti hipotesis alternatif diterima atau hipotesis yang menyatakan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen diterima (Ghozali, 2006).

IV. HASIL DN PEMBAHASAN

Penelitian ini memiliki objek penelitian meliputi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini mengambil periode selama kurun waktu

(5)

pemilihan sampel berdasarkan beberapa pertimbangan maupun kriteria tertentu yang disesuaikan berdasarkan tujuan penelitian itu sendiri. Adapun krteria-kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan adalah

sebagai berikut:

a. Uji statistik deskriptif dilakukan terhadap data dengan nilai ROA (Profitabilitas), DER (Solvabilitas), dan Ukuran Perusahaan. Lebih lengkapnya mengenai hasil uji statistik deskriptif dapat dilihat dalam tabel berikut:

Nama N Minimum Maximum Mean St.

Deviation

Income Smoothing 102 0 1 0.69 0.413

Profitabilitas (ROA) 102 -117.683 112.840 110.678 115.911 Solvabilitas (DER) 102 0.573 1.214 0.464 0.235 Ukuran Perusahaan

(SIZE)

102 4.267 5.021 1.693 1.836

Good Corporate Governance(GCG)

102 0.333 0.821 0.667 0.105

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa terdapat 5 variabel dalam penelitian ini yaitu Income Smoothing (Perataan Laba), Profitabilitas (ROA), Solvabilitas (DER), dan Ukuran Perusahaan (SIZE) dengan jumlah sampel keseluruhan didapati sebanyak 102 sampel dari 34 Perusahaan Manufaktur.

Untuk hasil uji statistik deskriptif menunjukkan hasil dari variabel dependen yaitu Income Smoothing, didapati hasil tingkat prediksi pelaksanaan praktik perataan laba dengan rata-rata sebesar 0,69 serta nilai maximum sebesar 1 dan nilai minimum yang didapatkan adalah sebesar 0. Sedangkan standar deviasi untuk Income Smoothing didapati sebesar 0,413. Statistik deskriptif untuk variabel Independen yaitu Profitabilitas perusahaan yang diproksikan dengan ROA memiliki tingkat pengembalian laba dengan rata-rata sebesar 110,678 serta nilai maximum sebesar 112,840.

b. Uji Asumsi Klasik, Jika asumsi klasik tidak terpenuhi akan menyebabkan bias pada hasil penelitian. Asumsi klasik yang perlu diuji adalah Uji Normalitas, Multikolinieritas, dan heteroskedastisitas.

Hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat hasil pengujian tersebut didapatkan bahwa besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 1,127 dan nilai Asymptotic Significance sebesar 0,158 dan lebih besar dari 0,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi pada model memenuhi asumsi normalitas.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual

N 102

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 2282.85713564 Most Extreme

Differences

Absolute .090 Positive .058 Negative -.088

Test Statistic 1.127

Asymp. Sig. (2-tailed) .158c

(6)

V. KESIMPULAN

Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan terhadap praktik perataan laba dengan penerapan corporate governance sebagai penghubung diantaranya. sebagai berikut:

1. Profitabilitas (ROA) didapati hasil memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perataan laba. Solvabilitas (DER) didapati hasil memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap perataan laba.

2. Ukuran Perusahaan didapati hasil memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap perataan laba. Hasil penelitian ini tentunya konsisten dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Prabayanti dan Yasha (2010), Santoso (2010), Dewi dan Zulaikha (2011), serta Ernawati (2011) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap praktik perataan laba.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Sartono. (2001). Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi, Edisi ke empat.Yogyakarta: BPFE.

Ashari, dkk. (1994). Factor Affecting Income Smoothing Among Listed Companies in Singapore. Journal of Accounting and Bussiness Reserch, Auntum, pp. 291- 304.

Astuti, Sahening Dyah. (2013). Analisis Pengaruh NPM, ROA, Ukurang Perusahaan dan Financial Leverage terhadap Praktik Perataan Laba. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Darmawati, Deni, Khomsiyah, dan Rika Gelar Rahayu. (2004). Hubungan Corporate Governance dan Kinerja Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi VII, IAI, 2004.

Dechow, Patricia M., R.G. Sloan hal A.P. Sweeney. (1996). Causes And Consequences Of Earnings Manipulaton: An Analysis Of Firms Subject To Enforcement Actions By The SEC. Contemporary Accounting Research 13, 1- 36

Ibrahim, Hadiasman. (2008). Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Peringkat Obligasi, Ukuran Perusahaan, dan DER terhadap Yeild to Maturity Oblogasi Korporasi di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2004-2006. Semarang. Thesis Universitas Diponegoro.

Ikatan Akuntan Indonesia. (1997). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.46,

Referensi

Dokumen terkait

Jaksa Pengacara Negara adalah Jaksa dengan Kuasa Khusus, bertindak untuk dan atas nama Negara atau Pemerintah dalam melaksanakan tugas dan wewenang

Jika kalimat tersebut diubah menjadi kalimat yang menggunakan kesantunan direktif memohon, maka kalimat tersebut menjadi “mohon maaf, saya tidak bisa membantu”

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemahaman konsep IPA Fisika siswa kelas V yang rendah di SD Negeri Kecamatan Sleman sehingga berpeluang terjadi miskonsepsi..

Alternatif desa wisata memiliki kriteria yang berbeda antara DM Dinas Pariwisata Provinsi Bali dengan DM Pemerintah Kabupaten Tabanan.. Penilai yang diberikan DM

Bobot gabah kering panen dan bobot gabah kering giling pada lahan sawah tadah hujan tidak terpengaruh dengan penggunaan varietas padi unggul Sidenok dibandingkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa cedera yang paling sering dialami atlet pencak silat Kabupaten Magelang adalah memar (37%), onset cedera paling banyak yaitu bersifat

Data (6) menunjukkan adanya penggunaan pola nomina + jabatan yakni keputusan ketua RT. Kata keputusan merupakan kata benda atau nomina yang memiliki kata dasar

1) Terdapat tiga puisi yang menjadi bahan ajar dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk kelas VI. Puisi Perempuan-perempuan perkasa menggunakan gaya bahasa yang cukup